Ratusan Warga Lereng Gunung Merapi Boyolali Gelar Tradisi Sadranan

IDPOST.ID – Warga Desa Mliwis, Kecamatan Cepogo, Boyolali kembali menggelar tradisi turun-temurun berupa peringatan Sadranan.

Tradisi ini dilakukan di tanah lapang dekat makam leluhur desa. Dalam kegiatan tersebut, warga membawa berbagai makanan untuk disantap bersama. Namun sebelum dimakan, mereka lebih dulu menggelar doa bersama yang diawali dengan dzikir dan tahlil.

Doa dipanjatkan tidak hanya untuk keselamatan keluarga dan desa setempat, tetapi juga untuk bangsa Indonesia agar selalu aman dan tentram.

“Tradisi ini dilakukan dekat dengan makam Mbah Nyai Blora, cikal bakal desa sini,” kata tokoh masyarakat setempat, Muhammad Hanafi, kepada wartawan, Sabtu(4/10/2025).

Hanafi menyebut, tradisi Sadranan menjadi wujud rasa syukur warga atas rejeki yang diberikan Tuhan.

“Kita bersyukur telah diberikan rejeki melimpah dan juga terima kasih kepada pendiri kampung ini,” ujarnya.

Ketua panitia, Mardi Utomo, menambahkan bahwa tradisi Sadranan bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga bagian dari menjaga warisan budaya leluhur.

“Kami berharap tradisi ini tetap dilestarikan agar generasi muda bisa terus menjaga nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur,” ucap Mardi.

Dengan penuh kebersamaan, tradisi Sadranan di lereng Merapi kembali menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antar warga sekaligus mendoakan kedamaian bagi bangsa.

Gunung Merapi Kembali Semburkan Guguran Lava Pijar

IDPOST.CO.IDGunung Merapi yang terletak di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah semburkan guguran lava pijar.

Dari data yang dirilis Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut, pada pukul 06.00 WIB sampai dengan 22.04 WIB, Kamis (11/7/2022) malam, Gunung Merapi teramati 23 kali.

Semburan tersebut mengarah ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter.

Guguran lava pijar kembali terjadi pada pukul 23.20 WIB, teramati 36 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter.

Kemudian guguran awan panas kembali terjadi pada pukul 00.00 WIB teramati 1 kali guguran lava ke arah selatan (Kali Boyong) dengan jarak luncur 900 meter .

Petugas BPPTKG Suraji menyatakan, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Kali Krasak, dan Kali Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.

Pada sektor tenggara, meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol 5 kilometer.

Sedangkan lontaran material vulkanik apabila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Suraji meminta kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

“Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” kata Suraji.

Ratusan Bibit Pohon Ditanam di Lereng Gunung Merapi dan Merbabu Boyolali

IDPOST.CO.ID – Untuk mencegah bencana tanah longsor, banjir dan erupsi gunung merapi, ratusan orang dari anggota TNI, Polri, perangkat desa, relawan serta BPBD Boyolali, melakukan tanam pohon.

Sebanyak 550 bibit pohon ditanam di kawasan lereng Merapi dan Taman Nasional Gunung Merbabu yang dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0724 Boyolali, Kamis 7 Desember 2023

Dandim 0724 Boyolali Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo mengatakan, penanaman bibit pohon secara serentak ini merupakan perintah dari Kasad dalam rangka karya bakti di jajaran Kodim diseluruh TNI AD.

“Penanaman secara serentak ini merupakan perintah Kasad, kegiatan ini untuk mencegah bencana akibat dari musim hujan mulai dari tanah longsor, banjir, erupsi gunung merapi, wabah penyakit demam berdarah dan wabah penyakit menular lainnya,” katanya.

Menurut Dandim, pohon yang di tanam di lereng Gunung Merapi dan Kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu tersebut adalah bibit pohon yang kuat menahan erosi banjir serta tanah longsor.

“Jenis bibit yang kita tanaman yakni, pohon wilodo,gondang,beringin, puspo, pule dan bibit pohon tesek. Dari bibit pohon tersebut tahan dari cuaca exstrem dan kuat menahan erosi banjir serta tanah longsor,” jelas dia.

Dandim berharap, bibit pohon yang ditanam tersebut dapat tembuh dan dipelihara dengan baik dan dilakukan pengecekan sekurangnya dalam dua minggu sekali.

“Kami meminta anggota Koramil Selo untuk melakukan pengecekan dua minggu sekali, sehingga tanaman tersebut dapat terpelihara dengan baik,” tandasnya.