Ketua PWI Bangkalan: PBNU dan PKB Saling Serang, Menggambarkan Orang Tua dan Anak Kandung Tak Akur

IDPOST.CO.ID – Hubungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kini sedang tidak baik-baik saja. Ketidak harmonisan keduanya bermula dari Muktamar NU pada 2021 lalu. Dimana KH. Said Aqil Siroj yang didukung oleh Muhaimin Iskandar harus menerima kekalahan dengan ketua PBNU sekarang, KH Yahya Cholil Staquf.

Buntut dari kejadian tersebut pada tahun 2023 lalu, PKB dan PBNU terjadi perdebatan atas penggunaan mars perayaan 1 abad kelahiran NU. Hal itu berawal PKB menggunakan suara latar mars pada acara Sarasehan Nasional Satu Abad NU pada 30 Januari 2023, di Grand Sahid Hotel, Jakarta.

PBNU melalui Ketua Bidang Keorganisasian, Ishfah Abidal Aziz kecewa karena lagu mars digunakan kepentingan politik 2024. Lalu tudingan itu dibantah PKB melalui Wakil Ketua Umum Jazilul Fawaid bahwa, kegiatan Sarasehan Nasional Satu Abad NU sebagai hikmat PKB yang akan jalan terus sampai kapan pun.

Perbedaan sikap antara PBNU dan PKB juga terlihat pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 lalu. Dimana, PKB mengusung ketua umum DPP yaitu Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden tak dapat dukungan dari PBNU. Organisasi Masyarakat (Ormas) islam yang di nahkodai Gus Yahya, sapaan akrab KH Yahya Cholil Staquf tersebut terang-terangan PBNU netral dan tidak ikut politik praktis.

Terbaru, peselihian terjadi lagi tentang pembentukan tim panitia khusus (Pansus) oleh faksi PKB dan tim lima oleh faksi PBNU. Melalui fraksi PKB DPR RI berencana membentuk Pansus untuk mengevaluasi kinerja Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas dalam hal ini merupakan adek kandung ketua PBNU.

Walaupun PKB dituding bahwa pembentukan pansus tersebut sebagai bentuk dendam pribadi terhadap oknum di tubuh PBNU, namun Cak Imin mengelak hal itu. Jika diurut rentetan konflik PKB dan PBNU dari penggunaan mars satu abad NU hingga Pilres, terlihat ada kesinambungan atas konflik yang masih berkelanjutan tersebut.

Konflik saling serang tersebut terlihat semakin jelas lagi ketika dari faksi PBNU ada wacana pembentukan pansus dengan disebut tim lima yang bermaksud untuk mengevaluasi kinerja PKB di masa Cak Imin yang dinilai melenceng dari sejarah. Tim lima tersebut bekerja untuk meluruskan sejarah atas berdirinya PKB oleh ulama-ulama NU terdahulu.

Konflik antara elite NU dan PKB, secara historis PKB memang tidak bisa lepas dari NU, dan sebaliknya juga NU tidak akan bisa dilepaskan dari PKB. Karena sejarahnya PKB dibentuk oleh tokoh ulama sebagai wadah perjuangan Nahdliyyin di jalur politik.

Tak heran beberapa tokoh NU dan PKB menyebutkan bahwa “PKB adalah anak kandung NU”. Sebab, PKB didikirkan atas dasar permintaan warga NU yang membutuhkan naungan partai yang bisa menjadi jembatan perjuangan NU. Sehingga pada 3 Juni 1998 membentuk tim lima yang diketuai Kiai Ma`ruf Amin untuk pembentukan partai. Lalu, pada 23 Juli 1998 PKB dideklarasikan yang ketuai Abdurrahman Wahid yang merupakan cucu pendiri NU, Hasyim Asy’ari.

Jadi konflik antara PKB dan PBNU yang saling serang tersebut menggambarkan anak kandung (PKB) dan orang tua (PBNU) yang sedang tidak akur. Tentu ketidak akuran ini memberikan imbas kepada anak dan cucu yang lain. Kita tahu bahwa ada banyak Badan Otonomi (Banom) NU yang jua merupakan anak kandung NU, seperti PMII, IPNU dan IPPNU, GP Ansor, ISNU, Fatayat NU, Muslimat NU dan banyak lagi Banom NU.

Konflik yang belum berkesudahan tersebut telah memberikan contoh yang tidak baik terhadap anak-anak yang lain. Semestinya orang tua harus memberikan suri teladan kepada anak-anak yang lain. Sebab jika memberikan contoh yang tidak baik, maka jangan salahkan anak-anak yang lain juga membengkang terhadap orang tua sendiri.

