Tingkatkan Pengawasan Kampanye Pemilu, Bawaslu Boyolali Minta Panwascam Melek Informasi

IDPOST.CO.IDBadan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Boyolali menggelar rapat koordinasi terhadap para staf Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam).

Rapat tersebut guna meningkatkan mutu dalam pengawasan serta memberikan informasi terkait pemilu.

Ketua Bawaslu Kabupaten Boyolali, Widodo mengatakan dilakukannya rapat koordinasi ini guna membangun komitmen bersama dalam rangka menjaga demokrasi dan integritas pemilu 2024 di kabupaten Boyolali.

“Kami tentu banyak belajar dengan para wartawan yang tiap hari bekerjasama dengan kami.Hal ini untuk tingkatkan kapasitas mutu dan jumlah pemberitaan yang menjadi tanggungjawab koordinator divisi humas Bawaslu Boyolali,” katanya, Rabu (24/1/2024).

Pihaknya menekankan dalam upaya pencegahan semaksimal mungkin agar tidak muncul dugaan pelanggaran dalam pemilu.

Meski demikian, Bawaslu akan melakukan pengawasan kegiatan kampanye dan sampai saat ini dalam kampanye terbuka ini belum ada pelanggaran.

“Bentuk pelanggaran belum ada. Kami sampaikan seluruh jajaran pengawas pemilu di Boyolali untuk betul betul bekerja profesional jaga asas pemilu yang baik,luber dan jurdil. Kami juga menyarankan pengawasan pemilu yang kritis dan memantau pada titik kerawanan,” pungkasnya.

Sebanyak 32 Provinsi Pelaku Seni Kumpul di Boyolali Dukung Ganjar Mahmud

IDPOST.CO.ID – Pelaku seni yang mengatasnamakan Dalang Wartoyo Wonge Ganjar (DWGP) mengadakan kongres pertama di kantor sekertariatan di Desa Tegalgiri, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu(23/12/2023) sore.

Para relawan tersebut merupakan perwakilan dari koordinator lapangan dari 32 provinsi, kongres ini sekaligus untuk merapatkan barisan guna memenangkan pasangan calon nomor urut tiga Ganjar Pronowo-Mahfud MD.

Ketua umum DWGP Ki Gondo Wartoyo mengatakan, kongres DWGP pertama ini diikuti perwakilan pengurus DWGP di 32 provinsi di Indonesia.

“Pesertanya itu korda,korlap dan tidak hanya itu saja yang datang namun meledak semua relawan juga datang di kongres ini,” katanya kepada wartawan disela kongres DWGP.

Ia mengungkapkan, dalam kongres ini juga dihadiri Tim Pemenangan Nasional (TPN) muda dan juga Srikandi Ganjar dari berbagai daerah.

“Dalam kongres ini nantinya juga dipentaskan wayang kulit, ketoprak dan campursari yang dimainkan oleh peserta kongres yang mayoritas pelaku seni,” ucapnya.

Sementara ketua tim pemenangan muda Jawa Tengah, Ikhwan Bujang menjelaskan program visi misi dari Ganjar-Mahfud akan terus melestarikan seni yang berada di Indonesia dan meningkatkan para pelaku usaha kreatif khususnya para pengrajin kesenian untuk ke level berikutnya.

“Kami menekankan bahwa kesenian ini yang menjadi fondasi dasar budaya, seni itu yang menjadi fondasi dasar bangsa Indonesia,” ucapnya.

Ikhwan berharap, kegiatan pada hari ini bisa memotivasi dan menguatkan kembali barisan Ganjar-Mahmud sebagai sosok yang terbuka dari berbagai elemen, tidak hanya orang-orang pada level atas, namun juga para pelaku seni, pengrajin, pelaku usaha kreatif.

“Kita dari tim pemenangan muda ingin meyakinkan dan mengajak keterlibatan generasi muda untuk bisa lebih banyak lagi berbicara mengenai isu kepemudaan. Tadi juga kami berdiskusi apa yang menjadi kebutuhan generasi muda di lapangan, termasuk pekerjaan, pendidikan, serta kebutuhan internet,” kata dia.

