DR. Koen Tim Verifikasi ODF Kabupaten Sidoarjo 2024

IDPOST.CO.ID – DR. Koen Irianto Uripan, salah satu pakar bidang sanitasi dan perubahan prilaku masyarakat di Indonesia ditunjuk Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur sebagai salah satu dari tim verifikasi Open Defecation Free (ODF) Kabupaten Sidoarjo tahun 2024.

Verifikasi ini merupakan bagian dari upaya penilaian terhadap perubahan tingkat kesehatan masyarakat, khususnya dalam mengatasi perilaku buang air besar sembarangan (BABS) dan mendorong masyarakat menuju perilaku hidup bersih dan sehat dengan memiliki jamban sehat di setiap rumah.

Verifikasi akan dilakukan di enam kecamatan yang dipilih sebagai sampel, yaitu:

  1. Kecamatan Sidoarjo: Desa Banjarbendo dan Desa Sumput
  2. Kecamatan Waru: Desa Pepelegi dan Desa Berbek
  3. Kecamatan Candi: Desa Sepande dan Desa Kedungkendo
  4. Kecamatan Sukodono: Desa Suruh dan Desa Panjunan
  5. Kecamatan Krembung: Desa Krembung dan Desa Wangkal
  6. Kecamatan Tarik: Desa Mindugading dan Desa Kramat Temanggung

“Setiap desa akan diverifikasi sebanyak 25 Kepala Keluarga (KK) atau 25 warga untuk menentukan apakah mereka masih atau tidak melakukan BABS ,” ujar Alumni Pasca Sarjana Universitas Airlangga, ketika ditemui jurnalis Idpost di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, pada Selasa (28/05/2024).

Ia juga menyampaikan verifikasi ini bertujuan guna memastikan bahwa perubahan perilaku masyarakat dari perilaku BABS telah menuju penggunaan jamban sehat sudah terjadi.

DR. Koen Irianto Uripan telah dikenal sebagai pendukung kuat dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam upaya mengentaskan perilaku masyarakat yang masih melakukan BABS.

DR. Koen telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya peningkatan sanitasi di berbagai daerah melalui berbagai program sosialisasi dan edukasi serta pembangunan jamban sehat sesuai standar World Health Organization (WHO),

Selain memberikan penyuluhan, DR. Koen juga berperan aktif dengan memberikan jamban gratis kepada masyarakat yang tidak mampu. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen beliau untuk memastikan semua lapisan masyarakat memiliki akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak.

Prestasi DR. Koen dalam bidang sanitasi telah terbukti dengan keberhasilannya ketika mendampingi Kota Surabaya dan Kabupaten Tuban meraih status ODF pada tahun 2023. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dari dedikasi dan kemampuan DR. Koen dalam memajukan sanitasi di Indonesia.

Dengan bergabungnya DR. Koen dalam tim verifikasi ODF Kabupaten Sidoarjo tahun 2024, diharapkan program ini akan berjalan dengan lebih efektif dan mencapai hasil yang maksimal.

“Secara pribadi saya akan terus mendukung program pemerintah dan semua pihak yang membutuhkan dalam mengatasi masalah sanitasi dan meningkatkan taraf kesehatan masyarakat,” ungkap sang maestro sanitasi.

Kehadiran DR. Koen Irianto Uripan dalam tim verifikasi ini tidak hanya memperkuat upaya Kabupaten Sidoarjo dalam mencapai status ODF, tetapi juga memberikan inspirasi bagi daerah lain untuk mengikuti jejak yang sama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari BABS.

Subandi: Membangun Sidoarjo dengan Kekeluargaan dan Pelayanan Optimal

IDPOST.CO.ID – Subandi segera mulai melakukan langkah-langkah strategis untuk memimpin dan membangun kabupaten Sidoarjo usai resmi dilantik sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sidoarjo.

Plt Bupati Sidoarjo langsung memfokuskan perhatiannya pada 2 aspek penting, menjaga keharmonisan dalam roda pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Sebagai seorang pemimpin yang telah berpengalaman, Subandi segera menyadari bahwa kunci keberhasilan pembangunan Sidoarjo terletak pada kerjasama yang kuat di antara seluruh elemen pemerintahan daerah.

