Sebut Jadi Kembaran, Pak Tarno Ajak Anderson Paak Sulap

IDPOST.CO.ID – Pak Tarno dan Anderson Paak sedang menjadi pembicaraan karena gaya penapilanya sama.

Tidak diduga, selainnya gaya yang diikuti Anderson saat di Met Gala, Pak Tarno keciprat reputasi karena pada akhirnya dibawa bercakap oleh artis Amerika itu.

Dalam sebuah video Pak Tarno nampak ajak Anderson Paak merapalkan ‘mantra’ unggulannya.

Tidak diduga, Anderson Paak membalasnya upload Pak Tarno itu.

“Halo Anderson Paak. You and me twin. Maka apa yuk, bim salabim jadi apa prok prok prok a em a em, [Halo Anderson Paak. Kamu dan saya kembar – red] ” tutur Pak Tarno sambil bertepuk tangan dalam sebuah video.

Panggilan hangat Pak Tarno ke Anderson Paak ternyata berbuah manis. Terbaru, Anderson Paak memberi balasan sesudah diundang ‘kembaran’ oleh Pak Tarno.

Anderson Paak tanpa sangsi mengucapkan kata cinta pada Pak Tarno.

“I love you twin!!! [Aku cinta kamu kembaranku!]” catat Anderson Paak sambil mengikutkan emotikon ngakak, Kamis (5/5/2022).

Meskipun begitu, Anderson Paak nampaknya ketidaktahuan dengan perkataan ‘bim salabim jadi apa prok prok prok’ yang disampaikan Pak Tarno.

“Not sure what you just said but I’m super down! [Nggak terlampau memahami sama yang dibahasnya, tetapi bisa !]” tutur Anderson Paak.

Sesudah di-notice, Pak Tarno ternyata mendapatkan tindakan khusus yang lain dari Anderson Paak. Ternyata, Pak Tarno di-follow Anderson Paak.

“Di-notice donk, di-follow ,” komentar warganet.

Dalam pada itu, deretan warganet menolong memberi keterangan pada Anderson Paak yang ketidaktahuan dengan tindakan sulap Pak Tarno.

“Bimsalabim is a spells,” tutur warganet.

“@anderson._paak you’re really like bestie,” timpal warganet lainnya.

Style nyleneh Anderson Paak di Met Gala 2022

Sering muncul dengan rambut cepak, ini kali di Met Gala 2022, Anderson Paak justru ada dari sebuah pintu dengan style super nyleneh. Dia kenakan kacamata gelap dan rambut berponi ciri khas Pak Tarno.

Karakternya yang cerah dengan berjoget di karpet merah juga makin menambah warganet di Indonesia percaya jika Anderson Paak demikian serupa dengan Pak Tarno.

“Sorry sekali Anderson Paak lu serupa Pak Tarno,” komentar warganet.

Itu bukan pertama kali Anderson Paak berpenampilan serupa Pak Tarno. Pada Grammy Awards yang diadakan di bulan April 2022, Anderson Paak menggunakan style rambut sama.

Hepatitis Akut, Pengamat: Belum Tentu Jadi Wabah yang Luas

Eks Direktur Penyakit Menular Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Prof Tjandra Yoga Aditama menjelaskan hepatitis kronis misterius belum pasti menyebar di dunia walau dengan status kejadian hebat (KLB)

 

MEDIANE ONLINE – Eks Direktur Penyakit Menular Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Prof Tjandra Yoga Aditama menjelaskan hepatitis kronis misterius belum pasti menyebar di dunia walau dengan status kejadian hebat (KLB).

“Hepatitis kronis berat masuk ke Disease Outbreak News (DONs) WHO 15 April 2022, yang beragam informasi mengatakan sebagai peristiwa hebat (KLB) oleh WHO,” ucapnya saat diverifikasi Di antara, Rabu (4/5/2022) siang.

