Soekarno Coffee Festival 2025 di Blitar: Merayakan Warisan Sejarah dan Inovasi Kopi

IDPOST.IDKota Blitar kembali menggelar pesta kopi yang sarat makna, yakni Soekarno Coffee Festival 2025.

Acara yang dibuka di halaman Kantor Wali Kota oleh H. Syauqul Muhibbin dikenal sebagai Mas Ibin mewakili semangat perjuangan dan intelektualitas Bung Karno melalui kopi.

Dalam sambutannya pada Jumat, 13 Juni 2025, Mas Ibin menegaskan bahwa festival ini lebih dari sekadar perayaan; kopi di sini menjadi lambang semangat nasionalisme dan kreativitas.

Bulan Juni menjadi momen spesial di Blitar, antara lain karena peringatan Hari Lahir Pancasila (1 Juni), Hari Lahir Bung Karno (6 Juni), dan Hari Wafatnya (21 Juni).

Mas Ibin mengajak warga untuk menjadikan nilai-nilai Bung Karno sebagai pegangan dalam pembangunan daerah dengan sikap pantang menyerah seperti ajaran “jangan berhenti boeng.”

Festival ini juga berfungsi sebagai wahana pengembangan usaha kopi dan inovasi kreatif. Apresiasi disampaikan kepada semua pihak dari panitia hingga pelaku usaha kopi yang saling berkolaborasi menghidupkan kegiatan ini.

“Festival ini diharapkan menjadi ruang bagi penguatan gagasan dan kolaborasi demi kemajuan Blitar,” imbuh wali kota.

Kepala Dinas PTSP Kota Blitar, Heru Eko Pramono, menambahkan bahwa meski durasi festival kali ini singkat selama tiga hari, antusiasme tetap tinggi dengan sekitar 40 stan dari usaha lokal dan luar kota, termasuk dari Mojokerto

Inovasi ini juga beriringan dengan pertumbuhan sekitar 100 kafe di Blitar. Heru menyebut kenaikan harga kopi lokal mencapai Rp100.000 per kilogram, naik dari Rp75.000, sebagai tanda optimisme ekonomi kopi Blitar.

Dia menegaskan bahwa festival ini membuka kesempatan generasi muda untuk mengasah keterampilan di bidang kopi.

Pembukaan hari pertama diwarnai kompetisi Pour Over, hiburan musik dari DJ Mike Clay, dan Tari Pleret yang memperlihatkan akulturasi budaya. Malam dilanjutkan dengan lomba latte art dan penampilan dari Kromatik serta Classy Band.

Di hari kedua, aspek edukasi makin dominan melalui talkshow bisnis kopi, demo roasting dan cupping, serta dialog santai pelaku usaha dalam program NGOPI SAE. Forum lobi terbuka dengan wali kota menjadi puncak acara.

Hari terakhir menghadirkan acara “Kopi Pagi bareng GEMAS,” talkshow tentang manfaat kopi untuk kesehatan, serta pertunjukan musik dari Villa Band, Javaloca, dan Electra Band. Festival ditutup meriah dengan kolaborasi Electra Band dan Pak Kepz.

Melalui pendekatan inklusif yang menggabungkan unsur hiburan, edukasi, dan bisnis kreatif, Soekarno Coffee Festival 2025 memperkokoh ekosistem ekonomi kreatif berbasis kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Heru optimis bahwa dialog dan negosiasi bisnis yang berlangsung secara santai di kedai kopi ini adalah model baru yang lebih manusiawi dan efektif dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi dan investasi.

Singkatnya, festival ini tidak hanya ajang hiburan tapi juga sarana penting untuk mengangkat warisan Bung Karno sembari menumbuhkan industri kopi dan ekonomi kreatif Blitar ke depan.

Wali Kota Blitar Resmikan Soekarno Coffee Fest 2025: Menghidupkan Warisan Bung Karno Lewat Kopi

IDPOST.ID – Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin atau yang biasa dikenal sebagai Mas Ibin, secara resmi meresmikan pembukaan Soekarno Coffee Festival 2025 pada Jumat sore (13/6/2025) di halaman Kantor Wali Kota Blitar.

Acara ini bukan hanya perayaan kuliner kopi semata, tetapi juga sebagai penghormatan terhadap warisan pemikiran dan gaya hidup Presiden pertama RI, Bung Karno.

