Grand Sahid Jaya Siapkan Hadiah Mobil Bagi Penonton KLa Project di Malam Tahun Baru 2024! Mau Ikutan?

IDPOST.CO.ID – Grand Sahid Jaya kembali mengumumkan rangkaian acara di malam pergantian tahun 2024. Setelah meraih sukses dalam gelaran konser diva Ruth Sahanaya pada pergantian malam Tahun Baru 2022-2023, hotel legendaris di kawasan Jalan Sudirman Jakarta Pusat ini kembali akan merayakan Tahun Baru 2023-2024.

Kali ini grup musik legendaris KLa Project bakal menjadi bintang utama perayaan malam Tahun Baru 2023-2024 dengan tema A Starry Night New Year Concert with KLa Project.

“Magma kolaboratifnya semakin terasa, bersamaan dengan event penting Grand Sahid Jaya menuju perjalanan 50 tahun #RoadTo50Years yang akan berlabuh pada 23 Maret 2024. Sedangkan KLa Project memasuki 35 tahun dalam perjalanan kariernya,” kata Venny Artha, General Manager Grand Sahid Jaya, saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (16/11/2023).

Venny menambahkan, bahwa penyemangat seluruh persona Grand Sahid Jaya saat ini adalah #KamiKembaliLebihBaik. Untuk itu pihaknya bertekad ingin selalu memberikan pelayanan lebih baik dari waktu ke waktu. Tentunya dengan tidak meninggalkan ciri khas dan pencapaian Grand Sahid Jaya sebagai salah satu hotel klasik dan pioneer di Indonesia dan Jakarta khususnya.

“Antusiasme acara pergantian tahun ini sudah mulai terasa, karena baru memasuki fase soft promo saja, penjualan tiket sudah mencapai 25 persen. Berbeda dengan tahun lalu, persiapan kami tahun ini bisa dibilang lebih matang, dimana tahun lalu dengan persiapan singkat hanya dalam waktu satu bulan, dan kami termasuk hotel bintang lima pertama yang menggelar old & new music concert. Syukurlah konser Ruth Sahanaya waktu itu lancar dan sukses,” kenang Venny.

Sementara itu vokalis KLa Project, Katon Bagaskara mengaku antusias dipercaya Grand Sahid Jaya untuk merayakan malam pergantian tahun Klanese (sebutan untuk para penggemarnya).

“Bertepatan dengan perayaan 35 tahun KLa Project, tentunya ada special gigs untuk momen sepesial Old & New,” ujar Katon diamini Lilo, gitaris dan Adi, keybordis.

Siapa tidak mengenal lagu Yogyakarta, Tak Bisa ke Lain Hati, Tentang Kita, Terpurukku Disini dan hits lainnya yang tak lekang oleh waktu semenjak tahun 1988. Memasuki usia 35 tahun, eksistensi KLa Project menjadi alasan Grand Sahid Jaya menggandeng band legendaris dengan tiga personal ini. Dengan waktu berjalan, KLa Project tetap berkarya dan selalu inovatif, seiring dengan spirit Grand Sahid Jaya yang tetap mempertahankan keasliannya tetapi terus melakukan adaptasi terhadap tuntutan perubahan jaman.

Adapun untuk tiket konser saat ini sudah tersedia dalam beberapa kategori. Dengan harga mulai dari Rp 1,700,000/pack dan sudah bisa didapatkan secara eksklusif dengan memesan melalui nomor 0811-1922-1666. Dari harga tiket tersebut, para tamu akan disuguhi Gala Dinner sambil mendengar sajian musik pengiring dari Home Band. Lebih dari itu, akan tampil komika ternama Arie Kriting, juga atraksi sensasional dari Bartender dan DJ.

“Yang juga spesial akan ada Door Prize berhadiah Mobil,“ ungkap Venny yang menunjuk The Organizer by Danurwenda Karya Utama untuk menjalankan konser ini.

Konser Perayaan 35 Tahun Selama 3 Jam, KLa Project Tampil Enerjik Hipnotis KLanese

IDPOST.CO.ID – Konser 35 tahun grup musik legendaris KLa Project dengan tagline “Harmoni Cahaya” berlangsung megah penuh gariah di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, Selasa (31/10/2023) kemarin. Seluruh tiket ludes terjual sebelum konser berlangsung.

Penampilan Katon, Lilo dan Adi masih begitu enerjik di hadapan KLanese –sebutan untuk penggemar mereka– meski usia ketiga personelnya sudah setengah abad lebih. KLanese pun masih tetap setia nyanyi bersama sepanjang konser.

Band yang berkarier sejak tahun 1988 ini rupanya masih memiliki penggemar setia. Terbukti pada konser tersebut KLanese sing a long dan berdiri bersama selama 3 jam konser berlangsung. Menikmati 27 komposisi indah, utuh, tanpa medley sama sekali.

Selain dipenuhi penggemar di venue konser, tampak hadir pula tokoh perempuan NU Yenny Wahid, musisi Ahmad Dhani beserta Mulan Jameela, aktris Tyas Mirasih, dan sejumlah publik figur lainnya di Tribun VIP.

