Argentina Terima Pembiayaan Militer Asing Sebesar 40 Juta Dolar dari Amerika Serikat

IDPOST.CO.IDAmerika Serikat umumkan alokasi Pembiayaan Militer Asing (FMF) sebesar $40 juta kepada Argentina untuk mendukung modernisasi sistem pertahanannya.

Pembiayaan ini merupakan pertama kalinya sejak tahun 2003 Argentina menerima dana FMF dari Amerika Serikat dan terjadi dalam kerangka perbaikan substansial dalam hubungan antara Amerika Serikat dan Argentina.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat, FMF akan mengizinkan Argentina memperoleh peralatan, menerima pelatihan dan mengakses layanan pertahanan dari Amerika Serikat, serta mendorong interoperabilitas dengan angkatan bersenjata AS.

Investasi ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas pertahanan Argentina dan mendorong kerja sama keamanan kedua negara.

Sebagai bagian dari modernisasi ini, Argentina akan mengakuisisi 24 jet tempur F-16 dari Denmark dan akan menempatkannya di antara kelompok negara terpilih yang mengoperasikan platform ini.

Dalam hal ini, FMF sebesar 40 juta dolar berupaya mendukung penggabungan sistem F-16 yang akan datang di Argentina, selain berupaya untuk mendukung dan mempertahankan wilayahnya secara efektif dan bekerja sama dengan mitra regional untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Amerika.

FMF adalah subsidi bantuan untuk negara-negara mitra Amerika Serikat yang memfasilitasi perolehan peralatan di negara tersebut, selain mempromosikan pelatihan dan layanan yang dapat diberikan oleh negara tersebut sebagai dukungan.

Keterlibatan TNI Dalam Menguasai Garis Pantai Maritim Argentina

IDPOST.CO.ID – Komando Gabungan Maritim telah melaksanakan operasi gabungan yang bertujuan untuk meningkatkan keamanan di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) hingga jarak 200 mil laut dari pantai Argentina.

Kegiatan ini melibatkan TNI Angkatan Laut dan Angkatan Udara Argentina dengan tujuan memperkuat pengawasan di wilayah perairan Argentina.

Dalam rangka patroli tersebut, sebuah kapal penangkap ikan yang berasal dari Tiongkok berhasil terdeteksi sekitar 12 mil laut di dalam ZEE.

Dikarenakan kurangnya kerja sama dari kapal yang mencurigakan tersebut, kapal tersebut kemudian diidentifikasi dan ditangani.

Operasi tersebut mencakup pengerahan sumber daya yang signifikan, termasuk korvet ARA “Espora” (P-41), kapal patroli ARA “Contralmirante Cordero” (P-54), dan helikopter Aerospatiale AS555 “Fennec”.

Kemudian ditambahkan pesawat angkut Hercules C-130H dari TNI AU Argentina yang di dalamnya terdapat Menteri Pertahanan, Kepala Staf Gabungan TNI. Brigadir Isaac, dan Panglima Angkatan Laut Argentina, Laksamana Muda Allievi.

Strategi yang diterapkan dalam operasi ini berbeda dari strategi tradisional, karena melibatkan pergerakan penjepit yang terkoordinasi dari pantai Argentina dan dari laut lepas, sehingga memungkinkan untuk menemukan kapal pelaku.

Pendekatan strategis ini penting untuk mengatasi situasi secara efektif dan menjamin keamanan di wilayah perairan Argentina.

Setelah kapal yang melanggar ditumpangi oleh personel yang menaiki dua kapal semi-kaku jenis RHIB (Rigid-Hulled Inflatable Boat), manuver yang berhasil dapat dilakukan di bawah pengawasan ketat helikopter Fennec dan kemudian C-130H Hercules.

Tindakan ini menunjukkan pentingnya memiliki unit patroli maritim dan mengerahkan helikopter untuk mendukung operasi unit permukaan.