BMI Soroti Kesenjangan Ekonomi: Pejabat Hidup Mewah, Rakyat Kian Terhimpit

IDPOST.ID – Organisasi Bintang Muda Indonesia (BMI) menyuarakan keprihatinan mendalam atas kondisi perekonomian nasional yang dinilai masih meninggalkan luka di hati rakyat.

Dalam pernyataan sikapnya yang berjudul “Indonesia di Persimpangan: Seruan Hati Bintang Muda Indonesia (BMI)”, organisasi sayap Partai Demokrat ini menyoroti kesenjangan yang semakin lebar antara kehidupan pejabat dan realitas yang dihadapi masyarakat kelas bawah sebagai pemicu utama gelombang keresahan sosial.

Ketua Umum BMI Farkhan Evendi, menyebutkan bahwa banyak pekerja yang kehilangan harapan, sementara para pejabat dinilai hidup dalam kemewahan dengan fasilitas yang jauh dari jangkauan rakyat jelata.

“Gaji mereka berkali lipat di atas upah minimum, namun empati dan tanggung jawab seolah pudar. Ketimpangan ini bukan sekadar angka, tetapi cerita pilu keluarga yang kesulitan bertahan hidup,” katanya.

BMI menegaskan bahwa ketimpangan ini telah memicu gelombang protes, bahkan tindakan putus asa seperti penjarahan, di berbagai penjuru negeri.

Selain itu, BMI juga mendesak pemerintah untuk segera merumuskan kebijakan ekonomi yang lebih memihak rakyat kecil, menegaskan bahwa jabatan seharusnya menjadi amanah untuk melayani, bukan hak istimewa.

“Pemerintah, melalui Juru Bicara Kementerian Keuangan, telah beberapa kali menyatakan komitmennya dalam menekan angka inflasi dan menjaga stabilitas harga, termasuk melalui program bantuan sosial tunai (BST) dan subsidi energi. Namun, BMI menilai langkah-langkah tersebut belum cukup menyentuh akar masalah kesenjangan struktural yang terjadi,” ucapnya.

BMI Siap Gelar Munas, Sejumlah Nama Mulai Bermunculan Ramaikan Bursa Calon Ketua Umum

IDPOST.IDBintang Muda Indonesia (BMI) bersiap menggelar Musyawarah Nasional (Munas) pertamanya di Jakarta, pada Sabtu 12 Juli 2025. Acara ini menjadi momen penting bagi organisasi sayap muda Partai Demokrat tersebut, dengan seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang memiliki hak suara dipastikan hadir. Ketua Panitia Munas 1 BMI, R. Aditiya Utama, menegaskan bahwa forum ini akan mengedepankan musyawarah mufakat sebagai ruh pergerakan organisasi.

“Munas ini adalah wadah demokrasi internal kami, tetapi kami tidak melupakan nilai-nilai kebersamaan. Musyawarah mufakat tetap menjadi prioritas karena BMI lahir dari semangat persaudaraan untuk kemajuan bangsa,” kata Aditiya.

Ia juga menyebutkan bahwa sejumlah nama telah diusulkan oleh berbagai DPD dan DPC untuk posisi Ketua Umum. Beberapa di antaranya adalah Edi Kamal (Anggota DPRD Aceh/Ketua BMI Aceh), Taufik Arahman (Anggota DPRD Banten/Bendahara Umum BMI), Muhammad Zulfikar Suhardi (Anggota DPR RI), Herzaky Mahendra Putra (Staf Khusus Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan/Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat), R. Aditiya Utama (Sekjen BMI), Mohamad Ghiffari Adha (Sekretaris DPD BMI Jakarta), dan Farkhan Evendi (Ketua Umum BMI saat ini) yang dikabarkan akan maju kembali.

