PT Pollung Karya Abadi Siap Kerjakan Pemeliharaan Jalan Pandanaran Boyolali Rp21,5 Miliar

Boyolali – Perwakilan PT Pollung Karya Abadi (PKA), kontraktor asal Medan, Sumatera Utara, selaku pemenang tender proyek pemeliharaan berkala Jalan Pandanaran Boyolali, angkat bicara terkait isu yang sempat beredar mengenai perusahaannya.

Humas PT PKA, Boyke Gultom, menegaskan isu tersebut merupakan kasus lama pada 2016 yang sudah selesai secara hukum. Ia menjelaskan, kala itu terdapat pekerjaan di Binjai, Sumatera Utara, dengan nilai kontrak sekitar Rp2 miliar, namun terjadi ketidaksesuaian dalam pengajuan kredit sebesar Rp1,5 miliar.

“Semua sudah diselesaikan secara hukum. Bahkan waktu itu PT Pollung sendiri yang melaporkan kasus tersebut, dan direktur yang bersangkutan langsung dicopot dari jabatannya,” kata Boyke kepada wartawan, Jumat (12/9/2025).

Ia menambahkan, direktur saat ini dijabat oleh Henry. Untuk pelaksanaan proyek di Boyolali, PT PKA akan membuka cabang sementara di Boyolali hingga pengerjaan selesai pada akhir Desember 2025.

“Kami akan berkantor di Boyolali dan menyiapkan tenaga ahli serta tim operasional yang akan standby sampai proyek ini selesai. Kami berkomitmen menyelesaikan pekerjaan tepat mutu, tepat waktu, dan tepat harga,” tegasnya.

Boyke menjelaskan, nilai kontrak proyek ini mencapai Rp21,5 miliar dari pagu Rp22 miliar. Ruang lingkup pekerjaan meliputi pengaspalan, perbaikan saluran, pedestrian, serta trotoar pejalan kaki dari area parkir Taman Hutan Kota menuju Patung Kuda Simpang Lima Boyolali.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Boyolali, Yulius Bagus Triyanto, menyampaikan bahwa pemenang lelang ditentukan oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP), sementara pihaknya hanya menyiapkan anggaran.

“Proyek ini merupakan salah satu proyek strategis daerah. Di Boyolali ada sekitar delapan sampai sepuluh proyek sejenis. Seluruhnya akan mendapat pendampingan dari kepolisian dan kejaksaan sejak awal hingga selesai,” jelas Yulius.

Ia berharap pengerjaan pemeliharaan Jalan Pandanaran dapat diselesaikan sesuai target dan bermanfaat bagi masyarakat Boyolali.

Anggota SPN Purwokerto Dilaporkan ke Propam, Diduga Menekan Tiga Warga Sipil

IDPOST, Banyumas-Seorang anggota Polri aktif di Sekolah Polisi Negara (SPN) Purwokerto, Polda Jawa Tengah, berinisial KW, dilaporkan ke Unit Propam oleh tiga warga sipil atas dugaan tindakan penekanan yang membuat mereka tidak nyaman. Kasus ini bermula dari konflik rumah tangga antara KW dan istrinya, Vi, yang kemudian melibatkan pihak-pihak di luar keluarga (teman-teman Vi).

Menurut pengakuan WY (58), CU (42), dan MS (32), mereka bertiga dipaksa KW untuk memberikan informasi terkait Vi, meski mereka tidak memiliki keterkaitan langsung dengan persoalan pribadi pasangan tersebut. Mereka menilai tindakan KW sebagai bentuk tekanan yang mengganggu kenyamanan dan privasi mereka.

Laporan resmi disampaikan pada Selasa (09/09/2025) pukul 08.00 WIB ke Unit Propam SPN Purwokerto.

MS, warga Kecamatan Sumbang, menyebut dirinya pada akhirnya menjadi saksi dalam sidang perceraian Vi di Pengadilan Agama Purwokerto pada 2 Juni 2025. Ia mengaku KW menuduhnya memberikan kesaksian palsu dan menunjukkan sikap yang membuatnya tertekan selama persidangan.

“Gerakan tubuh dan tatapan KW selalu mengarah ke saya. Saya merasa takut dan tidak nyaman,” ujar MS dalam keterangan pers di Purwokerto, Rabu (10/09/2025).

WY, warga Kecamatan Purwokerto Selatan, mengungkapkan bahwa KW pernah mendatangi rumahnya pada Februari 2025 dan memintanya untuk memantau serta melaporkan aktivitas Vi. WY menolak permintaan tersebut karena merasa tidak memiliki keterlibatan dalam urusan rumah tangga KW.

