Profil Lengkap Nurul Sahara: Riwayat Pendidikan, Karier, hingga Kontroversinya

IDPOST.ID – Nama Nurul Sahara terus menjadi perbincangan publik seiring viralnya konfliknya dengan tetangganya, Imam Muslimin (Yai Mim), dosen UIN Malang.

Meski awalnya mendapat simpati, sorotan kini beralih pada pertanyaan tentang etika perempuan yang sedang menempuh pendidikan doktoral ini.

Jejak Pendidikan dan Karier

Berdasarkan informasi yang beredar, berikut profil lengkap Nurul Sahara:

  • Nama Lengkap: Nurul Sahara
  • Agama: Islam
  • Pendidikan:
  • S2 Magister Administrasi Publik – Universitas Brawijaya (UB)
  • S3 Program Doktor – Universitas Brawijaya (UB) (masih berjalan)
  • Riwayat Pekerjaan:
  • Asisten Peneliti di CV Aksara Bumi Intelekta (sejak Maret 2024)
  • Pemilik usaha rental mobil
  • Mantan asisten dosen paruh waktu di Universitas Islam Malang (2017-2020)

Bakat dan Prestasi

Menurut informasi dari beberapa sumber, Sahara dikenal sebagai pribadi yang cerdas dan aktif. Ia pernah terlibat dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan selama menempuh pendidikan. Namun, dalam konflik terkini, justru sisi emosionalnya yang banyak disorot.

Konflik yang Mengubah Narasi

Awal mula perseteruan bermula dari keluhan Sahara terhadap tetangga barunya, Yai Mim. Melalui media sosial, ia menuduh Yai Mim melakukan berbagai tindakan merugikan, termasuk dugaan pelecehan seksual, pencemaran nama baik, hingga perusakan mobil rental miliknya.

Namun, situasi berbalik ketika video yang menunjukkan sikap keras dan kata-kata kasar dari pihak Sahara mulai beredar. Rekaman inilah yang memicu perubahan opini publik.

Tanggapan Netizen: Dari Simpati ke Kritik

“Sedih melihat orang berpendidikan tinggi menyelesaikan masalah dengan cara seperti ini,” tulis seorang netizen di platform X. “S3 seharusnya mencerminkan kedewasaan berpikir, bukan emosi.”

Netizen lain berkomentar, “Pendidikan tinggi seharusnya menghasilkan pribadi yang bijak, bukan sekadar pintar secara akademis. Kasus ini menjadi pelajaran bagi kita semua.”

Refleksi Publik tentang Pendidikan dan Karakter

Kasus Sahara vs Yai Mim telah memicu diskusi mendalam tentang korelasi antara pendidikan tinggi dan pembangunan karakter. Banyak yang mempertanyakan apakah institusi pendidikan telah memberikan perhatian yang cukup terhadap pendidikan etika dan moral.

Seorang pengamat pendidikan di Malang yang tidak ingin disebutkan nama menyatakan, “Ini menjadi pengingat bahwa gelar akademik tidak otomatis menjamin kematangan emosional dan etika dalam bersosialisasi.”

Sementara itu, publik masih menunggu penyelesaian kasus ini melalui jalur hukum yang semestinya. Kedua belah pihak diharapkan dapat menyelesaikan perselisihan ini dengan cara yang lebih elegan dan beradab.

Kisah Nurul Sahara menjadi cermin bagi banyak orang tentang pentingnya keseimbangan antara kecerdasan akademik dan kecerdasan emosional dalam kehidupan bermasyarakat.

Viral Penipuan WhatsApp, Sekda Banyumas Jadi Sasaran, Warga Purwokerto Tertipu Rp10 Juta

IDPOST.ID – Kasus penipuan dengan modus mencatut nama pejabat daerah kembali terjadi di Banyumas. Kali ini, nama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie digunakan pelaku untuk mengelabui korban.

Seorang warga Kelurahan Kranji, Kecamatan Purwokerto Timur, bernama Agus, menjadi korban penipuan tersebut. Ia mengalami kerugian hingga Rp10 juta setelah mempercayai komunikasi melalui aplikasi WhatsApp yang mengaku sebagai Sekda Banyumas.

