Ribuan Warga Serbu Jalan Sehat SH Terate di Blitar, Hadiah Doorprize Bikin Seru

IDPOST.ID – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) atau SH Terate Ranting Kanigoro Cabang Blitar Pusa Madiun sukses menggemparkan dengan event jalan sehat, Minggu (7/9/2025).

Suasana jadi meriah dan penuh semangat. Ratusan bahkan mungkin ribuan peserta dari anak-anak sampai orang dewasa memadati area start acara.

Mereka pun terlihat antusias mengikuti rute sepanjang 3,5 km yang melintasi jalan utama di wilayah tersebut.

Ketua Cabang SH Terate Blitar, Kangmas Ibnu Sudibyo, angkat bicara soal tujuan event bertabur doorprize ini.

“Alhamdulillah, animo masyarakat sangat luar biasa. Ini bukti SH Terate bukan cuma jago silat, tapi juga bagian dari masyarakat yang peduli kesehatan dan kebersamaan,” cetusnya.

Kata dia, acara ini jadi cara untuk eratkan silaturahmi dan kenalkan SH Terate lebih dekat ke masyarakat.

Yang bikin para peserta makin semangat, usai jalan sehat acara nggak langsung bubar! Mereka tetap antusias nunggu acara puncak, yaitu pembagian doorprize dengan puluhan hadiah menarik yang disediakan panitia.

Kegiatan ini membuktikan SH Terate Ranting Kanigoro, di bawah Cabang Blitar (Pusat Madiun), tetap aktif berkontribusi untuk masyarakat, bukan cuma lewat bela diri tapi juga lewat nilai persaudaraan dan event-event seru dan bermanfaat.

Muhamad Nurkholis, Kader Muda yang Siap Menjawab Tantangan Zaman untuk PMII Blitar

IDPOST.ID – Menjelang Konferensi Cabang PMII Blitar pada 6 September 2025, sosok Muhamad Nurkholis mencuat sebagai salah satu kandidat kuat Ketua Cabang. Lahir di Blitar pada 13 Januari 2000, ia dikenal sebagai kader muda yang berani, progresif, dan konsisten mengawal pergerakan sejak di tingkat rayon hingga cabang.

Nurkholis mengawali perjalanannya di Rayon El Freire sebagai salah satu founder, lalu aktif di Komisariat UNU Blitar, hingga akhirnya berproses di PC PMII Blitar. Ia menempuh tahapan kaderisasi lengkap mulai dari MAPABA 2018, PKD I UNU Blitar 2020, hingga PKL I PC PMII Blitar 2022.

Tak hanya matang secara struktural, Nurkholis juga aktif di berbagai medan pergerakan. Ia kerap menjadi motor aksi demonstrasi mahasiswa Blitar dalam menyuarakan aspirasi rakyat di depan DPR. Bagi Nurkholis, peran PMII bukan hanya mengawal kaderisasi, tetapi juga hadir sebagai kontrol sosial yang konstruktif.

Selain turun ke jalan, Nurkholis menunjukkan kiprah intelektualnya. Ia pernah menjadi moderator diskusi bersama Rocky Gerung, hingga menjadi penggerak kegiatan musik dengan menghadirkan Tanasaghar, aktivis advokasi di berbagai wilayah konflik. Pada saat yang sama, ia juga tercatat sebagai Duta Kampus UNU Blitar angkatan pertama, bukti pengakuan terhadap kapasitasnya di ranah akademik.

Di luar PMII, Nurkholis memegang amanah sosial sebagai Wakil Ketua Karang Taruna Widya Mandala Bacem dan Ketua Rijalul Ansor Bacem. Jejak ini memperlihatkan komitmennya untuk membangun masyarakat Blitar dari berbagai lini.

Dengan visi menjadikan PMII Blitar sebagai ruang kaderisasi pemimpin muda berintegritas, kritis, dan berperan aktif dalam kehidupan sosial, Nurkholis optimis dapat menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.

“PMII harus menjadi ruang lahirnya pemimpin muda yang berani bersuara, berpihak pada rakyat, sekaligus siap menghadapi perubahan zaman,” ungkapnya.

