Mosi Tidak Percaya Terhadap Pemkab Banyumas Muncul dari Warga Desa Karangrau

IDPOST.ID – Sebanyak lebih dari 50 warga Desa Karangrau, Kecamatan Sokaraja, Banyumas menandatangani sebuah petisi yang mewakili aspirasi mereka.

Petisi tersebut memberikan kuasa kepada Tribhata Banyumas untuk menangani sengketa terkait pertukaran tanah aset desa yang saat ini digunakan untuk pembangunan perumahan.

Dalam dokumen petisi tersebut, warga meminta Pemerintah Kabupaten Banyumas dan Tim Penyelesaian dari Pemda untuk segera menyelesaikan sengketa nilai tukar guling tanah tersebut melalui musyawarah bersama.

Mereka menegaskan pentingnya mengedepankan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila ke-4 dan sila ke-5, untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh masyarakat.

Apabila musyawarah tidak menghasilkan kesepakatan, warga kemudian meminta Tribhata Banyumas untuk menempuh jalur hukum dengan melaporkan masalah tersebut ke Kejaksaan Agung RI dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

Warga memberikan tenggat waktu selama tujuh hari kerja kepada Pemkab Banyumas untuk menanggapinya. Jika tidak ada langkah yang diambil, mereka akan mengajukan mosi tidak percaya terhadap kinerja pemerintah daerah.

Petisi ini juga ditujukan kepada pejabat tinggi negara dan lembaga terkait, termasuk Presiden RI, Ketua DPR RI, Kemenko Polhukam, Kemendagri, Menteri ATR/BPN, Kejaksaan Agung RI, KPK RI, Gubernur Jawa Tengah, Bupati Banyumas, serta Ketua DPRD Banyumas.

Ketua Tribhata Banyumas, Aji Aminullah Efendi, yang menerima aspirasi warga, menyatakan bahwa penandatanganan petisi adalah bentuk hak konstitusional untuk menyampaikan pendapat dan langkah awal bagi proses hukum yang sah.

“Petisi ini merupakan mekanisme kontrol masyarakat terhadap pemerintah, bukan ekspresi kebencian ataupun permusuhan. Kita harus tetap menjaga suasana kondusif. Menyuarakan pendapat adalah hak demokrasi,” kata Aji.

Ia juga mengimbau Pemkab Banyumas agar segera memberikan tanggapan agar situasi tidak semakin memanas.

“Seperti kata pepatah, ‘Kricikan jangan sampai jadi grojogan’,” ujarnya.

Sementara itu, Toni, salah satu perwakilan warga, mengajak semua masyarakat agar tetap bersatu dan solid dalam memperjuangkan hak mereka.

“Jika ada intimidasi kepada warga, kami harap tidak ada yang takut. Kita harus bersama-sama meminta nilai tukar yang adil,” tuturnya.

IJTI Korda Banyumas Raya Bagikan 200 Paket Daging Kurban untuk Tukang Becak di Purwokerto

IDPOST.ID – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Banyumas Raya menggelar kegiatan sosial dengan membagikan 200 paket daging kurban kepada para tukang becak yang ada di Kota Purwokerto, Jawa Tengah.

Ketua IJTI Korda Banyumas Raya, Saladin Ayyubi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian para jurnalis televisi terhadap masyarakat kecil yang sering terabaikan, terutama tukang becak yang saat ini kondisi perekonomiannya makin terpuruk.

“Ada sekitar 200 tukang becak di Purwokerto yang sehari-harinya berjuang keras, tapi semakin sedikit yang menggunakan jasanya. Melalui penyaluran daging kurban ini, kami ingin ikut meringankan beban mereka,” jelas Saladin.

Penyaluran daging kurban ini terlaksana berkat dukungan dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dan Polresta Banyumas. Masing-masing memberikan 100 paket daging kurban yang didistribusikan melalui IJTI Korda Banyumas Raya sehingga total paket mencapai 200.

Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Ari Wibowo, menyatakan bahwa pihak kepolisian siap mendukung kegiatan kemanusiaan ini.