Dalam tangkapan layar yang diterima redaksi, pelaku mengawali percakapan dengan memperkenalkan diri sebagai “Bapak Dr. Agus Nur Hadie, Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas”. Pesan itu kemudian disertai dengan panggilan telepon suara melalui WhatsApp.

Karena yakin dengan identitas palsu tersebut, korban akhirnya terjerat dan menyerahkan uang hingga Rp10 juta.

Menanggapi hal ini, Sekda Banyumas, Dr. Agus Nur Hadie, melalui pesan singkat kepada wartawan, mengimbau masyarakat untuk lebih waspada.

“Intinya himbauan supaya lebih hati-hati,” tegasnya.

Sementara itu, kuasa hukum korban, Djoko Susanto, meminta pelaku memiliki itikad baik dengan segera mengembalikan uang korban.

“Kepada pelaku, saya atas nama korban, agar dikembalikan uangnya sebelum kita tempuh jalur hukum,” ungkap Djoko, Minggu 29 September 2025.

Konflik Nurul Sahara Mahasiswi S3 UB dan Yai Mim, Netizen: Pendidikan Tinggi, Etika Rendah

IDPOST.ID -Viralnya konflik antara mahasiswi doktoral Universitas Brawijaya (UB), Nurul Sahara, dengan dosen UIN Malang, Imam Muslimin (Yai Mim), memicu gelombang kritik pedas dari warganet.

Sorotan tajam kini mengarah pada pertanyaan pantaskah seorang kandidat doktor bersikap demikian?

Beredarnya video yang menunjukkan keluarga Nurul Sahara menggunakan kata-kata kasar dan nada tinggi terhadap Yai Mim menjadi pemicu kemarahan publik.

Komentar Pedas Warganet

Kolom komentar di berbagai platform media sosial dipenuhi tanggapan sinis. “Ini mahasiswa S3? Etikanya di mana? Yang namanya orang berpendidikan seharusnya bisa menyelesaikan masalah dengan cara elegan, bukan seperti preman,” tulis salah satu akun TikTok.

Akun lainnya menambahkan, “Sedih melihat orang sekolahan S3 tapi cara menyelesaikan masalah pakai teriakan dan kata-kata kasar. Apa yang dipelajari di kampus?”

Meski awalnya banyak yang mendukung Sahara sebagai pihak yang diduga menjadi korban, narasi publik mulai bergeser setelah video konflik langsung beredar.

“Awalnya saya dukung cewek ini, tapi setelah lihat caranya ngomong ke orang yang lebih tua, saya jadi berpikir ulang,” ujar seorang netizen di TikTok.

Beberapa akun bahkan membandingkan sikap Sahara dengan Yai Mim yang dalam video terlihat lebih menahan diri.

“Yang satu emosional, yang satu mencoba tetap tenang. Ini jelas siapa yang seharusnya jadi panutan,” tulis komentar yang mendapat banyak likes.

Skandal Korupsi Rp5 Miliar BLUD Puskesmas Mojokerto, Seret Nama Dosen dan Dekan FEB UB Malang

IDPOST.ID – Kasus korupsi Dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Puskesmas se-Kabupaten Mojokerto kembali membuka borok dunia akademisi.

Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya, Rabu (10/9/2025), sejumlah dosen dan pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB) Malang dipanggil untuk memberi keterangan terkait aliran dana proyek senilai Rp5,04 miliar.

Nama-nama besar yang tercatat dalam dokumen persidangan antara lain Dekan FEB UB, Abdul Ghofar, Ketua Pusat Kajian dan Pengembangan Akuntansi dan Bisnis (PKPAB) UB, Dr. Bambang Hariadi, serta sejumlah akademisi lain seperti bendahara PKPAB Laila Fitriyah LH, Dr. Mohamad Khoiru Rusydi, dan Prof. Dr. Aulia Fuad Rahman. Keterlibatan mereka mencoreng wajah kampus ternama tersebut dalam pusaran skandal korupsi.

