Stok Obat Menipis, Warga Sukabumi Bertahan dengan Keluhan Gatal dan Nyeri Badan

IDPOST.CO.ID – Sejumlah warga terdampak banjir Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mulai mengeluhkan terserang gatal-gatal dan nyeri dibadan.

Bahkan keluhan tersebut dirasakan oleh warga sejak dua hari belakangan ini pasca bencana banjir.

Salah satu warga yang mengeluh yakni (42), warga Kampung Cieurih, Desa Datar Nangka, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi.

Disebutkanya kalau ia merasa pusing dan kulit kakinya terserang gatal-gatal akibat banjir.

Keluhan itu disampiakan Atikah saat ditemui di posko kesehatan yang dibuka oleh Puskesmas Sagaranten di sekolah Madrasah pada Sabtu (7/12/2024) pagi.

“Sejak banjir, saya merasa pusing dan kaki gatal. Pokoknya sering lemas dan pusing, tadi baru saja berobat,” katanya.

Atikah juga menyebutkan bahwa banyak warga lainnya yang juga terserang penyakit serupa, seperti gatal-gatal kulit, pusing, mual, dan nyeri badan.

Koordinator tim kesehatan di Kampung Cieurih, Rizky Ramdan, menjelaskan penyakit gatal yang dialami korban banjir di Sukabumi disebabkan oleh air banjir yang tercemar.

“Keluhan pasien pascabanjir ini antara lain gatal-gatal, nyeri badan, dan meriang. Banyak warga yang kehujanan saat memindahkan barang-barang mereka, jadi kakinya banyak yang terendam air kotor,” ujar Ramdan.

Selain gatal-gatal, warga juga banyak yang mengeluhkan nyeri badan dan meriang.

“Makanan juga kekurangan, jadi lambung mereka terkena, dan kami khawatir nanti ada yang mencret. Asupan nutrisi, terutama untuk anak-anak, juga harus segera terpenuhi sambil menunggu bantuan,” jelasnya.

Sambil menunggu bantuan datang, korban banjir di Sukabumi yang mengalami sakit dan gatal-gatal hanya diberikan obat satu kali makan atau minum, karena stok obat di Puskesmas dan apotek terdekat sudah mulai menipis.

Hati-hati, Orang Sehat Minum Kopi Berisiko Picu Penyakit Jantung

IDPOST.CO.ID – Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang sehat yang mengonsumsi lebih dari empat cangkir kopi setiap hari berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung.

Menurut The New York Post, yang mengutip sebuah penelitian terbaru yang dipresentasikan pada Pertemuan Tahunan American College of Cardiology 2024 (ACC Asia 2024) pada tanggal 15 Agustus, disebutkan bahwa “konsumsi lebih dari 400 mg kafein per hari meningkatkan risiko penyakit jantung, bahkan pada orang yang sehat.”

Para peneliti mendefinisikan ‘konsumsi kronis’ sebagai konsumsi minuman berkafein lima hari dalam seminggu selama lebih dari setahun. Penelitian ini berfokus pada teh, kopi, dan minuman berkarbonasi.

Para peneliti menganalisis 92 orang sehat dengan tekanan darah normal berusia antara 18 hingga 45 tahun. Dari jumlah tersebut, 19,6% mengonsumsi lebih dari 400 mg kafein setiap hari. Jumlah ini setara dengan 4 cangkir kopi, 10 kaleng soda, atau 2 minuman berenergi.

Dari hasil pengujian tekanan darah dan detak jantung, dipastikan bahwa mengonsumsi lebih dari 400 mg kafein setiap hari memiliki dampak signifikan pada sistem saraf otonom, dengan detak jantung dan tekanan darah yang meningkat seiring waktu. Gejala ini lebih terasa pada orang yang mengonsumsi lebih dari 600 mg kafein (6-7 cangkir kopi) per hari.

“Konsumsi kafein yang kronis mempengaruhi sistem saraf otonom, bahkan membuat orang sehat berisiko terkena tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular lainnya,” kata Dr. Nency Kagathara, peneliti dan dokter di Jiddus Medical College and Hospital di Dahod, India risiko ini penting untuk meningkatkan kesehatan jantung bagi semua orang,” katanya.

