Pakar Komunikasi Politik Sebut Duet Prabowo-Gibran Merugikan

IDPOST.CO.ID – Emrus Sihombing, Pakar Komunikasi Politik menyebut kalau duet Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka merugikan.

Emrus menilai kerugian tidak hanya dialami oleh Prabowo saja, melainkan juga akan dialami oleh Gibran.

“Jika duet Prabowo-Gibran terwujud, maka akan menjadi kerugian baik pihak Gibran maupun Prabowo,” katanya.

Emrus menilai duet Prabowo-Gibran berpotensi bisa memecah suara pendukung partai PDIP.

“Suara PDIP akan terbagi menjadi dua antara suara Ganjar Pranowo dan Gibran,” ucapnya.

Dengan pecahnya suara tersebut, Emrus menilai langkah Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) akan lebih mulus memenangkan Pilpres 2024.

“Kalau hal tersebut terjadi, bisa-bisa pasangan AMIN pemenangnya,” tuturnya.

Lebih baik lanjutnya, Gibran menjadi Cawapres Ganjar, daripada menjadi cawapres Prabowo.

“Lebih baik Gibran menjadi Cawapres Ganjar atau Ganjar berpasangan dengan sosok lain,” katanya.

“Namun Gibran tetap berada di gerbong PDIP, dan mendukung eks Gubernur Jawa Tengah itu,” tutupnya.

Emrus Sihombing: Ada Tujuh Alasan Yusril Jadi Bacawapes Prabowo

IDPOST.CO.ID – Pengamat komunikasi Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing menilai ada tujuh alasan Yusril Ihza Mahendra cocok menjadi calon wakil presiden.

Menurutnya, nama Yusril sangat berpotensi disandingkan dan mendampingi Prabowo atau Ganjar di Pilpres 2024.

Namun, ia beranggapan kalau Ketua Umum Partai Bulan Bintang sangat cocok dipasangkan dengan Prabowo.

“Setidaknya ada tujuh alasan utama yang baik buat Prabowo berpasangan dengan Yusril Ihza Mahendra pada Pemilu 2024,” katanya.

Pertama kata Emrus, Yusril Ihza Mahendra punya magnit elektoral yang sangat bagus, utamanya dari luar Pulau Jawa.

“Ini tentu modal elektoral bagi Prabowo memenangkan pertarungan pada Pilpres 2024 yang akan datang,” ucapnya.

Kedua, Yusril Ihza Mahendra mempunyai relasional yang sangat dekat dengan tokoh agama dan komunitas religius yang penganutnya mayoritas di negeri ini.

“Tentu ini juga merupakan modal politik elektoral pada Pilpres 2024,” ujarnya.

Ketiga, Yusril Ihza Mahendra sangat dikenal masyarakat luas secara nasional karena ketokohannya.

Keempat, Yusril Ihza Mahendra juga dikenal sebagai guru besar hukum yang kredibel dan pengacara kawakan.

“Kasus yang dibela selalu mendapat sorotan dan dukungan positif dari berbagai kalangan di tengah masyarakat,” ucap Emrus.

Kelima, pendangan profesor hukum ini acapkali mendobrak kebuntuhan hukum di ruang publik.

“Ia selalu memberikan melontarkan ide dan gagasan hukum serta menawarkan solusi hukum dalam suatu diskusi atau dialog,” tuturnya.

Keenam, Yusril Ihza Mahendra menjadi pasangan bagi Prabowo untuk menawarkan kedaulatan hukum di tanah air.

“Sebab, sampai saat ini, penanganan hukum di negeri kita masih jauh dari harapan mayoritas rakyat Indonesia,” katanya,

Dann Ketujuh, Ketua Umum Partai Bulan Bintang yang juga salah satu partai pengusung Prabowo ini, sangat rendah hati dan tidak krasak-krusuk.

“Ia malah memosisikan dirinya sebagai cawapres alternatif, jika terjadi deadlock di koalisi Prabowo,” ucapnya.

“Sebab, di koalisi ini bisa saja terjadi kekuatan tarik-menarik dengan muatan politik sektoral masing-masing partai,” lanjutnya.

“Padahal sebenarnnya, menurut henat saya, Yusril Ihza Mahendra punya kompetensi untuk Bacapres,” tutpnya.

Emrus Sihombing Sebut Yusril Bisa Dipasangkan dengan Siapa Saja Jadi Bacawapes

IDPOST.CO.ID – Pengamat komunikasi Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing, menilai nama Yusril Ihza Mahendra lebih munjual sebagai bakal calon wakil presiden (bacawapres).

Selain itu katanya, nama Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu lebih menjual dari para Gibran Rakabuming Raka dan bacapres lainya.

Yusril menerutnya, merupakan sosok yang memiliki kapabilitas, profesionalitas, leadership dan pengalaman pengelolaan pemerintahan.

“Jika kita melihat secara jujur, ada salah satu sosok yang memiliki kapabilitas, profesionalitas, leadership, manajerial, pengalaman pengelolaan pemerintahan dan sebagainya, yaitu Yusril Ihza Mahendra,” katanya, Jumat13 Oktober 2023.

