Menpan RB Resmikan 13 MPP Baru, Kota Blitar Jadi Contoh Pelayanan Publik Modern

IDPOST.ID – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Rini Widyantini, secara resmi meresmikan Mal Pelayanan Publik (MPP) Bumi Bung Karno di Kota Blitar, seiring dengan peresmian 12 MPP lainnya di berbagai wilayah Indonesia.

Acara ini menjadi bukti nyata dari komitmen pemerintah dalam menyediakan layanan publik yang praktis, cepat, dan terintegrasi.

Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, yang juga dikenal dengan panggilan Mas Ibin, turut hadir secara virtual dalam kesempatan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa MPP di Kota Blitar telah mulai beroperasi sejak akhir Februari 2025 dan telah melayani masyarakat dengan 126 jenis layanan dari 24 instansi berbeda.

“Kami menerima tanggapan sangat positif dari masyarakat selama hampir empat bulan beroperasi,” ungkap Mas Ibin dalam sambutannya.

Menurutnya, MPP bukan hanya simbol, melainkan solusi nyata bagi warga Blitar yang membutuhkan pelayanan lebih cepat dan efisien.

Kota Blitar kini bukan sekadar dikenal karena sejarah kelahiran Proklamator, tapi juga sebagai contoh modern dalam tata kelola pemerintahan yang progresif.

Menteri Rini pun memberikan apresiasi tinggi terhadap kerja keras Wali Kota Blitar.

“Terima kasih banyak, Pak. Kerja yang sangat luar biasa. Semoga layanan ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Kota Blitar,” tuturnya, sekaligus menegaskan bahwa Blitar menjadi pionir dalam reformasi birokrasi yang mengedepankan layanan publik.

Deputi Pelayanan Publik Kemenpan RB, Otok Kuswandaru, dalam laporannya menyatakan bahwa MPP merupakan wujud nyata reformasi birokrasi yang langsung dirasakan oleh masyarakat.

“Reformasi yang kami dorong bukan sekadar perubahan struktur, namun membawa dampak langsung pada kualitas hidup warga,” katanya.

Lebih dari sekadar fasilitas, MPP dipandang sebagai ruang integrasi antar berbagai sektor, mulai dari pemerintah pusat, daerah, instansi vertikal, hingga BUMN dan BUMD.

Kolaborasi menjadi kunci utama agar berbagai layanan dapat dijalankan terkoordinasi dalam satu tempat.

“MPP adalah pintu tunggal yang menyediakan sejuta layanan. Tempat di mana solusi lahir dan harapan masyarakat tumbuh,” ujar Menteri Rini dengan semangat.

Dia menegaskan bahwa reformasi birokrasi ini harus nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan sekadar dokumen atau jargon.

“Birokrasi harus cepat, transparan, dan tidak koruptif. MPP adalah bukti kehadiran negara di tengah masyarakat,” tegasnya.

Menteri Rini juga menantang para penyelenggara MPP untuk meninggalkan cara lama yang justru menyulitkan masyarakat.

“Pelayanan publik harus responsif dan berorientasi pada kebutuhan rakyat. Tidak boleh ada lagi kerumitan birokrasi. MPP harus menjadi ruang yang ramah, cepat, jujur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” pesannya.

Dengan diresmikannya 13 MPP baru pada hari tersebut, jumlah total MPP di Indonesia mencapai 285 unit, melayani sekitar 56 persen dari 508 kabupaten/kota.

Lima provinsi telah berhasil memiliki MPP di seluruh kabupaten/kotanya, yaitu Banten, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Bali, dan DKI Jakarta.

Peresmian juga diikuti oleh kepala daerah dari berbagai kabupaten yang turut menandatangani prasasti secara virtual, menandai fase baru peningkatan mutu layanan publik di daerah masing-masing.

Menteri Rini menyatakan keinginannya untuk bisa mengunjungi setiap MPP yang telah diresmikan secara langsung, meski saat ini keterbatasan waktu menjadi tantangan.

Ia juga menekankan pentingnya digitalisasi dan inklusivitas dalam pengembangan layanan ke depan.

“Kami ingin lebih dari sekadar memiliki gedung, tapi sistem layanan yang terintegrasi dan mudah diakses masyarakat. Itulah esensi dari MPP,” tandasnya.

Untuk MPP Bumi Bung Karno di Blitar, masyarakat menyambut dengan antusias.

