Samsung Galaxy S25 FE Hadir, Flagship AI Terjangkau untuk Gen Z & Milenial

IDPOST.ID – Samsung punya jurus jitu untuk menjangkau pasar yang lebih luas, khususnya kalangan muda Indonesia, dengan meluncurkan Galaxy S25 FE.

Ponsel ini diposisikan sebagai “pintu masuk” baru untuk merasakan pengalaman Galaxy AI tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

Strategi ini diungkap langsung oleh Presiden dan CEO Samsung Electronics Asia Tenggara dan Oseania, Chang-up Kim.

Menurutnya, S25 FE sengaja dibuat untuk segmen muda yang menginginkan performa flagship dengan nilai yang lebih “worth-it” atau terjangkau.

“Kami menargetkan Gen Z dan Milenial di Indonesia, yang notabene digital native dan sangat aktif di media sosial serta pembuatan konten. Galaxy S25 FE adalah jawabannya,” tegas Kim, seperti dikutip IDPost.id, Senin (30/9/2024).

Beda Posisi, Beda Sasaran

Kim menjelaskan, setiap varian di keluarga Galaxy S25 punya target pasar sendiri. Galaxy S25 dan S25 Ultra ditujukan bagi pemburu inovasi tertinggi. Sementara, Galaxy S25 FE hadir untuk pengguna yang ingin merasakan inti dari performa flagship dengan harga yang lebih bersahabat.

“Galaxy S25 FE menjadi pintu masuk baru ke pengalaman Galaxy AI terkini, menghadirkan performa bertenaga dan fitur setara flagship,” jelas Kim.

Popularitas Teknologi Text-to-Speech yang Terus Tumbuh di E-Reader

IDPOST.CO.ID – Teknologi text-to-speech di e-reader bukan sekadar fitur tambahan. Ia telah mengubah bagaimana orang menikmati bacaan. Sekarang banyak yang memilih mendengarkan cerita sambil berjalan santai di taman atau memasak di dapur.

Suara yang mengalir lancar menggantikan mata yang lelah menatap layar terlalu lama. Itu bukan kemunduran dalam kebiasaan membaca melainkan adaptasi terhadap gaya hidup yang bergerak cepat.

Dulu membaca artinya duduk diam dengan buku di tangan. Kini cukup menekan satu tombol lalu membiarkan suara buatan membacakan “Bumi Manusia” atau “Sang Pemimpi” dengan intonasi yang tak kalah dari narator profesional.

Perkembangan ini bukan hal sepele. Ia menjembatani batas antara membaca dan mendengarkan. Menjadikan literasi lebih lentur tanpa mengurangi maknanya.

Siapa Saja yang Paling Terbantu

Bukan hanya mereka yang punya gangguan penglihatan yang merasakan manfaat besar dari text-to-speech. Banyak orang tua yang mulai kesulitan membaca huruf kecil pun beralih ke mode suara. Pelajar pun demikian. Mereka bisa menyimak buku pelajaran sambil naik angkutan umum. Waktu tidak lagi jadi hambatan. Bacaan tetap bisa dinikmati meski mata sibuk dengan hal lain.

Bahkan pekerja yang punya jadwal padat kini terbiasa mendengarkan buku selama perjalanan atau saat mengisi waktu luang. Beberapa keluarga juga memanfaatkannya untuk mengenalkan cerita kepada anak-anak. Dalam satu rumah bisa terdengar lantunan “Petualangan Sherina” dari e-reader di ruang tamu saat malam tiba.

Teknologi ini berkembang bukan tanpa alasan. Selain praktis ia juga inklusif. Tidak semua orang mampu atau punya waktu membaca teks panjang. Tapi hampir semua bisa mendengarkan. Dalam hal ini text-to-speech memberi akses yang lebih luas pada dunia literasi.

