TIM SAR GABUNGAN MELAKUKAN PENCARIAN SATU ORANG YANG HILANG DI PANTAI SUWUK KEBUMEN

IDPOST, Kebumen-Kantor SAR Cilacap kembali menerima informasi kondisi membahayakan manusia satu orang diduga hilang di Pantai Suwuk Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen.

“Menerima informasi tersebut pada pukul 16.44 WIB kami langsung memberangkat Tim Rescue dari USS Kebumen menuju kelokasi kejadian dan langsung di susul Tim Rescue Kantor SAR Cilacap untuk melakulan pencarian terhadap survivor di Pantai Suwuk” ujar M.Abdullah selaku Kepala Kantor SAR Cilacap.

Diketahui kronologi kejadian pada hari selasa (12/08/2025) pukul 22.00.WIB survivor pergi dari rumah menggunakan sepeda motor berpamitan ingin pergi ke Pantai Suwuk dan hingga saat ini belum kembali kerumah. Keluarga dan masyarakat sekitar sudah melakukan pencarian sejak hari rabu (13/08/2025) hingga saat ini ditemukan hanya sepeda motor survivor terpakir di Pantai Suwuk. Selanjutnya di laporkan ke Kantor SAR Cilacap untuk melakukan pencarian.

Survivor An. Budiono (35Th/L) diketahui warga RT.03 RW.01 Desa Harjodowo Kecamatan Kuwarasan Kabupaten Kebumen.

Saat ini SRU-1 sedang melakukan pencarian darat kearah Timur dan Barat sejauh 2 KM SRU-2 melakukan penyisiran diatas permukaan air diperairan Logending, SRU-3 melakukan pemantauan udara di peraiaran Pantai Suwuk. Hingga saat ini Tim SAR Gabungan masih belum berhasil menemukan survivor di lanjutkan pemantauan dan Operasi SAR akan di lanjutkan esok hari.

“Kebaya Bercerita” – Pesona Kebaya, Kebanggaan Budaya, Diplomasi, dan Inklusi Lintas Generasi

IDPOST, Banyumas-Taman Arca , Museum Nasional Indonesia, berubah menjadi panggung keanggunan, sejarah, dan diplomasi budaya ketika Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Himpunan Ratna Busana, bersama Kementerian Kebudayaan RI menggelar Peringatan Hari Kebaya Nasional 2025 bertajuk “Kebaya Bercerita”.

Sebagai federasi organisasi perempuan tertua dan terbesar di Indonesia yang berdiri sejak 1928, KOWANI menaungi 129 organisasi anggota dan konsisten memperjuangkan pemberdayaan perempuan, pelestarian budaya, pendidikan, kesehatan, dan diplomasi internasional. Tahun ini, perayaan digelar atas inisiatif KOWANI bersama Himpunan Ratna Busana, berkolaborasi dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Kebudayaan, Sarinah, Kompas Gramedia, handbag handmade koleksi terbaru dari Lungsin, Mustika Ratu, Yayasan Puteri Indonesia, komunitas kebaya pengusung kebaya sebagai warisan budaya takbenda ke UNESCO, serta Perhimpunan Kebayaku. Dukungan mengalir dari seluruh Ketua Umum organisasi anggota KOWANI, serta izin penyelenggaraan dari Kementerian Kebudayaan RI di Taman Arca dan ruang Rotunda, Museum Nasional Indonesia. Acara ini juga dihadiri para Duta Besar negara-negara pengusung kebaya ke UNESCO.

Acara ini menjadi wadah penghormatan kepada para Ibu Kepala Negara dan Ibu Negara Republik Indonesia dari masa ke masa, yang telah mengangkat kebaya sebagai ikon pelestarian budaya dan duta Indonesia di panggung dunia.
Sejak pukul 18.30 WIB, para tamu disambut dengan pameran kebaya koleksi pribadi kepala Negara ke 5 dan Ibu Negara dari masa ke masa di Ruang Arca Rotunda, diiringi musik instrumental yang hangat dan elegan. Pameran ini menjadi magnet perhatian sekaligus membuka perjalanan sejarah kebaya di hadapan publik. Menambah kekhidmatan acara, Glory Oyong, Corporate Communications Director Kompas Gramedia, memandu jalannya perayaan sebagai pembawa acara.

