NU Loano Purworejo Bangun Gedung Rp4 Miliar, Warga Longmarch ke Magelang sebagai Syukur

IDPOST.ID – Di tengah maraknya pemberitaan seputar isu korupsi di berbagai kalangan, sebuah kisah inspiratif justru lahir dari warga Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Loano, Purworejo, Jawa Tengah.

Dengan semangat gotong royong, mereka berhasil mengumpulkan dana hingga miliaran rupiah untuk membeli tanah dan membangun gedung MWC NU.

Perjuangan dimulai sejak 2019, dengan warga secara konsisten berinfaq setiap Selasa hingga akhirnya terkumpul dana sekitar Rp4 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membeli tanah dan membangun gedung yang kini telah resmi berdiri.

Yang membuat kisah ini semakin mengharukan adalah nadzar yang diucapkan Bendahara MWC NU Loano, Heri. Ia bersama tiga rekannya berjanji akan berjalan kaki ke Makam KH Nur Muhammad Ngadiwongso di Magelang sejauh 20 kilometer jika pembangunan gedung berhasil diselesaikan.

“Awalnya yang nadzar adalah bendahara, tapi semua warga NU ikut membersamai, total sekitar 1.200 orang,” ujar Kyai Hasyim, Ketua Panitia.

Momen longmarch pun berlangsung meriah, diikuti jamaah lintas generasi, mulai dari IPNU, Fatayat, hingga Muslimat. Tak hanya menjadi bentuk syukur, acara ini juga diharapkan dapat merekatkan ukhuwah warga NU.

Heri mengungkapkan, nadzar tersebut lahir karena rasa haru atas kebersamaan dan kegigihan warga dalam berinfaq. “Saya gak nyangka nadzar saya ini banyak yang ikut menemani jalan kaki,” ujarnya.

Kisah Seniman Magelang asal Bali yang Karyanya Tembus Pasar Afrika hingga Eropa

IDPOST.ID – Ketekunan dan inovasi menjadi kunci kesuksesan seorang seniman asal Bali, I Nyoman Alim Mustapha. Selama 58 tahun perjalanan kariernya, pria yang kini menetap di Muntilan, Kabupaten Magelang ini telah membawa karya seni pahat batu Indonesia ke kancah internasional.

Perjalanan panjangnya dimulai pada 1967, saat ia memutuskan merantau dari Bali ke Jawa di usia 15 tahun dengan tujuan bersekolah. Namun, takdir membawanya untuk menetap di Muntilan dan menemukan passion dalam seni pahat batu.

Inspirasi awalnya lahir dari kunjungannya ke Candi Borobudur. “Saya terpukau melihat keindahan dan kemegahan candi yang terbuat dari batu,” kenang Nyoman.

Karya pertamanya adalah patung kepala Buddha setinggi 25 cm. Tak disangka, patung kecil tersebut justru menarik perhatian seorang warga Amerika yang langsung memesan 1.000 buah patung serupa.

“Kesempatan tidak datang dua kali. Meski harus bekerja siang malam tanpa tidur cukup, saya berhasil menyelesaikan seribu patung itu dalam tiga bulan,” ujarnya.

Dari pesanan itulah, Nyoman mendapatkan modal untuk mengembangkan usahanya. Ia pun terus berinovasi dengan berbagai material. Awalnya menggunakan batu candi, kemudian beralih ke marmer, fiber, silika, hingga aluminium.

“Kalau batu dipahat, tidak bisa ditambah, hanya bisa dikurangi. Harus fokus dan konsentrasi penuh agar hasilnya maksimal,” jelasnya.

Kisah Usfina Aliffia, Remaja Penulis Novel 300 Halaman Asal Magelang dengan Ponsel

IDPOST.ID – Di balik dinding Panti Asuhan Darul Hadlonah, Jalan Purworejo, Magelang, seorang remaja bernama Usfina Aliffia atau Nana, tekun merangkai kata demi kata di layar ponselnya.

Siswi SMK Maarif NU Bener ini tengah membangun mimpinya menjadi seorang penulis, meski dalam keterbatasan.

Di tengah kesederhanaan fasilitas panti, Nana justru membuktikan kilaunya sebagai penulis muda berbakat.

Ia telah berhasil menjuarai sebuah lomba cerpen dan kini sedang dalam proses merampungkan novel pertamanya yang diperkirakan mencapai 300 halaman.

