Hari Pertama Debat Capres, DWGP di Boyolali Gelar Nobar Dukung Ganjar-Mahmud

IDPOST.CO.ID – Ratusan warga Desa Tegalgiri, Kecamatan Nogosari, Boyolali, Jawa Tengah yang tergabung dalam relawan Dalang Wartoyo Wonge Ganjar (DWGP) menggelar nonton bareng (Nonbar) debat calon presiden (Capres) pada, Selasa (12/12/2023) malam.

Pantuan dilokasi nobar, mereka nampak antusias mendukung pasangan Ganjar-Mahmud, terlihat ketika Ganjar Pranowo memberikan jawaban serta pertanyaan dengan dalam debat pendukung Ganjar tersebut bersorak sorai, Ganjar-Ganjar-Ganjar dan berkali kali mereka menyebut pasangan Ganjar-Mahmud menang??. Kemudian disambut tepuk tangan dengan meriah.

Ketua DWGP Ki Gondo Wartoyo mengatakan semua posko DWGP diseluruh Indonesia malam ini menggelar nonbar untuk menyaksikan langsung dan memberi dukungan kepada pasangan Ganjar-Mahfud.

“Ini nonton bareng debat capres oleh relawan DWGP, kita juga menyediakan wedangan gratis buat yang ada disini,” katanya kepada wartawan Selasa malam.

Ia menjelaskan nonton bareng tidak hanya diselenggarkan di posko pusat, namun juga di beberap titik posko DWGP.

“Semua posko digelar nonbar, di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan juga luar Jawa semua nonbar,”kata dia.

Menurut Wartoyo, pihaknya mengaku puas hasil debat yang pertama ini, Ganjar menyampaikan misi dan visinya dengan baik dan benar kemudian menjawab pertanyaan dari panelis maupun dari lawan debat dengan tepat.

“Dengan debat ini semoga bisa semakin menambah ekstabilitas Ganjar Mahfud dan warga semakin mengerti misi dan visi paslon nomer urut tiga ini,” ucapnya.

Wartoyo juga akan terus melakukan sosialisasi buat Ganjar -Mahfud kepada masyarakat, dan juga akan terus menggelar nonbar di seluruh posko di tanah air setiap ada debat capres maupun cawapres.

“Kita setiap ada debat akan terus menggelar nonbar di semua posko dan mungkin lebih banyak lagi,” tandasnya.

DWGP sendiri merupakan relawan yang mendukung pasangan Ganjar Mahfud yang kebanyakan para pelaku seni dan dalang wayang kulit yang sudah mempunyai puluhan posko yang tersebar di seluruh tanah air yang beranggota ribuan orang.

Hampir Punah, Pemkab Boyolali Gelar Festival Dolanan Anak, Ratusan Siswa Adu Ketangkasan

IDPOST.CO.ID – Berbagai cara dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali dalam melestarikan tradisi dolanan anak yang hampir punah di era modern saat ini.

Dolanan anak yang dikemas dalam festival dolanan bocah asli Boyolali yang gelar di Museum R Hamong Wardoyo tersebut diikuti dari berbagai siswa tingkat sekolah dasar (SD) di Boyolali.

Kepala Disdikbud Boyolali, Supana mengatakan, dolanan anak ini hampir punah, dengan begitu perlu dilestarikan. Kemudian, peserta lomba ini diikuti lebih dari 300 peserta dari tingkat sekolah dasar.

“Lomba tradisi asli Boyolali ini, ada egrang,dakon dan lompat tali dengan karet. Kalau peserta ada 300 lebih, dari siswa SD di Boyolali,” katanya selasa 12 Desember 2023.

Dikatakannya, festival dolanan anak ini mendapat tanggapan positif dari para guru dan para siswa. Dimana, pada lomba ini diikuti para siswa SD yang telah melaksanakan tes sekolah.

“Jadi mereka habis melaksanakan tes sekolah, dan saya lihat mereka senang dan sangat antusias dengan destival ini,” ujar Supana.

