Persiapan Hak Angket DPR RI, Proses dan Langkah Menuju Keadilan Pemilu 2024

IDPOST.CO.ID – Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, menjelaskan bahwa pengguliran hak angket di DPR RI terkait dugaan kecurangan dalam Pemilu 2024 masih menunggu rekomendasi dari Tim Khusus.

Tim ini dikenal sebagai Tim Hukum Pembela Demokrasi dan Keadilan Ganjar-Mahfud.

Saat berada di Kawasan Jakarta Pusat Hasto menyebut pihaknya masih menunggu rekomendasi dari tim khusus.

“Tim khusus ini langsung ya di bawah arahan dari para ketua umum partai dan juga direction langsung dipimpin langsung pasangan calon yaitu Pak Ganjar dan Prof Mahfud MD,” katanya.

Menurut Hasto, tim khusus tersebut saat ini tengah mengumpulkan fakta-fakta terkait dugaan kecurangan dalam Pemilu 2024 serta melakukan pengkajian lebih lanjut.

“Terkait dengan berbagai upaya baik hukum maupun politik dan juga penggalangan terhadap kelompok-kelompok pro demokrasi yang sangat peduli untuk menyelamatkan suara rakyat dan demokrasi. Telah dibentuk tim khusus. Tim khusus inilah yang sekarang sedang mengumpulkan berbagai fakta-fakta di dalam penyelenggaraan pemilu,” ungkapnya.

Hasto menambahkan, “Berbagai skenario politik, hukum, dan opsi-opsi sedang dikaji oleh tim khusus tersebut.”

Terkait apakah hak angket nantinya akan digulirkan untuk pemakzulan Presiden Jokowi, Hasto enggan berspekulasi secara tergesa-gesa.

“Ini kan baru dikaji, terhadap kemungkinan penggunaan aspek strategi hukum, strategi politik, termasuk masukan dari para pakar telematika, ini tentu saja nantinya akan menjadi masukan yang sangat penting di dalam pengambilan keputusan dari yang akan diusulkan direkomendasikan oleh tim khusus yang telah dibentuk oleh para ketua umum partai politik bersama pasangan calon Ganjar Mahfud,” pungkasnya.

Hasto Kristiyanto: Pernyataan Jokowi Ciptakan Sentimen Negatif

IDPOST.CO.ID – Presiden Joko Widodo, atau Jokowi, telah menyatakan bahwa presiden boleh berkampanye dan memihak. Respons dari PDIP pun datang dengan tegas.

Hasto Kristiyanto, Sekjen DPP PDI Perjuangan, menyatakan bahwa pernyataan Jokowi telah menimbulkan sentimen negatif.

Baginya, pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka merupakan gambaran dari Jokowi tiga periode yang selama ini ditolak oleh PDIP bersama dengan kelompok pro demokrasi, budayawan, cendekiawan, dan kekuatan yang memperjuangkan pemeliharaan konstitusi.

Menurut Hasto, pernyataan Jokowi tidak hanya melanggar etika politik, tetapi juga prinsip dasar negara yang baik. PDIP menilai bahwa ada ambisi kekuasaan dari Jokowi dalam Pilpres 2024.

“Bayangkan saja, Pak Jokowi telah menjabat sebagai presiden selama dua periode, dan konstitusi melarang perpanjangan masa jabatan. Dengan ketegasan Pak Jokowi untuk berkampanye, ini menunjukkan secara tidak langsung ambisi kekuasaan untuk tiga periode. Publik kini mempertanyakan berbagai rekayasa hukum yang dilakukan di Mahkamah Konstitusi untuk memuluskan kemenangan Gibran,” ungkapnya.

Hasto juga menyoroti lokasi kunjungan kerja Jokowi dan wilayah kampanye Ganjar Pranowo. Menurutnya, lawan politik Pasangan Ganjar-Mahfud sangat khawatir.

“Ganjar Pranowo adalah presiden rakyat, dekat dengan rakyat kecil, memiliki program yang diterima luas untuk mengatasi kemiskinan, dan menampilkan model kepemimpinan yang bersatu dengan rakyat, ditambah dengan ketegasan Prof Mahfud MD,” katanya.