Hal tersebut sesuai dengan sabdah Nabi Muhammad SAW bahwa “Setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah, lalu kedua orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nashrani atau Majusi.” Hadits ini memberikan faidah penting tentang peran orang tua. Seorang anak tidak meniru seseorang sebagaimana ia meniru orang tuanya. Maka orang tua mesti berfikir matang dalam setiap prilaku yang ia lakukan agar dapat memberikan contoh kedewasaan.

PKB memang bukan anak kandung sulung. Namun di dalam tubuh PKB banyak yang ber-NU dan sudah banyak belajar menggeluti tentang ke-NUan. Jadi sebagai anak harus memiliki akhlak yang baik terhadap orang tua. Hal tersebut sesuai hadits Nabi Muhammad SAW bahwa, “ridho Allah SWT ada pada ridha kedua orang tua dan kemurkaan Allah SWT ada pada kemurkaan orang tua.”

Ketika anak (PKB) dan orang tuanya (NU) akur maka keduanya akan saling memberikan suport dan dukungan atas misi yang diharapkan oleh ulama-ualam NU terdahulu. Namun sebaliknya, jika konflik tersebut tidak segera diselesaikan, maka tidak heran anak yang lain membengkang dan akan menjadi momongan oleh orang atau lembaga lain yang tidak senang terhadap PKB dan NU.

Penulis
Mahmud Ismail Dosen STIE Pemuda Surabaya
(Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Bangkalan)

Era Digitalisasi, PWI Bangkalan Gelar Pendidikan Melek Media di UTM

IDPOST.CO.IDPersatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bangkalan gelar Pendidikan Melek Media bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Pendidikan UTM di Aula Syaikhona Moh. Cholil (rektorat lt. 10) UTM, Jumat (26/7/2024)

Ketua PWI Bangkalan, Mahmud Ismail mengatakan, sebagai kaum intelektual mahasiswa harus bijak menggunakan media sosial.

Mengingat lanjutnya, pada era digitalisasi ini transfer informasi di media sosial sangat cepat diterima oleh pembaca.

“Kita ketahui bersama kejadian sekarang, dengan hitungan detik informasi tersebut sangat cepat disebar melalui media sosial, yang kadang tak dilengkapi dengan keterangan yang pasti,” kata dia.

Pria lulusan pascasarjana Akuntansi UTM itu menjelaskan, mahasiswa dituntut untuk memiliki jiwa kritis dalam menyikapi media sosial, agar tidak mudah mengikuti arus informasi yang disebar melalui media sosial.

“Karena jika kita bisa mengontrol media sosial maka kita akan menjadi objek, dan mudah percaya. Seharusya kita harus menganalisis informasi tersebut agar kita tidak mudah ikut arus,” kata dia.

Salah satu pemateri, Agus Sugianto Zein menyampaikan, pada tahun 2030 nanti diprediksi akan memasuki era bonus demografi. Dimana, hal ini berjalan seirama dengan perkembangan era modern yang serba digitalisasi.

“Saat ini persiapan masuk bonus demografi. Puncaknya nanti tahun 2030 -2040. Dimana usia penduduk produktif yaitu umur 15 – 64 tahun lebih dominan dari pada nonproduktif,” kata dia.

Pria yang saat ini jabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diakominfo) Bangkalan menambahkan, mahasiswa saat ini beruntung karena memasuki era bonus demografi. Namun dia juga mengingatkan, agar bijak menggunakan media sosial.

“Bonus demografi ini berjalan seirama dengan era digitalisasi. Jika di era bonus demografi ini bisa menggunakan media sosial dengan bijak maka menjadi dampak positif,” kata dia.

Sementara Dekan III FIP UTM, Fachrur Rozie mengatakan, walaupun era digitalisasi ini labih banyak bahayanya, namun tidak bisa menghindarinya. Jadi mahasiswa harus open minded terhadap digitalisasi, namun dengan cara yang bijak.

“Jadi bagaimana bisa menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin dengan mengontrol penggunaan media sosial dan berjiwa kritis dan rekonstruktif,” kata dia.

Gubernur BEM FIP UTM, Achmad Mustofa mengucapkan banyak terimakasih kepada PWI Bangkalan karena sudah bersedia bekerjasama dengan BEM FIP UTM dalam mengadakan kegiatan bermanfaat terhadap mahasiswa.

“Semoga kedepan kita bisa berkolaborasi di kesempatan yang berbeda. Ini menjadi pintu awal BEM FIP UTM bersama PWI Bangkalan untuk berkolaborasi di kegiatan lebih besar,” kata dia.