Dengan rekam jejak tersebut, Nurkholis diyakini mampu membawa PMII Blitar menjadi organisasi yang lebih adaptif, progresif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Duka Keluarga di Blitar: Ayah Butuh Kursi Roda, Anak Putus Sekolah

IDPOST.ID – Sebuah kisah prihatin datang dari sebuah keluarga di pelosok Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Seorang ayah dengan kondisi kesehatan yang menyedihkan tak bisa lagi berjalan dan membutuhkan kursi roda.

Di saat yang sama, sang anak terpaksa mengubur mimpi bersekolah lagi akibat himpitan ekonomi.

Mardiko, warga Dusun Karanganyar Timur, RT 002 RW 014, Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, harus berjuang melawan derita.

Kedua kakinya mengalami pembusukan akibat komplikasi penyakit gula yang dideritanya. Kondisi itu membuatnya tak lagi bisa berjalan dan sangat bergantung pada bantuan orang lain untuk sekadar berpindah tempat atau beraktivitas sehari-hari.

“Yang sangat ia butuhkan saat ini adalah sebuah kursi roda. Dengan itu, ia masih bisa beraktivitas dengan lebih mandiri,” ujar Arief Witanto pegiat sosial, Jumat (6/9/2024).

Namun, impian untuk memiliki kursi roda itu terhalang oleh kondisi keuangan keluarga yang serba terbatas.

Biaya untuk pengobatan penyakitnya sendiri sudah sangat membebani, apalagi harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli kursi roda.

Duka tak berhenti di sana. Putri Mardiko, Puput Humaira, harus mengalami nasib yang tak kalah pilu.

Gadis kecil itu terpaksa putus sekolah karena ketiadaan biaya. Padahal, keinginannya untuk kembali belajar di bangku sekolah begitu besar.

“Puput sangat ingin bisa sekolah lagi. Ia ingin seperti teman-temannya yang masih bisa menimba ilmu. Tapi, kondisi keluarga mereka sungguh tidak memungkinkan,” tambahnya.

Keluarga besarnya telah berupaya membantu, namun bantuan yang diberikan masih sangat terbatas untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, apalagi untuk membeli kursi roda dan membiayai sekolah.

Mereka pun berharap ada uluran tangan dari para dermawan yang berkenan meringankan beban keluarga ini. Bantuan yang dibutuhkan sangat konkret: sebuah kursi roda untuk Mardiko dan biaya pendidikan untuk Puput Humaira agar dapat kembali bersekolah.

“Bantuan apa pun, sekecil apa pun, akan sangat berarti untuk mengembalikan harapan mereka. Terutama untuk masa depan Puput,” pungkasnya.

Bagi masyarakat yang tergerak hati untuk membantu, dapat menghubungi kerabat Mardiko di dusun tempat tinggalnya.

Dari Aksi Jalanan hingga Ruang Akademik, Muhamad Nurkholis Tawarkan Kepemimpinan Progresif untuk PMII Blitar

IDPOST.ID – Nama Muhamad Nurkholis semakin menguat menjelang Konferensi Cabang PMII Blitar pada 6 September 2025.

Kader kelahiran Blitar, 13 Januari 2000 itu resmi maju sebagai calon Ketua Cabang dengan membawa visi besar menjadikan PMII Blitar sebagai ruang kaderisasi progresif, kritis, dan responsif terhadap isu-isu sosial.

Sejak awal berproses di Rayon El Freire hingga menjadi salah satu founder rayon, Nurkholis dikenal sebagai kader yang konsisten membangun tradisi intelektual dan pergerakan. Perjalanan kaderisasinya tuntas mulai dari MAPABA 2018 di Komisariat UNU Blitar, PKD I 2020, hingga PKL I PC PMII Blitar 2022.

Tak hanya aktif dalam ruang-ruang formal organisasi, Nurkholis juga dikenal sebagai aktivis lapangan. Ia menjadi bagian dari berbagai aksi demonstrasi mahasiswa di Blitar dalam menyuarakan aspirasi rakyat di depan DPR.

“PMII harus hadir sebagai garda terdepan dalam mengawal kepentingan rakyat, bukan hanya sibuk dengan dirinya sendiri,” tegasnya.

