Jaga Tradisi, Warga Krasak Boyolali Gelar Wiwit Jelang Panen Raya Padi

ID POST – Menjelang musim panen padi, warga Desa Krasak, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, menggelar tradisi wiwit sebagai bentuk nguri-nguri atau melestarikan warisan budaya leluhur.

Tradisi ini digelar pada Jumat (10/10/2025) sore dan diwarnai dengan arak-arakan tiga gunungan hasil bumi menuju area persawahan.

Tradisi wiwit menjadi simbol rasa syukur masyarakat tani sekaligus penanda dimulainya musim panen di wilayah tersebut.

Dalam kegiatan ini, warga mengarak tiga gunungan yang melambangkan kesuburan dan kemakmuran, terdiri atas dua gunungan buah-buahan dan satu gunungan padi yang dilengkapi belasan ekor ayam ingkung.

Arak-arakan dimulai dari rumah warga menuju area persawahan tempat digelarnya doa bersama. Setelah prosesi doa, warga membawa pulang untaian padi sebagai simbol keberkahan dan hasil panen yang melimpah.

Sementara dua gunungan lainnya yang berisi hasil bumi seperti buah dan sayuran didoakan oleh tokoh masyarakat setempat, kemudian diperebutkan oleh ratusan warga yang hadir.

Ketua Panitia Kegiatan, Aris Susanto, menyampaikan bahwa festival wiwit ini sudah digelar untuk kedua kalinya.

Menko IPK AHY Kenalkan Sekolah Garuda di SMA Pradita Dirgantara Boyolali

IDPOST.ID – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memperkenalkan Sekolah Garuda di SMA Pradita Dirgantara Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (8/10/2025).

Sekolah Garuda merupakan sebuah program pendidikan unggulan yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

AHY mengatakan, bahwa Sekolah Garuda merupakan bagian dari visi besar pemerintah untuk mencetak generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat global.

Program ini disebut akan menjadi model sekolah unggulan nasional yang mengedepankan nilai kedisiplinan, nasionalisme, dan inovasi.

“Sekolah Garuda adalah simbol semangat kebangkitan pendidikan nasional. Kita ingin anak-anak Indonesia punya kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan memimpin masa depan bangsa,” ujar AHY.

AHY menjelaskan, Sekolah Garuda merupakan program strategis nasional yang digagas untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya dalam bidang sains, teknologi, dan matematika (STEM).

Melalui program ini, diharapkan generasi muda Indonesia semakin siap menghadapi berbagai tantangan global di masa depan.

“SMA Pradita Dirgantara menjadi salah satu dari 12 sekolah unggulan di Indonesia yang bertransformasi dalam program strategis Sekolah Garuda, ditambah 4 sekolah baru yang akan segera dibangun,” jelasnya di Boyolali.

Anggota Nasabah Koperasi BLN Emosi, Amankan Aset di Ampel Boyolali

IDPOST.ID – Para anggota nasabah Koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN) dari berbagai daerah mendatangi salah satu aset milik bos koperasi di wilayah Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Kedatangan mereka bertujuan untuk mengamankan aset yang diduga terkait dengan dana simpanan para nasabah yang hingga kini belum dikembalikan.

Para nasabah mendatangi area pemecah batu yang disebut-sebut sebagai milik bos koperasi tersebut. Namun, saat tiba di lokasi, tidak ditemukan satu pun pekerja. Diduga, kabar kedatangan para nasabah telah bocor sehingga para pekerja meninggalkan area lebih dulu.

Mereka menilai langkah itu perlu dilakukan agar aset tidak berpindah tangan sebelum ada kejelasan mengenai pengembalian dana yang mereka simpan di koperasi.

Salah satu nasabah, Untit Krisnayogi asal Kabupaten Grobogan, mengaku mengalami kerugian hingga Rp 240 juta.

“Saya investasi di Koperasi BLN sebanyak Rp 240 juta dan baru menerima pengembalian sekali saja. Saya menabung Desember 2024 lalu, dan sempat menerima Januari 2025,” ujarnya dengan nada kesal.

