Peringati Hari Bhayangkara ke 78, Forkopimcam dan Kades se Pangarengan Gelar Lomba Seni Suara Burung Perkutut

IDPOST.CO.ID – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara yang ke 78, Forum Pimpinan Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Madura, menggelar lomba seni suara burung perkutut se Madura di lapangan AKN birhdfum Desa Pangarengan, pada Selasa, (02/07/2024).

Kegiatan tersebut dihadiri dari perwakilan Kapolres Sampang, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pangarengan, semua Kepala Desa (Kades) dan Pj Kades se Kecamatan Pangarengan.

Mereka sangat berantusias memperhatikan dan menikmati suara kicauan burung perkutut yang sedang dilombakan. Pengaturan jalannya perlombaan juga berlangsung efektif yang diatur oleh bagian bidang konkurs dan penjurian persatuan pelestarian perkutut seluruh Indonesia (P3SI).

Kapolres Sampang melalui Kabaglog Polres Sampang Kompol K. Sutaryo dalam sambutannya menyampaikan dengan adanya perlombaan seni suara burung perkutut tersebut diharapkan dapat bermafaat khususnya bagi masyarakat Kecamatan Pangarengan dan bagi masyarakat Madura pada umumnya.

“Dengan kegiatan yang positif ini mudah-mudahan mendapatkan manfaat, yakni menimbulkan rasa saling menjaga khususnya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas),” jelasnya.

Ia kemudian menyarankan agar kegiatan positif tersebut dapat dipertahankan dan dilestarikan, sehingga keamanan tetap terjaga dan kondusif, apalagi sebentar lagi menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

“Selain menjaga keamanan yang kondusif, semoga kegiatan ini juga bisa meningkatkan kualitas burung-burung yang dipelihara,” tandasnya.

Kemudian ditempat yang sama, Kepala Desa (Kades) Pangarengan Mochammad Aksan menyatakan jumlah peserta lomba seni suara burung perkutut sebanyak 204 burung yang diikuti dari berbagai Daerah terutama dari Daerah pulau Madura. Bahkan ada juga peserta yang hadir dari luar Madura.

“Perlombaan seni suara burung perkutut ini dibagi 3 kelas, diantaranya kelas piyek bebas dengan jumlah peserta sebanyak 84 burung, piyek yunior sejumlah 60 burung, dan piyek hanging sejumlah 60 burung,” jelasnya.

Mochammad Aksan yang ahli berternak burung perkutut itu kemudian melanjutkan, perlombaan seni suara perkutut yang dibagi tiga kelas tersebut dilombakan selama empat babak. Ia juga menyampaikan secara rinci pemenang lomba dari masing-masing kelas.

Berikut nama pemenang lomba seni suara burung perkutut dalam perayaan hari Bhayangkara yang ke 78:

Kelas piyek bebas dimenangkan oleh:

1. Nomor gantangan 19, nama burung anak ajaib, nama pemilik tim wins, asal Banjarmasin.

2. Nomor gantangan 45, nama burung Adinawa, nama pemilik tim AKN, asal Sampang, Madura.

3. Nomor gantangan 17, nama burung kaisar ababil, nama pemilik tim ababil, asal Sampang, Madura.

Kelas piyek hanging dimenangkan oleh:

1. Nomor gantangan 27, nama burung dua sejoli, nama pemilik Tohir, asal Kecamatan Karang Penang, Sampang, Madura .

2. Nomor gantangan 60, nama burung pawang, nama pemilik Ust. Diqi, asal Kecamatan Omben, Sampang, Madura.

3. Nomor gantangan 43, nama burung kangen, nama pemilik tim SHD, asal Kecamatan Ketapang, Sampang, Madura.

Kelas piyek yunior dimenangkan oleh:

1. Nomor gantangan 111, nama burung Bodrek, nama pemilik kent BF, asal Yogyakarta.

2. Nomor gantangan 137, nama burung hud hud, nama pemilik H. Risal Adiwarna, asal Sampang, Madura.

3. Nomor gantangan 125, nama burung Mr. Yomeg, nama pemilik Semmil, asal Sampang, Madura.

Untuk diketahui, dalam peringatan HUT Bhayangkara yang 78 tersebut juga terdapat rangkaian kegiatan pemberian sembako pada sejumlah kaum dhuafa’ dan anak yatim.

