Economic & Capital Market Outlook 2024: Sorotan Terhadap Masa Depan Pasar Modal dan Ekonomi Indonesia

IDPOST.CO.ID – Acara bergengsi, Economic & Capital Market Outlook 2024, akan menghiasi Main Hall Bursa Efek Indonesia, Tower 1, Jl. Jend. Sudirman kav 52-53, Senayan, Jakarta Selatan pada Selasa, 10 Oktober 2023, mulai pukul 12.00 hingga 17.00 WIB.

Agenda ini diadakan dalam konteks peningkatan jumlah investor di pasar modal serta tantangan global yang tidak pasti di bidang perekonomian dan perubahan kebijakan politik yang berpotensi menimbulkan risiko.

Dalam rangka menyikapi kompleksitas kondisi ekonomi saat ini, Economic & Capital Market Outlook 2024 akan merangkum analisis tentang kondisi ekonomi global, nasional, dan pasar modal Indonesia untuk tahun mendatang.

Acara ini juga akan membahas perkembangan ekonomi dan politik, terutama terkait Pemilu 2024, serta dampak digitalisasi terhadap industri jasa keuangan dan pasar modal di Indonesia.

Sebagai bagian dari rangkaian acara CSA Awards 2023 yang digelar oleh Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) bersama CSA Community dan didukung oleh Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia (PROPAMI), Economic & Capital Market Outlook 2024 memusatkan perhatian pada aspek ekonomi dan industri keuangan, terutama pasar modal.

Kegiatan ini diharapkan dihadiri oleh berbagai pihak seperti umum, investor, pelaku pasar, anggota asosiasi di pasar modal, emitennya sendiri, komunitas, serta pemegang lisensi dan sertifikasi profesi pasar modal.

Tujuan utama dari Economic & Capital Market Outlook 2024 adalah memberikan pemahaman yang cukup tentang dampak kondisi ekonomi global pada perekonomian nasional, serta pengaruh kebijakan makro ekonomi dan moneter nasional terhadap pelaku bisnis.

Berikut adalah tujuan-tujuan spesifik dari acara ini:

  1. Memberikan gambaran dan informasi tentang keadaan ekonomi global dan dampaknya pada investasi global, investasi nasional, dan perekonomian nasional.
  2. Menganalisis pengaruh kebijakan makro ekonomi dan moneter nasional pada pelaku bisnis.
  3. Menyoroti dampak politik terhadap investasi di pasar modal Indonesia.
  4. Menganalisis pengaruh perkembangan digital pada investasi di pasar modal Indonesia.
  5. Memaparkan potensi pengaruh komunitas terhadap pertumbuhan ekonomi, investasi, dan kebijakan politik tahun 2024.
  6. Memberikan gambaran tentang kesiapan pasar modal Indonesia dalam menyikapi inflasi global.
  7. Mewadahi para profesional di bidang keuangan dan pasar modal untuk berbagi informasi dan membangun jaringan komunikasi.
  8. Menyajikan informasi tentang keputusan investasi terkait prospek emiten kepada investor, analis, dan pemangku kepentingan di industri keuangan, khususnya pasar modal.

Dengan fokus pada “Growth to Sustainability: Navigating the Capital Markets”, Economic & Capital Market Outlook 2024 bertujuan memberikan wawasan yang lebih baik dalam menghadapi dinamika pasar modal yang sedang berkembang.

PROPAMI Sukses Menggelar RUA, RUALB, dan Pemilihan Ketua Umum

IDPOST.ID – Dunia pasar modal Indonesia memasuki babak baru pada Sabtu, 29 September 2023, dengan dua peristiwa besar yang digelar oleh Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia (PROPAMI).

Bertempat di Hotel Mercure Convention Center Ancol, Jakarta, PROPAMI menggelar Rapat Umum Anggota (RUA) dan Rapat Umum Anggota Luar Biasa (RUALB).

Fokus utama acara ini adalah pertanggungjawaban pengurus PROPAMI periode 2020 – 2023 terkait program dan kondisi keuangan selama periode sebelumnya.