“Itulah yang ditakuti dari Ganjar-Mahfud, hingga lebih dari sepertiga pengusaha yang berkontribusi pada perekonomian nasional didorong untuk mendukung pasangan 02,” tambahnya.

Hasto juga menyinggung pernyataan Jokowi yang disampaikan di depan Menteri Pertahanan Prabowo, dan jajaran TNI. Baginya, hal tersebut tidak pantas.

“TNI adalah kekuatan pertahanan yang seharusnya netral. Namun, hal itu justru menunjukkan adanya motif untuk melibatkan TNI, setidaknya secara psikologis,” jelasnya.

“Jadi, akhirnya terungkap mengapa banyak intimidasi. Ganjar-Mahfud dihadapkan pada serangan dari semua arah, meskipun kami yakin kekuatan rakyat tidak dapat ditahan dan akan memberikan perlawanan terhadap penyalahgunaan kekuasaan yang terjadi,” tegasnya.

Netralitas Jokowi dalam Pilpres 2024 Jadi Sorotan PDIP

IDPOST.CO.ID – Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menyatakan harapannya agar Presiden Joko Widodo tetap netral dalam Pilpres 2024.

Menurutnya, sebagai kepala negara, Jokowi seharusnya tidak memihak dalam kontestasi politik, dan sikap politiknya akan dinilai oleh rakyat dari tindakannya ke depan.

“Ya, rakyat kan akhirnya melihat juga, bahwa tugas seorang pemimpin Indonesia melindungi segenap bangsa, tumpah darah Indonesia,” ujar Hasto kepada wartawan pada Kamis (11/1/2024).

Hasto menegaskan bahwa seorang presiden, selaku kepala negara dan kepala pemerintahan, diharapkan untuk tetap netral.

Jokowi sendiri telah beberapa kali menyatakan niatnya untuk tetap netral dalam Pemilu, dan Hasto berharap bahwa ucapan tersebut akan dibuktikan melalui tindakan nyata.

“Dan itu disampaikan oleh Bapak Presiden, maka tinggal rakyat menunggu apakah pemimpin ini satu kata dan perbuatan,” katanya.

Menurut Hasto, konsistensi sangat penting dari seorang pemimpin. Jika Jokowi telah menyatakan niatnya untuk tetap netral, maka kepala negara seharusnya tidak melakukan tindakan yang menunjukkan sebaliknya.

“Ini yang kita harapkan konsistensi dari seorang pemimpin,” tambah Hasto.

Kedekatan Spiritual Ma’ruf Amin dan Megawati: Pose Tiga Jari sebagai Simbol

IDPOST.CO.ID – Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, memberikan tanggapan mengenai pose tiga jari yang dilakukan oleh Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 PDIP.

Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa tindakan tersebut adalah bentuk persahabatan antara Ma’ruf Amin dan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Hasto menjelaskan bahwa Ma’ruf Amin memiliki kedekatan khusus dengan Megawati Soekarnoputri, dan tanda tiga jari yang ditunjukkan bukanlah tanda netralitas politik dalam Pemilu.

Menurut Hasto, persahabatan antara keduanya sangat dalam, dan mereka sering mengadakan pertemuan dalam berbagai kesempatan. Ia juga menyebut bahwa keduanya memiliki karakteristik spiritual yang hampir sama.

“Kedua pemimpin sering berdialog dan karakter spiritualitas mereka tidak jauh berbeda,” kata Hasto.

Hasto menambahkan bahwa kehadiran Ma’ruf Amin pada acara perayaan HUT PDIP memberikan warna tersendiri dan memberikan semangat pada perayaan ulang tahun tersebut. Ia juga menyatakan bahwa Ma’ruf Amin memahami makna kebenaran dalam politik.

“Momen ini menunjukkan bahwa kehadiran Bapak Kiai Haji Ma’ruf Amin memberikan semangat dan warna pada perayaan ulang tahun ke-51 ini,” tambahnya.

