IGRA Sampang Terdorong Dengan Upaya Himpaudi Tentang Akreditasi Lembaga PAUD

IDPOST.CO.ID, SAMPANG – Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur (Jatim), binaan Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Cabang Sampang mengaku terdorong dengan lembaga PAUD binaan Himpaudi.

Terdorongnya IGRA terhadap lembaga PAUD yang dibina Himpaudi lantaran banyak lembaga yang sudah mengajukan akreditasi. Sehingga mereka juga tertarik untuk mengajukan akreditasi.

Pengurus IGRA Kecamatan Jrengik Ali Mahfud, mengaku tertarik dengan upaya Himpaudi Sampang yang sering melakukan pembinaan akreditasi pada lembaga PAUD. Sehingga dengan demikian ia juga memulai ikut melakukan pembinaan pada PAUD binaan IGRA.

“Dengan ketertarikan tersebut IGRA Sampang juga baru memulai melakukan pembinaan terhadap RA PAUD Ar Rahman yang ada di Dusun Lembung, Desa Mlakah Kecamatan Jrengik, dan Alhamdulillah ini satu-satunya lembaga yang mau mengajukan akreditasi,” jelasnya pada idpost.id Jumat (26/05/23).

Ali Mahfud kemudian menyatakan, dengan akreditasi itu berharap bisa meningkatkan mutu pendidikan, sehingga dengan demikian bisa diikuti oleh lembaga RA PAUD yang lain.

“akreditasi lembaga bagi kami sangat penting, agar kami bisa mengetahui tolak ukur, kelayakan pelayanan pendidikan di dalam lembaga,” paparnya, (Fauzi).

Seorang Anak Perempuan Bawah Umur di Sampang Jadi Korban Bejat Ayah Tiri Hingga Hamil 8 Bulan

IDPOST.CO.ID, SAMPANG – Seorang anak perempuan dengan inisial SF yang masih berumur 16 tahun asal warga Desa Pacangga’an, Kecamatan Pangarengan, Sampang, Madura, diketahui sedang hamil hingga 8 bulan.

Kehamilan anak perempuan yang masih dibawah umur itu diketahui lantaran kecurigaan ibu kandungnya yang melihat perut anaknya semakin membesar dan kakinya membengkak.

Karena khawatir terjadi sesuatu pada anak perempuannya itu, kemudian ibu kandungnya membawanya ke pondok bersalin Desa (Polindes) Gulbung. Setelah dilakukan pemeriksaan, bidan setempat menyarankan agar dibawa ke RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang.

Tidak puas dengan itu, ibunya lalu membawanya ke dukun bayi, dan hasilnya disampaikan kalau anaknya sedang hamil. Mendengar hal itu keesokan harinya ia memastikan dengan melakukan USG ke RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang dan dinyatakan kalau anak perempuannya itu hamil 8 bulan.

Dengan peristiwa tersebut, ibu kandungnya kemudian melaporkan ke Polres Sampang pada  Jum’at (19/05/2023) sekitar jam 13.44 WIB, ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Atas laporan tersebut, Kapolres Sampang AKBP Siswantoro menyatakan, melalui unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) langsung melakukan pemeriksaan terhadap SF dan ibu kandungnya. Dari hasil pemeriksaan tersebut SF mengaku kalau pelakunya adalah MR yang merupakan ayah tirinya.

Dalam pengakuannya itu, ia disetubuhi dan dicabuli oleh ayah tirinya sejak ia duduk dibangku kelas 5 SD hingga ia beranjak SMP.

“Setelah dilakukan penyelidikan personil unit PPA beserta anggota team Resmob Sat. Reskrim Polres Sampang melakukan penangkapan terhadap RM di rumahnya Desa Pacanggan, pada hari Senin 22/05/2023),” jelasnya.

Kapolres Sampang kemudian melanjutkan, saat dilakukan penyidikan, tersangka MR (48 tahun) mengakui perbuatannya yang telah menyetubuhi dan mencabuli anak tirinya SF.

“Atas perbuatannya itu tersangka di jerat Pasal 81 ayat (1), (3) subs Pasal 82 ayat (1), (2) UU RI NO. 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perpu) Nomor 01 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun ditambah 1/3 vonis hukuman” pungkasnya.***

Tiga Jenis Tanaman, Jadi Pilihan Warga Desa Kara Kecamatan Torjun saat Musim Kemarau

IDPOST.CO.ID, SAMPANG – Memasuki musim kemarau warga Desa Kara, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur (Jatim) lebih memililih menanam cabe, kacang, dan jagung.  Sebab, tanaman tersebut yang paling cocok dengan kondisi tanah.

Warga memilih tanaman seperti cabe, kacang, dan jagung karena tanaman tersebut tidak banyak membutuhkan air, sehingga untuk kebutuhan air warga Desa Kara memanfaatkan sungai kecil yang airnya mengalir dari Waduk Klampis Desa Keramat, Kecamatan Kedungdung.

Penanggung Jawab (PJ) Kepala Desa (Kades) Kara Muhdi mengatakan, mata pencaharian warganya mayoritas sebagai petani, dan memasuki musim kemarau tanaman yang menjadi pilihan warganya,  yakni cabe, kacang, dan jagung.

“Kalau masyarakat disini (red: kara) pada musim kemarau menanam kacang, jagung, dan cabe,” ujarnya pada idpost.id, Kamis (25/05/23).

Lebih rinci Muhdi menjelaskan tentang tiga jenis tanaman yang ditanam oleh warganya itu. menurutnya, tanaman tersebut di tanam ditempat yang berbeda, misalkan di Dusun Tenggi menanam Cabe, Dusun Munduh menanam kacang dan jagung, Dusun Songkalan menanam kacang dan jagung, dan Dusun Kara Timur menanam Cabe.