“Meningkatkan kesadaran akan risiko ini sangat penting untuk meningkatkan kesehatan jantung bagi semua orang,” tambahnya.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) mengatakan bahwa mengonsumsi 400 mg kafein per hari “umumnya tidak dikaitkan dengan efek negatif yang berbahaya”, namun mengakui bahwa beberapa orang mungkin lebih sensitif terhadap kafein dan memiliki tingkat metabolisme yang berbeda.

Mayo Clinic, sebuah pusat medis akademis nirlaba Amerika, melaporkan bahwa konsumsi hingga 400 mg kafein tampaknya aman bagi sebagian besar orang dewasa yang sehat.

Berbeda dengan penelitian ini, penelitian tahun lalu menemukan bahwa zat antioksidan seperti polifenol dan katekin yang terkandung dalam kopi dan teh dapat membantu mengurangi risiko kanker. Studi lain menegaskan bahwa semakin banyak kopi hitam yang Anda minum secara rutin, semakin Anda menekan kenaikan berat badan.

Pada tahun 2021, sebuah penelitian melaporkan bahwa mengonsumsi 75 mg kafein setiap 4 jam dapat mengalami perbaikan mood yang berkelanjutan sepanjang hari, dan aroma kopi dapat meningkatkan daya ingat.

Menkes Sangat Optimis Aturan Turunan UU Kesehatan Bisa Rampung Agustus 2024

IDPOST.CO.ID – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin optimis aturan turunan dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan akan kelar pada Agustus 2024 tepat satu tahun diundangkan UU Kesehatan.

Pelu diketahi, terdapat 101 rancangan peraturan pemerintah (PP), 2 Peraturan Presiden (Perpres), 161 Peraturan Menteri Kesehatan (PMK).

“UU ini akan hapuskan 11 UU menjadi 1 UU, hapuskan 26 PP jadi 1 PP, sebanyak 8 Perpres dihapus menjadi 5 Perpres, kemudian menghapus 2 Kepres jadi 1 Keppres, dan sederhanakan 329 PMK jadi 14 PMK diharapkan diharapkan selesai pada bulan agustus 2024 ini,” kata Budi dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI di Senayan, Jakarta Pusat, Senin (8/7/2024).

Sementara itu ia juga menyebut Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) akan sampai di meja Presiden Joko Widodo pekan ini.

“Ini PP yang Inshaallah dalam minggu ini ditandatangani oleh presiden. RPP Kesehatan ini mencabut 26 peraturan pemerintah yang ada dan 5 Perpres yang ada. Kemudian RPP ini akan diamanahkan dituliskan 4 Perpes baru, 1 Keppers baru,” ujarnya.

Penyusunan UU Kesehatan yang menggunakan omnibus law dan melahirkan berbagai peraturan di bawahnya untuk simplifikasi jumlah dan substansinya. Budi menilai banyak regulasi yang ditulis di level peraturan menteri kesehatan yang ditulis ketidaksesuaian dengan kondisi sekarang.

Oleh karena itu momen ini sekaligus merapihkan di sektor kesehatan yang lebih rapih, terstruktur, sistematis dan sederhana sehingga tidak membuat pusing masyarakat.

“Kalau harmonisasi kita harapkan segera selesai bulan depan kita selesaikan harmonisasi dengan K/L dan penetapannya,” pungkasnya.

Efek Tak Terduga Konsumsi Daun Kratom Bagi Kesehatan

IDPOST.CO.ID – Banyak orang beranggapan konsumsi daun kratom memberikan manfaat bagi kesehatan. Namun, anggapan tersebut bisa saja keliru, jika kratom dikonsumsi dalam jangka panjang.

Konsumsi daun kratom membawa berbagai bahaya saat dikonsumsi dalam jangka panjang, termasuk risiko ketergantungan dan kecanduan karena kandungan alkaloidnya yang memengaruhi reseptor opioid di otak.

Selain itu, konsumsi daun kratom dapat menyebabkan risiko overdosis, terutama jika dikonsumsi bersama zat lain.

