Airlangga Hartarto: Pagar Laut Misterius Bukan Bagian dari Proyek Giant Sea Wall

IDPOST.CO.IDMenteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan bahwa pagar laut misterius yang ditemukan di perairan Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Bekasi tidak terkait dengan proyek tanggul laut raksasa atau giant sea wall (GSW).

“Bukan, bukan,” tegas Airlangga saat ditanya wartawan di Jakarta, Kamis (16/1/2025), mengenai keterkaitan pagar laut tersebut dengan rencana pembangunan giant sea wall.

Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah saat ini masih menyusun konsep untuk proyek giant sea wall. Nantinya, perkembangan proyek ini akan terus dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Giant sea wall kita sedang siapkan konsepnya, nanti tentu akan dilaporkan ke Bapak Presiden,” ujar Airlangga.

Proyek giant sea wall direncanakan membentang di sepanjang pesisir utara Laut Jawa dengan menerapkan konsep private public partnership (PPP).

Melalui skema ini, pemerintah akan bermitra dengan pihak swasta untuk menyediakan layanan publik.

Namun, Airlangga menyebut bahwa hingga saat ini pemerintah belum dapat memastikan siapa saja investor yang akan terlibat dalam proyek ambisius tersebut.

“Kita akan sosialisasi nanti, (investor) baik dari dalam maupun luar negeri,” ungkapnya.

Sementara itu, kemunculan pagar laut di perairan Kabupaten Tangerang dan Bekasi telah menjadi sorotan publik.

Pagar bambu sepanjang 30,16 kilometer ditemukan terbentang di perairan Kabupaten Tangerang, mulai dari Desa Muncung hingga Desa Pakuhaji.

Hal ini diungkap oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Banten setelah investigasi yang dilakukan sejak Agustus 2024.

Selain di Tangerang, pagar laut sepanjang 8 kilometer juga ditemukan di perairan Kampung Paljaya, Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.

Pembangunan pagar laut ini dianggap melanggar Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 yang menyatakan bahwa air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya harus dikuasai oleh negara dan digunakan untuk kesejahteraan rakyat.

Yusril Ihza Mahendra, Solusi Tepat sebagai Jalan Tengah untuk Masa Depan Indonesia

IDPOST.CO.ID – Pemilihan Presiden 2024 semakin dekat, dan pertanyaan penting adalah, siapa yang akan menjadi pendamping Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden dari Koalisi Indonesia Maju (IM)? Banyak nama muncul, tetapi satu nama yang patut dipertimbangkan adalah Prof. Yusril Ihza Mahendra dari Partai Bulan Bintang (PBB).

Koalisi IM, yang saat ini dipimpin oleh Prabowo Subianto, telah berhasil mengamankan dukungan mayoritas dari berbagai partai politik peserta Pemilu 2024. Dalam koalisi ini, terdiri dari Gerindra, PBB, PAN, Golkar, Gelora, dan Demokrat, dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) juga berpotensi untuk segera bergabung. Dengan dukungan ini, kekuatan elektoral Prabowo dan infrastruktur mendekati kesempurnaan.

Namun, tantangan terbesar yang dihadapi Prabowo saat ini adalah memilih calon wakil presiden yang akan mendampinginya. Pertanyaan muncul, apakah dari internal koalisi atau di luar partai. Beberapa nama potensial telah mencuat, termasuk Airlangga Hartarto (Golkar), Erick Tohir (PAN), dan Yusril Ihza Mahendra (PBB). Namun, dari semua opsi ini, Yusril Ihza Mahendra muncul sebagai jalan tengah yang menjanjikan.

Yusril Ihza Mahendra, seorang negarawan, intelektual, dan politisi berpengalaman, pernah tiga kali menjabat sebagai menteri strategis di bawah tiga presiden yang berbeda. Kiprahnya sebagai pemimpin partai non-parlemen, PBB, memberikan nuansa keunikan pada dinamika politik Indonesia. Yusril dikenal sebagai tokoh penting dalam sejarah Indonesia kontemporer meskipun partainya relatif kecil dibandingkan dengan partai-partai besar.

