Permudah Kepemilikan Hunian, Bank Mandiri Teken Kerja Sama dengan APERSI

IDPOST.CO.ID – Dalam upaya mempermudah akses kepemilikan rumah bagi nasabah, Bank Mandiri memperkuat kolaborasi dengan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI).

Melalui penandatanganan kerja sama yang dilakukan oleh Direktur Jaringan & Retail Banking Bank Mandiri Aquarius Rudianto dan Ketua Umum APERSI Junaidi Abdillah di Jakarta, Jumat, 15 Maret 2023, kerja sama ini turut menjadi wujud komitmen Bank Mandiri dalam memperluas kepemilikan hunian bagi masyarakat.

Aquarius mengatakan, kolaborasi ini menjadi upaya Bank Mandiri untuk memenuhi seluruh kebutuhan stakeholder, termasuk dalam hal ini terkait pembangunan properti dan fasilitas pembiayaan kredit perumahan.

Dia menjelaskan, dengan menggabungkan keahlian Bank Mandiri dan APERSI, kerja sama ini dirancang untuk menciptakan solusi inovatif dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Ini adalah upaya kami yang signifikan untuk menyediakan solusi inovatif bagi masyarakat dengan memaksimalkan potensi dan peluang yang ada,” papar Aquarius.

Terlebih, APERSI merupakan salah satu asosiasi pengembang terbesar dengan total lebih dari 3.500 pengembang dan 27 DPD yang tersebar di seluruh Indonesia yang konsisten memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan properti di Tanah Air.

Hal ini terlihat dengan jumlah kontribusi penyediaan dan penyaluran perumahan subsidi lewat APERSI yang mencapai 66 ribu unit pada 2023.

Konsistensi ini selaras dengan Bank Mandiri sebagai salah satu perusahaan BUMN, yang sejak awal berkomitmen untuk membantu memenuhi kebutuhan hunian masyarakat melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rakyat (KPR), baik subsidi maupun non-subsidi. Tanpa terkecuali pemenuhan kebutuhan rumah bersubsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui penyaluran KPR FLPP.

Adapun sepanjang 2023, Bank Mandiri telah menyalurkan 3.684 unit KPR berskema FLPP. Lewat kolaborasi dengan APERSI, Bank Mandiri optimis penyaluran KPR FLPP dapat terus ditingkatkan untuk mengurangi backlog perumahan di Indonesia.

Dalam mewujudkan hal ini, bank berkode emiten BMRI ini juga memanfaatkan platform digital untuk memasarkan KPR dan menghadirkan solusi kebutuhan transaksi bagi masyarakat melalui Super Apps Livin’ by Mandiri.

“Hal ini tentunya sesuai dengan keinginan Bank Mandiri yang bertujuan menjadi top of mind atas segala solusi layanan perbankan di seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, Bank Mandiri juga bertujuan akan menjadi urban everyday banking yang dapat melayani kebutuhan keuangan dan menghadirkan solusi bisnis yang terintegrasi,” ujarnya.

Sebagai tambahan informasi, sampai dengan akhir Februari 2024 total penyaluran KPR Bank Mandiri telah mencatat pertumbuhan 35,4% secara year on year (YoY) dengan kualitas kredit yang terjaga. Melalui serangkaian strategi dan kolaborasi, Bank Mandiri optimis pertumbuhan pada 2024 mampu melampaui pencapaian tahun lalu.

Bank Jatim Cemerlang Sebagai The Best Regional Bank di CSA Award 2023

IDPOST.CO.ID – Sebanyak 45 emiten meraih penghargaan dalam ajang bergengsi, CSA Awards 2023, yang digelar di Menara 165, Jakarta, pada Kamis, 23 November 2023.

Penghargaan ini memberikan pengakuan kepada perusahaan terbaik di pasar modal Indonesia, dengan UNTR (PT United Tractor Tbk) meraih gelar Best of The Best.

Selain itu, BRI (PT Bank Rakyat Indonesia Tbk) dinobatkan sebagai The Best BUMN, GIAA (PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk) berhasil meraih Phoenix Awards, dan Bank Jatim (PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk) dinobatkan sebagai The Best Regional Bank.