Supana berharap, tradisi dolanan bocah ini tidak dilupakan, dimana diera modern ini banyak permainan anak. Selain itu, kata dia, kegiatan ini sekaligus mengenalkan museum kepada masyarakat terutamanya terhadap para anak didik di Boyolali.

“Jadi yang hadir disini, sekaligus mengikuti lomba dan dapat melihat lihat di museum. Sekaligus sarana edukasi terhadap anak anak. Kemudian para pemenang nanti akan diberikan piala serta uang pembinaan dari panitia,” jelas dia.

Ia menambahkan, kegiatan ini akan diselenggarakan setiap tahun, kemudian kegiatan seperti sekaligus untuk menggali tradisi dolanan anak atau bocah di kabupaten Boyoalali,” sebutnya.

Sementara itu, seorang guru SDN Bojong Kecamatan Wonosegoro, Mortantio mengatakan, festival dolanan anak ini cukup menarik bagi anak anak setingkat sekolah dasar, dimana permainan anak ini hampir punah di era modern saat ini.

“Kami berterimakasih kepada semua pihak yang telah menyelenggarakan festival ini. Tentunya dolanan anak ini hampir punah, dengan kegiatan ini terlihat anak anak pada senang,” ujarnya.

Mortantio mengutarakan, dengan adanya lomba ini, akan mengigatkan dan mempertahankan tradisi dolanan anak yang sampai saat ini hampir dilupakan terhadap anak anak.

“Kalau saya lihat permainan jaman nenek moyang ini hampir dilupakan oleh anak anak jaman sekarang. Jadi kegiatan ini kembali mengigatkan dan mempertahankan permainan anak,” kata dia.

Diusia Lanjut, Ki Djoko Sutedjo Asal Boyolali Tetap akan Melukis dan Gelar Pameran Tunggal

IDPOST.CO.ID – Sejumlah mahasiswa UNS Surakarta mengunjungi pondok senirupa Ki Djoko Sutedjo di Dukuh Pelang,Desa Bades, Kecamatan Klego, Boyolali. Dalam kunjungannya mereka melakukan observasi terhadap karya lukisan Ki Djoko.

Narendra Chaesa perwakilan mahasiswa Pendidikan Senirupa UNS mengatakan, kedatangan ke Pondok Senirupa ini untuk melakukan observasi terhadap karya lukisan Ki Djoko Sutedjo yang sudah dikenal banyak orang tentang lukisan wayang kulit.

“Pelukis Ki Djoko Sutedjo ini sudah malang melintang mengadakan 60 kali pameran tunggal di berbagai kota besar di Indonesia, maka tak heran lagi sanggarnya banyak di kunjungi oleh mahasiswa yang sedang KKN serta mahasiswa yang mendapat tugas dari dosen senirupa,”katanya,Jumat(8/12/2023).

Dalam kunjungan, ia bersama 10 orang mahasiswa dari jurusan Senirupa. Menurutnya, meski sudah berusia lanjut, Ki Djoko ini masih tetap semangat dalam menjalani kreativitas sebagai pelukis.

“Saya merasa kagum, dan puas melihat hasil karya Ki Djoko Sutedjo walaupun Ki Djoko sudah usia lanjut namun masih semangat untuk berkarya, enovatif, serta mengadakan pameran tunggal, bisa buat contoh suriteladan bagi para mahasiswa pendidikan senirupa,”ujar dia.

Sementara itu, Ki Djoko Sutedjo mengatakan, sanggarnya terbuka lebar bagi siapa saja untuk berdiskusi tukar pemikiran di bidang kesenirupaan. Sebab, dengan senirupa dapat menuangkan berbagai gagasan yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

“Kami tetap semangat melukis, dengan melukis tentu akan membawa manfaat bagi orang lain,” pungkasnya.

Kodim dan Para Relawan di Boyolali Bersihkan Pasar Tradisional

IDPOST.CO.ID – Personil Kodim 0724 Boyolali, Polri, relawan, perangkat desa serta para pelajar di kerahkan untuk melakukan bersih-bersih pasar tradisional Pengging, Kecamatan Banyudono, Boyolali Jumat 8 Desember 2023 dalam rangka karya bakti.

