Penjaga Toko Tembakau di Blitar Terpukul, Rp 2 Juta Raib Akibat Modus Penipuan Baru

IDPOST.ID – Penipuan dengan modus mengaku sebagai utusan pemilik toko kembali menelan korban. Kali ini, seorang penjaga toko tembakau di Desa Kauman, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, harus menelan pil pahit setelah uang tunai sebesar Rp 2 juta raib digondol pelaku.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus penipuan yang merugikan masyarakat.

Korban, yang merupakan penjaga Toko Tembakau Sumber Roso, tak menyangka niat baiknya untuk membantu pemilik toko justru berujung pada kerugian finansial.

Tanpa konfirmasi, ia menyerahkan uang Rp 2 juta kepada seorang pria tak dikenal yang mengaku diutus pemilik toko untuk membeli bahan material rak.

“Setelah pelaku tersebut meninggalkan toko, pelapor baru menghubungi pemilik Toko Sumber Roso yang asli dan bertanya apakah pemilik Toko Sumber Roso memesan tukang untuk membikinkan rak toko dan pemilik Toko Sumber Roso tersebut bilang ‘tidak’, dan itu ternyata modus penipuan,” jelas Kapolsek Srengat, Kompol Randy Irawan, Senin (25/8/2025).

Kerugian sebesar Rp 2 juta ini tentu sangat berarti bagi toko tersebut. Pihak kepolisian, melalui Kompol Randy Irawan, mengimbau masyarakat, khususnya para pemilik dan penjaga toko, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan.

“Penting untuk selalu melakukan konfirmasi langsung kepada pemilik atau pihak terkait sebelum memberikan uang tunai kepada orang yang tidak dikenal, meskipun mengaku sebagai utusan,” tegasnya.

Imbauan ini menjadi krusial mengingat pelaku penipuan semakin lihai dalam melancarkan aksinya dengan berbagai modus.

Saat ini, Polsek Srengat masih terus melakukan penyelidikan intensif. Rekaman CCTV dan keterangan saksi-saksi telah dikumpulkan untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku.

“Kami masih melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku yang sudah teridentifikasi tersebut,” pungkas Randy.

Kasus ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh lapisan masyarakat agar tidak mudah percaya pada orang yang baru dikenal, terutama jika menyangkut transaksi keuangan.

Penipuan Modus Utusan Pemilik Toko Kembali Makan Korban di Blitar, Penjaga Toko Rugi Rp 2 Juta

IDPOST.ID – Aksi penipuan dengan modus mengaku sebagai utusan pemilik toko kembali marak terjadi. Kali ini, sebuah toko tembakau di Desa Kauman, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, menjadi sasarannya.

Seorang penjaga toko menjadi korban penipuan dan kehilangan uang tunai sebesar Rp 2 juta.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis (21/8/2025) lalu sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu, penjaga toko Tembakau Sumber Roso yang berlokasi di Jalan Kawi sedang melayani pembeli seperti biasa.

Tiba-tiba, seorang pria tak dikenal datang menghampiri. Pria tersebut mengendarai sepeda motor Satria, mengenakan helm merah, kaos bergaris biru putih hitam, dan celana pendek jeans.

Kapolsek Srengat, Kompol Randy Irawan, menjelaskan modus yang digunakan pelaku.

“Modusnya adalah disuruh oleh Pemilik Toko Tembakau Sumber Roso untuk membeli bahan material untuk membuat rak toko, kemudian orang tersebut meminta dana kepada pelapor sebesar Rp 2 juta, setelah itu pelaku kabur,” ucap Randy, Senin (25/8/2025).

Pelaku dengan lancar mengaku diutus oleh pemilik toko untuk membeli bahan material guna membuat rak. Untuk meyakinkan korbannya, pelaku meminta uang tunai sebesar Rp 2 juta sebagai dana pembelian.

Tanpa sedikit pun curiga dan tanpa mengkonfirmasi terlebih dahulu kepada sang pemilik toko yang asli, penjaga toko langsung memberikan uang yang diminta.