Selain pemilihan kepengurusan, Munas 1 BMI juga akan menjadi ajang konsolidasi kekuatan muda untuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan mempersiapkan kemenangan Partai Demokrat pada Pemilu 2029. Aditiya menegaskan bahwa organisasi ini akan berperan aktif dalam mengawal kebijakan pemerintah sekaligus memperkuat basis kader di seluruh Indonesia. “Kami tidak hanya berkumpul untuk memilih pemimpin, tetapi juga menyatukan tekad sebagai pasukan muda yang siap berkontribusi maksimal untuk bangsa, khususnya mendukung agenda pemerintahan Presiden Prabowo dan kemenangan Partai Demokrat di 2029,” ujarnya.

Sebelumnya, Aditiya dan jajarannya telah melakukan audiensi dan di terima di DPR RI oleh Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). “Pesan Mas Ibas jelas, MUNAS BMI kali harus menjadi momentum untuk konsolidasi kader agar BMI menjadi pasukan yang semakin solid dan membawa dampak bagi kemenangan Demokrat dan kebermanfaatan bagi rakyat Indonesia,” ujar Aditiya.

Selain itu, kata Aditiya pihaknya juga telah mendapat arahan dari Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) agar MUNAS kali ini di gelar secara demokratis dan berkualitas. “Ketum AHY menyerahkan semua proses MUNAS ini kepada kader BMI, beliau mau BMI menjadi organisasi sayap partai yang solid dan kuat serta semakin mandiri dan independen dalam menentukan langkah. Shingga dapat menambah bobot positif untuk kemenangan Partai Demokrat ke depan,” tegas Aditiya.

Munas ini diharapkan menjadi titik awal penguatan struktur BMI sekaligus merumuskan program kerja yang selaras dengan visi organisasi sebagai wadah pemuda progresif dan solutif. Dengan semangat kekeluargaan dan kebangsaan, BMI berkomitmen memperluas perannya dalam dinamika politik nasional, khususnya dalam mendorong partisipasi generasi muda di berbagai sektor pembangunan.

Munas I Bintang Muda Indonesia Demokrat Digelar di Jakarta, Fokus Konsolidasi Kader Muda

IDPOST.ID – Musyawarah Nasional I (Munas I) Bintang Muda Indonesia (BMI) Demokrat resmi akan digelar pada Sabtu, 12 Juli 2025, di Kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi Nomor 41, Menteng, Jakarta Pusat.

Acara yang semula direncanakan berlangsung di Bandung ini dipindahkan ke Jakarta guna memperkuat konsolidasi nasional kader muda Partai Demokrat.

Munas I BMI Jadi Momentum Penting Perkuat Kaderisasi

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) BMI, H. Farkhan Evendi, menegaskan bahwa Munas I merupakan tonggak sejarah bagi organisasi sayap Partai Demokrat ini.

“Munas I bukan sekadar formalitas, melainkan momentum strategis untuk menyolidkan barisan kader BMI di seluruh Indonesia dalam mendukung kemajuan Partai Demokrat,” ujar Farkhan dalam rilis resminya, Selasa (24/6).

Panitia telah mengundang seluruh Ketua DPC dan DPD BMI Demokrat sebagai pemilik suara. Konfirmasi kehadiran dapat dilakukan melalui Sekretaris Panitia, Banar Sulthoni, di nomor 088705141414.

Agenda Padat: Dari Diskusi Strategis hingga Sidang Pleno

Munas I BMI akan dimulai pukul 08.00 WIB dengan rangkaian acara meliputi:

  • Registrasi peserta
  • Pembukaan (tarian sambutan, lagu Indonesia Raya, Mars Partai Demokrat, dan Mars BMI)
  • Sambutan dari Ketua Umum BMI H. Farkhan Evendi, Sekjen DPP Partai Demokrat Dr. Ir. H.E. Herman Khaeron, M.Si, serta Wakil Ketua MPR RI Dr. Edhie Baskoro Yudhoyono.