Dalam sambutannya, Mas Ibin menjelaskan bahwa festival tahunan ini merupakan rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno yang rutin digelar setiap Juni di Kota Blitar.

Ia mengingatkan tiga tanggal penting dalam bulan tersebut yang berhubungan langsung dengan Bung Karno, yakni tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila, 6 Juni hari kelahiran Bung Karno, serta 21 Juni hari wafatnya.

“Seluruh aktivitas selama bulan ini difokuskan untuk meneladani perjuangan dan nilai-nilai yang ditinggalkan Bung Karno,” ujarnya kepada hadirin yang terdiri dari pejabat Forkopimda, pelaku UMKM, perwakilan perbankan, serta komunitas pecinta kopi.

Kini menginjak tahun keempat, festival kopi ini menjadi momentum penting bagi Blitar untuk memperkuat identitasnya, tidak hanya sebagai kota bersejarah Bung Karno tetapi juga mengembangkan nilai tersebut menjadi produk kreatif dan peluang ekonomi.

Mas Ibin juga menegaskan bahwa Soekarno Coffee Fest bukan sekadar festival kopi biasa. Festival ini dipersembahkan sebagai penghargaan atas kebiasaan Bung Karno yang gemar minum kopi tubruk setiap pagi dengan takaran khusus: satu sendok teh kopi dan satu setengah sendok teh gula pasir. Kebiasaan tersebut menjadi bagian dari momen Bung Karno dalam memulai hari dan mengambil keputusan besar untuk bangsa.

Kepala DPMPTSP Kota Blitar, Heru Eko Pramono, mengungkapkan bahwa festival ini menjadi dorongan konkret bagi pengembangan ekosistem usaha berbasis kopi.

Walaupun festival berlangsung selama tiga hari, antusiasme peserta tetap tinggi dengan sekitar 40 booth dari Blitar dan sekitarnya, bahkan ada peserta dari Mojokerto.

Festival tahun ini mengangkat tema “Jangan Berhenti Boeng!”, sebuah kutipan Bung Karno yang mengandung semangat optimisme dan perjuangan.

Heru menjelaskan tema ini mengajak masyarakat untuk terus maju, meskipun Blitar bukan daerah penghasil kopi besar, tetapi tetap memanfaatkan tren kopi sebagai peluang berkembang.

Bahkan saat ini harga kopi dari Blitar telah melonjak menjadi lebih dari Rp100 ribu per kilogram dibanding sebelumnya Rp75 ribu.

Soekarno Coffee Fest 2025 tampil tidak hanya sebagai ajang budaya dan kreativitas kopi, tapi juga sebagai forum interaksi lintas sektor yang menggabungkan edukasi, kompetisi, seni pertunjukan, dan diskusi publik.

Acara ini berlangsung mulai Jumat hingga Minggu (13-15 Juni), mengajak pelaku UMKM hingga pejabat pemerintah untuk berpartisipasi aktif.

Kegiatan informal seperti itu membuka peluang komunikasi yang lebih santai dan setara. Heru menyebutkan, pada malam Minggu nanti, para pelaku usaha dari sektor berbeda akan duduk bersama Wali Kota untuk berdiskusi dan bertukar gagasan.

Dia menambahkan bahwa kopi menjadi media yang efektif untuk menyatukan berbagai elemen masyarakat dan mendorong sinergi baru antara usaha, pemuda, dan pemerintah.

Agenda festival sendiri dimulai pada Jumat dengan kompetisi Pour Over, diikuti pertunjukan musik dan tari. Acara dibuka dengan seremoni “Pemboekaaan Rakjat” yang menandai dimulainya Soekarno Coffee Festival secara resmi. Ragam pertunjukan seni dan kompetisi latte art memperkaya malam pembukaan.

Pada hari kedua, berbagai program edukatif seperti talkshow investasi lewat bisnis kopi dan demo roasting & cupping menyedot perhatian pengunjung muda.

Diskusi santai dalam forum “NGOPI SAE” menjadi tempat berkumpulnya pelaku usaha dari berbagai sektor sebelum dilanjutkan dengan dialog informal bersama Wali Kota pada malam harinya.

Hari terakhir diisi dengan kegiatan pagi bersama GEMAS, talkshow kesehatan, hiburan musik, dan penampilan penutup kolaborasi Pak Kepz, menegaskan bahwa festival ini tidak hanya soal kopi tapi juga tentang kolaborasi sosial dan kebersamaan.