Selain itu, Yusril adalah sosok yang merepresentasikan daerah-daerah luar Jawa, menambah dimensi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang majemuk. Sebagai seorang politisi Islam moderat, dia diterima oleh berbagai golongan, mencerminkan inklusivitas yang penting dalam politik Indonesia saat ini. Pengalamannya di tingkat internasional juga menambah bobot kepemimpinan yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan global.

Dengan memilih Yusril sebagai bakal calon wakil presiden, Koalisi IM dapat membagi posisi Menteri Koordinator (Menko) secara merata kepada Golkar, PAN, dan Demokrat, memudahkan kompromi dalam mengatur posisi menteri-menteri. Keahlian Yusril dalam menengahi konflik internal juga akan membantu mengurangi potensi ketegangan di antara partai-partai koalisi.

Yusril Ihza Mahendra adalah pilihan bijak sebagai bakal calon wakil presiden yang menawarkan keselarasan, pengalaman, dan kepemimpinan yang dibutuhkan untuk membawa Indonesia ke masa depan yang lebih baik. Pilihannya sebagai pasangan Prabowo Subianto dapat memperkuat Koalisi IM dan mempengaruhi masyarakat Indonesia untuk melihatnya sebagai solusi tepat yang menyatukan berbagai kepentingan.

Kejagung Pangil Airlangga Hartarto Terkait Kasus Korupsi Ekspor Minyak Sawit

IDPOST.CO.ID – Petinggi partai Golkar Airlangga Hartarto yang juga sebagai Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian di panggil Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

Airlangga Hartarto dikabarkan dipanggil Kejagung karena dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO).

Dikutip dari suara.com jaringan idpost.id pemangilan petinggi partai Golkar tersebut dibenarkan Kapuspen Kejagung Ketut Sumendana.

Menurut informasi, Airlangga Hartarto dikabarkan dipanggil Kejagung pada Selasa 18 Juli 2023 nanti sore,

“Benar ada pemeriksaan. Ada pemanggilan (Airlangga),” kata Ketut.

Ketut mengatakan kalau Airlangga Hartarto dijadwalkan untuk menemui penyidik pukul 09.00 WIB.

Namun lanjutnya, petinggi partai Golkar tersebut baru berkenan memenuhi pangilan penyidik pukul 16.00 WIB.

“Kita lihat saja. Benar perkara CPO rencana menurut informasi beliau bisa hadir jam 16.00 WIB,” katanya.

Diketahui, pada 15 Juni 2023, Kejaksaan Agung menetapkan tiga perusahaan: Wilmar Grup, Permata Hijau Grup, dan Musim Mas Grup, sebagai tersangka korupsi dalam kasus ini.

Penetapan tersangka dilakukan setelah Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memvonis lima orang terdakwa dengan hukuman 5-8 tahun.

Akan Umumkan Duet Prabowo-Cak Imin, Muhaimin Iskandnar: Airlangga Jadi Ketua Pemenangan

IDPOST.CO.ID – Koalisi tiga partai antara PKB, Gerinda dan Golkar segera diumumkan.

Hal tersebut disampaikan, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar saat di kediaman Hamzah Haz di Matraman, Jakarta Timur, Kamis 11 Mei 2023.

Selain itu Cak Imin menyebut pihaknya merasa senang apabila Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Airlangga Hartarto menjadi ketua tim pemenangan duet Prabowo-Cak Imin.

Cak Imin juga ingin kekuatan yang dimiliki PKB, Gerinda, dan Golkar menyatu menjadi satu.

“Iya tentu sepakat Airlangga jadi ketua tim pemenangan, kita ingin tiga kekuatan ini menyatu Gerindra, PKB, Golkar,” katanya.

“Dan untuk kualisi nanti kita umumkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Cak Imin menjelaskan selama ini cuma Gerindra dan PKB yang telah sah mengatakan kerja sama.

