Pesona Tersembunyi Blitar: Kawasan Wisata Rambut Monte, Destinasi Alam dan Sejarah yang Memikat Hati

IDPOST.ID – Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, Kabupaten Blitar menawarkan sebuah oase ketenangan dan keindahan yang tak terduga yakni di Kawasan Wisata Rambut Monte.

Berlokasi strategis di timur laut Blitar, tepatnya di kaki Pegunungan Kawi, Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, destinasi ini telah lama menjadi buah bibir di kalangan pelancong dan masuk dalam daftar teratas wisata Blitar yang wajib dikunjungi.

Keunggulan utamanya terletak pada aksesibilitas yang sangat mudah, karena berada persis di jalur utama yang menghubungkan Blitar dengan Ngantang, menjadikannya pilihan ideal bagi wisatawan yang mencari petualangan tanpa hambatan berarti.

Kawasan Rambut Monte bukan sekadar tempat wisata biasa. Rambut Monte adalah perpaduan harmonis antara keindahan alam yang memukau dan kekayaan sejarah yang mendalam.

Pengunjung akan disambut oleh panorama telaga alami dengan airnya yang jernih, memantulkan hijaunya pepohonan di sekelilingnya, menciptakan suasana yang begitu asri dan menenangkan.

Lebih dari itu, telaga ini menyimpan misteri dengan keberadaan ikan langka yang dikeramatkan, menambah daya tarik spiritual bagi mereka yang datang.

Tak hanya itu, jejak peradaban masa lalu juga terpahat jelas melalui peninggalan candi bersejarah yang berdiri kokoh di area yang sama, mengundang para penjelajah waktu untuk menyelami kisah-kisah kuno.

Seiring berjalannya waktu, Kawasan Wisata Rambut Monte terus berbenah. Berbagai fasilitas telah ditingkatkan dan diperbarui demi kenyamanan maksimal para pengunjung.

Dari gardu pandang yang kini lebih kokoh dan luas, hingga kolam renang yang telah direvitalisasi, setiap sudut Rambut Monte dirancang untuk memberikan pengalaman berlibur yang tak terlupakan.

Peningkatan ini tidak hanya bertujuan untuk menarik lebih banyak wisatawan, tetapi juga untuk memastikan bahwa setiap kunjungan menjadi momen yang berharga, di mana keindahan alam dan warisan budaya dapat dinikmati secara optimal.

Dengan segala daya tariknya, Rambut Monte siap menyambut Anda untuk sebuah petualangan yang memadukan relaksasi, edukasi, dan keajaiban alam yang autentik.

Pasca Pembubaran Karnaval di Blitar, Praktisi Hukum Dorong Pemda dan Polisi Susun Regulasi Bersama

IDPOST.ID – Insiden pembubaran karnaval sound horeg di Desa Kedawung, Blitar, memicu perdebatan mengenai penanganan kegiatan hiburan masyarakat oleh aparat.

Banyak warga menyayangkan tindakan tersebut, sementara praktisi hukum mendorong adanya solusi jangka panjang untuk mencegah konflik serupa terulang.

Pengacara Haryono, dari Kantor Hukum Haryono & Partners, menyatakan bahwa penegakan aturan tidak seharusnya mengorbankan hak masyarakat untuk berekspresi.

Ia mengkritik pendekatan represif yang digunakan dalam pembubaran acara pada Rabu (27/8/2025) malam.

“Kami tentu mendukung penegakan aturan, termasuk soal izin dan ketentuan teknis. Tetapi yang harus diingat, polisi hadir untuk mengayomi masyarakat,” kata Haryono, Kamis (28/8/2025).

Lebih lanjut, Haryono mendorong agar pemerintah daerah (pemda) dan kepolisian proaktif mencari solusi konstruktif.

Salah satu langkah yang diusulkan adalah menyusun regulasi yang jelas dan partisipatif mengenai penggunaan sistem suara (sound system) dalam kegiatan publik.

Menurutnya, aturan yang jelas akan memberikan kepastian hukum bagi penyelenggara acara sekaligus menjadi pedoman bagi aparat dalam melakukan pengawasan.