Fitur yang Meningkatkan Pengalaman Membaca

Perangkat e-reader sekarang tak lagi sekadar menampilkan huruf di layar. Mereka membawa fitur-fitur yang membuat pengalaman membaca menjadi lebih fleksibel dan ramah. Salah satu daya tarik utamanya adalah personalisasi suara dan kecepatan membaca. Namun bukan itu saja:

  1. Penyesuaian Suara dan Aksen

Pengguna bisa memilih jenis suara yang diinginkan bahkan dengan aksen dari wilayah tertentu. Ini membuat cerita terasa lebih hidup seperti didongengkan oleh seseorang dari lingkungan sendiri.

  1. Sinkronisasi Suara dan Teks

Teks tetap muncul di layar saat suara membacakan bagian yang sama. Ini membantu mereka yang sedang belajar bahasa atau ingin tetap melihat ejaan kata-kata sulit.

  1. Mode Malam dengan Audio

Ketika mata sudah lelah mode malam bisa diaktifkan sambil mendengarkan bacaan. Cahaya redup berpadu dengan suara yang tenang sangat cocok untuk menyudahi hari.

  1. Fitur Penghentian Otomatis

Pengguna bisa mengatur waktu agar pembacaan berhenti sendiri saat tertidur. Tidak perlu khawatir kehilangan bagian penting karena suara tidak terus melaju sampai pagi.

Meningkatnya penggunaan fitur-fitur ini menunjukkan bahwa text-to-speech bukan tren singkat. Ia menjawab kebutuhan nyata dari pembaca masa kini. Dalam situasi tertentu bahkan menjadi satu-satunya cara seseorang bisa mengakses pengetahuan dari bacaan.

Akses Lebih Luas Lewat Perpustakaan Digital

Salah satu pendorong utama pertumbuhan text-to-speech adalah munculnya perpustakaan daring yang menyediakan ribuan judul secara bebas. Mengandalkan Z-lib bersama dengan Anna’s Archive dan Library Genesis menjadi strategi banyak pembaca yang ingin menjelajahi koleksi buku tanpa batas. Lewat platform semacam ini banyak yang menemukan kembali minat baca yang dulu sempat hilang.

Dalam ekosistem yang terus berkembang ini text-to-speech memperkaya cara orang berinteraksi dengan teks. Ia bukan pesaing dari buku cetak. Ia hanya bentuk lain dari kehadiran cerita. Ada saatnya membaca terasa berat dan suara menjadi jembatan yang menyambungkan kembali pembaca dengan isi buku. Saat itulah teknologi berhenti jadi alat dan mulai menjadi teman.

Redmi Note 14 5G: Ponsel Terjangkau dengan Performa Snapdragon 7s Gen 3

IDPOST.CO.IDXiaomi baru saja meluncurkan seri terbaru mereka, Redmi Note 14 5G, yang mengusung berbagai pembaruan signifikan dibandingkan pendahulunya.

Ditenagai oleh prosesor Qualcomm Snapdragon 7s Gen 3, perangkat ini menawarkan kinerja lebih cepat dan responsif, menjadikannya pilihan menarik bagi pengguna yang membutuhkan smartphone dengan performa tinggi.

Dilengkapi dengan layar AMOLED 6,67 inci yang mendukung refresh rate 120Hz, Redmi Note 14 5G menghadirkan tampilan visual yang jernih dan mulus, ideal untuk menonton video, bermain game, atau sekadar browsing.

Layar ini juga memberikan akurasi warna yang lebih baik, menghadirkan pengalaman multimedia yang memuaskan.

Sektor fotografi juga menjadi salah satu fokus utama pada Redmi Note 14 5G. Dilengkapi dengan kamera utama 50MP yang sudah dilengkapi dengan Optical Image Stabilization (OIS), smartphone ini menjanjikan hasil foto dan video yang stabil meskipun dalam kondisi cahaya yang kurang ideal.

Kamera ini juga mampu merekam video dengan kualitas 1080p pada 30fps, memberikan kualitas video yang cukup baik untuk kebutuhan sehari-hari.