Pembukaan resmi dimulai dengan Bumper Video “Kebaya Bercerita”, dilanjutkan doa lintas agama dan sambutan Ketua Umum KOWANI, Ny. Nannie Hadi Tjahjanto, S.H., yang menegaskan bahwa kebaya adalah jati diri bangsa yang harus dijaga lintas generasi.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Menteri Kebudayaan RI, Bapak Fadli Zon, selaku pengusung kebaya ke UNESCO. Beliau menegaskan bahwa kebaya telah resmi diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia pada sesi ke-19 Komite Antar-Pemerintah untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda UNESCO di Asunción, Paraguay, 4 Desember 2024. Pengakuan ini merupakan hasil kerja sama antara Indonesia dan empat negara Asia Tenggara: Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Kebaya menjadi simbol persatuan dan identitas budaya kawasan, mencerminkan perpaduan budaya yang unik.

Penetapan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian kebaya, serta memperkuat kerja sama regional dalam perlindungan warisan budaya takbenda, dengan dukungan penuh Duta Besar Indonesia untuk UNESCO saat itu, Prof. Ismunandar.
Turut hadir Ibu Titiek Soeharto, Ketua Umum Himpunan Ratna Busana sekaligus penginisiasi acara, yang mengenang almarhumah Ibu Tien Soeharto sebagai pelestari dan ikon kebaya Indonesia.

Salah satu sorotan malam adalah monolog “Perempuan Berkebaya” oleh Jessica Purboyo, diiringi dokumenter yang menyentuh hati, menampilkan kisah perjuangan perempuan Indonesia dalam mengangkat martabat bangsa melalui kebaya.

Puncak acara ditandai dengan penganugerahan Ikon Pelestari Kebaya kepada tujuh tokoh perempuan Indonesia yakni, Prof. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-5 RI, Fatmawati Soekarno, Siti Hartinah Soeharto (Tien Soeharto), Hasri Ainun Habibie, Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Kristiani Herawati Yudhoyono (Ibu Ani Yudhoyono), dan Iriana Joko Widodo
Penghargaan diserahkan langsung oleh Pendamping Wakil Presiden RI selaku Penasehat KOWANI, Ibu Silvi Gibran Rakabuming, didampingi oleh Ketua Umum KOWANI, Ny. Nannie Hadi Tjahjanto, S.H., dan Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Kebudayaan, Ibu Grace Fadli Zon.

Sebagai penutup, Parade Kebaya & Sanggul Nusantara Lintas Generasi memukau hadirin. Menampilkan KOWANI Muda dari Yayasan Puteri Indonesia dan Pencinta Sanggul Nusantara, parade ini memamerkan kebaya dan sanggul khas dari 38 provinsi karya anak bangsa, masing-masing menampilkan ciri khas daerah, lengkap dengan logo KOWANI dan unsur organisasi asal. Keberagaman ini menegaskan persatuan Bhinneka Tunggal Ika dalam bingkai NKRI.

Perayaan ini tidak hanya memperingati Hari Kebaya Nasional ke-2, tetapi juga menjadi bagian dari rangkaian HUT Kemerdekaan RI ke-80, menyongsong 100 Tahun KOWANI pada 2028, serta menjadi tonggak penting dalam mempersiapkan estafet kepemimpinan generasi penerus untuk membentuk SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.

ANAK TENGGELAM DI SUNGAI SERAYU DITEMUKAN MENINGGAL DUNIA SEJAUH 7.5 KM DARI LOKASI KEJADIAN

IDPOST, Cilacap-Hari ketiga pencarian terhadap anak yang tenggelam di Sungai Serayu Desa Maos Lor Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap akhirnya membuahkan hasil.