“Setelah pelaku tersebut meninggalkan toko, pelapor baru menghubungi pemilik Toko Sumber Roso yang asli dan bertanya apakah pemilik Toko Sumber Roso memesan tukang untuk membikinkan rak toko dan pemilik Toko Sumber Roso tersebut bilang ‘tidak’, dan itu ternyata modus penipuan,” beber Randy.

Menyadari dirinya menjadi korban penipuan, penjaga toko segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Srengat.

Hingga saat ini, pihak kepolisian telah mengambil langkah-langkah penyelidikan, termasuk mendatangi lokasi kejadian, memeriksa rekaman CCTV, dan menginterogasi saksi-saksi. Kerugian yang dialami toko tersebut akibat penipuan ini mencapai Rp 2 juta.

“Kami masih melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku yang sudah teridentifikasi tersebut,” tandasnya.

Polisi Buru Pelaku Perampasan Motor di Blitar, Korban Alami Luka Jahitan di Kepala

IDPOST.ID – Kepolisian Resor Blitar tengah memburu pelaku perampasan sepeda motor yang terjadi di Lingkungan Kembangan, Kelurahan Kembangarum, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, pada Sabtu (23/8/2025) pagi.

Korban, seorang wanita berinisial WFS (18), mengalami luka serius di bagian kepala dan bahu tangan akibat penganiayaan yang dilakukan pelaku.

Kasubsi PIDM Sihumas, IPDA Putut Siswahyudi, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat korban melintas di jalan tanah dalam hutan jati.

Pelaku yang tidak dikenal tiba-tiba menyerang korban dengan kayu, menyebabkan korban terjatuh dan mengalami luka. Pelaku kemudian membawa kabur sepeda motor Yamaha Mio dan tas milik korban.

“Kami telah mendatangi TKP dan melakukan olah TKP bersama tim inafis serta piket satreskrim. Korban sudah dibawa ke RS Aulia Sutojayan dan saat ini menjalani rawat jalan dengan jahitan pada luka di kepalanya,” ujar IPDA Putut Siswahyudi.

Selain itu, pihak kepolisian juga telah meminta visum et repertum (VER) dan mengamankan barang bukti. Beberapa saksi, termasuk Maryono dan Sunarsih, telah dimintai keterangan untuk membantu proses penyelidikan.

Kerugian material akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp 4.000.000. Polisi berkomitmen untuk segera mengungkap dan menangkap pelaku perampasan ini.

Perampasan Motor di Blitar, Korban Terluka di Bagian Kepala

IDPOST.ID – Seorang wanita berinisial WFS (18) menjadi korban perampasan sepeda motor di jalan tanah dalam hutan jati, Lingkungan Kembangan, Kelurahan Kembangarum, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, pada Sabtu (23/8/2025) sekitar pukul 06.10 WIB.

Korban mengalami luka di bagian bahu tangan dan kepala akibat dipukul pelaku.

Menurut keterangan yang dihimpun, peristiwa nahas ini terjadi saat WFS yang berprofesi sebagai tukang masak, hendak menuju rumah majikannya di Desa Darungan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.

Korban mengendarai sepeda motor Yamaha Mio berwarna biru dengan nomor polisi AG 4872 FB tahun 2011 seorang diri.

Saat melintas di lokasi kejadian, korban melihat seorang pria berjalan di depannya dari arah yang sama. Pria tersebut membawa tas punggung dan memegang kayu bulat sepanjang 40 cm.

Ketika korban berada di samping pelaku, tiba-tiba pelaku memukul bahu tangan korban menggunakan kayu tersebut, menyebabkan korban terjatuh dari sepeda motornya.

Tidak berhenti di situ, pelaku kembali memukul korban sebanyak dua kali di bagian kepala depan dan samping kiri. Setelah melumpuhkan korban, pelaku langsung mengambil tas cangklong milik korban yang berisi dua unit handphone, KTP, dan kartu BPJS. Pelaku kemudian membawa kabur sepeda motor korban.

