DR. Koen Raih Penghargaan di Hari Kesehatan Nasional Tahun 2023

SIDOARJO, IDPOST.CO.ID,- DR. Koen Irianto Uripan S.H, M.M. mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo pada peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-59 tahun 2023, sebagai tokoh yang turut berperan aktif di bidang kesehatan masyarakat, pada hari Selasa (14/11/2023) di Pendopo Kabupaten Sidoarjo.

Penghargaan tersebut diberikan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali, dimana penyerahannya diwakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Dr. Fenny Apridawati, dalam acara Talkshow Hari Kesehatan Nasional ke-59 tahun 2023 dengan tema “Remaja Glowing Bebas Stunting”.

Anugerah diperoleh didasarkan atas kontribusi DR. Koen Irianto Uripan yang cukup signifikan membantu mengatasi problematika kesehatan masyarakat di Kabupaten Sidoarjo melalui peran aktif pada program jambanisasi dalam rangka untuk menurunkan angka stunting.

DR. Koen Irianto Uripan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah serta Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, yang telah memberi dan mempercayakan penghargaan ini kepada saya. Semoga kepercayaan ini dapat terus memotivasi untuk terus berbuat demi masyarakat khususnya Kabupaten Sidoarjo.

“Kabupaten Sidoarjo memiliki peluang besar untuk menjadi wilayah Open Defication Free (ODF) meskipun masih banyak masyarakat yang Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Namun komitmen dari Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo mempertegas untuk mempercepat Kabupaten Sidoarjo 2024 ODF,” ujarnya.

Dukungan dan peran DR. Koen terhadap penyediaan jamban sehat bagi warga di Sidoarjo memiliki dampak yang sangat besar dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat. Seiring himbauan Bupati Sidoarjo dengan memakai istilah “Tidak NGEWOR (Ngeseng Ngawor)” untuk menggambarkan perilaku tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Sidoarjo Dr. Fenny Apridawati mengatakan, bahwa DR. Koen Irianto Uripan layak mendapatkan penghargaan karena dedikasi dan kontribusinya dalam bidang sanitasi dan lingkungan.

“Semangat yang ditunjukkan diharapkan akan dapat menjadi contoh bagi para pemangku kepentingan yang lainnya dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bersih,” ungkap Dr. Fenny.

Dr. Fenny menambahkan bahwa prestasi DR. Koen dalam bidang sanitasi tersebut membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, tenaga ahli, dan masyarakat adalah kunci sukses dalam mewujudkan pembangunan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kedepannya, diharapkan keberhasilan ini akan terus dapat ditingkatkan guna mencapai Hari Kesehatan Nasional yang lebih sukses di masa depan,” tuturnya.

DR. Koen Hadirkan SATO Pada Festival Budaya Pacitan 2023

SIDOARJO, IDPOST.CO.ID,- DR. Koen Irianto Uripan S.H, M.M, Tenaga Ahli Bidang Sanitasi dan Perwakilan Produk SATO di wilayah Indonesia Timur hadir dan mengikuti kegiatan “Festival Budaya Hidup Sehat” dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-59.

Festival tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Pacitan bersama Dinas Kesehatan, berlangsung di Alun-alun Kabupaten Pacitan mulai tanggal 12 November 2023 dalam upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup bersih dan sehat.

Dalam acara peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-59 tersebut dihadiri Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji S.S bersama Wakil Bupati Pacitan Gagarin, S.Sos, dan Forkompinda, pelajar, tenaga kesehatan serta masyarakat.

Berbagai kegiatan digelar antara lain, senam, jalan sehat, bazar UMKM, festival menu PMT, pemeriksaan kesehatan serta pengobatan, layanan konsultasi dokter spesialis, pelayanan obat dan layanan gigi.

Dalam Festival tersebut Dr. Koen ikut serta berpartisipasi memamerkan dan memperkenalkan teknologi baru closet produk dari SATO kepada masyarakat berupa teknologi pintu perangkap (trap door) dimana memiliki banyak manfaat signifikan.

Koen menyampaikan adapun manfaat menggunakan closet teknologi trap door antara lain, mengurangi bau yang keluar dari dalam closet, mencegah serangga masuk ke dalam closet, dan menghemat air dalam proses flushing.

