Wali Kota Blitar Mas Ibin Dampingi Gubernur Jatim dan Wapres Gibran Ziarah ke Makam Bung Karno

IDPOST.ID – Dalam suasana memperingati bulan Bung Karno, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming, melakukan kunjungan ziarah ke makam Ir. Soekarno, sang Proklamator, yang terletak di Kota Blitar, pada hari Rabu (18/6).

Ziarah tersebut dipimpin langsung oleh Pengelola Kawasan Makam Bung Karno, Mbah Kahfi, dengan khidmat melakukan pembacaan tahlil dan doa di sekitar pusara makam.

Selain Wapres Gibran dan Gubernur Khofifah, turut hadir dalam ziarah tersebut Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jawa Timur, serta Wali Kota dan Bupati Blitar.

Wali Kota Blitar secara khusus mendampingi rangkaian kegiatan ziarah, menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan situs bersejarah Bung Karno serta menggerakkan partisipasi masyarakat lokal dalam mengenang jasa Proklamator tersebut.

Kegiatan ziarah ini bertujuan untuk memberikan penghormatan dan mengapresiasi jasa-jasa Bung Karno dalam perjuangan kemerdekaan serta upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Gubernur Khofifah menegaskan pentingnya menjaga dan meneruskan semangat nasionalisme yang diwariskan Bung Karno kepada seluruh lapisan masyarakat.

Ia menilai nilai-nilai perjuangan Bung Karno sangat relevan sebagai contoh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini, terutama dalam menjaga persatuan dan kesatuan negara.

“Semangat nasionalisme yang ditunjukkan Bung Karno wajib kita teladani dan pelihara, terutama dalam penerapannya sehari-hari. Bung Karno adalah sosok yang penuh pengabdian untuk bangsa dan rakyatnya,” ujarnya.

Khofifah juga menerangkan bahwa Bulan Juni dikenal sebagai Bulan Bung Karno karena pada bulan ini Presiden pertama Republik Indonesia dan tokoh besar bangsa ini lahir serta wafat.

Karenanya, peringatan Bulan Bung Karno menjadi saat yang tepat untuk merenungkan pemikiran, perjuangan, serta warisan kebangsaan yang telah disumbangkan Bung Karno.

“Makna Bulan Bung Karno mencakup semua gagasan, langkah, dan nilai yang diwariskan Bung Karno bagi Indonesia, yang harus terus kita pelihara dan hidupkan,” tutupnya.

Di kesempatan tersebut, Khofifah juga mengajak masyarakat Jawa Timur untuk bersama-sama mendoakan Bung Karno.

“Mari kirimkan doa serta Al-Fatihah, agar segala amal dan pengorbanan Bung Karno diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa, dan segala kesalahan beliau dimaafkan,” pungkasnya.

Wapres Gibran Siap Resmikan Blitar Djadoel, Wali Kota Blitar Pimpin Persiapan Lapangan

IDPODT.ID – Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin, yang dikenal dengan panggilan Mas Ibin, secara langsung turun ke lapangan untuk memfokuskan diri pada persiapan kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, yang akan datang ke Kota Blitar.

Mas Ibin melakukan peninjauan ke beberapa lokasi strategis yang akan menjadi tempat kunjungan Wapres, termasuk Puskesmas Sukorejo yang dikenal sebagai puskesmas terbaik di kota tersebut dalam hal pelayanan Kesehatan, Senin siang, 16 Juni 2025

Kunjungan Wapres yang dijadwalkan pada Juni 2025 berbarengan dengan pembukaan Bazar Blitar Djadoel—sebuah acara tahunan yang menjadi simbol budaya sekaligus showcase bagi produk unggulan UMKM kota Blitar. Event ini berlangsung dari tanggal 18 hingga 22 Juni 2025 dan akan secara resmi dibuka oleh Wapres.

Menurut Mas Ibin, undangan resmi untuk kehadiran Wapres dan sejumlah pejabat tinggi negara disampaikan oleh Pemerintah Kota Blitar dalam rangka memeriahkan peringatan Bulan Bung Karno.

“Kami mengundang Presiden, Wakil Presiden, serta sejumlah menteri. Alhamdulillah Mas Gibran menyambut baik dan bersedia hadir untuk membuka Bazar Blitar Djadoel,” kata Mas Ibin saat berbicara kepada wartawan pada Senin (16/6/2025).