“Pemerintah daerah bersama kepolisian perlu duduk bersama mencari solusi, termasuk menyusun regulasi yang jelas. Dengan begitu, potensi konflik dapat dihindari, sementara masyarakat tetap bisa melestarikan tradisi dan hiburan mereka secara aman,” pungkasnya.

Pembubaran Paksa Karnaval di Blitar Tuai Kecaman, Pengacara: Aparat Seharusnya Dialogis, Bukan Represif

IDPOST.ID – Pembubaran paksa karnaval sound horeg di Desa Kedawung, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, pada Rabu (27/8/2025) malam, menuai kekecewaan dari berbagai kalangan masyarakat.

Tindakan aparat kepolisian yang dinilai represif dalam menghentikan acara hiburan rakyat itu kini menjadi sorotan.

Menanggapi insiden tersebut, pengacara dari Kantor Hukum Haryono & Partners, Haryono, menyayangkan langkah yang diambil aparat.

Menurutnya, pendekatan persuasif dan dialog seharusnya menjadi prioritas utama.

“Kami prihatin atas kondisi ini, karena masyarakat jelas kecewa dengan sikap represif aparat kepolisian,” ujar Haryono, Kamis (28/8/2025).

Haryono menegaskan, karnaval merupakan bagian dari ekspresi budaya dan kreativitas warga yang semestinya difasilitasi, bukan dibubarkan secara paksa.

Ia berpendapat bahwa tindakan represif justru dapat menimbulkan keresahan dan trauma sosial di tengah masyarakat.

“Karnaval ini sejatinya merupakan bagian dari ekspresi budaya dan hiburan rakyat yang mestinya bisa difasilitasi dengan baik, bukan serta-merta dibubarkan dengan cara-cara yang menimbulkan keresahan,” tegasnya.

Ia menambahkan, meski penegakan aturan terkait perizinan dan teknis penting, peran polisi sebagai pengayom masyarakat tidak boleh dikesampingkan.

Menurutnya, pembubaran paksa berisiko menggerus kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Sopir dan Kru Truk Sound Horeg di Blitar Dites Urine, Diduga Mabuk dan Tak Punya SIM

IDPOST.ID – Penindakan terhadap puluhan truk bermuatan sound horeg yang mengikuti karnaval di Desa Kedawung, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada Rabu (27/8/2025), tidak hanya berujung pada sanksi tilang dan pembongkaran sound system.

Petugas juga melakukan tes urine terhadap para sopir dan kru truk, menyusul dugaan adanya indikasi mereka dalam pengaruh alkohol dan tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Kapolres Blitar Kota, AKBP Titus Yudho Uly, mengungkapkan bahwa saat penindakan, tercium aroma alkohol dari beberapa sopir dan kru.

“Ada indikasi mereka mabuk-mabukan. Dari aroma yang tercium, beberapa sopir dan kru dalam kondisi mabuk. Ditambah lagi, banyak yang tidak memiliki SIM,” jelas AKBP Yudho.

Penindakan ini bermula dari aduan masyarakat yang merasa terganggu dengan kegiatan karnaval yang tidak berizin dan melanggar aturan.

Selain kebisingan dari sound horeg, truk-truk tersebut juga melanggar Pasal 307 dan 169 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan terkait tata cara muatan.

AKBP Yudho menambahkan, karnaval tersebut juga menyalahi surat edaran (SE) gubernur Jawa Timur dan kapolda Jawa Timur mengenai batasan penggunaan sound horeg.

Pihak kepolisian juga telah memberikan surat resmi kepada pihak desa bahwa tidak ada rekomendasi izin dari Polres Blitar Kota, namun kegiatan tetap dilaksanakan.

Sebanyak 22 truk bermuatan sound horeg digiring dengan kawalan polisi dari Desa Kedawung menuju Mapolres Blitar Kota yang berjarak puluhan kilometer.

Langkah tegas ini diambil untuk menegakkan aturan dan memberikan efek jera bagi para pelanggar, serta memastikan ketertiban dan keamanan masyarakat.

Puluhan Truk Sound Horeg Digiring ke Mapolres Blitar Kota, Diduga Langgar Aturan dan Tak Berizin

IDPOST.ID – Puluhan truk bermuatan sound horeg digiring ke Mapolres Blitar Kota seusai mengikuti karnaval di Desa Kedawung, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Rabu (27/8/2025).

