Usai Ziarah ke Makam Bung Karno, Gubernur Khofifah Tegaskan: Cinta Tanah Air Bukan Hanya Slogan, Tapi Kerja Nyata

IDPOST.ID – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa semangat nasionalisme warisan Bung Karno harus diwujudkan dalam bentuk aksi nyata, bukan sekadar slogan.

Pernyataan itu disampaikannya usai memimpin upacara ziarah dan tabur bunga di Makam Bung Karno, Blitar, dalam rangkaian HUT ke-80 Pemprov Jatim, Rabu (8/10/2025).

“Kita belajar dari semangat Bung Karno: cinta tanah air bukan hanya slogan, tapi kerja nyata. Dalam konteks hari ini, kerja nyata itu berarti membangun masyarakat yang berdaya, produktif, dan peduli,” ucap Khofifah.

Ia menjelaskan, peringatan HUT ke-80 tahun ini sengaja tidak hanya diisi dengan seremoni, tetapi juga berbagai program nyata yang langsung menyentuh masyarakat.

Sebagai bukti, Khofifah menyebut sejumlah capaian, seperti peluncuran Trans Jatim Koridor 7 yang menghubungkan Paciran-Dukun, serta gelaran Jatim Festival dan Job Fair.

“Tahun ini ada 1.580 buku karya siswa, guru, dan kepala sekolah di Jatim yang terbit. Ini menunjukkan ekosistem pendidikan kita semakin produktif,” ungkapnya, menambahkan total telah ada 9.300 buku yang dihasilkan dalam lima tahun terakhir.

Dengan tema “Jatim Tangguh, Terus Bertumbuh”, Khofifah berkomitmen semangat ini akan terus menjiwai langkah pembangunan Jatim agar lebih tangguh dan berdaya saing.

Khidmat! Gubernur Khofifah Pimpin Ziarah ke Makam Bung Karno untuk HUT ke-80 Jatim

IDPOST.ID – Suasana khidmat menyelimuti kompleks Makam Bung Karno di Jalan Ir. Soekarno No. 152, Bendogerit, Kota Blitar, Rabu pagi (8/10/2025).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung upacara ziarah dalam rangkaian HUT ke-80 Pemprov Jatim, diiringi barisan pejabat TNI, Polri, dan ASN yang berdiri tegak memberikan penghormatan terakhir kepada Sang Proklamator.

Dengan langkah penuh khidmat dan raut wajah teduh, Khofifah memimpin ritual penghormatan yang menjadi tradisi tahunan Pemprov Jatim ini.

Usai memberikan penghormatan, Gubernur perempuan pertama Jatim itu tampak khusyuk memanjatkan doa di hadapan pusara Bung Karno, diiringi ritual tabur bunga bersama jajaran Forkopimda Jatim dan Pemerintah Kota Blitar.

“Upacara ziarah ini dalam rangka HUT Pemprov Jawa Timur ke-80 yang jatuh pada 12 Oktober 2025. Hari ini saya kebagian ke Makam Bung Karno di Kota Blitar, sementara Pak Wagub (Emil Elestianto Dardak) berziarah ke makam Gubernur Mohammad Noer di Sampang,” ujar Khofifah kepada wartawan usai upacara.

Momen ziarah ini bukan sekadar ritual formal, melainkan refleksi mendalam tentang perjuangan dan visi kebangsaan Bung Karno yang terus menjadi fondasi tata kelola pemerintahan Jawa Timur di tengah gegap gempita transformasi digital.

Usai memimpin penghormatan, Gubernur Khofifah tampak khusyuk memanjatkan doa di hadapan pusara Bung Karno, yang diiringi ritual tabur bunga bersama jajaran Forkopimda Jatim dan Pemerintah Kota Blitar.

Ziarah tahunan ini menjadi refleksi mendalam tentang perjuangan dan visi kebangsaan Bung Karno, yang menjadi fondasi tata kelola pemerintahan Jawa Timur di tengah gegap gempita transformasi digital.

Napak Tilas Bung Karno: Mas Ibin dan Eri Cahyadi Perkuat Pendidikan Karakter Melalui Jejak Sejarah di Blitar

IDPOST.ID – Sebanyak 100 pelajar SMA/SMK se-Jawa Timur mengikuti program “Tur Literasi dan Ziarah Kebangsaan” di kompleks Makam Bung Karno, Blitar, Minggu (29/6/2025).

Kolaborasi Pemerintah Kota Surabaya dan Blitar ini bertujuan menanamkan nilai patriotisme melalui napak tilas sejarah Sang Proklamator.

Rute Edukatif Dua Kota

Tur dua hari ini dirancang sebagai perjalanan interaktif:

  • Hari Pertama di Surabaya: Kunjungan ke Rumah Kelahiran Bung Karno dan SDN Sulung tempat beliau menimba ilmu.
  • Hari Kedua di Blitar: Ziarah Makam Bung Karno, eksplorasi Istana Gebang, dan kunjungan sentra produk lokal.
    “Kami ingin pemuda paham bahwa perjuangan Bung Karno dimulai dari ruang sempit di Surabaya hingga mengguncang dunia,” tegas Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

Pesan Kebangsaan untuk Generasi Z

Dalam dialog di Istana Gebang, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin (Mas Ibin) menekankan relevansi pemikiran Bung Karno di era digital:

“Beliau mengajarkan: bangsa ini milik semua golongan. Di tengah ancaman perpecahan, nilai ini harus jadi kompas kalian,” katanya.

