Silaturahmi dan Dukungan: Gibran Rakabuming Raka dan Elite PBB

IDPOST.ID – Hari ini, sejumlah peristiwa menarik terjadi di ranah politik nasional, ketika Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, memutuskan untuk menyambangi kediaman Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra.

Kedatangan Gibran ini menuai perhatian karena menjadi sorotan utama terkait isu calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo Subianto dalam Pilpres mendatang.

 

Menurut keterangan yang diperoleh dari Yusril Ihza Mahendra, Gibran tiba di rumahnya di kawasan Kebayoran, Jakarta, sekitar pukul 16.00 WIB pada hari Sabtu sore.

 

Yusril menyebut pertemuan tersebut sebagai pertemuan silaturahmi biasa, meskipun sejumlah pihak berspekulasi tentang motif sebenarnya di balik kunjungan tersebut.

“Jam 4 tadi di rumah saya di Kebayoran. Silaturahmi saja,” ujar Yusril Ihza Mahendra kepada wartawan melalui pesan singkat, menegaskan bahwa pertemuan tersebut berlangsung dalam kerangka silaturahmi biasa.

Walaupun begitu, pertemuan tersebut berlangsung cukup lama, yakni sekitar 45 menit.

Ini menimbulkan pertanyaan tentang apa yang sebenarnya dibicarakan oleh Gibran dan Yusril selama pertemuan tersebut.

Kehadiran Gibran di Jakarta pada hari itu tidak hanya untuk bertemu dengan Yusril Ihza Mahendra.

Ia sebelumnya menghadiri rapat pimpinan nasional Partai Golkar di kantor DPP Golkar.

Partai yang dipimpin oleh Airlangga Hartarto tersebut telah secara resmi mengusulkan Gibran sebagai calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo Subianto dalam Pilpres mendatang.

Gibran sendiri telah menanggapi usulan dari Partai Golkar ini dengan komitmen untuk menindaklanjuti putusan rapimnas Golkar bersama Prabowo.

Ini membuka jalan bagi pembentukan koalisi yang semakin kuat di sekitar Prabowo, yang saat ini terdiri dari Gerindra, Golkar, PAN, Demokrat, PBB, Gelora, dan Garuda.

Dalam suasana politik yang semakin memanas menjelang Pilpres 2024, pertemuan Gibran dengan Yusril Ihza Mahendra menjadi salah satu titik fokus perhatian publik.

Apa yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut dan apa implikasinya terhadap dinamika politik nasional yang sedang berkembang, masih menjadi tanda tanya besar.

Publik akan terus mengawasi perkembangan selanjutnya dalam perjalanan politik di Tanah Air.

KIM Ngotot Gibran Harus Jadi Cawapres Prabowo Subianto

IDPOST.CO.ID – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka bolak balik mendapat tawaran dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) untuk jadi Cawapresnya Prabowo Subianto.

KIM mnegklaim kalau datangnya usulan Gibran sebagai Cawapres Prabowo datang dari para relawan setia Jokowi.

Menyikapi adanya usulan tersebut Gibran menangapinya dengan santai dan menampung usulan tersebut.

“Saya nggak gimana-gimana. Silakan. Ada aspirasi dari siapa saja kemarin ya, dari Alap-Alap, Samawi (relawan Solidaritas Ulama Muda Jokowi) silakan ditampung saja,” ungkap Gibran.

Saat ditanya apakah Prabowo juga telah mengomunikasikan rencana itu dengannya, Gibran mengakuinya.

“Ya saya dengan semuanya komunikasi,” ucap Gibran.

Gibran mengakui bahwa Prabowo sudah berkali-kali memintanya untuk menjadi Cawapresnya.

Namun lantaran terganjal aturan, Gibran mengatakan jawaban yang ia berikan kepada Prabowo adalah terkait usianya yang belum memenuhi persyaratan.

“Umur belum cukup,” ucapnya.

