BMI Berharap Partai Demokrat Jadi Pelopor Demokrasi, Jauhi Politik Elitis

IDPOST.ID – Di usianya yang ke-24 tahun, Partai Demokrat mendapat sorotan dan harapan khusus dari Bintang Muda Indonesia (BMI).

Organisasi sayap tersebut meminta partai berlambang mercy tersebut untuk kembali ke khittah demokrasi dengan menjadi pelopor yang mendengar denyut nadi rakyat dan menjauhkan diri dari praktik politik elitis.

“Kepada Partai Demokrat, yang kini berusia 24 tahun, BMI berharap kalian menjadi pelopor demokrasi sejati, mendengar denyut nadi rakyat, dan menjauh dari politik elitis yang merugikan bangsa,” ucap Farkhan Evendi, Ketua Umum BMI.

Seruan ini dinilai sebagai kritik konstruktif sekaligus harapan besar bagi partai yang pernah menjadi pemenang pemilu untuk lebih responsif dan empatik terhadap masalah sosial-ekonomi yang mendera masyarakat kecil.

BMI memimpikan Indonesia di mana para pejabat tidak lagi buta terhadap penderitaan rakyat. Mereka menegaskan bahwa negara ini berdiri untuk setiap rakyat yang berjuang, bukan hanya untuk kalangan elite.

“BMI mendorong semua partai politik untuk mengedepankan kebijakan yang merajut keadilan sosial dan memastikan kesejahteraan menjadi kenyataan, bukan sekadar janji manis di masa kampanye,” ucapnya.

BMI DIY Dukung Program Badan Saksi Nasional Demokrat, Siapkan Kemenangan Pemilu 2029

IDPOST.ID – Bintang Muda Indonesia (BMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan dukungan penuh terhadap program Badan Saksi Nasional (BSN) yang digagas DPP Partai Demokrat sebagai langkah strategis menyambut Pemilu 2029.

Ketua BMI DIY, Sapta Candra Miarsa, menegaskan peran krusial saksi dalam mengawal suara partai maupun pasangan calon (paslon) pada Pemilu Legislatif maupun Pilpres.

“Saksi adalah garda terdepan penjaga suara rakyat. Karena itu, BMI DIY mendukung penuh inisiatif BSN ini sebagai bagian dari persiapan matang menuju Pemilu 2029,” tegas Sapta dalam keterangan tertulis, Senin (7/7/2025).

Gunung Kidul Jadi Pilot Project

Sebelumnya, tim BSN DPP Demokrat telah menggelar kunjungan kerja ke Gunung Kidul pada Minggu (6/7/2025) di Omah Kayu Resto. Hadir dalam acara tersebut Kepala BSN Andi Mendrofa, Sekretaris Linda Megawati, serta sejumlah pengurus DPP lainnya.

Andi Mendrofa menekankan pentingnya transformasi Partai Demokrat sebagai partai modern yang mengedepankan kesiapan teknis pemilu.

“Saksi adalah kunci kemenangan. Gunung Kidul kami jadikan pilot project sebelum program BSN ini kami gulirkan ke seluruh Indonesia,” ujarnya.

Dukungan Penuh dari BMI

Ketua Umum BMI Gus Farkhan Evendi yang turut hadir menyambut baik langkah DPP Demokrat ini.

“Mempersiapkan saksi sejak dini adalah keharusan. Ini bukan sekadar ikhtiar memenangkan pemilu, tapi juga mewujudkan proses demokrasi yang jujur dan adil,” ucap Farkhan.

Sapta menambahkan, langkah progresif Partai Demokrat ini menunjukkan keseriusan dalam merancang kemenangan “by design”.

“Kami optimistis Demokrat DIY akan menambah kursi di parlemen. Yang terpenting, Demokrat harus terus memenangkan hati rakyat Jogja,” tandasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi untuk Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang disebut berbagai survei sebagai calon presiden potensial 2029.

“Semoga Mas AHY menjadi rising star yang membawa perubahan bagi bangsa,” harapnya.

Program BSN ini dinilai sebagai langkah konkret Demokrat memperkuat basis pemilu sekaligus sinyal kesiapan partai menghadapi pertarungan politik lima tahun mendatang.