Dengan pendekatan yang inklusif dan penuh semangat lokal, Soekarno Coffee Festival menunjukkan karakter kota yang terbuka terhadap perubahan dan gagasan baru.

Heru berharap agenda ini mampu mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif berbasis kolaborasi. “Biasanya investasi dibicarakan dalam ruang formal, kali ini cukup di kedai kopi yang terbuka. Hasilnya lebih alami dan manusiawi,” katanya.

Wali Kota Mas Ibin menambahkan harapannya agar festival ini menjadi ruang rekreasi sekaligus wadah diskusi pemikiran Bung Karno yang relevan dengan waktu kini.

Ia juga berharap anak muda di Blitar dapat menguasai keterampilan mengolah kopi yang bisa menjadi potensi ekonomi baru sekaligus memperkuat kebanggaan lokal.

Ia menutup sambutan dengan mengapresiasi seluruh panitia dan pihak pendukung acara serta mengajak masyarakat menyambut agenda Bazar Blitar Djadoel (18-22 Juni) dan Selametan Haul Bung Karno (20 Juni).

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Soekarno Coffee Fest 2025 saya nyatakan resmi dibuka. Terima kasih kepada pecinta dan pelaku kopi yang turut berpartisipasi. Semoga festival ini memberi manfaat dan inspirasi untuk kita semua,” tuturnya.

Soekarno Coffee Festival memperlihatkan bahwa Kota Blitar bukan hanya sekadar meracik kopi, tetapi juga meramu ingatan, semangat, dan cita-cita seorang proklamator melalui secangkir kopi yang sederhana. Sebuah cara elegan menghormati sejarah sekaligus membuka peluang masa depan.

Dua Pria Ditangkap Polres Blitar, Diduga Pelaku Curanmor di Malang dan Blitar

IDPOST.ID – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blitar telah berhasil menangkap dua tersangka yang diduga melakukan pencurian sepeda motor (curanmor) di wilayah hukum Polres Malang dan Polresta Malang Kota, dengan inisial GS dan NA.

Terungkapnya kasus ini bermula saat dua pria tersebut mengunjungi seorang tahanan berinisial AY yang merupakan pelaku curanmor dan saat ini ditahan di Rutan Polres Blitar.

Saat berada di ruang kunjungan, petugas yang sudah mencurigai keduanya langsung melakukan pemeriksaan dan interogasi singkat pada Jumat (13/06/2025).

Dari hasil pemeriksaan itu, salah satu dari kedua terduga mengaku pernah terlibat dalam aksi pencurian kendaraan di wilayah hukum Polres Malang dan Polresta Malang Kota.

Menanggapi pengakuan tersebut, Satreskrim Polres Blitar segera melakukan koordinasi intensif dengan Satreskrim Polres Malang untuk pengembangan kasus serta penanganan penyidikan yang akan dilakukan oleh Polres Malang dan Polresta Malang Kota.

Dalam penangkapan tersebut, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat, dua KTP milik tersangka, dan dua unit ponsel yang diduga digunakan untuk mendukung aksi kejahatan mereka.

Kapolres Blitar yang diwakili Kasatreskrim AKP Momon menyatakan bahwa Polres Blitar berkomitmen penuh untuk membantu pengungkapan kasus curanmor lintas wilayah serta mempererat sinergi antar satuan kewilayahan guna memberantas tindak kejahatan jalanan.

“Kami siap mendukung proses penyidikan yang dilakukan oleh rekan-rekan di Polres Malang dan Polresta Malang Kota agar jaringan pelaku curanmor yang meresahkan masyarakat bisa segera diungkap,” ujar Kasatreskrim.

Saat ini, salah satu tersangka berinisial GS yang berdomisili di Sumberpucung, Malang telah diserahkan ke Polres Malang untuk proses hukum berikutnya, sementara Polres Blitar terus menggali kemungkinan keterlibatan keduanya dalam kasus lainnya.

Jaguar Gym Fitness, Fasilitas Gym Lengkap dan Nyaman di Pusat Kota Blitar

IDPOST.ID – Jaguar Gym Fitness yang berlokasi di Jalan Veteran 141 Kota Blitar merupakan pilihan tepat bagi para pecinta gym di Blitar.

Jaguar Gym menawarkan ruang nyaman dengan peralatan gym berteknologi tinggi dan model terkini.

