Usai Diganti Prabowo, Budi Arie Ungkap Isi Hati: Dengan Segenap Tenaga, Hati, dan Pikiran Kita Berjuang

IDPOST.ID – Mantan Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, menyampaikan ucapan terima kasih dan pernyataan dukungannya kepada Presiden Prabowo Subianto usai digantikan dari jabatannya.

Budi Arie menyampaikan rasa bangganya pernah dipercaya menjadi bagian dari pemerintahan Prabowo.

“Saya sangat berterima kasih dan bangga pernah dipercaya menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dengan segenap tenaga, hati, dan pikiran, kita bersama-sama berjuang dalam era kebangkitan koperasi yang saya yakini akan menjadi tulang punggung ekonomi rakyat,” kata Budi Arie.

Ia memastikan akan selalu mendukung setiap langkah yang diambil Presiden Prabowo, yang menurutnya selalu berpijak pada kepentingan rakyat dan bangsa Indonesia.

Budi juga tak lupa mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga besar Kementerian Koperasi dan UKM.

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada keluarga besar Kementerian Koperasi atas kebersamaan, dukungan, dan pengabdian yang telah kita jalani bersama selama ini,” imbuhnya.

Di akhir pernyataannya, Budi Arie mengajak semua pihak untuk terus bersatu dan bekerja keras mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Pernyataan elegan dan penuh dukungan dari Budi Arie ini menuai apresiasi dari warganet yang melihatnya sebagai sikap kesatria seorang negarawan.

Profil Budi Arie Ketua Umum DPP Projo Dikabarkan Akan Dilantik Jokowi Gantikan Johnny G Plate Sebagai Menkominfo

IDPOST.CO.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan menunjuk Budi Arie Setiadi sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo).

Budi Arie Setiadi mengantikan Johnny G Plate yang sudah ditetapkan menjadi tersangka kasus korupsi proyek BTS BAKTI Kominfo di Kejagung.

Jokowi dikabarkan akan mengangkat Ketua Umum DPP Projo tersebut sebagai Menkominfo.

Dari informasi yang dihimpun, Budi Arie akan dilantik Jokowi sebagai Menkominfo di Istana pada Senin 17 Juli 2023.

Dikutip dari laman Kemendesa.go.id, Budi Arie Setiadi sejatinya juga masuk anggota Kabinet Indonesia Maju di periode kedua Jokowi.

Saat ini, Budi menjabat sebagai Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Ia menjabat Wamen Desa PDTT sejak 25 Oktober 2019.

Budi Arie lahir di Jakarta, 20 April 1969. Ia merupakan mantan wartawan yang beralih profesi jadi aktivis sosial, politikus, pengusaha, dan relawan setia Jokowi.

Budi Arie mengenyam pendidikan di SD Marsudirini Koja, Jakarta Utara. Lalu lanjut di SMP Marsudirini Koja, dan SMA Kolose Kanisius Jakarta.

Setelah lulus SMA, dia kemudian diterima di Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UI dan lulus pada tahun 1996.

Selanjutnya, Budi Arie kemudian menyelesaikan S2 Managemen Pembangunan Sosial Universitas Indonesia (UI), lulus tahun 2006.

Sebelum masuk lingkaran pemerintahan, Budi Arie merupakan pendukung Jokowi di dua perhelatan Pilpres.

Ia mendirikan relawan terbesar pendukung Jokowi pada Agustus 2013, yaitu Projo.

Bahkan, Projo sudah bergerak mengumpulkan dukungan sebelum Jokowi resmi dideklarasikan PDIP sebagai Capres pada tahun 2014.

Sebelum mendirikan Projo, Budi Arie pernah menjabat Wakil Ketua PDIP DKI Jakarta tahun 2005-2010, dan Ketua Balitbang PDIP DKI Jakarta periode 2005-2010.

Karier Pengusaha

Jauh sebelum menjadi politukus, Budi Arie lama berkarier di dunia jurnalis dan pengusaha.

Ia merupakan pendiri Harian Bergerak pada 1998 silam. Budi Arie juga pernah jadi wartawan beberapa koran nasional antara tahun 1994 hingga 2001, dan Pemimpin Umum sebuah tabloid tahun 2008-2009.

Ia juga pernah menduduki jabatan Direktur Utama PT Mandiri Telekomunikasi Utama (2001-2009), Direktur PT Daya Mandiri (2010-2014), Direktur Utama NKE Investama (2009-2014), Direktur PT Sarana Global Informasi (2009-2014), Direktur Utama PT Mitra Lumina Indonesia (2011-2014).

Saat masih sebagai mahasiswa, bakat aktivis Budi Arie memang sudah terlihat.

Ia pernah tercatat memimpin gerakan mahasiswa sebagai Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM ) FISIP UI 1994 dan Presidium Senat Mahasiswa UI (1994/1995).

Ia juga aktif mendirikan dan membina Forum Studi Mahasiswa (FSM) UI dan juga Kelompok Pembela Mahasiswa (KPM ) UI.

Selain itu, ia aktif di bidang pers kemahasiswaan dengan menjadi Redpel Majalah Suara Mahasiswa UI pada tahun 1993-1994.

Setelah lulus, Budi Arie ternyata tidak berhenti berorganisasi. Semasa gerakan reformasi mahasiswa UI pada tahun 1998, bersama aktivis mahasiswa dan alumni UI juga membidani lahirnya Keluarga Besar (KB) UI.

Budi juga pernah menduduki Ketua ILUNI UI Jakarta (1998-2001) dan mendirikan Gerakan Sarjana Jakarta (GSJ) dan Masyarakat Profesional Indonesia (MPI).

Presiden Jokowi Akan Kembali Reshuffle Menteri di Kabinet Indonesia Maju

IDPOST.CO.ID – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan mereshuffle menteri di Kabinet Indonesia Maju.

Hal tersebut dilakukan oleh Jokowi karena Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate sudah menjadi tersangka kasus korupsi proyek BTS BAKTI Kominfo di Kejagung.

Kabar Jokowi mereshuffle menterinya tersebut dibenarkan oleh Deputi Protokol Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

“Benar, akan ada pelantikan oleh Bapak Presiden,” kata Bey kepada wartawan.

Meski begitu, Bey tidak menjelaskan secara detail posisi atau jabatan apa saja yang nantinya akan dilantik oleh Jokowi.

“Tapi untuk jabatan apa dan siapa yang akan dilantik di Istana Negara. Untuk waktunya jam berapa, tunggu agenda saja ya,” singkat Bey.

Dari informasi yang dihimpun Suara.com, Jokowi dikabarkan bakal melantik Ketua Umum Projo Budi Arie sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) menggantikan Johnny G Plate yang menjadi tersangka kasus korupsi proyek BTS BAKTI Kominfo di Kejagung

Kemudian, Stafsus Kementerian BUMN Nezar Patria dikabarkan akan ditunjuk menjadi Wamenkominfo.

Paiman Raharjo sebagai Wakil Menteri Desa dan Daerah Tertinggal, Pahala Mansury sebagai Wakil Menteri Luar Negeri, Rosan Roeslani sebagai Wakil Menteri BUMN dan Djan Farid sebagai Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Dikonfirmasi terkait kabar pelantikannya, Budi Arie enggan berkomentar banyak.

“Kami menunggu pengumuman dari Presiden. Karena itu hak preogratif Presiden (Jokowi),” singkat Budi Arie.