“Teknologi terbaru produk SATO dapat menjaga kesegaran, kenyamanan dan keamanan bagi penggunanya, terutama bagi rumah tangga dan instansi yang tidak memiliki akses ke air mengalir serta sistem pembuangan yang kurang memadai,” ungkap Maestro sanitasi.

DR. Koen kembali mengatakan sebagai perusahaan skala internasional, SATO berperan penting dalam pengembangan dan penyediaan produk sanitasi serta kebersihan yang inovatif, aspiratif, dan terjangkau bagi konsumen.

“Kerjasama antara DR. Koen dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan bermula ketika program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dengan lima pilar yang dicanangkan di Kabupaten Pacitan.

Program STBM ini mencakup lima fokus utama, yaitu :

a. Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS)

b. Pengelolaan sampah

c. Pengelolaan air limbah

d. Pengelolaan sumber air minum

e. Cuci tangan pakai sabun (CTPS)

Melalui kerjasama ini, DR. Koen serta SATO telah berkontribusi aktif dalam upaya mewujudkan jamban sehat dan selnmencapai target Open Defication Free (ODF) atau bebas dari perilaku BAB sembarangan di wilayah Pacitan.

Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji S.S dan Wakil Bupati Pacitan Gagarin, S.Sos, beserta Forkompinda, mendatangi stand produk SATO Jepang yang disambut dan diberikan informasi akan keunggulan produk SATO oleh DR. Koen.

“Produk SATO ini berkualitas tinggi serta menggunakan teknologi modern yang mampu menjadi solusi bagi masyarakat dalam meningkatkan kualitas sanitasi dan kesehatan masyarakat,” ujar Bupati

Sementara Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, Ratna Susi Rahayu, menyampaikan bahwa kerjasama antara DR. Koen dan Dinkes Pacitan berjalan dimulai sejak program STBM lima pilar dicanangkan.

“Kerjasama DR. Koen bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan sejak lama terjalin. Diawali ketika Program STBM dilaksanakan yang meliputi kebijakan bebas BAB sembarangan dan dukungan terhadap pembangunan jamban sehat di wilayah Pacitan,” ujarnya.

Kolaborasi berkesinambungan antara DR. Koen dan Pemkab Pacitan membawa dampak positif yang signifikan dalam meningkatan taraf kesehatan sekaligus kualitas hidup masyarakat.

“Kedepannya, diharapkan kolaborasi ini bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lain untuk terus meningkatkan kualitas sanitasi dan kesehatan di masyarakat dengan melibatkan lebih banyak perusahaan dan stakeholder dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih sehat, bersih, dan berkelanjutan.

SATO Dukung DR. Koen Bangun Jamban Sehat di Wadungasri

SIDOARJO, IDPOS.CO.ID,-Kolaborasi SATO Bersama Doktor Koen Irianto Uripan S.H, M.M, yang didukung Pemerintah Desa Wadungasri dan Kecamatan Waru pada hari Kamis (09/11/2023) melaksanakan pembangunan jamban sehat komunal bagi warga di Wadungasri Dalam RT 04 RW 03, Waru, Kabupaten Sidoarjo.

Jamban sehat komunal yang dibangun untuk 4 orang Kepala Keluarga tersebut telah menggunakan teknologi sanitasi terbaik dengan memakai produk-produk dengan standar internasional dan juga berteknologi tinggi produksi dari SATO.

Perlu diketahui bahwa SATO merupakan perusahaan berskala internasional dari Jepang yang mengembangkan sekaligus menyediakan produk-produk sanitasi dan kebersihan yang inovatif, aspiratif dan terjangkau, baik bagi konsumen rumah tangga juga instansi dipedesaan, periurban atau perkotaan.

DR. Koen Irianto Uripan tenaga ahli di bidang sanitasi yang lahir di Kota Malang ini sudah cukup lama berpartner bersama SATO dalam melayani kebutuhan masyarakat di bidang sanitasi terutama produk jamban atau toilet yang berkualitas tinggi yang sesuai dengan standar WHO.

Menurut DR. Koen produk terbaru dan terbaik dari SATO ini baru pertama kali diterapkan di Kabupaten Sidoarjo, dan khususnya di wilayah Wadungasri Dalam, Kecamatan Waru. Warga penerima manfaat merasa senang mendapat bantuan yang sangat spesial ini.