Ketua KONI Terpilih Komitmen Akan Perbaiki Cabang Olahraga di Boyolali

IDPOST.CO.ID – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Cabang Kabupaten Boyolali gelar musyawarah olahraga kabupaten (musorkab) 2023 yang diikuti sebanyak 27 cabang olahraga.

Dalam musorkab tersebut, Kukuh Hadiatmo terpilih secara aklamasi dan akan memimpin KONI Boyolali dalam periode 2023-2027.

Bupati Boyolali M Said Hidayat dalam sambutana meminta berbagai cabang olahraga di Boyolali perlu ditingkatkan.

Selain itu, Bupati juga mengapresiasi ketua KONI sudah membuat prestasi olahraga dan memajukan olahraga di Boyolali.

“Kami sangat mengapresiasi ketua KONI sebelumnya, yang sudah membuat prestasi dan juga memajukan cabang olahraga di Boyolali. Tentunya berbagai cabang olahraga ini perlu ditingkatkan lagi,” katanya saat membuka Musorkab KONI, Rabu (20/12/2023).

Dihadapan para peserta Musorkab, Bupati juga merencanakan adanya museum olahraga sehingga kedepan prestasi dari para olahragawan tersebut dapat di tempatkan di museum.

Hal tersebut untuk menghargai prestasi para olahragawan. Kemudian prestasi tersebut juga dapat di bukukan sehingga dapat memotivasi warga masyarakat Boyolali.

“Kami merencanakan adanya museum olahraga di Boyolali ini. Dengan adanya museum olahraga tersebut tentu dapat menyimpan prestasi yang ditorehkan dari berbagai cabang olahraga, kemudian bisa juga prestasi itu dapat di bukukan. Nantinya buku prestasi itu dapat memotivasi masyarakat Boyolali,” kata dia.

Ketua Umum KONI Boyolali sebelumya, Agung Djoko Purwanto berharap, olahraga di Boyolali semakin maju, dan kepemimpinan KONI kedepan semakin baik. Kemudian berkaca dari Porprov Pati Raya dapat meningkat secara signifikan sehingga prestasi itu yang harus dipertahankan.

“Kami sudah purna pada bulan Desember 2023 ini, ya semoga pimpinan kedepan lebih baik lagi. Kemudian Porprov di Pati Raya dapat dipertahankan dan kedepan tentunya dapat di tingkatkan lagi,”ujar dia.

Sedangkan Ketua Umum KONI Boyolali terpilih, Kukuh Hadiatmo menyampaikan, kedepan akan menjadikan olahraga Boyolali prestasi dan melakukan sosialisasi terhadap cabang olahraga sehingga olahraga Boyolali ini kedepan lebih maju lagi.

“Mengemban amanah ini tentu tidak ringan, semoga olahraga Boyolali kedepan akan lebih baik, dan kami akan melakukan sosialisasi kepada cabang cabang olahraga,” kata dia.

Hari Pertama Debat Capres, DWGP di Boyolali Gelar Nobar Dukung Ganjar-Mahmud

IDPOST.CO.ID – Ratusan warga Desa Tegalgiri, Kecamatan Nogosari, Boyolali, Jawa Tengah yang tergabung dalam relawan Dalang Wartoyo Wonge Ganjar (DWGP) menggelar nonton bareng (Nonbar) debat calon presiden (Capres) pada, Selasa (12/12/2023) malam.

Pantuan dilokasi nobar, mereka nampak antusias mendukung pasangan Ganjar-Mahmud, terlihat ketika Ganjar Pranowo memberikan jawaban serta pertanyaan dengan dalam debat pendukung Ganjar tersebut bersorak sorai, Ganjar-Ganjar-Ganjar dan berkali kali mereka menyebut pasangan Ganjar-Mahmud menang??. Kemudian disambut tepuk tangan dengan meriah.

Ketua DWGP Ki Gondo Wartoyo mengatakan semua posko DWGP diseluruh Indonesia malam ini menggelar nonbar untuk menyaksikan langsung dan memberi dukungan kepada pasangan Ganjar-Mahfud.