“Awalnya hanya coba-coba menulis cerpen, ternyata saya merasa nyaman. Dari situ, saya melanjutkan menulis novel. Karena tidak punya laptop, jadi saya menulisnya menggunakan HP,” ungkap Nana saat diwawancarai pada Jumat (29/8/2025).

Baginya, menulis lebih dari sekadar hobi. Di tengah sunyi dan keterbatasan, aktivitas menulis menjadi ruang baginya untuk berdamai dengan masa lalu sekaligus merajut asa untuk masa depan.

Cerpen pertamanya yang berjudul “Untukmu yang Tertinggal di Ingatan” mengisahkan tentang rasa kehilangan dan perasaan yang tak sempat terucap.

Karya itulah yang mengantarkannya meraih juara dan memberinya keyakinan untuk terus menulis.

Berbagai kendala seperti kuota internet yang terbatas, listrik yang padam, hingga harus berbagi ruang dengan penghuni panti lainnya, tidak menyurutkan semangatnya.

“Novel ini saya tulis sekitar lima bulan, sepenuhnya tanpa menggunakan laptop,” jelasnya.

Nana memiliki harapan besar untuk bisa memiliki laptop suatu hari nanti. Ia yakin, perangkat itu akan memudahkannya menulis lebih leluasa dan mendalami dunia literasi lebih jauh lagi.

“Kalau punya laptop, saya ingin membuat blog pribadi untuk mengunggah cerpen dan puisi. Siapa tahu bisa menjadi penulis profesional,” ucapnya penuh harap.

Mimpinya menjadi penulis bukan hanya untuk kepuasan pribadi. Nana ingin membuktikan bahwa anak-anak dari panti asuhan juga memiliki suara dan cerita yang berharga untuk dibagikan kepada dunia.

“Saya ingin tulisan saya bisa menginspirasi banyak orang. Bahwa meskipun kami tinggal di panti, kami juga bisa berkarya dan bangga pada diri sendiri,” katanya.

Panti Asuhan Darul Hadlonah mungkin tidak memiliki fasilitas teknologi yang mumpuni. Namun, bagi Nana, tempat ini adalah sumber kekuatan, di mana ia menemukan keluarga dan dukungan yang tak ternilai.

UNIMMA Magelang Gelar Pelatihan Digital Marketing

IDPOST.CO.IDUniversitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) melalui Program Pengabdian Pada Masyarakat Terpadu (PPMT) menyelenggarakan pelatihan digital marketing di Gentan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yang dimulai sejak (14/01/24) hingga Sabtu (20/01/24).

Dosen pembimbing lapangan PPMT Nugroho Agung Prabowo mengatakan, setelah pasca Covid-19 melanda Indonesia, sebagian besar UMKM terutama skala usaha mikro pada industri rumahan atau home industry mengalami penuruan omset.

Hal ini dialami juga oleh para pelaku usaha UMKM di wilayah Magelang khususnya di Desa Pasuruhan, Magelang, yang sebagian besar menggantungkan hidupnya dari usaha rumahan.

“Karena peduli terhadap dampak tersebut, UNIMMA menyelenggarakan pelatihan digital marketing bagi pelaku UMKM yang dilakukan secara berkesinambungan. Diantaranya dilakukan di Gentan Mertoyudan Magelang yang memiliki komoditas utama susu kambing,” terangnya.

Ia berharap kehadiran UNIMMA lewat PPMT yang diselenggarakan di wilayah Kabupaten Magelang, menjadi alternatif bagi pelaku usaha mikro dalam memasarkan produknya bukan hanya secara konvensional tetapi mengembangkan model pemasaran secara online.

Program pengabdian masyarakat dengan menerjunkan dosen dan mahasiswa di bidang digital marketing memberikan pelatihan seputar pemasaran online mulai dari pengenalan teknologi digital marketing sampai dengan memasarkan produk lewat internet dan marketplace.

Menyikapi itu, salah satu pelaku UMKM Gentan Taufik Nurbakin membenarkan kalau produknya pasca COVID-19 omsetnya mengalami penurunan.

“Saat ini turun, karena pasar yang selama ini menyerap produk susu warga Gentan belum optimal, selain itu l daya beli masyarakat dan pemasarannya masih bersifat lokal di sekitar tempat usaha kami”, terangnya.