Komandan Kodim (Dandim) 0724 Boyolali, Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo mengatakan, pelaksanaan karya bakti pembersihan pasar bertujuan untuk mencegah wabah penyakit demam berdarah dan wabah penyakit menular lainnya saat memasuki musim penghujan.

“Kita kerahkan anggota membersihkan pasar Pengging dan juga saluran air di wilayah kecamatan Banyudono. Kegiatan ini untuk mencegah wabah penyakit saat memasuki musim penghujan,” katanya.

Dandim mengutarakan, latar belakang melaksanakan karya bakti di pasar ini, karena pasar Pengging adalah pusat perdagangan masyarakat di Kecamatan Banyudono dan Boyolali pada umumnya, baik sembako, sayur mayur, makanan olahan UMKM dan lainnya.

“Pasar Pengging ini mempunyai sejarah sebagai pasar tertua di kawasan Kabupaten Boyolali dengan ikon sebuah cerobong bekas pabrik tembakau pada waktu penjajahan Belanda. Pasar Pengging ini berada di persimpangan sehingga berdampak kemacetan dan tumpukan sampah yang mengganggu kenyamanan warga sekitarnya,” jelas.

Ia berharap, dengan adanya kegiatan bersih bersih pasar ini dapat memberikan kesadaran terhadap pedagang dan pembeli agar tetap menjaga lingkungan pasar tetap bersih dan nyaman dalam aktivitas jual beli, sehingga tidak meninggalkan kesan bahwa pasar tradisional itu selalu kotor,becek dan berbau.

“Melalui kegiatan ini tentunya, kita menyadarkan penjual dan pembeli untuk selalu menjaga pasar tetap bersih dan tidak kotor. Sehingga pengunjung pasar tradisional ini tetap nyaman dan aman,” tandasnya.

Sementara Sugatman, Perangkat Desa Dukuh, Banyudono mengatakan, pihaknya merasa bersyukur dan berterimakasih terhadap para anggota TNI, Polri, pelajar serta masyarakat yang telah melaksanakan bersih bersih pasar Pengging.

“Kami ucapakan terimakasih kepada aparat TNI,Polri, serta para pelajar juga masyarakat yang telah membersihkan pasar ini, sehingga pasar menjadi nyaman,” kata dia.

Sugatman berharap, kegiatan bersih bersih pasar ini tidak hanya dilakukan kali ini saja, namun juga ada kelanjutannya. Sehingga pasar tetap bersih dan nyaman untuk dikunjungi masyarakat.

“Ya, bagusnya bersih bersih ini tidak hanya sekali ini saja, tapi juga ada tindaklanjutnya, kalau perlu dua bulan atau tiga bulan sekali,” ujarnya.

Menurut dia, sampai saat ini kebersihan pasar Pengging ini hanya berkisar 60 persen. Lantaran, para pedagang sendiri kurang maksimal dalam mengumpulkan sampah, sehingga harus adanya sosialisasi oleh dinas terkait untuk kebersihan pasar ini.

“Kalau saya melihat baru 60 persen kebersihan pasar ini. Ya, para pedagang sendiri masih belum banyak yang sadar, dan belum maksimal saat mengumpulkan sampah itu. Perlu juga adanya sosialisasi terkait sampah oleh dinas terkait,” kata dia.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu Apresiasi Aksi Kodim 0724 Boyolali

IDPOST.CO.ID – Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu, Yulianto apresiasi tenam bibit pohon yang dilakukan jajaran Kodim 0724 Boyolali.

Ia mengatakan banyak terimakasihnya kepada jajaran Kodim 0724 Boyolali yang telah melakukan karya bakti melakukan penanaman bibit pohon di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu.

Lanjutnya, dimana dilokasi penanaman pohon ini yakni lokasi tuk Babon sempat terjadi kebakaran hutan beberapa bulan yang lalu saat terjadi musim kemarau.

“Kami ucapkan terimakasih kepada Pak Dandim dan jajarannya, yang telah ikut melestarikan hutan lindung di Kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu. Tepat lokasi dulu sempat terjadi kebakaran hutan, namun bisa dipadamkan demi kesigapan para relawan,” kata dia.