Oleh karena hal itu, dia mengerahkan seluruh Kepala Dinas dan para Camat di Kabupaten Sidoarjo untuk bersama-sama menyatukan visi dan misi dalam membangun Sidoarjo.

Dalam sebuah rapat koordinasi yang digelar di Ruang Opsroom, Kantor Bupati Sidoarjo pada Rabu (8/5/2024), Subandi menekankan pentingnya kekeluargaan dan keharmonisan di dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan.

“Mari kita bersama-sama membangun Sidoarjo dengan cara kekeluargaan, keharmonisan tanpa ada intervensi diantara satu dengan lainnya,” kata Subandi dengan penuh semangat kepada para peserta rapat.

Pesan Subandi tersebut mencerminkan komitmennya untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan kolaboratif, di mana setiap orang merasa dihargai dan didorong untuk memberikan yang terbaik bagi kemajuan Sidoarjo.

Dia memahami bahwa hanya dengan semangat gotong royong dan solidaritas yang kuat, Sidoarjo dapat mencapai potensinya sebagai kabupaten yang maju dan sejahtera.

Selain memperkuat kerjasama antar unit pemerintahan, Subandi juga memberikan perhatian khusus pada infrastruktur jalan di Kabupaten Sidoarjo. Dalam rapat koordinasi tersebut, dia menekankan urgensi perbaikan jalan, terutama yang mengalami kerusakan parah.

“Jangan sampai ada jalan lubang yang tidak kunjung diperbaiki dan ditanami pohon pisang oleh warga, karena jika kena air akan tambah merusak kondisi jalan tersebut, lubang akan semakin lebar,” ucap Subandi dengan nada serius.

Ketegasannya dalam menangani masalah infrastruktur mencerminkan komitmennya untuk memberikan pelayanan publik yang berkualitas kepada masyarakat Sidoarjo.

Plt Bupati Sidoarjo sadar bahwa infrastruktur jalan yang baik bukan hanya memperlancar arus transportasi, tetapi juga merupakan investasi dalam keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Selain infrastruktur, Subandi juga menyoroti pentingnya pelayanan publik di berbagai sektor, termasuk kesehatan dan pendidikan. Dia menegaskan bahwa pelayanan publik harus menjadi prioritas utama bagi pemerintah daerah, karena itu merupakan kewajiban moral untuk memastikan kesejahteraan masyarakat.

“Intinya selalu fokus pada tugas dinas masing-masing agar dapat menghasilkan hasil yang optimal untuk kepentingan masyarakat,” jelasnya.

Dengan pendekatan yang berbasis pada kebutuhan dan aspirasi masyarakat, Subandi berusaha untuk memastikan bahwa setiap keputusan dan tindakan yang diambil oleh pemerintah daerah memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Sidoarjo.

Selain itu, Subandi juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan pemerintahan daerah. Dia mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk selalu bertanggung jawab atas tindakan dan keputusan yang mereka ambil, serta siap untuk dipertanggungjawabkan kepada publik.

“Saya harap jaga komunikasi yang baik, dan bersama-sama berkomitmen untuk membangun Sidoarjo yang lebih baik yang bebas dari korupsi atau menguntungkan diri sendiri,” lanjutnya.

Subandi menegaskan bahwa pemerintahan yang bersih dan transparan adalah prasyarat mutlak bagi pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif. Dia berjanji untuk terus mengawasi dan memastikan integritas dan profesionalisme dalam semua lapisan pemerintahan daerah.

Terakhir, Subandi menyampaikan pesan kepada seluruh perangkat daerah untuk bersatu padu dan bekerja sama dalam mewujudkan visi pembangunan Sidoarjo. Dia mengajak mereka untuk meninggalkan ego sektoral dan bersama-sama fokus pada kepentingan yang lebih besar, yaitu kesejahteraan masyarakat.

“Masyarakat tidak perlu khawatir pelayanan pemerintahan terganggu, semua pelayanan tetap berjalan normal seperti sebelumnya,” ujar Subandi dengan penuh keyakinan.

