Bus SMAN 1 Sidoarjo Keluar Jalur, 2 Siswa Meninggal di Tempat

IDPOST.CO.ID – Bus rombongan Kelas 12 SMAN 1 Sidoarjo mengalami kecelakaan di Tol Ngawi arah Surabaya saat pulang setelah studi kampus ke 2 Perguruan Tinggi ternama, di Yogyakarta, Universitas Gajah Mada (UGM) dan Institut Seni Indonesia (ISI).

Menurut informasi, kecelakaan yang menimpa salah satu bus rombongan bernopol W 7473 UP keluar jalur di tol KM 577 A, Solo-Surabaya, pada Kamis, (18/1/2024) mengakibatkan dua orang penumpangnya dilaporkan meninggal dunia dan beberapa orang lainnya mengalami luka-luka.

Kronologi kecelakaan terjadi sekitar pukul 20.30 WIB, bermula ketika sebuah truk nopol L 8216 GE pecah ban belakang sebelah kiri dan oleng ke kanan, bersamaan itu dari arah belakang melaju bus rombongan dari SMAN 1 Sidoarjo. Benturan tidak bisa dihindarkan dan mengakibatkan bus keluar jalur dan terguling

Menurut AKP M Sapari, Kasat Lantas Polres Ngawi, satu unit bus bernomor polisi W 7473 UP terguling membawa 48 orang penumpang yang terdiri dari 44 siswa, 2 guru, dan 2 kru bus. Para korban dibawa ke RSUD dr. Soeroto, RS Atin dan RS Widodo Ngawi. Satu orang meninggal ditempat kejadian.

“Bus rombongan SMAN 1 Sidoarjo mengalami kecelakaan dan terguling setelah berusaha menghindari tabrakan dengan truk yang ada didepannya dan oleng ke kanan akibat pecah ban belakang sebelah kiri,” ungkapnya

Hingga berita diturunkan 2 orang dilaporkan meninggal dunia, seorang guru dan seorang murid. Sementara itu, puluhan korban lainnya yang mengalami luka-luka masih menjalani perawatan intensif di 3 rumah sakit di Ngawi.

Informasi dari salah seorang guru SMAN 1 Sidoarjo mengatakan bahwa yang meninggal dunia adalah guru Bimbingan Konseling (BK) berinisial (S) dan seorang siswa berinisial NAP (17) meninggal saat dalam perawatan di RS At-Tin Husada.

Pantai Prigi Trenggalek: Surga Wisata Bahari di Jantung Jawa Timur

IDPOST.CO.IDPantai Prigi di Trenggalek adalah destinasi wisata yang sangat terkenal di Jawa Timur dan menjadi ikon bagi daerah tersebut.

Terletak administratif di Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur pantai ini menjadi daya tarik utama yang tidak boleh dilewatkan saat mengunjungi Trenggalek.

Lokasi dan Rute

Untuk mencapai Pantai Prigi, dari Trenggalek, pengunjung dapat mengikuti Jalan Raya Trenggalek-Tulungagung hingga mencapai Pertigaan Durenan.

Dari sana, pengunjung dapat mengikuti petunjuk arah menuju Wisata Prigi. Setelah melewati lampu merah di Pasar Bandung, belok kanan dan ikuti jalan raya hingga mencapai lokasi pantai. Untuk memahami letak Pantai Prigi lebih detail, dapat diakses melalui peta di [sini](link peta).

Kondisi Jalanan

Jalanan menuju Pantai Prigi menawarkan medan naik turun yang khas pegunungan setelah memasuki wilayah Kecamatan Watulimo. Meskipun jalurnya berkelok-kelok, namun cukup nyaman untuk dilalui oleh kendaraan. Hanya perlu berhati-hati terhadap kemacetan, terutama pada hari libur.

Tiket

Untuk menikmati keindahan Pantai Prigi, pengunjung akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp. 10.000,- per orang. Tiket tersebut belum termasuk retribusi parkir, yang besarnya disesuaikan dengan jenis kendaraan.

Fasilitas

Fasilitas di area Pantai Prigi sangat lengkap, mulai dari tempat parkir yang luas, toilet, mushola, spot-spot foto instagramable, hingga pusat kuliner.

Selain menjadi wisata pantai, Prigi juga dikenal sebagai sentra ikan asap, tempat yang ideal bagi para pengunjung untuk menikmati kuliner ikan asap.