Sebelumnya, Ma’ruf Amin melakukan pose tiga jari bersama para petinggi PDIP dan undangan lainnya saat sesi foto bersama dalam perayaan HUT PDIP di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Pose tiga jari adalah ciri khas PDIP yang melambangkan persatuan antara rakyat, petani, dan pekerja.

TPN Ganjar-Mahfud Tak Habis Pikir, Rapat Internal PDI-P Tahu-tahu Didatangi Intelijen

IDPOST.CO.ID – Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD mendapat informasi yang cukup mengusik ketenangan.

Deputi Hukum TPN Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Todung Mulya Lubis, mengatakan bahwa dirinya memperoleh informasi dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto perihal kedatangan sejumlah anggota intel pada kegiatan internal PDI-P di Palu, Sulawesi Tengah.

Kata Todung, informasi dari Hasto tersebut juga mengatakan jika petugas intel tersebut sampai masuk ke ruangan. Padahal itu acara yang berlangsung di sana merupakan internal PDI-P.

“Mereka masuk ke ruangan, ada sebagian yang di luar tapi sebelumnya sudah ada juga yang datang ke Kantor PDI-P di sana,” kata Todung saat konferensi pers di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Jalan Cemara 19, Jakarta Pusat, Selasa (21/11/2023).

Petugas intel tersebut seolah datang dan menjaga kegiatan atau acara yang sedang dilakukan oleh internal PDI-P.

“Dan konon katanya ada intel yang duduk di sana, di dalam rapat PDI-P di Palu,” urainya.

Todung menambahkan, dari cerita Hasto saat berada di Kantor DPC PDI-P Palu, jumlah anggota polisi yang hadir sekitar delapan orang.

“Minggu lalu itu (Hasto) mengadakan kunjungan ke Palu, kunjungan kerja sedang memberikan pengarahannya di DPC PDI-P Palu,” terang Todung.

Todung mengimbau kepada semua pihak untuk sama-sama menjaga netralitas, terutama aparat penegak hukum dalam masa Pemilu 2024.

“Bayangkan kalau kita punya pemerintahan yang tidak punya legitimasi, apakah mereka akan efektif? apakah mereka akan produktif? Saya meragukan itu,” ujarnya.

 

Berbeda Pandangan Politik, PDIP Tetap Dukung Pemerintahan Jokowi

IDPOST.CO.ID – Meski berbeda pandangan politik di Pilpres 2024, PDIP dipastikan akan tetap dukung pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto dalam keterangannya, Minggu 5 Oktober 2023.

Hasto memastikan meskipun PDIP dan Jokowi berbeda pandangan politik, pihaknya tidak akan mengurangi profesionalitas.

Terutama katanya, menteri yang dari PDIP dipastikan akan tetap menjaga stabilitas pada Pemilu 2024.

“Pak Jokowi dan KH Maruf Amin itu satu kesatuan. PDIP tetap berjuang menjaga stabilitas politik pemerintahan. Maka, menteri-menteri dari PDIP tetap menjalankan tugas bagi bangsa dan negara,” katanya.

Selain itu, Sekjen PDIP tersebut juga menuturkan PDIP tidak akan menarik menterinya dari kabinet Jokowi-Ma’ruf.

Mereka akan tetap mengawal pemerintahan ini sampai masa jabatannya habis pada 2024.

“Itu memang komitmen dari PDI-P,” katanya.

“Meskipun beliau sudah berubah, tapi tugas PDI-P untuk bangsa dan negara tetap dikedepankan, sehingga kami mengawal Jokowi-Ma’ruf Amin satu kesatuan sampai menyelesaikan tugas pada akhir jabatannya,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Jokowi disinyalir kuat mendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024.

Meski merupakan kader PDIP, Gibran justru menyeberang ke kubu Prabowo.

Manuver dari putra sulung Jokowi itu diduga menjadi pertanda pecahnya hubungan keluarga sang Presiden dengan PDIP.