Selain itu, pemilihan Ketua Umum untuk masa jabatan 2023 hingga 2026 juga menjadi agenda krusial.

Keunikan acara ini terletak pada partisipasi yang luas, baik secara langsung di Hotel Mercure Convention Center Ancol maupun melalui siaran langsung (live streaming) di platform Zoom dan YouTube.

Hal ini memberikan fleksibilitas bagi anggota PROPAMI untuk berpartisipasi sesuai preferensi masing-masing.

Hasil pemilihan telah diumumkan, mengukuhkan NS Aji Martono sebagai Ketua Umum terpilih PROPAMI periode 2023 hingga 2026.

Keputusan ini mencerminkan kepercayaan anggota terhadap kepemimpinan yang diharapkan akan membimbing organisasi ke masa depan yang lebih cerah.

Boris Sirait, Ketua Panitia pelaksana acara, menegaskan komitmennya untuk memastikan kelancaran dan kesuksesan acara RUA dan RUALB PROPAMI 2023.

Sementara itu, Lydia Trivelly Azhar, dewan pengawas PROPAMI, turut berperan dalam memastikan transparansi dan keberlanjutan dalam pengawasan seluruh kegiatan organisasi.

Dalam sambutan pertamanya sebagai Ketua Umum PROPAMI, Aji menekankan pentingnya Kaderisasi dalam memperkuat fungsi kerja organisasi, terutama dewan pimpinan wilayah, serta membangun kolaborasi dengan para stakeholder terkait, terutama OJK.

Rapat Umum Anggota dan Rapat Umum Anggota Luar Biasa tahun ini dipercaya menjadi tonggak penting dalam perjalanan PROPAMI menuju masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.

RUA RUALB PROPAMI 2023, dihadiri oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) seluruh Indonesia, antara lain DPW Aceh Raya, DPW Medan Raya, DPW Padang Raya, DPW Bandung Raya, DPW Semarang Raya, DPW Jogja Solo (Joglo) Raya, DPW Malang Raya, DPW BaliNusa Raya, DPW Pontianak Raya, dan DPW Makasar Raya, sepakat dan menerima laporan pertanggungjawaban (LPJ) serta laporan keuangan periode 2020 hingga 2023.

Antusiasme anggota PROPAMI dalam pelaksanaan RUA dan RUALB terlihat dari langkah-langkah signifikan yang diambil untuk memperkuat organisasi ini, yang akan terus berkontribusi bagi Industri Pasar Modal khususnya dan industri keuangan Indonesia pada umumnya.

Tentang PROPAMI

Mengacu pada peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tertuang dalam Peraturan OJK Nomor 27/POJK.04/2016 dan Surat Edaran OJK Nomor 45/SEOJK.04/2016, yang mewajibkan asosiasi Wakil Perusahaan Efek untuk mengajukan dan mendapatkan pengakuan dari OJK, APPMI saat itu juga wajib disahkan sebagai badan hukum oleh Kementerian Hukum dan HAM.

Pengesahan APPMI sebagai badan hukum kemudian diterbitkan melalui Surat Pengesahan KEMENKUMHAM No. AHU-0011995.AH.01 Tanggal 10 Agustus 2017, yang mengubah kata asosiasi menjadi perkumpulan, menjadikan nama APPMI berubah menjadi Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia, disingkat PROPAMI.

Pengakuan dari OJK kepada PROPAMI akhirnya diterima melalui Surat Pengakuan OJK Nomor 68/D.04/2017 Tanggal 29 Desember 2017.

Mendag Zulkifli Hasan Minta Para pedagan Manfaatkan Marketplace E-Commerce

IDPOST.CO.ID – Pemerintah dipastikan tidak sepenuhnya membatasi kegiatan bisnis perdagangan online.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan saat melakukan kunjungan di Blok A Pasar Tanah Abang pada Kamis 28 September 2023.

Zulkifli berharap para pedagan yang sebelumnya berjualan live di TikTok Shop untuk mengoptimalkan kanal atau platform yang sudah ditentukan seperti marketplace e-commerce.