Melalui sikap optimis dan semangat yang tinggi, Subandi siap memimpin Sidoarjo menuju masa depan yang lebih baik dan lebih cerah.

Dengan memperkuat keharmonisan dalam roda pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik, dia yakin bahwa Sidoarjo akan menjadi contoh bagi daerah lain dalam hal pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.

KPU Gelar Simulasi Kedua Bersama PPK dan PPS se-Sidoarjo

IDPOST.CO.IDKomisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sidoarjo melakukan simulasi kedua pemungutan dan perhitungan suara Pemilu 2024 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Selasa, 30 Januari 2024.

Simulasi ini digelar di Pendapa Delta Wibawa Kabupaten Sidoarjo yang dihadiri PPK dan PPS se-Sidoarjo. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kesalahan pada saat proses pemungutan maupun penghitungan suara di TPS.

Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Sidoarjo Ana Aziza menjelaskan bahwa simulasi ini merupakan rangkaian dari bimbingan teknis (bimtek) yang telah dilakukan KPU Sidoarjo terhadap PPK dan PPS pada 23 dan 24 Januari 2024.

“KPU melakukan Training Of Trainer (TOT) kepada PPK dan PPS, kemudian estafet oleh PPK dan PPS untuk melakukan bimtek terhadap seluruh KPPS di wilayahnya saat di TPS,” ujar Ana, saat dikonfirmasi.

Simulasi ini dilakukan oleh KPU Sidoarjo untuk yang kedua kalinya, dimana sebelumnya telah dilakukan pada Desember 2023. Harapannya tidak terjadi kesalahan teknis sehingga pada Pemilu 2024 nanti bisa berjalan dengan lancar dan sukses.

Menurut Ana, simulasi tersebut dilakukan secara berulang-ulang agar nantinya para penyelenggara pemilu dapat memahami dan menguasai dalam proses pemungutan dan penghitungan suara pada saat Pemilu pada tanggal 14 Februari 2024 nanti.

Ana juga menegaskan bahwa bimtek simulasi tersebut mengacu pada Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 25 tahun 2023, dan Petunjuk Teknis Pemungutan dan Penghitungan Suara Nomor 66 Tahun 2024.

“Perlu kita ketahui bahwa keberhasilan dalam pelaksanaan pemungutan suara akan sangat mempengaruhi legitimasi hasil pemilu dan kepercayaan masyarakat terhadap pemilihan umum itu sendiri,” ungkapnya.

Salah satu faktor yang dapat memengaruhi keberhasilan pelaksanaan pemungutan suara adalah kesadaran masyarakat untuk ikut serta dalam proses demokrasi dengan datang ke TPS dan melakukan pencoblosan di bilik suara sesuai pilihan dan hati nuraninya.

Simulasi yang dilakukan oleh KPU Sidoarjo tersebut merupakan contoh nyata dari upaya pemerintah dalam memastikan bahwa pelaksanaan pemilihan umum nantinya dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

Semoga melalui upaya-upaya yang dilakukan oleh KPU dan para penyelenggara pemilu lainnya, pemilihan umum pada tanggal 14 Februari 2024 berjalan dengan lancar dan adil sehingga hasilnya dapat diakui oleh semua pihak.

Pemkab Sidoarjo Tingkatkan Mitigasi Bencana di Desa Rawan Bencana

IDPOST.CO.IDPemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo telah mengambil langkah guna memperkuat mitigasi dan pengurangan risiko bencana sebagai bentuk kewaspadaan dini dalam menghadapi potensi terjadinya bencana hidrometeorologi seperti angin kencang, banjir, dan hujan deras.

Pemkab Sidoarjo telah memberikan sosialisasi dan bekal tentang mitigasi bencana di desa yang masuk dalam daerah rawan bencana. Masyarakat diberikan pengetahuan sekaligus informasi yang cukup terkait langkah-langkah mitigasi yang perlu dilakukan.

Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali, telah menginstruksikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan pemetaan daerah rawan bencana serta memberikan sosialisasi dan pendampingan tentang mitigasi pengurangan risiko bencana di desa-desa yang rawan bencana.