Penindakan ini dilakukan lantaran kegiatan karnaval tersebut diduga melanggar aturan dan tidak mengantongi izin resmi.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Titus Yudho Uly, menjelaskan, langkah tegas ini diambil setelah pihaknya menerima aduan masyarakat yang merasa terganggu dengan kegiatan karnaval tersebut.

“Awalnya kami mendapat laporan dari warga melalui call center. Mereka mengaku terganggu dengan kegiatan itu. Aduan masyarakat inilah yang menjadi dasar kami melakukan penindakan,” ujar AKBP Yudho.

Saat tiba di lokasi, polisi mendapati puluhan truk tidak hanya menggunakan sound horeg dengan volume tinggi, tetapi juga melanggar aturan lalu lintas dan angkutan jalan.

“Truk-truk itu melanggar Pasal 307 dan 169 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan terkait tata cara muatan,” tegasnya.

Lebih lanjut, AKBP Yudho menambahkan, karnaval tersebut juga menyalahi aturan dalam surat edaran (SE) gubernur Jawa Timur dan kapolda Jawa Timur, terutama mengenai batasan penggunaan sound horeg.

Selain itu, kegiatan karnaval di Desa Kedawung tidak mengantongi rekomendasi dari Polres Blitar Kota.

“Kami sudah memberikan surat resmi ke pihak desa bahwa polres tidak mengeluarkan izin atau rekomendasi. Namun kegiatan tetap dilaksanakan. Ini jelas kegiatan ilegal. Kami berharap masyarakat memahami aturan yang berlaku sesuai SE Gubernur,” pungkasnya.

Sebagai tindak lanjut, polisi memberikan sanksi tilang dan mewajibkan pembongkaran sound system yang dipasang di atas truk. Petugas juga melakukan tes urine terhadap sopir dan kru truk.

“Ada indikasi mereka mabuk-mabukan. Dari aroma yang tercium, beberapa sopir dan kru dalam kondisi mabuk. Ditambah lagi, banyak yang tidak memiliki SIM,” ungkap Kapolres.

Menurut informasi, ada 22 truk bermuatan sound horeg yang dibawa ke Mapolres Blitar Kota.

Kendaraan tersebut digiring dengan kawalan polisi dari Desa Kedawung menuju Polres Blitar Kota yang berjarak puluhan kilometer.

Gunung Pegat: Surga Baru Paralayang Blitar yang Memacu Adrenalin

IDPOST.ID – Bagi para pecinta olahraga paralayang di Blitar dan sekitarnya, kini ada kabar gembira. Wisata Lengkeh Gunung Pegat, yang terletak di Desa Kawedusan, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, telah menjelma menjadi surga baru bagi aktivitas paralayang.

Ketinggian dan kondisi geografisnya yang ideal menjadikan Gunung Pegat sebagai lokasi lepas landas favorit yang memacu adrenalin.

Gunung Pegat, khususnya puncak timurnya, sering digunakan oleh komunitas paralayang Blitar sebagai titik awal untuk mengarungi langit.

Angin yang stabil dan pemandangan yang menakjubkan dari ketinggian menjadi kombinasi sempurna bagi para penerbang.

Dari atas, hamparan persawahan hijau yang berpetak-petak rapi, serta lekukan ekor Gunung Pegat sebelah barat, menciptakan latar belakang yang spektakuler untuk setiap penerbangan.

Keberadaan Wisata Lengkeh sebagai tandem paralayang bukan hanya menarik minat para atlet, tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan umum.

Banyak pengunjung yang datang untuk menyaksikan langsung aksi-aksi memukau para paralayang yang melayang di udara, menambah semarak suasana di kawasan wisata ini.

Fasilitas pendukung untuk kegiatan paralayang pun mulai dikembangkan, meskipun masih dalam tahap awal.

Hal ini menunjukkan potensi besar Gunung Pegat untuk menjadi pusat olahraga paralayang yang lebih besar di masa depan, menarik lebih banyak atlet dan wisatawan dari berbagai daerah.

Dengan demikian, Gunung Pegat tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata alam yang indah, tetapi juga sebagai ikon baru bagi olahraga paralayang di Blitar.

