Sekretaris Tim Mas Ibin-Elim Bantah Berkas Pendaftaran Dikembalikan KPU Kota Blitar

IDPOST.CO.ID – Sekretaris Tim Kampanye Syauqul Muhibbin-Elim Tyu Samba membantah bahwa berkas pendaftarannya dikembalikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Blitar.

Bahkan Arif Kurniawan aeluruh berkas milik pasangan Mas Ibin-Elim tersebut juga sudah lengkap.

Bahkan lanjutnya, terkait tanda terima Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), pasangan Mas Ibin-Elim juga sudah ada.

“Kemarin itu tidak ada berkas pendaftaran yang dikembalikan oleh KPU, semua berkas kita sudah lengkap termasuk soal tanda terima LHKPN sudah kita terima tinggal upload saja,” ucapnya.

Arip menjelaskan kalau pihaknya belum bisa mengupload lantaran Sistem Informasi Pencalonan (Silon) belum dibuka.

“Tolong diliruskan,” tuturnya.

Ditegaskanya pula kalau bukti tanda terima LHKPN dari KPK telah diterima oleh pasangan Syauqul Muhibbin-Elim Tyu Samba.

Tanda terima itu diterima Paslon Mas Ibin-Elim Tyu Samba pada Senin (2/9/2024) kemarin, sehingga belum bisa diupload di Silonkada.

“Ini lo surat tanda terima LHKPN sudah kami terima dari KPK tapi kan Aplikasi Silonnya kan belum dibuka oleh KPU jadi kami belum bisa mengupload. Kami tegaskan semua berkas kami sudah lengkap,” tegasnya.

Tiga Cagub NU Bertarung di Pilgub Jatim 2024: Akankah Suara NU Terpecah?

IDPOST.CO.ID – Tiga pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur secara resmi telah mendaftar di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur untuk mengikuti Pilgub Jatim 2024.

Menariknya, ketiga calon gubernur tersebut berasal dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU), yang memicu kekhawatiran akan terpecahnya suara NU menjadi tiga kelompok.

Kini, ketiga pasangan calon tersebut harus bersaing ketat untuk memenangkan mayoritas suara NU di Jawa Timur.

Di antara mereka, sosok Khofifah Indar Parawansa, yang juga merupakan Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat NU, menjadi yang paling menonjol.

Selain Khofifah, ada juga Luluk Nur Hamidah yang mendapat dukungan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), serta Tri Rismaharini, mantan Wali Kota Surabaya yang memiliki pengaruh kuat di kalangan Nahdliyin.

Menurut Kacung Marijan, Pengamat Politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, persaingan untuk memperebutkan suara pemilih Islam pada Pilgub Jatim 2024 diperkirakan akan sangat ketat.

“Bukan hanya suara NU yang harus diraih, tetapi juga suara dari Muhammadiyah, yang memiliki pengaruh signifikan di Jawa Timur,” kata Kacung yang juga menjabat sebagai wakil rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Selasa (3/9/2024) dikutip dari BERITASATU.COM jaringan IDPOST.CO.ID.

Ia menyebut sulit untuk memprediksi ke mana mayoritas dukungan NU akan mengalir dalam Pilkada Jatim 2024. Kacung menekankan pentingnya program yang jelas dan kemampuan para calon untuk meraih hati warga NU dan Muhammadiyah.

“Kini, tinggal bagaimana para paslon merumuskan program yang dapat menarik dukungan dari warga NU maupun Muhammadiyah,” pungkasnya.

Hasil Tes Kesehatan: Pasangan Ibin dan Elim Layak Jadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar

IDPOST.CO.ID – Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Syauqul Muhibbin alias Mas Ibin dan Elim Tyu Samba diyatakan mampu bekerja sebagai Wali Kota Blitar.

Hal tersebut bedasarkan hasil tes kesehatan di RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Malang yang dilaksanakan tanggal 30-31 Agustus 2024.

Hasilnya, pasangan Ibin dan Elim dinyatakan secara jasmani dan rohani, memenuhi syarat dan tidak terindikasi narkoba.

“Hasil pemeriksaan kesehatan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Blitar baru kami terima hari ini,” kata Ketua KPU Kota Blitar Rangga Bisma Aditya, Selasa 3 September 2024.

Rangga mengatakan kalau pelaksanaan tes kesehatan di RSSA sudah berjalan sesuai prosedur dan regulasi.

“Dalam tes kesehatan tersebut, semua paslon didampingi masing-masing oleh Tim Kesehatan dari Dinkes Kota Blitar untuk menjamin semua proses di RSSA berjalan sesuai prosedur dan regulasi,” katanya.

Selain itu ia juga mengatakan kalau dari pemeriksaan kesehatan selama dua hari di dapatkan hasil yaitu kedua bakal pasangan calon dinyatakan Mampu .