Sesi Lokakarya (13.00-15.00 WIB) akan menghadirkan diskusi panel dengan tema strategis:

  1. H. Teuku Riefky Harsya, B.Sc., M.T (Menteri Ekonomi Kreatif) – Peran Pemuda dalam Ekonomi Kreatif Berkelanjutan
  2. M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, M.A (Menteri Transmigrasi) – Pemuda dan Pembangunan Daerah Transmigrasi
  3. H. Ossy Dermawan, B.Sc., M.Sc (Wakil Menteri ATR/BPN) – Percepatan Reforma Agraria untuk Generasi Muda

Setelah lokakarya, acara dilanjutkan dengan Sidang Pleno I-IV hingga pukul 17.00 WIB. Malam penutupan (19.00 WIB) akan diisi hiburan, sambutan Ketua Umum BMI terpilih, serta arahan dari Ketua Umum Partai Demokrat, Dr. H. Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., MPA., MA.

Pra-Munas di Bandung Jadi Pemanasan

Sebagai pemanasan, pada 31 Mei 2025, BMI telah menggelar Pra-Munas I di Kantor DPRD Jawa Barat, Bandung, yang dihadiri ratusan kader BMI Jabar.

Farkhan Evendi memuji konsolidasi kader Jawa Barat dan menegaskan bahwa Munas I akan menjadi fondasi kuat bagi masa depan organisasi.

Perkuat Peran Pemuda dalam Pembangunan Nasional

Munas I BMI diharapkan tak hanya mempererat solidaritas kader, tetapi juga merumuskan strategi penguatan peran pemuda dalam pembangunan nasional.

Dengan menghadirkan pembicara kompeten, acara ini menegaskan komitmen BMI mendukung visi Partai Demokrat untuk Indonesia yang lebih maju dan berkeadilan.

BMI dan Yayasan SATUNAMA Bersinergi Tingkatkan Pendidikan Politik Anak Muda

IDPOST.IDBintang Muda Indonesia (BMI), sebagai organisasi sayap Partai Demokrat, baru-baru ini menerima kunjungan dari Yayasan SATUNAMA, sebuah lembaga masyarakat sipil yang fokus pada penguatan demokrasi dan pendidikan politik di Tanah Air.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara Party Leadership Meeting yang digelar SATUNAMA dalam program Civilizing Politics for Indonesia Democracy (CPID).

Pertemuan yang digelar di Jakarta ini dihadiri oleh Ketua Umum BMI, Farkhan Evendi, Sekretaris Jenderal BMI, Aditiya Utama, serta perwakilan dari SATUNAMA, Anggita dan Firdaus.

Diskusi utama dalam kesempatan tersebut berfokus pada peningkatan mutu pendidikan politik bagi kader, penguatan sistem demokrasi di internal partai, serta menjajaki peluang kolaborasi lintas sektor dalam memperkokoh demokrasi.

Farkhan Evendi menyatakan apresiasi terhadap inisiatif SATUNAMA. Pihaknya mengapresiasi upaya SATUNAMA yang konsisten mendorong demokrasi yang beradab dan berkualitas.

“Kami sangat mengapresiasi upaya SATUNAMA yang konsisten mendorong demokrasi yang beradab dan berkualitas,” katanya.

“BMI sebagai organisasi pemuda berkomitmen untuk membentuk kader yang berintegritas dan kompeten. Kerja sama seperti ini penting untuk menciptakan ekosistem politik yang sehat dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Sementara itu, Aditiya Utama menambahkan, pendidikan politik yang berlandaskan nilai-nilai dan pemahaman konteks lokal adalah kunci utama dalam mencetak pemimpin masa depan yang berkualitas dan berdedikasi.

“Pendidikan politik yang berlandaskan nilai-nilai dan pemahaman konteks lokal adalah kunci utama dalam mencetak pemimpin masa depan yang berkualitas dan berdedikasi. Kami siap menjalin kolaborasi yang erat dengan SATUNAMA serta pihak lain yang memiliki visi sama,” ucapnya.

Acara ini bertujuan menggali praktik terbaik serta tantangan kaderisasi di partai politik. Harapannya, dari kegiatan ini akan muncul rekomendasi konkret untuk memperkuat sistem kaderisasi sehingga demokrasi Indonesia dapat tumbuh lebih inklusif dan partisipatif. Kesepakatan pun tercapai untuk melanjutkan dialog dan kerja sama di masa depan.

