Aviwkila Bongkar Kejanggalan Jadwal Mediasi Yai Mim vs Sahara, Netizen Makin Curiga

IDPOST.ID – Kontroversi mengiringi proses mediasi kasus eks dosen UIN Malang Yai Mim dan Nurul Sahara yang kasusnya viral di media sosial.

Kontroversi ersebut di ungkap pasangan selebritas Aviwkila mengungkap kejanggalan terkait penetapan jadwal mediasi yang disebut-sebut telah ditentukan.

Faktanya, pihak Yai Mim dan Rose masih berada di Jakarta dan belum menentukan tanggal pasti untuk pulang ke Malang.

Melalui akun TikTok-nya @aviwkila.official, Senin (30/9/2024), Aviwkila mempertanyakan transparansi proses mediasi yang digagas pemerintah setempat.

“Kok bisa ada statement sudah keluar tanggal mediasi, padahal beliaunya @MIM & ROSE masih di Jakarta dan belum menentukan tanggal😮‍💨” tulisnya dalam video yang langsung viral.

Pernyataan Aviwkila ini memantik reaksi keras warganet. Kolom komentar dipenuhi dukungan untuk Yai Mim dan kecurigaan terhadap itikad mediasi.

“Parah sihhh ini pemerintah setempat 😇 tetep jalur hukum habis itu pindah rumah 😍” tulis akun @SnackLys yang disukai 16 orang.

Kekhawatiran juga disampaikan @YuliaBUAYA, “takut nnti D mediasi trs uda adem sahara malah melakukan pmbnohon sama yaimin takutnya.”

Banyak warganet yang secara tegas menolak jalan damai. “jangan mau damai pak 😭 seduh bgt aku inget orangtua sendiri” tulis @Karlina yang mendapat 51 like.

WhatsApp Anggota DPRD Banyumas Diretas, Jurnalis Hampir Tertipu dan Transfer Uang

IDPOST.ID – Seorang jurnalis Kompastv nyaris menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan anggota DPRD Kabupaten Banyumas. Modus kejahatan siber ini dilakukan melalui pesan WhatsApp dengan meminta transfer uang sebesar Rp2 juta.

Insiden ini terjadi pada Sabtu (28/9/2024) pagi. Harsono, jurnalis Kompastv, menerima pesan WhatsApp dari nomor yang mengaku sebagai Cipto, anggota DPRD Banyumas dari Fraksi PAN. Pelaku langsung meminta korban untuk mentransfer uang ke rekening Bank BRI.

Dalam percakapan tersebut, pelaku mengirim pesan: “Saldo ada berapa? Saya butuh bantuan untuk transfer Rp2.000.000 ke rekening BRI 100451511319777 an Cipto Pujiharso.” Pesan ini langsung dicurigai Harsono mengingat gaya bahasanya yang tidak lazim.

“Seketika saya curiga dan langsung berinisiatif mengerjai pelaku agar dia percaya bahwa saya akan mentransfer,” ujar Harsono kepada IDPOST.id.

Klarifikasi dari yang Bersangkutan

Pada sore harinya sekitar pukul 15.00 WIB, nomor WhatsApp yang sama mengirimkan pesan klarifikasi. “Mohon maaf akun WhatsApp saya baru saja diretas. Jika ada chat minta tolong transfer/meminjam uang, tolong diabaikan. Terima kasih,” bunyi pesan tersebut.

Wali Kota Blitar Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Berjalan Lancar

IDPOST.ID – Usai meresmikan operasional Sentra Penyediaan Pangan dan Gizi (SPPG) Plosokerep 1 dan 2, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin langsung meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Karangtengah 1, Senin (29/9/2025).

Kunjungan ini menjadi bukti keseriusan Pemkot Blitar dalam memastikan kualitas gizi anak-anak sekolah sejalan dengan program pemerintah pusat.