“Boleh dong kan itu (bisa di) e-commerce, e-commerce-nya itu marketplace. Dia tidak bisa pakai media sosial, tidak boleh. Jadi diatur,” katanya.

Pelarangan penggunaan platform media sosial seperti TikTok Shop disebut Mendag tidak sepenuhnya membatasi kegiatan social commerce.

Menurutnya, setiap pelaku bisnis teknologi di Tanah Air termasuk TikTok harus mengajukan izin terkait pemanfaatan platform yang dibangunnya.

Termasuk juga TikTok Shop yang secara khusus harus mengajukan perizinan kepada Kementerian Perdagangan dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebagai platform social commerce.

“Ya jadi media sosial boleh, tidak ada masalah. Yang ga boleh itu social commerce-nya, dia harus bikin sendiri. Bukan tidak boleh, boleh tapi mengurus izin (dahulu),” ucapnya menambahkan.

Terkait model berjualan melalui media sosial atau social commerce, Kemendag menyebut sudah secara tegas melarang.

Hal itu berdasarkan Peraturan Kementerian Perdagangan (Permendag) No 31 tahun 2023 yang telah ditetapkan pada September ini.

“Kemarin sudah press conference, saya sudah minta nanti Sekjen (Kemendag) menyurati semua yang ada di bidang usaha ini. Memberitahu, jadi sudah ada aturan baru yg harus diikuti semua pihak,” kata Zulhas.

Dalam surat tersebut nantinya juga tercantum adanya sanksi, apabila setiap pelaku bisnis daring dan media sosial melakukan pelanggaran.

Sanksi tersebut berawal dari teguran pertama, kedua, maupun rekomendasi kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk melakukan pemblokiran.

Tegas, OJK Minta Pinjol Tagih Hutang dengan Santun

IDPOST.CO.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta penagih untang yang dilakukan oleh desk colection (DC) harus beretika.

“OJK memperingatkan bahwa penagihan utang yang dilakukan oleh desk colection (DC) itu harus sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat, serta ketentuan perundang-undangan,” tulis OJK dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Rabu 27 September 2023.

Selain itu, OJK juga mempersilahkan platform pinjaman online (pinjol) untuk menagih utang kepada para debiturnya.

Pasalnya, sudah diaturan dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 10 Tahun 2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI).

“Jika peminjam wanprestasi maka penyelenggara pinjaman online wajib melakukan penagihan kepada peminjam,” tulisnya.

OJK juga menyarankan agar platform pinjol harus mengawasi penagih utang tidak menggunakan ancaman, kekerasan, hingga aksi yang membuat malu debitur.

Kemudian, penagih utang juga tidak perlu melakukan tekanan secara fisik maupun verbal.

Sebelum menagih, para DC juga bisa melayangkan surat peringatansesuai dengan jangka waktu dalam perjanjian pendanaan antara pemberi dana dan peminjam.

Berikut surat peringatan wajib memuat informasi yang diantaranya:

1. Jumlah hari keterlambatan pembayaran kewajiban

2. Posisi akhir total Pendanaan yang belum dilunasi atau pokok terutang

3. Manfaat ekonomi Pendanaan (bunga yang harus dibayar)

4. Denda yang terutang

Targetkan 1 Juta Barel, Industri Hulu Migas Butuh Investasi sekitar US$20 Miliar per Tahun

IDPOST.CO.ID – Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto menyebut kalau Indonesia membutuhkan investasi sekitar US$20 miliar per tahun.

Investasi tersebut dibutuhkan untuk mendukung capaian target produksi sebesar 1 juta barrel per hari (BOPD) dan gas menjadi 12 miliar kaki kubik per hari (BSCFD) di tahun 2030.

Hal tersebut disampaikan Dwi Soetjipto saat pembukaan the 4th International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas Industry 2023 (ICIUOG) di Nusa Dua, Bali, Rabu 20 September 2023.

“Target 2030 bisa dicapai dengan syarat kita melakukan aktivitas yang agresif dan investasi yang masif,” katanya.