Fasilitas pendukung di Pantai Prigi didesain dengan sangat nyaman, menjadikannya tempat yang ideal untuk piknik keluarga yang menyenangkan .

Keindahan Pantai

Daya tarik utama Pantai Prigi adalah pemandangan Teluk Prigi yang luas. Dengan melihat ke timur, pengunjung dapat menikmati dermaga dengan kapal-kapal yang menarik.

Sementara ke arah barat, terbentang Pantai Cengkrong yang memukau. Keindahan Pantai Prigi semakin istimewa dengan adanya spot Prigi 360 Derajat, spot foto yang sangat populer karena latar belakangnya menampilkan pemandangan laut yang memukau.

Selain keindahan alamnya, Pantai Prigi juga menawarkan beragam fasilitas pendukung, menjadikannya destinasi yang sempurna untuk menikmati liburan bersama keluarga.

Wujudkan Permukiman Sehat dan Harmonis, DPRD Sampang Gelar Paripurna Awal Tahun

IDPOST.CO.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menggelar rapat paripurna dua nota penjelasan di ruang graha paripurna DPRD setempat, Kamis (18/01/24).

Dua nota tersebut yaitu nota penjelasan terhadap satu Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif dan nota penjelasan Bupati terhadap 2 raperda eksekutif.

Sekretaris DPRD Kabupaten Sampang Moh Anwari Abdullah menyampaikan, rapat paripurna dua nota tersebut dihadiri oleh 23 anggota DPRD Sampang.

“Rapat ini telah memenuhi kuorum dan memenuhi syarat karena dari 45 anggota DPRD Sampang dihadir sebanyak 23 anggota. Sedangkan, 22 anggota DPRD lainnya absen dengan keterangan ijin,” terangnya.

Kemudian rapat paripurna tersebut langsung dimulai dan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua I DPRD Sampang Amin Arif Tirtana. Ia menyampaikan berdasarkan hasil keputusan Badan Musyawarah (Banmus) menetapkan tanggal 18/01/24 sebagai paripurna pertama dengan acara penyampaian diantaranya:

  1. Nota Penjelasan Pengusul (BAPEMPERDA) terhadap Raperda tentang Penyelenggaraan Pendidikan.
  2. Nota Penjelasan Bupati terhadap: Raperda tentang pencegahan dan peningkatan kualitas terhadap perumahan kumuh dan pemukiman kumuh, Raperda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kabupaten Sampang Tahun 2024-2044

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Sampang Abdullah Hidayat, menyampaikan terima kasih pada pimpinan dewan yang telah diberikan kesempatan untuk menyampaikan tentang nota penjelasan terhadap Raperda tentang pencegahan dan peningkatan kualitas terhadap perumahan kumuh dan permukiman kumuh dan raperda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Sampang tahun 2024- 2044.

Ab menjelaskan, berdasarkan ketentuan pasal 94 ayat 3 Undang-undang nomor 1 tahun 2011 tentang perumahan dan kawasan permukiman, pencegahan dan peningkatan kualitas terhadap perumahan kumuh dan permukiman kumuh wajib dilakukan oleh pemerintah daerah, dan/atau setiap orang.

“Tujuan dari pencegahan dan peningkatan kualitas perumahan dan permukiman kumuh yistu untuk mewujudkan perumahan dan kawasan permukiman yang sehat, aman, dan harmonis, perlu didukung dengan kualitas lingkungan permukiman yang lebih luas sebagai satu kesatuan hunian yang tidak terpisahkan guna mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.

Masih kata Ab, tujuan lain dari pencegahan dan peningkatan kualitas perumahan kumuh dan permukiman kumuh yaitu, untuk meningkatkan mutu kehidupan penghuni permukiman kumuh. Hal itu berdasarkan prinsip kepastian bermukim yang menjamin hak setiap warga negara.

“Permukiman kumuh yang ada di Kabupaten Sampang salah satunya disebabkan karena ketidaktersediaannya akses sarana dan prasarana serta bangunan yang tidak sesuai dengan standar teknis,” ucapnya.

Dengan demikian, ia menerangkan tentang gambaran umum Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sampang Tahun 2024- 2044.

“RTRW dibuat karena pada dasarnya ruang memiliki keterbatasan, oleh karena itu dibutuhkan peraturan untuk mengatur dan merencanakan ruang agar dapat dimanfaatkan secara efektif,” tandasnya.