Retret Partai Demokrat di Pacitan, Ketua BMI: Politik Humanis untuk Kesejahteraan Rakyat

IDPOST.ID – Usai mengikuti retret internal Partai Demokrat di Pacitan, Farkhan Evendi, Ketua Umum Bintang Muda Indonesia (BMI), menegaskan bahwa partainya harus konsisten menghadirkan politik yang humanis dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini disebutnya sebagai momentum untuk memperkuat visi kerakyatan partai.

Farkhan menekankan, esensi Partai Demokrat terletak pada kedekatannya dengan masyarakat.

“Politik kita harus manusiawi dan berkeadilan. Bukan sekadar berebut kursi atau kekuasaan, melainkan bagaimana kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan rakyat,” tegasnya, Minggu (6/7/2025).

Sebagai representasi generasi muda partai, Farkhan mendorong agar Demokrat memperkuat kaderisasi berbasis integritas.

“Kader harus setia pada prinsip kebenaran dan konstitusi, bukan pada figur tertentu. Kita butuh pemimpin yang merakyat, bukan sekadar pencitraan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya implementasi empat strategi utama partai: pro-growth (pertumbuhan ekonomi), pro-jobs (penciptaan lapangan kerja), pro-poor (pemberdayaan masyarakat miskin), dan pro-environment (pembangunan berkelanjutan).

“Generasi muda butuh aksi nyata, terutama dalam hal lapangan kerja dan pembangunan yang ramah lingkungan,” jelas Farkhan.

Di akhir pernyataannya, ia mengingatkan bahwa kekuatan Partai Demokrat terletak pada konsistensi menjunjung nilai-nilai luhurnya.

“Partai ini akan tetap relevan selama berpijak pada rakyat. Itu yang harus selalu kita jaga,” tandasnya.

Retret ini menjadi sinyal kuat bahwa Partai Demokrat berupaya memantapkan posisinya sebagai partai yang mengedepankan kesejahteraan rakyat, di tengah dinamika politik nasional yang semakin kompetitif.

Munas I Bintang Muda Indonesia Demokrat Digelar di Jakarta, Fokus Konsolidasi Kader Muda

IDPOST.ID – Musyawarah Nasional I (Munas I) Bintang Muda Indonesia (BMI) Demokrat resmi akan digelar pada Sabtu, 12 Juli 2025, di Kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi Nomor 41, Menteng, Jakarta Pusat.

Acara yang semula direncanakan berlangsung di Bandung ini dipindahkan ke Jakarta guna memperkuat konsolidasi nasional kader muda Partai Demokrat.

Munas I BMI Jadi Momentum Penting Perkuat Kaderisasi

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) BMI, H. Farkhan Evendi, menegaskan bahwa Munas I merupakan tonggak sejarah bagi organisasi sayap Partai Demokrat ini.

“Munas I bukan sekadar formalitas, melainkan momentum strategis untuk menyolidkan barisan kader BMI di seluruh Indonesia dalam mendukung kemajuan Partai Demokrat,” ujar Farkhan dalam rilis resminya, Selasa (24/6).

Panitia telah mengundang seluruh Ketua DPC dan DPD BMI Demokrat sebagai pemilik suara. Konfirmasi kehadiran dapat dilakukan melalui Sekretaris Panitia, Banar Sulthoni, di nomor 088705141414.

Agenda Padat: Dari Diskusi Strategis hingga Sidang Pleno

Munas I BMI akan dimulai pukul 08.00 WIB dengan rangkaian acara meliputi:

  • Registrasi peserta
  • Pembukaan (tarian sambutan, lagu Indonesia Raya, Mars Partai Demokrat, dan Mars BMI)
  • Sambutan dari Ketua Umum BMI H. Farkhan Evendi, Sekjen DPP Partai Demokrat Dr. Ir. H.E. Herman Khaeron, M.Si, serta Wakil Ketua MPR RI Dr. Edhie Baskoro Yudhoyono.