Gedung layanan terpadu ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tapi juga memberikan pengalaman baru bagi warga dalam mengurus berbagai dokumen dan perizinan tanpa harus berpindah-pindah tempat.

Paripurna LPJ, Wali Kota Blitar: Predikat WTP ke-15 Jadi Bukti Transparansi Pengelolaan Anggaran

IDPOST.ID – Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin atau yang akrab disapa Mas Ibin, ikuti pelaksanaan rapat paripurna DPRD Kota Blitar yang digelar pada Selasa (10/06/2025) di Gedung Graha Paripurna.

Agenda utama rapat ini adalah penyampaian penjelasan terkait Raperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kota Blitar Tahun Anggaran 2024.

Dalam kesempatan tersebut, Mas Ibin menyampaikan bahwa pelaksanaan APBD tahun 2024 telah berjalan dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan sepenuhnya.

“Bukti nyata dari kinerja pengelolaan anggaran ini adalah predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang kembali diraih Kota Blitar untuk kali ke-15 berturut-turut oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI,” katanya.

Selain itu, Mas Ibin menjelaskan bahwa terdapat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) sebesar Rp 53 juta yang akan dimanfaatkan kembali dalam APBD tahun 2025.

“Dana ini diprioritaskan untuk program yang memberi dampak langsung ke masyarakat, seperti mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM), sektor pariwisata, serta pembangunan infrastruktur di Kota Blitar,” ujarnya.

“Kami dalam paripurna ini menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran Tahun 2024, sebuah wujud transparansi dan tanggung jawab kami sebagai pemerintah kota,” tambah Mas Ibin.

Dari sisi DPRD, Wakil Ketua I Adi Santoso menyampaikan bahwa agenda ini sesuai dengan amanat peraturan pemerintah dan mekanisme penyampaian laporan realisasi anggaran.

Setelah ini, DPRD akan melanjutkan pembahasan di tingkat komisi dan badan anggaran guna memastikan bahwa semua aspek telah dikaji secara mendalam.

“Saya turut menyambut baik proses ini dan optimis dengan kerja sama yang baik antara Pemkot dan DPRD, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat Kota Blitar dapat terus lebih optimal,” katanya.

Rapat paripurna ini dihadiri oleh Wakil Walikota Blitar, Wakil Ketua II DPRD, Plh. Sekretaris Daerah, perwakilan TNI-Polri, serta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Blitar, menandai komitmen bersama dalam mengawal pembangunan daerah.

Wali Kota Blitar Buka Festival Seni dan Olahraga Sambut Hari Anak Nasional

IDPOST.ID – Festival Seni dan Olahraga dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional ke-41 di Sport Center Kota Blitar berlangsung meriah.

Ratusan anak-anak dari tingkat TK hingga SD memadati lokasi acara Senin (2/6/2025).

Festival dibuka langsung oleh Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, yang didampingi Ketua TP PKK Kota Blitar, Kharisa Rizky Umami.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Syauqul Muhibbin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Pendidikan Kota Blitar atas terselenggaranya acara bergengsi ini.

Menurutnya, momentum Hari Anak Nasional adalah waktu yang tepat untuk memastikan agar seluruh anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan berkarakter.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan potensi anak secara maksimal.

“Sangat membahagiakan melihat anak-anak Kota Blitar tumbuh dengan sehat dan bahagia,” katanya.

“Kami berharap guru dan orang tua tidak membatasi kreativitas mereka, tapi justru mendampingi dan membantu mereka mengembangkan bakat,” tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, Dindin Alinurdin, menambahkan bahwa festival ini menggabungkan seni dan olahraga agar anak-anak bisa menyalurkan bakat sekaligus berekspresi dengan cara yang menyenangkan.

Untuk tahun ini, ada empat lomba utama yang digelar, yaitu tari tradisional, lomba lari rintangan, lomba melipat dan menggunting, serta lomba bercerita (storytelling).

“Kami ingin anak-anak tidak hanya berkompetisi, tapi juga bermain dan berinteraksi dalam suasana ceria. Ini penting agar mereka merasa senang dan termotivasi untuk terus berkarya,” jelas Dindin.

Festival Seni dan Olahraga Hari Anak Nasional ini menjadi momen spesial yang tak hanya mengasah kemampuan anak-anak, tapi juga mempererat kebersamaan dalam suasana penuh kegembiraan dan semangat positif.