Ia menyadari kalau selama melaksanakan tugas umum pemerintahan dan tugas pembantuan masih terdapat banyak kekurangan. sehingga ia memohon dukungan pada anggota DPRD Kabupaten Sampang untuk senantiasa bersama-sama membangun dan memperbaiki kinerja untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami yakin bahwa keharmonisan dan kerjasama yang telah terbangun selama ini akan mampu untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan. Sehingga, obsesi peningkatan kesejahteraan masyarakat menuju Kabupaten Sampang hebat dan bermartabat akan dapat diwujudkan,” imbuhnya

Rapat paripurna perdana pada tahun 2024 ini dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Sampang Amin Arif Tirtana, didampingi Wakil Ketua II Rudy Kurniawan. Dan dihadiri oleh Wakil Bupati Sampang Abdullah Hidayat, 23 Anggota DPRD Sampang, Forkopimda, Kepala OPD dan Camat se Kabupaten Sampang.

Berkah di Perjalanan: Menyingkap Kebijaksanaan di Balik Shalat Qashar

IDPOST.CO.ID – Seseorang yang melakukan perjalanan jauh (musafir) berhak mendapatkan keringanan (rukhsah) dalam pelaksanaan shalat.

Dalam agama Islam, diizinkan bagi seorang musafir untuk meringkas shalat (qashar) yang biasanya terdiri dari empat rakaat menjadi dua rakaat, khususnya untuk shalat Zhuhur, Ashar, dan Isya’.

Namun, penting untuk dicatat bahwa kesepakatan ulama menyatakan bahwa qashar tidak berlaku untuk shalat Maghrib dan Subuh.

Dalil untuk permissi qashar shalat dapat ditemukan dalam Surat An-Nisa’ ayat 101, di mana Allah SWT berfirman:

وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلَاةِ

“Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidak ada dosa bagimu untuk mengqashar shalat.”

Beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk melaksanakan shalat qashar antara lain:

  1. Perjalanan harus dilakukan untuk tujuan yang diperbolehkan seperti silaturahim, rekreasi, kunjungan kerja, dll.
  2. Jarak minimal perjalanan adalah 82 km (setara dengan 16 farsakh atau 2 marhalah).
  3. Shalat yang akan di-qashar adalah Dzuhur, Ashar, dan Isya’.
  4. Perjalanan masih berlangsung sampai terlaksananya shalat.
  5. Niat qashar dilakukan saat takbiratul ihram.
  6. Tidak boleh bermakmum pada orang (imam) yang tidak sedang melakukan perjalanan (musafir).

Niat untuk melaksanakan shalat qashar pada shalat Dzuhur, Ashar, dan Isya’ adalah sebagai berikut:

Shalat Dzuhur:
أُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ قَصْرًا للهِ تَعَالَى

“Ushallî fardhaz dzuhri rak’ataini mustaqibilal qiblati qashran lillâhi ta’âlâ.”

Shalat Ashar:
أُصَلِّيْ فَرْضَ العَصْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ قَصْرًا للهِ تَعَالَى

“Ushallî fardhal ‘ashri rak’ataini mustaqibilal qiblati qashran lillâhi ta’âlâ.”

Shalat Isya:
أُصَلِّيْ فَرْضَ العِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ قَصْرًا للهِ تَعَالَى

“Ushallî fardhal ‘isya’i rak’ataini mustaqibilal qiblati qashran lillâhi ta’âlâ.”

Meraih Keberkahan Malam: Niat, Tata Cara, dan Doa Shalat Tahajud

IDPOST.CO.ID – Shalat Tahajud merupakan salah satu shalat sunnah yang sangat dianjurkan. Dari segi bahasa, Tahajud berarti berupaya melawan atau meninggalkan tidur, sedangkan menurut istilah fiqih adalah shalat sunnah malam hari yang dilakukan setelah tidur.

Dalam pelaksanaannya, shalat Tahajud dilakukan di malam hari setelah bangun tidur. Meskipun jumlah rakaatnya tidak dibatasi, setiap dua rakaat ditutup dengan salam.

Terdapat sejumlah keutamaan bagi umat Islam yang melaksanakan shalat Tahajud. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra ayat 79:

“Pada sebagian malam lakukanlah salat tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”

Tata Cara, Niat, dan Doa

Shalat Tahajud dapat dilaksanakan seperti shalat-shalat sunnah lainnya, yaitu dua rakaat dengan salam. Lafal niat dan doanya adalah sebagai berikut:

Mengucapkan niat shalat Tahajud:

Ushallî sunnatat tahajjudi rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.