Pernyataan ini diamini Eri Cahyadi yang menyoroti pentingnya literasi sejarah sebagai tameng hoaks.

Proyek Lanjutan: Dari Ziarah ke Aksi

Peserta tur mendapat mandat konkret:

  1. Membentuk klub diskusi kebangsaan di sekolah.
  2. Menulis esai tentang penerapan nilai Bung Karno dalam isu kontemporer.
    “Tur ini hanya pembuka. Kami siapkan Festival Literasi Kebangsaan tahunan antar-daerah,” papar Mas Ibin.

Blitar Sebagai Episentrum Ideologi

Kedua wali kota sepakat memperkuat peran Blitar sebagai kota warisan pemikiran Bung Karno. Rencana strategis meliputi:

  • Pertukaran pelajar untuk restorasi situs bersejarah.
  • Modul pendidikan integratif sejarah-kewargaan untuk sekolah.
  • Diplomasi budaya lintas kota dengan Blitar sebagai tuan rumah.

“Di sini, sejarah bukan monumen mati. Ia bahan bakar untuk membentuk karakter pemimpin masa depan,” Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya.

Acara ditutup dengan penyematan pin “Penerus Api Revolusi” kepada perwakilan pelajar. Mereka pulang membawa tugas baru: menjadi duta literasi kebangsaan yang menyalurkan ide-ide Sang Proklamator dalam tindakan nyata.

Mengungkap Alasan Bung Karno Dimakamkan di Blitar, Faktor Keamanan hingga Wasiat Keluarga Jadi Pertimbangan

IDPOST.ID – Makam Proklamator Kemerdekaan Indonesia, Ir. Soekarno, di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur, selalu ramai dikunjungi peziarah.

Namun, mengapa Bung Karno justru dimakamkan di Blitar, bukan di ibu kota Jakarta atau Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata?

Berikut penelusuran tim redaksi berdasarkan fakta sejarah dan keterangan ahli.

1. Alasan Keamanan Politik Era Orde Baru

Sumber militer dan sejarawan menyebutkan, pemakaman Bung Karno di Blitar tidak lepas dari situasi politik tahun 1970, ketika rezim Orde Baru berupaya mengurangi pengaruh mantan presiden pertama Indonesia tersebut.

  • Pemakaman Terbatas: Jenazah Bung Karno hanya diizinkan disemayamkan di Blitar, kota kelahirannya, dengan upacara sederhana.
  • Minimalkan Mobilisasi Massa: Pemerintah khawatir pemakaman di Jakarta akan memicu kerumunan pendukung fanatik Soekarno.
  • Dokumen Rahasia: Arsip Nasional RI (2010) mengungkap surat dari Kopkamtib yang merekomendasikan Blitar sebagai lokasi “paling aman”.

“Ini jelas upaya de-Soekarnoisasi; memindahkan makamnya jauh dari pusat kekuasaan,” tegas Prof. Asvi Warman Adam, sejarawan LIPI.

2. Wasiat Keluarga dan Kedekatan Emosional

Meski faktor politik dominan, keluarga besar Soekarno mengonfirmasi adanya keinginan almarhum untuk dimakamkan dekat ibunda tercinta, Ida Ayu Nyoman Rai.

  • Permintaan Fatmawati: Dalam buku “Fatmawati Soekarno: Catatan Kecil Bersama Bung Karno” (2013), istri pertama Soekarno menyatakan bahwa Blitar adalah pilihan keluarga.
  • Rumah Masa Kecil: Kompleks makam berdampingan dengan Istana Gebang, rumah masa kecil Bung Karno yang penuh kenangan.

“Bung Karno selalu rindu pada ibunya. Blitar adalah homecoming terakhirnya,” ujar Guntur Soekarnoputra, putra sulung Soekarno.

3. Blitar sebagai ‘Kota Patria’

Pemerintah Kabupaten Blitar secara resmi menetapkan kota ini sebagai Kota Patria (Kota Pahlawan) melalui Perda No. 5/1986, dengan pertimbangan:

  • Lahirnya Sang Proklamator: Soekarno lahir di Jl. Pandean IV, Blitar, pada 6 Juni 1901 (meski beberapa sumber menyebut Surabaya).
  • Situs Penting Nasional: Makam Bung Karno menjadi simbol perjuangan dan destinasi ziarah sejarah.

4. Kontroversi dan Fakta yang Jarang Diketahui

  • Usulan Makam di Bogor: Dokumen Kedutaan Besar Mesir (1970) menyebut rencana awal pemakaman di Istana Bogor, tetapi ditolak pemerintah.
  • Tidak Diakui sebagai Pahlawan Nasional Saat Itu: Soekarno baru ditetapkan sebagai Pahlawan Proklamator pada 1986, 16 tahun setelah wafatnya.