Rangkaian kunjungan yang terencana komprehensif dimulai dari sowan kepada tokoh agama Gus Iqdam, dilanjutkan menginap di Hotel Santika Blitar.

Hari berikutnya, Wapres akan mengunjungi Pasar Pon, meninjau layanan kesehatan gratis di Puskesmas Sukorejo, melihat sentra kerajinan kendang, kemudian mengakhiri agenda dengan membuka acara Bazar secara resmi.

Partisipasi Wapres dalam pembukaan acara ini dianggap sebagai bukti perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan ekonomi rakyat melalui penguatan UMKM.

“Bazar Blitar Djadoel bukan sekadar ajang budaya, tapi perhatian nasional yang menggerakkan ekonomi masyarakat,” jelas Mas Ibin.

Demi memastikan kunjungan berjalan sesuai harapan, Mas Ibin menegaskan kesiapan Puskesmas Sukorejo yang melayani masyarakat selama 24 jam tanpa jeda, dan kunjungan Wapres akan mencerminkan aktivitas pelayanan rutin, bukan sekadar settingan.

Selain itu, Pemkot menyediakan produk unggulan Blitar yang akan dipamerkan di bazar, mulai dari kerajinan kendang yang telah menembus pasar ekspor, produk dari sektor peternakan dan perikanan, hingga konsep besar Blitar Trade Center (BTC) sebagai bukti komitmen kota menuju kemandirian ekonomi dan perdagangan tangguh.

“Fokus kami bukan hanya produk lokal, tapi juga potensi ekspor. Kami ingin memperkenalkan Blitar sebagai kota yang mandiri secara ekonomi,” kata Mas Ibin.

Ia berharap kunjungan Wapres memberikan energi positif bagi perkembangan UMKM sekaligus meningkatkan reputasi Blitar di tingkat nasional.

Bagi Pemkot Blitar, Bazar Djadoel lebih dari sekadar seremoni. Ini adalah ruang bagi pelaku usaha, masyarakat, dan pemerintah untuk bersama-sama menenun nilai budaya, sejarah, dan ekonomi dalam satu harmoni.

Dengan rute kunjungan yang menyentuh langsung titik layanan publik dan ekonomi masyarakat, Pemkot ingin menunjukkan kesiapan Blitar menghadapi masa depan tanpa melupakan akar lokal.

“Ini momen istimewa dan kabar baik. Kunjungan Wapres bukan hanya kehormatan protokoler, tapi sinyal bahwa Blitar memiliki potensi besar sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi daerah,” tutup Mas Ibin.

Ngobras Bersama Mas Ibin: Kolaborasi untuk Promosi Wisata dan Pembangunan Kota Blitar

IDPOST.IDPemerintah Kota Blitar senantiasa menjalin kerjasama erat dengan masyarakat, terutama para penggiat media sosial, guna memperluas cakupan publikasi mengenai potensi wisata, program-program, serta perkembangan pembangunan di daerah ini.

Salah satu bentuk upaya ini diwujudkan melalui acara “Ngobrol Asik Santai Sambil Sarapan Bareng Mas Wali” atau Ngobras yang berlangsung pada Minggu (15/06/2025) di halaman Kantor Wali Kota Blitar.

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin mengimbau para content creator untuk aktif mempromosikan Kota Blitar lewat media sosial.

Acara ini memberikan ruang bagi dialog terbuka antara Mas Ibin dan para penggiat media sosial dari seluruh Kota Blitar.

Mas Ibin menyampaikan harapannya agar mereka bersama-sama menyebarluaskan berita-berita positif mengenai potensi wisata dan kemajuan pembangunan di kota ini.

Sebagai bentuk penghargaan, Pemerintah Kota Blitar akan menampilkan konten-konten terpilih karya kreator lokal pada Videotron yang terpasang di halaman kantor wali kota. Penghargaan khusus juga disiapkan untuk konten yang meraih likes terbanyak di media sosial.

“Ini merupakan ungkapan terima kasih kami kepada semua kreator yang telah membantu memperkenalkan Kota Blitar ke khalayak yang lebih luas. Videotron kami siap menayangkan kabar baik seputar kota ini,” ujar Mas Ibin.