“Kami berkomitmen menyalurkan 100 paket daging kurban untuk masyarakat yang membutuhkan, termasuk para tukang becak yang merupakan bagian penting dari tatanan sosial di Banyumas,” katanya.

Rektor UMP, Prof. Jebul Suroso, mengapresiasi langkah bijak IJTI yang langsung menyalurkan bantuan ke lapisan masyarakat bawah.

“Rekan-rekan jurnalis TV memahami sekali kondisi masyarakat lapangan. Kami yakin distribusi ini akan tepat sasaran,” ujarnya.

Paket daging kurban dibagikan di Kantor IJTI Korda Banyumas Raya di Jalan Raga Semangsang, Komplek Alun-Alun Purwokerto. Para tukang becak yang menerima bantuan mengucapkan terima kasih dan rasa syukur atas kepedulian yang diberikan.

Agus Sarwono (55), tukang becak asal Kranji, mengungkapkan, “Saya sangat bersyukur bisa menerima bantuan ini lagi dari teman-teman jurnalis IJTI. Semoga mereka selalu diberi kesehatan dan keberkahan.”

Dengan kegiatan ini, IJTI Korda Banyumas Raya berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk saling tolong-menolong di masa depan.

Bakti Sosial Ramadan, IJTI Banyumas dan Mobar Santuni Anak Yatim di Windujaya

IDPOST.CO.ID – Presiden Mobar Banyumas bersama Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Banyumas Raya menggelar Bakti sosial berupa santunan yatim piatu di Aula Balai Desa Windujaya pada Kamis (13/03/2025) sore kemarin.

Kegiatan ini dimulai dengan ngabuburit motoran bareng atau Mobar dari Pendopo Sipanji Purwokerto menuju Aula Balai Desa Windujaya.

Presiden Mobar Banyumas Agus Nur Hadie menyampaikan jika Baksos ini diadakan untuk mengisi kegiatan Amaliah di bulan Ramadan.

“Bulan ini dimanfaatkan untuk berbagi sedikit rezeki kepada yang membutuhkan. Ini menjadi momen bersyukur dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kegiatan ini memberikan semangat hidup bagi anak anak yatim bahwa masih banyak yang peduli kepada mereka,” ucap Agus Nur Hadie.

Sementara itu Ketua IJTI Korda Banyumas Raya menyampaikan jika kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang kurang beruntung. Santunan yang diberikan merupakan rezeki yang disisihkan dan donasi dari para donatur dermawan yang disalurkan.

“Kami para Jurnalis tidak hanya bekerja meliput berita, tapi juga peduli saling berbagi sebagai makhluk sosial dan mendekatkan diri kepada Allah di bulan Ramadan. Ini merupakan bentuk kepedulian terhadap anak anak yatim piatu.”Kata Ketua IJTI Korda Banyumas Raya Saladin Ayyubi.

Selain santunan yatim piatu, kegiatan diawali dengan pengajian dan doa untuk anak yatim piatu. Para anggota Mobar dan IJTI Banyumas juga mengikuti buka bersama dengan anak yatim piatu di Aula Balai Desa windujaya.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus berjalan tidak hanya di Bulan Ramadan, tetapi juga di momen-momen lainnya. Baksos ini menjadi event berbagi keberkahan di bulan Ramadan.

Pencurian Bermodus Kempes Ban di Banyumas, Uang Rp 250 Juta Raib

IDPOST.CO.ID – Kasus pencurian dengan modus kempes ban terjadi di SPBU Pertamina Jalan Pahlawan, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Senin, 3 Februari 2025, sekitar pukul 11.20 WIB.

Korban, Akhmad Soderi, kehilangan uang koperasi senilai Rp 250 juta yang baru saja diambil dari Bank Jateng Purwokerto.

Menurut keterangan Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Ari Wibowo, peristiwa bermula ketika korban mengambil uang milik Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Setia Kawan Rawalo di Bank Jateng Purwokerto.

Uang tersebut dimasukkan ke dalam tas ransel hitam bertuliskan “KPRI” SK “RAWALO” dan diletakkan di jok tengah mobil Datsun Go putih dengan nomor polisi R-8971-CK.