Hal tersebut merupakan masalah utama yang dialami oleh pelaku usaha UMKM khususnya di Dusun Gentan, bukan hanya di produk olahan susu kambing tetapi produk-produk rakyat lainnya seperti olahan makanan, kerajinan dan produk-produk skala mikro lainnya.

Dusun Gentan merupakan salah satu Dusun yang sangat berpotensi dalam pengembangan usaha kerakyatan. Namun, belum di barengi dengan pengetahuan tentang teknologi pemasaran yang modern seperti digital marketing, sehingga hasil usahanya belum optimal dan masih menggantungkan pasar lokal.

Sejumlah mahasiwa dari program studi Teknik Informatika dan Manajemen UNIMMA  yang kompeten di bidang marketing digital diikutkan dalam mendampingi selama program  pelatihan tersebut. Termasuk dalam pembuatan konten digital sampai dengan pengelolaan media sosial dan pengelolaan pembukuan keuangan usaha yang modern.

Penerjunan mahasiswa PPMT tahun 2023- 2024 ini telah dilaksanakan semenjak tanggal 14 Desember 2023 dan akan berlangsung selama berkelanjutan di lokasi yang telah ditentukan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Magelang.

Program yang bersifat transfer knowledge dan pendampingan ke pelaku usaha sampai masyarakat benar-benar dapat memahami dan melakukan pemasaran melalui internet atau online dilakukan oleh kelompok PPMT  Gentan.

Kelompok tersebut terdiri dari beberapa mahasiswa yaitu Shafira Lailiyah, Aprilia Sekar Wulan, Kayla Khairunnisa Riyanto, Salsa Radna Kamilia, dan Astia Kinasih.

Kelompok PPMT Gentan  membuat program selama 150 jam untuk mendampingi dan mengembangkan efek digital pada masing-masing usaha yang ada di Gentan.

Dalam pelatihan dan  pendampingan kali ini di ikuti oleh 33 kelompok usaha mirkro disekitar dusun Gentan dan juga diikuti oleh karang taruna yang ingin mengenal tentang  dunia digital marketing.

Perasaan senang dan terima kasih di ungkapkan oleh Yuli dan Arif selaku peserta dari pelatihan digital marketing tersebut karena telah mendapatkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat.

“Selain dapat  meningkatkan pemasaran produk, kami para peserta juga mendapatkan ilmu baru tentang penjualan secara online dimana keterbatasan pasar dapat diatasi dengan memanfaatkan internet sehingga pemasaran bisa dapat lebih luas dan diharapkan dapat mendatangkan keuntungan yang lebih besar,” ucapnya.

Dapat Bantuan 1,6 M dari Kemendikbud Ristek, SKAHIMA Magelang Kembangkan Jurusan DKV

IDPOST.CO.IDSekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah Magelang (SKAHIMA), mendapat bantuan dari Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebesar Rp. 1,6 Milyar.

Bantuan tersebut diperuntukkan untuk pembangunan gedung ruang praktek siswa Desain Komunikasi Visual (DKV) yang telah diresmikan pada Kamis (18/01/24) kemarin.

Kepala sekolah SKAHIMA Atiningsih mengatakan, SKAHIMA mendapat bantuan dari Kemendikbudristek karena sekolah tersebut menjadi sekolah Pusat Keunggulan (SMK PK).

Menurutnya, Bantuan tersebut untuk pembangunan gedung ruang praktek siswa Desain Komunikasi Visual (DKV).

“Bantuan itu senilai Rp.1,6 M untuk pembangunan gedung DKV,” terangnya.

Menurutnya, minat masyarakat terhadap jurusan DKV cukup baik. Dari jumlah 318 siswa, 68 diantaranya memilih jurusan DKV.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Uswatun Hasanah mengapresiasi atas predikat SMK PK yang sudah diraih oleh SKAHIMA dengan jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV).

“SKAHIMA memiliki tekad kuat untuk menjadikan sekolahan di Magelang sebagai lingkungan yang nyaman bagi siswa,” ujarnya.

Ia melanjutkan, jurusan ilmu DKV merupakan salah satu langkah konkrit yang diambil oleh SKAHIMA sehingga menjadi daya tarik sendiri bagi siswa untuk menggabungkan ilmu komputer dengan komunikasi.

“Jurusan ini tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga membuat siswa lebih betah dan lebih fokus pada pembelajaran mengasah keterampilan, serta menghindari terlibat dalam tawuran,” jelasnya.