Namun saat ditanya lebih lanjut mengenai kesediannya menjadi Cawapres Prabowo jika seandainya gugatan soal persyaratan umum cawapres dikabulkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) dan umurnya memenuhi persyaratan, begini repons Gibran.

“Ya ditunggu saja,” jawabnya.

Lebih lanjut Gibran mengungkap jika usulan para relawan maupun tawaran Prabowo terkait Cawapres juga sudah disampaikan kepada jajaran pimpinan PDI Perjuangan (PDIP).

“Semua orang kan sudah tahu beliau (Prabowo Subianto) sudah minta berkali-kali dan saya sudah laporkan ke pimpinan, ke Pak Sekjen (Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristyanto), Mbak Puan (Puan Maharani selaku Ketua DPP PDIP), dan lain-lain,” terang Gibran

Yusril Ihza Mahendra, Solusi Tepat sebagai Jalan Tengah untuk Masa Depan Indonesia

IDPOST.CO.ID – Pemilihan Presiden 2024 semakin dekat, dan pertanyaan penting adalah, siapa yang akan menjadi pendamping Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden dari Koalisi Indonesia Maju (IM)? Banyak nama muncul, tetapi satu nama yang patut dipertimbangkan adalah Prof. Yusril Ihza Mahendra dari Partai Bulan Bintang (PBB).

Koalisi IM, yang saat ini dipimpin oleh Prabowo Subianto, telah berhasil mengamankan dukungan mayoritas dari berbagai partai politik peserta Pemilu 2024. Dalam koalisi ini, terdiri dari Gerindra, PBB, PAN, Golkar, Gelora, dan Demokrat, dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) juga berpotensi untuk segera bergabung. Dengan dukungan ini, kekuatan elektoral Prabowo dan infrastruktur mendekati kesempurnaan.

Namun, tantangan terbesar yang dihadapi Prabowo saat ini adalah memilih calon wakil presiden yang akan mendampinginya. Pertanyaan muncul, apakah dari internal koalisi atau di luar partai. Beberapa nama potensial telah mencuat, termasuk Airlangga Hartarto (Golkar), Erick Tohir (PAN), dan Yusril Ihza Mahendra (PBB). Namun, dari semua opsi ini, Yusril Ihza Mahendra muncul sebagai jalan tengah yang menjanjikan.

Yusril Ihza Mahendra, seorang negarawan, intelektual, dan politisi berpengalaman, pernah tiga kali menjabat sebagai menteri strategis di bawah tiga presiden yang berbeda. Kiprahnya sebagai pemimpin partai non-parlemen, PBB, memberikan nuansa keunikan pada dinamika politik Indonesia. Yusril dikenal sebagai tokoh penting dalam sejarah Indonesia kontemporer meskipun partainya relatif kecil dibandingkan dengan partai-partai besar.

Selain itu, Yusril adalah sosok yang merepresentasikan daerah-daerah luar Jawa, menambah dimensi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang majemuk. Sebagai seorang politisi Islam moderat, dia diterima oleh berbagai golongan, mencerminkan inklusivitas yang penting dalam politik Indonesia saat ini. Pengalamannya di tingkat internasional juga menambah bobot kepemimpinan yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan global.

Dengan memilih Yusril sebagai bakal calon wakil presiden, Koalisi IM dapat membagi posisi Menteri Koordinator (Menko) secara merata kepada Golkar, PAN, dan Demokrat, memudahkan kompromi dalam mengatur posisi menteri-menteri. Keahlian Yusril dalam menengahi konflik internal juga akan membantu mengurangi potensi ketegangan di antara partai-partai koalisi.

Yusril Ihza Mahendra adalah pilihan bijak sebagai bakal calon wakil presiden yang menawarkan keselarasan, pengalaman, dan kepemimpinan yang dibutuhkan untuk membawa Indonesia ke masa depan yang lebih baik. Pilihannya sebagai pasangan Prabowo Subianto dapat memperkuat Koalisi IM dan mempengaruhi masyarakat Indonesia untuk melihatnya sebagai solusi tepat yang menyatukan berbagai kepentingan.