48 Tim Berebut Piala Bergengsi! Bupati Boyolali Cup 2025 Digelar, Hadiah Rp 22,5 Juta Disiapkan

IDPOST.ID – Semarak sepakbola usia dini kembali bergulir! Pemerintah Kabupaten Boyolali resmi menggelar turnamen bergengsi Bupati Boyolali Cup 2025 di Stadion Pandanaran, Boyolali.

Sebanyak 48 tim dari berbagai penjuru eks Karesidenan Surakarta siap bertarung memperebutkan total hadiah fantastis senilai Rp 22,5 juta.

Acara yang dipastikan berlangsung selama tiga hari ini secara resmi dibuka oleh Bupati Boyolali, Agus Irawan, melalui tendangan pertama, Sabtu (27/6/2025).

Antusiasme peserta dan pendukung langsung membanjiri stadion sejak hari pertama.

Kategori Usia dan Pembagian Jadwal

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Boyolali, Budi Prasetyaningsih, membeberkan rincian turnamen.

“Turnamen kami bagi dalam tiga kategori usia: 10 tahun, 11 tahun, dan 12 tahun. Hari pertama fokus pada usia 10 dan 11 tahun, dilanjutkan usia 12 tahun di hari kedua,” jelas Budi kepada awak media.

“Boyolali bangga mengirimkan 10 tim wakil untuk berlaga di ajang ini,” sambungnya penuh semangat.

Gali Bakat dan Isi Liburan Sekolah

Budi menegaskan tujuan utama turnamen ini adalah percepatan pembinaan sepakbola muda.

“Harapan kami, melalui Bupati Boyolali Cup, pembinaan sepakbola usia dini di Boyolali semakin solid. Semoga anak-anak makin termotivasi berlatih dan prestasi sepakbola daerah terus melejit,” ucap Budi.

Bupati Agus Irawan menambahkan, selain mencari bibit atlet berbakat, turnamen ini juga menjadi wadah positif mengisi liburan sekolah.

“Ini momentum tepat untuk mengasah potensi anak-anak di lapangan hijau sekaligus mengisi waktu libur dengan kegiatan produktif. Total hadiah Rp 22,5 juta siap diperebutkan,” tegas Agus usia membuka acara.

Komitmen Pemkab Boyolali

Gelaran Bupati Boyolali Cup 2025 menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Boyolali dalam memajukan dunia olahraga, khususnya pembinaan pemain muda sejak usia dini.

Turnamen ini diharapkan menjadi batu loncatan lahirnya atlet-atlet sepakbola masa depan yang mengharumkan nama Boyolali di kancah nasional.

Festival Budaya Selo Ramaikan Lereng Merapi, Warga Antusias Berebut Gunungan di Boyolali

IDPOST.ID – Momen libur panjang sekolah dimanfaatkan warga untuk menjelajahi destinasi budaya, salah satunya di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Kawasan lereng Gunung Merapi ini baru saja menggelar Selo Art Festival pada Sabtu (28/6/2025), menampilkan kearifan lokal dan tradisi unik.

Festival ini diramaikan kirab budaya yang menampilkan kesenian dari sepuluh desa di Selo, dilanjutkan pertunjukan tari tradisional khas Boyolali.

Puncak acara yang dinantikan adalah prosesi rebutan gunungan berisi hasil bumi seperti buah dan sayuran.

Warga dan wisatawan saling berebut untuk membawa pulang bagian dari gunungan, yang diyakini membawa berkah dan melambangkan rasa syukur atas kemakmuran alam lereng Merapi.

Antusiasme Meningkat

Ratusan pengunjung dari berbagai daerah memadati lokasi, mulai dari anak-anak hingga dewasa, menunjukkan semangat tinggi dalam tradisi berebut gunungan.

Sebelum prosesi, kirab budaya dengan kostum dan tarian khas masing-masing desa telah sukses memikat perhatian, termasuk wisatawan dari luar daerah.