Ngobras kali ini turut dihadiri oleh Plh Sekda Kota Blitar, para Kepala OPD, Camat, Lurah, serta penggiat media sosial dari berbagai komunitas.

Selain itu, hadir juga Alfiatur Rizky, seorang content creator asal Kediri yang pernah viral karena kontennya tentang tarif parkir di kawasan PIPP.

Mas Ibin memberikan apresiasi atas kritik membangun dari Alfi yang disampaikan melalui media sosial, yang kemudian menjadi bahan evaluasi bagi perbaikan layanan publik, khususnya sistem parkir wisata.

Pemkot Blitar pun telah melakukan penertiban dan merancang sistem parkir yang lebih transparan.

“Saya memandang ini sebagai momentum untuk melakukan pembenahan. Kini petugas di PIPP tidak lagi menerapkan biaya paket. Jika hanya parkir, cukup membayar tarif parkir saja. Retribusi tambahan hanya dikenakan bagi pengunjung yang masuk ke Makam Bung Karno,” tegas Mas Ibin.

Alfiatur Rizky pun menyambut baik respons cepat dari Pemkot Blitar. Ia menegaskan bahwa kontennya dibuat sebagai bentuk perhatian terhadap pelayanan publik, bukan untuk menjatuhkan pihak manapun.

“Kami tidak bermaksud negatif. Justru saya berharap permasalahan parkir bisa diperbaiki oleh pemerintah. Kini semuanya jelas dan sudah ditindaklanjuti,” jelas Alfi.

Sebagai tindak lanjut, Pemkot akan memasang papan pengumuman tarif resmi, yaitu parkir bus tarifnya Rp18.000 untuk delapan jam, dan retribusi masuk ke kawasan Makam Bung Karno sebesar Rp4.000 per orang. Wisatawan yang hanya parkir tanpa memasuki kawasan makam tidak dikenakan retribusi.

Dengan kegiatan ini, Pemkot Blitar berharap jalinan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, khususnya para kreator konten media sosial, terus semakin erat demi menciptakan Kota Blitar yang lebih informatif, transparan, dan unggul dalam daya saing.

Wali Kota Blitar Tegaskan Efektivitas Pelaksanaan APBD Tahun 2024 dalam Rapat DPRD

IDPOST.ID – Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, secara langsung menghadiri rapat paripurna DPRD Kota Blitar, Jumat 13 Juni 2025 malam.

Rapat tersebut mengangkat agenda penyampaian pandangan umum dari fraksi-fraksi DPRD terhadap dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), yaitu mengenai Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Blitar Tahun Anggaran 2024 serta penyelenggaraan perpustakaan.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Blitar memberikan tanggapan resmi terhadap pandangan umum yang disampaikan oleh berbagai fraksi terkait Raperda Pertanggungjawaban APBD 2024.

Mas Ibbin menegaskan bahwa selama tahun lalu, Pemerintah Kota Blitar telah berupaya semaksimal mungkin dalam peningkatan pelayanan dan efisiensi birokrasi, hingga sukses meraih predikat Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) untuk kali ke-15 secara beruntun.

Di sisi lain, DPRD juga menyoroti pandangan tentang besaran Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) 2024, dengan harapan agar pada perhitungan tahun-tahun mendatang dapat dilakukan dengan lebih matang dan jumlahnya tidak terlalu besar.

Mas Ibbin menegaskan bahwa perhitungan anggaran telah dilakukan dengan hati-hati dan terukur. Data menunjukkan bahwa SiLPA dalam tiga tahun terakhir terus menurun, dari Rp119,05 miliar menjadi Rp53,45 miliar di tahun 2024.

“Penurunan ini menjadi bukti bahwa perencanaan anggaran semakin teliti dan pelaksanaan APBD kian efektif dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Pada sektor pendidikan, beberapa langkah strategis telah dijalankan sepanjang 2024, termasuk memberikan jaminan penyelenggaraan layanan publik yang cepat, tepat, bebas biaya, dan berkualitas sesuai kebutuhan masyarakat.

Selain itu, juga dilakukan upaya pemerataan akses dan peningkatan mutu layanan pendidikan.

“Terkait penguatan karakter dan profil Pelajar Pancasila, kami mengimplementasikan kegiatan nyata seperti Gerakan Sehari di Makam Bung Karno (MBK),” jelasnya.