Dia menjelaskan penyakit yang belum dijumpai pemicunya itu disampaikan kewenangan berkaitan di Amerika Serikat menulari lebih dari 200 pasien di 20 negara di dunia sampai 3 Mei 2022.

Hepatitis misteri itu pertama kali disampaikan pada 15 April 2022 dari Inggris, yang selanjutnya ditempatkan oleh WHO dalam perincian DONs.

“Perlu kita kenali jika jika benar ada kasus penyakit apa saja di dunia yang tidak seperti umumnya, maka ditempatkan dalam Disease Outbreak News (DONs),” ucapnya.

Menurutnya DONs sebagai proses teratur di WHO untuk menyuguhkan info ke dunia mengenai peristiwa kesehatan warga yang perlu, atau yang mempunyai potensi jadi poin penting.

Sejauh April 2022, katanya, ada 10 penyakit DONs WHO, yakni hepatitis misteri dengan laporan pertama 15 April di Inggris dan Irlandia dan 23 April di beberapa negara, lalu ebola di Kongo, Japanese encephalitis di Australia, Salmoneum thypimurium di beberapa negara, kolera di Malawi, malaria di Somalia, demam kuning di Uganda, VDPV (vaccine derived polio virus) type 3 di Israel dan MERS CoV di Arab Saudi.

“Jadi ada beberapa, tidak cuma hepatitis. Maknanya, peletakan penyakit tertentu dalam DONs malah tujuannya supaya dunia ketahui info awalnya dan jadi perhatian bersama, belum pasti memiliki arti bisa menjadi pandemi luas dunia atau mungkin tidak,” ucapnya

Dia menyampaikan warga perlu tetap siaga tapi tak perlu jadi cemas tidak berargumen. Di lain sisi, pemerintahan perlu ambil langkah mengantisipasi yang dibutuhkan, dan warga lakukan cara kesiagaan.

“Dalam pada itu kita terus turuti bukti-bukti ilmiah yang hendak ada dalam beberapa hari kedepan ini,” kata Tjandra Yoga Aditama.

Dikontak secara terpisah, ahli kesehatan yang Ketua Satuan tugas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban menjelaskan data terkini sekarang ini ada 228 kasus sangkaan hepatitis misteri pada anak dari 20 negara.

“Sekitar 50 kasus tambahan sedang diselidik. Terdakwa khusus saat ini diperhitungkan Adenovirus 41 (CDC),” ucapnya.

Adenovirus sebagai virus umum yang mengakibatkan beragam penyakit seperti pilek, demam, sakit kerongkongan, bronkitis, pneumonia, dan diare.

“Adenovirus 41 tidak pernah berkaitan dengan hepatitis, dan bakteri umum ini umumnya dapat pulih sendiri,” ucapnya.

Zubairi Djoerban menerangkan jika hasil yang positif hepatitis misteri sekarang ini baru dapat diperoleh dengan test darah keseluruhnya, bukan cukup dengan plasma.

Kemenkes Keluarkan SE Siaga Kasus Hepatitis

 

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) keluarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/2515/2022 mengenai Kesiagaan pada Penemuan Kasus Hepatitis Kronis

MEDIANE ONLINE – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) keluarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/2515/2022 mengenai Kesiagaan pada Penemuan Kasus Hepatitis Kronis yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology).

Dikutip dariSetkab.go.id, SE itu diberi tanda tangan oleh Direktur Jenderal Penangkalan dan Pengaturan Penyakit Maxi Rein Rondonuwu di tanggal 27 April 2022.

“Surat Selebaran ini ditujukan untuk tingkatkan support pemda, sarana pelayanan kesehatan, Kantor Kesehatan Dermaga, sumber daya manusia kesehatan, dan beberapa penopang kebutuhan berkaitan kesiagaan awal penemuan kasus Hepatitis Kronis yang Tidak Dijumpai Etiologinya,” isi pada surat selebaran.