Berikut ini beberapa bahaya lainnya dari mengonsumsi daun kratom bagi kesehatan, dikutip dari American Addiction Center.

  1. Mulut kering

Mulut kering adalah salah satu efek samping umum yang dilaporkan oleh pengguna kratom. Kondisi ini terjadi karena kratom dapat mengurangi produksi air liur, menyebabkan rasa kering dan tidak nyaman di mulut. Mulut kering dapat mempersulit berbicara atau menelan dan meningkatkan risiko masalah gigi dan mulut seperti kerusakan gigi, infeksi gusi, dan bau mulut.

  1. Detak jantung cepat

Detak jantung cepat atau takikardia adalah efek samping yang mungkin terjadi akibat konsumsi daun kratom. Kratom mengandung alkaloid yang dapat memengaruhi sistem saraf otonom, yang mengatur fungsi jantung. Penggunaan kratom, terutama dalam dosis tinggi, dapat meningkatkan denyut jantung dan menyebabkan perasaan berdebar-debar atau detak jantung tidak teratur.

  1. Rasa gatal

Rasa gatal adalah efek samping yang sering terjadi ketika mengomsumsi kratom. Efek ini kemungkinan disebabkan oleh pelepasan histamin dalam tubuh sebagai respons terhadap alkaloid dalam kratom. Meskipun biasanya tidak berbahaya, rasa gatal dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan iritasi kulit. Menggaruk berlebihan dapat menyebabkan luka dan infeksi kulit.

  1. Peningkatan buang air kecil

Peningkatan frekuensi buang air kecil adalah efek samping yang dapat dialami oleh beberapa pengguna kratom. Hal ini terjadi karena kratom memiliki sifat diuretik ringan yang dapat meningkatkan produksi urine, merangsang ginjal untuk memproduksi lebih banyak urine, dan menyebabkan lebih seringnya buang air kecil.

  1. Sembelit

Sembelit adalah masalah yang sering dialami oleh pengguna kratom. Alkaloid dalam kratom, seperti mitragynine, dapat memengaruhi sistem pencernaan dengan mengurangi pergerakan usus, menyebabkan tinja menjadi keras dan sulit dikeluarkan.

Untuk mengatasi sembelit, pengguna kratom dapat meningkatkan asupan serat dalam diet mereka, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian, serta memastikan untuk minum banyak air.

Pecahkan Rekor, Negara dengan Warga yang Alami Stres Setiap Harinya

IDPOST.CO.ID – Kabar mengejutkan datang dari negara Swedia yang dikabarkan jumlah warganya banyak yang mengalami stres.

Peryataan menghebohkan tersebut disampaikan oleh peneliti perusahaan IF (Skadeförsäkring AB) baru-baru ini.

Dalam peneitianya disebutkan kalau masyarakat yang mengalami stres di Swedia meningkat sebanyak tujih kali lipat selama dekade terakhir.

Lonjakan tersebut bedasarkan berbagai sumber yang terpercaya belum pernah terjadi di Swedia.

“Angka-angka ini mengkhawatirkan dan harus ditanggapi dengan serius. Pekerjaan preventif diperlukan berdasarkan pendekatan terpadu, di mana pemberi kerja mengambil tanggung jawab untuk menghentikan berkembangnya stres kronis pada karyawan,” kata Kristina Ström Ulsson dari If.

Tingkat stres di Swedia telah meningkat sebesar 42 persen dibandingkan tahun lalu, dengan 51 persen warganya menyatakan bahwa stres menyebabkan penurunan signifikan dalam pekerjaan mereka.

Skadeförsäkring AB adalah perusahaan asuransi dengan setidaknya 3,6 juta pelanggan di Swedia, Finlandia, Denmark, Norwegia, Latvia, Estonia, dan Lituania.

Berdasarkan studi perusahaan, 88 persen pekerja di negara-negara tersebut mengalami stres setiap hari.