Uswatun Hasanah juga menekankan kompetensi DKV sangat prospektif, sejalan dengan tingginya pangsa kerja dan relevansinya dengan kondisi generasi milenial yang melek teknologi.

“Penerima SMK PK agar berkomitmen menjaga aset-aset RSP dengan menggunakan dana bantuan operasional sekolah (BOS) maupun Bosda,” pesannya.

Ia kemudian meminta pihak sekolah agar aktif menjalin kemitraan agar DKV bisa terus berkembang dan berkelanjutan di tengah kompetisi dunia pendidikan yang semakin dinamis.

MTCC UNIMMA Magelang Gelar Sekolah Tani Mandiri Berkonsep Digital Marketing

IDPOST.CO.ID – Universitas Muhammmadiyah Magelang (UNIMMA) Kampus 2 di Mertoyudan menggelar sekolah tani mandiri Muhammmadiyah sesi ke-6 di Auditorium kampus setempat, dimulai sejak Jum’at (05/01/24) hingga Sabtu (06/01/24).

Kelas inovasi pertanian ini fokus pada budidaya domba dengan pemasaran system digital.

Banyak materi yang disampaikan oleh berbagai latar belakang pembicara yang diharapkan mampu memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi para petani.

Salah satunya yaitu tentang upaya merintis budidaya ternak domba yang berkelanjutan yang disampaikan oleh dosen Untidar Magelang yakni Mohamamad Haris Septian.

Kemudian, materi tentang strategi pemasaran ternak domba berbasis digital yang disampaikan oleh Nugroho Agung Prabowo dari MTCC, serta materi jejaring guna pengembangan usaha ternak domba disampaikan oleh Dr. Abdillah Ahsan MTCC (Muhammmadiyah Tobacco Control Centre).

Universitas Muhammmadiyah Magelang (UNIMMA) telah melakukan langkah-langkah inovatif dan akseleratif dalam memberdayakan petani melalui peningkatan kapasitas SDM pertanian.

Kegiatan tani mandiri Muhammadiyah ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi dan advokasi bagi terwujudnya kawasan tanpa rokok di lingkungan Universitas Muhammadiyah Magelang, amal usaha Muhammadiyah, Pemerintah Daerah setempat, dan masyarakat luas.

Ketua MTCC UNIMMA Retno Rusdjijati mengatakan, langkah-langkah inovatif dan akseleratif dalam memberdayakan petani yaitu untuk membangun jejaring usaha dengan peternak domba di Magelang.

“Kegiatan sekolah tani mandiri Muhammmadiyah ini mengambil tema mewujudkan ketahanan pangan melalui peran peternak milenial dengan fokus pada budidaya domba”, terangnya.

Selain itu kegiatan itu bertujuan untuk menggali informasi dan pengetahuan serta berjejaring dengan mitra usaha beternak domba.

Petani milenial sebagai Mitra MTCC dibidang ternak domba ini ada di 6 wilayah kecamatan di Kabupaten Magelang yaitu Windusari, Candimulyo, Tegalrejo, Sawangan, Secang dan Kajoran.

Sekolah tani mandiri Muhammadiyah kali ini merupakan Seri ke-6 yang digagas oleh MTCC Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) dilandasi fakta bahwa pertanian merupakan isu strategis dalam pembangunan di Indonesia, khususnya perwujudan kedaulatan pangan Indonesia.

Latar belakang perlunya beralih komoditi tembakau ke tanaman pangan produktif adalah bahwa tahun 2020 dinyatakan sebagai tahun dengan harga tembakau terburuk selama 10 tahun terakhir.

Minat petani untuk menanam tembakau di masa pandemi juga makin menurun. Oleh karenanya, untuk ketahanan pangan dan menjaga kemungkinan tembakau tak terserap pabrik, banyak petani beralih menanam beragam jenis tanaman pangan.

Namun, peralihan inipun menghadapi hal yang sama seperti tembakau yang penuh dengab ketidakpastian. Kondisi inilah yang menginspirasi untuk menyelenggarakan sekolah tani mandiri Muhammmadiyah.

Sekolah tani angkatan 6 ini fokus pada ternak kambing dan domba dengan menerapkan peternakan yang terintegrasi. Komoditas ini merupakan komoditas unggulan Indonesia (Kementan, 2023).