“Ini nonton bareng debat capres oleh relawan DWGP, kita juga menyediakan wedangan gratis buat yang ada disini,” katanya kepada wartawan Selasa malam.

Ia menjelaskan nonton bareng tidak hanya diselenggarkan di posko pusat, namun juga di beberap titik posko DWGP.

“Semua posko digelar nonbar, di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan juga luar Jawa semua nonbar,”kata dia.

Menurut Wartoyo, pihaknya mengaku puas hasil debat yang pertama ini, Ganjar menyampaikan misi dan visinya dengan baik dan benar kemudian menjawab pertanyaan dari panelis maupun dari lawan debat dengan tepat.

“Dengan debat ini semoga bisa semakin menambah ekstabilitas Ganjar Mahfud dan warga semakin mengerti misi dan visi paslon nomer urut tiga ini,” ucapnya.

Wartoyo juga akan terus melakukan sosialisasi buat Ganjar -Mahfud kepada masyarakat, dan juga akan terus menggelar nonbar di seluruh posko di tanah air setiap ada debat capres maupun cawapres.

“Kita setiap ada debat akan terus menggelar nonbar di semua posko dan mungkin lebih banyak lagi,” tandasnya.

DWGP sendiri merupakan relawan yang mendukung pasangan Ganjar Mahfud yang kebanyakan para pelaku seni dan dalang wayang kulit yang sudah mempunyai puluhan posko yang tersebar di seluruh tanah air yang beranggota ribuan orang.

Hampir Punah, Pemkab Boyolali Gelar Festival Dolanan Anak, Ratusan Siswa Adu Ketangkasan

IDPOST.CO.ID – Berbagai cara dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali dalam melestarikan tradisi dolanan anak yang hampir punah di era modern saat ini.

Dolanan anak yang dikemas dalam festival dolanan bocah asli Boyolali yang gelar di Museum R Hamong Wardoyo tersebut diikuti dari berbagai siswa tingkat sekolah dasar (SD) di Boyolali.

Kepala Disdikbud Boyolali, Supana mengatakan, dolanan anak ini hampir punah, dengan begitu perlu dilestarikan. Kemudian, peserta lomba ini diikuti lebih dari 300 peserta dari tingkat sekolah dasar.

“Lomba tradisi asli Boyolali ini, ada egrang,dakon dan lompat tali dengan karet. Kalau peserta ada 300 lebih, dari siswa SD di Boyolali,” katanya selasa 12 Desember 2023.

Dikatakannya, festival dolanan anak ini mendapat tanggapan positif dari para guru dan para siswa. Dimana, pada lomba ini diikuti para siswa SD yang telah melaksanakan tes sekolah.

“Jadi mereka habis melaksanakan tes sekolah, dan saya lihat mereka senang dan sangat antusias dengan destival ini,” ujar Supana.

Supana berharap, tradisi dolanan bocah ini tidak dilupakan, dimana diera modern ini banyak permainan anak. Selain itu, kata dia, kegiatan ini sekaligus mengenalkan museum kepada masyarakat terutamanya terhadap para anak didik di Boyolali.

“Jadi yang hadir disini, sekaligus mengikuti lomba dan dapat melihat lihat di museum. Sekaligus sarana edukasi terhadap anak anak. Kemudian para pemenang nanti akan diberikan piala serta uang pembinaan dari panitia,” jelas dia.

Ia menambahkan, kegiatan ini akan diselenggarakan setiap tahun, kemudian kegiatan seperti sekaligus untuk menggali tradisi dolanan anak atau bocah di kabupaten Boyoalali,” sebutnya.

Sementara itu, seorang guru SDN Bojong Kecamatan Wonosegoro, Mortantio mengatakan, festival dolanan anak ini cukup menarik bagi anak anak setingkat sekolah dasar, dimana permainan anak ini hampir punah di era modern saat ini.

“Kami berterimakasih kepada semua pihak yang telah menyelenggarakan festival ini. Tentunya dolanan anak ini hampir punah, dengan kegiatan ini terlihat anak anak pada senang,” ujarnya.