“Saya sama sekali tidak tahu-menahu soal permasalahan mereka. Tapi KW tetap memaksa saya ikut campur,” kata WY.

Hal serupa dialami CU, warga Sumbang, yang mengaku tiga kali rumahnya didatangi KW untuk dimintai informasi mengenai Vi dan kegiatan komunitas yang diikuti.

“Saat itu saya ada agenda akan berwisata bersama teman-teman satu komunitas, yang kebetulan Vi sebagai ketua dalam komunitas tersebut. Sebelum agenda dilaksanakan, KW terus menekan saya agar memberikan informasi tentang keberadaan Vi. Saya merasa tertekan,” keluh CU.

Ketiga warga berharap perlindungan keamanan, tidak dihubungi dan tidak didatangi lagi rumahnya oleh KW. Selain itu, mereka juga berharap agar tindakan serupa tidak terulang dan meminta institusi terkait menindaklanjuti laporan mereka secara adil, transparan, dan sesuai prosedur.

Ketika dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp terkait aduan yang disampaikan ketiga warga, Kanit Propam SPN Purwokerto, Agus Prasetyo belum berkenan memberikan keterangan.

Ayam Kampung dan Bebek Ambil Sepuasnya, Kuliner Favorit di Pedan Klaten

Klaten – Pecinta kuliner tradisional kini punya alternatif menarik saat berkunjung ke Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Sebuah rumah makan bernama Lesehan Mas Arjo menghadirkan menu ayam kampung dan bebek dengan konsep ambil sepuasnya yang bikin banyak orang ketagihan.

Ayam kampung dan bebek di sini dimasak dengan bumbu khas Jawa. Tekstur dagingnya empuk, gurih, dan kaya rempah. Proses memasaknya diawali dengan perebusan hingga daging terasa lembut, namun tetap mempertahankan cita rasa otentik.

Menariknya, pengunjung bebas memilih bagian ayam maupun bebek sesuai selera. Mulai dari paha, sayap, kepala, jerohan, kulit, hingga dada, semuanya bisa diambil sepuasnya.

Hidangan terasa semakin nikmat saat disantap dengan sambal pedas, lalapan segar, dan nasi hangat.

Tak hanya daging, nasi, lalapan, hingga sambal juga bisa diambil sendiri tanpa tambahan biaya.

Harga makanan di Lesehan Mas Arjo pun cukup terjangkau, mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 20.000 per porsi. Jika tak ingin ayam atau bebek, tersedia juga menu ikan seperti lele, bandeng, gurame, belut, hingga nila dengan harga Rp 10.000–Rp 35.000. Untuk minuman, mulai dari teh hingga jus segar dibanderol Rp 3.000–Rp 10.000.

Salah satu pengunjung, Nikita (29), mengaku sering kembali karena puas dengan menu yang disajikan.

“Saya sudah ketiga kalinya ke sini. Senangnya bisa pilih dan ambil sendiri dagingnya. Selain itu bumbunya meresap dan sambalnya lengkap,” katanya.

.Pemilik Lesehan Mas Arjo, Jhoni Erlambang, mengatakan konsep prasmanan ini menjadi daya tarik tersendiri.

“Selain ayam kampung dan bebek, kami juga ada menu ikan. Kalau mau nambah nasi, lalapan, sambal, itu free, tidak ada tambahan biaya,” ujarnya, Selasa (9/9/2025).

Menurut Jhoni, pada hari biasa rumah makan ini bisa menghabiskan 80–100 kilogram ayam dan bebek. Sementara akhir pekan bisa mencapai 100–150 kilogram.

 Ia menyebut sudah membuka dua cabang, yakni di Klaten Kota dan Pedan. Rumah makan buka setiap hari pukul 10.00–22.00 WIB.

“Pengunjung datang bukan hanya dari Klaten, tapi juga Solo, Yogyakarta, Semarang, bahkan Jakarta. Lokasi ini jalur alternatif menuju wisata Pantai Gunungkidul dan wisata religi Sunan Pandanaran di Bayat, jadi banyak yang mampir,” pungkasnya.