Dalam surat selebaran itu Kemenkes minta dinas kesehatan propinsi dan kabupaten/kota, Kantor Kesehatan Dermaga (KKP), laboratorium kesehatan warga, dan rumah sakit diantaranya untuk mengawasi dan memberikan laporan kasus sindrom penyakit kuning kronis di Mekanisme Kesiagaan Awal dan Tanggapan (SKDR).

Tanda-tandanya diikuti dengan kulit dan sklera warna ikterik atau kuning dan urin warna gelap yang muncul secara tiba-tiba dan memberi Komunikasi, Info, dan Pembelajaran ke warga dan usaha penangkalannya lewat implementasi Sikap Hidup Bersih dan Sehat.

Kemenkes minta faksi berkaitan untuk memberitahukan ke warga untuk selekasnya berkunjung sarana service kesehatan paling dekat jika alami sindrom penyakit kuning, dan membuat dan perkuat jaringan kerja surveylans dengan lintasi program dan lintasi bidang.

Dinas Kesehatan, KKP, dan Rumah Sakit disuruh selekasnya memberi pemberitahuan/laporan jika terjadi kenaikan kasus sindrom jaundice kronis atau mendapati kasus sama sesuai pengertian operasional ke Dirjen P2P lewat Public Health Emergensi Operation Centre lewat Telephone/WhatsApp 0877-7759-1097 atau surat elektroknik [email protected].

Dalam pada itu, Juru Berbicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi sampaikan jika Kemenkes sudah tingkatkan kesiagaan dalam dua minggu paling akhir sesudah Tubuh Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan Peristiwa Luar Biasa (KLB) pada kasus hepatitis kronis yang serang anak-anak di Eropa, Amerika, dan Asia, dan belumlah diketahui pemicunya semenjak 15 April 2022.

“Kami kerjakan pengokohan surveylans lewat lintasi program dan lintasi bidang, agar selekasnya dilaksanakan perlakuan jika diketemukan kasus sindrom jaundice kronis atau yang mempunyai beberapa ciri seperti tanda-tanda hepatitis,” sebut Nadia, diambil dari situs sah Kemenkes, Rabu 4 Mei 2022.

Kesiagaan itu bertambah sesudah tiga pasien anak yang dirawat di RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo Jakarta dengan sangkaan hepatitis kronis yang belum dijumpai pemicunya wafat, dalam waktu yang lain dengan bentang dua pekan terakhir sampai 30 April 2022.

Ke-3 pasien ini sebagai referensi dari rumah sakit yang ada di Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Tanda-tanda yang diketemukan pada beberapa pasien ini ialah mual, muntah, diare berat, demam, kuning, kejang dan pengurangan kesadaran.

Nadia memperjelas, Kemenkes lakukan interograsi pemicu peristiwa hepatitis kronis ini lewat pengecekan panel virus selengkapnya. Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta melakukan penyidikan pandemiologi selanjutnya

“Selama saat interograsi, kami menghimbau warga untuk waspada dan masih tetap tenang. Bertindak penangkalan seperti membersihkan tangan, pastikan makanan pada kondisi masak dan bersih, tidak berganti-gantian alat makan, menghindar contact sama orang sakit dan masih tetap melakukan prosedur kesehatan,” tutur Nadia.

Nadia minta, bila ada anak-anak yang mempunyai tanda-tanda kuning, sakit di perut, muntah-muntah dan diare tiba-tiba, buang air kecil warna teh tua, bab warna pucat, kejang, pengurangan kesadaran supaya selekasnya dibawa ke fasyankes paling dekat.

Untuk dipahami, WHO pertama kalinya terima laporan pada 5 April 2022 dari Inggris Raya berkenaan sepuluh kasus hepatitis kronis yang tidak dikenali etiologinya pada anak-anak umur 11 bulan-5 tahun pada masa Januari sampai Maret 2022 di Skotlandia tengah.

Semenjak dengan cara resmi dipublikasi sebagai KLB oleh WHO, jumlah laporan semakin bertambah. Terdaftar lebih dari 170 kasus disampaikan oleh lebih dari 12 negara

Range kasus terjadi pada anak umur 1 bulan s/d 16 tahun. Tujuh belas anak salah satunya atau 10 % membutuhkan transplantasi hati dan satu kasus disampaikan wafat.