Tempat Gym ini hadir untuk memenuhi kebutuhan hidup sehat masyarakat dengan fasilitas dan suasana yang modern.

Antusiasme warga sangat tinggi, terlihat dari pengunjung yang hadir setiap hari, dengan banyak pelanggan perempuan.

Pilihan membership tersedia dengan harga terjangkau, mulai dari Rp100 ribu, pelajar Rp75 ribu.

Sedangkan harian Rp10 ribu dan pelajar cuma Rp7 ribu dengan waktu operasional pukul 06.30 hingga 21.00.

Jaguar Gym Fitness menyediakan layanan personal trainer untuk latihan pribadi dengan biaya yang terjangkau tergantung sesi dan kebutuhan latihan.

Fasilitas dan Lokasi

Jaguar Gym Fitness berlokasi strategis di pusat Kota Blitar, menawarkan ruang nyaman dan dilengkapi alat gym canggih dengan teknologi terbaru.

Peralatan dan Ruangan

Terdapat puluhan alat olahraga yang terbagi menjadi ruangan khusus melatih otot tubuh bagian atas dan bawah.

Seluruh alat adalah model terbaru, setara dengan pusat kebugaran di kota besar.

Kemenkumham dan Pemkot Blitar Bersinergi Perkuat Perlindungan HAM di Daerah

IDPOST.ID – Kemenkumham RI lewat Kantor Wilayah Jawa Timur menggelar Sosialisasi Penguatan Kapasitas HAM bagi ASN di Hall Hotel Santika Blitar, Rabu, 11 Jun 2025.

Acara ini bukan hanya seremoni, tapi bentuk nyata komitmen politik Blitar dalam memperkuat perlindungan dan penghormatan HAM di level daerah.

Wakil Menteri HAM, Mugiyanto, memberikan apresiasi atas keseriusan Blitar dalam menjalankan kewajiban konstitusional terkait HAM.

Menurutnya, peran ASN sangat vital dalam memastikan masyarakat mendapatkan hak dasar seperti pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan lingkungan yang sehat.

“ASN harus memahami betul hak-hak fundamental warga. Ini kunci utama keberhasilan,” ujar Mugiyanto.

Ia juga menilai peran Wali Kota Blitar, Mas Ibin, sangat penting dalam mendorong regulasi dan kebijakan pro-HAM, terutama bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas dan perempuan.

Mas Ibin sendiri bangga dengan warisan Kota Blitar, yang juga tempat lahir Bung Karno pelopor HAM di Indonesia dan internasional.

Ia menegaskan bahwa visi pemerintah kota bukan sekadar formalitas, tetapi membangun tata kelola yang menjunjung tinggi hak rakyat.

“Kami mulai dari pemetaan isu HAM lokal dan pelatihan ASN agar semua paham tugasnya,” katanya.

Mas Ibin punya tekad kuat menjadikan Blitar bukan hanya kota bersejarah, tapi masa depan yang menghormati martabat manusia.

Baginya, HAM harus jadi roh di balik setiap kebijakan publik, dari pendidikan sampai pelayanan kesehatan dan ruang publik.

“HAM bukan cuma soal menghindari pelanggaran, tapi menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan,” tutupnya.

Dengan semangat kolaborasi dan pijakan sejarah yang kuat, Blitar siap melangkah maju, jadi kota yang nyaman, adil, dan setara untuk seluruh warga.

Paripurna LPJ, Wali Kota Blitar: Predikat WTP ke-15 Jadi Bukti Transparansi Pengelolaan Anggaran

IDPOST.ID – Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin atau yang akrab disapa Mas Ibin, ikuti pelaksanaan rapat paripurna DPRD Kota Blitar yang digelar pada Selasa (10/06/2025) di Gedung Graha Paripurna.

Agenda utama rapat ini adalah penyampaian penjelasan terkait Raperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kota Blitar Tahun Anggaran 2024.

Dalam kesempatan tersebut, Mas Ibin menyampaikan bahwa pelaksanaan APBD tahun 2024 telah berjalan dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan sepenuhnya.

“Bukti nyata dari kinerja pengelolaan anggaran ini adalah predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang kembali diraih Kota Blitar untuk kali ke-15 berturut-turut oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI,” katanya.

Selain itu, Mas Ibin menjelaskan bahwa terdapat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) sebesar Rp 53 juta yang akan dimanfaatkan kembali dalam APBD tahun 2025.