Kombinasi keindahan alam dan tantangan olahraga ekstrem menjadikan Wisata Lengkeh Gunung Pegat sebagai pilihan yang tepat bagi mereka yang mencari petualangan dan pengalaman tak terlupakan.

Panorama Memukau Puncak Timur Gunung Pegat Blitar: Surga Tersembunyi di Blitar

IDPOST.ID – Wisata Lengkeh Gunung Pegat di Blitar tak hanya menawarkan kisah mitos yang menarik, tetapi juga menyuguhkan keindahan alam yang luar biasa, terutama dari puncak timur Gunung Pegat.

Titik tertinggi ini menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung yang mendambakan panorama alam yang menawan dan menenangkan jiwa.

Dari puncak timur Gunung Pegat, mata akan dimanjakan dengan pemandangan yang benar-benar tiada duanya.

Hamparan persawahan hijau membentang luas, tertata rapi dalam petak-petak yang membentuk mozaik alami.

Pemandangan ini menciptakan kontras yang indah dengan birunya langit, memberikan kesan kedamaian dan kesegaran yang sulit ditemukan di tengah hiruk pikuk perkotaan.

Selain itu, ekor Gunung Pegat sebelah barat juga tampak jelas dari puncak ini, melengkapi keindahan lanskap yang disajikan.

Kombinasi antara hijaunya sawah, megahnya gunung, dan luasnya cakrawala menjadikan setiap sudut pandang dari puncak timur Gunung Pegat layak diabadikan dalam kamera.

Tak heran jika puncak ini juga menjadi lokasi favorit bagi para pecinta paralayang. Sensasi melayang di udara sambil menikmati keindahan panorama Blitar dari ketinggian tentu menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Bagi mereka yang mencari ketenangan, puncak ini juga menjadi tempat ideal untuk sekadar duduk bersantai, menghirup udara segar, dan menikmati keagungan alam.

Keindahan panorama dari puncak timur Gunung Pegat ini membuktikan bahwa Wisata Lengkeh bukan sekadar destinasi biasa.

Ia adalah surga tersembunyi yang menawarkan pengalaman visual dan spiritual yang mendalam, mengajak setiap pengunjung untuk lebih dekat dengan alam dan merasakan kedamaian yang hakiki.

Wisata Lengkeh Gunung Pegat Blitar: Destinasi Baru dengan Pesona Alam dan Sejarah

IDPOST.IDKabupaten Blitar kini memiliki magnet wisata baru yang menarik perhatian, yakni Wisata Lengkeh Gunung Pegat. Berlokasi strategis di Desa Kawedusan, Kecamatan Ponggok, Blitar, destinasi ini menawarkan perpaduan keindahan alam yang memukau dan jejak sejarah yang masih menyimpan misteri.

Wisata Lengkeh, yang secara administratif berada di wilayah Desa Kawedusan, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, telah dibuka untuk umum dan menjadi primadona baru bagi para pelancong.

Nama “Lengkeh” sendiri merujuk pada lembah di antara Gunung Pegat timur dan Gunung Pegat barat, sebuah sebutan yang lazim digunakan oleh warga setempat.

Daya tarik utama dari Wisata Lengkeh ini adalah puncak timur Gunung Pegat. Dari ketinggian, pengunjung akan disuguhi panorama yang tiada duanya.

Hamparan persawahan hijau membentang rapi, berpetak-petak mengelilingi gunung, menciptakan pemandangan yang asri dan menenangkan mata.

Selain itu, ekor Gunung Pegat sebelah barat juga tampak jelas, menambah keindahan lanskap yang disajikan.

Tak hanya keindahan alam, Wisata Lengkeh juga memiliki daya tarik lain yang tak kalah menarik.

Kawasan ini dikenal sebagai tandem paralayang, seringkali menjadi lokasi lepas landas favorit bagi para pecinta olahraga paralayang Blitar.

Hal ini tentu menambah nilai eksotis bagi destinasi ini, menjadikannya pilihan menarik bagi wisatawan yang mencari petualangan atau sekadar menikmati keindahan alam dari ketinggian.

Dengan segala pesona yang ditawarkan, Wisata Lengkeh Gunung Pegat siap menjadi salah satu destinasi unggulan di Blitar, menawarkan pengalaman liburan yang berbeda dan tak terlupakan bagi setiap pengunjung.