Wajib Tahu, Risiko Kesehatan Jangka Panjang dari Ketidakteraturan Menstruasi

IDPOST.CO.ID – Sebuah penelitian terbaru yang melibatkan 71.341 perempuan telah menyoroti kekhawatiran tentang semakin muda usia anak perempuan mulai menstruasi, terutama di kelompok ras dan etnis tertentu.

Studi ini dilakukan dalam kerjasama antara Harvard TH Chan School of Public Health, Institut Nasional Ilmu Kesehatan Lingkungan (NIEHS), dan Apple, dan menyimpulkan bahwa banyak gadis dan remaja putri mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur selama bertahun-tahun.

Hal ini dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan seperti penyakit kardiovaskular, penyakit metabolik seperti diabetes, dan jenis kanker tertentu.

Dengan memanfaatkan data pelacakan siklus dari iPhone dan Apple Watch, serta survei, penelitian ini bertujuan untuk lebih memahami siklus menstruasi, risiko kesehatan, dan kondisi ginekologi.

Meskipun temuan ini tidak sepenuhnya mewakili populasi AS secara keseluruhan karena rekrutmen dari media sosial, temuan ini mencerminkan tren yang diamati dalam penelitian lain, termasuk pemeriksaan usia menstruasi selama 50 tahun di antara perempuan kulit putih dan kulit hitam.

Studi tersebut mengungkapkan adanya penurunan rata-rata usia menstruasi pertama yang mengkhawatirkan, turun menjadi 11,9 tahun pada mereka yang lahir antara tahun 2000 dan 2005 dibandingkan dengan 12,5 tahun pada mereka yang lahir antara tahun 1950 dan 1969.

Peserta mengidentifikasi diri mereka sebagai orang Asia, kulit hitam non-Hispanik, atau multiras secara konsisten melaporkan usia rata-rata menstruasi pertama lebih awal dibandingkan peserta kulit putih.

Zifan Wang, penulis utama studi tersebut, menekankan pentingnya mengatasi siklus menstruasi yang tidak teratur sejak dini, karena siklus tersebut dapat menjadi indikator kejadian kesehatan di masa depan.

Data tersebut juga menyoroti proporsi anak perempuan yang mengalami menstruasi sangat dini, sebelum usia 11 atau bahkan 9 tahun, dalam beberapa tahun terakhir lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kelahiran lebih awal.

Shruthi Mahalingaiah, penulis senior studi tersebut, menggarisbawahi pentingnya periode dini sebagai penanda kondisi kesehatan di masa depan, dan menekankan perlunya kesadaran dan pendidikan di kalangan orang tua dan penyedia layanan kesehatan.

Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap tren menstruasi lebih awal antara lain adalah obesitas pada masa kanak-kanak, paparan bahan kimia yang mengganggu endokrin, dan pola makan yang buruk.

Studi ini menyoroti pentingnya intervensi dini dan mendorong faktor-faktor yang meningkatkan kesehatan untuk mengurangi risiko yang terkait dengan menstruasi dini.

Ketika penelitian terus mengungkap kompleksitas kesehatan menstruasi, mengatasi tren ini menjadi hal yang sangat penting dalam menjaga kesejahteraan anak perempuan dan perempuan muda.

Minum Es Saat Batuk: Memecah Mitos dan Mengungkap Fakta dari Perspektif Kesehatan

IDPOST.CO.ID – Mungkin peryataan berikut sering anda dengar saat hendak meminum es yang bisa menyebabkan batuk atau sakit tenggorokan.

Namun, apakah hal tersebut benar? Dokter Umum dan Health Educator, dr Kevin Mak, memberikan penjelasan yang menarik terkait dengan mitos ini.

Dokter Kevin Mak menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak memiliki dasar ilmiah.

Sebaliknya, beberapa studi dan dokter luar negeri bahkan menyarankan minum es saat mengalami kondisi radang seperti pada amandel atau gusi yang bengkak.

Pernyataan ini disampaikan oleh dr Kevin dalam akun TikToknya @drkevinmak pada Rabu (10/1/2024).

Menurut dr Kevin, gejala batuk dan pilek di Indonesia umumnya disebabkan oleh infeksi virus, ditambah dengan penurunan daya tahan tubuh akibat perubahan cuaca.