Akibat kejadian ini, WFS mengalami luka di bahu tangan serta luka jahitan di kepala. Korban telah dibawa ke RS Aulia Sutojayan, Kabupaten Blitar, dan saat ini menjalani rawat jalan. Kerugian material ditaksir mencapai Rp 4.000.000.

Pihak kepolisian bersama tim inafis telah mendatangi TKP dan melakukan olah TKP. Penyelidikan lebih lanjut tengah dilakukan untuk memburu pelaku.

Bupati Blitar Sambut Baik Bansos Khofifah: Perkuat Komitmen Pemkab Entaskan Kemiskinan

IDPOST.ID – Bupati Blitar, Rijanto, menyambut baik penyaluran bantuan sosial (bansos) dan zakat produktif senilai Rp5,7 miliar oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Pendopo Kabupaten Blitar pada Selasa (26/8/2025).

Rijanto menilai program ini sebagai langkah strategis yang sangat mendukung upaya pemerintah daerah dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Tentu upaya gubernur targetnya mengentaskan kemiskinan dan mengatasi kemiskinan ekstrem di Jatim,” ujar Bupati Rijanto, mengapresiasi inisiatif Gubernur Khofifah.

Ia menambahkan bahwa program-program bantuan ini selaras dengan visi Pemerintah Kabupaten Blitar untuk menciptakan masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera.

Rijanto juga menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Blitar untuk mendukung penuh program-program yang digulirkan oleh pemerintah provinsi.

Komitmen ini diwujudkan melalui gerakan Catur Dharma, sebuah inisiatif lokal yang berfokus pada empat pilar utama: pengentasan kemiskinan, peningkatan ekonomi lokal, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Gerakan Catur Dharma ini diharapkan dapat menjadi akselerator dalam mencapai target-target pembangunan di Blitar.

Bantuan yang disalurkan oleh Gubernur Khofifah mencakup berbagai sektor, mulai dari PKH Plus, Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), bantuan permakanan, alat bantu disabilitas, bantuan KIP Eks PPKS Jawara, BLT buruh pabrik rokok, tali asih bagi pilar-pilar sosial, dukungan BUMDesa, hingga zakat produktif bagi pedagang ultra mikro.

Keberagaman jenis bantuan ini menunjukkan pendekatan holistik dalam menangani isu kemiskinan.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga menyerahkan sembako dan bendera kepada 68 tukang becak di sekitar Pendopo Kabupaten Blitar.

Aksi ini, menurut Rijanto, merupakan contoh nyata kepedulian pemerintah terhadap sektor informal, yang juga menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi lokal.

Sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten, serta dukungan dari berbagai pihak, diharapkan dapat mempercepat tercapainya tujuan pengentasan kemiskinan di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Blitar.

Ragam Bantuan Rp5,7 Miliar Disalurkan Khofifah di Blitar: Dari PKH Plus hingga Zakat Produktif

IDPOST.ID – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyalurkan berbagai jenis bantuan sosial (bansos) dan zakat produktif senilai total Rp5,7 miliar kepada masyarakat rentan di Kabupaten Blitar pada Selasa (26/8/2025).

Penyaluran yang dilakukan di Pendopo Kabupaten Blitar ini menunjukkan komitmen pemerintah provinsi dalam menjangkau berbagai lapisan masyarakat dengan program-program yang relevan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah merinci jenis-jenis bantuan yang digulirkan, yang dirancang untuk memberikan dampak maksimal pada peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi.

“Alhamdulillah bansos dan zakat produktif terus kita salurkan. Semoga dapat menjadi penguatan sosial ekonomi masyarakat Blitar,” kata Khofifah, menekankan inklusivitas program ini.