Sesi Lokakarya (13.00-15.00 WIB) akan menghadirkan diskusi panel dengan tema strategis:

  1. H. Teuku Riefky Harsya, B.Sc., M.T (Menteri Ekonomi Kreatif) – Peran Pemuda dalam Ekonomi Kreatif Berkelanjutan
  2. M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, M.A (Menteri Transmigrasi) – Pemuda dan Pembangunan Daerah Transmigrasi
  3. H. Ossy Dermawan, B.Sc., M.Sc (Wakil Menteri ATR/BPN) – Percepatan Reforma Agraria untuk Generasi Muda

Setelah lokakarya, acara dilanjutkan dengan Sidang Pleno I-IV hingga pukul 17.00 WIB. Malam penutupan (19.00 WIB) akan diisi hiburan, sambutan Ketua Umum BMI terpilih, serta arahan dari Ketua Umum Partai Demokrat, Dr. H. Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., MPA., MA.

Pra-Munas di Bandung Jadi Pemanasan

Sebagai pemanasan, pada 31 Mei 2025, BMI telah menggelar Pra-Munas I di Kantor DPRD Jawa Barat, Bandung, yang dihadiri ratusan kader BMI Jabar.

Farkhan Evendi memuji konsolidasi kader Jawa Barat dan menegaskan bahwa Munas I akan menjadi fondasi kuat bagi masa depan organisasi.

Perkuat Peran Pemuda dalam Pembangunan Nasional

Munas I BMI diharapkan tak hanya mempererat solidaritas kader, tetapi juga merumuskan strategi penguatan peran pemuda dalam pembangunan nasional.

Dengan menghadirkan pembicara kompeten, acara ini menegaskan komitmen BMI mendukung visi Partai Demokrat untuk Indonesia yang lebih maju dan berkeadilan.

BMI dan Yayasan SATUNAMA Bersinergi Tingkatkan Pendidikan Politik Anak Muda

IDPOST.IDBintang Muda Indonesia (BMI), sebagai organisasi sayap Partai Demokrat, baru-baru ini menerima kunjungan dari Yayasan SATUNAMA, sebuah lembaga masyarakat sipil yang fokus pada penguatan demokrasi dan pendidikan politik di Tanah Air.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara Party Leadership Meeting yang digelar SATUNAMA dalam program Civilizing Politics for Indonesia Democracy (CPID).

Pertemuan yang digelar di Jakarta ini dihadiri oleh Ketua Umum BMI, Farkhan Evendi, Sekretaris Jenderal BMI, Aditiya Utama, serta perwakilan dari SATUNAMA, Anggita dan Firdaus.

Diskusi utama dalam kesempatan tersebut berfokus pada peningkatan mutu pendidikan politik bagi kader, penguatan sistem demokrasi di internal partai, serta menjajaki peluang kolaborasi lintas sektor dalam memperkokoh demokrasi.

Farkhan Evendi menyatakan apresiasi terhadap inisiatif SATUNAMA. Pihaknya mengapresiasi upaya SATUNAMA yang konsisten mendorong demokrasi yang beradab dan berkualitas.

“Kami sangat mengapresiasi upaya SATUNAMA yang konsisten mendorong demokrasi yang beradab dan berkualitas,” katanya.

“BMI sebagai organisasi pemuda berkomitmen untuk membentuk kader yang berintegritas dan kompeten. Kerja sama seperti ini penting untuk menciptakan ekosistem politik yang sehat dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Sementara itu, Aditiya Utama menambahkan, pendidikan politik yang berlandaskan nilai-nilai dan pemahaman konteks lokal adalah kunci utama dalam mencetak pemimpin masa depan yang berkualitas dan berdedikasi.

“Pendidikan politik yang berlandaskan nilai-nilai dan pemahaman konteks lokal adalah kunci utama dalam mencetak pemimpin masa depan yang berkualitas dan berdedikasi. Kami siap menjalin kolaborasi yang erat dengan SATUNAMA serta pihak lain yang memiliki visi sama,” ucapnya.

Acara ini bertujuan menggali praktik terbaik serta tantangan kaderisasi di partai politik. Harapannya, dari kegiatan ini akan muncul rekomendasi konkret untuk memperkuat sistem kaderisasi sehingga demokrasi Indonesia dapat tumbuh lebih inklusif dan partisipatif. Kesepakatan pun tercapai untuk melanjutkan dialog dan kerja sama di masa depan.

Yayasan SATUNAMA, yang berbasis di Yogyakarta, dikenal aktif dalam advokasi demokrasi, hak asasi manusia, dan peningkatan partisipasi masyarakat.