Di dalam kelas, Mas Ibin berinteraksi langsung dengan siswa kelas 6 dan menyapa murid-murid kelas 5 yang sedang menikmati makan siang bergizi. Suasana menghangat ketika anak-anak secara serempak mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto. “Terimakasih Pak Prabowo, makan bergizi gratisnya enak,” seru mereka kompak.

Mas Ibin menyatakan kunjungannya sekaligus untuk memantau pelaksanaan MBG secara langsung. “Kami datang saat anak-anak sedang bersantap. Makanannya enak, nasinya banyak, dan insya Allah semua murid tidak kekurangan gizi. Sesuai tujuan diadakannya Makan Bergizi Gratis,” ujar Mas Ibin kepada IDPOST.id.

Program MBG disebutnya sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap kebijakan pemerintah pusat sekaligus wujud kolaborasi antara pusat, daerah, dan masyarakat. Wali kota menekankan pentingnya kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan teknis di lapangan.

“Kalau ada kendala, kami sigap menanganinya. Program ini luar biasa membantu masyarakat, terutama untuk pemenuhan gizi anak-anak, ibu hamil, dan bayi,” tegas Mas Ibin.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar sekaligus Sekretaris Satgas MBG, Dindin Alinurdin, mengungkapkan hingga saat ini Kota Blitar telah menambah tiga SPPG baru.

“Dua di wilayah Sananwetan dan satu di Kepanjenkidul. Dengan tambahan ini, total SPPG yang beroperasi kini enam unit, melayani hampir 20 ribu anak sebagai penerima manfaat,” jelas Dindin.

Menurut Dindin, setiap SPPG bekerja sama dengan sekolah sasaran untuk menentukan jam konsumsi sesuai jenjang pendidikan. TK dan PAUD biasanya lebih pagi, SMP menjelang siang, sementara SMA di siang hari. “Alhamdulillah, sampai hari ini tidak ada laporan makanan basi atau keracunan. Semua berjalan lancar,” katanya.

Puluhan Ribu Warga Kota Blitar Sudah Nikmati MBG, Wali Kota: Anak-anak Sampai Bertanya Kapan Giliran Sekolahnya

IDPOST.ID – Suasana berbeda menyambut Senin (29/9/2025) pagi di Jalan Kenari, Kelurahan Plosokerep, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.

Deretan tenda dan spanduk besar berdiri untuk menyambut peresmian Sentra Penyediaan Pangan dan Gizi (SPPG) Plosokerep 1 dan 2 oleh Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin (Mas Ibin) dan anggota DPR RI Komisi VIII, Endro Hermono.

Peresmian ini menandai pencapaian signifikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Blitar. Dengan tambahan tiga SPPG baru, total penerima manfaat kini melonjak jadi 20.000 jiwa, yang mencakup siswa, ibu hamil, dan ibu menyusui.

“Kurang lebih 20 ribu sasaran sudah menerima makan bergizi gratis dari total 60 ribu sasaran di Kota Blitar,” ujar Mas Ibin di hadapan warga.

Ia mengungkapkan antusiasme masyarakat luar biasa sejak program ini digulirkan. Banyak orang tua dan siswa yang menanyakan kapan giliran mereka.

“Anak-anak sampai bertanya, ‘Pak Wali, kapan sekolah kami dapat makan bergizi gratis?’” ungkap Mas Ibin menirukan celoteh anak-anak.

Wali Kota menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas program. Bersama Forkopimda, pemantauan ketat dilakukan terhadap setiap dapur dan menu yang disajikan untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan, seperti keracunan massal yang sempat terjadi di daerah lain.

Sementara Anggota DPR RI Komisi VIII, Endro Hermono, dalam sambutannya menyoroti bahwa MBG adalah gagasan langsung Presiden Prabowo Subianto dengan anggaran fantastis Rp 120 triliun.