Selain turun ke jalan, Nurkholis aktif pula di ranah intelektual. Ia pernah dipercaya menjadi moderator diskusi bersama Rocky Gerung (Presiden Akal Sehat) serta menjadi penggerak kegiatan musik dengan menghadirkan Tanasaghar, aktivis advokasi dari Kulonprogo hingga Pakel, Banyuwangi.

Di luar PMII, rekam jejaknya juga teruji. Nurkholis menjabat sebagai Wakil Ketua Karang Taruna Widya Mandala Bacem dan Ketua Rijalul Ansor Bacem, memperlihatkan komitmennya pada kerja-kerja sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Dengan membawa visi kaderisasi progresif, Nurkholis bertekad menguatkan peran PMII Blitar dalam tiga aspek: penguatan tradisi kritis-intelektual, kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah, dan pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas.

“Gerakan mahasiswa harus hadir di semua lini baik di jalanan, ruang akademik, maupun ruang sosial kemasyarakatan. Itulah yang akan saya perkuat jika diberi amanah menahkodai PMII Cabang Blitar,” pungkasnya.

Muhamad Nurkholis Siap Nahkodai PC PMII Blitar, Usung Visi Kaderisasi Progresif

IDPOST.ID – Menjelang Konferensi Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Blitar yang akan digelar pada 6 September 2025, salah satu kader terbaiknya, Muhamad Nurkholis, resmi menyatakan diri maju sebagai calon Ketua Cabang.

Pria kelahiran Blitar, 13 Januari 2000 itu dikenal sebagai kader yang tumbuh dan berproses sejak di tingkat paling dasar, mulai dari Rayon El Freire hingga Komisariat UNU Blitar, dan kini berkiprah di level cabang.

Nurkholis tercatat sebagai salah satu founder Rayon El Freire, sehingga memahami betul dinamika kaderisasi dari akar rumput hingga pengelolaan organisasi di tingkat cabang.

Dalam perjalanannya, Nurkholis telah mengikuti berbagai proses kaderisasi, mulai dari MAPABA 2018 di Komisariat UNU Blitar, PKD I PK UNU Blitar 2020, hingga PKL I PC PMII Blitar 2022. Selain aktif di internal PMII, ia juga pernah dipercaya menjadi Duta Kampus UNU Blitar angkatan pertama.

Tak hanya itu, Nurkholis kerap tampil di berbagai forum strategis, salah satunya sebagai moderator dalam diskusi Presiden Akal Sehat Rocky Gerung, serta menjadi pelaksana kegiatan musik dengan bintang tamu Tanasaghar, aktivis advokasi di wilayah konflik Kulonprogo hingga Pakel, Banyuwangi.

Dalam ranah gerakan, Nurkholis juga aktif turun ke jalan bersama mahasiswa Blitar menyuarakan aspirasi rakyat di depan DPR. Baginya, aktivisme dan intelektualisme harus berjalan beriringan untuk memperkuat tradisi pergerakan mahasiswa.

Tak hanya berkiprah di PMII, Nurkholis juga memiliki rekam jejak sosial, di antaranya sebagai Wakil Ketua Karang Taruna Widya Mandala Bacem serta Ketua Rijalul Ansor Bacem.

“Bagi saya, PMII Blitar ke depan harus lebih progresif, terutama dalam penguatan kaderisasi, tradisi intelektual, dan keberpihakan pada rakyat. Dari kaderisasi yang kuat, lahirlah pemimpin yang berani bersuara dan mampu membawa perubahan,” tegas Nurkholis.

Dengan latar pengalaman tersebut, Nurkholis optimis mampu membawa PMII Blitar menjadi organisasi yang lebih dinamis, progresif, serta tetap konsisten menjaga nilai-nilai pergerakan.

Calon Ketum PMII Blitar, Riski Fadila, Usung Visi PMII sebagai Laboratorium Intelektual Profesional

IDPOST.ID – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) didorong untuk bertransformasi menjadi laboratorium gerakan yang melahirkan intelektual profesional sekaligus menjadi basis transformasi sosial.

Gagasan ini diusung oleh calon Ketua Umum PMII Cabang Blitar, Riski Fadila, dalam visi besar perjuangannya.

