Usai Jadi Janda, Asri Welas: Banyak yang Deketi Pejabat hingga Pengusaha!

IDPOST.ID – Potret baru kehidupan cinta Asri Welas pasca berpisah dari Galiech Ridha Rahardja mulai menarik perhatian.

Pasalnya, selebritis yang karab disapa Welas ini mengaku banyak yang mendekatinya bahkan dari berbagai kalangan.

Hal ini diungkapkannya usai menghadiri gala premiere film ‘Kang Solah From Kang Mak x Nenek Gayung’ di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (20/9/2025) malam.

“Kalau ditanya ada yang deketin enggak selama ini, saya bilang banyak. Dari mulai musisi ada, pejabat ada, pengusaha ada,” ujar Welas dengan santai di hadapan awak media.

Wanita kelahiran Jakarta, 7 Maret 1979 itu menjelaskan bahwa para pria tersebut kerap menghubunginya via telepon. Meski demikian, Welas memilih bersikap terbuka namun tetap hati-hati.

“Mereka telepon ke saya, ya kan boleh kalau memang mau telepon dan jadi teman. Kan mereka juga tahu sendiri saya siapa, cuma yang menentukan kepada siapa saya menjatuhkan pilihan, nanti lah,” tutur mantan istri Galiech tersebut.

Akan Sandang Status Janda, Inara Rusli Mau Jadi Istri Kedua

IDPOST.CO.ID – Inara Rusli mengaku kalau ia tidak keberatan menjadi dan dijadikan istri kedua.

Hal tersebut disampaikan Inara Rusli dalam kanal YouTube milik Atta Halilintar.

Sampai detik ini Inara Rusli dan Virgoun masih menjalani proses perceraian di Pengadilan Agama.

Dengan resminya bercerai dengan Virgoun, Inara Rusli akan menyandang sttatus sebagai janda.

Dalam video tersebut, Atta menyinggung dengan pertanyaan Inara mau tidak dijadikan istri kedua.

Minyakipi hal tersebut Inara langsung merasatidak keberatan.

Bahkan ia juga akan langsung mempertimbangkan kalau lamaran menjadi istri kedua tersebut datang dari istri yang bersangkutan.

Dia menekankan pentingnya calon suaminya nanti menjadi pribadi yang baik, memahami kewajiban agama, dan menghormati Allah.

Inara Rusli meyakini bahwa dalam era saat ini, pertimbangan-pertimbangan seperti itu sangat penting.

“Ya kalau istrinya yang melamar, kalau yang mencarikan istrinya. Dianya juga baik, dianya juga ngerti agama, takut sama Allah ya mau dapat gimana lagi coba kalau zaman sekarang kan?” terang Inara

Selain itu, Inara Rusli menjelaskan bahwa dia akan memastikan bahwa pernikahan yang sudah ada dari pria yang ingin menjalin hubungan poligami dengan dirinya berada dalam keadaan yang baik.

“Kalau hubungan rumah tangga mereka baik-baik saja, nggak ada yang gimana-gimana, terus si suaminya sendiri juga orang yang bertanggung jawab, beriman kenapa nggak?” lanjut Inara

Baginya, faktor kunci adalah suami yang bertanggung jawab dan setia.

Kesiapan Inara Rusli untuk menjelajahi poligami membuat Atta Halilintar kehilangan kata-kata.

Dia terkesan dengan pandangannya dan mengakui bahwa jarang menemukan wanita dengan pemikiran seperti Inara Rusli.

“MashaAllah, jarang lo ada perempuan yang bisa seperti itu,” kata Atta Halilintar,” ujar Atta.

Dalam penjelasannya, Inara Rusli berargumen bahwa poligami, jika dilakukan dengan bertanggung jawab, lebih baik daripada pasangan yang terlibat dalam hubungan di luar pernikahan.

Dia menyoroti risiko-risiko yang terkait dengan hubungan semacam itu, termasuk penularan penyakit, dan menekankan pentingnya menjalankan ajaran agama.

Terlihat bahwa Inara Rusli telah dengan cermat mempertimbangkan perspektifnya tentang poligami, dengan memperhatikan prinsip-prinsip agama dan nilai-nilai pribadi.

Janda di Banyuwangi Dipandang Negatif, Balawangi Bentuk Banom

IDPOST.CO.ID, BANYUWANGI – Menjalani hidup sebagai singgel parent alias janda kerap dipandang negatif, bahkan, tak sedikit dari mereka di era modern ini masih saja diperlakukan diskriminatif oleh sebagian orang.

Atas dasar tersebut, organisasi kemasyarakatan (ormas) Balawangi membentuk Badan otonom (Banom) yang fungsinya melindungi hak asasi perempuan penyandang status janda di kabupaten Banyuwangi, Jawa timur.

Ketua bidang Litbang dan kaderisasi Balawangi Dedik Hendrawan mengatakan, organisasi perempuan Balawangi ini diberi nama Jaringan Anti Diskriminasi Wanita Banyuwangi (Jandawangi).

“Ini sebagai wadah atau sarana penyalur aspirasi bagi para singgel parent Banyuwangi, selain itu juga sebagai wadah gerakan untuk mendorong meningkatnya kesejahteraan bagi kaum perempuan serta mendukung pencegahan kekerasan, diskriminasi terhadap perempuan dan anak perempuan,” jelasnya pada Kamis, (27/04/2023).

“Wanita Banyuwangi saat ini harus mulai sadar bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk akses sumber daya, Akses terhadap ekonomi, politik, sosial, dan sebagainya”, ungkap Dedik.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua umum (Ketum) Balawangi Agus Setyawan menyatakan, Jandawangi hadir sebagai manifestasi tujuan gerakan ormas Balawangi dalam membantu mewujudkan tujuan Negara sebagaimana amanat Undang-undang  Nomor 17 tahun 2013 tentang Ormas.

“Jandawangi hadir ditengah-tengah perempuan karena melihat situasi dan kondisi dimana masih banyak perempuan di masa kini mengalami kekerasan dan perlakukan diskriminatif”, terangnya.

Agus kemudian melanjutkan, bagi mereka yang mengalaminya tentunya butuh dukungan semangat untuk terus berjuang agar tidak terus terpuruk.

“Jandawangi forum perempuan yang berfungsi sebagai sarana untuk saling berbagi, saling memotivasi sesama kaum hawa, serta sebagai wadah perempuan guna mengembangkan ketrampilan agar bisa berdaya”, pungkasnya. (*)