Danrem 084/BJ Pimpin Sertijab Dandim Bangkalan dan Surabaya Timur

IDPOST.CO.ID – Komandan Korem 084/BJ Brigjen TNI Yusman Madayun Senin, 4 Desember 2023 memimpin upacara serah terima jabatan Dandim 0829/Bangkalan dan Dandim 0831/Surabaya Timur. Kegiatan berlangsung di Aula Bhaskara Jl. A. Yani No. 1 Surabaya.

Dalam upacara tersebut, Letkol Kav Taufik Dwinova menyerahkan jabatannya sebagai Dandim 0829/Bangkalan kepada Letkol Inf Nanang Fahrur Rozi.

Sementara itu, Kolonel Inf Yusan Riawan menyerahkan jabatannya sebagai Dandim 0831/Surabaya Timur kepada Letkol Inf Didin Nasruddin Darsono.

Dalam amanatnya, Brigjen TNI Yusman Madayun mengharapkan agar para pejabat yang baru dilantik mampu untuk menjalankan tugasnya dengan baik dan menjadi jalan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.

“Selamat kepada perwira yang telah dilantik dan berharap bisa melakukan tugas dengan amanah dan bertanggung jawab dan menjadi jalan pengabdian terbaik demi kepentingan bangsa dan negara,” tutur Danrem 084/BJ.

Ia juga menambahkan bahwa serah terima jabatan ini merupakan bagian dari pembinaan personel, guna memberikan kesempatan kepada perwira melakukan Tour Of Duty dan Tour Of Area dalam mengimplementasikan tugas, peran, dan fungsinya, serta sebagai momentum dalam rangka untuk membangun organisasi yang semakin adaptif, inovatif dan responsif.

Brigjen TNI Yusman Madayun berharap agar para pejabat Dandim yang baru segera melaksanakan orientasi tugas, menjalankan tugas dengan baik, mengimplementasikan terobosan dan inovasi yang konstruktif, serta menyelesaikan setiap tugas dengan cepat, tepat, dan tuntas.

“Saya ucapkan selamat jalan kepada Kolonel Inf Yusan Riawan dan Letkol Kav Taufik Dwinova masing-masing beserta isteri yang mengemban tugas baru serta terima kasih atas semua upaya, dedikasi dan kerja keras yang telah disumbangkan kepada Korem 084/BJ selama ini. Saya berdoa semoga dapat mengemban tugas dengan baik dan sukses selalu di tempat yang baru,” tuturnya.

Serah terima jabatan ini merupakan bagian dari tugas yang harus dilakukan dalam rangka memperkuat organisasi dan meningkatkan kemampuan pengabdian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Semoga para pejabat yang baru dilantik dapat berprestasi dalam menjalankan tugasnya serta mempererat hubungan antar satuan dan instansi terkait,” ujarnya.

Di samping itu, Danrem 084/BJ mengimbau para personelnya untuk terus meningkatkan kinerja dan berinovasi dalam melaksanakan tugas, sehingga bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

TNI Gelar Bakti Sosial Kesehatan Bersama Masyarakat Bangkalan

BANGKALAN, IDPOST.CO.ID,- Ribuan warga Bangkalan, Madura pada Sabtu (30/9/2023) antusias hadir mengikuti Bakti Sosial (Baksos) Kesehatan di lapangan R.P. Moch. Noer, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang jatuh pada tanggal 5 Oktober 2023 mendatang.

Dengan tema “TNI Patriot NKRI Pengawal Demokrasi untuk Indonesia Maju” personel TNI memberikan pelayanan kesehatan secara gratis kepada masyarakat dalam bentuk pemeriksaan dan pengobatan umum, khitan masal, donor darah dan pembagian 1.000 paket sembako yang diserahkan secara simbolis kepada masyarakat Bangkalan oleh Aster Panglima TNI, Mayjen TNI Mochamad Safei Kusno, S.H..

Kegiatan Bakti Sosial Kesehatan didukung tenaga kesehatan (Nakes) gabungan terdiri dari Dinas Kesehatan Koarmada II, Balai Pengobatan (BP) Lanal Batuporon, Rumkit TK III BRW/Surabaya, Denkesyah Surabaya, Yankes Kostrad, RS Sumitro Lanud Muljono Surabaya, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan.

Amanat Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, dibacakan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, “Bakti Sosial ini merupakan solusi bagi masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan dan pemberian bantuan bahan pokok sebagai wujud keikutsertaan TNI serta komponen bangsa lainnya dalam mengatasi kesulitan serta membangun kesiapsiagaan dalam kehidupan bermasyarakat guna menciptakan ruang dan alat serta kondisi juang yang tangguh guna menghadapi segala bentuk ancaman bidang ipoleksosbudhankam, yang dapat membahayakan terhadap persatuan, kesatuan serta kedaulatan bangsa dan negara, dan terbinanya potensi wilayah untuk kepentingan pertahanan,” pesan Panglima TNI.