Slametan Brokohan Bung Karno, Wali Kota Mas Ibin Ajak Warga Blitar Teladani Sang Proklamator

IDPOST.ID – Suasana malam di Istana Gebang, Kota Blitar, pada Jumat (6/6/2025) begitu tenteram namun penuh makna.

Di halaman rumah masa kecil Sang Proklamator, lampu-lampu remang menjadi latar panggung pertunjukan wayang kulit yang digelar dalam rangka Slametan Brokohan memperingati Hari Lahir Bung Karno.

Pertunjukan ini menandai awal dari rangkaian Bulan Bung Karno yang rutin digelar Pemerintah Kota Blitar setiap Juni sebagai bentuk penghormatan atas jasa besar Ir. Soekarno.

Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, yang akrab disapa Mas Ibin, hadir bersama jajaran Forkopimda, pimpinan DPRD, budayawan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Mas Ibin menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan momen reflektif untuk meneladani semangat nasionalisme dan patriotisme Bung Karno.

Tradisi brokohan yang digelar di halaman Istana Gebang diharapkan dapat menjadi agenda tahunan sebagai bentuk penghormatan kepada jasa para pahlawan khususnya Bung Karno.

“Setidaknya sekali setahun kita berkumpul dan berdoa bersama untuk Bung Karno. Ini adalah bentuk penghormatan kita kepada para pahlawan,” ujar Mas Ibin saat membuka acara.

Untuk menguatkan nilai budaya lokal, Pemkot Blitar menghadirkan pagelaran wayang kulit dengan lakon “Pepyajar Pringgondani” yang bercerita tentang perjuangan Gatotkaca menemukan jati diri sebagai pemimpin sejati.

Kisah tersebut sejalan dengan ajaran Trisakti Bung Karno: berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Bagi Mas Ibin, acara ini lebih dari seremoni biasa, melainkan bagian dari upaya menghidupkan nilai-nilai perjuangan Bung Karno: keberanian, persatuan, dan cita-cita mewujudkan Indonesia adil dan sejahtera.

“Insya Allah, dengan kita mendoakan dan meneladani pemimpin kita, Indonesia akan semakin makmur,” tuturnya penuh semangat, lalu membuka acara dengan pekikan lantang: Merdeka!

Pertunjukan wayang kulit oleh dalang Ki Rudi Gareng, seniman lokal Kota Blitar, menjadi suguhan utama malam itu.

Wayang kulit yang sarat falsafah menjadi media pengingat nilai luhur bangsa yang juga dipegang teguh Bung Karno dalam membangun Indonesia.

Acara Slametan Brokohan ini menjadi momentum penting dalam Bulan Bung Karno yang disemarakkan dengan berbagai kegiatan kebudayaan, spiritual, dan edukatif.

Mulai dari Grebeg Pancasila, Kenduri Pancasila, hingga ziarah di Makam Bung Karno, semuanya digelar untuk menghidupkan semangat nasionalisme berlandaskan nilai-nilai Bung Karno.

Mas Ibin menegaskan bahwa sebagai Bumi Bung Karno, Kota Blitar memiliki tanggung jawab moral dan historis untuk menjaga warisan tersebut.

“Kota Blitar diberkahi karena di sinilah Bung Karno tinggal dan disemayamkan. Ini kebanggaan sekaligus amanah untuk kita semua,” ujarnya.

Bahkan ia berharap Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bisa mengenalkan Bung Karno melalui Kota Blitar bagi siapa saja yang datang ke Indonesia.

Soekarno yang lahir di Surabaya pada 6 Juni 1901 dari pasangan Raden Soekemi dan Ida Ayu Nyoman Rai tumbuh sebagai sosok pemimpin besar yang memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Dalam dirinya menyatu darah Jawa dan Bali, pendidikan modern dan spiritualitas nusantara. Bung Karno bukan sekadar tokoh, melainkan simbol perjuangan dan identitas bangsa.

Peringatan hari lahir Bung Karno bukan hanya nostalgia sejarah, tapi ruang konsolidasi nilai kebangsaan yang relevan di masa kini.

Pendekatan kebudayaan menjadi media menanamkan semangat gotong royong dan cinta tanah air khususnya kepada generasi muda.

Dengan spirit meneladani nilai perjuangan Sang Proklamator, Pemkot Blitar kembali meneguhkan identitas sebagai Bumi Bung Karno melalui serangkaian kegiatan Bulan Bung Karno 2022 sepanjang Juni.