Dalam keterangannya, Prof. Aulia Fuad Rahman membantah keterlibatan aktif. “Dokumen ada nama saya. Saya tidak pernah dilibatkan, hanya tanda tangan saja,” tegasnya di hadapan majelis hakim.

Ia mengaku awalnya tertarik dengan proyek yang ditawarkan terdakwa Yuki Firmanto karena mengusung misi pengabdian masyarakat, namun namanya justru dicatut sebagai Ketua Pelaksana.

Pengakuan serupa datang dari Bambang Hariadi. Sang Ketua PKPAB mengungkapkan bahwa 95% dana proyek dikuasai langsung oleh Yuki Firmanto, sementara hanya 5% yang masuk ke rekening PKPAB.

“Penggunaan 95 persen itu kami tidak tahu. Untuk yang 5 persen biasanya dipakai kegiatan fakultas dan bayar pegawai. Tapi uang itu sudah kami serahkan ke Kejaksaan,” jelas Bambang.

Pernyataan ini semakin mengukuhkan dugaan bahwa institusi pendidikan diduga digunakan sebagai tameng untuk mengalirkan dana haram.

Seorang Anak di Blitar Jadi Korban ODGJ

IDPOST.ID – Seorang anak berusia 11 tahun menjadi korban pembacokan yang dilakukan oleh Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kelurahan Kauman, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Minggu (28/9/2025) sore.

Korban diketahui bernama Muhammad Khoirul Syafai (11), warga RT 4 RW 3 Kelurahan Kauman.

Pelaku diduga adalah Ali M (46), seorang ODGJ yang juga tinggal di tempat penampungan setempat.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan laporan yang diperoleh idpost.id, kejadian bermula sekitar pukul 15.15 WIB. Saat itu, korban, M. Khoirul Syafa’i, sedang bermain di depan rumahnya yang letaknya berdekatan dengan tempat penampungan ODGJ tersebut.

Tiba-tiba, Ali M mendatangi dan membacok korban. Korban yang ketakutan kemudian berlari mencari pertolongan warga.

“Dia lari minta pertolongan kepada warga yang jarak rumahnya agak jauh, sekitar 500 meter,” demikian bunyi laporan

Korban akhirnya bertemu dengan seorang warga bernama Nurhida (25). Melihat kondisi Khoirul yang terluka, Nurhida segera membawanya menggunakan sepeda motor ke Puskesmas Srengat pukul 15.15 WIB.

Karena kondisinya yang cukup serius dan banyak mengeluarkan darah, korban kemudian dirujuk ke RS Ananda Srengat pukul 15.30 WIB.

Setelah mendapat penanganan medis di RS Ananda Srengat sejak pukul 15.40 WIB, kondisi korban dilaporkan mulai membaik pada pukul 20.40 WIB.

Petani Bayan Purworejo Mengeluh Kekeringan Belasan Tahun, DPUPR: DI Kragilan Wewenang Pemprov Jateng

IDPOST.ID – Keluhan petani di Kecamatan Bayan, Purworejo, akhirnya mendapat jawaban resmi. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Purworejo membuka suara terkait saluran irigasi Daerah Irigasi (DI) Kragilan yang rusak dan menyebabkan sawah kekeringan selama belasan tahun.

Melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air, Muhammad Ngadnan, DPUPR Purworejo menegaskan bahwa wewenang penanganan DI Kragilan sepenuhnya berada di tangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“DI Kragilan memang menjadi kewenangan Pusdataru Provinsi Jawa Tengah. Bukan kabupaten yang bisa menangani langsung,” tegas Ngadnan, Senin (29/9/2025).

Ngadnan memaparkan, saluran DI Kragilan membentang sepanjang 10 kilometer dari Desa Kragilan hingga Desa Beringin. Saat ini, kondisi saluran sebagian besar sudah rusak parah.

“Dari pengecekan lapangan, saluran banyak yang lapuk, tertutup sedimentasi, dan mengalami degradasi fungsi. Beberapa hari ini ada normalisasi 3-4 kilometer yang dikerjakan Balai PSDA Probolo, tapi kami tidak tahu detail anggarannya,” ujarnya.