Korban bersama rekannya, Sahirin, meninggalkan bank dan dalam perjalanan di Jalan Pahlawan, dua orang pelaku yang mengendarai motor matic menyalip dari kiri sambil menunjuk ke arah ban belakang mobil. Korban pun menepi untuk memeriksa ban yang ternyata kempes.

Tas Berisi Uang Dicuri di SPBU

Setelah melanjutkan perjalanan, korban berhenti di SPBU Pertamina untuk mengisi angin nitrogen.

Saat korban turun dari mobil untuk menambah angin, seorang pelaku membuka pintu tengah mobil dan mengambil tas berisi uang Rp 250 juta. Pelaku kemudian kabur dengan bantuan rekannya yang menunggu menggunakan motor.

Kapolresta Banyumas menjelaskan bahwa pihaknya segera melakukan penyelidikan dengan memeriksa tempat kejadian perkara (TKP) dan rekaman CCTV di SPBU serta Bank Jateng Purwokerto.

“Akhirnya kami berhasil menangkap sejumlah tersangka yang memiliki peran berbeda dalam aksi ini,” ujar Kombes Pol Ari Wibowo, dalam rilis di Mapolresta Banyumas, Selasa, 18 Februari 2025.

Daftar Tersangka dan Perannya

Enam tersangka berhasil diringkus di Boyolali pada 13 Februari 2025. Berikut identitas dan peran masing-masing tersangka:

  1. MN – Warga Kecamatan Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan (berperan sebagai joki yang mengambil uang dari nasabah).
  2. AS – Warga Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (berperan memantau situasi di luar bank).
  3. FD – Warga Kecamatan Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan (pengawas di dalam bank, mencari target nasabah).
  4. RB – Warga Kecamatan Bir Barat Satu, Kota Palembang, Sumatera Selatan (memantau situasi di luar bank).
  5. HFZ – Warga Kecamatan Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan (pemberitahu nasabah bahwa kendaraan mengalami kempes ban).
  6. RNP – Warga Kecamatan Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan (eksekutor yang mengambil uang dari dalam mobil).

Barang Bukti dan Modus Berulang

Barang bukti yang disita meliputi uang tunai Rp 1.300.000, mobil Datsun Go putih R-8971-CK, serta ban mobil yang digunakan korban saat kejadian.

Kapolresta Banyumas juga mengungkap bahwa para pelaku telah tiga kali melakukan pencurian dengan modus serupa di wilayah hukum Polda Jawa Tengah selama Januari hingga Februari 2025, yakni di Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Pemalang (dalam percobaan).

Hukuman Menanti Para Pelaku

Kerugian yang dialami korban mencapai Rp 250 juta. Para tersangka dijerat dengan Pasal 363 Ayat 1 ke-4 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih secara bersama-sama. Ancaman hukuman maksimal adalah 9 tahun penjara.

Sementara itu, pencarian terhadap delapan pelaku lainnya yang diduga terlibat masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian. “Kami akan terus menyelidiki untuk menangkap para pelaku yang masih buron,” pungkas Kombes Pol Ari Wibowo.

Ketua IJTI Banyumas Apresiasi Respon Cepat Polisi kepada Wartawan Korban Kecelakaan

IDPOST.CO.ID – Seorang wartawan NetTV, Irman yang juga anggota Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Banyumas Raya alami kecelakaan lalu lintas pada Kamis malam, 2 Januari 2025.

Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WIB di kawasan Ajibarang, tepatnya 200 meter selepas lampu merah pertigaan Ajibarang menuju arah Wangon.

Menurut Irman, kecelakaan terjadi akibat dirinya tidak menyadari adanya lubang besar di jalan.

Motor yang dikendarainya kehilangan kendali dan terseret hingga sejauh lebih dari 50 meter.

Warga setempat segera memberikan pertolongan pertama kepada Irman, yang beruntung hanya mengalami luka ringan.

“Alhamdulillah, saya tidak mengalami cedera serius. Saya juga sangat berterima kasih kepada Kapolresta Banyumas Kombes Pol Ari Wibowo atas bantuan yang diberikan. Semoga berkah untuk beliau dan seluruh jajarannya,” ujar Irman.