Tanda-tanda medis pada kasus yang terdeteksi ialah hepatitis kronis dengan kenaikan enzim hati, sindrom jaundice (penyakit kuning) kronis, dan tanda-tanda gastrointestinal (ngilu abdomen, diare, dan muntah-muntah). Mayoritas kasus tidak diketemukan ada tanda-tanda demam.

Pemicu dari penyakit itu belum juga dijumpai. Adapun pengecekan laboratorium di luar negeri sudah dilaksanakan dan virus hepatitis type A, B, C, D dan E tidak diketemukan sebagai pemicu dari penyakit itu.

Adenovirus teridentifikasi pada 74 kasus dil luar negeri yang sesudah dilaksanakan test molekuler, terdeteksi sebagai F tipe 41. SARS-CoV-2 diketemukan pada 20 kasus, dan 19 kasus teridentifikasi ada ko-infeksi SARS-CoV-2 dan adenovirus.

Hepatitis Akut, Pengamat: Belum Tentu Jadi Wabah yang Luas

Eks Direktur Penyakit Menular Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Prof Tjandra Yoga Aditama menjelaskan hepatitis kronis misterius belum pasti menyebar di dunia walau dengan status kejadian hebat (KLB)

 

IDPOST.CO.ID – Eks Direktur Penyakit Menular Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Prof Tjandra Yoga Aditama menjelaskan hepatitis kronis misterius belum pasti menyebar di dunia walau dengan status kejadian hebat (KLB).

“Hepatitis kronis berat masuk ke Disease Outbreak News (DONs) WHO 15 April 2022, yang beragam informasi mengatakan sebagai peristiwa hebat (KLB) oleh WHO,” ucapnya saat diverifikasi Di antara, Rabu (4/5/2022) siang.

Dia menjelaskan penyakit yang belum dijumpai pemicunya itu disampaikan kewenangan berkaitan di Amerika Serikat menulari lebih dari 200 pasien di 20 negara di dunia sampai 3 Mei 2022.

Hepatitis misteri itu pertama kali disampaikan pada 15 April 2022 dari Inggris, yang selanjutnya ditempatkan oleh WHO dalam perincian DONs.

“Perlu kita kenali jika jika benar ada kasus penyakit apa saja di dunia yang tidak seperti umumnya, maka ditempatkan dalam Disease Outbreak News (DONs),” ucapnya.

Menurutnya DONs sebagai proses teratur di WHO untuk menyuguhkan info ke dunia mengenai peristiwa kesehatan warga yang perlu, atau yang mempunyai potensi jadi poin penting.

Sejauh April 2022, katanya, ada 10 penyakit DONs WHO, yakni hepatitis misteri dengan laporan pertama 15 April di Inggris dan Irlandia dan 23 April di beberapa negara, lalu ebola di Kongo, Japanese encephalitis di Australia, Salmoneum thypimurium di beberapa negara, kolera di Malawi, malaria di Somalia, demam kuning di Uganda, VDPV (vaccine derived polio virus) type 3 di Israel dan MERS CoV di Arab Saudi.

“Jadi ada beberapa, tidak cuma hepatitis. Maknanya, peletakan penyakit tertentu dalam DONs malah tujuannya supaya dunia ketahui info awalnya dan jadi perhatian bersama, belum pasti memiliki arti bisa menjadi pandemi luas dunia atau mungkin tidak,” ucapnya

Dia menyampaikan warga perlu tetap siaga tapi tak perlu jadi cemas tidak berargumen. Di lain sisi, pemerintahan perlu ambil langkah mengantisipasi yang dibutuhkan, dan warga lakukan cara kesiagaan.

“Dalam pada itu kita terus turuti bukti-bukti ilmiah yang hendak ada dalam beberapa hari kedepan ini,” kata Tjandra Yoga Aditama.