Sudah Kirim Surat Sejak 2023, Tapi Tak Ditindaklanjuti

DPUPR Purworejo mengaku telah mengambil langkah formal dengan mengirimkan surat permohonan penanganan ke Pemprov Jateng sejak 2023.

“Kami sudah kirim surat lengkap dengan data kerusakan. Namun sampai 2025 belum ada tindak lanjut signifikan. Rehab yang ada tahun ini sepenuhnya dikelola provinsi tanpa melibatkan kabupaten,” jelas Ngadnan.

Samsung Galaxy S25 FE Hadir, Flagship AI Terjangkau untuk Gen Z & Milenial

IDPOST.ID – Samsung punya jurus jitu untuk menjangkau pasar yang lebih luas, khususnya kalangan muda Indonesia, dengan meluncurkan Galaxy S25 FE.

Ponsel ini diposisikan sebagai “pintu masuk” baru untuk merasakan pengalaman Galaxy AI tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

Strategi ini diungkap langsung oleh Presiden dan CEO Samsung Electronics Asia Tenggara dan Oseania, Chang-up Kim.

Menurutnya, S25 FE sengaja dibuat untuk segmen muda yang menginginkan performa flagship dengan nilai yang lebih “worth-it” atau terjangkau.

“Kami menargetkan Gen Z dan Milenial di Indonesia, yang notabene digital native dan sangat aktif di media sosial serta pembuatan konten. Galaxy S25 FE adalah jawabannya,” tegas Kim, seperti dikutip IDPost.id, Senin (30/9/2024).

Beda Posisi, Beda Sasaran

Kim menjelaskan, setiap varian di keluarga Galaxy S25 punya target pasar sendiri. Galaxy S25 dan S25 Ultra ditujukan bagi pemburu inovasi tertinggi. Sementara, Galaxy S25 FE hadir untuk pengguna yang ingin merasakan inti dari performa flagship dengan harga yang lebih bersahabat.

“Galaxy S25 FE menjadi pintu masuk baru ke pengalaman Galaxy AI terkini, menghadirkan performa bertenaga dan fitur setara flagship,” jelas Kim.

Jadwal Mediasi Yai Mim vs Sahara Diumumkan Camat Lowokwaru Malang, Netizen: Kok Bisa?

IDPOST.ID – Pemerintah Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, menjadwalkan mediasi untuk meredakan perseteruan antara eks dosen UIN Malang, Imam Muslimin (Yai Mim), dan tetangganya, Nurul Sahara.

Namun, jadwal yang dikeluarkan pihak camat justru memantik kontroversi baru setelah pasangan selebritas Aviwkila mengungkapkan kejanggalan.

Camat Lowokwaru, Rudi Cahyono, sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa mediasi akan dilaksanakan pada Senin (29/9/2025), pukul 15.00 WIB di Kantor Kelurahan Merjosari.

“Kita berupaya meredam perseteruan, supaya lingkungan ini jadi nyaman kembali,” ujarnya.

Namun, pernyataan resmi pemerintah ini langsung dipertanyakan. Melalui akun TikTok-nya @aviwkila.official pada Senin (30/9/2024), Aviwkila membongkar fakta bahwa pihak Yai Mim dan istrinya, Rose, masih berada di Jakarta dan belum menentukan tanggal kepulangan.

“Kok bisa ada statement sudah keluar tanggal mediasi, padahal beliaunya @MIM & ROSE masih di Jakarta dan belum menentukan tanggal😮‍💨” tulis Aviwkila dalam video yang langsung viral.

Pernyataan Aviwkila ini memantik reaksi keras warganet di kolom komentar. Banyak yang curiga dengan itikad dan transparansi proses mediasi yang digagas pemerintah.

Akun @SnackLys menyindir, “Parah sihhh ini pemerintah setempat 😇 tetep jalur hukum habis itu pindah rumah 😍” sementara @YuliaBUAYA mengungkapkan kekhawatiran, “takut nnti D mediasi trs uda adem sahara malah melakukan pmbnohon sama yaimin takutnya.”