“Mapping atau pemetaan ini penting agar bisa efektif dalam melakukan mitigasi bencana, juga sebagai bentuk kewaspadaan dini dalam menghadapi segala kemungkinan terjadinya bencana,” ujar Gus MuhdlorRabu, (13/12/2023)

Selain itu, Pemkab Sidoarjo menambah jumlah Desa Tangguh Bencana (Destana) dan Sekolah Tangguh Bencana di tahun ini. Hal tersebut sebagai upaya untuk meminimalisir terjadinya korban jiwa apabila terjadi bencana.

Ada sekitar 16 desa yang ditetapkan sebagai Desa Tangguh Bencana oleh Bupati Ahmad Muhdlor, dan setiap desa tangguh bencana dilengkapi dengan kader Destana yang bertugas mensosialisasikan serta mendampingi masyarakat.

Bencana yang diwaspadai adalah bencana puting beliung dan banjir rob. Hujan disertai angin kencang biasanya terjadi di akhir tahun sampai triwulan pertama pada awal tahun. Salah satu cara untuk mengantisipasi hal tersebut adalah dengan menebang pohon yang berada dekat rumah agar tidak roboh bila diterjang angin kencang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo telah memasukkan beberapa kecamatan dalam peta rawan bencana hidrometeorologi, diantaranya Kecamatan Jabon, Krian, Taman, Waru, Sedati, Buduran, Tanggulangin, dan Porong. Dari data BPBD Sidoarjo, tercatat 28 desa yang masuk kategori rawan bencana hidrometeorologi.

Destana atau Desa Tangguh Bencana dibentuk di wilayah kecamatan yang masuk dalam peta rawan bencana. Kader Desa Tangguh Bencana wajib memiliki tiga hal dasar, yaitu mewujudkan tanggap bencana, terdepan dalam menghadapi bencana, dan mampu melakukan proses pemulihan.

Kader Destana juga diberikan tugas untuk meneruskan ilmunya tentang mitigasi penguragan risiko bencana kepada masyarakat lainnya. Sehingga, masyarakat dapat menganalisa dan mengantisipasi kemungkinan bencana yang mungkin terjadi di wilayahnya masing-masing dengan sumber daya lokal.

Sosialisasi dan pengetahuan mitigasi bencana tidak hanya diberikan pada kader Destana, tetapi juga diberikan kepada sekolah-sekolah. Total ada 84 sekolah yang dibentuk menjadi Sekolah Tangguh Bencana.

Para guru dan siswanya dilengkapi dengan pengetahuan mitgasi resiko bencana dari BPBD. Sekolah-sekolah tersebut tersebar di beberapa kecamatan antara lain Kecamatan Sidoarjo, Waru, Porong, Sedati, Jabon, Krian, Taman, Tanggulangin, dan Tulangan.

Langkah Pemkab Sidoarjo dalam meningkatkan mitigasi bencana merupakan langkah penting untuk mengantisipasi segala kemungkinan bencana di daerah rawan bencana Sidoarjo.

Dengan adanya sosialisasi dan penambahan jumlah Desa Tangguh Bencana serta Sekolah Tangguh Bencana, diharapkan dapat menekan angka korban jiwa dan kerusakan infrastruktur akibat bencana.

KPU Sidoarjo Gandeng Media Ajak Masyarakat Tidak Golput

IDPOST.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sidoarjo pada Rabu (13/12/2023) menggelar kegiatan Gathering bersama media bertajuk “Peran Media dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Pada Penyelenggaraan Pemilu 2024” di Grand Whiz Hotel Trawas Mojokerto.

Dalam Pemilu tahun 2024 KPU menargetkan partisipasi pemilih di angka 80 persen. Meski jumlah partisipasi cenderung meningkat tiap tahunnya, namun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Pemilu 2019, terdapat 34,75 juta atau sekitar 18,02 persen masyarakat tidak menggunakan hak suaranya.

Ketua KPU Kabupaten Sidoarjo, Mukhamad Iskak menjelaskan pentingnya peran serta media massa dalam memastikan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan Pemilu 2024. Menurutnya, sosialisasi program KPU melalui media massa lebih mudah sampai ke seluruh lapisan masyarakat.

