Polri Gelar Lomba Pocil Tingkat Polda Banten, Polres Lebak Raih Juara Umum

IDPOST.ID – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Banten menggelar Lomba Polisi Cilik (Pocil) tingkat Polda Banten, Sabtu (6/9/2025).

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas Bhayangkara ke-70 serta Hari Kesakamatan Lalu Lintas (Lantas).

Lomba yang mengusung tema “Membentuk Pendidikan Karakter Sejak Usia Dini” tersebut digelar di Gedung Aula Polda Banten, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Acara dibuka langsung oleh Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Banten Kombes Pol. Dr. Leganek Mawardi, didampingi Ketua Seksi Kebudayaan Bhayangkari Daerah Banten, Devina Leganek.

Lomba diikuti oleh peserta Pocil perwakilan dari enam Polres jajaran Polda Banten, yakni Polres Lebak, Polres Serang, Polres Serang Kota, Polres Cilegon, Polres Pandeglang, dan Polres Tangerang. Total, terdapat 225 siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) yang turut ambil bagian dalam kontes tersebut.

Pada puncak acara, pemenang lomba langsung diberikan penghargaan secara simbolis oleh Kombes Leganek dan Devina Leganek.

Berdasarkan perolehan poin, Juara 1 diraih oleh Pocil Satlantas Polres Lebak dengan perolehan 418,55 poin. Juara 2 diraih Pocil Satlantas Polres Pandeglang (405,45 poin), dan Juara 3 diraih Pocil Satlantas Polres Serang Kabupaten (386,7 poin).

Selain kepada pemenang, pemberian bingkisan juga diserahkan kepada perwakilan masing-masing regu Pocil.

Kombes Leganek, yang juga merupakan pendamping Pocil, menyampaikan apresiasi atas kekompakan dan kerja keras para peserta yang telah berlatih selama hampir dua bulan.

“Dengan kekompakan, kerja keras dan kesungguhan adik-adik Pocil kita dalam berlatih yang kurang lebih hampir dua bulan, matur suksma Polres Lebak meraih juara 1 Pocil tingkat Polda Banten,” jelas Leganek.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para pelatih yang telah membimbing anak-anak hingga bisa meraih juara.

“Ucapan terima kasih kami tujukan kepada para pelatih Pocil, yang telah melatih adik-adik pocil hingga bisa meraih juara Pocil tingkat Polda Banten,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Leganek berharap prestasi yang telah diraih ini dapat dipertahankan pada lomba-lomba selanjutnya.

“Semoga dalam acara lomba Pocil yang digelar dengan hasil yang telah dicapai ini dapat mempertahankan posisi sebagai juara untuk ke depannya,” harapnya.

Kegiatan tersebut berlangsung hingga akhir dalam kondisi aman dan kondusif, serta mendapat antusiasme positif dari seluruh peserta.

Pemuda Pemilih Pandai Banten Bagikan Ribuan Telur Kepada Warga untuk Cegah Stunting

IDPOST.CO.ID – Komunitas pemudi dan pemuda yang menamakan diri Pemuda Pemilih Pandai Provinsi Banten menggelar aksi sosial membagikan ribuan butir telur ayam kepada warga.

Aksi bagi-bagi telur berlangsung selama empat hari sejak 8-11 Januari 2024 dengan mentargetkan ratusan anak-anak yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Serang. Kegiatan ini dilakukan untuk membantu pencegahan stunting.

Koordinator Pemuda Pemilih Pandai Provinsi Banten, Yogi alias Goy (27) mengatakan, untuk tahap awal telur ayam dibagikan kepada 600 anak-anak didampingi orang tua masing-masing.

“Telur yang dibagikan sebanyak 1.200 butir tersebar di sepuluh kecamatan Kabupaten Serang. Dengan rincian hari pertama (tiga kecamatan), hari kedua (tiga kecamatan), hari ketiga (dua kecamatan) dan hari keempat (dua kecamatan),” papar Yogi dalam keterangannya, Kamis (11/1/2024).

