Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Kunjungi SMP Negeri 5 Cilacap, Ada Apa?

IDPOST.IDMenteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, melakukan kunjungan kerja ke SMP Negeri 5 Cilacap, Jawa Tengah, Selasa 9 September 2025.

Dalam agenda tersebut, ia meninjau langsung pelaksanaan pengecekan kesehatan gratis bagi siswa.

Kedatangan Abdul Mu’ti disambut hangat oleh Kepala Sekolah Aji Hidayat, jajaran guru, serta perwakilan siswa OSIS dan Palang Merah Remaja (PMR).

Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa kegiatan kesehatan di sekolah merupakan bagian dari program Presiden Prabowo. Menurutnya, pendidikan tidak hanya sebatas membekali pengetahuan, tetapi juga harus memperhatikan aspek kesehatan jasmani dan mental siswa.

“Melalui kegiatan seperti ini, sekolah turut membentuk generasi yang sehat dan berdaya saing,” ujarnya.

Saat meninjau layanan kesehatan, Abdul Mu’ti menemukan sejumlah siswa yang kondisi kesehatan giginya kurang baik. Ia pun berpesan agar para siswa rajin menjaga kebersihan dan kesehatan gigi.

Selain itu, Menteri juga menyempatkan berdialog dengan siswa mengenai MBG (Makan Bergizi Gratis). Dalam percakapan tersebut, seorang siswi bernama Manda menyampaikan bahwa program MBG terasa bermanfaat.

“MBG enak, terima kasih Pak Prabowo,” ucapnya polos yang langsung disambut senyum hangat Abdul Mu’ti.

Kepala Sekolah Aji Hidayat, S.Pd menyampaikan rasa bangga sekaligus terima kasih atas perhatian pemerintah pusat terhadap sekolah yang ia pimpin.

“Kunjungan Bapak Menteri menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pendidikan sekaligus menjaga kesehatan para peserta didik,” ungkapnya.

Selain ke SMP Negeri 5 Cilacap, Abdul Mu’ti juga melakukan kunjungan ke beberapa sekolah lain di wilayah Kabupaten Cilacap sebagai bagian dari rangkaian agenda kerjanya.

Live Lelang Batu Permata di Facebook Ruby Kaya, Warga Cilacap Rugi Puluhan Juta

IDPOST.ID – Seorang pria bernama Yugo Widodo (40) warga Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap mendatangi Klinik Hukum Peradi SAI Purwokerto, Selasa (9/9/2025) guna meminta pendampingan hukum atas kejadian yang telah dialami.

Yugo menjadi korban penipuan online saat mengikuti konten live “ruby kaya” yang tayang di salah satu akun facebook.

“Ketika saya sedang buka facebook, ada live Siaran Ruby Kaya yang menayangkan acara berupa lelang batu permata ruby, saya tertarik untuk mengikuti,” ujarnya.

Diceritakan pada awal mengikuti live tersebut, Yugo pernah menerima uang hasil keuntungan senilai Rp.9 juta yang di tansfer oleh admin. Namun ketika Yugo ingin meningkatkan hasil yang lebih besar, keuntungan yang seharusnya diterima tak kunjung terealisasi.

“Mungkin karena nilai awal di bawah Rp. 10 juta, uang itu benar ditransfer dan saya terima. Tapi untuk yang kedua kalinya, saya hanya menerima bukti transfer tetapi tidak pernah ada uang yang masuk ke rekening saya. Dalam hal ini saya dirugikan sebesar Rp24 juta,” katanya.

Kedatangan Yugo ke Klinik Hukum Peradi SAI Purwokerto yakni meminta pendampingan hukum demi bisa mendapatkan kembali uang modal yang sudah ia keluarkan.

Menanggapi hal ini, Kuasa Hukum dari Klinik Hukum Peradi SAI Purwokerto, Eko Prihatin, SH, menyatakan akan memberikan pendampingan hukum kepada Yugo.

“Hari ini, Selasa, 9 September 2025, kami menerima aduan dari Bapak Yugo Widodo yang menyampaikan bahwa dirinya telah menjadi korban penipuan online dari live Siaran Ruby Kaya, dan merasa telah dirugikan senila Rp24 juta,” kata Eko.