Bantuan yang disalurkan sangat beragam, mencerminkan upaya pemerintah untuk mengatasi berbagai tantangan sosial dan ekonomi. Program-program tersebut meliputi:

  1. PKH Plus: Program Keluarga Harapan dengan tambahan manfaat untuk keluarga sangat miskin.
  2. Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD): Bantuan khusus untuk mendukung penyandang disabilitas.
  3. Bantuan Permakanan: Dukungan pangan bagi kelompok rentan.
  4. Alat Bantu Disabilitas: Penyediaan alat-alat yang mempermudah aktivitas penyandang disabilitas.
  5. Bantuan KIP Eks PPKS Jawara: Kartu Indonesia Pintar bagi mantan Pekerja Seks Komersial (PSKS) yang telah mengikuti program rehabilitasi.
  6. BLT Buruh Pabrik Rokok: Bantuan Langsung Tunai untuk buruh di sektor pabrik rokok.
  7. Tali Asih bagi Pilar-pilar Sosial: Apresiasi dan dukungan bagi individu atau kelompok yang aktif dalam kegiatan sosial.
  8. Dukungan BUMDesa: Bantuan untuk pengembangan Badan Usaha Milik Desa guna menggerakkan ekonomi lokal.
  9. Zakat Produktif bagi Pedagang Ultra Mikro: Dana zakat yang disalurkan untuk modal usaha bagi pedagang kecil.

Selain itu, sebagai bentuk perhatian langsung kepada sektor informal, Gubernur Khofifah juga menyerahkan sembako dan bendera kepada 68 tukang becak yang hadir di sekitar Pendopo Kabupaten Blitar.

Aksi ini menunjukkan bahwa bantuan tidak hanya bersifat programatik, tetapi juga menyentuh kebutuhan sehari-hari masyarakat kecil.

Bupati Blitar, Rijanto, mengapresiasi penyaluran bantuan ini, menyebutnya sebagai langkah strategis dalam upaya pengentasan kemiskinan.

“Tentu upaya gubernur targetnya mengentaskan kemiskinan dan mengatasi kemiskinan ekstrem di Jatim,” ujar Rijanto, menegaskan bahwa program ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Blitar dalam gerakan Catur Dharma untuk peningkatan ekonomi lokal.

Khofifah Salurkan Bansos dan Zakat Produktif Rp5,7 Miliar di Blitar, Perkuat Ekonomi Masyarakat

IDPOST.ID – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan sosial dan ekonomi masyarakat.

Pada Selasa (26/8/2025), Khofifah menyalurkan bantuan sosial (bansos) dan zakat produktif senilai total Rp5,7 miliar kepada masyarakat rentan di Kabupaten Blitar.

Penyaluran bantuan ini dipusatkan di Pendopo Kabupaten Blitar, menjadi simbol upaya berkelanjutan pemerintah provinsi dalam meningkatkan kesejahteraan warganya.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program pemerintah provinsi yang terus digulirkan.

“Alhamdulillah bansos dan zakat produktif terus kita salurkan. Semoga dapat menjadi penguatan sosial ekonomi masyarakat Blitar,” ujar Khofifah, menyoroti dampak positif yang diharapkan dari bantuan tersebut.

Bantuan senilai Rp5,7 miliar ini mencakup berbagai program yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat. Di antaranya adalah Program Keluarga Harapan (PKH) Plus, Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), bantuan permakanan, serta penyediaan alat bantu disabilitas.

Selain itu, terdapat pula bantuan KIP Eks PPKS Jawara, Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi buruh pabrik rokok, tali asih untuk pilar-pilar sosial, dukungan bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), dan zakat produktif yang secara khusus ditujukan bagi pedagang ultra mikro.

Khofifah menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat dalam upaya pengentasan kemiskinan.

“Bisa mempercepat pengentasan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian serta kewirausahaan yang didukung oleh pilar-pilar sosial di Jawa Timur,” tambahnya, menggarisbawahi peran kolaborasi dalam mencapai tujuan tersebut.

Bupati Blitar, Rijanto, menyambut baik inisiatif Gubernur Khofifah. Ia menilai program ini sangat strategis dalam mendukung visi pemerintah daerah.

“Tentu upaya gubernur targetnya mengentaskan kemiskinan dan mengatasi kemiskinan ekstrem di Jatim,” kata Rijanto.

Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Blitar berkomitmen penuh untuk mendukung program provinsi melalui gerakan Catur Dharma, yang berfokus pada pengentasan kemiskinan dan peningkatan ekonomi lokal.