Dikontak secara terpisah, ahli kesehatan yang Ketua Satuan tugas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban menjelaskan data terkini sekarang ini ada 228 kasus sangkaan hepatitis misteri pada anak dari 20 negara.

“Sekitar 50 kasus tambahan sedang diselidik. Terdakwa khusus saat ini diperhitungkan Adenovirus 41 (CDC),” ucapnya.

Adenovirus sebagai virus umum yang mengakibatkan beragam penyakit seperti pilek, demam, sakit kerongkongan, bronkitis, pneumonia, dan diare.

“Adenovirus 41 tidak pernah berkaitan dengan hepatitis, dan bakteri umum ini umumnya dapat pulih sendiri,” ucapnya.

Zubairi Djoerban menerangkan jika hasil yang positif hepatitis misteri sekarang ini baru dapat diperoleh dengan test darah keseluruhnya, bukan cukup dengan plasma.

Kemenkes Keluarkan SE Siaga Kasus Hepatitis

 

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) keluarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/2515/2022 mengenai Kesiagaan pada Penemuan Kasus Hepatitis Kronis

IDPOST.CO.ID – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) keluarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/2515/2022 mengenai Kesiagaan pada Penemuan Kasus Hepatitis Kronis yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology).

Dikutip dariSetkab.go.id, SE itu diberi tanda tangan oleh Direktur Jenderal Penangkalan dan Pengaturan Penyakit Maxi Rein Rondonuwu di tanggal 27 April 2022.

“Surat Selebaran ini ditujukan untuk tingkatkan support pemda, sarana pelayanan kesehatan, Kantor Kesehatan Dermaga, sumber daya manusia kesehatan, dan beberapa penopang kebutuhan berkaitan kesiagaan awal penemuan kasus Hepatitis Kronis yang Tidak Dijumpai Etiologinya,” isi pada surat selebaran.

Dalam surat selebaran itu Kemenkes minta dinas kesehatan propinsi dan kabupaten/kota, Kantor Kesehatan Dermaga (KKP), laboratorium kesehatan warga, dan rumah sakit diantaranya untuk mengawasi dan memberikan laporan kasus sindrom penyakit kuning kronis di Mekanisme Kesiagaan Awal dan Tanggapan (SKDR).

Tanda-tandanya diikuti dengan kulit dan sklera warna ikterik atau kuning dan urin warna gelap yang muncul secara tiba-tiba dan memberi Komunikasi, Info, dan Pembelajaran ke warga dan usaha penangkalannya lewat implementasi Sikap Hidup Bersih dan Sehat.

Kemenkes minta faksi berkaitan untuk memberitahukan ke warga untuk selekasnya berkunjung sarana service kesehatan paling dekat jika alami sindrom penyakit kuning, dan membuat dan perkuat jaringan kerja surveylans dengan lintasi program dan lintasi bidang.

Dinas Kesehatan, KKP, dan Rumah Sakit disuruh selekasnya memberi pemberitahuan/laporan jika terjadi kenaikan kasus sindrom jaundice kronis atau mendapati kasus sama sesuai pengertian operasional ke Dirjen P2P lewat Public Health Emergensi Operation Centre lewat Telephone/WhatsApp 0877-7759-1097 atau surat elektroknik [email protected].

Dalam pada itu, Juru Berbicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi sampaikan jika Kemenkes sudah tingkatkan kesiagaan dalam dua minggu paling akhir sesudah Tubuh Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan Peristiwa Luar Biasa (KLB) pada kasus hepatitis kronis yang serang anak-anak di Eropa, Amerika, dan Asia, dan belumlah diketahui pemicunya semenjak 15 April 2022.

“Kami kerjakan pengokohan surveylans lewat lintasi program dan lintasi bidang, agar selekasnya dilaksanakan perlakuan jika diketemukan kasus sindrom jaundice kronis atau yang mempunyai beberapa ciri seperti tanda-tanda hepatitis,” sebut Nadia, diambil dari situs sah Kemenkes, Rabu 4 Mei 2022.

