Gus Yahya Ajak Baca Satu Miliar Shalawat Nariyah

IDPOST.CO.ID – Momentum peringatan dan perayaan Hari Nasional Santri (HSN) 2023, menyedot perhatian banyak pihak.

Hal tersebut nampak dari sejumlah klaster yang mengiringi HSN dengan antusiasme warga melimpah.

Menyaksikan hal ini, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menjawabnya dengan mengajak warga hadir dalam agenda Semiliar Selawat Nariyah.

Semiliar Selawat Nariyah, masuk dalam kategori acara yang diyakini akan memenuhi rasa lapar ruhaniyah warga.

“Malam ini ba’da shalat isya’ berjamaah, akan dilaksanakan pembacaan satu miliar Shalawat Nariyah,” kata Gus Yahya, Sabtu 21 Oktober 2023 kepada pers di Surabaya.

Gus Yahya sendiri tampak antusias menyimak perkembangan setiap mata acara, hingga agenda tadi pagi, Jalan Sehat bersama jutaan warga di Jl Gebernur Suryo, Surbaya.

Sejak memasuki Oktober 2023, banyak pihak mengangankan dan menginginkan Oktober menjelma Bulan Santri, sebagaimana Juni bulan Bung Karno dan Desember Bulan Gus Dur.

Gus Yahya memberi penekanan tersendiri untuk klaster selawat ini. “Semiliar Selawat Nariyah ini akan dilaksanakan oleh seluruh warga Nahdlatul Ulama di seluruh daerah, utamanya juga adalah seluruh struktur NU di seluruh tingkat kepengurusan, Lembaga, Badan Otonom, Pondok Pesantren, dan seluruh unit bidang amaliyah NU, termasuk lembaga² pendidikan NU.”

Setelah meninggalkan Satu Abad NU yang telah menjelma limpahan barokah bagi warga NU dan bangsa Indonesia dan memasuki abad kedua NU, Gus Yahya berharap, Semiliar Selawat Nariyah bisa menjadi pagar yang melindungi warga dan umat manusia.

“Dengan pembacaan satu miliar Shalawat Nariyah ini, kita harapkan keberkahan dan kemaslahatan terlimpahkan kepada kita semua, Bangsa Indonesia,” ujar Gus Yahya.

Atas dasar manfaat dan tradisi baik berselawat, maka Gus Yahya menganjurkan agar kegiatan ibadah yang menjadi salah satu agenda unggulan HSN 2023, diikuti oleh segenap warga nahdliyin dan segenap umat Islam.

“PBNU menyerukan kepada seluruh warga NU dan juga seluruh umat Islam dari berbagai kalangan, untuk melaksanakan pembacaan Shalawat Nariyah ini,” seru Gus Yahya.

“Kapan itu? Ya hari ini, Sabtu, 21 Oktober 2023, dengan diawali Sholat Isya’ berjamaah, untuk kejayaan negeri,” ujar Gus Yahya.

Untuk di Surabaya, kagiatan Semiliar Selawat Nariyah akan dilaksanakan di Masjid Al Akbar, Surabaya.

Alasan Hari Santri 2023 Dipusatkan di Surabaya, Gus Yahya: Pusat dari Pertarungan

IDPOST.CO.ID – Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil atau Gus Yahya jelaskan alasan Hari Santri 2023 dipusatkan di Surabaya.

Gus Yahya menyebut kalau Surabaya tidak lepas dari sejarah Resolusi Jihad yang digaungkan para ulama pada 22 Oktober 1945.

“Saat itu, mereka berkumpul di Surabaya dan meminta pemerintah memobilisasi warganya untuk jihad fii sabilillah, mempertahankan NKRI dari upaya sekutu untuk menjajah kembali,” katanya.

Selain itu dijelaskanya, kalau Surabaya menjadi pusat dari pertarungan untuk mempertahankan NKRI.

“Surabaya menjadi pusat dari pertarungan mempertahankan NKRI. Peristiwa itu menjadi titik penting sebagai pondasi keberlangsungan proklamasi,” jelas Gus Yahya.

Ia berharap untuk tetap memperjuangkan perjuangan para pahlawan dan meneladani kepahlawanan mereka.

“Mari jangan sampai kejayaan yang telah diperjuangkan para pahlawan itu batal di masa depan karena kita tidak mampu meneladani kepahlawanan mereka,” tutupnya.

Gus Yahya Ingatkan Pentingnya Jihad Bagi Santri

IDPOST.CO.ID – Momentum Hari Santri 2023, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf sebut pentingnya peran santri dalam membangun negeri.

Hal tersebut disampaikan Gus Yahya sapaan akrabnya saat melepas Jalan Santai Hari Santri 2023 di Surabaya, Sabtu 21 Oktober 2023.

“Peran itu antara lain terwujud dari semangat jihad fi sabilillah yang sudah digelorakan sejak zaman perang kemerdekaan,” katanya.

Disebutkanya peran santri dalam jihad fii sabilillah diantaranya mempertahankan NKRI, menjaga Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945.

“Mari kita berjihad. Sebab negara ini didirikan dengan jihad. Masa depannya juga harua diperjuangkan dengan jihad. Jihad santri, jayakan negeri,” tegas Gus Yahya.

Negeri ini, kata Gus Yahya, tidak akan berjaya tanpa jihad dari warganya.

“Jihad yang dilandasi semangat kepahlawanan sebagaimana diteladankan para pahlawan demi tegaknya Indonesia,” ujarnya.