“Sebulan lalu kami dipanggil Presiden di Istana. Beliau menekankan pentingnya program ini, karena tujuannya sangat mulia. Dengan tambahan tiga SPPG di Kota Blitar, saya berharap pelaksanaan MBG semakin lancar,” ujar Endro.

Walikota Malang Klarifikasi Yai Mim vs Sahara Pakai Kacamata Hitam, Netizen: Tak Beretika!

IDOST.ID – Niat turun tangan Walikota Malang, Wahyu Hidayat, dalam kasus Kyai Mim vs Sahara tidak berhasil memulihkan kepercayaan publik.

Sebaliknya, langkah tersebut justru memantik tuduhan pencitraan dan “drama politik” yang dianggap tidak tulus.

Banyak warganet yang mencurigai kehadiran walikota yang mendadak ini lebih dilatarbelakangi oleh kepanikan melihat sorotan beralih ke Denny Sumargo, daripada keinginan genuin untuk menegakkan keadilan.

Kredibilitas Walikota semakin dipertanyakan dengan penampilannya yang dinilai tidak serius.

Seorang netizen, @Taurus boy, mengkritik, “udah gitu penyampain ga beradab pakai kacamata hitam seolah² buat klarifikasi buat gaya²an doang”.

Kritik terhadap atribut kacamata hitam ini menjadi simbol ketidakpercayaan publik terhadap niat di balik pernyataannya.

Publik melihatnya sebagai upaya untuk terlihat “keren” alih-alih menunjukkan empati yang tulus terhadap korban.

Komentar lain seperti, “cuma mau cari simpati warga aja🙄🙄 kemaren kemana aja pak walikota” dari akun @anii, semakin menguatkan narasi pencitraan.

Fenomena Cuaca Ekstrem di Purworejo, BPBD Minta Warga Waspada Cuaca Ekstrem dan Potensi Bencana

IDPOST.ID – Fenomena perubahan iklim kian memberikan tekanan berat terhadap degradasi lingkungan. Berbagai bencana seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, kelangkaan air, dan gagal panen akibat kekeringan menjadi ancaman serius di tengah anomali iklim yang semakin sering terjadi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui BPBD Purworejo mengonfirmasi adanya ketidakstabilan cuaca ekstrem di wilayah Jawa Tengah. Cuaca panas terik bisa berubah mendadak menjadi hujan lebat dalam hitungan jam.

Kepala Pelaksana BPBD Purworejo, Wasit Diono, menjelaskan bahwa beberapa wilayah Indonesia sedang memasuki masa transisi menuju musim kemarau. Kondisi ini menimbulkan keluhan masyarakat Purworejo yang merasakan hawa panas yang luar biasa ekstrem.

“Pada saat peralihan ini, cuaca sedang mengalami ketidakstabilan. Pagi hari cerah, siang mulai tumbuh awan hujan, dan sore atau malam akan terjadi hujan,” kata Wasit kepada IDPOST.id, Senin (29/9/25).

Wasit memaparkan mekanisme di balik cuaca ekstrem ini. “Ada ketidakstabilan atmosfer, sehingga terjadi penyesuaian antara atmosfer dan wilayah daratan karena adanya pemanasan. Pemanasan inilah yang divisualisasikan dengan suhu cukup tinggi.”

Fenomena cuaca tidak stabil ini diprediksi berlangsung sepanjang September. Wasit mengingatkan bahwa yang perlu diantisipasi adalah pertumbuhan awan hujan yang sedikit disertai peningkatan suhu yang signifikan.

Wilayah Jawa Tengah, khususnya Purworejo, diminta waspada terhadap potensi bencana alam seperti kebakaran hutan akibat peningkatan suhu, banjir bandang dari hujan ekstrem, hingga tanah longsor.

Data terbaru menunjukkan Purworejo dan sekitarnya mengalami peningkatan suhu signifikan dalam 7 hari terakhir, dengan suhu tertinggi tercatat di atas 32 derajat Celsius.