Nikmah (19), pengunjung asal Kebumen, mengungkapkan ketertarikannya dengan Selo Art Festival.

“Acaranya sangat bagus dan unik. Anak-anak di sini terlihat sangat menjaga kelestarian budaya. Tradisi serupa sudah langka ditemui di tempat saya,” katanya.

Pendapat senada disampaikan Zahra (19) dari Semarang yang mengungkapkan nuansa lokalnya sangat kental.

“Festival seperti ini jarang ditemui. Nuansa lokalnya sangat kental. Selain menghibur, ini juga sarat nilai edukasi bagi generasi muda tentang warisan leluhur,” ucapnya.

Menurut Camat Selo, Eko Dodi Aprianto, festival ini merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi ke-178 Kabupaten Boyolali dan penyambutan Tahun Baru Islam 1447 Hijriah.

“Selo tidak hanya unggul dalam wisata alam, tapi juga budaya. Acara ini sekaligus memanfaatkan momentum liburan sekolah untuk menarik kunjungan wisatawan,” jelasnya.

Bupati Boyolali, Agus Irawan, yang turut hadir, menekankan keunikan Selo sebagai wilayah di antara Gunung Merapi dan Merbabu. Ia berkomitmen mendorong festival ini menjadi agenda tahunan berskala nasional bahkan internasional.

“Kirab budaya ini bagian dari pelestarian seni sekaligus penguatan destinasi wisata. Kami akan dukung pengembangannya,” tegas Agus.

“Semoga acara berjalan sukses. Ini dapat menjadi pengungkit ekonomi masyarakat Selo, khususnya di sektor pariwisata dan UMKM,” tambahnya.

Tahun ini, Selo Art Festival mencatat peningkatan partisipasi dibanding tahun sebelumnya.

Kolaborasi budaya dan pariwisata ini tidak hanya sukses menarik minat luas, tetapi juga mengangkat potensi Kabupaten Boyolali ke kancah yang lebih bermakna.

Peringati Hari Bhayangkara, Polres Boyolali Gandeng Ormas dan Pesilat Bagikan Ribuan Sembako

IDPOST.ID – Sebanyak 1.000 paket sembako disalurkan Polres Boyolali kepada warga kurang mampu, Rabu (25/6/2025) pagi.

Kegiatan bakti sosial ini melibatkan sinergi unik antara kepolisian, organisasi masyarakat (ormas), dan perguruan silat setempat.

Acara yang digelar di halaman Mapolres Boyolali ini menampilkan kolaborasi nyata.

Bantuan sembako diserahkan secara simbolis oleh Wakapolres Boyolali, Kompol Nunung Farmadi, kepada perwakilan ormas dari berbagai kecamatan sebelum didistribusikan lebih lanjut.

“Setiap kecamatan menerima 52 paket berisi kebutuhan pokok seperti gula pasir, minyak goreng, mie instan, tepung, dan teh,” jelas Nunung Farmadi di sela acara.

Menurut Wakapolres, kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Bhayangkara yang mengusung dua tujuan utama.

“Selain wujud kepedulian terhadap masyarakat, ini juga upaya mempererat hubungan Polri dengan seluruh elemen masyarakat,” tegas Nunung.

Ia menekankan bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama: “Kondusivitas wilayah tidak bisa diciptakan polisi sendiri. Ormas dan perguruan silat memiliki peran krusial.”

Beberapa kelompok yang terlibat aktif antara lain Perguruan Seni Beladiri Indonesia (PSHT), Tapak Suci, dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam).

Para anggota ormas dan pesilat ini tak hanya hadir, tetapi turun langsung membantu pendistribusian paket ke warga.

Sebelum pembagian dimulai, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti apel kebersamaan di halaman Mapolres, meneguhkan semangat gotong royong dalam aksi sosial ini.