“Kita perlu mengebor lebih dari 1.000 sumur per tahun setelah 2025. Kita juga perlu menarik investasi lebih dari US$20 miliar per tahun,” lanjutnya.

Selain itu dikatakanya, pertumbuhan investasi memiliki syarat penting yaitu iklim investasi yang menarik buat investor.

“Semenjak tahun 2020, daya tarik investasi hulu migas di Indonesia telah meningkat didukung oleh dukungan pemerintah melalui sistem fiskal yang lebih fleksibel dan pendukung lainnya yang menurunkan risiko investasi,” katanya.

“Namun demikian, beberapa area masih memerlukan perbaikan, yaitu dalam aspek legal dan kontraktual serta penemuan cadangan raksasa (giant discovery),” ujarnya lagi.

Perlu diketahui, SKK Migas dan industri hulu migas pada tahun 2020 telah meluncurkan Indonesian Oil and Gas 4.0 (IOG 4.0) yang merupakan rencana strategis untuk mencapai target 2030.

Untuk memastikan progress kegiatan yang dilakukan dan mendorong percepatan kegiatan, sejak tahun 2020 SKK Migas menggelar acara tahunan ICIUOG.

Kegiatan ini juga merupakan puncak kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk membahas pencapaian dan penyempurnaan rencana strategis tersebut.

Di tahun ke empat perhelatannya, ICIUOG berhasil mendatangkan sekitar 3.000 peserta dari 17 negara.

Konvensi internasional ini dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan secara online.

RSKKNI Bidang Pasar Modal: Upaya Terbaru dalam Sertifikasi Profesi Keuangan

JAKARTA, IDPOST.CO.ID,-  Industri pasar modal di Indonesia terus berkembang pesat, menciptakan kebutuhan yang mendalam akan peningkatan standar kompetensi bagi para profesionalnya. Pada tanggal 12 September 2023, Jakarta menjadi saksi dari upaya besar dalam mewujudkan hal ini.

Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia (PROPAMI), bersama dengan Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI), Perkumpulan Wakil Manager Investasi Indonesia (AWMII), Kadin Indonesia, Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal Indonesia (LSP PMI), LSP PM, LSP MUI, dan sejumlah universitas baik negeri maupun swasta, telah menyelenggarakan Konvensi Nasional Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI) di JW Marriott Hotel, Jakarta, yang berlokasi di Jl. Lingkar Mega Kuningan 1-2.

Pasar modal, sebagai salah satu pilar utama perekonomian Indonesia, memiliki peran kunci dalam mengalokasikan dana investasi secara efisien dan menjaga stabilitas pasar. Profesional di sektor ini, seperti Perantara Pedagang Efek, Penjamin Emisi Efek, Manager Investasi, Analis Efek, dan Marketing, memiliki tanggung jawab sentral dalam menjaga keseimbangan ekonomi.

Oleh karena itu, meningkatkan kompetensi dan pengetahuan para praktisi pasar modal menjadi hal yang sangat penting untuk dapat menghadapi dinamika dan perubahan yang terus menerus terjadi di industri ini.

Konvensi Nasional ini adalah tahapan akhir dalam proses penyusunan RSKKNI dan memiliki keterkaitan erat dengan sertifikasi kompetensi di sektor Jasa Keuangan. RSKKNI yang awalnya hanya berlaku di sektor pasar modal kini akan diperluas untuk mencakup sektor keuangan lainnya.

NS Aji Martono, Ketua Umum PROPAMI, “Konvensi ini adalah langkah besar dalam mengembangkan dan mempertahankan kompetensi profesional di pasar modal Indonesia. Kami percaya bahwa dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, kami dapat menghadapi tantangan masa depan dengan lebih baik dan berkontribusi pada pertumbuhan industri keuangan di negara ini.”