Pemberian sembako tersebut diserahkan langsung oleh Kapolres Sampang melalui Kabaglog, didampingi oleh Forkopincam Pangarengan, dan semua Kades dan Pj Kades se Kecamatan Pangarengan.

Kapolres Sampang Bersama Tomas Pangarengan Deklarasikan Kampung Bebas Narkoba

IDPOST.CO.ID, SAMPANG – Kapolres Sampang AKBP Siswantoro meresmikan posko kampung bebas Narkoba di Desa Pacanggaan, Kecamatan Pangarengan, Sampang.

Dalam peresmian tersebut Kapolres Sampang diidampingi oleh Wakapolres, PJU Polres Sampang, Forpimcam Pangarengan, Instansi Pemerintah terkait, Tokoh Masyarakat, dan Ulama setempat.

Setelah proses peresmian, mereka kemudian melakukan deklarasi kampung bebas Narkoba sebagai bentuk upaya memberantas peredaran narkoba di Kota Bahari.

Kapolres Sampang AKBP Siswantoro dalam sambutannya menjelaskan, peresmian kampung bebas dari narkoba tersebut merupakan komitmen pihak kepolisian dalam melaksanakan program Kapolri serta Pemerintah untuk melakukan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di wilayah Sampang.

“Dalam hal ini tentu saja kami bersama dengan semua stakeholder, serta banyak pihak, seperti masyarakat, pemerintah Desa dan Kecamatan , Lembaga Anti Narkotika dan banyak pihak lain bekerjasama untuk memberantas narkotika di Kabupaten Sampang,” jelasnya, pada Jumat (8/9/23).

Ia berharap langkah awal itu menjadi pilar penyebaran semangat dan pengetahuan mengenai bahaya narkoba bagi generasi penerus bangsa di desa lainnya.

“Semoga hal ini menjadi langkah awal yang baik untuk memerangi, menekan dan memberantas peredaran narkoba di Kabupaten Sampang,” pungkasnya.

Di tempat yang sama Tokoh Masyarakat H.Saihul Islam dalam sambutannya menyampaikan, Narkoba adalah sebagai bentuk penjajahan yang merusak generasi muda, maka narkoba harus bersih dari Desa Pacanggan pada khususnya dan kabupaten Sampang pada umumnya.

“Narkotika ini sebagai bentuk penjajahan pada bangsa kita dengan merusak generasi muda , tidak ada lagi perang dengan senjata, tak ada lagi perang fisik,dan merupakan produk iblis , maka narkoba harus kita perangi secara bersama sama” jelasnya.

“Dengan diresmikannya posko kampung bebas dari Narkoba  tersebut Desa Pacanggan bisa menjadi Desa percontohan tingkat Kabupaten, Provinsi, bahkan tingkat Nasional,” tandasnya. (Ali)

Alami Kekeringan, Polres Sampang Kirimkan Bantuan Air Bersih ke Warga Desa Asemnonggal Jrengik

IDPOST CO.ID, SAMPANG – Kapolres Sampang AKBP Siswantoro, memberikan bantuan air bersih pada warga Desa Asemnonggal, Kecamatan Jrengik, Sampang, Madura, Jatim.

Kedatangan Kapolres Sampang ke Desa Asemnonggal didampingi oleh Wakapolres Sampang Kompol Jalaludin, dan pejabat utama Polres Sampang. Kemudian mereka langsung memberikan bantuan air bersih dan sejumlah paket sembako pada warga.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan kegiatan Jum’at Curhat di Desa Asemnonggal dan itu bagian dari kegiatan yang spesial dalam menyambut HUT Bhayangkara ke-77 pada  tanggal 1 Juli 2023.

“Kegiatan ini merupakan program komunikasi dua arah antara Polri dengan masyarakat untuk membahas permasalahan seputar Kamtibmas dan pelayanan Polri terhadap masyarakat,” terang Kapolres Sampang AKBP Siswantoro, pada Jumat (30/06/23).