“Tim SAR Gabungan berhasil menemukan survivor dalam keadaan meninggal dunia pada Jumat (15/08) pukul 09.20 wib sejauh 7.5 kilometer dari lokasi kejadian ke arah hilir sungai. Kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk penanganan lebih lanjut”, jelas Nurul Fauzan, selaku Koordinator Tim SAR Gabungan.

Adapun identitas survivor bernama Radhea Aulia Nisa (6) alamat Desa Maos Lor Rt 02 Rw 01 Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Diketahui sebelumnya, pada Rabu (13/08) pukul 16.00 wib, survivor bersama rekannya pergi bermain di Sungai Serayu. Tak lama berselang, survivor berenang dan tenggelam di Sungai sehingga dilakukan pencarian oleh Tim SAR Gabungan.

“Dengan telah ditemukannya survivor, maka operasi SAR dinyatakan selesai. Dengan ucapan terimakasih, seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing”, tutup Fauzan.

Peradi SAI Dorong Aksi Lingkungan di HUT RI: 700 Tabebuya Menghijaukan Tiparkidul

IDPOST, Banyumas-Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Desa Tiparkidul, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas menggelar aksi penanaman 700 pohon Tabebuya pada Jumat (15/8/2025). Kegiatan ini menjadi simbol kesinambungan semangat perjuangan bangsa melalui aksi pelestarian lingkungan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, terutama generasi muda.

Aksi penghijauan ini diprakarsai oleh Dewan Kehormatan Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia Suara Advokat Indonesia (Peradi SAI) Dr. Juniver Girsang, yang diwakili oleh Ketua Peradi SAI Purwokerto, H. Djoko Susanto, SH. Turut hadir pula Wakil Ketua Divisi Pencegahan Daya Rusak Air TKPSDA Serayu Bogowonto, Eddy Wahono, Forum Relawan Lintas Organisasi (Fortasi), Forkopimcam Ajibarang, serta Pemerintah Desa Tiparkidul.

Kegiatan ini juga melibatkan siswa-siswi SMP PGRI 1 Ajibarang sebagai simbol keterlibatan generasi penerus dalam menjaga kelestarian alam dan cinta tanah air.

Kepala Desa Tiparkidul, Handoyo, mengungkapkan apresiasi dan rasa syukurnya atas dukungan berbagai pihak.

“Alhamdulillah, dari Peradi sudah ada kepedulian terhadap lingkungan. Semoga desa-desa lain juga ikut peduli, dan kegiatan ini memberi manfaat besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Camat Ajibarang, Arif Ependi, A.P, M.Si, juga memberikan apresiasi khusus kepada Peradi SAI Banyumas dan seluruh pihak yang mendukung acara ini.

“Agenda tanam pohon ini sangat kami dukung sebagai upaya konservasi lingkungan. Harapannya, ini menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang untuk menjaga Ajibarang tetap lestari,” ungkapnya.

Eddy Wahono dari TKPSDA Serayu Bogowonto menekankan urgensi menjaga daerah resapan air, terutama di tengah meningkatnya alih fungsi lahan yang berdampak pada kerusakan lingkungan.

“Konservasi adalah pilar utama dalam pengelolaan sumber daya air. Kehadiran masyarakat sangat penting sebagai ujung tombak pelestarian lingkungan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan telah menyebabkan banjir bandang serta hilangnya sumber mata air. Menurutnya, gerakan tanam pohon merupakan langkah konkret dalam mencegah kerusakan dan menjamin ketersediaan air bersih di masa depan.

Sementara itu, H. Djoko Susanto, SH menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna lebih dari sekadar penanaman pohon.

“Kami menanam pohon untuk masa depan, sekaligus memberikan contoh kepada anak-anak. Dengan membagikan bendera merah putih, kami ingin menumbuhkan rasa cinta Tanah Air sejak dini,” tuturnya.

Pohon Tabebuya yang ditanam, dikenal dengan bunganya yang indah, diharapkan menjadi simbol masa depan yang lebih hijau, lestari, dan penuh semangat nasionalisme.