Menurut Riski, PMII tidak boleh berhenti sebagai organisasi kaderisasi biasa. Ia harus menjadi ruang yang mencetak insan-insan berdaya pikir kritis, inovatif, responsif, dan mampu memberi solusi atas persoalan masyarakat.

“Visi kami adalah menjadikan PMII sebagai laboratorium intelektual profesional. Ini adalah jawaban atas tuntutan zaman yang memerlukan generasi adaptif, namun tetap berakar pada nilai keislaman dan kebangsaan,” ujar Riski Fadila, Kamis 4 September 2024.

Konsep intelektual profesional yang dimaksudkannya melampaui sekadar prestasi akademik. Ia menekankan pada keberanian untuk mengolah gagasan menjadi tindakan nyata.

“Intelektual profesional bukan hanya soal pintar berteori. Lebih dari itu, ia harus terampil dalam praktik sosial, politik, ekonomi, dan budaya. Profesionalitas ini dibangun di atas standar etika, disiplin, dan kapasitas keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Riski menekankan pentingnya pengelolaan ruang kaderisasi dengan metode yang visioner. Metode ini harus mampu menyatukan teori dengan praksis, membentuk kader yang cakap berorganisasi, berwawasan luas, dan memiliki orientasi pengabdian sosial yang kuat.

Selain itu, ia berkomitmen untuk mendorong gerakan yang progresif dan berdampak. Gerakan mahasiswa, dalam pandangannya, harus keluar dari rutinitas dan berani menyentuh persoalan konkret yang dihadapi masyarakat.

“Progresif artinya berani melampaui batas-batas lama dengan menawarkan terobosan baru. Berdampak artinya memastikan setiap langkah organisasi memberikan manfaat nyata, baik bagi anggota, masyarakat, maupun bangsa,” tegas Riski.

Visi besar ini, lanjutnya, harus ditopang oleh penguatan soliditas internal dan tata kelola kelembagaan yang sehat. Soliditas diperlukan untuk membangun ikatan emosional dan ideologis yang sama di antara kader.

Sementara, tata kelola kelembagaan yang transparan dan akuntabel menjadi pondasi agar seluruh agenda perjuangan dapat berjalan efektif dan sesuai dengan cita-cita PMII.

“Tanpa manajemen organisasi yang rapi dan terstruktur, gagasan sebesar apa pun hanya akan menjadi wacana. Kami ingin membangun PMII yang solid dan well-managed,” imbuhnya.

Riski meyakini bahwa visi menjadikan PMII sebagai ‘kawah candradimuka’ bagi calon pemimpin bangsa bukanlah jargon kosong.

Melalui kaderisasi intelektual profesional, PMII diyakininya mampu melahirkan pemimpin yang piawai dalam gagasan dan teguh dalam tindakan, serta menjadi motor penggerak transformasi sosial menuju peradaban yang ideal.

“Pada akhirnya, PMII harus menjadi rumah besar bagi setiap kader yang ingin tumbuh, berproses, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

GP Ansor Kota Blitar Komitmen Jaga Keamanan dan Kondusifitas Kota Damai

IDPOST.ID – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Blitar menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan dan kondusifitas wilayah.

Hal ini disampaikan menyusul aksi anarkis yang terjadi di sekitar Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Blitar Kota pada Sabtu malam (30/8/2025) lalu.

Ketua GP Ansor Kota Blitar, Romdhoni, menyatakan bahwa GP Ansor memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi dalam menjaga stabilitas sosial.

“Kami selalu siap bersinergi dengan TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat untuk memastikan Kota Blitar tetap aman, nyaman, dan damai bagi seluruh warganya,” ujar Romdhoni.

Komitmen ini bukan tanpa alasan. Berbagai kegiatan telah dilakukan GP Ansor Kota Blitar, mulai dari pengajian rutin, bakti sosial, hingga partisipasi aktif dalam pengamanan acara-acara besar keagamaan dan kenegaraan.

Anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser), yang merupakan tulang punggung GP Ansor, kerap terlihat membantu aparat keamanan dalam menjaga ketertiban.

Lebih lanjut, GP Ansor Kota Blitar juga aktif dalam upaya menangkal paham-paham radikalisme dan intoleransi yang berpotensi memecah belah persatuan.