Oleh karena itu, minum es tidak memiliki kaitan dengan memperparah kondisi tersebut.

Namun, perlu diingat bahwa kualitas air yang digunakan untuk membuat es bisa menjadi perhatian penting.

Beberapa daerah atau oknum di Indonesia cenderung tidak memperhatikan kualitas air yang digunakan, membuat es menjadi tidak higienis dan dapat mengandung bakteri yang sudah terkontaminasi virus.

Hal ini dapat berujung pada memperparah kondisi batuk atau sakit tenggorokan.

Selain itu, polusi udara di kota-kota besar juga menjadi faktor yang tidak dapat dielakkan. Kondisi tubuh yang lelah akibat aktivitas harian juga dapat memperburuk kondisi kesehatan.

Dalam konteks ini, dr Kevin menjelaskan bahwa minum es saat kondisi batuk atau sakit tenggorokan tidak dilarang.

Namun, penting untuk tetap memperhatikan kondisi tubuh, memastikan sumber air yang digunakan bersih, tidak berlebihan, dan menjaga daya tahan tubuh.

“Jadi, kalau Anda mau minum es, itu sah dan boleh-boleh saja, tetapi pastikan sumbernya bersih, tidak berlebihan, dan jaga daya tahan tubuh Anda,” ungkap dr Kevin.

Dengan demikian, masyarakat dapat tetap menikmati minuman es tanpa perlu khawatir tentang dampak buruk pada kesehatan mereka, asalkan memperhatikan faktor-faktor yang disebutkan oleh dr Kevin tadi.

Ini Dia Manfaat Suplemen Selain untuk Daya Tahan Tubuh

IDPOST.CO.ID – Perubahan iklim belakangan ini membuat reaksi tubuh bermacam-macam. Selain itu, polusi udara tentu juga menjadi pemicu sumber penyakit bagi tubuh.

Menjaga kemungkinan buruk dan datangnya penyakit, alangkah baiknya jika mengantisipasi sedini mungkin. Salah satunya dengan menerapkan gaya hidup sehat serta mengkonsumsi suplemen untuk daya tahan tubuh. Ini bisa dimulai dari menjaga pola makan, istirahat cukup juga diperlukan untuk memberi waktu pada tubuh agar kembali bugar.

Paling tidak, aktivitas fisik harus dilakukan selama 30 menit setiap harinya. Jika kualitas udara sedang tidak bagus bisa dilakukan dalam rumah, misalnya melakukan senam di rumah atau membersihkan rumah selama 30 menit juga membantu lho.

Selain olahraga dan makan makanan sehat, manajemen stres juga memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan. Karena stres dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga penting untuk mengurangi stres.

Mengurangi stres bisa melakukan beberapa hal seperti meditasi, yoga, atau aktivitas yang memberikan rasa nyaman sehingga dapat membantu mengelola stres secara efektif. Namun lebih baik lagi jika tetap mengkonsumsi suplemen jika merasa belum cukup seimbang.

Vitamin D3 bersama dengan mineral Zinc dapat memberikan dukungan ekstra dalam menghadapi polusi udara dan masa pancaroba. Mengkonsumsi secara rutin dapat melindungi diri dari dampak kesehatan negatif yang ditimbulkan oleh polusi udara dan masa pancaroba.

Kedua vitamin tersebut telah terbukti efektif dalam menghadapi dampak polusi udara dan masa pancaroba. Keduanya bersifat antioksidan yang memiliki peran penting dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang disebabkan dari radikal bebas yang ada saat udara tercemar.

Saat tubuh terasa tidak enak karena dampak dari polusi dan masa pancaroba, mengkonsumsi suplemen tambahan memang sangat penting. Karena akan membantu daya tahan tubuh kembali fit.

Jika ingin mengkonsumsi herbal, bisa menggabungkan rempah-rempah seperti jahe, kunyit, temulawak, cengkeh, dan lada hitam. Rempah-rempah ini juga dapat memberikan manfaat besar dalam mengkondisikan tubuh agar lebih kuat dalam menghadapi berbagai penyakit yang menyerang tubuh.