“Jamban sehat yang kita bangun bagi warga Wadungasri Dalam RT 04 RW 03 ini sangat luar biasa karena telah menggunakan produk jamban terbaik dari SATO yang praktis, efisien kuat dan hemat air,” ucap DR. Koen maestro bidang sanitasi.

Pada kegiatan pembangunan jamban sehat komunal di Wadungasri Dalam ini sangat luar biasa karena dihadiri secara langsung Pimpinan SATO Indonesia, I Gusti Ngurah Agung Kamasan beserta Direktur Utama PT Cipta Aneka Agung Anton Laminto, Official Licensee dan pabrikan SATO di Indonesia serta Kepala Dinkes Sidoarjo Dr. Fenny Apridawati.

DR. Koen Irianto Uripan bersama Kepala Puskesmas dan warga Wadungasri penerima manfaat jamban sehat.
DR. Koen Irianto Uripan bersama Kepala Puskesmas dan warga Wadungasri penerima manfaat jamban sehat.

Dr. Fenny Apridawati mengatakan, semoga dengan bantuan ini sudah bisa semakin berkurang warga Kabupaten Sidoarjo yang berprilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) sehingga bisa segera terwujud tahun 2024 Kabupaten Sidoarjo Open Defication Free (ODF).

“Kami mewakili Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap setelah dibangunnya jamban sehat ini bisa membawa manfaat serta menuntaskan masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Sidoarjo, yaitu masalah stunting dan terwujudnya ODF di Kabupaten Sidoarjo pada tahun 2024,” tuturnya.

I Gusti Ngurah Agung Kamasan mengucapkan terima kasih kepada DR. Koen beserta warga disini yang telah menggunakan produk SATO yang berteknologi tinggi pada pembangunan jamban komunal ini.

“Kami sangat senang, jamban sehat komunal warga telah memakai produk dari SATO yang telah memakai teknologi tinggi, efisien, tahan lama, dan hemat air, sehingga dapat memberi kontribusi dan manfaat bagi masyarakat mengakses toilet dengan baik dan aman,”ujarnya.

Anton Laminto mengatakan bahwa kami memproduksi solusi toilet menggunakan sistem SATO I-Trap yang sangat mudah pemasangan dan pemeliharaan serta praktis, efisien, kuat dan hemat air.

“Dengan teknologi closet yang memakai pintu perangkap (trap door) mampu untuk mengurangi bau, anti serangga, hemat air, dan memberikan kesegaran, kenyamanan, dan keamanan kepada konsumen baik rumah tangga maupun instansi yang tidak memiliki akses kepada air mengalir maupun selokan,” ungkap Anton.

Sementara Kepala Puskesmas Waru dr. Fitri Ika Arde Yani mengucapkan terima kasih telah dibantu sosialisasi terkait jamban sehat pada warga Wadungasri dan diberikan closet yang berteknologi tinggi, efisien dan hemat air.

“Dengan closet yang hemat air warga sangat terbantu karena disini air cukup sulit didapat,” ujar dr. Fitri.

Arifin salah seorang warga penerima manfaat jamban berterima kasih kepada pemerintah Desa dan Camat Waru serta DR. Koen bersama SATO yang telah membangun jamban sehat untuk warga Wadungasri Dalam.

“Luar biasa closetnya canggih ga perlu banyak air untuk menyiram tinja,” ungkap Arifin sambil tersenyum.

DR. Koen Bimbing Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Surabaya

SIDOARJO, IDPOST.CO.ID,- Dr. Koen Irianto Uripan S.H, M.M, membimbing mahasiswa D3 dari Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya (Polkesbaya) jurusan Kesehatan Lingkungan (Kesling) terkait dengan Jamban Sehat dalam kegiatan Outdoor Learning (ODL).

Dalam bimbingan tersebut Dr.Koen langsung mengajak mahasiswa mendatangi ke lokasi pembuatan jamban sehat di wilayah Desa Kepunten, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo pada hari Kamis (20/10/2023) siang  agar mahasiswa mengetahui detil prosesnya.

DR. Koen menjelaskan bahwa jamban yang sehat harus memiliki septic tank yang kedap air agar tidak terjadi rembesan yang akhirnya membawa efek tidak baik bagi kesehatan di kemudian hari. Karena rembesan tersebut bisa berpengaruh pada tanah dan sumber air yang digunakan masyarakat.