Kapolres Boyolali Belum Tindak ODOL, Tunggu Instruksi Pusat

IDPOST.ID – Kepolisian Resor Boyolali belum akan melakukan penindakan terhadap pelanggaran over dimension over load (ODOL) usai aksi demo sopir truk beberapa hari lalu.

Hal ini disampaikan Kapolres Boyolali AKBP Rosyid Hartanto usai mengikuti kegiatan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Ratna Negara Sonolayu, Boyolali, dalam rangka HUT Bhayangkara ke-79, Senin (23/6/2025).

Menurut Rosyid, pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari tingkat pusat, sambil menyerap aspirasi para sopir truk yang tergabung dalam aksi protes.

“Demo driver terkait ODOL di Boyolali sangat baik dan aspiratif. Pak Ketua DPRD kemarin langsung mengirim surat ke DPR RI,” kata Rosyid kepada wartawan.

Ia menegaskan bahwa penanganan ODOL tidak bisa dilakukan sepihak, karena melibatkan banyak faktor mulai dari pengusaha hingga perusahaan ekspedisi.

“Masalah ODOL ini jangan sampai kontra produktif di lapangan. Sopir truk adalah tulang punggung ekonomi nasional. Jadi harus ditangani secara komprehensif dan melibatkan semua pihak,” jelasnya.

Meski tidak melakukan tindakan tegas, pihak kepolisian tetap memberikan teguran jika ditemukan kendaraan ODOL yang membahayakan pengguna jalan lain.

“Kalau ODOL membahayakan, seperti muatan terlalu tinggi yang bisa menyentuh kabel listrik atau kendaraan terlalu lebar hingga memakan badan jalan, kami minta mereka untuk segera memperbaiki,” ujarnya.

Rosyid juga menghimbau para sopir truk agar tidak khawatir menjalankan aktivitas seperti biasa di wilayah Boyolali.

“Silakan tetap beraktivitas, tidak perlu takut. Mereka juga berperan dalam mendukung roda perekonomian di Boyolali. Untuk penindakan, kami tetap menunggu instruksi dari pusat,” pungkasnya.

Ratusan Sopir Truk di Boyolali Protes Aturan Over Dimension Over Loading

IDPOST.ID – Ratusan sopir truk di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, melakukan unjuk rasa di Simpang Solidaritas atau Jalur Lingkar Utara pada Kamis (19/6/2025).

Mereka menolak kebijakan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang dianggap memberatkan para sopir.

Para sopir memasang berbagai spanduk protes di truk mereka, dengan tulisan seperti ODOL dipidana, pungli dipelihara, korupsi dibiarkan” serta “Galak sama sopir, jinak sama koruptor.

Demonstrasi ini menyebabkan Jalan Diponegoro ditutup selama beberapa jam sehingga arus lalu lintas dialihkan dan pengguna jalan harus mencari jalan alternatif.

Selain itu, Jalan Raya Perintis Kemerdekaan Boyolali juga sempat ditutup oleh para sopir yang duduk di pinggir jalan.

Koordinator aksi, Sutarjo, menyampaikan tuntutan mereka kepada pemerintah agar aturan ODOL segera direvisi.

Dia menjelaskan, kebijakan tersebut merugikan dan menyulitkan para sopir yang bekerja mencari nafkah.

Sutarjo juga meminta agar Kapolres Boyolali, Ketua DPRD, serta Dinas Perhubungan Kabupaten Boyolali dapat menyampaikan aspirasi mereka ke DPR RI.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Boyolali AKBP Rosyid Hartanto menyatakan pihaknya kan mencari jalan tengah.

“Kepolisian akan berupaya mencari jalan tengah agar aspirasi para sopir tersampaikan, tanpa mengesampingkan keselamatan dan keamanan di jalan raya,” katanya.

Nasabah Koperasi BLN Kembali Melaporkan ke Polres Boyolali, Kerugian Capai Miliaran Rupiah

IDPOST.ID – Sejumlah nasabah yang diduga menjadi korban penipuan oleh Koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN) kembali mengajukan laporan ke Polres Boyolali, Jawa Tengah.