Nguri-uri Budaya Jawa, Sedekah Bumi Desa Kauman Wonosegoro 2025 Meriah Bersama Tim KKN UBY

Boyolali, Idpost.Id– Tradisi Nguri-uri Budaya Jawa kembali digelar di Desa Kauman, KecamatanWonosegoro, Kabupaten Boyolali, melalui acara Sedekah Bumi yang berlangsung meriah pada, Rabu (6/8) pukul 12.00 WIB.

Acara ini turut berkolaborasi dengan Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 13 Universitas Boyolali (UBY), serta dihadiri oleh Kepala Desa Kauman, Widodo, S.Pd., bersama warga setempat dari berbagai dusun dan RT.

Sedekah Bumi diawali dengan pameran ancak oleh setiap RT. Masyarakat menata hasil bumi, makanan, dan hiasan tradisional di atas ancak sebagai simbol rasa syukur atas hasil panen dan berkah yang diterima.

Masing-masing RT menampilkan kreativitasnya dalam menghias ancak, sehingga suasana lapangan desa penuh warna dan nuansa tradisi.

Usai pameran, rangkaian acara dilanjutkan dengan karnaval yang diikuti oleh perwakilan setiap RT.

Karnaval ini mengusung tema berbeda-beda sesuai pembagian panitia, mulai dari seni budaya, hasil bumi, hingga tokoh pewayangan.

Warga dengan antusias memeriahkan arak-arakan, mengenakan kostum unik dan ornament khas Jawa yang memikat perhatian penonton.

Sebagai penutup, tradisi perebutan makanan ancak menjadi momen yang paling ditunggu. Dipimpin langsung oleh Kepala Desa Widodo, S.Pd., warga berbondong-bondong berebut isi ancak yang dipercaya membawa berkah dan kemakmuran. Suasana penuh tawa, teriakan riang, dan semangat gotong royong terasa hangat di tengah masyarakat.

Acara Sedekah Bumi Desa Kauman 2025 ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai tradisi dan budaya Jawa tetap hidup dan lestari di tengah masyarakat.

Kehadiran Tim KKN UBY turut memberikan dukungan pada pelestarian budaya, sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan warga desa.

Gerakan Pangan Murah Boyolali Diserbu Warga, Polres Siapkan 5 Ton Beras

Boyolali, Idppost.Id –Ratusan warga di Boyolali, Jawa Tengah, menyerbu gerakan pangan murah yang digelar Polres Boyolali di halaman Kantor Kecamatan Banyudono, Kamis (14/8/2025) pagi.

Dalam waktu singkat, 5 ton beras SPHP, 1 ton minyak goreng, dan 100 kilogram telur ayam ludes terjual. Bahan pokok tersebut dijual dengan harga di bawah pasaran. Beras SPHP kemasan 5 kilogram dibanderol Rp57.000, minyak goreng Rp15.000 per liter, dan telur ayam Rp24.000 per kilogram.

Selain mendapatkan bahan pokok murah, warga juga memperoleh bendera merah putih gratis sebagai ajakan menumbuhkan rasa cinta Tanah Air menjelang peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

Salah satu warga, Mulyono(45), mengaku, datang lebih awal untuk mendapatkan sembako murah karena antrian cukup panjang. Menurutnya, selisih harga dengan pasaran mencapai sekitar Rp10.000, sehingga sangat membantu di tengah tingginya harga kebutuhan pokok.

“Semoga pemerintah lebih memperhatikan masyarakat dan kegiatan ini jangan hanya digelar saat ini saja,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Boyolali AKBP Rosyid Hartanto menjelaskan, gerakan pangan murah ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia untuk membantu masyarakat di tengah mahalnya harga beras sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok.

“Polres Boyolali menyediakan 5 ton beras SPHP, 1 ton minyak goreng, dan 100 kilogram telur ayam dengan harga terjangkau. Target kami menyalurkan 2.000 ton beras SPHP hingga 20 Agustus 2025, dan sejauh ini sudah tersalurkan 139 ton melalui jajaran polsek,” ujarnya.

Selain bahan pokok murah, Polres Boyolali juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan pembagian bendera merah putih secara cuma-cuma kepada masyarakat.