“Kita harus pahami bahwa tinja itu didalamnya terdapat miliaran mahluk hidup dalam bentuk mikroba yang tumbuh berkembang di dalam septik tank. Disitu tumbuh koloni bakteri, virus dan parasit. Diperkirakan ada sekita kurang lebih 100 miliar bakteri hidup di dalam setiap satu gram tinja basah,” ujar master sanitasi.

Doktor jebolan sekolah Pasca Sarjana Unair menjelaskan bahwa sistem sanitasi yang baik menjadi awal dari pembentukan karakter dan ukuran tingkat kesehatan masyarakat. Dan salah satunya adalah jamban sehat.

“Dengan sistem sanitasi yang baik dan benar dan menjalani perilaku hidup bersih dan sehat maka secara tidak langsung akan mengurangi kejadian penyakit yang ditularkan melalui air ,” ungkap sang Doktor.

Ketua APPSANI juga menjelaskan jika Virus, bakteri, dan parasit tumbuh subur di tempat dengan sanitasi yang buruk sehingga dapat menyebabkan penyakit atau komplikasi yang serius bahkan bisa menyebabkan kematian jika tidak ditangani segera.

“Beberapa penyakit yang timbul akibat dari sistem sanitasi yang buruk antara lain kolera, demam tifoid, diare, tifus, polio, stunting dan cacingan. Diperkirakan ada hampir 100 miliar bakteri dalam setiap satu gram tinja basah,” ucap DR. Koen Irianto Uripan.

Peningkatan perilaku, seperti pembuangan kotoran yang aman, mencuci tangan dengan sabun, dan perluasan penyediaan sanitasi bisa membawa manfaat sosial, lingkungan dan ekonomi yang signifikan.

“Pentingnya sanitasi dan kesehatan karena penyakit menular dapat dicegah dengan air minum yang aman, sanitasi yang memadai dan perilaku higienis,” pungkasnya.

Kehadiran tim Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya (Polkesbaya) bersama mahasiswa dipimpin langsung Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3KM) Hery Sumasto, S.Kep.Ns, M. Kes.

Kedatangan dari Tim Polkesbaya juga dalam rangka meninjau pengerjaan bantuan 100 unit Jamban Sehat bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo. Dimana yang sudah selesai mencapai 89 unit.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3KM) Hery Sumasto, S.Kep.Ns, M. Kes. mengatakan bahwa untuk mengentaskan kemiskinan banyak variabel yang harus diurai, salah satunya dengan memberikan jamban sehat.

“Kami berharap bantuan yang telah kami berikan berupa 100 unit jamban sehat dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di Kabupaten Sidoarjo. Dan kami berharap setelah ini dapat berubah prilakunya dan masyarakat antusias kami juga menyambut baik,” ungkapnya.

Kiprah DR. Koen 2 Hari Merakyat di Desa Prunggahan Wetan Mendukung Tuban ODF

TUBAN, IDPOST.CO.ID,- Sebagai penggiat bidang sanitasi, kiprah dan kepedulian DR. Koen Irianto Uripan, Direktur yang sekaligus owner WC KOEn mampu memberikan arti serta manfaat bagi masyarakat di setiap wilayah yang menjadi sasaran kegiatannya.

DR. Koen selalu mendukung kegiatan serta program-program baik Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Kota dalam upaya guna membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama dalam bidang sanitasi terkhusus program jambanisasi.

Seperti yang dilakukannya selama 2 hari sejak tanggal 3-4 Juli 2023 baru-baru ini, dimana ia sangat mendukung program percepatan Open Defication Free (ODF) atau wilayah yang bebas dari perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Tuban.

Sang Doktor dan tim WC KOEn blusukan ke Dusun Taragan, Desa Prunggahan Wetan, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban untuk memberikan bantuan pembangunan 4 jamban sehat sekaligus sosialisasi terkait “Persiapan Pembangunan dan Edukasi Jamban Sehat Dalam Rangka Percepatan Tuban ODF”.