Kebutuhan ternak domba/kambing hidup dalam konteks keagamaan seperti pemenuhan aqiqah dan hewan qurban semakin meningkat, dan disisi lain potensi ekspor juga sangat tinggi.

Dengan domba, peternak berhasil meningkatkan kesejahteraannya melalui penjualan daging local, sekaligus komoditas ini bisa menggabungkan pertanian, peternakan dan industri.

Oleh karenanya, perlu peningkatan SDM peternak sehingga ada peningkatan produksi untuk mengantisipasi krisis pangan yang mungkin melanda Indonesia.

Person in Chat (PIC) Bidang Media, Network dan Comunikasi MTCC Murniningsih mengatakan, peserta sekolah tani mandiri berjumlah 46 petani millennial dari anggota kelompok petani dampingan MTCC UNIMMA yang tergabung dalam Forum Petani Multikultur Indonesa (FPMI) di 6 kecamatan di Kabupaten Magelang.

“Penentuan sasaran petani millennial ini, selain untuk regenerasi petani/ peternak, juga dimaksudkan untuk penyiapan dan pencetakan SDM pertanian unggulan yang mendukung pembangunan pertanian maju, mandiri, dan modern, dengan karakteristik milenial yang akrab dengan komunikasi, media, juga teknologi digital sehingga mampu berperan penting dan menjadi faktor pengungkit produktivitas”, terang Murniningsih.

Penyelenggaraan sekolah tani mandiri dilakukan dalam dua versi – offline dan online, terbuka untuk umum dari seluruh wilayah Indonesia. Waktu penyelenggaraan dimulai awal Juni 2021 dengan kurikulum yang up to date dan merespon tantangan dunia pertanian saat ini, yaitu digital marketing produk pertanian, herbal farming, tanaman pangan non padi, agro eduwisata, peternakan, perikanan dan kebijakan & pembangunan politik pertanian.

Sekolah tani juga melibatkan pemateri dari praktisi petani sukses dari Forum Petani Multikultur Indonesia (FPMI). Diharapkan bisa menjadi salah satu role model dalam membangun paradigma jihad kedaulatan pangan dan implementasi sistem pertanian terpadu ala Muhammadiyah.

Spirit tajdid yang dimiliki Muhammadiyah diharapkan akan mampu mengembangkan subyek kekuatan umat dan bangsa yakni petani sebagai pensuplay sumber pangan.

Kegiatan lapangan berupa kunjungan ke kandang domba dan testimoni petani sukses dilakukan di tempat usaha petani milenial di Desa Tempursari, Kecamatan Candimulyo, Magelang.

Penulis: Budi Sanjaya

Di Magelang Beredar Spanduk Diduga Berisi Isu Perselingkuhan Caleg DPR RI dari PDIP

IDPOST.CO.ID – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Magelang, Jawa Tengah kembali menemukan alat peraga kampanye (APK) yang menggambarkan isu perselingkuhan salah satu calon legislatif (Caleg) DPR RI dari PDI Perjuangan, Nusyirwan Soejono baru-baru ini. Setidaknya ada empat spanduk yang ditemukan di beberapa titik oleh Bawaslu Magelang.

Dalam spanduk tersebut,terdapat foto Nusyirwan sedang berjalan bergandengan tangan dengan seorang wanita bernama Adetya asmarini yang diduga berstatus janda beranak satu.

Komisioner Bawaslu Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan informasi, Fauzan Rofiqun membenarkan pihaknya menemukan empat APK di empat titik yang tersebar di kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang.

“Terkait kasus tersebut kami baru menemukan semacam alat peraga yang berisi konten tersebut beberapa waktu kemarin. 2 alat peraga di wilayah Mertoyudan dan hari kemarin 2 Januari 2024 kami temukan lagi 4 alat peraga di wilayah Kecamatan Salaman,” ujar Fauzan saat dihubungi, Rabu (3/1/2024).

Dari penemuan tersebut, Fauzan mengatakan bahwa pihaknya tengah menelusuri sumber penyebar APK yang menyasar Nusyirwan tersebut.

“Kami dari Bawaslu berusaha melakukan penelusuran dan pendalaman, terutama terkait siapa yg memproduksi dan memasang alat peraga tersebut,” sambungnya.

Sementara terkait sanksi atau tindakan apa yang bakal dilakukan Bawaslu terkait dugaan perselingkuhan dari salah satu Caleg PDIP itu, ia belum bisa menerangkan lebih jauh.