Tradisi Tungguk Tembakau, Ungkapan Syukur Warga Lereng Merapi-Merbabu Boyolali

Boyolali, Idpost.Id – Warga lereng Gunung Merapi dan Merbabu di Desa Senden, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, kembali menggelar tradisi Tungguk Tembakau sebagai wujud syukur atas panen raya sebelum memulai panen tembakau.

Tradisi yang digelar setiap musim panen ini menjadi warisan budaya turun-temurun yang masih terjaga hingga kini. Dalam prosesi tersebut, para petani membawa hasil panen tembakau dan hasil bumi dari rumah masing-masing menuju area makam keramat. Di lokasi itu, gunungan tembakau, nasi tumpeng, dan aneka buah-buahan didoakan oleh tokoh masyarakat setempat.

Usai doa bersama, gunungan diarak menuju tanah lapang untuk melanjutkan prosesi. Kepala Desa Senden, Sularsih, mengatakan tradisi Tungguk Tembakau mulai digelar pada 2016 dan pada 2024 telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda.

“Awalnya berasal dari tradisi wiwit atau membuat sesaji sebelum panen. Lalu berkembang menjadi Tungguk Tembakau seperti sekarang,” ujarnya.

Rangkaian acara dimulai sehari sebelumnya dengan menyemayamkan gunungan tembakau di makam keramat untuk kemudian didoakan. Warga percaya ritual ini dapat membawa hasil panen yang lebih baik dan melimpah.

Salah satu warga, Sumanto, mengaku senang tradisi ini tetap dilaksanakan.

“Selain bentuk syukur, Tungguk Tembakau juga menjadi ajang mempererat kebersamaan warga. Tahun ini panen tembakau sangat melimpah, dan kami bersyukur bisa mempertahankannya,” katanya.

Anggota dan Ketua ITMI Kunjungi Rumah Presiden ke-7 Jokowi di Sumber, Solo

Solo, Idpost.Id-Sejumlah anggota Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) bersama Ketua ITMI Pusat dan Ketua Rumah Aspirasi Tunanetra Jawa Tengah mengunjungi rumah Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke-7 di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Selasa (12/8/2025).

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka silaturahmi sekaligus meminta doa restu pelaksanaan Muktamar V ITMI yang digelar dari 13 hingga 16 Agustus 2025 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta.

Acara Muktamar tersebut rencanakan akan dibuka oleh Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka. Dalam kunjungannya, anggota ITMI langsung ditemui oleh Jokowi.

Ketua Umum ITMI, Yogi Madsuni, mengatakan bahwa rombongan yang hadir terdiri dari 26 orang. Kedatangan ini selain silaturahmi juga mendoakan Presiden RI ke 7 Joko Widodo.

“Alhamdulillah, kami bisa mendoakan beliau semoga diberikan kesehatan, dimudahkan segala urusan, dan keluarganya menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah,” ujarnya.

Yogi mengaku terkejut saat mendapat kabar mendadak pada malam sebelumnya bahwa akan ada pertemuan dengan Jokowi.

“Alhamdulilah kami bersama rombongan diterima oleh Bapak Jokowi,” ujar dia.  

Sementara itu, Ketua Rumah Aspirasi Tunanetra Jawa Tengah, Setiyono, menuturkan bahwa delegasi yang hadir berasal dari ITMI Provinsi Jawa Tengah dan perwakilan Solo Raya, dengan total 25 orang dari wilayah tersebut.

“Alhamdulillah, sore ini kami silaturahmi dengan Bapak Jokowi. Kami mendoakan beliau selalu sehat, panjang umur, dan tetap dekat dengan masyarakat. Kami juga memohon doa restu untuk Muktamar V ITMI yang akan digelar 13–16 Agustus di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta,” jelas dia,

Setiyono menambahkan, sambutan Jokowi kepada para penyandang tunanetra sangat hangat.

“Beliau tetap rendah hati, menyapa kami dengan senyum yang sama seperti saat masih menjabat presiden,” katanya.