“Dana ini diprioritaskan untuk program yang memberi dampak langsung ke masyarakat, seperti mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM), sektor pariwisata, serta pembangunan infrastruktur di Kota Blitar,” ujarnya.

“Kami dalam paripurna ini menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran Tahun 2024, sebuah wujud transparansi dan tanggung jawab kami sebagai pemerintah kota,” tambah Mas Ibin.

Dari sisi DPRD, Wakil Ketua I Adi Santoso menyampaikan bahwa agenda ini sesuai dengan amanat peraturan pemerintah dan mekanisme penyampaian laporan realisasi anggaran.

Setelah ini, DPRD akan melanjutkan pembahasan di tingkat komisi dan badan anggaran guna memastikan bahwa semua aspek telah dikaji secara mendalam.

“Saya turut menyambut baik proses ini dan optimis dengan kerja sama yang baik antara Pemkot dan DPRD, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat Kota Blitar dapat terus lebih optimal,” katanya.

Rapat paripurna ini dihadiri oleh Wakil Walikota Blitar, Wakil Ketua II DPRD, Plh. Sekretaris Daerah, perwakilan TNI-Polri, serta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Blitar, menandai komitmen bersama dalam mengawal pembangunan daerah.

Wali Kota Blitar Buka Festival Seni dan Olahraga Sambut Hari Anak Nasional

IDPOST.ID – Festival Seni dan Olahraga dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional ke-41 di Sport Center Kota Blitar berlangsung meriah.

Ratusan anak-anak dari tingkat TK hingga SD memadati lokasi acara Senin (2/6/2025).

Festival dibuka langsung oleh Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, yang didampingi Ketua TP PKK Kota Blitar, Kharisa Rizky Umami.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Syauqul Muhibbin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Pendidikan Kota Blitar atas terselenggaranya acara bergengsi ini.

Menurutnya, momentum Hari Anak Nasional adalah waktu yang tepat untuk memastikan agar seluruh anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan berkarakter.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan potensi anak secara maksimal.

“Sangat membahagiakan melihat anak-anak Kota Blitar tumbuh dengan sehat dan bahagia,” katanya.

“Kami berharap guru dan orang tua tidak membatasi kreativitas mereka, tapi justru mendampingi dan membantu mereka mengembangkan bakat,” tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, Dindin Alinurdin, menambahkan bahwa festival ini menggabungkan seni dan olahraga agar anak-anak bisa menyalurkan bakat sekaligus berekspresi dengan cara yang menyenangkan.

Untuk tahun ini, ada empat lomba utama yang digelar, yaitu tari tradisional, lomba lari rintangan, lomba melipat dan menggunting, serta lomba bercerita (storytelling).

“Kami ingin anak-anak tidak hanya berkompetisi, tapi juga bermain dan berinteraksi dalam suasana ceria. Ini penting agar mereka merasa senang dan termotivasi untuk terus berkarya,” jelas Dindin.

Festival Seni dan Olahraga Hari Anak Nasional ini menjadi momen spesial yang tak hanya mengasah kemampuan anak-anak, tapi juga mempererat kebersamaan dalam suasana penuh kegembiraan dan semangat positif.

Slametan Brokohan Bung Karno, Wali Kota Mas Ibin Ajak Warga Blitar Teladani Sang Proklamator

IDPOST.ID – Suasana malam di Istana Gebang, Kota Blitar, pada Jumat (6/6/2025) begitu tenteram namun penuh makna.

Di halaman rumah masa kecil Sang Proklamator, lampu-lampu remang menjadi latar panggung pertunjukan wayang kulit yang digelar dalam rangka Slametan Brokohan memperingati Hari Lahir Bung Karno.

Pertunjukan ini menandai awal dari rangkaian Bulan Bung Karno yang rutin digelar Pemerintah Kota Blitar setiap Juni sebagai bentuk penghormatan atas jasa besar Ir. Soekarno.

Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, yang akrab disapa Mas Ibin, hadir bersama jajaran Forkopimda, pimpinan DPRD, budayawan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Mas Ibin menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan momen reflektif untuk meneladani semangat nasionalisme dan patriotisme Bung Karno.

Tradisi brokohan yang digelar di halaman Istana Gebang diharapkan dapat menjadi agenda tahunan sebagai bentuk penghormatan kepada jasa para pahlawan khususnya Bung Karno.