Kami sangat berharap bahwa konvensi ini akan menjadi wadah yang bermanfaat bagi para profesional pasar modal. Melalui berbagai skema kompetensi yang akan dibahas, peserta konvensi diharapkan akan mendapatkan pembaruan pengetahuan mengenai berbagai aspek pasar modal, termasuk perkembangan regulasi terbaru, teknologi keuangan, strategi investasi, dan tren global yang mempengaruhi industri ini, ujar aji ketua tim verifikasi.

Pembahasan RSKKNI menjadi salah satu poin fokus dalam konvensi ini. Pada pleno pertama konvensi, perwakilan dari APEI, APRDI, dan PROPAMI, yaitu Lily Widjaya, Mauldy RM, dan David Sudyanto, memaparkan peta Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia yang terkait dengan pasar modal. Mereka juga membahas bagaimana implementasi RSKKNI akan memengaruhi para profesional di lapangan dengan membahas 80 Unit Kompetensi (UK) yang tercakup dalam rencana ini.

Melalui pemaparan ini, diharapkan para pelaku pasar modal akan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang kompetensi yang diperlukan dalam profesi pasar modal.

Selain pembaruan pengetahuan dan evaluasi kompetensi, Konvensi ini juga memberikan kesempatan berharga untuk berjejaring dengan sesama profesional pasar modal, lembaga sertifikasi, asosiasi di pasar modal, serta universitas yang turut hadir dalam konvensi nasional ini.

Konvensi Nasional RSKKNI Bidang Pasar Modal menjadi suatu kebutuhan mendesak bagi industri keuangan Indonesia. Di dalam rangkaian acara ini, para profesional pasar modal akan mendapatkan pembaruan tentang isu-isu krusial yang memengaruhi industri ini. Mereka juga memiliki kesempatan berharga untuk berinteraksi dengan rekan-rekan seprofesi.

Ini adalah langkah penting dalam menjaga kompetensi di tengah perubahan dinamis dalam pasar modal Indonesia dan merupakan upaya konkret untuk memastikan bahwa para profesional pasar modal di Indonesia tetap kompeten dan relevan di era yang terus berkembang.

Jokowi Minta Pelaku UMKM Ajukan KUR Tanpa Jaminan

IDPOST.CO.ID – Hadiri Rapat Kerja Nasional HIPMI ke-XVIII di ICE BSD, Tangerang Kamis 31 Agustus 2023, Presiden Joko Widodo ingin kredit usaha rakyat (KUR) tanpa jaminan.

Bahkan Jokowi menyebut kalau usulanya tersebut sudah disampaikan kepada otoritas terkait.

“Saya masih mendorong terus kepada menteri, kepada OJK, kepada BI agar kalau bisa urusan kredit KUR ini tanpa agunan,” kata Jokowi.

Hal tersebut dilakukan Jokowi untuk memberikan kemudahan kepada para pelakuku usaha kecil atau UMKM.

Dijelaskanya, pengajuan KURtanpa jaminan dilakukan dengan sistem credit scoring yang saat ini sudah diterapkan disejumlah negara di dunia.

“Sudah ada 145 negara menggunakan sistem credit scoringantu UMKM untuk membantu UMKM,” ujarnya.

“Dan untuk memberi pinjaman harus melihat skornya, melihat karakternya baik nggak, beri Rp 500 juta, beri Rp 300 juta, beri Rp 100 juta, mestinya seperti itu,” lanjutnya.

Dengan adanya KUR tanpa jaminan diharap dapat membuka peluang kemudahan kepada para pelaku UMKM dalam mendapatkan pembiayaan khususnya bagi yang baru memulai.

“Pengusaha muda yang baru berangkat untuk masuk ke dunia usaha biasanya belum memiliki aset, belum memiliki collateral, belum memiliki agunan,” katanya.

“Jadi kalau peluang diberikan dengan sistem credit scoring, itu akan lebih memudahkan dan ini akan terus saya dorong,” lanjutnya.

Jokowi menyebut jatah KUR tahun ini mencapai Rp 460 triliun dengan bunga 6% dan maksimal pinjaman Rp 500 juta.

Dia mendorong agar OJK dan BI terus mensosialisasikan agar anggaran yang sudah ada bisa tersalurkan semua.

