Ratusan Bibit Pohon Ditanam di Lereng Gunung Merapi dan Merbabu Boyolali

IDPOST.CO.ID – Untuk mencegah bencana tanah longsor, banjir dan erupsi gunung merapi, ratusan orang dari anggota TNI, Polri, perangkat desa, relawan serta BPBD Boyolali, melakukan tanam pohon.

Sebanyak 550 bibit pohon ditanam di kawasan lereng Merapi dan Taman Nasional Gunung Merbabu yang dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0724 Boyolali, Kamis 7 Desember 2023

Dandim 0724 Boyolali Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo mengatakan, penanaman bibit pohon secara serentak ini merupakan perintah dari Kasad dalam rangka karya bakti di jajaran Kodim diseluruh TNI AD.

“Penanaman secara serentak ini merupakan perintah Kasad, kegiatan ini untuk mencegah bencana akibat dari musim hujan mulai dari tanah longsor, banjir, erupsi gunung merapi, wabah penyakit demam berdarah dan wabah penyakit menular lainnya,” katanya.

Menurut Dandim, pohon yang di tanam di lereng Gunung Merapi dan Kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu tersebut adalah bibit pohon yang kuat menahan erosi banjir serta tanah longsor.

“Jenis bibit yang kita tanaman yakni, pohon wilodo,gondang,beringin, puspo, pule dan bibit pohon tesek. Dari bibit pohon tersebut tahan dari cuaca exstrem dan kuat menahan erosi banjir serta tanah longsor,” jelas dia.

Dandim berharap, bibit pohon yang ditanam tersebut dapat tembuh dan dipelihara dengan baik dan dilakukan pengecekan sekurangnya dalam dua minggu sekali.

“Kami meminta anggota Koramil Selo untuk melakukan pengecekan dua minggu sekali, sehingga tanaman tersebut dapat terpelihara dengan baik,” tandasnya.

Ribuan Telur Rebus Dibagikan Saat Acara Bazar Pelayanan Publik di Boyolali

IDPOST.CO.ID – Sebanyak 1402 butir telur rebus dibagikan dalam acara makan telur bersama di halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Boyolali.

Angka 1402 dipilih untuk mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama mensukseskan Pemilu 2024.

Hal tersebut diungkapkan, Krishandrika sebagai ketua peternak petelur Boyolali kepada wartawan saat ditemui di Festival Pelayanan Publik MPP, Selasa 5 Desember 2023.

Ia mengatakan, bahwa telur ini adalah bagian dari penyedia proten yang sangat murah dan berkualitas untuk masyarakat.

Menurutnya, mengonsumsi telur secara teratur dapat mengurangi resiko terjadinya stunting pada anak.

“Kami memohon kepada pemerintah untuk memperhatikan penyedia protein murah, yakni telur. Jadi jangan sampai ada yang menakut nakuti untuk makan telur, dengan makan satu butir telur dalam setiap hari untuk anak akan mengurangi resiko stunting,” kata dia.

Di ulang tahun MPP ini, Organisasi Petelur Boyolali Bersatu (OPBB) menggalakan makan telur secara gratis oleh semua pengunjung serta anak anak Taman Kanak Kanak (TK).

Ia mengatakan, dengan menstimulasi gerakan gemar makan telur oleh semua lapisan masyarakat dapat terwujud generasi Indonesia Emas yang sehat, kuat dan berdaya saing.

“Kami sebagai OPBB sengaja menggalakan makan telur secara gratis terhadap pengunjung dan anak TK yang hadir dalam ulang tahun MPP ini. Dengan begitu, dapat terwujud generasi Indonesia Emas yang kuat, sehat dan berdaya saing,” ujarnya.

Sementara itu, Haryanto warga Cepogo, Boyolali saat mengunjungi Festival Pelayanan Publik mengaku, senang dengan adanya pembagian makan telur gratis dari peternak petelur Boyolali. Lanjutnya, dengan gerakan makan telur ini akan menyehatkan masyarakat.

“Kalau saya sangat senang sekali adanya pembagian telur rebus secara gratis. Ini kalau di kampanyekan makan telur setiap hari tentu warga masyarakat Boyolali akan sehat semua. Apalagi pembagian ini di tempat pelayanan publik seperti ini,” kata dia.

Bupati Boyolali: Pelayanan Publik Harus Terus Ditingkatkan

IDPOST.CO.IDMal Pelayanan Publik (MPP) yang berada di Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Boyolali terus melakukan evaluasi dan terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Boyolali, Purnawan Raharjo mengatakan, MPP telah memiliki 24 instansi dan 171 layanan, dari jumlah tersebut terdiri dari 9 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), 8 instansi vertikal, 2 OPD Provinsi Jawa Tengah, dan 5 BUMN, BUMD.