Doktor jebolan Sekolah Pasca Sarjana Unair mengutarakan dalam sosialisasinya kepada masyarakat Desa Prunggahan Wetan bahwa indikator terciptanya lingkungan yang sehat dan kehidupan yang baik yaitu menerapkan pola hidup bersih dan sehat pada tiap-tiap individu dalam keluarga serta masyarakat.

“Indikatornya dimana setiap individu dalam komunitas tidak melakukan buang air besar sembarangan dan memiliki sistem sanitasi yang baik, terutama jamban sehat berseptic tank yang kedap dengan sistem filtrasi yang baik dan tahan guncangan sehingga tidak akan menimbulkan masalah dikemudian hari akibat rembesan tinja,” ujarnya.

sosialisasi DR. Koen terkait "Persiapan Pembangunan dan Edukasi Jamban Sehat Dalam Rangka Percepatan Tuban ODF".
sosialisasi DR. Koen terkait “Persiapan Pembangunan dan Edukasi Jamban Sehat Dalam Rangka Percepatan Tuban ODF”.

Disampaikan pula oleh DR. Koen bahwa pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh dalam proses penyebaran penyakit berbasis lingkungan, seperti penyakit cacingan, kolera, demam tifoid, diare, tifus, polio serta akibat lainnya antara lain stunting.

“Untuk membangun tatanan masyarakat mau dan sadar mengikuti pola hidup bersih dan sehat (PHBS) perlu dilakukan berbagai upaya yang serius dari pimpinan daerah dan stakeholder terkait guna merubah perilaku masyarakat itu sendiri,” ungkap Koen.pada jurnalis Idpost pada Jum’at (07/07/2023)

Koen menambahkan tidak mudah namun juga tidak sulit jika semua pihak responsif turut berperan dan bekerjasama antar lini, mulai dari RT, RW, kader desa, Kepala Desa, Lurah, Camat, Puskesmas, Dinas Kesehatan dalam menuntaskan permasalahan BABS menuju “100% ODF Kabupaten Tuban”.

“Pada intinya dukungan kami kepada warga selaras dengan upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tuban dalam rangka percepatan ODF, dan sesuai dengan Target Nasional Pembangunan Sanitasi dan Air Minum serta Surat Edaran Gubernur Jawa Timur dalam upaya percepatan ODF pada tahun 2024,” ucapnya.

Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Tuban mengucapkan terima kasih atas bantuan DR. Koen Irianto Uripan bersama Tim WC KOEn yang telah mendukung dan membantu pembangunan jamban sehat pada warga Desa Prunggahan Wetan.

Sebelumnya, Kepala Desa Prunggahan Wetan, Hari Winarko, S.H bersama jajaran dan warga juga turut mengucapkan terima kasih atas dukungan dan bantuan serta informasi yang baik bagi warga Desa Prunggahan Wetan untuk menuju Desa ODF.

Teguh

DR. Koen Peringatkan Bahaya Sanitasi Buruk Pada Masyarakat

SIDOARJO, IDPOST CO.ID,- Sanitasi yang buruk dapat menimbulkan terjadinya banyak penyakit yang mudah menyerang tubuh dan hal tersebut masih cenderung diabaikan sehingga mengakibatkan turunnya tingkat kesehatan dan tingkat produktivitas masyarakat.

DR. Koen Irianto Uripan, pakar sanitasi dan perubahan perilaku mengatakan tantangan sanitasi adalah mengakhiri buang air besar sembarangan, meningkatkan penyampaian layanan, dan menutup putaran dari akses fasilitas sanitasi ke pengelolaan air limbah yang berkelanjutan.

“Dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dimana pada tiap rumah tangga meningkatkan akses terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi, serta menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah awal yang tepat untuk mencegah kontaminasi segala sesuatu yang kotor dan berbahaya,” tutur Koen.

Sang Doktor lulusan Sekolah Pasca Sarjana Unair ini juga menyampaikan virus, bakteri, dan parasit tumbuh subur di tempat dengan sanitasi yang buruk sehingga menyebabkan penyakit atau komplikasi serius bahkan bisa menyebabkan kematian jika tidak ditangani segera.