“Setidaknya sekali setahun kita berkumpul dan berdoa bersama untuk Bung Karno. Ini adalah bentuk penghormatan kita kepada para pahlawan,” ujar Mas Ibin saat membuka acara.

Untuk menguatkan nilai budaya lokal, Pemkot Blitar menghadirkan pagelaran wayang kulit dengan lakon “Pepyajar Pringgondani” yang bercerita tentang perjuangan Gatotkaca menemukan jati diri sebagai pemimpin sejati.

Kisah tersebut sejalan dengan ajaran Trisakti Bung Karno: berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Bagi Mas Ibin, acara ini lebih dari seremoni biasa, melainkan bagian dari upaya menghidupkan nilai-nilai perjuangan Bung Karno: keberanian, persatuan, dan cita-cita mewujudkan Indonesia adil dan sejahtera.

“Insya Allah, dengan kita mendoakan dan meneladani pemimpin kita, Indonesia akan semakin makmur,” tuturnya penuh semangat, lalu membuka acara dengan pekikan lantang: Merdeka!

Pertunjukan wayang kulit oleh dalang Ki Rudi Gareng, seniman lokal Kota Blitar, menjadi suguhan utama malam itu.

Wayang kulit yang sarat falsafah menjadi media pengingat nilai luhur bangsa yang juga dipegang teguh Bung Karno dalam membangun Indonesia.

Acara Slametan Brokohan ini menjadi momentum penting dalam Bulan Bung Karno yang disemarakkan dengan berbagai kegiatan kebudayaan, spiritual, dan edukatif.

Mulai dari Grebeg Pancasila, Kenduri Pancasila, hingga ziarah di Makam Bung Karno, semuanya digelar untuk menghidupkan semangat nasionalisme berlandaskan nilai-nilai Bung Karno.

Mas Ibin menegaskan bahwa sebagai Bumi Bung Karno, Kota Blitar memiliki tanggung jawab moral dan historis untuk menjaga warisan tersebut.

“Kota Blitar diberkahi karena di sinilah Bung Karno tinggal dan disemayamkan. Ini kebanggaan sekaligus amanah untuk kita semua,” ujarnya.

Bahkan ia berharap Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bisa mengenalkan Bung Karno melalui Kota Blitar bagi siapa saja yang datang ke Indonesia.

Soekarno yang lahir di Surabaya pada 6 Juni 1901 dari pasangan Raden Soekemi dan Ida Ayu Nyoman Rai tumbuh sebagai sosok pemimpin besar yang memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Dalam dirinya menyatu darah Jawa dan Bali, pendidikan modern dan spiritualitas nusantara. Bung Karno bukan sekadar tokoh, melainkan simbol perjuangan dan identitas bangsa.

Peringatan hari lahir Bung Karno bukan hanya nostalgia sejarah, tapi ruang konsolidasi nilai kebangsaan yang relevan di masa kini.

Pendekatan kebudayaan menjadi media menanamkan semangat gotong royong dan cinta tanah air khususnya kepada generasi muda.

Dengan spirit meneladani nilai perjuangan Sang Proklamator, Pemkot Blitar kembali meneguhkan identitas sebagai Bumi Bung Karno melalui serangkaian kegiatan Bulan Bung Karno 2022 sepanjang Juni.

Dari Grebeg Pancasila pada 31 Mei, hingga Bung Karno Run pada 26 Juni, semua agenda menyatukan budaya, spiritual, olahraga, dan kreativitas anak muda dalam semangat kebangsaan.

Momen seperti Upacara Budaya dan Kirab Gunungan Lima pada 1 Juni, Slametan Brokohan dan wayang kulit di Istana Gebang pada 6 Juni, serta Upacara Ziarah di Makam Bung Karno pada 21 Juni menjadi bukti penghormatan masyarakat Blitar kepada Bung Karno dan ajaran Pancasila.

Kegiatan pendukung seperti Soekarno Night Run, Soekarno Coffee Fest, Blitar Jadoel, dan Festival Kuliner semakin menambah semarak terutama bagi generasi muda.

Bulan Bung Karno bukan sekadar seremoni tahunan, tapi ruang kolektif merawat ingatan, memperkuat jati diri bangsa, dan menumbuhkan semangat cinta tanah air dari Kota Blitar untuk Indonesia.