Yayasan SATUNAMA, yang berbasis di Yogyakarta, dikenal aktif dalam advokasi demokrasi, hak asasi manusia, dan peningkatan partisipasi masyarakat.

Strategi Silaturahmi BMI Kota dan Kabupaten Tegal Sambut Munas I Tahun 2025

IDPOST.ID – Bintang Muda Indonesia (BMI) dari Kota dan Kabupaten Tegal mengadakan pertemuan informal sebagai ajang silaturahmi sekaligus persiapan menghadapi Munas I yang akan digelar di Jakarta.

Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman Heri Ristiono, Ketua DPC BMI Kota Tegal, pada Jumat, 13 Juni 2025.

Acara silaturahmi ini menjadi momen penting untuk menyamakan visi dan misi menjelang Musyawarah Nasional (Munas) I Bintang Muda Indonesia (BMI) yang direncanakan berlangsung pada Juli 2025.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Umum DPN BMI, Farkhan Evendi, beserta jajaran pengurus utama dari BMI Kota dan Kabupaten Tegal.

Diskusi santai ini diikuti oleh Ketua BMI Kota Tegal, Heri Ristiono, dan Ketua BMI Kabupaten Tegal, Syafii Pahlevi, yang juga didampingi oleh Moh Yusuf, Dewan Pembina BMI Kabupaten Tegal, serta Tabiin Pengurus DPC PD Kab. Tegal.

Acara ini tidak hanya mengokohkan hubungan emosional antar penggerak organisasi, tetapi juga memastikan kelancaran struktur organisasi serta mensosialisasikan agenda Munas I BMI Jakarta.

Dalam sambutannya, Cak Farkhan mengingatkan pentingnya BMI di Kota dan Kabupaten Tegal untuk terus berprestasi, cerdas, santun, dan peduli kepada masyarakat.

“Munas I nanti akan menjadi tonggak bersejarah bagi BMI. Kita harus tunjukkan komitmen sebagai organisasi progresif yang berpihak kepada rakyat,” katanya.

Ia juga mengenang perjuangan BMI menghadapi berbagai tantangan, terutama dari pihak Moeldoko, termasuk mempertahankan Kantor DPP Demokrat.

“Meskipun organizasi ini masih relatif muda, BMI telah berkembang menjadi sayap Demokrat terbesar dan paling dinamis,” tambahnya.

Sementara itu, Heri sebagai Ketua DPC Kota Tegal menyatakan bahwa sosok Cak Farkhan adalah guru sekaligus kakak yang selalu memberikan dukungan dan nasehat kepada BMI Kota dan Kabupaten Tegal.

“Dukungan beliau membuat kami tetap istiqomah dalam pengabdian di DPC BMI Kota Tegal, meskipun menghadapi banyak rintangan,” ujarnya.

Syafii Pahlevi menambahkan bahwa BMI Kabupaten Tegal akan selalu mengikuti arahan senior demi memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Cak Farkhan adalah tokoh ulama muda yang cerdas dan santun, menjadi panutan bagi kami,” ucapnya.

Silaturahmi ini juga menjadi waktu refleksi perjuangan BMI sekaligus menyusun strategi untuk memperkokoh peran organisasi secara nasional.

Dengan semangat kebersamaan yang tinggi, BMI Kota dan Kabupaten Tegal optimis memberikan kontribusi besar pada Munas I BMI dan memperkuat posisi sebagai organisasi yang peduli serta progresif.

“Dengan kesabaran dan keteladanan sederhana dari Cak Farkhan, kami semua termotivasi untuk terus berperan membantu rakyat sebaik mungkin,” tambah Moh Yusuf, yang juga aktif di NU Tegal.

Ketum BMI Nilai Keterlibatan Masyarakat dalam Revisi UU TNI Sangat Penting

IDPOST.CO.ID – Ketua Umum Bintang Muda Indonesia (BMI), Farkhan Evendi, menyoroti pentingnya proses revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) dalam konteks penguatan supremasi sipil.