Dalam total sembilan kategori penghargaan, dua emiten berhasil meraih penghargaan kategori The Best of The Best, sementara tujuh emiten lainnya meraih Innovation Awards 2023.

Prestasi yang signifikan dari ketujuh emiten ini membuat mereka layak menerima penghargaan special achievement.

Selain itu, 11 emiten lainnya berhasil meraih Analyst’s Favourite Stock Awards.

Dari keseluruhan penerima penghargaan, terdapat sembilan perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), satu Badan Usaha Milik Pemerintah Daerah (BUMD), dan 35 emiten swasta dari berbagai sektor.

UNTR dan Bank BRI masing-masing menyabet dua kategori penghargaan.

Penghargaan CSA Awards 2023 dinilai oleh Tim Juri yang terdiri dari 5 profesor, 6 analis senior sebagai anggota CSA Community, dan tokoh-tokoh pasar modal.

Mereka menyeleksi 45 emiten terbaik yang tercatat di pasar modal, menilai kinerja mereka melalui kriteria yang mencakup aspek kuantitatif dan kualitatif.

Meskipun tidak semua penerima penghargaan merupakan emiten blue-chip, beberapa perusahaan terkemuka seperti BCA, Bank Mandiri, Telkom, INCO, ITMG, BSDE, dan PWON juga meraih penghargaan.

Selain itu, banyak emiten pendatang baru yang mendapatkan pengakuan, mencerminkan dinamika pasar modal yang terus berkembang.

Ketua Panitia Pelaksana CSA Awards 2023, Haryajid Ramelan, menegaskan perbedaan penting dalam penyelenggaraan acara tahun ini.

“Kami mengundang sebagian peserta nominasi untuk berpartisipasi dalam sesi unboxing, di mana mereka dapat menyampaikan perkembangan bisnis mereka secara langsung.

Sesi ini memberikan dimensi kualitatif tambahan untuk penilaian dewan juri,” ungkap Haryajid.

Sesi unboxing emiten, yang merupakan format podcast yang memungkinkan perwakilan emiten berbicara tentang visi, misi, dan perkembangan bisnis mereka, mendapat respon positif dari peserta.

Lebih dari 60 emiten berpartisipasi sebagai narasumber, dan rekaman sesi unboxing disiarkan di saluran resmi YouTube CSA Awards.

Haryajid menyoroti bahwa penghargaan CSA AWARDS memiliki tingkat prestise yang tinggi, diakui oleh Tim Juri yang memiliki kapasitas, kapabilitas, dan profesionalitas yang mumpuni.

“Proses penjurian yang dipimpin oleh Prof. Roy Sembel telah berlangsung sejak Juli 2023.

Penghargaan diberikan setelah evaluasi mendalam dari segi kuantitatif dan kualitatif,” tambahnya.

Prof. Roy Sembel, selaku Ketua Tim Juri, menjelaskan bahwa penghargaan diberikan melalui proses penilaian yang komprehensif, mencakup semua aspek bisnis emiten.

Ia juga memberikan apresiasi kepada emiten yang berhasil melewati masa sulit, baik dari tantangan internal pada keuangan perusahaan maupun dampak dari ketidakstabilan ekonomi global.

Langkah penghargaan kepada emiten yang bertahan dan tumbuh di tengah tantangan ini bertujuan memberikan dorongan stimulus agar terus berkembang dalam menjalankan bisnisnya.

“Kami menilai ada emiten baru dan lama yang memiliki potensi pertumbuhan yang besar,” ujar Prof. Roy Sembel.

Pemberian penghargaan juga sejalan dengan tema CSA Award tahun ini, yaitu “Growth to Sustainability Navigating The Capital Market.

Dalam penilaiannya, Prof. Sembel menyatakan bahwa pertumbuhan jumlah emiten terus meningkat.

Jika tahun lalu terdapat sekitar 800 emiten, tahun ini sudah mencapai angka 900 emiten.

Oleh karena itu, penilaian tidak hanya didasarkan pada industri, kinerja bisnis, dan keuangan semata, tetapi juga mencakup aspek seperti prospek bisnis, kepatuhan terhadap ketentuan, termasuk ESG (Environmental, Social, Governance), serta perkembangan dan daya tahan emiten dalam bisnis.