Dari segi performa, Redmi Note 14 5G mampu menghadirkan pengalaman penggunaan yang optimal. Berkat prosesor Qualcomm Snapdragon 7s Gen 3 dan dukungan baterai berkapasitas besar, perangkat ini mampu bertahan sepanjang hari dengan penggunaan moderat, memberikan kenyamanan tanpa khawatir kehabisan daya.

Untuk harga, Redmi Note 14 5G hadir dalam beberapa varian penyimpanan, mulai dari 6GB/128GB hingga 12GB/512GB.

Harga dan ketersediaannya bervariasi tergantung wilayah dan varian yang dipilih.

Peminat dapat memperoleh informasi lebih lanjut melalui situs resmi Xiaomi atau pengecer resmi di wilayah mereka.

Dengan kombinasi performa mumpuni, desain modern, dan fitur canggih, Redmi Note 14 5G menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang mencari smartphone berkualitas dengan harga terjangkau.

PIJP Gelar Raker dan Media Gathering, Momentum Berharga Menuju Jogja

Pamekasan – Peguyuban Insan Jurnalis Pamekasan (PIJP) mengadakan Rapat Kerja (Raker) sekaligus Media Gathering di Pendopo Agung Ronggosukowati, Minggu (5/1/2025). Kegiatan ini menjadi ajang refleksi dan perencanaan kerja untuk memperkuat peran jurnalis dalam pembangunan daerah.

Acara tersebut dibuka dengan pelepasan simbolis keberangkatan rombongan menuju Yogyakarta oleh Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan, Achmad Faisol, yang mewakili Pj Bupati Pamekasan, Masrukin.

Dalam sambutannya, Faisol menyampaikan pesan dari Pj Bupati yang menekankan pentingnya profesionalisme media dalam menyajikan informasi. “Media berperan besar sebagai pilar keempat demokrasi. Penyampaian informasi yang edukatif dan konstruktif sangat diperlukan untuk mendorong kemajuan daerah,” ujar Faisol.

Kegiatan ini juga dirangkai dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 PIJP, ditandai dengan pemotongan kue oleh Ketua Harian PIJP, Sujak Lukman. Selain itu, santunan kepada anak yatim turut mewarnai momen penuh kebersamaan tersebut.

Ketua Panitia Raker dan Media Gathering, Muhri Andika, menjelaskan bahwa agenda raker akan berlangsung pada 6-8 Januari 2025 di Yogyakarta. Ia berharap kegiatan ini menghasilkan rencana kerja strategis untuk mendukung pembangunan Kabupaten Pamekasan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya Pemkab Pamekasan, atas dukungan yang diberikan. Semoga hasil kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat,” ucap Muhri.

Acara yang berlangsung khidmat dan penuh antusiasme ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk anggota PIJP, Polres Pamekasan, Kodim Pamekasan, Kepala Dinas Kominfo, serta sejumlah undangan lainnya.

Momentum ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi PIJP dalam menjalankan program-programnya untuk tahun mendatang.

Edukasi Literasi Digital: Langkah Nyata Relawan TIK dan HMP UA di Sumenep

IDPOST.CO.ID – Menyongsong era digital yang kian berkembang, literasi teknologi menjadi kebutuhan mendasar bagi generasi muda. Merespons kebutuhan ini, HMP Ilmu Komunikasi Universitas Annuqayah (UA) bekerja sama dengan Relawan TIK Kabupaten Sumenep dan OSIS Madrasah Ar Risalah mengadakan kegiatan Gerakan Literasi Digital pada Kamis, 26 Desember 2024. Acara ini berlangsung di Auditorium SMK Ar Risalah Bataal Barat, Ganding, dan dihadiri oleh puluhan siswa SMP dan SMK.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber inspiratif, termasuk Ketua HMP Ilmu Komunikasi UA, Kak Abbadi, dan Ketua Relawan TIK Kabupaten Sumenep, Bapak Miftahol Anwar, M.I.Kom., yang juga merupakan pengasuh Pesantren Mahakarya Anak Bangsa. Turut hadir pula Kepala SMP Ar Risalah, Bapak Nasihul Umam, S.Ud., yang memberikan sambutan hangat atas terselenggaranya acara ini.