“Saya berharap melalui kegiatan gathering ini, program-program KPU dapat disosialisasikan secara efektif, sehingga masyarakat dapat menggunakan hak suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada tanggal 14 Februari 2024,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur, Elis Yusniawati menegaskan bahwa untuk mengurangi angka golput, bukan hanya menjadi tugas KPU semata. Namun, semua pihak berperan serta dalam mengajak masyarakat agar mendatangi TPS dan memanfaatkan hak suara mereka.

“Berpartisipasi dalam Pemilu adalah hak dan kewajiban masyarakat sebagai warga negara yang baik. Karenanya dibutuhkan sinergi dan kolaborasi antara institusi pemerintah, media dan masyarakat, guna memberikan informasi arti pentingnya partisipasi dalam Pemilu 2024. Sehingga target yang diharapkan KPU dapat tercapai,” pungkasnya.

Polresta Sidoarjo Luncurkan Program CEKATAN SIM

IDPOST.CO.IDPolresta Sidoarjo telah meluncurkan program pelatihan uji praktik gratis bernama CEKATAN SIM (Cepat Tingkatkan Kemampuan Ujian Praktik dan Ujian Teori SIM) yang bertujuan untuk membantu para pemohon SIM melalui lintasan huruf S sebelum mengikuti ujian praktik sesungguhnya.

Program ini diluncurkan karena tingkat kelulusan pemohon SIM di Sidoarjo masih rendah meskipun Polri telah mengganti lintasan zig-zag dengan huruf S.

Menurut Kasat Lantas Polresta Sidoarjo Kompol Indra Budi Wibowo, komunitas Polresta melihat bahwa masih banyak warga di Kota Sidoarjo yang kesulitan lulus dalam ujian praktik SIM.

“Itulah yang mendorong kami berinovasi dengan memberikan coaching clinic atau pelatihan kepada calon pemohon SIM sebelum mereka melakukan tes sesungguhnya,” kata Kompol Indra.

Program CEKATAN SIM ini disambut baik oleh masyarakat Sidoarjo, terutama karena pelatihan uji praktik SIM ini gratis dan para pemohon akan dibimbing hingga benar-benar mahir mengemudi.

Materi latihan diberikan oleh petugas Polresta Sidoarjo dan persis sama dengan materi tes uji praktik sesungguhnya. Pelatihan uji praktik SIM di Polresta Sidoarjo dibuka setiap hari Rabu dan Jumat pada pukul 15.00-16.00 WIB.

Menurut Kompol Indra, Polresta Sidoarjo berencana untuk membuat lapangan latihan di seluruh kecamatan di Kabupaten Sidoarjo untuk menampung animo masyarakat.

“Nantinya, personel Bhabinkamtibmas dan unit lantas di masing-masing polsek yang sudah kami latih akan menjadi pemateri,” katanya.

Kompol Indra menegaskan bahwa peserta pelatihan uji praktik ini tidak akan dikenakan biaya apapun dan akan dibimbing secara gratis hingga mahir.

“Lewat program CEKATAN SIM ini pula kami jajaran Satlantas Polresta Sidoarjo ingin masyarakat jadi mengetahui serta mengalami sendiri bahwa proses pembuatan SIM yang sesuai aturan di Polresta Sidoarjo ternyata mudah, murah, dan cepat,” katanya.

Program coaching clinic ini diharapkan dapat membantu para pemohon SIM untuk lebih siap dan percaya diri ketika mengikuti ujian praktik SIM.

“Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan tingkat kelulusan pemohon SIM yang diuji di Polresta Sidoarjo dapat meningkat dan lebih banyak masyarakat yang memperoleh SIM dengan lancar,” pungkasnya.

Sinergi Mahasiswa dan Polisi, DPD GMNI Jatim Berkunjung ke Polresta Sidoarjo

IDPOST.CO.ID – Memperingati momentum Pemilu 2024 yang semakin dekat, Pengurus DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jawa Timur bertemu dengan Kapolresta Sidoarjo Komisaris Besar Polisi Kusumo Wahyu Bintoro di Mako Polresta Sidoarjo, Jl. Raya Cemengkalang, Sidoarjo.