Sementara itu, juru bicara nasabah Koperasi BLN, Aris Carmadi, menjelaskan bahwa kedatangan mereka ke lokasi tersebut adalah untuk mengamankan aset milik pemilik BLN, yang diperkirakan bernilai Rp 5 hingga Rp 6 miliar.

AMPI Boyolali Bangkit Kembali Gelar Musda, Senior AMPI Ikut Hadir

IDPOST.ID – Setelah mengalami beberapa tahun vakum dari aktivitas organisasi, Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kabupaten Boyolali kembali menunjukkan eksistensinya dengan menggelar Musyawarah Daerah (Musda).

Kegiatan tersebut menjadi momentum kebangkitan AMPI Boyolali dalam upaya memperkuat peran organisasi kepemudaan di tingkat daerah.

Musda ini dihadiri oleh Ketua AMPI Jawa Tengah, Bondan Sujiwan Bowo Aji, Plt DPD AMPI Boyolali, Budi Purnomo, dewan pembina Boyolali Fuadi, pengurus DPD AMPI Jawa Tengah dan tampak hadir pula Muhammad Fajar Sidik.

Panitia AMPI Boyolali, Ita Purwidaningsih mengatakan, dalam musda tersebut memilih ketua AMPI Boyolali dan ada satu kandidat yakni Muhammad Fajar Sidik.

“AMPI Boyolali ini sudah cukup lama vakum, dan ini akan bangkit kembali. Pemilihannya nanti karena hanya satu kandidat jadi aklamasi,” katanya kepada wartawan, Sabtu (5/10/2025) sore di Kantor Golkar Boyolali.

Ita menyampaikan, bahwa AMPI ini merupakan organisasi pemuda dibawah sayap Partai Golongan Karya (Golkar) dimana para pemuda ini sebagai penerus bangsa.

“AMPI adalah sebagai wadah pembelajaran berpolitik yang isinya anak anak muda sebagai penerus bangsa. Kita disini belajar berorganisasi sekaligus belajar berpolitik,” ujar Ita.

Ratusan Warga Lereng Gunung Merapi Boyolali Gelar Tradisi Sadranan

IDPOST.ID – Warga Desa Mliwis, Kecamatan Cepogo, Boyolali kembali menggelar tradisi turun-temurun berupa peringatan Sadranan.

Tradisi ini dilakukan di tanah lapang dekat makam leluhur desa. Dalam kegiatan tersebut, warga membawa berbagai makanan untuk disantap bersama. Namun sebelum dimakan, mereka lebih dulu menggelar doa bersama yang diawali dengan dzikir dan tahlil.

Doa dipanjatkan tidak hanya untuk keselamatan keluarga dan desa setempat, tetapi juga untuk bangsa Indonesia agar selalu aman dan tentram.

“Tradisi ini dilakukan dekat dengan makam Mbah Nyai Blora, cikal bakal desa sini,” kata tokoh masyarakat setempat, Muhammad Hanafi, kepada wartawan, Sabtu(4/10/2025).

Hanafi menyebut, tradisi Sadranan menjadi wujud rasa syukur warga atas rejeki yang diberikan Tuhan.

“Kita bersyukur telah diberikan rejeki melimpah dan juga terima kasih kepada pendiri kampung ini,” ujarnya.

Ketua panitia, Mardi Utomo, menambahkan bahwa tradisi Sadranan bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga bagian dari menjaga warisan budaya leluhur.

“Kami berharap tradisi ini tetap dilestarikan agar generasi muda bisa terus menjaga nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur,” ucap Mardi.

Dengan penuh kebersamaan, tradisi Sadranan di lereng Merapi kembali menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antar warga sekaligus mendoakan kedamaian bagi bangsa.

Dua Kandidat Bakal Rebutkan Ketum KONI Boyolali, Satu dari Dewan Jateng

IDPOST.ID – Bursa pemilihan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Boyolali akan diperebutkan dua kandidat. Mereka adalah Dwi Adi Agung Nugroho, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, dan Joko Raharjo.