“Perjalanan sudah satu tahun, ada peningkatan dari 24 instansi menjadi 27 instansi yang tergabung. Jadi ada penambahan 3 dinas, yang semula 171 sekarang menjadi 186 layanan. Dan sampai saat ini perjalanan para pengunjung MPP sudah mencapai 40.439 orang,” katanya kepada wartawan, Selasa 5 Desember 2023.

Ia mengatakan, jumlah tersebut terdiri dari delapan kementerian atau lembaga yakni Polres, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, KPP Pratama, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Agama dan Kantor Pertanahan.

“Kemudian sembilan layanan OPD Pemkab Boyolali antara lain, DPMPTSP, Badan Keuangan Daerah (BKD), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Diskopnaker), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus), dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda),” jelasnya.

Selain itu, kata dia, ada dua lagi layanan Pemvrop Jateng yakni DPMPTSP dan UPPD Bapenda Provrop kemudian lima layanan dari BUMN/BUMD yakni Taspen, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Bank Boyolali dan Bank Jateng.

Lanjutnya, jumlah tersebut bertambah dengan adanya tiga instansi yang membuka pelayanan di MPP. Ketiga instansi tersebut yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali, Dinas Sosial (Dinsos) dan Balai Pemasyarakatan Kelas I Surakarta.

“Satu tahun MPP ini kita mengadakan Festival Pelayanan Publik, kita memberikan informasi kepada masyarakat. Pelayanan publik agar masyarakat di Boyolali bisa menikmati layanan dan dapat tersebar secara luas dan para instansi bisa meningkatkan kinerja pelayanan publik,” harapnya.

Ia menambahkan, bahwa investasi di Kabupaten Boyolali sampai dengan triwulan III sudah mencapai Rp 1,3 triliun dari target Rp 1,7 triliun.

“Ya sampai triwulan tiga ini mencapai Rp 1,3 triliun dari target Rp 1,7 triliun,”katanya.

“Selain itu, ada pula layanan pemeriksanaan kesehatan secara gratis, layanan PUDAM Tirta Ampera, dan lain sebagainya,”jelasnya.

Bupati Boyolali, M Said Hidayat mengatakan, di hari ulang tahunnya ini MPP diharapkan terus dapat meningkatkan pelayanan publik.

Menurut laporan bahwa MPP ini mendapat predikat sangat baik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

“Dengan predikat sangat baik dari Kemenpan RB ini, artinya pelayanan harus terus ditingkatkan lagi,”tandasnya.

Gerindra Optimis Suara Prabowo-Gibran di Jateng Mendekati PDIP

IDPOST.CO.ID – Kader Partai Gerindra Kabupaten Boyolali ikuti konsolidasi dan pemantapan tim sukses pemenangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di Sobokerto, kecamatan Ngemplak, Boyolali, Senin 4 Desember 2023.

Ketua DPC Partai Gerindra Boyolali, Kardiyono mengatakan, konsolidasi ini merupakan untuk pemenangan pasangan Prabowo-Gibran, dimana di Boyolali saat ini geopolitiknya mulai berubah.

“Geopolitiknya sudah berubah, mudah mudahan pasangan Pak Prabowo-Gibran di Boyolali memperoleh suara 50 persen plus satu, seperti halnya target nasional,” katanya kepada wartawan.

Ia mengutarakan, konsolidasi dihadiri oleh semua elemen, mulai dari PAC, Ranting sampai tingkat TPS. Menurutnya, kunci sukses pemilu adalah ditingkat TPS desa.

“Dengan konsolidasi ini, kami berharap nantinya masyarakat semakin menggenal sosok Prabowo-Gibran di Boyolali,” ujarnya.

Sementara itu, Djoni Kristijanto selaku Wakil Ketua Gerindra Jawa Tengah mengatakan, pada pilpres kali ini Partai Gerindra Jawa Tengah (Jateng) menargetkan dapat mendekati suara PDI Perjuangan.

“Secara realitis bahwa PDI Perjuangan di Jateng masih cukup kuat, namun kita mencoba untuk menembus suara yang selama ini Partai Gerindra yang selalu naik ini bisa bertambah dan mendekati,” kata dia.

Menurut Djoni,sampai saat ini dalam surve PDIP diangka 21 persen ditingkat nasional dan partai Gerindra sudah diangka 18 persen.

Lanjut dia, selisih tiga persen ini suatu yang mengembirakan bagi partai Gerindra.

“Kalau kita lihat surve tingkat nasional hanya selisih 3 persen dari PDIP. PDIP sendiri diangka 21 persen ditingkat nasional, sedangkan partai Gerindra diangka 18 persen,” jelas dia.

Djoni menambahkan, bahwa masyarakat Jawa Tengah mulai mengenal partai Gerindra selama pilpres tahun ini Prabowo berpasangan dengan Gibran.