Dalam sesi pertama, Kak Abbadi memberikan wawasan mengenai dampak media sosial dan internet dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak para siswa untuk bijak menggunakan teknologi, terutama dalam menghindari hoaks, konten negatif, dan cyberbullying.

“Media sosial adalah alat yang sangat kuat. Jika digunakan dengan benar, ia bisa membantu kalian belajar, berkarya, bahkan menciptakan peluang usaha,” ujar Kak Abbadi.

Sesi kedua yang dipandu oleh Bapak Miftahol Anwar lebih menyoroti potensi internet sebagai media pengembangan diri. Ia mengajak para siswa untuk melihat peluang digital, seperti membangun karier melalui platform online, namun tetap waspada terhadap risiko yang ada.

“Media sosial bisa menjadi peluang besar, tetapi juga membawa tantangan. Penting untuk memiliki keterampilan literasi digital agar kalian dapat memanfaatkan peluang tersebut dan menghindari jebakan negatif,” tegasnya.

Kepala SMP Ar Risalah, Bapak Nasihul Umam, memberikan apresiasi tinggi atas kegiatan ini. Ia menyebut program ini sangat relevan dalam membekali siswa menghadapi tantangan era digital.

“Kami sangat berterima kasih kepada Relawan TIK Sumenep dan HMP Ilmu Komunikasi UA atas inisiatif mereka. Kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi siswa kami,” ucapnya.

Antusiasme siswa terlihat jelas, terutama dalam sesi tanya jawab yang dipenuhi berbagai pertanyaan menarik seputar penggunaan internet untuk pembelajaran dan kreativitas. Banyak siswa mengaku mendapatkan wawasan baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan mereka.

Gerakan Literasi Digital ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara akademisi, komunitas, dan sekolah dalam menciptakan generasi muda yang cerdas dan tangguh secara digital. Relawan TIK Kabupaten Sumenep dan HMP Ilmu Komunikasi UA berencana melanjutkan kegiatan serupa di berbagai sekolah di wilayah Sumenep, menjadikan edukasi literasi digital sebagai program berkelanjutan.

Optimalkan Konten Anda: Panduan Resolusi dan Dimensi Instagram Story

IDPOST.CO.IDInstagram Story saat ini menjadi metode populer untuk berbagi momen, tetapi banyak pengguna mengalami masalah dengan kualitas gambar dan video yang menurun. Penurunan kualitas ini membuat konten terlihat kurang tajam.

Salah satu alasan utama di balik penurunan kualitas Instagram Story adalah kompresi berat yang diterapkan oleh platform tersebut.

Instagram mengutamakan kecepatan dan efisiensi penggunaan data, terutama ketika pengguna melihat Story di perangkat seluler.

Algoritma kompresi yang agresif digunakan untuk memastikan pemuatan yang cepat dan pemutaran yang lancar, namun ini dapat mengurangi kualitas gambar dan video.

Keterbatasan resolusi juga berkontribusi pada rendahnya kualitas Instagram Story.

Platform ini memiliki pengaturan resolusi yang telah ditentukan, dan ketika pengguna mengunggah konten beresolusi tinggi, ukurannya mungkin diperkecil agar sesuai dengan pengaturan ini, menyebabkan penurunan kualitas.

Untuk mengoptimalkan konten Story, disarankan untuk menyesuaikan gambar dan video dengan dimensi dan resolusi yang direkomendasikan oleh Instagram.

Kualitas asli konten yang diunggah memainkan peran penting dalam hasil akhir, dan memulai dengan gambar atau video berkualitas rendah akan lebih terpengaruh oleh kompresi Instagram.

Meskipun kompresi Instagram tidak dapat sepenuhnya dihilangkan, beberapa pengguna telah menemukan solusi.