Penjelasan DR. Koen bagaimana jamban sehat yang baik dan sesuai dengan Kesehatan
Penjelasan DR. Koen bagaimana jamban sehat yang baik dan sesuai dengan Kesehatan

“Setidaknya ada enam penyakit akibat dari sanitasi buruk yang berdampak turunnya kualitas kesehatan masyarakat antara lain, penyakit kolera, Demam Tifoid, diare, tifus, polio, dan penyakit cacingan,” ungkapnya pada jurnalis Idpost setelah kegiatan Cegah Stunting, Senin (26/6/2023).

Menurutnya, buruknya sanitasi juga turut menghambat tingkat pertumbuhan ekonomi, hal tersebut dikarenakan kematian dini, biaya perawatan kesehatan, kehilangan waktu dan produktivitas mencari pengobatan, dan kehilangan waktu serta produktivitas mencari akses ke fasilitas sanitasi.

“Sanitasi yang baik menyebabkan beban penyakit lebih rendah, penurunan stunting, meningkatnya kualitas hidup, menjadikan lingkungan hidup lebih sehat dimana pada akhirnya memperoleh keuntungan ekonomi dan sosial kepada masyarakat secara lebih luas sekaligus menciptakan sumber daya manusia yang unggul,” ucapnya

Dikatakannya, akses sanitasi yang layak digunakan harus memenuhi syarat kesehatan yaitu, tidak mencemari air, tidak mencemari tanah pemukiman, tidak menimbulkan bau dan nyaman digunakan, bebas dari serangga, aman digunakan pemakainya, mudah dibersihkan dan tidak menimbulkan gangguan pada pemakainya, tidak menimbulkan pemandangan yang kurang sopan.

“Memelihara kondisi sanitasi lingkungan yang baik sebagai bagian dari upaya untuk menciptakan suatu kondisi yang baik dalam dunia kesehatan dengan terus berupaya dan bergerak memotivasi untuk perubahan perilaku sosial yang dinamis di masyarakat,” pungkasnya.

Teguh

DR. Koen Irianto Uripan : Jamban Sehat Kunci Awal Pengendalian Stunting

SIDOARJO, IDPOST.CO.ID,- Permasalahan stunting di wilayah Kabupaten Sidoarjo telah menjadi salah satu target utama yang harus segera diselesaikan dikarenakan membawa dampak bagi kesehatan anak. Ditambah lagi angka stunting saat ini mengalami kenaikan dari 14,8 menjadi 16,1 persen.

Sebagai upaya dalam pencegahan stunting Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo melalui Puskesmas Waru melaksanakan pelayanan gizi serta melakukan kegiatan “Cegah Stunting” dengan mengundang DR. Koen Irianto Uripan, Motivator, Tenaga Ahli Bidang Sanitasi dan Perubahan Perilaku .

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Senin (26/06/2023) mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai di Balai Desa Kepuh Kiriman, Jl. Kolonel Sugiono No.29, Kundi, Kepuh Kiriman, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Waru, Nawari, Kepala Desa Kepuh Kiriman Sarengat dan Ketua BPD H. Miftakhul Ulum, Kepala Puskesmas Waru, dr. Mukarini, Tenaga Ahli Bidang Sanitasi, DR Koen Irianto Uripan, Bidan Desa Kepuh Kiriman, Suryati Ningsih bersama Kader Kesehatan serta perwakilan warga Kepuh Kiriman.

Stunting dapat dicegah dengan melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), salah satunya menggunakan jamban sehat supaya tidak buang air besar sembarangan (BABS). Sehingga dampaknya pada kualitas kesehatan masyarakat akan meningkat.

DR. Koen Irianto Uripan, master sanitasi dan perubahan perilaku, dalam kegiatan Cegah Stunting menyampaikan, membiasakan diri berprilaku PHBS dengan menggunakan jamban sehat akan memiliki dampak cukup besar bagi kita. Karena antara sanitasi yang buruk dan stunting saling berkaitan.

Camat Waru, Nawari, Kepala Desa Kepuh Kiriman, Sarengat dan Ketua BPD H. Miftakhul Ulum, Kepala Puskesmas Waru, dr. Mukarini, Tenaga Ahli Bidang Sanitasi, DR Koen Irianto Uripan, Bidan Desa Kepuh Kiriman, Suryati Ningsih bersama Kader Kesehatan
Camat Waru, Nawari, Kepala Desa Kepuh Kiriman, Sarengat dan Ketua BPD H. Miftakhul Ulum, Kepala Puskesmas Waru, dr. Mukarini, Tenaga Ahli Bidang Sanitasi, DR Koen Irianto Uripan, Bidan Desa Kepuh Kiriman, Suryati Ningsih bersama Kader Kesehatan

“Pada saat setiap keluarga telah melakukan budaya sehat dengan menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi. Dimana salah satu caranya stop BABS dengan beralih memakai jamban sehat sebagai progres langkah awal menekan stunting,” tutur DR. Koen pada warga Kepuh Kiriman.