Sebagai bentuk perhatian lebih, Gubernur Khofifah juga menyerahkan sembako dan bendera kepada 68 tukang becak yang berada di sekitar Pendopo Kabupaten Blitar.

Aksi ini menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap sektor informal yang juga menjadi bagian penting dari roda perekonomian masyarakat.

Dari BEN Carnival ke Keroncong Nasional: Blitar Bangun Kota Lewat Budaya

IDPOST.ID – Kota Blitar terus mengukuhkan diri sebagai destinasi budaya dan event nasional. Setelah sukses besar dengan Blitar Ethnic National (BEN) Carnival 2025 yang berhasil menarik perhatian ratusan ribu pengunjung, kini Blitar bersiap menjadi tuan rumah Festival Keroncong Nasional.

Perhelatan ini bukan sekadar ajang musik, melainkan visi besar untuk menjadikan kebudayaan sebagai instrumen pembangunan kota.

Festival Keroncong Nasional akan digelar pada 13 September 2025 di Alun-alun Blitar, menandai puncak dari rangkaian “Keroncong Suara Nusa” yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan di berbagai daerah.

Syaifullah Agam, Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan, menekankan bahwa festival ini adalah bagian dari strategi kebudayaan.

“Keroncong adalah pilar penting dalam khazanah musik Indonesia. Acara ini memastikan keroncong tidak hanya bertahan, tetapi berkembang dan dinikmati generasi muda,” ujarnya.

Syaifullah menambahkan, keroncong memiliki nilai abadi dan relevansi zaman. Pemilihan Blitar sebagai lokasi puncak acara juga strategis.

“Blitar adalah tempat dimakamkannya Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Kota ini menyimpan energi sejarah sekaligus potensi budaya yang luar biasa,” katanya, menyoroti potensi Blitar sebagai pusat kebudayaan.

Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin, melihat BEN Carnival sebagai bukti nyata kemampuan Blitar.

“BEN Carnival kemarin sangat sukses dan meriah. Banyak masyarakat yang menyebutnya sebagai gelaran budaya dengan kelas premium, karena menampilkan akar budaya nusantara tanpa kebisingan berlebihan,” ungkap Mas Ibin.

Keberhasilan karnaval tersebut tidak hanya membangkitkan semangat nasionalisme, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Lebih dari 600 pedagang terlibat, jauh melampaui jumlah pedagang saat Car Free Day.

“Tinggal dikalikan saja omzet tiap pedagang. Perputaran ekonomi sangat besar,” kata Mas Ibin, menegaskan dampak positif event budaya terhadap perekonomian masyarakat.

Dengan optimisme yang sama, Mas Ibin membawa semangat ini ke Festival Keroncong Nasional.

“Kami ingin Blitar dikenal sebagai kota event. Sebuah kota yang menghadirkan acara untuk menghibur, mengedukasi, dan tentu saja menggerakkan ekonomi rakyat,” tuturnya.

Festival ini rencananya akan dihadiri Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, dan dimeriahkan artis nasional. Alun-alun Blitar telah disiapkan sebagai pusat pertunjukan, dengan dukungan penuh untuk UMKM, perhotelan, dan sektor parkir yang diharapkan meraup keuntungan.

Bagi pemerintah pusat, keroncong adalah warisan yang harus dijaga. “Kebudayaan adalah jiwa kita, pondasi yang menyatukan keberagaman dari Sabang sampai Merauke. Melalui festival ini, kita menegaskan kepada dunia bahwa identitas bangsa Indonesia tumbuh dari persatuan,” pungkas Syaifullah Agam.

Sejak awal tahun, Blitar semakin aktif sebagai kota event, dari karnaval hingga konser musik. Mas Ibin menyebut, strategi ini sejalan dengan harapan masyarakat agar Blitar menjadi kota masa depan yang kreatif.

“Keramaian itu membawa berkah bagi UMKM, pengusaha hotel, jasa parkir, hingga sektor informal lainnya. Dengan semakin banyak event nasional yang digelar di Blitar, perputaran ekonomi akan terus bergerak,” kata Mas Ibin.