Bahkan ia juga menilai kalau dengan pengalaman yang dimiliki Yusril Ihza Mahendra, ia cocok dipasangkan dengan siapapun.

“Yusril cocoknya mendampingi Ganjar atau Prabowo?. Menurut hemat saya, Yusril Ihza Mahendra sangat tepat berpasangan dengan Prabowo,” ucapna.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengatakan pihakna siap mejadi bacapesalternatif.

“Apabila Koalisi Indonesia Maju saat menentukan cawapres menemukan jalan buntu atau deadlock, saya bisa menjadi alternatif pilihan,” katanya.

Dijelaskanya, didalam internal Koalisi Indonesia Maju menentukan siapa cawapres bukanlah hal yang muda.

Sebab lanjutnya, dinamika yang terjadi didalam intenal selalu ada tarik menarik untuk menentukan usulan nama diajukan.

“Memang di koalisi ini kekuatan tarik-menarik cukup besar,” katanya.

Mentan Syahrul Yasin Limpo Diduga Korupsi, Emrus Sihombing: Jokowi Harus Bersikap

IDPOST.CO.ID – Pengamat Komunikasi Politik Emrus Sihombing meminta Jokowi untuk segera segera membuat pernyataan kalau Indonesia sedang mengalami darurat korupsi.

Hal tersebut menyikapi adanya dugaan kasus korupsi yang menyeret nama Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.

Menurut Emrus, temuan KPK dirumah dinas Mentan yakni setumpuk uang sebesar Rp 30 miliar dan 12 pucuk senjata api sangatlah tidak wajar.

“Temuan sejumlah uang yang sangat banyak dan 12 pucuk senjata menurut hemat saya sangat tidak wajar, Indonesia sudah dalam keadaan sangat darurat korupsi,” katanya.

“Untuk itu, saya mengususulkan kepada yang terhormat Bapak Presiden Jokowi agar segera membuat pernyataan dan atau keputusan bahwa Indonesia sedang mengalami darurat korupsi,” lanjutnya.

Emrus juga meminta pihak kepolisian harus mengusut tuntas kepemilikan 12 pucuk senjata api dirumah Syahrul Yasin Limpo.

“Kepemilikan senjata tersebut, patut diduga berpotensi sebagai tindakan identik suversi. Karena itu, harus diusut tuntas oleh pihak kepolisian terkait 12 pucuk senjata tersebut,” katanya.

Selain itu pihaknya juga menyarankan agar pihak kepolisian proaktif tentang bagaimana perizinan kepemilikan senjata api.

“Untuk itu, pihak kepolisian perlu proaktif melakukan penyelidikan mendalam, termasuk bagaimana pengawasan peredaran, perizinan dan kepemilikan senjata api,” ucapnya.

Emrus juga berharap agar Menteri Sekretaris Negara turut memberikan penjelasan, terkait barang inventaris mesin hitung uang di rumah dinas menteri.

“Saya menyarankan kepada Menteri Sekretaris Negara turut memberikan penjelasan, terkait barang inventaris mesin hitung uang di rumah dinas menteri,” tutupnya.

Sekretaris Mahkamah Agung Terjerat Kasus Korupsi, Emrus Sihombing: Sangat Memalukan

IDPOST.CO.ID – Emrus Sihombing Komunikog Indonesia menyebut kasus yang menyeret nama Sekretaris Mahkamah Agung (MA) nonaktif Hasbi Hasan sangat memalukan.

Pasalnya sebagai institusi peradilan yang seharusnya memberikan contoh malah melakukan tindakan yang tidak semestinya.

“Masih terus adanya mental maling (perilaku koruptif) di lembaga peradilan kita, pasti merusak seluruh sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara di negeri ini,” katanya.

“Perilaku koruptif di MA sangat-sangat memalukan. Kata yang “Agung’ itu sudah hancur lebur tidak agung lagi. Institusi tersebut kehilangan kehormatan dan menjadi rendahan,” ujarnya.

Emrus menyebut perilaki koruktif di MA sulit dihilangkan karena sudah menjadi budaya di institusi tersebut.

“Tampaknya sudah sulit merubah perilaku koruptif menjadi budaya anti korupsi di MA kita untuk menjaga ke-Agung-an institusi MA,” tuturnya.

Bahkan Emrus juga menyebut sulitnya menghilangkan budaya di MA, perlu sekiranya mengganti nama lembaga tersebut.

“Oleh karena sulitnya merubah perilaku koruptif di institusi peradilan, setidaknya nama lembaganya perlu diganti,” lanjutnya.

Perlu diketahui, Sekretaris Mahkamah Agung (MA) nonaktif Hasbi Hasan telah ditahan dalam skandal penanganan perkara di MA.

KPK juga membuka peluang menjerat Hasbi dengan pasal tindak pidana pencucian uang.

Hasbi Hasan saat ini dijerat dengan pasal suap. Dia diduga menerima aliran uang suap dari mantan Komisaris BUMN Dadan Tri Yudianto sebesar Rp 3 miliar.