Dijelaskan pula, membangun jamban sehat harus didukung oleh pembuatan septic tank yang baik dan benar karena jika asal-asalan dampaknya bisa menimbulkan pencemaran lingkungan yaitu kontaminasi rembesan air tinja yang dapat mempengaruhi sumber air.

Perlu diketahui bahwa sanitasi yang buruk menimbulkan masalah gangguan kesehatan terutama pencernaan pada anak, dan saat sering terkena masalah pencernaan, sistem imunnya menjadi lemah. Sehingga si kecil sering sakit-sakitan, kurang gizi, dan pada akhirnya meningkatkan risiko stunting.

Camat Waru, Nawari, menyampaikan bahwa permasalahan sanitasi ini menjadi tanggung jawab bersama baik Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Kecamatan, Pemerintah Desa (Pemdes), Puskesmas dan stakeholder yang terkait untuk bisa mencapai taraf kesehatan masyarakat yang baik di wilayah Kecamatan Waru.

“Pada intinya kami dari jajaran Kecamatan Waru, Pemerintah Desa Kepuh Kiriman dan Puskesmas Waru berniat untuk terus mengurangi hingga menghilangkan masalah kesehatan di masyarakat. Terkait jambanisasi ini kami akan terus berupaya karena keterbatasan masyarakat yang kurang mampu,” ungkap Camat Waru.

Nawari juga menambahkan bahwa perlunya intervensi dari Pemkab, Pemdes, puskesmas dan Kecamatan dalam rangka mewujudkan wilayah Waru Open Defecation Free (ODF) atau wilayah dimana penduduknya bebas dari perilaku buang air besar sembarangan (BABS) sebagai langkah awal pengendalian stunting.

“Untuk mewujudkan Desa ODF kami akan berkolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di wilayah Kecamatan Waru seperti Puskesmas untuk mengajak Pemerintah Desa mengalokasikan sebagian anggaran untuk membangun jamban sehat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Teguh

DR. Koen Irianto Uripan Mendukung Pemkab Tuban 2024 ODF 

TUBAN, IDPOST.CO.ID,- Pembangunan dalam bidang sanitasi dan air minum telah menjadi target nasional dan masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2020-2024. Dimana salah satu targetnya adalah tercapainya Buang Air Besar Sembarangan (BABS) sebesar 0 persen.

Kabupaten Tuban menjadi salah satu yang tingkat pencapaian ODF belum maksimal di Jawa Timur, dimana saat ini baru tercapai 58,84 persen. Dari 328 Desa baru tercapai 193 Desa, artinya masih ada 135 Desa yang belum ODF dan hal itu cukup berdampak pada tingkat kesehatan masyarakat.

Dapat diketahui bahwa Indikator Kinerja Utama Bupati Tuban salah satunya adalah Pencapaian Desa ODF atau Desa Bebas dari prilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Sehingga itu diperlukan dukungan dari stakeholder terkait untuk mencapai target tahun 2024 Tuban ODF.

Dalam upaya mendukung dan mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) bersama Baznaz Kabupaten Tuban menggelar kegiatan “Serah Terima Bantuan Pembuatan Jamban Dhuafa Baznas Kabupaten Tuban”.

Acara tersebut dilaksanakan di Aula Aster Dinkes Jl. Brawijaya No.3, Kebonsari, Tuban, yang dihadiri Kepala Dinkes P2KB Tuban, dr. Bambang Priyo Utomo, Ketua Baznas Tuban Ir. Agus Suryanto, Tenaga Ahli Bidang Sanitasi dan Perubahan Perilaku, DR. Koen Irianto Uripan, serta masyarakat penerima manfaat.