Pemerintah Kota Blitar juga telah menindaklanjuti rekomendasi sesuai dengan action plan merespons hasil pemeriksaan BPK sebagaimana tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI yang dirilis pada 30 April 2025, terkait Laporan Keuangan Pemerintah Kota Blitar Tahun 2024.

Di samping itu, Pemkot Blitar terus melakukan evaluasi sekaligus upaya perbaikan untuk meningkatkan kinerja pengelolaan keuangan daerah. Juga memastikan optimalisasi pendataan penerima program Rastrada pada triwulan kedua tahun 2025.

“Kami sangat berharap sinergi yang semakin erat antara pemerintah Kota Blitar dengan DPRD dapat terus terjaga, demi memberikan hasil terbaik bagi masyarakat dan mewujudkan Kota Blitar sebagai kota masa depan yang lebih maju,” tutupnya.

Wali Kota Blitar: Kritik Konstruktif Jadi Kunci Perbaikan Pelayanan Publik

IDPOST.ID – Dari kritik di dunia maya menjadi dialog positif di ruang publik, itulah yang terjadi antara Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, dan wisatawan Alfiatur Rizky, Minggu (15/6/2025), di kawasan wisata Pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan (PIPP) Kota Blitar.

Alfi, yang sebelumnya viral karena mengeluhkan tarif parkir dan retribusi di kawasan PIPP, kali ini diajak langsung oleh Mas Ibin sapaan akrab Wali Kota Blitar untuk mengecek kondisi terkini di lapangan.

Dalam suasana yang santai, keduanya berjalan bersama menyusuri lokasi yang sempat menjadi sorotan publik.

Mas Ibin menegaskan bahwa masukan Alfi bukanlah kritik tanpa alasan, melainkan bentuk perhatian terhadap pelayanan publik di Kota Blitar.

“Hari ini saya bersama Mbak Alfi yang beberapa waktu lalu viral. Kali ini kita bikin viral tapi dengan suasana positif. Beliau dulu menyampaikan keluhan soal parkir dan retribusi, dan sekarang kita sudah pisahkan tarifnya,” ujar Mas Ibin kepada media.

Pemerintah daerah sudah menindaklanjuti dengan memisahkan biaya parkir dan retribusi masuk obyek wisata, sesuai dengan kritik yang disampaikan Alfi.

“Saya kasih tahu teman-teman, harus jelas. Kalau hanya parkir di PIPP, tidak masalah. Kalau mau masuk objek wisata seperti Makam Bung Karno, baru dikenakan retribusi,” jelasnya.

Sebagai langkah nyata, Mas Ibin memastikan akan dipasang papan informasi tarif resmi di titik-titik strategis untuk memberikan transparansi kepada para pengunjung.

Saat ini, tarif parkir bus di PIPP adalah Rp18.000 untuk maksimal delapan jam, sementara biaya masuk ke Makam Bung Karno dikenakan Rp4.000 per orang.

Dengan demikian, pengunjung yang hanya parkir di PIPP tidak akan dikenakan biaya tambahan selama tidak memasuki area makam.

Alfi mengapresiasi respons cepat dari Pemkot Blitar yang dianggapnya sangat positif. Ia berterima kasih kepada Wali Kota yang telah mendengarkan dan menjadikan keluhannya sebagai evaluasi kebijakan.

“Sekarang loket sudah dipisah, sehingga pengunjung yang hanya berbelanja di PIPP hanya membayar parkir saja, tidak ada biaya tambahan,” kata Alfi.

Pertemuan ini juga menegaskan komitmen Pemkot Blitar dalam memperkuat kota sebagai destinasi wisata yang ramah dan terbuka terhadap kritik.

Mas Ibin menegaskan bahwa pelayanan publik tidak hanya soal fasilitas, tetapi juga komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat.

Menurut Mas Ibin, PIPP memiliki potensi besar sebagai pusat informasi pariwisata sekaligus pusat perdagangan yang representatif.

Dengan memperjelas tata kelola tarif, diharapkan wisatawan, khususnya yang berasal dari luar kota, akan merasa lebih nyaman.

“Kami sangat menghargai masukan seperti ini. Kritik yang membangun adalah kunci agar pemerintah dapat terus memperbaiki pelayanan. Pemerintahan harus terbuka dan tidak alergi pada kritik selama disampaikan secara baik dan berdasarkan fakta,” tutup Mas Ibin.