Dapur MBG Sigap Ganti Menu Bau, Siswa di Pragaan Dapatkan Makanan Baru

SUMENEP – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pragaan sempat mendapat sorotan pada Senin (9/9/2025). Hal ini terjadi setelah sejumlah sekolah melaporkan bahwa menu yang disajikan pada hari tersebut diduga berbau tidak sedap dan tidak layak konsumsi.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, beberapa sekolah di Pragaan menerima lauk berupa daging ayam yang kualitasnya dinilai tidak segar. Kondisi ini memicu keluhan dari pihak guru hingga orang tua murid yang khawatir jika makanan tersebut dikonsumsi siswa dapat menimbulkan gangguan kesehatan.

Menanggapi laporan tersebut, pihak dapur MBG yang berada di bawah koordinasi H. Rudi langsung melakukan tindakan cepat dengan mengganti menu yang terindikasi bermasalah. Lauk ayam yang dianggap tidak layak segera ditarik dan diganti dengan makanan baru yang lebih terjamin kesegarannya. Dengan langkah ini, siswa tetap bisa menikmati makanan sesuai porsi yang dijanjikan dalam program pemerintah.

H. Rudi selaku penanggung jawab dapur MBG Pragaan menegaskan, kejadian ini menjadi bahan evaluasi penting bagi pihaknya. Ia berkomitmen untuk memperketat sistem pengawasan, mulai dari tahap pengadaan bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi ke sekolah-sekolah.

“Kami tidak ingin hal seperti ini terulang. Makanan yang disajikan kepada siswa harus benar-benar sehat, segar, dan bergizi sesuai tujuan program. Ke depan, pengawasan akan kami tingkatkan agar kualitas tetap terjaga,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Lebih lanjut, H. Rudi menyebutkan bahwa dapur MBG bekerja sama dengan sejumlah pemasok bahan makanan lokal. Ia mengakui, terkadang kendala distribusi bahan dapat memengaruhi kualitas, terutama untuk daging segar. Karena itu, pihaknya akan menyeleksi lebih ketat pemasok yang dianggap mampu menjaga standar kualitas.

Pihak sekolah di Pragaan menyambut positif langkah cepat yang dilakukan dapur MBG. Salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa tindakan sigap ini sangat membantu sehingga siswa tetap bisa mendapatkan hak mereka tanpa harus terganggu dengan insiden menu bermasalah.

“Kalau tidak segera diganti, tentu siswa akan kecewa. Apalagi program ini ditunggu-tunggu setiap hari. Kami berharap kejadian seperti ini bisa jadi pelajaran agar lebih baik lagi ke depan,” tutur salah seorang guru.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan gizi siswa di sekolah, khususnya di wilayah pelosok. Dengan adanya program ini, diharapkan anak-anak bisa lebih fokus belajar karena kebutuhan gizinya tercukupi.

Meski sempat ada kendala, langkah cepat pihak dapur MBG Pragaan menuai apresiasi dari banyak pihak. Masyarakat berharap agar kejadian serupa tidak terulang lagi, sehingga program unggulan pemerintah ini bisa berjalan maksimal dan memberikan manfaat nyata bagi generasi muda.

Menu MBG di Pragaan Dikeluhkan, Daging Ayam Diduga Tidak Segar dan Bau

SUMENEP – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Kecamatan Pragaan menuai sorotan. Pasalnya, menu yang disajikan pada hari ini dilaporkan mengandung daging ayam yang berbau tidak sedap.

Informasi ini dihimpun dari laporan beberapa lembaga pendidikan di wilayah tersebut. Salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa ayam yang digunakan tidak lagi segar, namun tetap dipaksakan untuk dimasak dan dibagikan kepada siswa.

“Kalau kondisi ini dibiarkan, tidak menutup kemungkinan bisa berdampak pada kesehatan siswa, bahkan berisiko keracunan, seperti kasus yang pernah terjadi di daerah lain,” ujarnya, Senin (8/9/2025).

Pihak sekolah berharap agar kualitas bahan makanan dalam program MBG benar-benar diperhatikan. Sebab, tujuan utama MBG adalah menambah asupan gizi siswa, bukan sekadar memberikan makanan seadanya.

“Kalau ayamnya saja sudah bau, apa masih layak dikonsumsi anak-anak? Kami khawatir justru berbalik merugikan kesehatan mereka,” tambah sumber tersebut.

