Semarak Hari Jadi ke-119 Kota Blitar, Mas Ibin Pimpin Penanaman Pohon Buah di Kali Karplos

IDPOST.CO.ID – Wali Kota Blitar, H. Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin, langsung memimpin penanaman pohon buah produktif bersama jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kelompok masyarakat, dan warga sekitar di kawasan Sungai Karang Tengah–Plosokerep, yang akrab disebut Kali Karplos,

Pagi yang masih teduh menjadi saksi saat Mas Ibin mengambil cangkul dan menanam pohon pertama. Meski sederhana, aksi ini sarat makna.

“Hari Jadi Kota Blitar kali ini kita isi dengan aksi yang berdampak jangka panjang,” ujar Mas Ibin saat membuka kegiatan.

Ia menegaskan, penanaman pohon adalah bentuk cinta kepada bumi sekaligus penghormatan terhadap sejarah dan warisan leluhur Kota Blitar.

Menurut Mas Ibin, berdekatan dengan Hari Bumi, momentum Hari Jadi menjadi pengingat bahwa perayaan tidak hanya soal mengenang masa lalu, tapi juga membuka jalan menuju masa depan yang lebih bertanggung jawab secara ekologis.

“Pohon buah ini kami tanam bukan untuk seremoni semata. Ini hadiah untuk Kota Blitar dan anak cucu kita kelak,” ucapnya penuh optimisme.

Kawasan Kali Karplos dipilih dengan pertimbangan matang. Wilayah ini memiliki potensi besar sebagai ruang terbuka hijau sekaligus zona wisata berbasis lingkungan.

Pemerintah Kota Blitar tengah merancang rencana jangka panjang untuk menjadikan Karplos sebagai titik awal pengembangan kawasan hijau produktif di tengah kota.

Penanaman pohon buah dinilai sebagai langkah cerdas yang menggabungkan fungsi ekologis dan ekonomi.

Selain menyerap karbon, memperindah pemandangan, dan menjaga kualitas air tanah, pohon-pohon ini kelak akan menghasilkan buah yang dapat dinikmati warga. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar, Jajuk Indihartati, mengatakan,

“Harapannya, kawasan ini menjadi ruang publik hijau yang tidak hanya enak dipandang, tapi juga menghasilkan.”

Antusiasme masyarakat pun terlihat jelas. Kelompok masyarakat (pokmas) yang hadir sudah lama mendukung inisiatif penghijauan di kawasan Karplos. Kegiatan ini bukan sekadar penanaman pohon, tapi juga membawa pesan strategis.

Pemerintah Kota Blitar berencana memperluas program penghijauan ke berbagai sudut kota, terutama di lahan milik pemerintah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Upaya ini diharapkan dapat menambah ruang terbuka hijau (RTH), yang menjadi indikator penting pembangunan berkelanjutan.

Mas Ibin berharap, semangat Hari Jadi ke-119 ini bisa menyatukan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga lingkungan. Ia menegaskan, setiap pohon yang ditanam hari ini akan menjadi bagian dari sejarah Blitar di masa depan.

“Kalau kita menanam kebaikan hari ini, maka kota ini akan menuai keberkahan di kemudian hari,” ujarnya.

Sebagai penutup, seluruh peserta bersama-sama melakukan simbolisasi penanaman pohon di tepi Sungai Karplos. Tepuk tangan dan sorak semangat mengiringi penanaman pohon terakhir, menandai awal transformasi kawasan tersebut.

Langkah kecil di pinggir sungai ini diharapkan menjadi gema besar bagi masa depan Kota Blitar. Di setiap lubang tanam yang digali, tersimpan harapan agar kota ini tidak hanya bertambah usia, tapi juga terus tumbuh menjadi lebih hijau, sehat, dan penuh harapan.

Kaesang Pangarep dan Wali Kota Blitar Bahas Pengembangan UMKM dan Produk Lokal

IDPOST.CO.ID – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini melanjutkan safari politiknya di Jawa Timur, dan Kota Blitar menjadi tempat singgah yang penuh arti, Kamis (24/4/2025).

Di kota kecil yang kaya sejarah dan semangat muda ini, Kaesang bertemu langsung dengan Wali Kota Syauqul Muhibbin, yang akrab disapa Mas Ibin, untuk berdiskusi tentang masa depan.