Pihak Klinik Hukum berencana melaporkan kasus dugaan tindak pidana penipuan ini ke Mabes POLRI cq. Polda Jateng cq. Polresta Banyumas.

“Kami akan pelajari lebih lanjut bukti-bukti yang ada. Dugaan sementara adalah adanya tindak pidana penipuan melalui transaksi elekronik,” kata Eko.

240 Relawan Dilatih Jadi Garda Terdepan, Basarnas Cilacap: Masyarakat Ujung Tombak Keselamatan!

IDPOST.ID – Sebanyak 240 relawan dari Banyumas dan Cilacap mengikuti Workshop Pemberdayaan Masyarakat Bidang Pencarian dan Pertolongan yang digelar Basarnas Cilacap, Sabtu-Minggu (28-29/6/2025).

Acara strategis ini dihadiri langsung Anggota Komisi V DPR RI Yanuar Arif Wibowo, Bupati Cilacap, serta jajaran Forkopimda.

Kepala Basarnas Cilacap Abdullah menekankan pentingnya kolaborasi dalam sambutannya.

“Pertolongan pertama bukan tanggung jawab Basarnas semata. Keberhasilan penyelamatan bergantung pada kesigapan warga yang terlatih,” ujarnya di Pendopo Wijayakusuma Sakti.

Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Banyumas-Cilacap dan Komisi V DPR yang memfasilitasi pelatihan di dua kabupaten sekaligus.

Sementara Yanuar Arif Wibowo dalam pembukaan workshop menegaskan peran krusial relawan: “75% nyawa korban bencana ditentukan respons 30 menit pertama.

Merekalah yang jadi mata dan telinga Basarnas di lapangan!” Legislator itu berharap pelatihan ini membentuk jaringan relawan terintegrasi untuk mempercepat layanan SAR.

Peserta diajarkan teknik darurat mulai dari pembalutan luka, pembidaian patah tulang, pembuatan tandu darurat, hingga resusitasi jantung paru (RJP).

“Kami praktik langsung evakuasi korban dengan bahan seadanya. Ilmu ini menyelamatkan nyawa saat ambulans belum datang,” tutur Siti, relawan dari Desa Kedunguter, Banyumas.

Abdullah mengungkapkan rencana lanjutan pascaworkshop yakni akan dirikan posko relawan di 15 kecamatan.

“Kami akan dirikan posko relawan di 15 kecamatan rawan bencana dan gelar pelatihan rutin tiap triwulan.cBasarnas juga akan distribusikan modul SAR ke sekolah-sekolah dan lakukan simulasi gabungan dengan TNI-Polri,” katanya.

Warga Desa Pegadingan Cilacap Geger, Mayat Bayi Perempuan Ditemukan di Pekarangan Rumah

IDPOST.ID – Warga Desa Pegadingan, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, dikejutkan oleh penemuan mayat seorang bayi perempuan pada pagi hari Kamis (5/6/2025).

Mayat bayi itu ditemukan di pekarangan belakang salah satu rumah warga dalam kondisi mengenaskan, terbungkus plastik hijau dan terkubur sangat dangkal, sekitar dua sentimeter di bawah permukaan tanah.

Penemuan berawal saat SI (64), pemilik rumah, sedang menggali tanah untuk memindahkan bibit jahe dan tanpa sengaja menemukan plastik mencurigakan.

Setelah plastik tersebut dibuka, tampak bagian kaki bayi di dalamnya. SI kemudian menghubungi tetangga dan bersama-sama melaporkan kejadian ini kepada Ketua RT setempat, yang kemudian diteruskan ke pihak Polsek Cipari.

Tim kepolisian Polsek Cipari langsung mendatangi lokasi kejadian bersama tenaga medis dari UPTD Puskesmas Cipari untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi.

Selain itu, koordinasi dengan Satreskrim Polresta Cilacap juga dilakukan untuk penyelidikan lebih lanjut.

Hasil penyidikan mengarah pada pelaku berinisial KH (16), warga desa setempat yang merupakan ibu biologis dari bayi tersebut

Dalam pengakuannya, KH mengaku melahirkan sendiri di kamar mandi belakang rumah pada tanggal 3 Juni 2025.