Strategi Silaturahmi BMI Kota dan Kabupaten Tegal Sambut Munas I Tahun 2025

IDPOST.ID – Bintang Muda Indonesia (BMI) dari Kota dan Kabupaten Tegal mengadakan pertemuan informal sebagai ajang silaturahmi sekaligus persiapan menghadapi Munas I yang akan digelar di Jakarta.

Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman Heri Ristiono, Ketua DPC BMI Kota Tegal, pada Jumat, 13 Juni 2025.

Acara silaturahmi ini menjadi momen penting untuk menyamakan visi dan misi menjelang Musyawarah Nasional (Munas) I Bintang Muda Indonesia (BMI) yang direncanakan berlangsung pada Juli 2025.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Umum DPN BMI, Farkhan Evendi, beserta jajaran pengurus utama dari BMI Kota dan Kabupaten Tegal.

Diskusi santai ini diikuti oleh Ketua BMI Kota Tegal, Heri Ristiono, dan Ketua BMI Kabupaten Tegal, Syafii Pahlevi, yang juga didampingi oleh Moh Yusuf, Dewan Pembina BMI Kabupaten Tegal, serta Tabiin Pengurus DPC PD Kab. Tegal.

Acara ini tidak hanya mengokohkan hubungan emosional antar penggerak organisasi, tetapi juga memastikan kelancaran struktur organisasi serta mensosialisasikan agenda Munas I BMI Jakarta.

Dalam sambutannya, Cak Farkhan mengingatkan pentingnya BMI di Kota dan Kabupaten Tegal untuk terus berprestasi, cerdas, santun, dan peduli kepada masyarakat.

“Munas I nanti akan menjadi tonggak bersejarah bagi BMI. Kita harus tunjukkan komitmen sebagai organisasi progresif yang berpihak kepada rakyat,” katanya.

Ia juga mengenang perjuangan BMI menghadapi berbagai tantangan, terutama dari pihak Moeldoko, termasuk mempertahankan Kantor DPP Demokrat.

“Meskipun organizasi ini masih relatif muda, BMI telah berkembang menjadi sayap Demokrat terbesar dan paling dinamis,” tambahnya.

Sementara itu, Heri sebagai Ketua DPC Kota Tegal menyatakan bahwa sosok Cak Farkhan adalah guru sekaligus kakak yang selalu memberikan dukungan dan nasehat kepada BMI Kota dan Kabupaten Tegal.

“Dukungan beliau membuat kami tetap istiqomah dalam pengabdian di DPC BMI Kota Tegal, meskipun menghadapi banyak rintangan,” ujarnya.

Syafii Pahlevi menambahkan bahwa BMI Kabupaten Tegal akan selalu mengikuti arahan senior demi memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Cak Farkhan adalah tokoh ulama muda yang cerdas dan santun, menjadi panutan bagi kami,” ucapnya.

Silaturahmi ini juga menjadi waktu refleksi perjuangan BMI sekaligus menyusun strategi untuk memperkokoh peran organisasi secara nasional.

Dengan semangat kebersamaan yang tinggi, BMI Kota dan Kabupaten Tegal optimis memberikan kontribusi besar pada Munas I BMI dan memperkuat posisi sebagai organisasi yang peduli serta progresif.

“Dengan kesabaran dan keteladanan sederhana dari Cak Farkhan, kami semua termotivasi untuk terus berperan membantu rakyat sebaik mungkin,” tambah Moh Yusuf, yang juga aktif di NU Tegal.

Ketum BMI Nilai Keterlibatan Masyarakat dalam Revisi UU TNI Sangat Penting

IDPOST.CO.ID – Ketua Umum Bintang Muda Indonesia (BMI), Farkhan Evendi, menyoroti pentingnya proses revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) dalam konteks penguatan supremasi sipil.

Ia menekankan bahwa setiap langkah dalam revisi ini harus dilakukan dengan hati-hati, transparan, dan melibatkan partisipasi publik. Farkhan menjelaskan bahwa revisi UU TNI bukanlah hal yang perlu dicurigai.

“Revisi ini adalah langkah wajar untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan tantangan baru. Namun, hal ini harus memperjelas batasan peran TNI dalam kehidupan politik dan sosial,” ungkapnya.

Sebagai aktivis 98, Farkhan mengingatkan pemerintah dan DPR untuk tidak menutup diri dari diskusi dengan masyarakat.