“Kedua bakal pasangan calon dinyatakan mampu secara jasmani dan rohani, memenuhi syarat dan tidak terindikasi narkoba,” ucapnya.

Ketua Tim Pemenangan Rini-Ghoni: Oknum Kader di Blitar Tak Patuh, Pertanda Kader Karbitan

IDPOST.CO.ID – M Rifai, Ketua tim pemenangan pasangan Rini Syarifah dan Abdul Ghoni menyayangkan adanya kader partai yang tidak patuh kepada keputusan partai.

Rifai menyebut kalau membelotnya salah satu oknum kader dari Partai Gerindra Blitar tersebut pertanda kalau kader itu merupakan seoarang kader karbitan.

“Kalau ada kader partai gak taat dan gak tunduk dengan keputusan partai, ini pertanda kalau ia merupakan kader karbitan dan gak ngerti cara berorganisasi,” ucapnya.

Selain itu, Rifai juga menilai apa yang dilakukan oleh oknum tersebut tidak mencerminkan sebagai kader yang baik.

“Itu bukan cerminan kader. Sebagai kader seharusnya tegak lurus dengan keputusan DPP. Masak baper,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua DPC Gerindra Kabupaten Blitar Verdian Reza Alvisa siap menangkan pasangan Rini Syarifah dan Abdul Ghoni di Pilkada Kabupaten Blitar.

Alvis menegaskan pihaknya dan semua kader harus mentaati keputusan dari pusat.

“Rekom tersebut merupakan keputusan dari pusat. Sehingga semua kader wajib untuk mentaati rekom tersebut termasuk saya,” tuturnya.

Selain itu ia juga menegaskan mendukung calon lain bukan berarti tidak mampu mengusung calon sendiri.

“Mendukung itu tidak berarti kita tak mampu mengusung calon sendiri,” tuturnya.

“Memang arahan dan rekom yang sudah ditandatangani presiden terpilih itu ke Mak Rini dan Abdul Ghoni,” lanjutnya.

Oknum Kader Gerindra Blitar Membelot, Ketua Pemenangan Rini-Ghoni: Bukan Cerminan Kader Sejati

IDPOST.CO.ID – Ketua pemenangan pasangan Rini Syarifah dan Abdul Ghoni, M Rifai ingin koalisi pendukung solid.

Hal tersebut menyikapi tentang membelotnya Salah satu oknum kader dari Partai Gerindra.

Rifai menilai apa yang dilakukan oleh oknum tersebut tidak mencerminkan sebagai kader yang baik.

“Itu bukan cerminan kader. Sebagai kader seharusnya tegak lurus dengan keputusan DPP. Masak baper,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua DPC Gerindra Kabupaten Blitar Verdian Reza Alvisa siap menangkan pasangan Rini Syarifah dan Abdul Ghoni di Pilkada Kabupaten Blitar.

Alvis menegaskan pihaknya dan semua kader harus mentaati keputusan dari pusat.

“Rekom tersebut merupakan keputusan dari pusat. Sehingga semua kader wajib untuk mentaati rekom tersebut termasuk saya,” tuturnya.

Selain itu ia juga menegaskan mendukung calon lain bukan berarti tidak mampu mengusung calon sendiri.

“Mendukung itu tidak berarti kita tak mampu mengusung calon sendiri,” tuturnya.

“Memang arahan dan rekom yang sudah ditandatangani presiden terpilih itu ke Mak Rini dan Abdul Ghoni,” lanjutnya.

Gerindra Blitar Pilih yang Pasti Menang, Dukung Rini Syarifah-Abdul Ghoni

IDPOST.CO.ID – Ketua DPC Gerindra Kabupaten Blitar Verdian Reza Alvisa siap menangkan pasangan Rini Syarifah dan Abdul Ghoni di Pilkada Kabupaten Blitar.

Menurut Alvis, Mak Rini-Abdul Ghoni dinilai memiliki peluang menang yang lebih besar dari pasangan calon lain.

Hal tersebut disampaikan Alvis menyikapi adanya kader yang membelot dengan keputusan DPP Gerindra.

“Kita pilih yang sudah pasti menang, ini pilihan dari pusat,” katanya.

Alvis menegaskan pihaknya dan semua kader harus mentaati keputusan dari pusat.

“Rekom tersebut merupakan keputusan dari pusat. Sehingga semua kader wajib untuk mentaati rekom tersebut termasuk saya,” tuturnya.

Selain itu ia juga menegaskan mendukung calon lain bukan berarti tidak mampu mengusung calon sendiri.

“Mendukung itu tidak berarti kita tak mampu mengusung calon sendiri,” tuturnya.

“Memang arahan dan rekom yang sudah ditandatangani presiden terpilih itu ke Mak Rini dan Abdul Ghoni,” lanjutnya.