Sejumlah pihak meminta agar penyedia MBG melakukan pengawasan lebih ketat, mulai dari pemilihan bahan makanan hingga penyajiannya, agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Tour & Travel Resmi Diluncurkan, Tawarkan Paket Umroh 16 Hari Rp 29 Juta

SUMENEP – PT Arrohmah Berkah Wisata secara resmi meluncurkan unit usaha baru di bidang perjalanan religi bernama Sultan ABJ Tour & Travel. Peresmian ini ditandai dengan seremoni pemotongan pita di kantor sekretariat yang berlokasi di Dusun Angsanah, Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng, pada Minggu, 07 September 2025

Acara peluncuran berlangsung meriah dengan dihadiri para kiai, tokoh masyarakat, jajaran perangkat desa, serta ratusan tamu undangan baik laki-laki maupun perempuan. Selain seremoni peresmian, kegiatan juga dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang semakin menambah khidmat suasana.

Dalam kesempatan tersebut, manajemen Sultan ABJ Tour & Travel memperkenalkan paket umroh unggulan berdurasi 16 hari dengan biaya Rp29 juta. Paket ini dipromosikan sebagai program yang terjangkau, namun tetap mengedepankan kualitas pelayanan dan kenyamanan jamaah.

Sejumlah fasilitas yang ditawarkan antara lain:

Penerbangan langsung menggunakan maskapai Lion Air rute Surabaya–Jeddah tanpa transit.

Akomodasi hotel bintang tiga yaitu Hotel Zuwar Al Bait di Mekkah dan Hotel Amjad Assalama di Madinah.

Perlengkapan umroh lengkap untuk seluruh jamaah.

Konsumsi gratis

City tour ke Thaif tanpa biaya tambahan.

Selain itu, jamaah akan didampingi oleh pembimbing ibadah berpengalaman yang akan memastikan setiap rangkaian manasik umroh berjalan sesuai tuntunan syariat.

Direktur Utama PT Arrohmah Berkah Wisata, H. Thaiyibah, menyampaikan bahwa kehadiran Sultan ABJ Tour & Travel merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat Madura, khususnya Sumenep, yang semakin tinggi terhadap layanan perjalanan ibadah umroh.

“Dengan dibukanya ABJ Tour & Travel, kami berkomitmen memberikan pelayanan yang amanah dan prima. Harapan kami, umat Islam bisa menunaikan ibadah umroh dengan lebih mudah, nyaman, dan khusyuk. Kami juga ingin memastikan biaya yang ditawarkan sepadan dengan kualitas fasilitas yang diberikan,” ujar Thaiyibah dalam sambutannya.

Ia menambahkan, pihaknya tidak hanya menjual paket perjalanan, tetapi juga ingin menghadirkan nilai keberkahan melalui pelayanan yang penuh keikhlasan. “Ibadah umroh bukan sekadar perjalanan religi, tetapi juga sebuah panggilan spiritual yang harus kami dampingi dengan penuh tanggung jawab,” imbuhnya.

Sejumlah tokoh masyarakat yang hadir turut memberikan apresiasi atas hadirnya Sultan ABJ Tour & Travel. Mereka menilai, kehadiran biro perjalanan haji dan umroh di daerah akan mempermudah masyarakat desa dalam mewujudkan niat suci menunaikan ibadah ke Tanah Suci tanpa harus jauh-jauh mencari layanan ke kota besar.

Selain itu, kehadiran usaha baru di sektor travel religi juga diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru serta memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.

Peluncuran Sultan ABJ Tour & Travel menjadi momentum penting bagi PT Arrohmah Berkah Wisata untuk memperluas kiprahnya di dunia perjalanan religi. Dengan komitmen pelayanan dan fasilitas yang ditawarkan, perusahaan optimis dapat menjadi salah satu pilihan utama masyarakat Madura dalam mewujudkan impian beribadah ke Baitullah.

Pengabdian kepada Masyarakat Penerapan IPTEKS : Edukasi Perlindungan Hak Anak di SMP Diponegoro 1 Purwokerto

IDPOST, Banyumas-Tim Pengabdian kepada Masyarakat yang diketuai oleh Asti Inayah, S.H., M.H. (Dosen Fakultas Hukum Unsoed Purwokerto) melaksanakan kegiatan penerapan IPTEKS dengan tema “Perlindungan Hak Anak: Edukasi dan Advokasi terhadap Perundungan dan Pelecehan Seksual di Lingkungan Pendidikan”. Kegiatan ini berlangsung di SMP Diponegoro 1 Purwokerto, diikuti oleh 52 siswa kelas 7 dan 8.

Setiap lima siswa didampingi oleh satu mahasiswa pendamping yang menemani jalannya pre-test, post-test, serta permainan edukatif Molypoly. Para peserta dibagi menjadi 10 kelompok untuk menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif.