Kesiagaan itu bertambah sesudah tiga pasien anak yang dirawat di RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo Jakarta dengan sangkaan hepatitis kronis yang belum dijumpai pemicunya wafat, dalam waktu yang lain dengan bentang dua pekan terakhir sampai 30 April 2022.

Ke-3 pasien ini sebagai referensi dari rumah sakit yang ada di Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Tanda-tanda yang diketemukan pada beberapa pasien ini ialah mual, muntah, diare berat, demam, kuning, kejang dan pengurangan kesadaran.

Nadia memperjelas, Kemenkes lakukan interograsi pemicu peristiwa hepatitis kronis ini lewat pengecekan panel virus selengkapnya. Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta melakukan penyidikan pandemiologi selanjutnya

“Selama saat interograsi, kami menghimbau warga untuk waspada dan masih tetap tenang. Bertindak penangkalan seperti membersihkan tangan, pastikan makanan pada kondisi masak dan bersih, tidak berganti-gantian alat makan, menghindar contact sama orang sakit dan masih tetap melakukan prosedur kesehatan,” tutur Nadia.

Nadia minta, bila ada anak-anak yang mempunyai tanda-tanda kuning, sakit di perut, muntah-muntah dan diare tiba-tiba, buang air kecil warna teh tua, bab warna pucat, kejang, pengurangan kesadaran supaya selekasnya dibawa ke fasyankes paling dekat.

Untuk dipahami, WHO pertama kalinya terima laporan pada 5 April 2022 dari Inggris Raya berkenaan sepuluh kasus hepatitis kronis yang tidak dikenali etiologinya pada anak-anak umur 11 bulan-5 tahun pada masa Januari sampai Maret 2022 di Skotlandia tengah.

Semenjak dengan cara resmi dipublikasi sebagai KLB oleh WHO, jumlah laporan semakin bertambah. Terdaftar lebih dari 170 kasus disampaikan oleh lebih dari 12 negara

Range kasus terjadi pada anak umur 1 bulan s/d 16 tahun. Tujuh belas anak salah satunya atau 10 % membutuhkan transplantasi hati dan satu kasus disampaikan wafat.

Tanda-tanda medis pada kasus yang terdeteksi ialah hepatitis kronis dengan kenaikan enzim hati, sindrom jaundice (penyakit kuning) kronis, dan tanda-tanda gastrointestinal (ngilu abdomen, diare, dan muntah-muntah). Mayoritas kasus tidak diketemukan ada tanda-tanda demam.

Pemicu dari penyakit itu belum juga dijumpai. Adapun pengecekan laboratorium di luar negeri sudah dilaksanakan dan virus hepatitis type A, B, C, D dan E tidak diketemukan sebagai pemicu dari penyakit itu.

Adenovirus teridentifikasi pada 74 kasus dil luar negeri yang sesudah dilaksanakan test molekuler, terdeteksi sebagai F tipe 41. SARS-CoV-2 diketemukan pada 20 kasus, dan 19 kasus teridentifikasi ada ko-infeksi SARS-CoV-2 dan adenovirus.

Jerry Massie: Kalau Prabowo Ingin Menang Pilpres 2024 Harus Gandeng Jokowi dan Mega

 

Momentum lebaran dijadikan Menteri Pertahan (Menhan) Probowo Subianto untuk bergeliat ke sejumlah tokoh

MEDIANE ONLINE – Momentum lebaran dijadikan Menteri Pertahan (Menhan) Probowo Subianto untuk bergeliat ke sejumlah tokoh.

Diketahui, Prabowo melakukan silaturahmi ke Jokowi dan Megawati Soekarno Putri beberapa hari lalu.

“Memang silahturahmi di hari raya akan lebih memperkuat hubungan di antara Prabowo dengan Jokowi maupun Pranowo dan Megawati,” kata Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie.