Netizen Curiga, Suami Sahara Ketua MADAS Disebut Bagian dari Timses Wali Kota Malang

IDPOST.ID – Kritik terhadap Walikota Malang, Dr. Wahyu Hidayat, yang dinilai sebagai “pahlawan kesiangan” dalam kasus Yai Mim vs Sahara, kini menjadi-jadi.

Banyak warganet menyebut kalau suami dari Sahara, pengusaha rental mobil yang melaporkan Yai Mim, merupakan bagian dari Tim Sukses (Timses) Walikota pada pemilihan sebelumnya.

Dugaan tersebut semakin mengguat karena lambatnya respons pemerintah kota terutama Wali Kota Malang.

Desas-desus adanay hubungan politis antara suami Sahara dan wali kota ini membanjiri kolom komentar di berbagai platform media sosial.

“Big Bang”, salah satu komentator, menulis dengan tegas, “ngga perlu mediasi walkot malang karena MADAS malang salah satu timses beliau tau kan gimana ending nya,.baiknya netizen aja viralkan kawal sampai ke pemerintah yg netral”. Komentar ini, yang disukai oleh 58 orang, mencerminkan ketidakpercayaan publik terhadap niat baik Walikota.

Komentar serupa dilontarkan oleh akun @ridho_marantika yang dengan singkat menyindir, “Lah walikota sendiri teman nya 😂😂😂 mana mau dia”.

Sementara @Susan💜 memberikan informasi yang lebih spesifik dengan bertanya, “baca koment,ktanya suami s sahara timses nya walikota,ktanya sih ketua ormas gtu”.

Lambatnya respon ini tidak lagi hanya dipandang sebagai kelalaian, melainkan sebagai sebuah bentuk pembiaran yang disengaja. Akun @ind4 memperingatkan, “jangan mentang2 timses walkot bisa menzolimi orang …”, menunjukkan kekhawatiran akan penyalahgunaan kekuasaan dan kedekatan politik.

Publik kini mempertanyakan netralitas Walikota Wahyu Hidayat. Apakah mediasi yang dijanjikannya akan benar-benar adil bagi Yai Mim, ataukah hanya sebuah bentuk perlindungan terselubung bagi pihak yang diduga merupakan kader pendukungnya?

Netizen Minta Uya Kuya Undang Sahara Podcast, Siapa Tau Jadi Tahu Malu dan Minta Maaf ke Yai Mim

IDPOST.ID – Netizen minta Uya Kuya mengundang Nurul Sahara ke program podcastnya kian menjadi-jadi dari hari ke hari.

Uniknya, ajakan ini justru diselipkan candaan oleh warganet yang tak mau ketinggalan moment.

“Yuk Bang Uya, undang si Sahara sekalian traktir nasi bungkus. Biar Yai Mim tenang di rumahnya, nggak ada yang ganggu lagi,” tulis seorang netizen dengan gaya khas anak muda.

Konflik antara Sahara dengan Yai Mim, mantan dosen UIN Malang, yang viral di media sosial menjadi latar belakang utama desakan ini.

Netizen berharap dengan diundangnya Sahara ke podcast Uya Kuya, akan ada kejelasan mengenai duduk permasalahan yang sebenarnya.

“Kasian Yai Mim, beliau kan sudah sepuh. Mending Bang Uya jadi penengah saja lewat podcast, biar semua duduk sama rata, ngobrol baik-baik,” tambah netizen lainnya.

Selain itu, netizen berharap usai Sahara dating podcast, ia jadi malu dan mau minta maaf sama Yai Mim.

“Siapa tau habis di-podcast sama Bang Uya, dia jadi malu dan mau minta maaf sama Yai Mim. Kan bagus tuh akhirnya,” ujar seorang netizen yang mengaku dari Malang.

Sementara itu, dukungan untuk Yai Mim terus mengalir deras. Banyak yang berharap konflik ini dapat segera diselesaikan.