Kasno Sangiaji tokoh masyarakat setempat mengatakan, penanaman pohon ini sangat tepat. Dimana, tidak lama lagi terjadi musim hujan. Dengan penanaman pohon ini tentunya nantinya dapat mencegah terjadinya tanah longsor dan banjir.

“Sebenarnya kita warga di lereng Merbabu sudah diingatkan saat hujan pertama waktu itu. Dimana sempat terjadi banjir bandang dari Gancik, ya karena hutannya sebagian gundul,” kata dia.

Kasno berharap, tidak terjadi lagi banjir bandang susulan, maka dari itu, dengan adanya penanaman pohon ini mari selalu dijaga secara bersama sama agar hutan ini tetap terjaga dengan baik.

“Kami tidak ingin terjadi banjir bandang susulan, itu menurut saya peringatan dari Sang Pencipta untuk kita lebih waspada. Dengan penanaman pohon ini mari kita jaga secara bersama sama,” tandasnya.

Ratusan Bibit Pohon Ditanam di Lereng Gunung Merapi dan Merbabu Boyolali

IDPOST.CO.ID – Untuk mencegah bencana tanah longsor, banjir dan erupsi gunung merapi, ratusan orang dari anggota TNI, Polri, perangkat desa, relawan serta BPBD Boyolali, melakukan tanam pohon.

Sebanyak 550 bibit pohon ditanam di kawasan lereng Merapi dan Taman Nasional Gunung Merbabu yang dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0724 Boyolali, Kamis 7 Desember 2023

Dandim 0724 Boyolali Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo mengatakan, penanaman bibit pohon secara serentak ini merupakan perintah dari Kasad dalam rangka karya bakti di jajaran Kodim diseluruh TNI AD.

“Penanaman secara serentak ini merupakan perintah Kasad, kegiatan ini untuk mencegah bencana akibat dari musim hujan mulai dari tanah longsor, banjir, erupsi gunung merapi, wabah penyakit demam berdarah dan wabah penyakit menular lainnya,” katanya.

Menurut Dandim, pohon yang di tanam di lereng Gunung Merapi dan Kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu tersebut adalah bibit pohon yang kuat menahan erosi banjir serta tanah longsor.

“Jenis bibit yang kita tanaman yakni, pohon wilodo,gondang,beringin, puspo, pule dan bibit pohon tesek. Dari bibit pohon tersebut tahan dari cuaca exstrem dan kuat menahan erosi banjir serta tanah longsor,” jelas dia.

Dandim berharap, bibit pohon yang ditanam tersebut dapat tembuh dan dipelihara dengan baik dan dilakukan pengecekan sekurangnya dalam dua minggu sekali.

“Kami meminta anggota Koramil Selo untuk melakukan pengecekan dua minggu sekali, sehingga tanaman tersebut dapat terpelihara dengan baik,” tandasnya.

Ribuan Telur Rebus Dibagikan Saat Acara Bazar Pelayanan Publik di Boyolali

IDPOST.CO.ID – Sebanyak 1402 butir telur rebus dibagikan dalam acara makan telur bersama di halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Boyolali.

Angka 1402 dipilih untuk mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama mensukseskan Pemilu 2024.

Hal tersebut diungkapkan, Krishandrika sebagai ketua peternak petelur Boyolali kepada wartawan saat ditemui di Festival Pelayanan Publik MPP, Selasa 5 Desember 2023.

Ia mengatakan, bahwa telur ini adalah bagian dari penyedia proten yang sangat murah dan berkualitas untuk masyarakat.

Menurutnya, mengonsumsi telur secara teratur dapat mengurangi resiko terjadinya stunting pada anak.

“Kami memohon kepada pemerintah untuk memperhatikan penyedia protein murah, yakni telur. Jadi jangan sampai ada yang menakut nakuti untuk makan telur, dengan makan satu butir telur dalam setiap hari untuk anak akan mengurangi resiko stunting,” kata dia.

Di ulang tahun MPP ini, Organisasi Petelur Boyolali Bersatu (OPBB) menggalakan makan telur secara gratis oleh semua pengunjung serta anak anak Taman Kanak Kanak (TK).