Bayi yang baru lahir tersebut sempat pingsan, kemudian dibersihkan menggunakan kain pel oleh KH dan setelah itu bayi tersebut dianiaya dengan menjerat leher hingga meninggal dunia.

KH mengubur bayi itu dengan alasan takut kehamilannya diketahui oleh keluarga.

Dalam konferensi pers yang digelar di Aula Patriatama Polresta Cilacap, Ipda Esa Hendra Himawan, mengungkapkan, pelaku ketakutan akan stigma hamil di luar nikah.

“KH melakukan tindakannya karena ketakutan akan stigma hamil di luar nikah, apalagi pacarnya masih berstatus pelajar. Ia tidak ingin keluarganya mengetahui kehamilannya,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan medis, bayi perempuan tersebut dinyatakan sudah meninggal dunia saat ditemukan. Tubuh bayi memiliki panjang 47 cm, berat 1,6 kg, dengan warna kulit sawo matang.

KH yang masih di bawah umur dikenakan Pasal 80 ayat (3) dan (4) jo Pasal 46C Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

Kasus ini masih terus didalami oleh penyidik polresta dengan koordinasi kepada instansi terkait untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan.

Kurangi Sampah Plastik, Masjid Rokhmatul Cilacap Barokah Manfaatkan Daun Jati untuk Bungkus Kurban

IDPOST.ID – Pada momen Idul Adha 2025, Masjid Rokhmatul Barokah, yang terletak di RW 13 Dusun Beber, Desa Tritih Lor, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah menjadi sorotan.

Paslanya, panitia kurban di masjid tersebut menggunakan daun jati sebagai pembungkus daging kurban yang akan didistribusikan, menggantikan penggunaan kantong plastik.

Pengasuh Masjid Rokhmatul Barokah, Rur Rudin, menjelaskan bahwa pemilihan daun jati bukan hanya untuk mengurangi sampah plastik, tetapi juga karena daun jati ramah lingkungan dan mendukung program pemerintah peduli lingkungan.

“Kami menyembelih 2 ekor sapi dan 4 ekor kambing tahun ini. Penggunaan daun jati juga membantu menjaga kebersihan daging dan menghilangkan bau khas terutama pada daging kambing,” ujar Rur Rudin pada Sabtu (7/6/2025).

“Daun jati juga masih mudah ditemukan di wilayah kami karena beberapa warga ada yang menanam,” imbuh Rudin.

Dari sejumlah hewan kurban itu, ada sekitar 410 bungkus daging yang dibagikan panitia kurban kepada masyarakat sekitar. Daging yang dibungkus menggunakan daun jati ini berisi 1 kilogram daging campuran.

“Daging ini kami bagikan ke masyarakat di sekitar Masjid Rokhmatul Barokah,” ungkap Rudin.

“Terima kasih kepada Sohibul Qurban yang sudah mempercayakan hewan qurbannya untuk di sembelih di Masjid Rokhmatul Barokah,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Beber, Sabrina Lestari Ernawan mengapresiasi panitia kurban Masjid Rokhmatul Barokah lantaran mmemilih daun jati sebagai kemasan daging kurban.

“Ini sangat bagus ya, karena selain ramah lingkungan juga membantu program Pemerintah Kabupaten Cilacap dalam mengurangi limbah plastik,” ujarnya.

Inisiatif Masjid Rokhmatul Barokah ini patut diacungi jempol dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi masjid-masjid lainnya di Kabupaten Cilacap untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Selain itu, daun jati juga memiliki sejumlah manfaat antara lain menjaga kesegaran daging dan memberikan aroma khas pada daging yang menambah cita rasa.

Longsor Tebing 30 Meter di Desa Bantarpanjang Cilacap Lumpuhkan Akses Dua Desa

IDPOST.CO.ID – CILACAP – Material longsor setinggi 3 meter, lebar 5 meter dan panjang 15 meter, menutup akses jalan penghubung dua desa di Desa Bantarpanjang Cimanggu.

Akibat kejadian itu warga membersihkan material longsor dengan alat seadanya.

Karena itu terpaksa petugas mendatangkan alat berat untuk membantu warga membersihkan material longsor.