Melalui program-program edukasi dan dialog, mereka berupaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan toleransi di kalangan generasi muda.

Romdhoni menekankan pentingnya membatasi ruang gerak provokator yang berpotensi merusak tatanan sosial dan menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Jangan sampai kampung, desa, atau daerah dirusak oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Batasi ruang gerak provokator agar tidak bisa mengganggu,” tegasnya.

Selain itu, Romdhoni juga mendorong pemuda untuk mengambil peran aktif agar kondisi nasional kembali kondusif. Menurutnya, stabilitas sangat penting demi pulihnya aktivitas ekonomi masyarakat.

“Ambil peran nyata agar kehidupan berbangsa segera pulih, aktivitas sosial dan ekonomi berjalan normal kembali, sehingga petani, nelayan, dan masyarakat luas bisa kembali bangkit. Dengan begitu, Indonesia akan kembali maju, kuat, dan jaya,” tuturnya.

Partisipasi aktif GP Ansor ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Blitar dan aparat keamanan.

Sinergi yang terjalin baik antara organisasi masyarakat dan pemerintah diharapkan dapat terus ditingkatkan demi kemajuan dan kedamaian Kota Blitar.

Provokator Kerusuhan DPRD Blitar Terungkap, Remaja Belasan Tahun Jadi Penghasut Massa via Grup WhatsApp

IDPOST.ID – Kepolisian Resor Blitar berhasil mengidentifikasi provokator di balik kerusuhan pengerusakan, pencurian, dan pembakaran Gedung DPRD Kabupaten Blitar pada Sabtu malam, 30 Agustus 2025.

Pelaku utama penghasutan adalah seorang remaja berusia 16 tahun yang menyebarkan ajakan anarkis melalui grup WhatsApp bernama “INPO DEMO AREA BLITAR” yang beranggotakan 950 orang.

Kapolres Blitar, AKBP Arif Fazlurrahman, mengungkapkan bahwa pesan provokatif yang disebarkan berbunyi, “Budal jam 7 nglumpuk neng aloon-aloon sangu arak, di ombe bareng-bareng, trus ngantemi polisi, bakar gedung DPR.” Pesan inilah yang kemudian memicu massa untuk melakukan aksi anarkis yang menyebabkan kerugian hingga Rp10 miliar.

“Kami telah mengamankan 41 orang terkait insiden ini, dan 12 di antaranya ditetapkan sebagai tersangka. Salah satu yang paling menonjol adalah peran provokator yang masih di bawah umur ini,” jelas AKBP Arif Fazlurrahman.

Dari 12 tersangka, 11 di antaranya adalah anak di bawah umur, dan satu orang dewasa. Sembilan orang telah ditahan, sementara tiga anak berusia 13 tahun tidak ditahan.

Sebanyak 29 orang lainnya dipulangkan karena tidak cukup bukti. Para tersangka memiliki peran beragam, mulai dari menjarah barang inventaris seperti kursi, televisi, kulkas, hingga kompor, hingga merusak pagar dan melempari gedung dengan batu.

Polisi memastikan grup WhatsApp yang digunakan untuk penghasutan telah dihapus. Namun, Polres Blitar tidak berhenti di situ. Mereka akan bekerja sama dengan polres lain, termasuk Blitar Kota, Kediri Kota, Kediri, dan Polda Jatim, untuk melakukan pengembangan lebih lanjut.

Tujuannya adalah menelusuri informasi yang pernah beredar di grup tersebut dan mengidentifikasi pihak-pihak lain yang turut terlibat dalam aksi anarkis ini.

Sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan meliputi tujuh unit sepeda motor, satu unit televisi, kulkas, kursi tunggu, kompor, dua termos, satu dus kopi dan gula, serta sebuah telepon genggam. Keterangan saksi-saksi juga memperkuat penyidikan terhadap para pelaku.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian. Khusus bagi pelaku provokasi dan penghasutan, mereka dikenakan Pasal 170 dan Pasal 160 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun.

AKBP Arif Fazlurrahman menegaskan komitmen kepolisian untuk menindak tegas semua pelaku dan mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi serta menyampaikan aspirasi dengan cara yang tertib dan damai.