Pertemuan antara Alfi dan Wali Kota Blitar ini mencerminkan bagaimana partisipasi masyarakat dapat menjadi jembatan bagi perbaikan pelayanan publik.

Di Kota Blitar, kritik konstruktif kini mendapatkan tempat yang layak untuk didengarkan dan ditindaklanjuti.

Soekarno Coffee Festival 2025 di Blitar: Merayakan Warisan Sejarah dan Inovasi Kopi

IDPOST.IDKota Blitar kembali menggelar pesta kopi yang sarat makna, yakni Soekarno Coffee Festival 2025.

Acara yang dibuka di halaman Kantor Wali Kota oleh H. Syauqul Muhibbin dikenal sebagai Mas Ibin mewakili semangat perjuangan dan intelektualitas Bung Karno melalui kopi.

Dalam sambutannya pada Jumat, 13 Juni 2025, Mas Ibin menegaskan bahwa festival ini lebih dari sekadar perayaan; kopi di sini menjadi lambang semangat nasionalisme dan kreativitas.

Bulan Juni menjadi momen spesial di Blitar, antara lain karena peringatan Hari Lahir Pancasila (1 Juni), Hari Lahir Bung Karno (6 Juni), dan Hari Wafatnya (21 Juni).

Mas Ibin mengajak warga untuk menjadikan nilai-nilai Bung Karno sebagai pegangan dalam pembangunan daerah dengan sikap pantang menyerah seperti ajaran “jangan berhenti boeng.”

Festival ini juga berfungsi sebagai wahana pengembangan usaha kopi dan inovasi kreatif. Apresiasi disampaikan kepada semua pihak dari panitia hingga pelaku usaha kopi yang saling berkolaborasi menghidupkan kegiatan ini.

“Festival ini diharapkan menjadi ruang bagi penguatan gagasan dan kolaborasi demi kemajuan Blitar,” imbuh wali kota.

Kepala Dinas PTSP Kota Blitar, Heru Eko Pramono, menambahkan bahwa meski durasi festival kali ini singkat selama tiga hari, antusiasme tetap tinggi dengan sekitar 40 stan dari usaha lokal dan luar kota, termasuk dari Mojokerto

Inovasi ini juga beriringan dengan pertumbuhan sekitar 100 kafe di Blitar. Heru menyebut kenaikan harga kopi lokal mencapai Rp100.000 per kilogram, naik dari Rp75.000, sebagai tanda optimisme ekonomi kopi Blitar.

Dia menegaskan bahwa festival ini membuka kesempatan generasi muda untuk mengasah keterampilan di bidang kopi.

Pembukaan hari pertama diwarnai kompetisi Pour Over, hiburan musik dari DJ Mike Clay, dan Tari Pleret yang memperlihatkan akulturasi budaya. Malam dilanjutkan dengan lomba latte art dan penampilan dari Kromatik serta Classy Band.

Di hari kedua, aspek edukasi makin dominan melalui talkshow bisnis kopi, demo roasting dan cupping, serta dialog santai pelaku usaha dalam program NGOPI SAE. Forum lobi terbuka dengan wali kota menjadi puncak acara.

Hari terakhir menghadirkan acara “Kopi Pagi bareng GEMAS,” talkshow tentang manfaat kopi untuk kesehatan, serta pertunjukan musik dari Villa Band, Javaloca, dan Electra Band. Festival ditutup meriah dengan kolaborasi Electra Band dan Pak Kepz.

Melalui pendekatan inklusif yang menggabungkan unsur hiburan, edukasi, dan bisnis kreatif, Soekarno Coffee Festival 2025 memperkokoh ekosistem ekonomi kreatif berbasis kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Heru optimis bahwa dialog dan negosiasi bisnis yang berlangsung secara santai di kedai kopi ini adalah model baru yang lebih manusiawi dan efektif dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi dan investasi.

Singkatnya, festival ini tidak hanya ajang hiburan tapi juga sarana penting untuk mengangkat warisan Bung Karno sembari menumbuhkan industri kopi dan ekonomi kreatif Blitar ke depan.

Wali Kota Blitar Resmikan Soekarno Coffee Fest 2025: Menghidupkan Warisan Bung Karno Lewat Kopi

IDPOST.ID – Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin atau yang biasa dikenal sebagai Mas Ibin, secara resmi meresmikan pembukaan Soekarno Coffee Festival 2025 pada Jumat sore (13/6/2025) di halaman Kantor Wali Kota Blitar.