“Kuota Rp 460 triliun ini harus habis, jangan ada yang tersisa karena bunganya hanya 6%, tapi memang betul-betul hanya untuk UMKM,” ucapnya.

Menguatkan Profesionalisme di Pasar Modal: Acara Capacity Building PROPAMI, AAEI, dan LSP PM

IDPOST.CO.ID, Kuala Lumpur – Para anggota Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia (PROPAMI), Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), dan Lembaga Sertifikasi Profesi – Pasar Modal (LSP PM) terus berpacu memberikan tambahan pengetahuan dan pengalaman dalam momen berarti di kegiatan capacity building yang tengah berlangsung di Singapura dan Malaysia (25/8/23).

Hari kedua kegiatan ini diawali dengan Seminar yang berkaitan dengan managemen resiko, analis efek dan teknikal analis. Tiga materi seminar yang dibawakan masing masing oleh DR. Embun Prowanta, yang menyoroti persoalan managemen resiko terutama Environmental, Social, and Governance, (ESG). ESG adalah konsep yang mengedepankan kegiatan pembangunan, investasi maupun bisnis yang berkelanjutan sesuai dengan tiga kriteria tersebut yaitu lingkungan, sosial serta tata kelola. di session kedua DR (Cand) Edwin Sebayang tak kalah pentingnya dalam pemaparan materi analisa fundamentalnya dan diakhiri oleh M. Alfatih yang memaparkan materi Analisa teknikal ditengah market yang stagn dalam tahun politik.

Menurut Ketua LSP PM, Haryajid Ramelan, Seminar tersebut nanti bisa dijadikan kredit point untuk perpanjangan sertifikasi (RCC) untuk Sertifikasi Analis Efek, Manajemen Resiko dan Analis Teknikal. Selain itu Seminar ini juga menjadi forum penting yang bertujuan untuk menyajikan pemahaman lebih dalam mengenai pentingnya RCC sertifikasi bagi para pemegangnya. Peserta dipandu untuk memahami standar kompetensi yang seharusnya dimiliki oleh para profesional dalam sektor ini, dan bagaimana sertifikasi bisa menjadi dasar yang kokoh untuk membangun karir yang sukses dalam pasar modal.

Setelah seminar, peserta melanjutkan dengan kunjungan ke Bursa Malaysia, sebuah peluang berharga untuk mengenal lebih dekat bagaimana perusahaan yang tercatat di pasar modal malaysia beroperasi dan dicatatkan dipapan bursa, pemahaman peraturan peraturan yang berkaitan dengan berjalannya bursa di malaysia. Kunjungan ini membuka pintu wawasan mendalam terkait operasional, strategi bisnis, dan tantangan yang dihadapi oleh industri pasar modal secara regional sehingga dapat menjalankan aktivitasnya di dalam pasar modal yang dinamis.

Kunjungan ke Bursa Malaysia tersebut disambut hangat oleh para pemangku kepentingan disana, dimana pihak bursa malaysia mempresentasikan kegiatan kegiatan kebursaannya kepada seluruh peserta, tidak hanya sebatas itu, kegiatan ini juga sebagai ajang saling berdiskusi yang penuh dengan keakraban. Para peserta diberi kesempatan berdiskusi dengan para pakar dan praktisi mengenai perkembangan terkini dalam pasar modal, serta menggali bagaimana sinergitas antar pelaku pasar modal diregional khususnya Indonesia dengan Malaysia dapat semakin diperkuat.

Keseluruhan rangkaian aktivitas pada hari kedua ini memberikan tambahan nilai yang signifikan bagi para peserta kegiatan capacity building. Dengan gabungan dari seminar yang mendalam, kunjungan ke Bursa Malaysia diharapkan dapat memperluas wawasan dan memperdalam pemahaman mereka tentang dinamika dan kompleksitas yang melingkupi pasar modal. Melalui hal ini, para pelaku pasar modal akan semakin siap menghadapi tantangan dan peluang di masa depan yang semakin kompleks.