Ia menekankan bahwa setiap langkah dalam revisi ini harus dilakukan dengan hati-hati, transparan, dan melibatkan partisipasi publik. Farkhan menjelaskan bahwa revisi UU TNI bukanlah hal yang perlu dicurigai.

“Revisi ini adalah langkah wajar untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan tantangan baru. Namun, hal ini harus memperjelas batasan peran TNI dalam kehidupan politik dan sosial,” ungkapnya.

Sebagai aktivis 98, Farkhan mengingatkan pemerintah dan DPR untuk tidak menutup diri dari diskusi dengan masyarakat.

“UU TNI adalah milik seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya pemerintah, DPR, atau TNI,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa proses revisi harus inklusif dan tidak terburu-buru, agar UU yang dihasilkan dapat diterima oleh semua pihak.

Public Hearing dan Masukan Ahli

Farkhan menekankan pentingnya melibatkan masukan publik dan pendapat ahli dalam proses revisi.

“Public hearing yang substantif adalah hal yang lazim dalam pembentukan atau revisi undang-undang,” ujarnya.

Ia percaya bahwa proses yang partisipatif dan terbuka, meskipun memakan waktu lebih lama, akan menghasilkan UU yang lebih komprehensif dan legitim.

Menjaga Keseimbangan

Lebih lanjut, Farkhan menekankan bahwa revisi UU TNI harus memperkuat fondasi demokrasi Indonesia.

TNI, menurutnya, harus tetap fokus pada tugas utamanya, yaitu menjaga kedaulatan negara dan keutuhan wilayah, tanpa terlibat dalam urusan politik praktis.

Pernyataan Farkhan sejalan dengan pandangan Presiden Ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang juga menekankan pentingnya dialog dalam demokrasi.

Dalam sebuah diskusi di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, SBY menyatakan bahwa “dialog adalah ruh dari demokrasi.”

Ia menekankan perlunya komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat agar kebijakan tetap selaras dengan harapan publik.

Dukungan untuk TNI

Farkhan menegaskan dukungannya kepada TNI sebagai tentara rakyat yang profesional dan terpercaya.

“Kita cinta negeri ini, dan kita mendukung TNI untuk tetap menjadi tentara rakyat yang profesional,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Farkhan mengajak semua pihak untuk menunjukkan kesabaran dan disiplin dalam proses revisi UU TNI, terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah.

“Semoga proses ini berjalan dengan baik dan menghasilkan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” tutupnya.

Menuju Partai Demokrat yang Lebih Kuat, BMI Akan Gelar Munas 1 di Bandung

IDPOST.CO.ID – Memasuki usia ke-5, Bintang Muda Indonesia (BMI) semakin mengokohkan perannya sebagai organisasi sayap Partai Demokrat.

Salah satu agenda penting yang akan digelar dalam waktu dekat adalah Musyawarah Nasional (Munas) pertama, yang diputuskan akan berlangsung di Bandung.

Pada Sabtu (08/02), panitia Munas 1 BMI menggelar rapat gabungan di Roemah Kentang untuk mematangkan persiapan.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) BMI, Aditya Utama, mengungkapkan alasan pemilihan Bandung sebagai lokasi kegiatan.

“Kami melihat BMI Jawa Barat sebagai salah satu daerah yang aktif dalam mencetak kader serta berhasil mengantarkan mereka ke jajaran kepengurusan Partai Demokrat, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Oleh karena itu, Munas 1 kami selenggarakan di Bandung sebagai bentuk apresiasi,” ujarnya.

Sejak berdiri, BMI terus berkembang dengan jaringan kepengurusan yang kini telah mencapai lebih dari 330 wilayah, mencakup tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga kecamatan.

Ketua Umum DPN BMI, Farkhan Evendi, menegaskan bahwa BMI bukan sekadar organisasi pendukung, tetapi juga kekuatan utama yang menjaga soliditas Partai Demokrat.