Acara ini bukan hanya perayaan kuliner kopi semata, tetapi juga sebagai penghormatan terhadap warisan pemikiran dan gaya hidup Presiden pertama RI, Bung Karno.

Dalam sambutannya, Mas Ibin menjelaskan bahwa festival tahunan ini merupakan rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno yang rutin digelar setiap Juni di Kota Blitar.

Ia mengingatkan tiga tanggal penting dalam bulan tersebut yang berhubungan langsung dengan Bung Karno, yakni tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila, 6 Juni hari kelahiran Bung Karno, serta 21 Juni hari wafatnya.

“Seluruh aktivitas selama bulan ini difokuskan untuk meneladani perjuangan dan nilai-nilai yang ditinggalkan Bung Karno,” ujarnya kepada hadirin yang terdiri dari pejabat Forkopimda, pelaku UMKM, perwakilan perbankan, serta komunitas pecinta kopi.

Kini menginjak tahun keempat, festival kopi ini menjadi momentum penting bagi Blitar untuk memperkuat identitasnya, tidak hanya sebagai kota bersejarah Bung Karno tetapi juga mengembangkan nilai tersebut menjadi produk kreatif dan peluang ekonomi.

Mas Ibin juga menegaskan bahwa Soekarno Coffee Fest bukan sekadar festival kopi biasa. Festival ini dipersembahkan sebagai penghargaan atas kebiasaan Bung Karno yang gemar minum kopi tubruk setiap pagi dengan takaran khusus: satu sendok teh kopi dan satu setengah sendok teh gula pasir. Kebiasaan tersebut menjadi bagian dari momen Bung Karno dalam memulai hari dan mengambil keputusan besar untuk bangsa.

Kepala DPMPTSP Kota Blitar, Heru Eko Pramono, mengungkapkan bahwa festival ini menjadi dorongan konkret bagi pengembangan ekosistem usaha berbasis kopi.

Walaupun festival berlangsung selama tiga hari, antusiasme peserta tetap tinggi dengan sekitar 40 booth dari Blitar dan sekitarnya, bahkan ada peserta dari Mojokerto.

Festival tahun ini mengangkat tema “Jangan Berhenti Boeng!”, sebuah kutipan Bung Karno yang mengandung semangat optimisme dan perjuangan.

Heru menjelaskan tema ini mengajak masyarakat untuk terus maju, meskipun Blitar bukan daerah penghasil kopi besar, tetapi tetap memanfaatkan tren kopi sebagai peluang berkembang.

Bahkan saat ini harga kopi dari Blitar telah melonjak menjadi lebih dari Rp100 ribu per kilogram dibanding sebelumnya Rp75 ribu.

Soekarno Coffee Fest 2025 tampil tidak hanya sebagai ajang budaya dan kreativitas kopi, tapi juga sebagai forum interaksi lintas sektor yang menggabungkan edukasi, kompetisi, seni pertunjukan, dan diskusi publik.

Acara ini berlangsung mulai Jumat hingga Minggu (13-15 Juni), mengajak pelaku UMKM hingga pejabat pemerintah untuk berpartisipasi aktif.

Kegiatan informal seperti itu membuka peluang komunikasi yang lebih santai dan setara. Heru menyebutkan, pada malam Minggu nanti, para pelaku usaha dari sektor berbeda akan duduk bersama Wali Kota untuk berdiskusi dan bertukar gagasan.

Dia menambahkan bahwa kopi menjadi media yang efektif untuk menyatukan berbagai elemen masyarakat dan mendorong sinergi baru antara usaha, pemuda, dan pemerintah.

Agenda festival sendiri dimulai pada Jumat dengan kompetisi Pour Over, diikuti pertunjukan musik dan tari. Acara dibuka dengan seremoni “Pemboekaaan Rakjat” yang menandai dimulainya Soekarno Coffee Festival secara resmi. Ragam pertunjukan seni dan kompetisi latte art memperkaya malam pembukaan.

Pada hari kedua, berbagai program edukatif seperti talkshow investasi lewat bisnis kopi dan demo roasting & cupping menyedot perhatian pengunjung muda.