“Kita memberikan apresiasi bukan hanya kepada emiten blue-chips dan sektor yang mendominasi pasar modal, tapi juga kepada yang tumbuh dan berinovasi, seperti Bank Jatim, GIA, dan beberapa lainnya,” tambah Roy.

Tim juri menjalani proses seleksi emiten dengan kriteria tertentu, termasuk lamanya waktu listing minimal 2 tahun.

Setelah itu, 140 emiten masuk nominasi penilaian melalui beberapa tahapan.

Nominasi didasarkan pada lima kriteria umum, mencakup profitabilitas di masa mendatang, keterbukaan terhadap pemegang saham, good corporate governance (GCG), likuiditas saham, manajemen risiko, dan aspek enviroenment, social, governance.

“Emiten nominator dinilai berdasarkan kinerja kualitatif dan kuantitatif perusahaan, serta saham yang menjadi favorit analis,” ungkap David Setyanto, salah satu anggota juri yang juga Ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia.

Selain kriteria umum, juri juga menerapkan kriteria khusus yang menitikberatkan pada penilaian kualitatif, inovasi bisnis emiten, dan tanggapan para analis.

Dari 140 nominator, emiten dipilah berdasarkan 11 sektor dan sub-sektor kategori.

David Setyanto menjelaskan bahwa sektor keuangan dibagi menjadi dua sub-sektor, yaitu bank dan non-bank.

“Pembagian ini dilakukan agar sektor keuangan tidak didominasi oleh perbankan. Ada emiten multifinance, asuransi, dan keuangan syariah yang juga memiliki kinerja bagus,” ujarnya.

Pembagian emiten juga didasarkan pada papan utama, pengembangan, dan akselerasi.

“Jumlah emiten di papan akselerasi dan pengembangan terus bertambah, sehingga kami harus fair menilai berdasarkan kategori-kategori tersebut,” tambah David.

Dari total 45 emiten yang meraih penghargaan CSA Awards 2023, dua di antaranya meraih Best of The Best, sementara tujuh emiten lainnya meraih penghargaan achievement yang masuk dalam kategori innovation.

PT United Tractor Tbk (UNTR) meraih Penghargaan Best of The Best Indonesian Capital Market, sementara PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dinobatkan sebagai Best of The Best BUMN Listed Company.

Selain itu, tujuh emiten lainnya meraih penghargaan CSA Awards 2023 berdasarkan inovasi yang mereka bawa:

  1. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GGIA) meraih The Phoenix Rising CSA Awards 2023.
  2. PT Bank Jatim Tbk (BJTM) meraih The Best Innovation in Regional Banking CSA Awards 2023.
  3. PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) meraih The Best Maritime Sustainability CSA Awards 2023.
  4. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) meraih The Best Mortgage Innovation CSA Awards 2023.
  5. PT Phapros Tbk (PEHA) meraih The Governance Trailblazer in Farmasi Industries CSA Awards 2023.
  6. PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) meraih The Best BUMN Listed Company Based ESG CSA Awards 2023.
  7. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) meraih The Best Newcomer Listed Company CSA Awards 2023.

Selain pemberian penghargaan kepada emiten, CSA Awards 2023 juga menampilkan kompetisi riset yang diikuti oleh investor individu dan analis perusahaan.

Kompetisi ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu masyarakat umum dan mahasiswa.

Pada kategori masyarakat umum, juara pertama diraih oleh Dennis, disusul oleh Bilal Makarim sebagai juara kedua, dan Swelinda Idanawang sebagai juara ketiga.

Sementara itu, pada kategori mahasiswa yang dapat diikuti secara kelompok maupun perorangan, juara pertama diraih oleh kelompok mahasiswa Ali Alexander dan Elsa Firlyani dari Universitas Gajah Mada.

Juara kedua diraih oleh Raffi Hemas Anggoro dan Zahra Fara Kamila dari Universitas Negeri Semarang, dan juara ketiga diraih oleh Daniel Santosa dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Acara ini merupakan perayaan keberhasilan dan inovasi di pasar modal Indonesia, dengan penghargaan kepada emiten yang memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan dan keberlanjutan pasar modal.