Kegiatan ini semata-mata ditujukan untuk mewujudkan rasa kepedulian serta solidaritas TNI untuk membantu masyarakat selain juga untuk membantu mensukseskan program pemerintah dalam mengatasi permasalahan di tengah-tengah masyarakat.

“Kita berharap dengan dilaksanakan Bhakti Sosial Kesehatan ini dapat mewujudkan masyarakat Bangkalan yang sehat, bersih dan terciptanya semangat kebersamaan, gotong-royong, persatuan dan kesatuan yang kuat dan mempererat kemanunggalan TNI-Rakyat,” harapnya.

Dalam amanat tertulis tersebut Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono berharap kepada seluruh jajaran TNI dan Tim Medis yang melaksanakan Baksos Kesehatan ini dapat berjalan dengan tertib, aman dan lancar serta mendapat ridlo dari Allah SWT.

Gubernur Jawa Timur dalam sambutanya dibacakan Kepala Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur Eddy Supriyanto, S. STTP., M. PSDM, “Atas nama Pemerintah Propinsi (pemprov) Jawa Timur mengucapkan terima kasih atas sinergitas dan dukungan TNI selama ini untuk kemajuan wilayah Provinsi Jawa Timur.

“Sinergitas dilaksanakan diberbagai bidang seperti pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), bidang pendidikan dan lain-lain sebagai wujud kemanunggalan TNI Rakyat,” tuturnya.

Sementara itu Danrem 084/BJ Brigjen TNI Terry Tresna Purnama, mengatakan bahwa kegiatan Baksos Kesehatan dalam rangka memperingati HUT ke-78 TNI yang digelar di Bangkalan telah terlaksana dengan sukses dan lancar.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan Bhakti Sosial Kesehatan ini, khususnya bagi masyarakat Bangkalan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan tertib dan lancar”, ucap Brigjen TNI Terry.

Pada kesempatan yang sama salah seorang warga Kelurahan Pejagan, Riskiyanto yang hadir dalam kegiatan Baksos mengucapkan syukur dengan adanya kegiatan baksos hari ini. Masyarakat sangat terbantu dengan memperoleh pelayanan pengobatan, khitan masal dan donor darah sekaligus mendapat pembagian sembako. Semuanya gratis.

“Terima kasih TNI, yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat kecil ini. Kami merasa senang karena telah mendapatkan pelayanan pengobatan secara gratis dan pembagian sembako. Harapannya kegiatan seperti ini digelar secara rutin, sehingga kesulitan kami masyarakat kecil ini dapat terbantu,” ujarnya.

Penemuan Mayat Tanpa Identitas Gegerkan Warga Bangkalan

IDPOST.CO.ID, BANGKALAN – Penemuan mayat di bawah jembatan Kelurahan Bancaran, Bangkalan, Madura, Jawa Timur (Jatim) menggegerkan warga setempat, hingga saat ini identitasnya masih belum diketahui dan yang pasti berjenis laki-laki.

Baca juga: Babinsa Cerme Gresik, Bantu Perangkat Desa Kambingan Bagi-bagi Bansos

Lurah Bancaran, Kecamatan Bangkalan, Sugiono menyatakan, mayat tanpa identitas itu ditemukan oleh seorang petugas inspeksi pengairan di sungai Bancaran sekitar jam 12.00 siang WIB.

Ia kemudian memeperkirakan kalau mayat tersebut sudah meninggal kurang lebih dari tiga hari yang lalu.

Baca juga: Danrem 084/BJ Pimpin Upacara Pelantikan Kenaikan Pangkat Periode 1 April 2023

“Jenazahnya sudah dievakuasi ke RSUD Syamrabu Bangkalan untuk dilakukan pemeriksaan oleh Dokter Forensik,” ucapnya, Senin 03 April 2023.

Sementara pihak Kepolisian beserta tim penyidik dan tim identifikasi, Satreskrim Polres Bangkalan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kemudian akan dilakukan proses penyelidikan dan penyidikan soal penemuan mayat tersebut.

Baca juga: Gerebek Masjid, Kapolresta Sidoarjo Bantu Pembangunan Masjid Darussalam

Kaur Bin Ops (KBO) Satpolairud Bangkalan, Iptu Joko Purwowidodo mengatakan, pihaknya sudah melakukan proses evakuasi mayat tanpa identitas tersebut dengan waktu kurang lebih sekitar satu jam.

“Tidak ada indentitas, usianya sendiri sekitar 60 tahunan, mayat tersebut diduga ODGJ,” pungkasnya. (MH)