“Jadi tanaman itu tidak ditanam dalam satu Desa, Karena Desa Kara ada empat dusun, sehingga tanaman tersebut disesuaikan dengan letak geografisnya,” ungkapnya.

Sedangkan yang menjadi persoalan ketika memasuki musim kemarau, warganya kesulitan mendapatkan air bersih. Namun untuk kebutuhan tanaman disawah, warga setempat masih bisa menampung air sungai ke tandon yang mengalir dari waduk kelampis.

“Mayoritas masyarakat kara ini, memiliki mesin tandon yang digunakan untuk menampung air yang teraliri dari waduk klampis,” imbuhnya. (Fauzi)

Capaian Akreditasi PAUD di Kabupaten Sampang, Tertinggi Kecamatan Jrengik

IDPOS.CO.ID, SAMPANG – Dari 35 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura, Jatim, sebanyak 31 lembaga sudah mengajukan akreditasi pada lembaga yang berwenang.

Jumlah tersebut merupakan angka tertinggi dalam capaian akreditasi lembaga PAUD dibandingkan dengan Kecamatan yang lain.

Ketua Himpunan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kecamatan Jrengik Abu Suja’ mengatakan dari 35 lembaga PAUD, hanya 4 lembaga yang masih belum mengajukan akreditasi.

“Capaian akreditasi ini, tidak lepas dari peran pengurus Himpaudi yang sering mendampingi, dan membina puluhan lembaga di kecamatan Jrengik,” ujarnya ketika usai visitasi akreditasi ke salah satu lembaga PAUD di Kecamatan Jrengik pada Rabu, (24/05/2023).

Lanjut Abu Suja’, dari angka tersebut sudah 99 persen lembaga PAUD Kecamatan Jrengik telah mengajukan akreditasi, sedangkan untuk sisanya ia memastikan akan menuntaskan tahun ini.

“Kami bersama pengurus Himpaudi se Kecamatan Jrengik, sering turun ke lembaga PAUD untuk memberikan pembinaan dan memberikan pengertian tentang pentingnya akreditasi, dan hasilnya cukup memuaskan,” ucapnya.

Dengan demikian, ia menyampaikan terimakasih pada lembaga PAUD se Kecamatan Jrengik yang sudah berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan bagi anak usia dini.

“Kami sampaikan terimakasih pada pengurus Himpaudi Kabupaten Sampang, yang telah sabar melakukan pembinaan,” tuturnya.

Untuk diketahui, dari 35 PAUD di Kecamatan Jrengik, 14 lembaga tergolong Satuan PAUD Sejenis (SPS), sedangkan 21 lembaga PAUD lainnya tergolong Kelompok Bermain (KB). (Fauzi)

Himpaudi Sampang Berupaya Semua PAUD di Sampang Terakreditasi

IDPOST.CO.ID, SAMPANG – Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kabupaten Sampang, Madurà, Jatim, melakukan visitasi akreditasi pada setiap lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se Kabupaten Sampang.

Visitasi akreditasi tersebut dilakukan, untuk mengetahui kondisi objektif dalam menentukan predikat atau peringkat akreditasi lembaga PAUD.

Ketua Cabang Himpaudi Kabupaten Sampang Ust Matjerillah mengatakan, sangat mendorong dengan adanya visitasi akreditasi lembaga PAUD, sehingga dengan demikian ia mengaku sudah memberikan pembinaan pada setiap lembaga.

“Kami selalu memberikan binaan secara langsung pada lembaga PAUD, melalui kegitan pertemuan rutin Himpaudi kabupaten sampang dan Himpaudi kecamatan,” ujarnya.

Ia kemudian berharap, visitasi akreditasi Lembaga PAUD di Kabupaten Sampang bisa tuntas di tahun 2024. Sebab, berdasarkan progres sementara capaian akreditasi PAUD seperti di Kecamatan Jrengik mencapai 99%, Kecamatan Pangarengan 80%, Kecamatan Sampang 50%, Kecamatan Omben 30 %, Kecamatan Camplong 28%, Kecamatan Kedungdung 25%, Kecamatan Sreseh 15%, Kecamatan Tambelangan 10%, dan Kecamatan Torjun 8%.

“Sedangkan kecamatan lainnya, masih tahap penilaian sispena dan insya Allah akan dilaksanakan visitasi pada tahap III ini. Seperti di Kecamatan Karangpenang yang mulanya tidak ada lembaga yang mau akreditasi, justru saat ini sudah mulai ada yang mau,” jelasnya pada Rabu, (24/05/2023).

Matjerillah melanjutkan, semua itu atas upaya pengurus Himpaudi yang sering melakukan pembinaan ke bawah agar lembaga PAUD sadar dengan visitasi akreditasi.

“Maka dari itu, kami berharap pada lembaga PAUD yang masih belum tersentuh akreditasi sama sakali, agar segara berkoordinasi dengan pengurus Himpaudi kabupaten Sampang, guna dibimbing dan dihimbau dalam akreditasi ini,” pungkasnya.

Terkait hal itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang, melalui Kepala Bidang (Kabid) PAUD Rahmad Arianto mengatakan, dengan dilakukan akreditasi, lembaga bisa mengetahui keberadaan sekolahnya yang memenuhi Standar Nasional Pendidikan.

Bahkan akreditasi ini, juga sebagai bahan evaluasi lembaga terhadap pelayanan, kinerja, dan program kerjanya.

“Disdik siap memberikan pendampingan pada lembaga PAUD yang akan mengikuti akreditasi,” pungkasnya. (Fauzi)