Kunjungan tersebut bukan hanya ajang silaturahmi pasca-Lebaran. Kaesang mengaku datang untuk mempererat hubungan, mengingat PSI merupakan salah satu partai pendukung Mas Ibin dalam Pilkada lalu.

“Kami dulu mendukung beliau, jadi ini waktu yang tepat untuk bersilaturahmi sekaligus melihat perkembangan Kota Blitar di bawah kepemimpinan Pak Wali,” ujarnya.

Tak butuh waktu lama bagi Kaesang untuk mengungkapkan kekagumannya terhadap kota kecil yang penuh potensi ini. Baginya, Blitar telah berkembang menjadi daerah yang inovatif dan berani menempatkan generasi muda sebagai pusat pembangunan.

“Potensinya sangat besar, apalagi dengan kepemimpinan Pak Wali yang menghadirkan terobosan nyata. Saya yakin Blitar akan semakin maju dan sejahtera,” katanya.

Pernyataan tersebut bukan sekadar basa-basi politik. Kaesang menyaksikan langsung bagaimana pemerintah kota di bawah Mas Ibin menangani isu sosial dengan pendekatan yang menyentuh akar permasalahan.

Salah satu contohnya adalah program “Kencan SAE”, sebuah inisiatif yang memfasilitasi pernikahan bagi pasangan muda, tidak hanya menyediakan mobil dinas pengantin, tetapi juga memberikan pembekalan pranikah secara menyeluruh.

Mas Ibin menjelaskan bahwa ide ini lahir dari kebutuhan nyata masyarakat. “Banyak yang bertanya, mana yang lebih penting: lapangan kerja atau program seperti ini? Namun kita sering lupa bahwa pernikahan yang tidak dipersiapkan dengan baik bisa menimbulkan masalah sosial baru, seperti anak terlantar dan kemiskinan. Semua itu berakar dari ketidaksiapan membangun rumah tangga,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa menyejahterakan generasi muda berarti juga mempersiapkan mereka secara menyeluruh, termasuk dalam kehidupan keluarga.

Dalam kesempatan itu, Kaesang juga menyinggung salah satu produk unggulan Blitar yang menarik perhatiannya, yaitu ikan koi. Dengan santai, ia bercanda bahwa sebelum membahas program PSI untuk Blitar, ia ingin fokus mencari ikan koi dulu.

“Nanti dulu, saya mau pelihara koi dulu. Cari koi saya,” ujarnya sambil tersenyum. Namun di balik canda itu, tersimpan keseriusan untuk mengenal lebih dalam potensi komoditas lokal.

Mas Ibin pun menyambut peluang tersebut dengan memaparkan berbagai produk unggulan Kota Blitar, mulai dari UMKM, produk pertanian, hingga sektor kreatif.

“Kami berharap Mas Kaesang dapat membantu memperluas pemasaran produk kami. Jika bisa masuk perdagangan antar daerah atau bahkan ekspor, itu akan sangat mendorong ekonomi lokal,” ujarnya.

Status Kaesang sebagai putra bungsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, sekaligus adik dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, membuat kunjungannya sarat makna simbolik.

Namun lebih dari itu, Mas Ibin melihat Kaesang sebagai representasi generasi Z yang mampu menjembatani dunia politik dengan aspirasi anak muda.

“Mas Kaesang adalah sosok katalis yang kami harapkan. Dengan dukungannya, kami ingin masyarakat, terutama generasi muda, lebih aktif terlibat,” kata Mas Ibin.

Pertemuan ini membuka ruang dialog antara elite politik dan pemerintahan daerah dengan bahasa yang segar dan progresif. Tanpa pidato panjang atau jargon kosong, keduanya berbagi visi tentang pemerintahan yang hadir dan berpihak pada rakyat.

Kaesang menutup kunjungannya dengan keyakinan bahwa Kota Blitar di bawah kepemimpinan Mas Ibin bisa menjadi contoh bagi daerah lain.

“Saya yakin Pak Wali bisa membawa kesejahteraan, tidak hanya untuk Kota Blitar, tapi juga Kabupaten Blitar. Dua periode, ya, Pak,” ujarnya setengah bercanda.