Acara diawali dengan seminar pemaparan materi mengenai perlindungan hak anak, tolak perundungan, dan pencegahan kekerasan seksual. Selanjutnya, sesi games dilaksanakan untuk menciptakan suasana yang menyenangkan sekaligus memperkuat pemahaman siswa. Di akhir kegiatan, siswa menandatangani pakta integritas secara simbolik dengan menempelkan telapak tangan berwarna cat di atas banner, sebagai bentuk komitmen bersama untuk menolak segala bentuk perundungan dan kekerasan seksual.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan edukasi mengenai bahaya perundungan dan pelecehan seksual, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa melindungi anak hari ini berarti menjaga masa depan bangsa. Dengan membangun lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan, siswa dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sehingga kelak menjadi generasi penerus yang berdaya saing, bermartabat, dan berkarakter kuat.

Kepala SMP Diponegoro 1 Purwokerto, Bambang Muharwo menyampaikan
“Terima kasih telah mengadakan kegiatan ini di sekolah kami. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi siswa dan lingkungan pendidikan.”

Pemateri dari Dosen Fakultas Hukum Unsoed, Asti Inayah, menekankan bahwa bullying atau perundungan bukanlah hal yang bisa dianggap sepele.

“Jangan hanya bermain, teman juga harus dirangkul, bukan dipukul. Bullying bisa meninggalkan luka mendalam, tidak hanya secara fisik tetapi juga psikis, yang dapat memengaruhi masa depan anak di sekolah maupun kehidupan sehari-hari. Jika budaya saling merangkul dan menghargai ini dibangun sejak dini, maka lingkungan pendidikan akan menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua siswa untuk berkembang.”

Sementara itu, Advokat Ory Wulandari juga menegaskan pentingnya membangun kesadaran sejak dini terkait perlindungan diri dan penghargaan terhadap sesama.

“Anak-anak perlu belajar menghargai sesama dan menjaga diri. Jangan takut untuk bersuara dan melawan ketika menghadapi perundungan maupun pelecehan. Ingat bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk merasa aman, dihargai, dan berkembang sesuai potensinya. Dengan keberanian untuk berkata tidak pada perundungan dan kekerasan seksual, kita bisa bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, mendukung, dan bebas dari ketakutan.”

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa semakin memahami pentingnya menjaga diri, menghargai sesama, dan berani menolak segala bentuk perundungan maupun kekerasan seksual di lingkungan pendidikan. Mari bersama-sama wujudkan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak.

LPPM Unsoed dan SEKAWANESIA Gelar Sosialisasi Literasi Digital untuk Pemuda Desa Beji

IDPOST, Banyumas-Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto bekerja sama dengan komunitas SEKAWANESIA menyelenggarakan sosialisasi bertema “Membangun Generasi Bijak Bermedia Sosial dan Literasi Digital” di aula Balai Desa Beji, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, Minggu (7/9).

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan pemuda dan pemudi Desa Beji yang antusias mengikuti rangkaian materi. Hadir sebagai narasumber Akademisi Fakultas Hukum Unsoed, Muhammad Ikhsan Lubis, serta praktisi jurnalis Transmedia, Robbi Sofwan Amin.

Dalam paparannya, Muhammad Ikhsan Lubis menekankan pentingnya memproduksi konten positif di media sosial, misalnya melalui kisah dongeng dari berbagai daerah. “Dongeng bukan hanya cerita, tetapi sarana membangun karakter dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Robbi Sofwan Amin mengajak peserta memahami beragam aplikasi digital, mulai dari media sosial, toko digital, hingga aplikasi transaksi keuangan. Ia menekankan pentingnya menggunakan aplikasi secara cerdas, etis, dan produktif.

“Anak muda harus mampu menjadikan teknologi digital sebagai sarana berkarya, bukan sekadar konsumsi,” pesannya.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat aktif dan partisipatif, mencerminkan kedekatan materi dengan realitas kehidupan sehari-hari mereka.

Ketua Tim LPPM Unsoed, Bahar Ellfudlasani, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat.

“Tujuannya adalah membantu anak-anak muda memahami literasi digital agar bijak serta produktif dalam memanfaatkan teknologi,” jelasnya.

Januar Arif Prasetyo, perwakilan dari SEKAWANESIA, menyampaikan apresiasinya. “Kami berterima kasih kepada LPPM Unsoed atas kepeduliannya mendampingi anak muda untuk melek digital, sehingga teknologi dapat benar-benar menjadi sarana produktif dan bermanfaat,” katanya.