Aplikasi Instagram yang dimodifikasi memungkinkan nonaktifkan kompresi saat mengunggah Story, memungkinkan kualitas yang lebih baik.

Selain itu, memilih perangkat premium seperti Apple atau Google Pixel dapat menghasilkan pengalaman menonton yang lebih baik dengan sedikit masalah penurunan kualitas selama proses pengunggahan.

Meskipun masalah kualitas Story rendah mungkin masih ada, strategi ini dapat membantu meningkatkan kualitas Instagram Story dan memberikan pengalaman yang lebih memuaskan bagi pengguna.

Instagram Story terus menjadi bagian integral dari platform ini, memungkinkan pengguna untuk berbagi momen melalui video pendek.

Tren PHK di Industri Teknologi: Meta, Amazon, dan Google Terlibat dalam Pemecatan Massal

IDPOST.CO.ID – Perusahaan Meta, induk Facebook, dilaporkan kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), kali ini terjadi di Instagram.

PHK ini berdampak pada 60 manajer program teknis (Technical Program Manager atau TPM), yang posisinya tidak lagi dibutuhkan oleh perusahaan.

Pekerja di Instagram diberi kesempatan untuk melamar dan melakukan wawancara ulang untuk menjadi manajer program, dengan masa kerja yang akan berakhir pada bulan Maret 2024 bagi yang tidak terpilih.

Keputusan PHK Meta ini terjadi di tengah badai pemutusan hubungan kerja yang melanda perusahaan teknologi lainnya.

Amazon baru-baru ini memecat 500 karyawan di platform live streaming Twitch, sementara Google melakukan PHK terhadap 1.000 pekerja di divisi augmented reality (AR).

Langkah-langkah ini diumumkan sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk memprioritaskan investasi dan kesuksesan jangka panjang.

AI vs Manusia: Google Melangkah Maju dengan Pemutusan Hubungan Kerja Massal

IDPOST.CO.IDGoogle berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal dengan para karyawan dan menggantikannya dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Pergeseran ini menandakan dorongan terhadap implementasi teknologi yang menggantikan peran pekerja manusia.

Perubahan signifikan dalam tenaga kerja dimulai pada awal 2022, ketika Google meluncurkan kampanye era baru AI.

Divisi iklan menjadi salah satu fokus utama, di mana kecerdasan buatan digunakan dalam fitur Performa Maksimal untuk menghasilkan iklan yang lebih inovatif dan responsif terhadap tren pasar.

Fitur tersebut, yang dapat merubah iklan berdasarkan rasio klik-tayang, meminimalkan kebutuhan akan karyawan manusia dalam penjualan iklan layanan khusus Google.

Informasi dari The Information menyebutkan bahwa hampir setengah dari 30.000 karyawan di divisi periklanan Google sebelumnya bertanggung jawab atas pekerjaan ini.

Dorongan menuju otomatisasi dengan kecerdasan buatan terlihat sebagai upaya untuk meningkatkan margin keuntungan dengan mengurangi biaya operasional, terutama karena iklan berperan besar dalam pendapatan Google.

Tidak hanya Google, perusahaan lain seperti IBM dan media Axel Springer di Jerman juga melibatkan AI untuk menggantikan beberapa pekerjaan manusia.

CEO Dukaan, platform e-commerce India, bahkan menyatakan kesiapannya untuk menggantikan seluruh tim layanan pelanggan dengan bot AI, mengklaim bahwa ini lebih efisien dan ekonomis.

Dengan tren ini, sektor industri global menghadapi tantangan untuk mengakomodasi perubahan yang cepat dalam dunia kerja yang didorong oleh kecerdasan buatan.

Studi McKinsey Global Institute bahkan menunjukkan bahwa perkembangan ini bisa lebih cepat daripada perkiraan yang ada.

Goldman Sachs menemukan bahwa sekitar 300 juta lapangan pekerjaan memiliki potensi untuk digantikan oleh kecerdasan buatan, menciptakan paradigma baru di dunia kerja global.