IDPOST.ID – Meskipun Candi Rambut Monte kini hanya menyisakan reruntuhan, namun detail-detail ragam hias yang masih bertahan pada sisa strukturnya menjadi bukti keahlian seni dan kekayaan simbolisme pada masa lampau.
Setiap ukiran dan pahatan bukan sekadar hiasan, melainkan memiliki makna filosofis dan keagamaan yang mendalam. Salah satu elemen yang paling menarik perhatian adalah penggambaran kala, makhluk mitologis penjaga gerbang, yang di Candi Rambut Monte digambarkan seolah sedang merangkak.
Bentuk kala yang unik ini juga ditemukan pada Candi Simbatan atau Petirtaan Dewi Sri di Magetan, mengindikasikan adanya kesamaan gaya arsitektur dan seni yang berkembang di wilayah Jawa Timur pada periode tertentu.
Di atas figur kala yang merangkak, terdapat ukiran kepala naga yang menambah kesan sakral dan megah pada candi.
Naga dalam mitologi Hindu-Buddha seringkali melambangkan kekuatan, kemakmuran, dan penjaga harta karun. Kehadiran ukiran naga ini mungkin berfungsi sebagai pelindung candi dari pengaruh jahat atau sebagai simbol kemuliaan.
Lebih jauh ke depan dari posisi kala, ditemukan sebuah lingga yang kondisinya telah patah. Lingga adalah simbol phallus yang merepresentasikan Dewa Siwa, salah satu dewa utama dalam Trimurti Hindu.
Meskipun patah, lingga ini tetap istimewa karena dihiasi dengan motif padma atau teratai di sekelilingnya. Bunga teratai dalam tradisi Hindu melambangkan kesucian, keindahan, dan pencerahan, sehingga keberadaan hiasan padma pada lingga ini menambah nilai estetika dan spiritualnya.
Keberadaan lingga yang berhiaskan padma ini semakin memperkuat dugaan bahwa Candi Rambut Monte berlatar belakang keagamaan Hindu, khususnya aliran Siwaisme.
Selain itu, terdapat pula tiga lapik arca yang juga dihiasi dengan motif padma. Lapik arca adalah alas atau dudukan untuk menempatkan arca atau patung dewa.
Meskipun posisinya yang berada di atas struktur candi membuatnya sulit terlihat secara jelas, namun keberadaan lapik arca ini menunjukkan bahwa dulunya candi ini mungkin memiliki beberapa arca dewa yang disembah.
Setiap elemen ragam hias ini, mulai dari kala, naga, lingga, hingga lapik arca, saling melengkapi untuk menceritakan kisah tentang kepercayaan, seni, dan peradaban yang pernah berjaya di Rambut Monte.
Penelusuran terhadap detail-detail ini tidak hanya memperkaya pengetahuan sejarah, tetapi juga mengundang decak kagum akan kehalusan karya seni nenek moyang.