Selain itu, Jerry juga menyebutkan silaturahmi yang dilakukan Prabowo selain bermaaf-maafan bisa jadi ada agenda pertemuan lagi setelah hari raya.

“Atau bisa saja ada bisikan untuk pertemuan habis hari raya Idul Fitri. Semua kenungkinan  bisa saja terjadi. Momen ini sangat penting selain bermaaf-maafan,” lanjutnya.

Selain itu dikatakanya, ini menjadi bagian politik persuasif dari Prabowo.

Tak hanya itu lanjutnya, ini signal mencari dukungan bahkan restu Jokowi.

“Bisa saja ada bisikan bisa jadi setelah lebaran bisa saja dimatangkan Prabowo-Puan Maharani,” tuturnya.

Jerry juga menduga, ada pesan dari Jokowi pada Mefa ataupun Prabowo untuk memulihkan hubungan Jokowi-Mega yang sempat menjaga jarak lantaran Jokowi lebih miring ke Luhut BinsarPandjaitan otomatis lebih cenderung ke Golkar.

“Bisa jadi ini bagian dari lobi politik Gerindra mencari dukungan untuk memperkuat posisi mereka, Prabowo sudah banyak belajar banyak dari Mega yang pernah jadi pasangan capresnya waktu lalu dan Jokowi yang pernah berseberangan saat Pilpres kini keduanya satu gerbong,” tuturnya.

Menurut analisa Jerry, apabila Prabowo ingin menang dalam Pilpres 2024 mendatang Prabowo harus mengandeng Jokowi dan Mega.

“Harus menggandeng Jokowi dan Mega demi memenangkan dirimya di Pilpres 2024. Bahkan terus menjalin komunikasi yang harmonis antara Gerindra dan PDIP serta Jokowi,” tuturnya.

“Barangkali juga Prabowo melihat Jokowi dan Anies mulai ada hubungan dan membuka komunikasi politik saat Jokowi ketemu Anies di Jakarta. Dan ini bagi Prabowo ada ancaman buat elektabilitas dia,” tutupnya.

Jerry Massie: Kalau Prabowo Ingin Menang Pilpres 2024 Harus Gandeng Jokowi dan Mega

 

Momentum lebaran dijadikan Menteri Pertahan (Menhan) Probowo Subianto untuk bergeliat ke sejumlah tokoh

IDPOST.CO.ID – Momentum lebaran dijadikan Menteri Pertahan (Menhan) Probowo Subianto untuk bergeliat ke sejumlah tokoh.

Diketahui, Prabowo melakukan silaturahmi ke Jokowi dan Megawati Soekarno Putri beberapa hari lalu.

“Memang silahturahmi di hari raya akan lebih memperkuat hubungan di antara Prabowo dengan Jokowi maupun Pranowo dan Megawati,” kata Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie.

Selain itu, Jerry juga menyebutkan silaturahmi yang dilakukan Prabowo selain bermaaf-maafan bisa jadi ada agenda pertemuan lagi setelah hari raya.

“Atau bisa saja ada bisikan untuk pertemuan habis hari raya Idul Fitri. Semua kenungkinan  bisa saja terjadi. Momen ini sangat penting selain bermaaf-maafan,” lanjutnya.

Selain itu dikatakanya, ini menjadi bagian politik persuasif dari Prabowo.

Tak hanya itu lanjutnya, ini signal mencari dukungan bahkan restu Jokowi.

“Bisa saja ada bisikan bisa jadi setelah lebaran bisa saja dimatangkan Prabowo-Puan Maharani,” tuturnya.

Jerry juga menduga, ada pesan dari Jokowi pada Mefa ataupun Prabowo untuk memulihkan hubungan Jokowi-Mega yang sempat menjaga jarak lantaran Jokowi lebih miring ke Luhut BinsarPandjaitan otomatis lebih cenderung ke Golkar.