Jelang Pilkada 2024, Pemkab Sampang Gelar Apel Bersama Tentang Netralitas ASN

IDPOST.CO.ID – Jelang pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024, Pemerintah Kabupaten Sampang menggelar apel bersama dan ikrar netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Sampang, Senin (2/9/2024).

Apel bersama dan ikrar netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) ini, dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiyawan, dan diiringi oleh staf ahli Bupati, asisten Sekretaris Daerah, semua kepala OPD, camat dan lurah.

Selain itu, nampak hadir juga anggota Bawaslu Kabupaten Sampang, semua kepala puskesmas, anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan semua Pj Kepala Desa se Kabupaten Sampang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiyawan dalam sambutannya menyampaikan, tentang netralitas ASN dalam menghadapi Pilkada. Menurutnya, ASN merupakan pelayan masyarakat maka harus menjaga profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas. 

“ASN harus menjaga netralitasnya dan tidak boleh menunjukkan dukungan dalam bentuk apapun pada salah satu pasangan calon. Kita adalah pelayan masyarakat, bukan pendukung salah satu kandidat,” ucapnya.

Yuliadi kemudian juga menegaskan, netralitas ASN merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga demokrasi yang sehat dan adil. 

“Jika ASN berpihak, maka kepercayaan publik terhadap pemerintahan akan runtuh. Kita harus memastikan seluruh proses pemilihan berjalan dengan jujur dan adil, tanpa ada intervensi dari pihak manapun,” ujarnya.

Sekda juga mengingatkan pada ASN yang melanggar tentang netralitas ASN, ia tidak segan-segan akan memberikan sanksi tegas, baik sanksi administrasi maupun pidana, terutama setelah penetapan calon dalam Pilkada. 

“Tidak ada toleransi bagi ASN yang melanggar netralitas. Ini adalah komitmen kita bersama untuk menjaga integritas pemilu dan kepercayaan masyarakat,” ungkapnya.

Untuk mengawasi netralitas ASN, ia mengaku sudah membentuk kelompok kerja pengawasan yang terdiri dari Bawaslu Kabupaten Sampang, Inspektorat Daerah Kabupaten Sampang, Bakesbangpol Kabupaten Sampang, dan BKPSDM Kabupaten Sampang. 

“Dengan adanya pengawasan ketat ini, kita berharap seluruh ASN dapat menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab tanpa tergoda untuk berpihak,” pungkasnya.

Kemudian setelah itu, ia melanjutkan dengan pembacaan ikrar netralitas ASN yang diikuti secara serentak oleh peserta apel. Dalam ikrar tersebut menegaskan komitmen ASN untuk menjaga prinsip-prinsip netralitas, menghindari konflik kepentingan, dan menggunakan media sosial secara bijak

Inginkan Perubahan, Warga Kelurahan Banyuanyar Sampang Deklarasi Kampung Mandat

IDPOST.CO.ID – Warga Kampung Kelurahan Banyuanyar, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mendeklarasikan diri sebagai Kampung Mandat (KH. Muhammad Bin Mu’afi dan H. Abdullah Hidayat).

Setelah resmi mendaftarkan diri ke KPU Kab. Sampang beberapa hari yang lalu, kini pendukung KH. Muhammad Bin Muafi dan H. Abdullah Hidayat mulai bermunculan di wilayah Kelurahan, Kabupaten Sampang.

Salah satu Kelurahan yang mendukung dan yang mulai deklarasi yakni warga Kelurahan Banyuanyar. Deklarasi itu dilakukan setelah resepsi perayaan HUT kemerdekaan Republik Indonesia.

Koordinator Kelurahan Banyuanyar Kemenangan Mandat, Hasan Jailani menyatakan, Deklarasi ini dilakukan atas permintaan warga sendiri untuk memenangkan KH. Muhammad Bin Mu’afi dan H. Abdullah Hidayat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024.

“Deklarasi ini karena solidaritas dan permintaan warga Kelurahan Banyuanyar untuk memenangkan Kiyai Mamak dan H. Ab di Pilkada serentak. Mereka menginginkan perubahan di Kabupaten Sampang,” ucapnya pada Sabtu malam (31/08/2024).

Hal senada juga disampaikan aktivis senior asal Kelurahan Banyuanyar, Mahrus Ali menyatakan, ikut mensupport warga Kelurahan Banyuanyar yang telah deklarasi kemenangan Mandat.

Menurutnya, deklarasi itu sebagai bukti kalau demokrasi di Kabupaten Sampang itu hidup. Dalam pilkada nanti warga perlu terlibat secara langsung untuk menentukan pilihannya sesuai dengan hati nuraninya.

“Deklarasi ini bagian dari ekspresi warga dalam memenangkan calon yang dijagokan, dan ini bisa dicontoh oleh keluarahan yang lain,” tandasnya.