Kekhawatiran dan keresahan para nasabah semakin meningkat seiring dengan makin kompleksnya permasalahan yang tengah dihadapi oleh koperasi tersebut.

Aris Carmadi, yang bertindak sebagai juru bicara para nasabah, menyampaikan bahwa terdapat 12 orang yang telah melapor ke polisi, dengan rata-rata mereka menggadaikan rumah mereka.

“Dari 12 pelapor tersebut, total kerugian yang dialami mencapai angka Rp5 hingga Rp6 miliar,” jelasnya kepada wartawan pada Kamis (12/6/2025).

Menurut Aris, dalam kasus ini, ada sejumlah nasabah yang mulai mengalami gangguan kesehatan serta kendaraan mereka yang mulai ditarik kembali oleh pihak leasing.

“Saya yang mengelola administrasi teman-teman nasabah menerima keluhan bahwa ada yang sakit, mobilnya ditarik leasing, hingga rumahnya sudah ditempeli stiker oleh bank,” tambahnya.

Aris menjelaskan, korban dari koperasi BLN ini berasal dari berbagai latar belakang, mulai pegawai ASN, buruh, ibu rumah tangga, hingga pensiunan TNI/Polri.

Bahkan, ada pula dari kalangan seniman yang sebelumnya mengadukan masalah ini kepada mereka. Para nasabah umumnya menggunakan dana pinjaman dari bank, karena edukasi dari mentor koperasi yang cukup intensif kepada mereka.

Tak hanya warga Boyolali, korban juga datang dari daerah lain seperti Klaten, Salatiga, Solo, dan bahkan Serang, Banten.

“Meskipun mayoritas peserta berasal dari Boyolali, unit koperasi ini juga beroperasi di Serang, Banten, dan kami menerima laporan juga dari Klaten,” ujarnya.

Sebelumnya, Kapolres Boyolali, AKBP Rosyid Hartanto, menegaskan pihaknya sudah mulai melakukan pemeriksaan terhadap para korban dugaan penipuan koperasi BLN.

“Kami telah memeriksa lima laporan yang masuk ke polisi. Kerugian bervariasi, terbesar mencapai sekitar Rp300 juta. Ada yang menyebut total kerugian hingga Rp1,2 miliar, yang merupakan akumulasi dari omzet yang seharusnya diterima,” ujarnya.

Kapolres menyayangkan karena laporan tidak hanya berasal dari warga Boyolali, melainkan juga dari luar daerah, termasuk Medan.

“Ini cukup mengejutkan, karena ada investor dari Medan yang ikut berinvestasi di koperasi BLN,” tambahnya.

Lebih lanjut, Rosyid mengatakan kasus koperasi ini sudah mendapat perhatian dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dalam penanganannya, Polres Boyolali juga berkoordinasi dengan Polresta Solo dan Polda Jawa Tengah.

“Tim OJK akan melakukan audit untuk menentukan kelanjutan kegiatan koperasi BLN serta menyelidiki apakah sistem investasinya ilegal. Penjelasan menyeluruh nanti akan disampaikan oleh OJK,” tutupnya.

SMK Muhammadiyah 04 Boyolali Lombakan Otokontes, Satu Modifikasi Motor Biaya Capai Rp 40 Juta

IDPOST.ID – Puluhan motor jadul bernilai jual tinggi dilombakan di SMK Muhamadiyah 04 Boyolali. Motor milik para siswa tersebut meliputi CB, Mio, Fiz R, GL 125, Honda Grand dan masih banyak yang lainnya.

Kepala SMK 04 Muhamadiyah Boyolali, Suprap mengatakan, kegiatan ini merupakan Barkabotokontes 2025 sekaligus peringatan Diesnatalis SMK Muhamadiyah 04 ke 28 tahun.