Dalam pertemuan yang berlangsung pada hari Selasa (5/12/2023) tersebut membahas tentang seputar dinamika kamtibmas yang berkembang di Kabupaten Sidoarjo, lengkap dengan perkembangan situasi politik tanah air dalam menghadapi Pemilu 2024.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua GMNI Jatim Hendra Prayogi menekankan bahwa peran serta para mahasiswa sangat penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan kedamaian selama pelaksanaan Pemilu.

“Kehadiran mereka merupakan upaya untuk menjalin silaturahmi dan komunikasi sekaligus melakukan koordinasi bersama dengan pihak Kepolisian terkait upaya-upaya yang harus dilakukan dalam menjaga situasi kamtibmas pada Pemilu 2024,” ujar Hendra.

Kapolresta Sidoarjo memberikan apresiasi dan mengakui peran serta mahasiswa dalam rangka mewujudkan stabilitas kamtibmas yang kondusif di wilayah Sidoarjo.

“Dalam melaksanakan tugas kepolisian, kami membutuhkan dukungan dan partisipasi dari masyarakat, termasuk mahasiswa di Sidoarjo untuk dapat saling berkoordinasi membahas langkah-langkah yang harus diambil guna mewujudkan kamtibmas yang kondusif dan suksesnya pesta demokrasi pada Pemilu 2024,” jelas Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolresta Sidoarjo mengajak para mahasiswa untuk terlibat aktif dalam mengawal proses pesta demokrasi dan menjaga situasi kamtibmas hingga Pemilu 2024 berlangsung dengan aman dan damai.

Polresta Sidoarjo Berhasil Ciduk 5 Pelaku Curanmor

IDPOST.CO.ID – Satreskrim Polresta Sidoarjo berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor di wilayah Sukodono, Kabupaten Sidoarjo.

Dalam kasus ini, lima orang pelaku berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian setelah menjalankan aksinya dengan menggunakan kunci palsu dan kunci T.

Kapolresta Sidoarjo, Kusumo Wahyu Bintoro menjelaskan bahwa dalam aksinya tersebut tersangka dibagi menjadi 2 kelompok dimana kelompok pertama terdiri dari RS (33), AFR (26), dan JRC (22) yang semuanya merupakan warga Sidoarjo dan Surabaya, dan kelompok kedua terdiri dari OCK (25) dan SBO (21), yang keduanya warga Gambirono, Bangsalsari, Jember.

“Kasus pencurian terjadi di depan Toko Ainur Riski berlokasi di Jl Raya Pasar Sukodono pada Rabu, 22 November 2023. Para pelaku tersebut mengincar kendaraan yang terparkir dan tidak terawasi, kemudian merusak kunci kendaraan dengan menggunakan kunci palsu dan kunci T,” ungkap Kapolres dalam pers rilis

“Setelah menerima laporan dari masyarakat dan melakukan penyelidikan, Satreskrim Polresta Sidoarjo berhasil menangkap lima orang pelaku yang terlibat dalam tindakan pencurian tersebut,” ungkapnya.

Dalam kasus ini, dua di antara lima pelaku diketahui bernama OCK (25) dan SBO (21) mengakui bahwa mereka sebelumnya telah melakukan aksi pencurian di daerah Sedati,” ujar Kusumo Wahyu Bintoro dalam pers rilis di Mako Polresta Sidoarjo.

Dalam aksinya, empat orang pelaku terjun ke lapangan dan berkeliling di Perumahan Naura Regency untuk mencari kendaraan yang terparkir.

Setelah menemukan sasarannya, OCK dan SBO mencoba menghidupkan mesin sepeda motor menggunakan kunci T. Selanjutnya, motor dari hasil curian tersebut dibawa oleh pelaku D dan A hingga ke Kota Surabaya.

Pelaku dalam kasus ini dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke-4 dan ke-5 KUHP tentang Pencurian Dengan Pemberatan. Tindakan kejahatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan menggunakan anak kunci palsu diancam hukuman pidana selama tujuh tahun penjara.

Keberhasilan yang diraih Satreskrim Polresta Sidoarjo dalam mengungkap kasus pencurian kendaraan ini menunjukkan kesigapan dan kerja keras aparat kepolisian dalam mencegah tindak kejahatan yang meresahkan masyarakat.