“Kami belum bisa melakukan tindak lanjut lebih jauh selama pemasang dan atau pembuat konten alat peraga tersebut belum ditemukan,” terangnya.

Menurut Fauzan, apa yang terjadi tersebut bisa dikategorikan surat kaleng ataupun kampanye negatif.

Pihaknya pun kini hanya bisa melakukan pencegahan dengan mengamankan alat peraga bergambar Nuryirwan tersebut demi menghindari konflik di masyarakat.

“Ini semacam surat kaleng yg belum ketemu pengirimnya, sehingga upaya yang bisa kami lakukan adalah pencegahan konten ini menyebar kepada masyarakat, karena ini kami kategorikan sebagai negatif campaign atau mungkin black campaign. Sehingga alat peraga tersebut kami amankan utk menghindari konflik lebih jauh terjadi di masyarakat,” kata dia.

Sementara itu, Fauzan menerangkan bahwa pihak Nuryirwan masih belum berkomunikasi dengan Bawaslu terkait penyebaran alat peraga berbau negatif tersebut.

“Sementara belum ada (laporan dari yang bersangkutan). Jika caleg tersebut atau siapapun merasa dirugikan dan melapor kepada kami, maka kami terima dan akan kami proses sesuai prosedur,” pungkasnya.

Di sisi lain, dari pihak Nuryirwan masih belum buka suara saat dikonfirmasi oleh awak media.(Jko).

Salurkan Donasi Konsumen Alfamart, Mizan Amanah Santuni Puluhan di Magelang

IDPOST.CO.ID – Puluhan anak yatim dan dhuafa di Dusun Tegalurung, Desa Banyubiru, Kecamatan Dukun, Magelang mendapat santunan dari Yayasan Mizan Amanah.

Santunan yang disalurkan Yayasan Mizan Amanah tersebut berupa tas sekolah lengkap dengan peralatan tulisnya.

Dede Sutisna Direktur Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Mizan Amanah mengatakan kalau santunan tersebut merupakan bagian dari program peduli pendidikan.

Program tersebut lanjutnya, merupakan program yang bekerjasama dengan Alfamart dari hasil donasi para konsumen.

“Program santunan donasi konsumen bersama Alfamart ini sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu, termasuk di tahun ini kita kembali menyalurkan bantuan berupa tas dan peralatan sekolah di seluruh provinsi di Indonesia”, kata Dede.

Dede menjelaskan, santunan pendidikan ini bagian komitmen Mizan Amanah dan Alfamart untuk generasi. Di antaranya membantu kelancaran proses pendidikan, khususnya anak-anak yang kurang mampu di seluruh negeri ini.

“Mizan Amanah mendapatkan amanah sebagai pengelola program donasi konsumen dari Alfamart, tentunya sangat bersyukur karena bisa lebih memperluas jangkauan santunan dan dirasakan manfaatnya oleh saudara-saudara kita yang membutuhkan,” jelasnya.

“Di tahun ini kami sedang menyalurkan ke 34 provinsi di pelosok negeri ini,” tambahnya.

Mochammad Faruq Asrori, Regioal Corcom Manager PT Sumber Alfaria Trijaya (SAT) menyebutkan, bantuan tas sekolah itu berisi buku, pensil, dan alat kelengkapan sekolah lainnya.

Lebih lanjut Faruq memaparkan, bahwa program santunan tas sekolah ini hasil dari donasi konsumen yang belanja di Alfamart dan Mizan Amanah sebagai pengelola penyaluran dari donasi tersebut.

“Ketika konsumen berbelanja di Alfamart, dan ada kembalian senilai Rp 100 atau Rp 200, selalu ditanyakan apakah mau didonasikan atau tidak. Jika konsumen berkenan didonasikan, maka dimasukkan ke donasi. Hasil donasi kemudian kami salurkan salah satunya lewat program ini,” paparnya.

Program santunan tas sekolah dari hasil donasi konsumen Alfamart ini mendapatkan sambutan hangat dari penerima manfaat.

“Kami sangat terbantu dengan bantuan ini, apalagi di kampung kami ini banyak masyarakat yang kurang mampu. Kami bersykur sekali,” ucap Budi Irawanto, orang tua anak penerima bantuan tas sekolah.

“Terima kasih kepada para donatur, Yayasan Mizan Amanah dan Alfamart yang sudah peduli terhadap pendidikan anak-anak,” tambahnya. (*)