Mortantio mengutarakan, dengan adanya lomba ini, akan mengigatkan dan mempertahankan tradisi dolanan anak yang sampai saat ini hampir dilupakan terhadap anak anak.

“Kalau saya lihat permainan jaman nenek moyang ini hampir dilupakan oleh anak anak jaman sekarang. Jadi kegiatan ini kembali mengigatkan dan mempertahankan permainan anak,” kata dia.

Diusia Lanjut, Ki Djoko Sutedjo Asal Boyolali Tetap akan Melukis dan Gelar Pameran Tunggal

IDPOST.CO.ID – Sejumlah mahasiswa UNS Surakarta mengunjungi pondok senirupa Ki Djoko Sutedjo di Dukuh Pelang,Desa Bades, Kecamatan Klego, Boyolali. Dalam kunjungannya mereka melakukan observasi terhadap karya lukisan Ki Djoko.

Narendra Chaesa perwakilan mahasiswa Pendidikan Senirupa UNS mengatakan, kedatangan ke Pondok Senirupa ini untuk melakukan observasi terhadap karya lukisan Ki Djoko Sutedjo yang sudah dikenal banyak orang tentang lukisan wayang kulit.

“Pelukis Ki Djoko Sutedjo ini sudah malang melintang mengadakan 60 kali pameran tunggal di berbagai kota besar di Indonesia, maka tak heran lagi sanggarnya banyak di kunjungi oleh mahasiswa yang sedang KKN serta mahasiswa yang mendapat tugas dari dosen senirupa,”katanya,Jumat(8/12/2023).

Dalam kunjungan, ia bersama 10 orang mahasiswa dari jurusan Senirupa. Menurutnya, meski sudah berusia lanjut, Ki Djoko ini masih tetap semangat dalam menjalani kreativitas sebagai pelukis.

“Saya merasa kagum, dan puas melihat hasil karya Ki Djoko Sutedjo walaupun Ki Djoko sudah usia lanjut namun masih semangat untuk berkarya, enovatif, serta mengadakan pameran tunggal, bisa buat contoh suriteladan bagi para mahasiswa pendidikan senirupa,”ujar dia.

Sementara itu, Ki Djoko Sutedjo mengatakan, sanggarnya terbuka lebar bagi siapa saja untuk berdiskusi tukar pemikiran di bidang kesenirupaan. Sebab, dengan senirupa dapat menuangkan berbagai gagasan yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

“Kami tetap semangat melukis, dengan melukis tentu akan membawa manfaat bagi orang lain,” pungkasnya.

Kodim dan Para Relawan di Boyolali Bersihkan Pasar Tradisional

IDPOST.CO.ID – Personil Kodim 0724 Boyolali, Polri, relawan, perangkat desa serta para pelajar di kerahkan untuk melakukan bersih-bersih pasar tradisional Pengging, Kecamatan Banyudono, Boyolali Jumat 8 Desember 2023 dalam rangka karya bakti.

Komandan Kodim (Dandim) 0724 Boyolali, Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo mengatakan, pelaksanaan karya bakti pembersihan pasar bertujuan untuk mencegah wabah penyakit demam berdarah dan wabah penyakit menular lainnya saat memasuki musim penghujan.

“Kita kerahkan anggota membersihkan pasar Pengging dan juga saluran air di wilayah kecamatan Banyudono. Kegiatan ini untuk mencegah wabah penyakit saat memasuki musim penghujan,” katanya.

Dandim mengutarakan, latar belakang melaksanakan karya bakti di pasar ini, karena pasar Pengging adalah pusat perdagangan masyarakat di Kecamatan Banyudono dan Boyolali pada umumnya, baik sembako, sayur mayur, makanan olahan UMKM dan lainnya.

“Pasar Pengging ini mempunyai sejarah sebagai pasar tertua di kawasan Kabupaten Boyolali dengan ikon sebuah cerobong bekas pabrik tembakau pada waktu penjajahan Belanda. Pasar Pengging ini berada di persimpangan sehingga berdampak kemacetan dan tumpukan sampah yang mengganggu kenyamanan warga sekitarnya,” jelas.