Kegiatan tersebut adalah realisasi bantuan jamban dari Baznas bagi 93 rumah keluarga kurang mampu, yang merupakan kelanjutan dari pelaksanaan stimulan jamban di tahun 2022, dimana pada saat itu baru tercapai 75 persen karena terkendala dengan biaya pembangunan.

Kepala Dinkes P2KB Tuban, dr. Bambang Priyo Utomo, mengucapkan terima kasih kepada Baznas Kabupaten Tuban yang telah menyetujui Proposal Cegah Stunting Dengan Benahi Sanitasi (Canting Besi) kepada BAZNAS guna membantu warga miskin dalam pembangunan jamban.

Kepala Dinkes P2KB Tuban, dr. Bambang Priyo Utomo, Ketua Baznas Tuban Ir. Agus Suryanto, Tenaga Ahli Bidang Sanitasi dan Perubahan Perilaku, DR. Koen Irianto Uripan, serta masyarakat penerima manfaat dalam acara Serah Terima Bantuan Pembuatan Jamban Dhuafa Baznas Kabupaten Tuban
Kepala Dinkes P2KB Tuban, dr. Bambang Priyo Utomo, Ketua Baznas Tuban Ir. Agus Suryanto, Tenaga Ahli Bidang Sanitasi dan Perubahan Perilaku, DR. Koen Irianto Uripan, serta masyarakat penerima manfaat dalam acara Serah Terima Bantuan Pembuatan Jamban Dhuafa Baznas Kabupaten Tuban

“Kabupaten Tuban sangat rendah di dalam pencapaian target Desa ODF atau Bebas dari perilaku BABS. Dimana pencapaiannya saat ini sangat rendah sehingga untuk mencapai target tahun 2024 Tuban ODF diperlukan terus dukungan dari stakeholder terkait dan salah satunya dari Baznas,” tuturnya.

Percepatan dan pencapaian target sanitasi aman dan layak serta upaya percepatan 0 persen perilaku BABS di Jawa Timur tahun 2024 telah dituangkan dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Timur sebagai upaya dan wujud serta harapan di tahun 2024 Jawa Timur sudah Open Defecation Free (ODF) atau bebas dari perilaku Buang Air Besar Sembarangan.

DR. Koen Irianto Uripan, motivator, pakar dunia sanitasi serta perubahan perilaku pada kesempatan tersebut mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, memberikan penyuluhan dan informasi terkait dengan “Jamban Sehat” dalam rangka menyadarkan masyarakat pentingnya Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Kehadirannya diharapkan mampu memberikan motivasi kepada masyarakat arti pentingnya Pola Hidup Bersih dan Sehat dengan tidak melakukan BABS, sekaligus dapat memberi influence dan contoh nyata arti pentingnya memiliki sebuah jamban sehat disetiap rumah tangga guna menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan.

“Kita tidak mudah merubah mindset orang lain yang belum terbiasa dengan pola hidup bersih dan sehat meskipun dengan bukti sekalipun, tapi dengan banyak mendengar, melihat serta mau merasakan kesulitannya, maka akan menjadi luar biasa ketika orang lain menyetujui serta menerima gagasan kita demi kebaikannya,” ungkap Doktor jebolan Sekolah Pasca Sarjana Unair Surabaya, Sabtu, (24/06/2023).

Dalam kegiatan tersebut DR. Koen Irianto Uripan, juga memberikan informasi tentang bagaimana jamban sehat dibuat dan juga spesifikasi pembuatannya agar keberadaan dari jamban berserta septic tank tidak akan mempengaruhi lingkungan sekitar terutama sumber air.

“Dengan teknologi tepat guna strauss pile yang diterapkan dalam pembuatan jamban bisa menjawab semua keluhan dan alasan masyarakat akan rumah kecil dan sempit, rumah yang berdiri di bantaran dan diatas sungai serta biaya mahal sehingga warga tidak dapat memiliki jamban sehat,” ucapnya.

Dalam kegiatan penyuluhan kali ini DR. Koen Irianto Uripan, kembali berulah lagi dengan memberi bantuan 4 jamban sehat kepada warga Desa Prunggahan Wetan, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Hal tersebut dilakukan guna memberikan motivasi dan influence arti pentingnya memiliki jamban sehat dan sekaligus membantu Kabupaten Tuban sukses mencapai ODF di tahun 2024.

Teguh