“Selain menggelar Barkabotokontes 2025, juga digelar karya P5 juga seni kreasi para siswa di halaman sekolah,” katanya kepada wartawan, Selasa (10/6/2025).

Suprap menyampaikan, kegiatan ini merupakan menumbuhkan kreatifitas para siswa, sehingga apa yang dilakukan para siswa ini dapat berkembang dengan baik.

“Ini bagian mengembangkan kreatifitas para siswa dan menggali potensi siswa. Jadi apa yang dilakukan mereka dapat tumbuh dengan baik,” jelas dia.

Suprap mengutarakan, dalam lomba otokontes ini ada 4 kategori, pertama khusus motor dua tak, bebek, kelas CB serta kleas motor jadul.

“Dewan jurinya dari luar yang profesional. Ini penilainya kami serahkan terhadap mereka,” katanya.

Suprap menambahkan, lomba ini untuk mewadahi bakat para siswa. Lanjutnya bahwa lomba otokontes ini peminatnya cukup tinggi.

“Ini untuk mewadahi bakat para siswa. Jadi bakat mereka itu tersalurkan. Ini peminatnya cukup luar biasa. Kami batasi 60 peserta saja,” tambahnya.

Salah seorang peserta, Santoso mengaku, senang mengikuti kontes otomotif motor modifikasi.

“Saya ikut lomba modifikasi GL 125 modifikasi retorasi. Persiapan kami satu minggu. Biaya modif Rp 25 juta sampai Rp 30 juta,” jelas dia.

Peserta lainnya, Edwi Wijaya mengatakan, biaya motor CB yang dilombakan menghabiskan biaya sebesar Rp 30 juta sampai Rp 40 juta, sementara untuk proses modifikasi membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Dulu pernah juara dua ikut lomba di Solo, kalau biaya modifikasi ini cukup banyak yaitu mencapai Rp 30 juta sampai Rp 40 juta,” katanya.

Sakral, Warga Boyolali Taburi Bunga 7 Rupa Sapi Kurbannya Sebelum Disembelih

IDPOST.ID – Warga lereng Gunung Merapi di Musuk, Boyolali, Jawa Tengah, memiliki prosesi khusus dalam penyembelihan hewan kurban saat Hari Raya Idul Adha.

Sapi-sapi kurban sebelum disembelih dimandikan dan ditaburi bunga 7 rupa oleh peserta kurban Masjid Ash Shirathalmustaqim Dukuh Manggung.

Ketua panitia kurban, Margono, mengatakan bahwa tradisi ini sudah ada sejak Masjid Ash Shirathalmustaqim berdiri dan sudah turun temurun.

“Dengan prosesi dimandikan dan ditaburi kembang tujuh rupa itu sehingga hewan kurban bersih,” katanya, Sabtu(7/6/2025).

Pembina pengurus Masjid Ash Shirathalmustaqim, Setiyono, mengemukakan bahwa untuk tahun ini ada dua ekor sapi yang untuk kurban.

“Alhamdulillah pada kurban tahun ini masjid kami berkurban dua ekor sapi,” jelasnya.

Lebih lanjut Setiyono mengatakan,terkait tradisi memandikan hewan kurban dan tabur bunga adalah tradisi yang sudah berjalan beberapa tahun.

“Jadi sebelum disembelih hewan atau sapi ini dimandikan,ditaburi bunga lalu baru didoakan dan disembelih untuk kurban,” ucapnya.

Daging kurban nantinya akan dibagikan kepada masyarakat sekitar. Setiyono menambahkan bahwa sapi kurban dibeli dari peternak di sekitar masjid, sehingga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Kalau untuk sapi kurban ini kita beli dari peternak di sekitar masjid, sehingga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat,” tandasnya.

Tradisi unik ini menjadi salah satu kegiatan yang menarik dalam perayaan Idul Adha di Masjid Ash Shirathalmustaqim, menunjukkan kekompakan dan kebersamaan warga dalam menjalankan ibadah kurban.