Gagasan tergabungnya Golkar dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) tinggal menanti waktu.

“Sampai hari ini yang paling final yang PKB-Gerindra nach sewaktu-waktu lagi susul Golkar. Tunggu tanggal Pak Airlangga,” sebut Cak Imin.

Awalnya, PKB masih tetap mengharap Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai pengiring Prabowo Subianto.

Kemauan ini pasti bertolak belakang dengan proposal Golkar yang mengusulkan Airlangga Hartarto sebagai calon wakil presiden.

Meski setuju mengangkat Prabowo sebagai calon presiden, di antara PKB dan Golkar masih memiliki ketidaksamaan masalah siapa sosok yang pas jadi calon wakil presiden Prabowo. Ditambah ke-2 Ketua umum itu sama-sama ngarep.

Ketua DPP PKB Faisol Riza malah mengharap, Ketua Umum Golkar Airlangga bisa jadi ketua tim pemenangan untuk pasangan calon Prabowo-Muhaimin.

“Iya tentu kan, kita suka kalau Pak Airlangga jadi ketua tim pemenangan,” kata Faisol di Pulau Dua, Jakarta Pusat, Rabu (10/5/2023).

Awalnya, Partai Golkar memastikan tetap stabil mengangkat Airlangga Hartarto sebagai capres 2024.

Penegasan ini menjawab kemauan PKB supaya Ketua Umum Golkar itu jadi ketua tim pemenangan dari duet Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar lewat konsolidasi besar.

“Kami Partai Golkar tetap stabil dengan amanat Partai Golkar di mana Pak Airlangga sebagai calon presiden,” kata Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Kamis (11/5/2023).

AHY Tak Percaya Diri, Demokrat dan Golkar Bisa Koalisi di Pilres 2024

IDPOST.CO.ID – Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertemu dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan ada kemungkinan kedua partai akan berkualisi di Pilpres 2024.

“Kalau ditanya, apakah kemudian bisa saling bergabung ya tadi, semua sangat mungkin kalau tujuannya baik dan bersama-sama kita ingin melakukan perubahan ingin melakukan perbaikan terhadap situasi negeri ini maka sangat-sangat diharapkan bersatunya elemen bangsa” kata AHY usai pertemuan di Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu 20 April 2023.

Dia menjelaskan, memang berpadu dengan komponen kemampuan politik jadi pangkalan untuk menghadapi beragam rintangan bangsa yang akan datang.

Berikutyang sebenarnya terus kita jadikan pangkalan atau fondasi dalam diskusi yang kita kerjakan dari hari ke hari ada beragam rumor yang kita sama punyai kebutuhan yang serupa tidak ada perbedaannya ada ketidaksamaan -perbedaan penyikapan rumor biasa, berikut sebenernya cantik nya demokrasi multi partai,” katanya.

Selanjutnya, faksinya mengharap supaya di depan tidak ada kembali pecahan di tengah-tengah warga. Ditambah dengan menabrakkan ideologi.

“Pak Airlangga benar sekali mengingati ke kita janganlah sampai Pemilu 2024 ini seakan ada hal atau keperluan yang sulit di antara anak negeri sendiri,” katanya.

“Barusan Pak SBY mengingat begitu nestapanya bangsa Indonesia sebelumnya pernah bertabrakan antara ideologi tidak sehat tapi juga berisiko dan banyak korbannya secara harfiah bukan politik tapi juga korbanjiwa, jangan sampai terjadi kembali pada sejarah politik bangsa kita atau tenggelam karena eksplorasi politik jati diri, itu pun tidak bisa,” tambahnya.

Dia menjelaskan, faksinya akan melawan bila ada beberapa pihak yang mencoba merusak persatuan negara Indonesia.

“Saya berpikir kita setuju di sana dan semua orang yang sadar menyukai negara kita akan menjawab hal yang sama,” kata AHY.