Kegiatan ini merupakan bukti nyata kepedulian pemuda dalam hal pencegahan stunting khususnya di Kabupaten Serang. Untuk tahap awal pembagian telur difokuskan pada 10 kecamatan yang di antaranya terdapat lokasi kasus (Lokus) stunting di Serang.

Ke-10 kecamatan tersebut yakni Petir, Tanjungteja, Cikeusal, Kragilan, Kopo, Cikande, Ciruas, Kragilan, Pontang dan Baros. Sementara kecamatan yang menjadi 10 lokus penanganan stunting di Serang meliputi Jawilan, Kopo, Cikeusal, Pabuaran, Binuang, Baros, dan Padarincang.

Yogi mengatakan, Pemuda Pemilih Pandai Provinsi Banten merasa terpanggil untuk ikut berperan menekan angka stunting dan siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2019, angka stunting di Kabupaten Serang sebesar 39,43 persen. Pada 2021 turun 12,23 persen, dan pada 2022 menurun di angka 0,8 persen.

Sementara berdasarkan data angka prevalensi stunting Kabupaten Serang pada 2021 mencapai 27,2 persen dan pada 2022 menjadi 26,4 persen atau turun 0,8 persen.

Pemkab Serang mencatat sebanyak 110.431 anak atau 86,15 persen dan prevalensi balita stunting 6.662 anak atau 6,03 persen. Angka ini muncul setelah dilakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan balita pada medio Agustus 2023.

Kendati Banten tidak masuk dalam 10 Provinsi dengan angka stunting tertinggi nasional, namun pihaknya mengapresiasi upaya yang telah dilakukan Pemkab Serang melalui Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKBP3A) salah satunya sudah menyosialisasikan kepada 52 dapur sehat stunting (Dahsat) di daerah itu.

Dahsat sendiri berperan aktif menangani anak penderita stunting dengan memberikan makanan olahan daun kelor seperti sayur, puding, kue, minuman dan varian lainnya yang disukai anak-anak.

Di sisi lain, Yogi menyatakan, kegiatan peduli stunting yang diinisiasi ini merupakan gerakan moral pemilu damai pemilih pandai. Harapannya pemuda yang lain juga ikut berkontribusi memberikan aksi nyata yang berdampak walaupun nilainya kecil.

“Yang kami buat ini aksi, bukan nanti,” ucapnya.

Selanjutnya, Pemuda Pemilih Pandai akan secara berkala membagikan telur di wilayah Banten lainnya seperti Tangerang dan Pandeglang. Anggarannya diambil dari dana hasil swadaya masyarakat dan penggalangan berbagai donator bila sudah terkumpul akan dibelanjakan susu untuk diberikan kepada masyarakat.

“Kiranya kegiatan ini dapat motivasi bagi masyarakat dan pemuda lain untuk saling berbagi agar anak Indonesia terbebas dari stunting. Terutama di tahun politik, dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 kita para pemuda harus menjadi pemilih pandai,” ajak Goy.

Salah seorang tokoh perempuan menilai secara pribadi kegiatan pemuda bagi-bagi telur untuk pencegahan stunting sangat bagus patut dicontoh. Dengan adanya pembagian telur tersebut akan menambah gizi kepada anak kususnya balita untuk memenuhi asupan empat sehat lima sempurna.

“Mungkin bisa untuk keseimbangan gizi juga. Kita berharap untuk kelanjutannya mungkin bisa lebih lagi dikasih stimulan untuk tumbuh kembang yang bgus, sehingga menjadikan generasi penerus yang sehat, kuat dan dengan sendirinya pasti SDM-nya juga oke,” kata Sunarsih yang juga Ketua PAUD di Kampung Rancondo, Kopo, Kab. Serang.

Menurutnya upaya pencegahan stunting juga sudah digencarkan Pemkab Serang melalui bantuan paket sembako untuk penekanan angka stunting.

“Yang berupa menu telur pertama dan hingga sekarang masih berjalan mungkin ada yang namanya dapur sehat stunting (dahsat),” katanya.