Apalagi putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, yang saat ini memimpin Partai Solidaritas Indonesia (PSI) juga telah mendeklarasikan dukungan partainya kepada Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.

Bocoran Cawapres Ganjar Pranowo Berinisial M

IDPOST.CO.ID – Nama bakal calon wakil presiden (cawapres) pendamping Ganjar Pranowo berinisial M.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Hanura, Benny Rhamdani, Selasa 17 Oktober 2023.

Benny Rhamdani menyebut siapa cawapres Ganjar merupakan kewenangan para ketua umum partai politik (parpol) pendukung.

“Artinya kan gini, kalau memutuskan siapa cawapres itu kan urusan dewa-dewa gitu ya diputuskan oleh para ketum partai,” katanya.

Lalu, mengenai bakal cawapres Ganjar Pranowo, Benny mengungkapkan inisialnya M.

“(Cawapres Ganjar) inisialnya M, jadi inisialnya M,” katanya.

Namun, Benny enggan mengungkapkan siapa sosok M yang dimaksud itu.

Sebelumnya, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto menyebut pihaknya bakal mengumumkan calon wakil presiden (cawapres) pendamping Ganjar Pranowo.

Pengumuman tersebut bakal dilakukan di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat.

Harto menyebut sebelum pengumuman Megawati menugaskan DPP PDIP untuk berkoordinasi dengan TPN Ganjar Presiden.

“Dengan melihat dinamika yang ada pada akhirnya Ibu Megawati Soekarnoputri menugaskan DPP PDIP untuk berkoordinasi dengan TPN Ganjar Presiden,” katanya.

“Sehingga besok pada hari Rabu tanggal 18 Oktober 2023 pada jam 10.00 WIB tepat, akan diumumkan siapa calon wakil presiden yang akan mendampingi Pak Ganjar Pranowo,” lanjutnya.

Nama bakal cawapres Ganjar yang akan diumumkan sudah disepakati dan sudah melakukan perenungan mendalam.

“Pencermatan juga dilakukan cukup lama. Jadi pertemuan kalau Ibu Mega bisa dilakukan di ruang-ruang publik, jadi enggak ada sesuatu yang disembunyikan, enggak ada yang dirahasiakan,” katanya.

“Pokoknya rahasianya, bahwa yang dicalonkan betul-betul hasil perenungan yang mendalam dan sesuai dengan tantangan yang dihadapi bangsa kita saat ini,” jelas Hasto.

Nama Bakal Cawapres Ganjar Pranowo Hasil Perenungan Mendalam Megawati

IDPOST.CO.ID – Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto menyebut pihaknya bakal mengumumkan calon wakil presiden (cawapres) pendamping Ganjar Pranowo.

Cawapres pendamping Ganjar Pranowo akan diumumkan Megawati pada Rabu 18 Oktober 2023 sekitar pukul 10.00 WIB.

Pengumuman tersebut bakal dilakukan di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat.

Harto menyebut sebelum pengumuman Megawati menugaskan DPP PDIP untuk berkoordinasi dengan TPN Ganjar Presiden.

“Dengan melihat dinamika yang ada pada akhirnya Ibu Megawati Soekarnoputri menugaskan DPP PDIP untuk berkoordinasi dengan TPN Ganjar Presiden,” katanya.

“Sehingga besok pada hari Rabu tanggal 18 Oktober 2023 pada jam 10.00 WIB tepat, akan diumumkan siapa calon wakil presiden yang akan mendampingi Pak Ganjar Pranowo,” lanjutnya.

Nama bakal cawapres Ganjar yang akan diumumkan sudah disepakati dan sudah melakukan perenungan mendalam.

“Pencermatan juga dilakukan cukup lama. Jadi pertemuan kalau Ibu Mega bisa dilakukan di ruang-ruang publik, jadi enggak ada sesuatu yang disembunyikan, enggak ada yang dirahasiakan,” katanya.

“Pokoknya rahasianya, bahwa yang dicalonkan betul-betul hasil perenungan yang mendalam dan sesuai dengan tantangan yang dihadapi bangsa kita saat ini,” jelas Hasto.