“Bisa jadi ini bagian dari lobi politik Gerindra mencari dukungan untuk memperkuat posisi mereka, Prabowo sudah banyak belajar banyak dari Mega yang pernah jadi pasangan capresnya waktu lalu dan Jokowi yang pernah berseberangan saat Pilpres kini keduanya satu gerbong,” tuturnya.

Menurut analisa Jerry, apabila Prabowo ingin menang dalam Pilpres 2024 mendatang Prabowo harus mengandeng Jokowi dan Mega.

“Harus menggandeng Jokowi dan Mega demi memenangkan dirimya di Pilpres 2024. Bahkan terus menjalin komunikasi yang harmonis antara Gerindra dan PDIP serta Jokowi,” tuturnya.

“Barangkali juga Prabowo melihat Jokowi dan Anies mulai ada hubungan dan membuka komunikasi politik saat Jokowi ketemu Anies di Jakarta. Dan ini bagi Prabowo ada ancaman buat elektabilitas dia,” tutupnya.

Gaya Penyanyi Amerika Anderson Paak Mirip dengan Pesulap Pak Tarno

 

Anderson Paak yang mirip dengan Pak Tarno

MEDIANE ONLINE – Penyayi asal Amerika Anderson Paak menjadi buah bibir warganet di Indonesia.

Pasalnya Anderson Paak saat mengahadiri Met Gala 2022 di Senin (2/5/2022) malam waktu di tempat ia berpenampilan layaknya pesulap Indonesia Pak Tarno.

Bahkan gaya tampilan Anderson Paak yang mirip dengan Pak Tarno tersebut menjadi trending di Twitter.

Anderson Paak tampil pakai pakaian biru muda memakai dasi hitam yang dikombinasikan dengan celana cutbrai.

Ditambah lagi jas punya warna kuning dengan corak bunga, dan kacamata hitam serta rambut palsu bob berponi.

Tampilan Anderson menjadi perhatian netizen Indonesia selepas dijajarkan dengan Pak Tarno. Dengan demikian, nama pesulap itu turut masuk jejeran trend topic Twitter Indonesia sampai sekarang.

Keseruan ini diawali dari tersebarkannya video Anderson yang mengunjungi jurnalis di muka hotel saat sebelum acara mulai. Dia nampak menari dengan gesit sampai bikin mereka yang datang ketawa.

Video ini bahkan juga udah disaksikan sekitar 8,lima juta kali di Twitter. Netizen disitu menulis komedi kalau Pak Tarno bisa go international dengan mengunjungi Met Gala 2022.

“Pak tarno bagus pula telah nyampe Met Gala,” tuliskan account @s***d***e.

“Sorry sekali Anderson Paak lu serupa Pak Tarno,” sahut @p****i*********.

“Kan nama selengkapnya benar-benar Anderson Paak Tarno,” cuit @r***o_p****e.

“LAH GUA KIRAIN MALAH BENERAN PA SIMSALABIM JADI APA PROK PROK PROK,” celutuk @c********e.

“WKWKK TAPI EMANG IYA EAKTU LIAT WIG NYA DARI AWAL MIKIR MIRIP SIAPA, BARU NGEH MIRIP PAK TARNO,” jadi @a*******c.

“Gua sangka gua doang yang mikir berikut, sama melipur kembali tu,” opini @d****c***r.

“Anderson Paak as Pak Tarno. Tetapi begitu miriiipppp,” timpal @i*********.

“Anderson Paak, Paak-nya tuch Paak Tarno,” gurau @d*********i.

Anderson Paak sendiri merupakan orang rapper, vokalis, penulis lagu, produser rekaman, serta drummer Amerika Serikat berumur 36 tahun. Dia kiprah dengan mengeluarkan mixtape dengan tajuk O.B.E. Jil. 1 di 2012 serta Venesia pada tahun 2014.

Anderson pula acapkali bersinergi bersama Maclemore, Ryan Lewis serta Idris Elba dalam lagu bertopik Dance Off. Saat sebelum jadi musikus tersohor, dia dikenali pernah jadi petani ganja.