Blitar Kini: Dari Kota Pengasingan Menuju Destinasi Ziarah Nasional

Data Dinas Pariwisata Blitar (2024) mencatat, makam Bung Karno dikunjungi rata-rata 1,2 juta wisatawan/tahun, dengan puncak kunjungan pada 1 Juni (Hari Lahir Pancasila) dan 21 Juni (Hari Wafat Soekarno).

“Makam ini bukan sekadar situs sejarah, tapi living monument yang mengajarkan nilai-nilai perjuangan,”* kata Mas Ibin, Wali Kota Blitar.

Pemakaman Bung Karno di Blitar adalah hasil dari pertimbangan kompleks: keamanan politik, keinginan keluarga, dan ikatan emosional. Terlepas dari kontroversi, Blitar telah berhasil mentransformasi makam ini menjadi simbol persatuan bangsa.

Sumber: Arsip Nasional RI

Diduga Cemarkan Nama Bung Karno, Mala Agatha Tutup Kolom Komentar Instagram Iclik Cinta

IDPOST.CO.ID – Mala Agatha menutup kolom komentar Instagramnya dalm unggahan potongan video klip lagu berjudul ‘Iclik Cinta’.

Video klip tersebut di buat dengan latar belakang Perpustakaan Nasional Bung Karno (Perpusnas Bung Karno) yang terletak di Kota Blitar, Jawa Timur.

Dimana didalam perpustakaan menyimpan koleksi bersejarah milik Bung Karno, sang pahlawan proklamator sekaligus pendiri Republik Indonesia.

Selain itu, lagu Iclik Cinta itu dinyanyikan Mala Agatha dan Icha Cellow dalam pembuatan video klip tanpa seizin pengelola Perpustakaan Bung Karno.

Lagu yang bernuansa eksplorasi seksualitas ini dianggap tidak sesuai karena lokasi syutingnya.

Dalam unggahan Instagram, Mala Agatha menulisknan PILIH USLUK OPO PILIH ICLIK🐽🐽 full nyan ada di YTB Channel Mala Agatha Official ya …. judule ICLIK CINTA,” tulisnya.

Dari pantauan pada Rabu 5 Maret 2024 pukul 10.28 WIB video tersebut di unggah Mala pada 19 Februari itu mendapat like 10.469.

Sebelumnya, Ketua Kelompok Kerja Layanan Informasi dan Kerjasama Perpustakaan Nasional Bung Karno, Hery Purwanto, mengonfirmasi bahwa memang ada proses pengambilan video klip untuk lagu tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa pengambilan gambar dilakukan tanpa izin dari pihak pengelola.

“Memang benar ada pengambilan video klip untuk lagu berjudul ‘Iclik Cinta’ yang saat ini sudah tersebar luas di masyarakat. Namun, perlu kami tekankan bahwa pengambilan gambar sama sekali tidak meminta izin ataupun sepengetahuan kami,” ujar Hery saat ditemui pada Selasa (4/3/2025).

Diduga Cemari Nama Bung Karno, Berikut Lirik Lagu Iclik Cinta – Mala Agatha ft Icha Cellow

IDPOST.CO.ID – Lagu yang dinyanyikan Mala Agatha ft Icha Cellow dengan judul Iclik Cinta diduga cemarkan nama presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno atau yang lebih dikenal sebagai Bung Karno.

Hal ini dipicu oleh video klip lagu berjudul ‘Iclik Cinta’yang mereka buat dengan latar belakang Perpustakaan Nasional Bung Karno (Perpusnas Bung Karno) yang terletak di Kota Blitar, Jawa Timur.

Selain itu, yang memicu sorotan adalah pengambilan gambar untuk video tersebut dilakukan tanpa seizin pihak pengelola Perpustakaan Bung Karno.

Berikut lirik lagu Iclik Cinta:

Kalo cinta jangan tarik ulur
Katakan saja jangan di undur undur
Suka suka semua bisa di atur
Yang penting yakin maju pantang mundur

Virus cinta efeknya luar biasa
Soal rasa sudah jangan di tanya
Nafsu dan cinta tipis” bedanya
Tahu sudah berbadan dua

Iclik Iclik cinta baru kena sakitnya luar biasa
Iclik Iclik cinta perih perih enak enggak ada obatnya
Iclik Iclik cinta satu kali maunya nambah ke dua
Iclik Iclik cinta bisa bikin merem melek mata

Kalo cinta jangan tarik ulur
Katakan saja jangan di undur undur
Suka suka semua bisa di atur
Yang penting yakin maju pantang mundur

Virus cinta efeknya luar biasa
Soal rasa sudah jangan di tanya
Nafsu dan cinta tipis” bedanya
Tahu sudah berbadan dua

Iclik Iclik cinta baru kena sakitnya luar biasa
Iclik Iclik cinta perih perih enak enggak ada obatnya
Iclik Iclik cinta satu kali maunya nambah ke dua
Iclik Iclik cinta bisa bikin merem melek mata