Dari Grebeg Pancasila pada 31 Mei, hingga Bung Karno Run pada 26 Juni, semua agenda menyatukan budaya, spiritual, olahraga, dan kreativitas anak muda dalam semangat kebangsaan.

Momen seperti Upacara Budaya dan Kirab Gunungan Lima pada 1 Juni, Slametan Brokohan dan wayang kulit di Istana Gebang pada 6 Juni, serta Upacara Ziarah di Makam Bung Karno pada 21 Juni menjadi bukti penghormatan masyarakat Blitar kepada Bung Karno dan ajaran Pancasila.

Kegiatan pendukung seperti Soekarno Night Run, Soekarno Coffee Fest, Blitar Jadoel, dan Festival Kuliner semakin menambah semarak terutama bagi generasi muda.

Bulan Bung Karno bukan sekadar seremoni tahunan, tapi ruang kolektif merawat ingatan, memperkuat jati diri bangsa, dan menumbuhkan semangat cinta tanah air dari Kota Blitar untuk Indonesia.

Wali Kota Blitar Mas Ibin Serahkan Sapi Kurban di Masjid Agung

IDPOST.ID – Wali kota Blitar Syauqul Muhibbin, yang akrab disapa Mas Ibin laksanakan Salat Idul Adha 1446 H di Masjid Agung Kota Blitar Jumat, 6 Juni 2025.

Pelaksanaan Salat Id dipimpin oleh Al Ustadz Abdul Wachid Lutfi, M.Ag., sementara khutbah disampaikan oleh Drs. KH. Subakir, M.Ag.

Dalam khotbahnya, KH. Subakir menyentuh tema pengorbanan dan ketaatan, mengutip kisah Nabi Ibrahim AS yang menjadi teladan bagi umat Muslim.

Ia menekankan bahwa pengorbanan yang tulus dan keikhlasan kepada Allah SWT adalah nilai utama di balik ibadah kurban.

“Kisah Nabi Ibrahim AS mengajarkan kita arti ketaatan dan pengorbanan sejati kepada Sang Maha Kuasa. Keikhlasan beliau dalam menghadapi ujian adalah cermin bagi kita semua dalam menjalani hidup,” ucap KH. Subakir dengan penuh semangat.

Usai salat, Wali Kota Mas Ibin menyerahkan secara simbolis satu ekor sapi kurban kepada pengurus Masjid Agung Kota Blitar.

“Ini adalah Idul Adha pertama saya sebagai Walikota. Saya bangga bisa melaksanakan salat Id di Masjid Agung bersama masyarakat yang penuh kekhusyukan,” ujar Mas Ibin.

Ia berharap semangat berkurban menjadi inspirasi bagi semua untuk terus berbagi dan berbuat kebaikan kepada sesama.

Penyerahan hewan kurban berlangsung dengan suasana akrab dan penuh kehangatan. Selain sapi yang diserahkan Pemkot Blitar, terdapat juga sepuluh ekor kambing yang dibeli langsung dari Pasar Hewan Dimoro guna mendukung peternak lokal.

Daging kurban ini akan didistribusikan ke berbagai masjid dan kecamatan di Blitar. Mas Ibin juga turut menyampaikan apresiasi terhadap kualitas hewan kurban dari peternak lokal dan menyebutkan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto pun membeli hewan kurban dari peternak setempat sebagai bentuk dukungan.

Selain dari Pemkot, hewan kurban juga disumbangkan oleh tokoh nasional lainnya seperti Megawati Soekarno Putri dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta warga setempat.

Wali Kota Blitar Pantau Stok Hewan Kurban di Pasar Dimoro Menjelang Idul Adha 2025

IDPOST.ID – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 H yang akan tiba pada tanggal 6 Juni 2025, Wali kota Blitar, Syauqul Muhibbin, melakukan kunjungan langsung ke Pasar Hewan Dimoro pada hari Selasa (3/6/2025) untuk mengecek stok hewan kurban dan memastikan harga tetap stabil.

Walikota yang akrab disapa Mas Ibin memulai inspeksinya dari area pasar sapi, kemudian melanjutkan ke pasar kambing yang terletak di kawasan Pasar Dimoro.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengonfirmasi bahwa persediaan hewan kurban di Kota Blitar masih melimpah dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Saya hari ini keliling memantau pasar hewan, mulai dari sapi sampai kambing di Pasar Dimoro. Stok hewan kurban masih banyak dan aman untuk masyarakat,” jelas Mas Ibin saat ditemui di lokasi.