Ia mengatakan, dengan menstimulasi gerakan gemar makan telur oleh semua lapisan masyarakat dapat terwujud generasi Indonesia Emas yang sehat, kuat dan berdaya saing.

“Kami sebagai OPBB sengaja menggalakan makan telur secara gratis terhadap pengunjung dan anak TK yang hadir dalam ulang tahun MPP ini. Dengan begitu, dapat terwujud generasi Indonesia Emas yang kuat, sehat dan berdaya saing,” ujarnya.

Sementara itu, Haryanto warga Cepogo, Boyolali saat mengunjungi Festival Pelayanan Publik mengaku, senang dengan adanya pembagian makan telur gratis dari peternak petelur Boyolali. Lanjutnya, dengan gerakan makan telur ini akan menyehatkan masyarakat.

“Kalau saya sangat senang sekali adanya pembagian telur rebus secara gratis. Ini kalau di kampanyekan makan telur setiap hari tentu warga masyarakat Boyolali akan sehat semua. Apalagi pembagian ini di tempat pelayanan publik seperti ini,” kata dia.

Bupati Boyolali: Pelayanan Publik Harus Terus Ditingkatkan

IDPOST.CO.IDMal Pelayanan Publik (MPP) yang berada di Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Boyolali terus melakukan evaluasi dan terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Boyolali, Purnawan Raharjo mengatakan, MPP telah memiliki 24 instansi dan 171 layanan, dari jumlah tersebut terdiri dari 9 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), 8 instansi vertikal, 2 OPD Provinsi Jawa Tengah, dan 5 BUMN, BUMD.

“Perjalanan sudah satu tahun, ada peningkatan dari 24 instansi menjadi 27 instansi yang tergabung. Jadi ada penambahan 3 dinas, yang semula 171 sekarang menjadi 186 layanan. Dan sampai saat ini perjalanan para pengunjung MPP sudah mencapai 40.439 orang,” katanya kepada wartawan, Selasa 5 Desember 2023.

Ia mengatakan, jumlah tersebut terdiri dari delapan kementerian atau lembaga yakni Polres, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, KPP Pratama, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Agama dan Kantor Pertanahan.

“Kemudian sembilan layanan OPD Pemkab Boyolali antara lain, DPMPTSP, Badan Keuangan Daerah (BKD), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Diskopnaker), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus), dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda),” jelasnya.

Selain itu, kata dia, ada dua lagi layanan Pemvrop Jateng yakni DPMPTSP dan UPPD Bapenda Provrop kemudian lima layanan dari BUMN/BUMD yakni Taspen, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Bank Boyolali dan Bank Jateng.

Lanjutnya, jumlah tersebut bertambah dengan adanya tiga instansi yang membuka pelayanan di MPP. Ketiga instansi tersebut yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali, Dinas Sosial (Dinsos) dan Balai Pemasyarakatan Kelas I Surakarta.

“Satu tahun MPP ini kita mengadakan Festival Pelayanan Publik, kita memberikan informasi kepada masyarakat. Pelayanan publik agar masyarakat di Boyolali bisa menikmati layanan dan dapat tersebar secara luas dan para instansi bisa meningkatkan kinerja pelayanan publik,” harapnya.

Ia menambahkan, bahwa investasi di Kabupaten Boyolali sampai dengan triwulan III sudah mencapai Rp 1,3 triliun dari target Rp 1,7 triliun.

“Ya sampai triwulan tiga ini mencapai Rp 1,3 triliun dari target Rp 1,7 triliun,”katanya.

“Selain itu, ada pula layanan pemeriksanaan kesehatan secara gratis, layanan PUDAM Tirta Ampera, dan lain sebagainya,”jelasnya.

Bupati Boyolali, M Said Hidayat mengatakan, di hari ulang tahunnya ini MPP diharapkan terus dapat meningkatkan pelayanan publik.

Menurut laporan bahwa MPP ini mendapat predikat sangat baik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

“Dengan predikat sangat baik dari Kemenpan RB ini, artinya pelayanan harus terus ditingkatkan lagi,”tandasnya.