Jika perubahan politik dimulai dari pendekatan yang membumi dan membela rakyat, maka Kota Blitar hari itu membuktikan bahwa visi tersebut bukan sekadar impian. Di sana, politik terasa lebih dekat, dan inovasi menjadi bagian dari keseharian masyarakat.

Wali Kota Blitar Mas Ibin Buka Sosialisasi Penegakan Aturan untuk PKL, Targetkan Kota Tertib dan Nyaman

IDPOST.CO.ID – Dalam upaya mewujudkan visi “Blitar Baru, Blitar Maju, Menuju Kota Masa Depan,” Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin, yang akrab disapa Mas Ibin, secara resmi membuka kegiatan sosialisasi penegakan peraturan bagi Pedagang Kaki Lima (PKL).

Acara yang digelar pada Kamis pagi, 24 April 2025, bertempat di aula kantor Satpol PP Kota Blitar ini mengusung tema “Ciptakan PKL Kota Blitar yang Tertib, Aman, dan Rapi.”

Sosialisasi ini diikuti oleh 75 peserta yang merupakan perwakilan PKL dari berbagai ruas jalan di Kota Blitar. Mulai dari pedagang angkringan yang buka 24 jam hingga pedagang yang beroperasi pagi hingga sore hari, semua diajak duduk bersama untuk membahas masa depan ruang publik di kota ini.

Dalam sambutannya, Mas Ibin menegaskan bahwa PKL memegang peranan penting dalam perekonomian kota. Ia menyebut PKL sebagai denyut nadi ekonomi rakyat kecil yang tidak boleh diabaikan.

“PKL memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan juga menjadi daya tarik wisata. Namun, kita tidak bisa menutup mata terhadap dampak negatif jika keberadaannya tidak tertata dengan baik,” ujarnya.

Menurut Mas Ibin, penataan PKL bukan hanya soal ketertiban, tetapi juga soal kenyamanan dan keadilan bagi seluruh warga kota. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Blitar mengambil pendekatan kolaboratif, mengajak PKL untuk memahami hak dan kewajibannya secara bersama-sama, bukan dengan cara represif.

Mas Ibin menjelaskan lima poin utama yang menjadi fokus penataan PKL, yaitu lokasi berjualan, waktu operasional, kebersihan, keteraturan, dan perizinan. PKL hanya diperbolehkan berjualan di lokasi yang sudah ditentukan untuk menghindari kemacetan dan kekacauan.

Waktu berjualan juga diatur agar tidak mengganggu ketenangan lingkungan sekitar. Kebersihan menjadi tanggung jawab bersama, begitu pula penataan barang dagangan agar tidak menghalangi pejalan kaki. Terakhir, seluruh PKL wajib memiliki izin usaha.

“Kami ingin PKL tetap bisa berdagang dengan nyaman dan aman, sementara warga lain juga dapat menikmati kota yang bersih dan tertib,” tegasnya. Ia berharap sosialisasi ini menjadi awal komunikasi yang baik antara pemerintah, PKL, dan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Blitar, Ronny Yoza Pasalbessy, menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan kebijakan ini. Ia menjelaskan bahwa Satpol PP bertugas menertibkan dan menegakkan aturan, sedangkan pembinaan menjadi tanggung jawab Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

“Kami sering menerima keluhan dari warga, terutama terkait PKL yang berjualan di atas trotoar sehingga mengganggu pejalan kaki,” ujar Ronny. Ia menambahkan, sosialisasi ini bertujuan menyamakan persepsi dan mendorong kesepakatan bersama antar dinas terkait. “Jika perlu, Perda atau Perwali akan kami revisi agar lebih sesuai dengan kondisi saat ini,” lanjutnya.

Ronny juga menyebut bahwa keberadaan PKL cukup kompleks karena jam operasional yang beragam, mulai pagi, siang, malam, hingga dini hari. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang fleksibel namun tegas agar tidak menimbulkan gesekan di lapangan.

Sosialisasi ini dianggap sebagai titik awal reformasi ruang publik di Kota Blitar. Pemerintah tidak lagi mengedepankan tindakan instan seperti penggusuran, melainkan pendekatan partisipatif yang menghargai peran PKL sebagai bagian dari wajah kota.

Dengan kegiatan ini, Mas Ibin berharap terjalin sinergi antara kebijakan pemerintah dan kepentingan warga. “Penataan PKL memang bukan pekerjaan mudah. Namun dengan niat baik, kerja keras, dan kerja sama semua pihak, saya yakin kita bisa menciptakan Blitar yang lebih tertib dan nyaman untuk semua,” pungkasnya.