“Dengan nilai-nilai Cerdas, Santun, dan Peduli, BMI telah membuktikan perannya sebagai benteng partai dalam menghadapi berbagai tantangan. Semangat kebersamaan yang telah terbangun harus terus diperkuat,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris DPD BMI Jawa Barat, Maulana Hasanudin menyebut pentingnya kaderisasi dalam BMI.

Ia juga mengatakan bahwa hingga saat ini, sudah ada 20 kader yang berhasil duduk di DPRD provinsi maupun kabupaten/kota.

“Kaderisasi yang kuat telah menjadi kunci keberhasilan BMI. Kami berharap seluruh kader, khususnya di Jawa Barat, dapat berkontribusi dalam menyukseskan Rapimnas 1 BMI,” ujarnya.

Munas 1 BMI diharapkan menjadi momentum strategis dalam memperkuat organisasi, memperluas jaringan kader, serta merumuskan langkah-langkah ke depan demi kontribusi yang lebih besar bagi Partai Demokrat dan masyarakat.

BMI Blitar Diresmikan, AHY Jadi Inspirasi Pergerakan Anak Muda!

IDPOST.CO.ID – Bintang Muda Indonesia (BMI), organisasi sayap Partai Demokrat, menggelar pelantikan dan sekolah kader bagi pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) BMI Kabupaten Blitar. Acara ini berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.

Ketua DPC BMI Kabupaten Blitar, Yuda Bagus Irwantoro menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terbentuknya BMI di Kabupaten Blitar serta suksesnya acara tersebut.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Blitar, Edy Masna Nurochman, mengungkapkan kebanggaannya karena BMI menjadi organisasi sayap pertama yang mengadakan pelantikan dan sekolah kader.

Masna menegaskan bahwa Partai Demokrat akan terus memberikan dukungan penuh bagi BMI. Ia juga berharap BMI dapat menjadi ujung tombak dalam mengibarkan panji Demokrat hingga ke pelosok Blitar.

“Partai akan selalu mendukung kreativitas kader BMI dan memberikan fasilitas maksimal untuk pengembangannya,” ujar Masna.

Sementara Ketua DPD BMI Jawa Timur, Dr. Sanditia Devis, turut hadir dalam acara tersebut dan membuka sambutannya dengan meneriakkan yel-yel khas BMI.

Pria yang akrab disapa Dr. Devis ini menegaskan bahwa Blitar memiliki nilai historis yang kuat karena menjadi tempat lahirnya banyak pemimpin bangsa, termasuk Proklamator Ir. Soekarno.

“Blitar adalah kota istimewa yang melahirkan pemimpin besar. Saya berharap kader BMI Kabupaten Blitar dapat menjadi bintang penerang bagi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Devis juga menegaskan bahwa BMI memiliki kedekatan dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Hal ini dibuktikan dengan kehadiran langsung AHY saat deklarasi BMI di Mamuju.

Ketua Umum DPN BMI, H. Farkhan Evendi atau yang akrab disapa Cak Farkhan, turut memberikan arahan kepada para kader BMI yang baru dilantik.

Ia menjelaskan bahwa BMI lahir dari keprihatinan terhadap kondisi bangsa, terutama kurangnya perhatian generasi muda terhadap negara.

Cak Farkhan menegaskan bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang rela berkorban dan bertanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyat. BMI, menurutnya, harus menjadi wadah persaudaraan bagi semua kalangan serta menjadi jembatan bagi pemikiran dan gagasan AHY.

“Setelah dikukuhkan, kader BMI harus menjadi pembeda. Pegang teguh motto kita: Cerdas, Santun, dan Peduli. Jaga kesolidan dan terus rawat Indonesia,” tegasnya.

Dengan pelantikan ini, diharapkan BMI Kabupaten Blitar dapat menjadi kekuatan baru yang membawa perubahan positif bagi masyarakat, sejalan dengan visi besar Partai Demokrat dalam mewujudkan kesejahteraan dan keadilan bagi rakyat.