Sebelum konser di mulai pada pukul 20.23 WIB, Katon, Lilo dan Adi mengawalinya dengan doa bersama kemudian ketiganya sepakat bersama-sama memotong tumpeng ulang tahun ke-35 KLa Project. Hanya sebuah potongan, nasi dan lauk-pauk, kemudiian diserahkan kepada Komisaris KLa Corp., Bambang Pramono dan Johan Widjaya Direktur Utama KLa Corp.

”Inilah ekspresi kebahagiaan dari kami. Mencapai usai 35 tahun adalah kebahagiaan yang harus dirayakan bersama-sama. Konser malam ini menjadi ekspresi kebahagiaan itu,” ungkap Adi, mengakhiri upacara kecil dibelakang panggung.

Gebukan drum, Harry Goro menjadi penanda lagu ’Jarak Dua Kota’ yang menjadi pembuka konser. Kilauan sorot lampu di atas panggung membuat suasa konser kian megah. Hal ini mengingatkan ucapan Katon, seminggu jelang konser berlangsung, “Harmoni Cahaya bukan hanya narasi, tapi cahaya beneran”.

Berturut-turut tanpa jeda, KLa menghentak dengan lagu ‘Bantu Aku’, ‘Someday’ feat. Mario yang menyelipkan rap. Lalu, lagu ‘Tentang Kita’, lagi paling hits di tahun 1989, yang melambungkan nama KLa Project.

”Saya percaya semua datang dari seluruh Indonesia. Dari Sumatera, Sulawesi, Papua. Terima kasih sudah datang merayakan bersama perjalanan ini. Tidak terasa, sudah 35 tahun. Kita masih muda. Sahabat yang berdiri diantara kita, ada yang sudah jadi pejabat, jadi menteri, jadi direktur, dan jadi seniman,” sapa Katon kali pertama, disambut riuh penonton.

Sepanjang perjalanan karir KLa Project, penggemar mereka, tak bisa melupakan peran Lilo sebagai backing vokal pada nada-nada tinggi melengking, maupun tampil sendiri dalam lagu ‘Meski Tlah Jauh’. Setelah membuai KLanese, Lilo yang semakin gondrong itu, berbisik pada Katon. Dan menunjuk kearah tribun bagian tengah, tepat di depan mereka, tempat penonton VIP.

“Terima kasih Mbak Yenny Wahid dan Ahmad Dhani, yang hadir menyaksikan konser ini,” sapa Katon, sembari melambai kearah mereka. Kemudian melantunkan ‘Ratu Hati’, ‘Sudi Turun Kebumi’. Dipenghujung segmen ini, saat lagu ‘Hey’ digaungkan, tak hanya pesona tata lampu, namun ilustrasi pada LED pun, menampilkan frasa-frasa penting dari lirik lagu, antara lain “Bekerja Dengan Cinta”.

Ritual ulang tahun, tak hanya berlangsung di belakang panggung. Pada segmen berikutnya, kue tart besar 3 susun bergambar wajah 3 personel KLa, dan 3 buah lilin siap untuk ditiup. Pada bagian ini, Katon menyapa Ari Burhani, mantan drummer KLa Project, yang kini bersama Imma Novia, istri tercinta, masih bekerja dibalik nama besar KLa.

”Siapa yang ulang tahun? Mari kita merayakan bersama yang ulang tahun pada bulan Oktober dan besok Bulan November,” teriak Katon.

Semua penonton tampak mengangkat tangan. “Sepertinya, semuanya ulang tahun nih,” canda Katon.

Intro nomor ‘Tambah Usia’ pun mengalir riang, bagai choire penonton kembali bergema panjang.

Menjelang puncak pertunjukan, band yang merilis album KLa ‘Kedua’ Project pada 1990, memainkan nomor-nomor everlasting song. ‘Menjemput Impian’ dan lagu ‘Terpuruk’ yang menghadirkan peniup terompet asal Bali, Rio Sidik. Di lagu yang sama, peniup terompet aslinya, menurut Adi Adrian, adalah musisi asal Belanda.

“Selama ini, kami sulit cari peniup terompet dengan cara dimute, yang menjadi signature lagu Terpuruk, hingga kami mendengarkan Rio Sidik. Mainnya persis yang ada di rekaman,” ungkap Adi, usai pertunjukan dan Rio Sidik menghampirinya di private room, belakang panggung.

Akhirnya, konser 35 tahun KLa, dituntaskan dengan nomor ‘Semoga’ dan karya paling ajaib, sebutlah masterpieces dari mereka, ‘Yogyakarta’. Tak ayal lagi, segala enerji dari panggung maupun dari tengah penonton, tumpah ruah, tak tertahankan.

Konser 35 tahun pun tuntas sudah.

“Terima Kasih KLanese, sampai ketemu 5 tahun lagu, dalam konser yang semakin dahsyat,” pungkas Katon, kemudian mereka pamit, memberi hormat dan foto bersama dengan latar belakang penonton.