Tren PHK di Industri Teknologi: Meta, Amazon, dan Google Terlibat dalam Pemecatan Massal

IDPOST.CO.ID – Perusahaan Meta, induk Facebook, dilaporkan kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), kali ini terjadi di Instagram.

PHK ini berdampak pada 60 manajer program teknis (Technical Program Manager atau TPM), yang posisinya tidak lagi dibutuhkan oleh perusahaan.

Pekerja di Instagram diberi kesempatan untuk melamar dan melakukan wawancara ulang untuk menjadi manajer program, dengan masa kerja yang akan berakhir pada bulan Maret 2024 bagi yang tidak terpilih.

Keputusan PHK Meta ini terjadi di tengah badai pemutusan hubungan kerja yang melanda perusahaan teknologi lainnya.

Amazon baru-baru ini memecat 500 karyawan di platform live streaming Twitch, sementara Google melakukan PHK terhadap 1.000 pekerja di divisi augmented reality (AR).

Langkah-langkah ini diumumkan sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk memprioritaskan investasi dan kesuksesan jangka panjang.

AI vs Manusia: Google Melangkah Maju dengan Pemutusan Hubungan Kerja Massal

IDPOST.CO.IDGoogle berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal dengan para karyawan dan menggantikannya dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Pergeseran ini menandakan dorongan terhadap implementasi teknologi yang menggantikan peran pekerja manusia.

Perubahan signifikan dalam tenaga kerja dimulai pada awal 2022, ketika Google meluncurkan kampanye era baru AI.

Divisi iklan menjadi salah satu fokus utama, di mana kecerdasan buatan digunakan dalam fitur Performa Maksimal untuk menghasilkan iklan yang lebih inovatif dan responsif terhadap tren pasar.

Fitur tersebut, yang dapat merubah iklan berdasarkan rasio klik-tayang, meminimalkan kebutuhan akan karyawan manusia dalam penjualan iklan layanan khusus Google.

Informasi dari The Information menyebutkan bahwa hampir setengah dari 30.000 karyawan di divisi periklanan Google sebelumnya bertanggung jawab atas pekerjaan ini.

Dorongan menuju otomatisasi dengan kecerdasan buatan terlihat sebagai upaya untuk meningkatkan margin keuntungan dengan mengurangi biaya operasional, terutama karena iklan berperan besar dalam pendapatan Google.

Tidak hanya Google, perusahaan lain seperti IBM dan media Axel Springer di Jerman juga melibatkan AI untuk menggantikan beberapa pekerjaan manusia.

CEO Dukaan, platform e-commerce India, bahkan menyatakan kesiapannya untuk menggantikan seluruh tim layanan pelanggan dengan bot AI, mengklaim bahwa ini lebih efisien dan ekonomis.

Dengan tren ini, sektor industri global menghadapi tantangan untuk mengakomodasi perubahan yang cepat dalam dunia kerja yang didorong oleh kecerdasan buatan.

Studi McKinsey Global Institute bahkan menunjukkan bahwa perkembangan ini bisa lebih cepat daripada perkiraan yang ada.

Goldman Sachs menemukan bahwa sekitar 300 juta lapangan pekerjaan memiliki potensi untuk digantikan oleh kecerdasan buatan, menciptakan paradigma baru di dunia kerja global.

Keputusan Kontroversial: Google Pecat Ribuan Karyawan untuk Teknologi AI

IDPOST.CO.IDGoogle telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, memengaruhi ribuan karyawan di berbagai divisi, termasuk Google Assistant dan divisi perangkat lunak.

Keputusan ini didorong oleh fokus Google pada pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Karyawan menerima pemberitahuan melalui pesan yang menyampaikan penyesalan atas keputusan tersebut.

Beberapa kritik muncul terkait pemutusan ini, dengan beberapa menyebut bahwa Google seharusnya tidak meningkatkan keuntungan dengan memecat karyawan secara sepihak.

Meskipun alasan PHK tidak diungkapkan secara rinci, dugaan muncul bahwa terbatasnya pendapatan menjadi faktor pengaruhnya.