Ia kemudian menyampaikan terimakasih pada Forkopimcam Jrengik, Pj. Kades Asemnonggal beserta perangkat Desanya, anggota BPD Desa Asemnonggal, dan seluruh tokoh masyarakat yang ikut hadir dalam kegiatan tersebut.

Kapolres berjanji akan mengirimkan air bersih sebanyak 2 tangki dalam setiap minggunya, dan berharap agar air tersebut digunakan masyarakat yang mengalami kekurangan air bersih selama bulan kemarau.

“Saat mendengarkan keluhan warga di acara Jum’at Curhat tersebut, Kami akan mengirimkan air bersih sebanyak 2 tangki setiap minggunya,” pungkasnya.(Ali)

Seorang Kakek Miskin yang Viral di Medsos Dapat Bantuan Dari Kapolres Sampang

IDPOST.CO.ID, SAMPANG – Seorang kakek miskin Budali (82) asal Dusun Seloros, Desa Batuporo Barat, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, Jatim, mendapat bantuan sembako dan santunan dari Kapolres Sampang.

Kakek miskin tersebut sebelumnya sempat viral di media sosial (medsos), media online, dan media televisi.

Baca juga: DPRD Sampang Gelar Rapat Paripurna LKPJ Bupati Ta.2022

Sehingga dengan demikian Kapolres Sampang AKBP Siswantoro didampingi oleh Kasat Binmas Polres Sampang AKP Moh. Mohni, KBO Sat. Lantas Iptu Syafriwanto, Kasi Humas Ipda Sujianto dan Forkopimcam Kedundung, serta sejumlah tokoh masyarakat dan karang taruna Desa setempat, bersama-sama mendatangi rumah kakek tersebut.

Untu menuju rumah kakek miskin tersebut, mereka agak kesulitan lantaran kondisi jalannya berbatu dan berlumpur, namun hal itu tidak mengurungkan niat Kapolres Sampang untuk membantu orang yang butuh uluran tangannya.

Baca juga: Jihadis Disebut-sebut Sudah Siapkan Aksi Teror untuk Israel Demi Eksistensi

Kapolres Sampang AKBP Siswantoro menyatakan setelah melihat rekaman video dan membaca beberapa link media online, ia sudah berencana mengajak anggotanya untuk mengunjungi rumah kakek Budali, karena ia sangat membutuhkan kepedulian dari orang lain.

“Mulai pertengahan bulan Maret 2023 kemarin kami sudah berencana untuk mengunjungi rumah kakek Bunali, namun karena terbentur dengan kegiatan  kedinasan kami baru bisa berkunjung ke rumahnya,” terangnya pada Rabu 29 Maret 2023.

Baca juga: Akibat Hujan dan Angin Kencang, Tebing Sisi Barat Jembatan Ki Ronggo Bondowoso Alami Longsor

Ditempat tersebut, AKBP Siswantoro memberikan bantuan sosial berupa paket sembako dan uang santunan, ia menyampaiakan permohonan maaf karena baru bisa mengunjungi rumahnya.

Ia kemudian, mendoakan kakek tersebut agar tetap sehat dan segera sembuh dari penyakitnya yang baru melakukan pengobatan operasi hernia.

“Semoga kakek selalu diberi kesehatan dan penyakitnya lekas sembuh,” ucapnya.

Baca juga: Cepat Buat Haus, Makanan dan Minuman Ini Harus Dihindari Saat Puasa

Kemudian Kasi Humas Polres Sampang Ipda Sujianto menambahkan selain membantu Budali, mereka juga memberikan bantuan pada Saje’i yang merawat kakek tersebut.

Menurutnya, pihaknya sempat mengalami kesulitan ketika menuju rumah kakek tersebut karena kondisi jalan yang rusak parah. Bahkan, Kapolres Sampang sempat turun dari kendaraan dinasnya dan pindah kendaraan milik tokoh masyarakat setempat, karena jalan tersebut bisa dilewati kendaraan yang menggunakan four wheel drive (4WD) atau penggerak 4 roda.

Baca juga: Korban Puting Beliung Pasuruan, Belum Terima Bantuan Dari Pemerintah

Setelah selesai memberikan bantuan mereka melewati jalur Desa Birem Tambelangan, karena kondisi jalan yang dilalui tidak memungkinkan untuk dilewati kendaraan lagi.***