“Untuk di Jateng kami optimis betul, setelah kami melihat kerja kader kader Gerindra dan masyarakat saat ini sudah mau menerima partai Gerindra. Karena saya juga keliling terus disetiap kecamatan dan kabupaten,” pungksnya.

Kades Jemowo Boyolali Tidak Tahu Ada Tambang Galian C di Desanya

IDPOST.CO.ID – Kepala Desa Jemowo Boyolali Untung tidak tahu menahu terkait tambang galingan C di desanya.

Bahkan, Untung mengaku kalau ia dari awal mengikuti warga terkait dengan adanya penambangan atau tidak.

“Dari awal saya ikut warga, mau ditambang atau tidak terserah warga, karena tanah itu SHM (sertifikat hak milik) juga. Saya juga bukan pelaku penambang,” kata dia.

Disinggung soal perijinan, pihaknya tidak tahu menahu karena hal tersebut ranahnya CV maupun PT yang melakukan penambangan.

“Saya tidak tahu, penambangan tersebut dari mana, entah dari CV atau PT, saya tidak tahu,” ucapnya.

Sebelumnya, para warga melakukan aksi protes terkait adanya aktivitas penambangan galian C di wilayah desa setempat.

Koordinasi aksi warga, Slamet Ngateno mengatakan, bahwa warga RW 8 Desa Jemowo meminta kepada aparat desa dan aparat penegak hukum untuk meniadakan penambangan legal maupun ilegal dengan menggunakan alat berat.

“Jadi penambangan nanti kita lihat efek positif dan negatifnya. Sedangkan penilaian warga disini nanti akan terjadi banyak efek negatifnya. Jadi tanah yang subur ini biarlah seperti ini sampai turun temurun anak cucu,” katanya kepada wartawan, Senin 4 Desember 2023.

Setelah menemui Kepala Desa, warga kemudian membubarkan diri dengan tertib. Aksi protes warga tersebut tidak ada pengamanan dari petugas kepolisian maupun dinas terkait.

Warga Jemowo Boyolali Usir Paksa Pekerja Penambangan dan Geruduk Balai Desa

IDPOST.CO.ID – Sejumlah warga Desa Jemowo, Kecamatan Tamansari, Boyolali, Jawa Tengah melakukan aksi protes terkait adanya aktivitas penambangan galian C di wilayah desa setempat.

Warga yang tidak terima dengan aktivitas galian C tersebut, kemudian melakukan pengusiran paksa terhadap pekerja penambangan.

Setelah melakukan pengusiran paksa, warga kemudian melakukan pembersihan jalan di lokasi penambangan dengan alat seadanya. Setelah itu, warga menuju balai desa setempat untuk bertemu dengan kepala desa.

Koordinasi aksi warga, Slamet Ngateno mengatakan, bahwa warga RW 8 Desa Jemowo meminta kepada aparat desa dan aparat penegak hukum untuk meniadakan penambangan legal maupun ilegal dengan menggunakan alat berat.

“Jadi penambangan nanti kita lihat efek positif dan negatifnya. Sedangkan penilaian warga disini nanti akan terjadi banyak efek negatifnya. Jadi tanah yang subur ini biarlah seperti ini sampai turun temurun anak cucu,” katanya kepada wartawan, Senin 4 Desember 2023.

Menurutnya, penambangan tersebut apabila terjadi kerusakan alam warga yangn harus menanggung, sedangkan keuntungan besar akan dinikmati para investor.

“Entah besok atau lusa, warga yang akan menanggung kerusakan alam tersebut. Sedangkan investor atau siapa mereka yang akan menikmati enaknya saja,” ujar dia.

Ia mengatakan, dengan adanya kegiatan penambangan tersebut nantinya juga akan menganggu aktivitas warga menuju ladang maupun ke pasar di wilayah Surowono Kemalang Klaten. Sebab, jalur ini adalah jalur antara Jemowo dan Kemalang.

“Jadi jalur ini sangat curam dan licin sekali. Jalur ini satu satu menuju pasar Surowono Kemalang Klaten. Herannya jalur ini tadi di kasih tanah, pasnya di atas jembatan. Karena warga kesal akhirnya dari pagi warga mengeruk tanah biar nggak licin,” ucapnya.

Sementara penambangan tersebut dilakukan sudah sepuluh hari berjalan dan penambangan tersebut di atas tanah O atau oro oro di pinggir sungai.

“Yang di tambang ini adalah tanah O atau oro oro, yang sebelahnya itu tanah milik warga. Kalau kegiatan penambangan ini sudah sekitar 10 hari,” kata dia.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak memiliki ijin resmi, pasalnya di dalam lokasi penambangan tidak ada tanda perijinan resmi. Selain itu, aktivitas penambangan itu juga tidak ada pemberitahuan terhadap warga serta ketua RT maupun RW.