Dwi Adi yang juga dikenal sebagai perintis Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Boyolali, maju dengan dukungan 11 cabang olahraga (cabor).

Ia menegaskan, pencalonannya didasari kepedulian agar KONI dipimpin oleh sosok yang benar-benar memahami dunia olahraga.

“Salah satu syarat calon ketua KONI adalah pernah menjadi pengurus KONI atau pengurus cabor minimal satu periode,” kata Dwi Adi kepada wartawan beberapa hari yang lalu.

Dengan visi menjadikan olahraga Boyolali lebih maju melalui prinsip fair play dan sportivitas, Dwi Adi optimistis Boyolali bisa masuk 10 besar pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah mendatang.

“Ini bukan soal jabatan, tapi tanggung jawab untuk memajukan olahraga Boyolali,” tambahnya.

Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan Calon Ketua Umum KONI Boyolali, Romadhona, menjelaskan, keduanya resmi masuk bursa setelah penutupan masa pengembalian formulir pada 29–30 September 2025.

Dua Pendaftar Calon Ketum KONI Boyolali Kembalikan Formulir

IDPOST.ID – Pendaftaran calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, memasuki tahap pengembalian formulir.

Dari tiga pendaftar, hanya dua orang yang mengembalikan formulir hingga batas waktu yang ditentukan, salah satunya Joko Raharjo.

“Yang mendaftar kemarin ada tiga, namun sampai saat ini baru dua yang mengembalikan,” jelas Ketua Tim Penjaringan KONI Boyolali, Romadhona, kepada wartawan, Selasa (30/9/2025) sore.

Romadhona menambahkan, tahapan selanjutnya yakni verifikasi bakal calon yang berlangsung selama tiga hari pada 1-3 Oktober 2025. Hasil verifikasi akan disampaikan pada 6-8 Oktober 2025 untuk dilengkapi atau diperbaiki.

“Pengembalian hasil berkas tanggal 9-10 Oktober dan penetapan bakal calon tanggal 10 Oktober. Penyampaian undangan musyawarah maksimal 9 Oktober,” ungkapnya.

Salah satu calon, Joko Raharjo, menyampaikan motivasinya maju sebagai calon Ketua KONI Boyolali. Ia menilai pembinaan olahraga di Boyolali masih perlu ditingkatkan.

“Saya melihatnya selama ini masih kurang, dan dengan perubahan ini akan lebih maju lagi ke depan,” ujar Joko.

Ia menekankan, jika terpilih akan fokus pada pembinaan atlet agar prestasi olahraga Boyolali semakin meningkat.

“Saya utamanya untuk pembinaan atlet. Ke depan dapat lebih maju lagi,” katanya.

Viral di Medsos Sumur Dalam di Ngemplak Boyolali, Ini Pernyataan Dispertan

IDPOST.ID – Pembangunan sumur dalam di Desa Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Boyolali menjadi sorotan warganet setelah unggahan foto dan video proses pengerjaannya viral di media sosial.

Program ini merupakan bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali dengan anggaran sebesar Rp112,8 juta yang berasal dari APBD 2024.

Sekretaris Dinas Pertanian Boyolali, Retno Nawangtari menyampaikan, bahwa rumah pompa ukuran kecil itu merupakan tempat penyimpanan alat sumur dalam dan bukan toilet.

“Anggaran sebanyak Rp 112,8 juta tersebut untuk pengeboran sumur, untuk listrik, selang dalan lainnya,” katanya kepada wartawan, Selasa (23/9/2025).

Menurut Retno, apabila Waduk Cengklik tidak mampu mengairi area persawahan di wilayah Kecamatan Ngemplak, maka sumur dalam itu sangat dibutuhkan oleh petani.

“Para petani tetap tercukupi oleh sumur dalam tersebut. Pembangunannya oleh penerima manfaat oleh kelompok tani sendiri,” ujar dia.

Retno menjelaskan, ada dua sumur dalam satu diantaranya sedalam 100 meter dan satu 80 meter.

“Pembangunan rumah pompa itu ukuran 1,5 X 1,5 meter sebagai sarana pelindung alat pertanian,” jelasnya.