Kapolresta Banyumas bersama jajarannya langsung merespons kejadian ini dengan memberikan bantuan kepada korban.

Bantuan ini mendapat apresiasi dari banyak pihak, termasuk Ketua IJTI Banyumas Raya, Saladin Ayyubi.

Saladin juga menyampaikan bahwa rekan-rekan jurnalis turut membantu Irman selama proses pemulihan.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan bantuan dari pihak kepolisian. Ini menunjukkan kepedulian terhadap keselamatan jurnalis dan masyarakat pada umumnya,” ujar Saladin.

Insiden ini menjadi pengingat bagi semua pihak mengenai pentingnya perbaikan infrastruktur jalan, terutama di musim hujan yang kerap menyebabkan jalan berlubang.

Kombes Pol Ari Wibowo juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk lebih berhati-hati dalam berkendara, terutama saat kondisi cuaca buruk.

“Musim hujan meningkatkan risiko jalan berlubang, jadi kami mengimbau pengendara untuk selalu waspada,” pesan Kapolresta Banyumas.

Kecelakaan ini memicu harapan dari masyarakat agar pemerintah daerah segera mengambil tindakan memperbaiki jalan berlubang untuk mencegah insiden serupa terjadi di masa depan.

Hujan Deras 3 Hari, Empat Desa di Banyumas Terendam Banjir

IDPOST.CO.ID, BANYUMAS – Sejumlah wilayah di Kabupaten Banyumas, Jawa tengah, terendam banjir. Hal tersebut, akibat dari hujan yang terus menerus mengguyur sejak senin 9 desember hingga Selasa 10 Desember 2024.

Tercatat BPBD Banyumas, ada empat desa yang terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi. Pemerintah daerah setempat memastikan tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Desa-desa yang terdampak banjir antara lain yaitu Desa Grujugan dan Desa Sirau, Kecamatan Kemranjen, Desa Nusadadi Grumbul Nusapule Kecamatan Sumpiuh, dan Desa Plangkapan di Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, Jawa tengah.

Ketinggian air di rumah, jalan dan lahan persawahan sekitar kurang lebih 10 centimeter hingga 70 centimeter. Akibat peristiwa tersebut, warga yang sudah menanam bibit padi terancam gagal panen.

“Hujan 3 hari berturut-turut, masuk ke rumah sekitar 10 centimeter aktivitas ya terganggu banget, bantuan ya ada sembako rames, ya sudah ada satu Minggu lah, irigasi hujan perbaikan irigasi, ya sama saja kaya gini, ya sering banjir itu irigasi sih hujan kurang lancar, tanahnya ya rendah paling rendah, Kata Khoirotun Warga terdampak banjir”.

“Ya mohon ijin melaporkan dari Tagana atau Dinas Sosial sendiri kami berada di Desa Grujugan tepatnya di Kecamatan Kemranjen, kebetulan salah satu desa yang tergolong rawan bencana banjir, namun banjir tersebut adalah banjir genangan, ini kebetulan saya di RT 01 RW 02 rumah tergenang sekitar 10 centimeter,” kata Kata Slamet Riyadi Relawan Tagana Dinsos Banyumas.

“Dan, untuk aktivitas sementara tidak bisa beraktivitas memasak sehingga kami dari Tagana mendirikan dapur umum, untuk mendropping nasi bungkus setiap hari, namun hari ini baru satu hari untuk siang dan sore,” lanjutnya.

Sementara itu, pihak BPBD sudah melakukan berbagai langkah guna menangani dampak banjir. Antara lain pendataan, hingga membuat dapur umum untuk warga terdampak.

Guna membantu warga terdampak banjir, BPBD Banyumas bersama Tagana Dinas Sosial sudah menyalurkan bantuan logistik. Antara lain 100 paket makanan siap saji, 44 makanan anak, 160 paket lauk pauk siap saji dan 600 karung pasir untuk penanganan darurat.

Selain itu, logistik tambahan juga telah disiapkan untuk mendukung dapur umum yang menyediakan makanan bagi para korban terdampak banjir.