Akibat intensitas hujan yang cukup tinggi pada hari Senin hingga Selasa silam membuat Tebing setinggi 30 meter di Desa Bantarpanjang, Kecamatan Cimanggu kabupaten Cilacap longsor, material longsor ini menutup akses jalan penghubung dua desa.

Selain menutup akses jalan desa yang menghubungkan dua desa, Desa Bantarpanjang dan Desa Bantarmangu.

Tak hanya menutup akses jalan longsor yang terjadi di Kecamatan Cimanggu juga menimpa beberapa rumah warga.

Sedikitnya ada 4 desa di kecamatan Cimanggu yang mengalami tanah longsor,seperti Desa Bantarmangu dan Desa Bantarpanjang, Desa Mandala, Desa Panimbang

Menurut Kepala Dusun Cibubuay Yazid kejadian tebing longsor terjadi senin sekitar jam 3 pagi, longsor disebabkan oleh tingginya intensitas hujan yang sejak Minggu sore sampai Senin pagi mengakibatkan tebing setinggi 30 meter longsor.

“Terjadinya jam 3 pagi, hujan deras dari sore jam 4 sampai jam 6 pagi, jalan tersebut tertutup desa Bantarpanjang penghubung desa Bantarangu, aktivitas warga terhambat menuju ke jalan desa, ketinggian tebing ada sekitar 30 meteran,” kata Yazid Kepala Dusun Cibubuay.

Usai diguyur hujan terus-menerus, tebing setinggi 20 meter tersebut akhirnya longsor.

Akses jalan utama penghubung dua desa lumpuh, tidak bisa dilewati kendaraan mobil ataupun motor. material berupa tanah lumpur dan pepohonan menutup badan jalan.

Meski tak ada korban jiwa atau luka dalam bencana longsor tersebut, namun akses vital untuk kesehatan, pendidikan, dan perekonomian,penerangan terhambat untuk sementara waktu karena jalurnya tertutup.

Lima Desa di Cilacap Diterjang Banjir, Warga Diimbau Siaga Hadapi Potensi Banjir Lanjutan

IDPOST.CO.ID, CILACAP – Hujan deras yang mengguyur wilayah Sidareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah mengakibatkan Sungai Cikalong meluap dan tanggul Sungai Cidurian jebol yang memicu banjir.

Dalam pantauan udara terlihat, genangan banjir di Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, Jawa tengah, akibat meluapnya Sungai Cikalong dan jebolnya tanggul Sungai Cidurian.

Ratusan hektare sawah terancam gagal panen dan banyaknya rumah warga yang terendam banjir sehingga akses jalan banyak terhalang.

Tak hanya itu, sejumlah akses jalan desa maupun jalan kabupaten terendam.

Sekitar 90 keluarga dari beberapa desa di sepanjang aliran sungai terdampak banjir.

Kondisi tersebut, memaksa ratusan warga terisolasi serta mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Lima desa yang terdampak banjir, yakni Desa Gunungreja, Desa Tinggarjaya, Desa Tegalsari, Desa Sidamulya, dan Desa Sidareja.

Personel Polsek beserta Koramil Sidareja, BPBD, Basarnas, dan Dinas Sosial Kabupaten Cilacap turun langsung untuk membantu masyarakat terdampak banjir di Cilacap ini.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik dari BPBD Cilacap Budy Setiyawan mengungkapkan, ketinggian air di halaman rumah warga berkisar antara 80 hingga 120 sentimeter (cm). Sementara di dalam rumah ketinggian air antara 30 hingga 40 cm.

Warga diimbau agar selalu siaga sebab pada Desember intensitas hujan khususnya di Kabupaten Cilacap cukup tinggi hingga berpotensi untuk banjir kembali.

Bantuan yang diserahkan Dinas Sosial Kabupaten Cilacap maupun dari Dinas Sosial dari provinsi Jateng, yakni beras, kasur, tikar, selimut, air mineral, kebutuhan anak-anak gula pasir, roti, kecap, sarden, kopi, serta kebutuhan lainnya.

“Mudah-mudahan bencana ini tidak berlanjut. Kami siap untuk berkonsultasi. Kami juga mendapat bantuan stok dari provinsi,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cilacap Bambang Tujiatno tentang bantuan untuk korban banjir di Cilacap.