“Aku menyengaja shalat sunnah Tahajud dua rakaat karena Allah ta’ala.”

Niat dilakukan dalam hati bersamaan dengan takbîratul ihrâm, dan seterusnya sebagaimana pelaksanaan shalat pada umumnya sampai salam setelah dua rakaat.

Setelah salam atau selesai seluruh rangkaian shalat, membaca doa yang dipanjatkan Rasulullah berdasarkan riwayat Imam al-Bukhari dan Muslim:

“Allahumma rabbanâ lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta mâlikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haqq. Wa wa‘dukal haqq. Wa liqâ’uka haqq. Wa qauluka haqq. Wal jannatu haqq. Wan nâru haqq. Wan nabiyyûna haqq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haqq. Was sâ‘atu haqq. Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa ‘alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a‘lantu, wa mâ anta a‘lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.”

“Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad ﷺ itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.”

Ekspedisi Perubahan KPUB: Bahas Kualitas Air dan Kesejahteraan Petani Sawah di Boyolali

IDPOST.CO.ID – Ekspedisi perubahan merupakan perjalanan yang di gaungkan oleh komunitas pemuda ubah bareng (KPUB) yang memiliki tujuan untuk mengumpulkan permasalahan, menjaring aspirasi dan belajar dari masyarakat di Pulau Jawa.

Ekspedisi perubahan chapter Solo Raya dimulai di Waduk Cengklik Boyolali dengan agenda mempelajari budidaya ikan dan mendengarkan cerita serta aspirasi dari para nelayan.

Dalam diskusi ditemukan informasi mengenai permasalahan sertifikat tanah dan masyarakat banyak yang merasa kehilangan lahan.

Disisi lain kualitas air, kadar oksigen, minimnya air di waduk berdampak pada petani sawah, budidaya ikan dan berbagai aspek lainnya. Dilain sisi air waduk menjadi sumber utama mata pencaharian.

“Kedatangan kami kesini bersama komunitas pemuda ubah bareng ini untuk mengumpulkan permasalahan, menjaring aspirasi dan belajar dari masyarakat. Dan kami juga bertemu para nelayan,” jelas Mikail Baswedan, Kamis (18/1/2024).

Masyarakat yang terhimpun dalam Paguyuban Nelayan berharap Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat dapat memfasilitasi subsidi pakan murah, membelo pakan dengan lokalisasi dan sistem pengkreditan yang ramah.

“Dalam dialog ini banyak petani ikan yang mengeluh terkait permasalahan sertifikat tanah dan masyarakat banyak yang merasa kehilangan lahan dan juga mahalnya harga pakan ikan,”ujar putra dari Anis Baswedan itu.

Sementara itu, Ketua budidaya ikan di Waduk Cengklik, Joko Purnomo mengatakan, kedatangan putra Anis Bawesdan berdialog terkait pakan ikan serta sejarah waduk.

“Tadi tidak kampanye, hanya membahas tentang petani ikan sejarah waduk. Ya, kegiatan tadi cukup positif bagi para petani ikan keramba disini,” kata dia.

Syekh Nawawi al-Bantani dan Kontribusinya dalam Sejarah Islam di Indonesia

IDPOST.CO.ID Syekh Nawawi al-Bantani, seorang ulama ternama, memainkan peran kunci dalam warisan keilmuan Indonesia. Lahir pada tahun 1813 di Banten, Indonesia, Syekh Nawawi telah mencapai ketenaran di seluruh dunia Islam, terutama berkat karya-karyanya yang fenomenal.

Salah satu karyanya yang mencolok adalah “Murah Labid li Kasyfi Maa’na Quran Majid,” sebuah tafsir Alquran yang dirampungkannya pada tahun 1305 H. Berbeda dengan tafsir tematik sebelumnya, Syekh Nawawi lebih fokus pada penjelasan ayat demi ayat dan surat demi surat, mengandalkan kekuatan analisis bahasa. Untuk memperjelas makna, ia juga memasukkan hadis-hadis, asbabun nuzul, dan pandangan para sahabat Nabi Muhammad SAW.