“Dilokasi penambangan ini tidak ada plang atau tanda ijin. Selain itu, juga nggak ijin warga mapun RT serta RW. Penambangan ini saya menduga dilakukan oleh sebagian pihak desa, makanya saya menanyakan pula kepada Pak Kades nya,” tandasnya.

Kelompok Tani di Nogosari Boyolali Terima Bantuan Bibit Kelengkeng

IDPOST.CO.ID – Sebanyak 19 kelompok tani yang berada di Desa Kenteng dan Desa Tegal Giri, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, Jawa mendapat bantuan 4000 bibit klengkeng.

Bantuan tersebut untuk menciptakan desa wisata buah klengkeng sekaligus menjadi petani klengkeng mandiri.

Secara simbolis, bantuan bibit tersebut diberikan, anggota Komisi II DPRD Boyolali, Gama Wijaya beberapa hari yang lalu.

“Bantuan bibit klengkeng yang turun di dua desa totalnya ada 4000 bibit yaitu adalah cita cita dari kelompok tani yang kami kawal untuk menjadikan desa wisata buah klengkeng,” kata Gama saat menghadiri kunjungan kerja ketua DPR RI Puan Maharani di Kebun Raya Indrokilo.

Lebih lanjut Gama mengatakan, bahwa sebelumnya para kelompok tani tersebut sudah mendapatkan bantuan yang sama dan telah menikmati hasilnya.

“Jadi bibit tersebut nantinya akan menambah yang sudah ada, dan akan mulai ditanam pada bulan Desember ini, untuk luasan lahan yang ditanami buah klengkeng di dua desa ada sekitar 25 hektar,” ucapnya.

Menurut Gama, dengan bantuan ini diharapkan cita-cita dan mimpi bersama para kelompok tani bisa terwujud menjadi wisata desa klengkeng.

“Kelompok tani di desa tegal Giri ada 9 kelompok tani, dan di desa Kenteng ada sekitar 10 kelompok tani, diantanya kelompok tani Sugih Tani, kelompok tani Sido Sugih,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD kabupaten Boyolali Komisi II di bidang pertanian ini juga berharap, menjadikan petani mandiri dan berkreativitas sehingga bisa memacu ekonomi atau ketahanan pangan di dua desa tersebut.

“Maka kami sebagai anggota DPRD selalu door to door mendekati para petani atau setiap ada perkumpulan kelompok tani selalu hadir untuk mendengarkan keluhan para petani,” tandasnya.

Puan Maharani Tanam Pohon Kantil di Wisata Indrokilo Boyolali

IDPOST.CO.ID – Ketua DPR RI Puan Maharani, Minggu 3 Desember 2023 pagi melakukan kunjungan kerja (kunker) di obyek wisata Indrokilo Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Dalam kunjunganya Puan Maharani melakukan penanaman pohon jenis michelia alba (kantil) serta bertemu dengan ratusan seniman, seniwati serta warga.

Dihadapan para seniman dan warga di Boyolali, Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan, bahwa hidup di Indonesia tanpa para seniman dan seniwati menjadi tidak berwarna.

Menurutnya, mendukung para seniman dalam berkarya tersebut bagian dari pelesetarian budaya.

“Bahwasan hidup di Jawa ini banyak ditemui seni dan budaya serta banyak cerita cerita dalam pewayangan yang dapat menginspirasi dalam membangun bangsa dan negara,” jelas Puan.

Dikataknya, seni itu dapat membuat orang lain bisa tersenyum, sedih hingga tertawa bagi yang melihatnya.

“Jadi para seniman ini bisa membuat kita semua terkadang bersedih, tersenyum bahkan tertawa terutama bagi yang melihatnya,” kata dia.

Sementara dalam kunker nya di Boyolali, Puan Maharani sekaligus melakukan serap aspirasi di daerah pemilihan (dapil) 5 (lima) yang meliputi Kabupaten Boyolali, Klaten, Sukoharjo dan Kota Solo.

“Saya kan juga calon legislatif di daerah dapil lima, jadi kunjungan saya ini, melakukan serap aspirasi sekaligus ingin melihat perkembangan kabupaten Boyolali. Tentu saya ada tanggungjawab dalam pembangunan Boyolali,” ujarnya.

Saat bertemu dengan para seniman, Ketua DPR RI tersebut juga melakukan dialog dengan perwakilan seniman dan seniwati di Kabupaten Boyolali.

Dalam dialog tersebut, para seniman mengajukan permohonan bantuan untuk alat kesenian dan gedung kesenian.

“Kami menginginkan alat musik kesenian seperti gamelan, karena kelopok seni ketoprak saya belum memiliki gamelan. Selain itu, diadakan pula gedung kesenian di Boyolali, karena selama ini belum ada gedung kesenian,” ujar salah seorang pelaku seni ketoprak saat mengajukan permohonan kepada Ketua DPR RI Puan Maharani.