“UU TNI adalah milik seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya pemerintah, DPR, atau TNI,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa proses revisi harus inklusif dan tidak terburu-buru, agar UU yang dihasilkan dapat diterima oleh semua pihak.

Public Hearing dan Masukan Ahli

Farkhan menekankan pentingnya melibatkan masukan publik dan pendapat ahli dalam proses revisi.

“Public hearing yang substantif adalah hal yang lazim dalam pembentukan atau revisi undang-undang,” ujarnya.

Ia percaya bahwa proses yang partisipatif dan terbuka, meskipun memakan waktu lebih lama, akan menghasilkan UU yang lebih komprehensif dan legitim.

Menjaga Keseimbangan

Lebih lanjut, Farkhan menekankan bahwa revisi UU TNI harus memperkuat fondasi demokrasi Indonesia.

TNI, menurutnya, harus tetap fokus pada tugas utamanya, yaitu menjaga kedaulatan negara dan keutuhan wilayah, tanpa terlibat dalam urusan politik praktis.

Pernyataan Farkhan sejalan dengan pandangan Presiden Ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang juga menekankan pentingnya dialog dalam demokrasi.

Dalam sebuah diskusi di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, SBY menyatakan bahwa “dialog adalah ruh dari demokrasi.”

Ia menekankan perlunya komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat agar kebijakan tetap selaras dengan harapan publik.

Dukungan untuk TNI

Farkhan menegaskan dukungannya kepada TNI sebagai tentara rakyat yang profesional dan terpercaya.

“Kita cinta negeri ini, dan kita mendukung TNI untuk tetap menjadi tentara rakyat yang profesional,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Farkhan mengajak semua pihak untuk menunjukkan kesabaran dan disiplin dalam proses revisi UU TNI, terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah.

“Semoga proses ini berjalan dengan baik dan menghasilkan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” tutupnya.

Menuju Partai Demokrat yang Lebih Kuat, BMI Akan Gelar Munas 1 di Bandung

IDPOST.CO.ID – Memasuki usia ke-5, Bintang Muda Indonesia (BMI) semakin mengokohkan perannya sebagai organisasi sayap Partai Demokrat.

Salah satu agenda penting yang akan digelar dalam waktu dekat adalah Musyawarah Nasional (Munas) pertama, yang diputuskan akan berlangsung di Bandung.

Pada Sabtu (08/02), panitia Munas 1 BMI menggelar rapat gabungan di Roemah Kentang untuk mematangkan persiapan.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) BMI, Aditya Utama, mengungkapkan alasan pemilihan Bandung sebagai lokasi kegiatan.

“Kami melihat BMI Jawa Barat sebagai salah satu daerah yang aktif dalam mencetak kader serta berhasil mengantarkan mereka ke jajaran kepengurusan Partai Demokrat, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Oleh karena itu, Munas 1 kami selenggarakan di Bandung sebagai bentuk apresiasi,” ujarnya.

Sejak berdiri, BMI terus berkembang dengan jaringan kepengurusan yang kini telah mencapai lebih dari 330 wilayah, mencakup tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga kecamatan.

Ketua Umum DPN BMI, Farkhan Evendi, menegaskan bahwa BMI bukan sekadar organisasi pendukung, tetapi juga kekuatan utama yang menjaga soliditas Partai Demokrat.

“Dengan nilai-nilai Cerdas, Santun, dan Peduli, BMI telah membuktikan perannya sebagai benteng partai dalam menghadapi berbagai tantangan. Semangat kebersamaan yang telah terbangun harus terus diperkuat,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris DPD BMI Jawa Barat, Maulana Hasanudin menyebut pentingnya kaderisasi dalam BMI.

Ia juga mengatakan bahwa hingga saat ini, sudah ada 20 kader yang berhasil duduk di DPRD provinsi maupun kabupaten/kota.

“Kaderisasi yang kuat telah menjadi kunci keberhasilan BMI. Kami berharap seluruh kader, khususnya di Jawa Barat, dapat berkontribusi dalam menyukseskan Rapimnas 1 BMI,” ujarnya.

Munas 1 BMI diharapkan menjadi momentum strategis dalam memperkuat organisasi, memperluas jaringan kader, serta merumuskan langkah-langkah ke depan demi kontribusi yang lebih besar bagi Partai Demokrat dan masyarakat.