Berkat karyanya ini, Syekh Nawawi dijuluki sebagai Sayyid ‘Ulama Al-Hijaz, pemimpin ulama Hijaz. Buku ini pertama kali dicetak di Mesir, dan nama ulama asal Banten ini dihormati tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Haramain dan Timur Tengah. Bahkan orientalis Belanda, Snouck Hurgronye, mengakui keunggulannya sebagai ulama terkemuka pada zamannya.

Profil Syekh Nawawi menunjukkan bahwa ia lahir di Banten, dengan nama asli Nawawi bin Umar bin Arabi. Dari silsilah keluarganya, Syekh Nawawi merupakan keturunan Sultan Hasanuddin, putra Maulana Syarif Hidayatullah. Dari kecil, Nawawi telah dibekali ilmu agama oleh ayahnya dan belajar pada berbagai guru di Banten, Purwakarta, dan melanjutkan pendidikan agamanya di Makkah.

Setelah tiga tahun bermukim di Makkah, ia kembali ke Indonesia pada tahun 1831, namun situasi politik yang tidak kondusif membuatnya kembali ke Makkah, dan dari sinilah ia tidak pernah pulang ke Tanah Air. Meski di luar negeri, Syekh Nawawi tetap memantau perkembangan di Indonesia dan menyumbangkan pemikirannya untuk kemajuan bangsa.

Dikenal dengan pandangan khasnya, Syekh Nawawi mengharamkan kerja sama dengan penjajah, tetapi membolehkan hubungan positif dengan orang kafir non-penjajah. Pandangannya tentang perbedaan pendapat sebagai rahmat mencerminkan toleransi dan keberagaman dalam Islam.

Dalam bidang ilmu, Syekh Nawawi mendasarkan pandangannya pada Alquran, hadis, ijmak, dan qiyas, sesuai dengan dasar-dasar syariat Imam Syafi’i. Sebagai guru besar, ia menguasai berbagai cabang ilmu agama, termasuk tafsir, tauhid, fikih, akhlak, tarikh, dan bahasa Arab.

Karya-karya tulisnya mencapai lebih dari 150 buah, dengan tema-tema seperti tafsir Alquran, hadis, tauhid, fikih, akhlak, tarikh, bahasa Arab, dan lainnya. Kitab “Tafsir al-Munir,” “Tanqih al-Qoul,” dan “Sullam al-Munajah” menjadi bukti keahliannya dalam berbagai disiplin ilmu.

Syekh Nawawi al-Bantani, dengan kontribusi ilmiahnya yang luar biasa, tetap menjadi sosok yang dihormati dan dipelajari, baik di Indonesia maupun di berbagai negara Islam lainnya.

Tingkatan Ikhlas Akhirat dan Dunia Menurut Syekh Nawawi Al-Bantani

IDPOST.CO.IDIkhlas adalah bentuk ibadah yang dilakukan oleh hati, di mana nilai dari amalan fisik sangat tergantung pada tingkat ikhlas yang dimiliki oleh hati seorang mukmin.

Syekh Nawawi Al-Bantani mengkategorikan ikhlas ke dalam tiga tingkatan, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Nurudh Dholam (Syekh Nawawi Al-Bantani, Nurudh Dholam, [Kediri: PPA, tt], halaman 44), sebagai berikut:

Ikhlas karena Allah

Tingkatan ikhlas ini menempati posisi yang paling tinggi dan utama. Ikhlas dalam kategori ini mencakup seorang mukmin yang beribadah dan beramal saleh semata-mata karena mencari ridha Allah, tanpa mengharapkan apapun, termasuk pahala surga atau menghindari siksa neraka. Menurut Syekh Nawawi, ikhlas pada tingkatan ini merupakan tingkatan tertinggi dalam ikhlas.

Ikhlas karena Akhirat

Tingkatan ikhlas kedua adalah beribadah dan beramal saleh dengan harapan memperoleh pahala, memasuki surga, dan takut terhadap siksa neraka. Menurut Syekh Nawawi, tingkatan ikhlas ini berada pada posisi menengah.

Ikhlas karena Dunia

Tingkatan ikhlas terakhir adalah beribadah karena mengharapkan balasan di dunia, contohnya seseorang yang melakukan ibadah, seperti membaca Surat Al-Waqi‘ah, dengan harapan mendapatkan kekayaan.

Memberikan sedekah dengan tujuan mendapatkan rezeki yang berlipat ganda, dan sebagainya. Syekh Nawawi menyatakan bahwa tingkatan ikhlas seperti ini merupakan ikhlas yang berada pada posisi paling rendah.