Ia juga mengimbau masyarakat yang berencana berkurban untuk segera mengunjungi Pasar Dimoro, karena masih ada banyak hewan dengan harga yang tergolong wajar dan terjangkau.

“Masyarakat yang ingin berkurban, saya sarankan datang segera ke Pasar Dimoro. Stok cukup banyak dan harga masih stabil, kambing yang sudah siap poel berkisar antara 2 sampai 3 juta rupiah. Untuk ukuran besar di kota-kota besar seperti Jakarta, harga bisa jauh lebih mahal. Jadi di sini lebih ekonomis,” ujar Walikota yang dikenal ramah ini.

Ketika ditanya mengenai persiapan pribadi, Mas Ibin mengatakan biasanya ia berkurban sapi dan kambing. Meski demikian, ia berencana untuk mencari tambahan hewan kurban pada hari Kamis (5/6/2025).

“Kalau saya biasanya berkurban sapi dan kambing. Hari ini saya survei dulu, tapi besok saya masih akan mencari lagi sebagai tambahan,” kata Mas Ibin.

Dalam kesempatan kunjungan tersebut, Mas Ibin juga menyinggung kabar viral mengenai pembelian hewan kurban oleh Presiden Republik Indonesia yang berasal dari peternakan lokal di Kota Blitar.

Hal ini menjadi bukti bahwa peternakan di Blitar memiliki kualitas yang diakui hingga tingkat nasional.

“Presiden memang membeli hewan kurban dari peternak di Kota Blitar, ini sebuah penghargaan bagi potensi peternakan kita. Sapi dari Presiden rencananya akan disembelih di Masjid Agung dekat Alun-Alun dan kemudian dibagikan ke masyarakat,” tambahnya.

Selain sapi dari Presiden, Walikota juga menyampaikan bahwa ada beberapa hewan kurban dari warga dan pihak lain yang menitipkan hewan melalui Pemerintah Kota Blitar untuk dibagikan kepada warga.

Distribusi Hewan Kurban oleh Pemerintah Kota Blitar

Tahun ini, Pemkot sudah menyiapkan satu ekor sapi dan sepuluh kambing yang akan didistribusikan ke berbagai masjid dan kecamatan sesuai data distribusi yang ada.

“Sapi dan kambing dari pemerintah ini akan dibagikan di sepuluh lokasi masjid sesuai data yang sudah ada,” jelas Mas Ibin.

Ia juga menerima masukan dari para penjual hewan untuk peningkatan fasilitas dan kenyamanan pasar hewan.

Selain mengecek ketersediaan dan harga, Walikota juga memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat, bebas dari penyakit, serta transaksi di pasar berjalan dengan aman dan nyaman untuk pengunjung.

“Semoga masyarakat dapat mencari hewan kurban dengan tenang dan sesuai syariat, sehingga hari raya Idul Adha dapat dijalankan dengan penuh makna dan kedamaian,” pungkasnya.

Wali Kota Blitar: Revolusi Manajemen RSUD Mardi Waluyo Demi Pelayanan Maksimal

IPOST.ID – Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, yang akrab disapa Mas Ibin, mengumumkan sebuah langkah berani dan tegas: perombakan total manajemen RSUD. Keputusan tersebut diambil usai pensiunnya Direktur RSUD sebelumnya, dr. Muhammad Muchlis.

Mas Ibin menegaskan bahwa waktu untuk reformasi besar sudah tiba. Dengan menunjuk dr. Bernard Theodore Ratulangi Sp.PK sebagai Pelaksana Tugas Direktur, ia juga mengungkapkan sejumlah langkah strategis untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan milik daerah.

“Manajemen rumah sakit harus kita tata ulang mulai dari SDM, sistem keuangan, sampai penguatan peran BLUD,” kata Mas Ibin di hadapan awak media.

Sebagai langkah awal, Pemkot Blitar tengah menunggu izin resmi dari Kementerian Dalam Negeri untuk melakukan rotasi dan mutasi pejabat struktural di RSUD. Menurut Mas Ibin, penyegaran manajemen ini krusial agar transformasi berjalan efektif dan sesuai aturan.

“Kami sedang menunggu izin dari Kemendagri. Begitu turun, rotasi dan mutasi akan langsung kami lakukan. Ini sekaligus bagian dari efisiensi dan pembaruan SDM,” tutur Mas Ibin.

