Bupati Sidoarjo Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat Hari Guru Nasional

IDPOST.CO.IDBupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor atau yang akrab disapa Gus Muhdlor, melepas ribuan guru peserta jalan sehat dalam rangka peringatan HUT ke-78 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2023. Pada Minggu, 26 November 2023 di Alun-alun Sidoarjo.

Sebelum melepas para Peserta jalan sehat, yang terdiri dari perwakilan seluruh guru di wilayah Kabupaten Sidoarjo dari tingkat PAUD hingga SMP baik negeri maupun swasta, Gus Muhdlor mengucapkan selamat HUT ke-78 PGRI dan Hari Pendidikan Guru Tahun 2023

Gus Muhdlor menjelaskan bahwa para guru yang mengikuti jalan sehat ini memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi emas 2045. Harapannya dalam kegiatan ini mampu merekatkan para guru dalam mencapai tujuan tersebut.

Selain itu, Gus Muhdlor juga memberi pesan tentang keamanan dalam berkendara. Ia mengharapkan para guru yang mengikuti jalan sehat untuk memberikan kesempatan kepada pengguna jalan lainnya.

Setelah memberikan pesan tersebut, Gus Muhdlor melepaskan jalan sehat secara resmi, “Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, jalan sehat resmi dibuka dan diberangkatkan,” ujarnya.

Pada acara pemberangkatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Tirto Adi, Ketua PGRI Kabupaten Sidoarjo Edy Wuryanto, dan beberapa pengurus PGRI Kabupaten Sidoarjo lainnya.

Kegiatan jalan sehat ini menjadi momen yang spesial bagi para guru dalam peringatan HUT ke-78 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2023. Para peserta dapat menjalin silaturahmi dan mempererat hubungan antar sesama guru di Kabupaten Sidoarjo.

Dalam suasana yang penuh semangat, para guru melangkah kaki dengan gembira dalam rangka menunjukkan kecintaan mereka sebagai pengajar dan pejuang pendidikan. Kegiatan ini pun menjadi ajang refresing untuk para guru yang sudah bekerja keras dalam dunia pendidikan.

Kegiatan jalan sehat dalam rangka HUT ke-78 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2023 diharapkan dapat menjadi semangat bagi para guru dalam menggapai tujuan mereka di dunia pendidikan. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia.

Sanitasi Baik Berkontribusi Positif Menekan Angka Stunting

IDPOST.CO.ID, SIDOARJO – Stunting saat ini mendapatkan perhatian khusus di setiap Kabupaten/kota di Indonesia. World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia menetapkan standar angka stunting sebuah negara dibawah angka 20%.

Sementara angka stunting berdasar Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) di tahun 2022 di wilayah Kabupaten Sidoarjo mengalami kenaikan dari 14,8 persen jadi 16,1 persen. Hal tersebut terkait Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang belum dilaksanakan oleh sebagian besar masyarakat.

DR. Koen Irianto Uripan, tenaga ahli Bidang Pengembangan Perubahan Perilaku dan Bidang Sanitasi dalam paparannya menyampaikan indikator problem stunting salah satunya adalah sanitasi. Hal itu diungkapkan saat memberi materi dalam peringatan hari Kartini di Pendopo Delta Wibawa Kabupaten Sidoarjo.

“Sanitasi yang buruk serta keterbatasan akses pada air bersih akan mempertinggi risiko stunting pada anak. Bila anak tumbuh di lingkungan dengan sanitasi dan kondisi air yang tidak layak, dapat memengaruhi pertumbuhannya,” tuturnya.

Di depan para kader kesehatan ia katakan bahwa anak yang hidup dalam lingkungan dengan sanitasi yang tidak layak memiliki resiko 40% akan mengalami stunting. Sedangkan rumah tangga yang memiliki sanitasi baik berkontribusi positif dalam menekan angka kejadian stunting.

“Sanitasi yang buruk dapat menimbulkan penyakit infeksi pada balita serta diare dan cacingan yang dapat mengganggu proses pencernaan dalam penyerapan nutrisi. Jika kondisi ini terjadi dalam waktu lama dapat mengakibatkan stunting,” kata Koen.

Penyediaan sanitasi yang layak dan aman menjadi sangat penting dalam percepatan penurunan stunting pada balita di Sidoarjo. Semua diperlukan upaya serta kerja keras bersama semua pihak agar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Pembagunan sarana air dan sanitasi dalam upaya untuk pengentasan stunting menuju Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul menjadi kewajiban semua pihak, baik dari pemerintah pusat dan daerah, masyarakat dan mitra pembangunan,” pungkas Koen, Jum’at (05/05/2023)

Sebelumnya Gus Muhdlor sapaan akrab Bupati Sidoarjo memaparkan bahwasanya permasalahan stunting tidak hanya masalah gizi, tetapi juga persoalan gaya hidup, salah satunya Open Defecation (OD) atau buang air besar sembarangan (BABS).

“Di Kabupaten Sidoarjo masih ada 5.827 keluarga yang perlu diberikan edukasi agar tidak BABS. Sudah ada penurunan 800 dari angka sebelumnya yang mencapai 6.696 keluarga. Dan itu adalah hasil upaya tanpa henti para kader kesehatan,” ungkapnya

Melalui program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Bupati Sidoarjo mengajak kader penggerak kesehatan Kabupaten Sidoarjo lebih semangat mengkampanyekan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk mencegah stunting.

Teguh