Diskusi santai dalam forum “NGOPI SAE” menjadi tempat berkumpulnya pelaku usaha dari berbagai sektor sebelum dilanjutkan dengan dialog informal bersama Wali Kota pada malam harinya.

Hari terakhir diisi dengan kegiatan pagi bersama GEMAS, talkshow kesehatan, hiburan musik, dan penampilan penutup kolaborasi Pak Kepz, menegaskan bahwa festival ini tidak hanya soal kopi tapi juga tentang kolaborasi sosial dan kebersamaan.

Dengan pendekatan yang inklusif dan penuh semangat lokal, Soekarno Coffee Festival menunjukkan karakter kota yang terbuka terhadap perubahan dan gagasan baru.

Heru berharap agenda ini mampu mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif berbasis kolaborasi. “Biasanya investasi dibicarakan dalam ruang formal, kali ini cukup di kedai kopi yang terbuka. Hasilnya lebih alami dan manusiawi,” katanya.

Wali Kota Mas Ibin menambahkan harapannya agar festival ini menjadi ruang rekreasi sekaligus wadah diskusi pemikiran Bung Karno yang relevan dengan waktu kini.

Ia juga berharap anak muda di Blitar dapat menguasai keterampilan mengolah kopi yang bisa menjadi potensi ekonomi baru sekaligus memperkuat kebanggaan lokal.

Ia menutup sambutan dengan mengapresiasi seluruh panitia dan pihak pendukung acara serta mengajak masyarakat menyambut agenda Bazar Blitar Djadoel (18-22 Juni) dan Selametan Haul Bung Karno (20 Juni).

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Soekarno Coffee Fest 2025 saya nyatakan resmi dibuka. Terima kasih kepada pecinta dan pelaku kopi yang turut berpartisipasi. Semoga festival ini memberi manfaat dan inspirasi untuk kita semua,” tuturnya.

Soekarno Coffee Festival memperlihatkan bahwa Kota Blitar bukan hanya sekadar meracik kopi, tetapi juga meramu ingatan, semangat, dan cita-cita seorang proklamator melalui secangkir kopi yang sederhana. Sebuah cara elegan menghormati sejarah sekaligus membuka peluang masa depan.

Kemenkumham dan Pemkot Blitar Bersinergi Perkuat Perlindungan HAM di Daerah

IDPOST.ID – Kemenkumham RI lewat Kantor Wilayah Jawa Timur menggelar Sosialisasi Penguatan Kapasitas HAM bagi ASN di Hall Hotel Santika Blitar, Rabu, 11 Jun 2025.

Acara ini bukan hanya seremoni, tapi bentuk nyata komitmen politik Blitar dalam memperkuat perlindungan dan penghormatan HAM di level daerah.

Wakil Menteri HAM, Mugiyanto, memberikan apresiasi atas keseriusan Blitar dalam menjalankan kewajiban konstitusional terkait HAM.

Menurutnya, peran ASN sangat vital dalam memastikan masyarakat mendapatkan hak dasar seperti pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan lingkungan yang sehat.

“ASN harus memahami betul hak-hak fundamental warga. Ini kunci utama keberhasilan,” ujar Mugiyanto.

Ia juga menilai peran Wali Kota Blitar, Mas Ibin, sangat penting dalam mendorong regulasi dan kebijakan pro-HAM, terutama bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas dan perempuan.

Mas Ibin sendiri bangga dengan warisan Kota Blitar, yang juga tempat lahir Bung Karno pelopor HAM di Indonesia dan internasional.

Ia menegaskan bahwa visi pemerintah kota bukan sekadar formalitas, tetapi membangun tata kelola yang menjunjung tinggi hak rakyat.

“Kami mulai dari pemetaan isu HAM lokal dan pelatihan ASN agar semua paham tugasnya,” katanya.

Mas Ibin punya tekad kuat menjadikan Blitar bukan hanya kota bersejarah, tapi masa depan yang menghormati martabat manusia.

Baginya, HAM harus jadi roh di balik setiap kebijakan publik, dari pendidikan sampai pelayanan kesehatan dan ruang publik.

“HAM bukan cuma soal menghindari pelanggaran, tapi menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan,” tutupnya.

Dengan semangat kolaborasi dan pijakan sejarah yang kuat, Blitar siap melangkah maju, jadi kota yang nyaman, adil, dan setara untuk seluruh warga.