Ia berharap, dengan adanya kegiatan bersih bersih pasar ini dapat memberikan kesadaran terhadap pedagang dan pembeli agar tetap menjaga lingkungan pasar tetap bersih dan nyaman dalam aktivitas jual beli, sehingga tidak meninggalkan kesan bahwa pasar tradisional itu selalu kotor,becek dan berbau.

“Melalui kegiatan ini tentunya, kita menyadarkan penjual dan pembeli untuk selalu menjaga pasar tetap bersih dan tidak kotor. Sehingga pengunjung pasar tradisional ini tetap nyaman dan aman,” tandasnya.

Sementara Sugatman, Perangkat Desa Dukuh, Banyudono mengatakan, pihaknya merasa bersyukur dan berterimakasih terhadap para anggota TNI, Polri, pelajar serta masyarakat yang telah melaksanakan bersih bersih pasar Pengging.

“Kami ucapakan terimakasih kepada aparat TNI,Polri, serta para pelajar juga masyarakat yang telah membersihkan pasar ini, sehingga pasar menjadi nyaman,” kata dia.

Sugatman berharap, kegiatan bersih bersih pasar ini tidak hanya dilakukan kali ini saja, namun juga ada kelanjutannya. Sehingga pasar tetap bersih dan nyaman untuk dikunjungi masyarakat.

“Ya, bagusnya bersih bersih ini tidak hanya sekali ini saja, tapi juga ada tindaklanjutnya, kalau perlu dua bulan atau tiga bulan sekali,” ujarnya.

Menurut dia, sampai saat ini kebersihan pasar Pengging ini hanya berkisar 60 persen. Lantaran, para pedagang sendiri kurang maksimal dalam mengumpulkan sampah, sehingga harus adanya sosialisasi oleh dinas terkait untuk kebersihan pasar ini.

“Kalau saya melihat baru 60 persen kebersihan pasar ini. Ya, para pedagang sendiri masih belum banyak yang sadar, dan belum maksimal saat mengumpulkan sampah itu. Perlu juga adanya sosialisasi terkait sampah oleh dinas terkait,” kata dia.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu Apresiasi Aksi Kodim 0724 Boyolali

IDPOST.CO.ID – Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu, Yulianto apresiasi tenam bibit pohon yang dilakukan jajaran Kodim 0724 Boyolali.

Ia mengatakan banyak terimakasihnya kepada jajaran Kodim 0724 Boyolali yang telah melakukan karya bakti melakukan penanaman bibit pohon di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu.

Lanjutnya, dimana dilokasi penanaman pohon ini yakni lokasi tuk Babon sempat terjadi kebakaran hutan beberapa bulan yang lalu saat terjadi musim kemarau.

“Kami ucapkan terimakasih kepada Pak Dandim dan jajarannya, yang telah ikut melestarikan hutan lindung di Kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu. Tepat lokasi dulu sempat terjadi kebakaran hutan, namun bisa dipadamkan demi kesigapan para relawan,” kata dia.

Kasno Sangiaji tokoh masyarakat setempat mengatakan, penanaman pohon ini sangat tepat. Dimana, tidak lama lagi terjadi musim hujan. Dengan penanaman pohon ini tentunya nantinya dapat mencegah terjadinya tanah longsor dan banjir.

“Sebenarnya kita warga di lereng Merbabu sudah diingatkan saat hujan pertama waktu itu. Dimana sempat terjadi banjir bandang dari Gancik, ya karena hutannya sebagian gundul,” kata dia.

Kasno berharap, tidak terjadi lagi banjir bandang susulan, maka dari itu, dengan adanya penanaman pohon ini mari selalu dijaga secara bersama sama agar hutan ini tetap terjaga dengan baik.

“Kami tidak ingin terjadi banjir bandang susulan, itu menurut saya peringatan dari Sang Pencipta untuk kita lebih waspada. Dengan penanaman pohon ini mari kita jaga secara bersama sama,” tandasnya.