Mas Ibin juga tak ragu menyampaikan bahwa evaluasi jumlah tenaga kerja akan dilakukan dengan objektif. Meskipun rumah sakit milik publik, rasionalisasi SDM dianggap perlu agar pelayanan makin optimal.

“Kalau perlu dikurangi demi efisiensi dan profesionalitas, ya akan kami lakukan. Ini demi pelayanan terbaik,” tegasnya.

Tidak hanya aspek SDM, Mas Ibin menegaskan pentingnya peningkatan fasilitas serta penataan sarana prasarana RSUD. Sistem kerja berbasis reward and punishment juga menjadi kunci untuk menguatkan budaya kerja dan pengawasan ketat.

“Sebelum bicara marketing, kita benahi pelayanan dan fasilitas dulu. RSUD Mardi Waluyo harus jadi rujukan utama, tak hanya di Kota Blitar tapi juga Blitar Raya,” tambahnya.

Bahkan, Mas Ibin berencana berkantor langsung di RSUD selama proses transformasi berlangsung.

“Minggu ini saya siapkan ruang kerja di rumah sakit. Setiap langkah perubahan akan saya kawal langsung. Ini bukan wacana, tapi komitmen nyata,” ungkap Mas Ibin dengan penuh semangat.

Sementara, Dr. Bernard Theodore Ratulangi menyatakan kesiapan mengemban tugas. Ia telah berkoordinasi dengan jajaran manajemen untuk merancang langkah konkret demi percepatan perubahan.

“Kami siap bekerja cepat dan tepat. Dukungan semua elemen rumah sakit sangat dibutuhkan agar transformasi ini nyata dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Mas Ibin Dampingi Plt Gubernur Emil Dardak Apresiasi Talenta Digital Blitar

IDPOST.ID – Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin atau yang akrab disapa Mas Ibin, hadir mendampingi Plt Gubernur Emil Dardak saat melakukan kunjungan di Kota Blitar, Senin, 2 Mei 2025.

Kehadiran Mas Ibin menarik perhatian karena ia bukan hanya sebagai pendamping, tapi juga sebagai figur penting yang memberi dukungan penuh terhadap pengembangan talenta digital di Kota Blitar.

Mas Ibin menegaskan kebanggaannya terhadap prestasi Al Divi, alumni MTsN 1 Kota Blitar yang sama seperti dirinya.

“Prestasi Mas Divi adalah bukti nyata bahwa pendidikan karakter adaptif yang didorong Pemkot Blitar telah membuahkan hasil luar biasa,” ujar Mas Ibin dengan penuh semangat.

Mas Ibin menyatakan, Pemkot Blitar akan terus mendorong lahirnya talenta-talenta digital dari sekolah-sekolah lokal.

Ia menegaskan, program literasi digital akan dikembangkan lebih intensif, dengan menjadikan kisah Al Divi sebagai inspirasi utama.

“Kami ingin menanamkan bahwa main game bukan hal tabu, asal diarahkan dengan benar. Dunia maya adalah ruang kreativitas dan berkarya,” tegas Mas Ibin.

Plt Gubernur Emil memberikan hadiah laptop kepada Al Divi, sementara Google Indonesia menyumbang Galaxy Tab yang diserahkan langsung oleh Emil.

Emil mengapresiasi ketekunan Al Divi yang mengubah hobinya bermain game menjadi passion dan prestasi profesional. Dalam kesempatan itu, Emil juga menitipkan perhatian khusus kepada Dinas Pendidikan Jawa Timur agar memfasilitasi jalur pendidikan lanjutan yang sesuai bagi Al Divi.

Mas Ibin dan Emil Dardak sepakat bahwa dukungan lingkungan keluarga dan pemerintah sangat penting dalam membimbing generasi digital.

Mas Ibin menekankan, generasi muda Blitar harus diberi ruang dan fasilitas agar talenta mereka berkembang optimal.

Emil menambahkan, transformasi digital harus dibarengi dengan pengelolaan waktu dan pembinaan mental yang baik agar anak-anak dapat berkonversi dari pengguna pasif menjadi kreator aktif.

Kisah sukses Al Divi menjadi jembatan antara dunia nyata dan digital, di mana peran Mas Ibin sebagai wali kota tidak hanya sebagai pemimpin administratif, tapi juga sebagai inspirator dan fasilitator transformasi talenta lokal menuju panggung global.