Sebelum membuka acara secara resmi, Mas Ibin mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Blitar sebagai kota yang indah, tertib, dan sejahtera bagi seluruh warganya.

Blitar SAE, Strategi Pemkot Blitar Percepat Pembentukan Koperasi Berbasis Komunitas

IDPOST.CO.ID – Wali Kota Blitar, H. Syauqul Muhibbin atau yang akrab disapa Mas Ibin secara resmi membuka acara Sosialisasi Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih di Aula PKPRI Blitar, Rabu, 23 April 2025.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud dari visi jangka panjang untuk memperkokoh ekonomi kerakyatan.

“Ini bukan koperasi biasa, melainkan rumah bersama bagi UMKM dan simbol kebangkitan ekonomi yang berlandaskan kemandirian rakyat,” ujar Mas Ibin dalam sambutannya.

Meski disampaikan dengan gaya santai, pesan yang disampaikan sangat tegas: Pemerintah Kota Blitar berkomitmen agar ekonomi tidak dikuasai oleh segelintir pihak saja. Koperasi Merah Putih dirancang sebagai wadah bersama untuk mewujudkan kesejahteraan yang inklusif.

Koperasi Merah Putih merupakan program nasional yang bertujuan membangun koperasi modern berbasis digital dan terbuka untuk semua kalangan.

Dalam pelaksanaannya di Kota Blitar, pemerintah daerah menggandeng Universitas Islam Balitar (Unisba) sebagai mitra.

Kerja sama ini dituangkan dalam sebuah Memorandum of Agreement (MoA) yang ditandatangani pada hari yang sama.

Rektor Unisba Blitar, Dr. Soebiantoro, menyatakan kesiapan kampusnya untuk memberikan dukungan terbaik dalam mendampingi koperasi-koperasi di tingkat kelurahan.

“Kami memandang kerja sama ini sebagai implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujarnya. Bagi Unisba, ini adalah kesempatan untuk terjun langsung ke masyarakat, bukan hanya berperan sebagai institusi akademik semata.

Dalam MoA tersebut, kerja sama akan berlangsung selama satu tahun anggaran dengan kemungkinan perpanjangan enam bulan.

Ruang lingkupnya meliputi pendampingan manajemen kelembagaan, pengembangan sumber daya manusia, produksi, hingga pemasaran koperasi di seluruh kelurahan di Kota Blitar.

Selain itu, Unisba juga akan memberikan konsultasi dan advokasi agar koperasi mampu bersaing di era digital.

Mas Ibin menegaskan bahwa keberhasilan koperasi sangat bergantung pada penerapan ilmu pengetahuan.

“Semangat saja tidak cukup. Koperasi masa kini memerlukan strategi dan manajemen modern. Oleh karena itu, kami menggandeng Unisba,” jelasnya.

Keterlibatan perguruan tinggi dalam kebijakan publik memang tengah didorong oleh banyak pemerintah daerah. Kota Blitar menjadi contoh bagaimana kemitraan antara pemerintah dan akademisi dapat berjalan seimbang dan saling melengkapi. Mas Ibin menyebut kerja sama ini sebagai “model kolaborasi cerdas” yang layak diperluas ke sektor lain.

Selain aspek manajemen dan teknologi, kerja sama ini juga membuka akses pembiayaan bagi koperasi. Pemerintah Kota Blitar telah mengalokasikan dana pendampingan dalam APBD 2025.

“Kami tidak ingin koperasi hanya ada di atas kertas. Kami pastikan mereka dapat berjalan, berkembang, dan memberikan manfaat nyata,” tambah Mas Ibin.

Sementara Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kota Blitar, Juyanto, menjelaskan bahwa pembentukan koperasi di tiap kelurahan tidak dilakukan secara seragam.

Ada tiga pendekatan yang diterapkan: membentuk koperasi baru, merevitalisasi koperasi lama yang tidak aktif, serta menggabungkan beberapa koperasi yang potensinya dapat dioptimalkan jika disatukan.

“Kami menyebutnya Koperasi Merah Putih sebagai simbol gerakan ekonomi kerakyatan yang berlandaskan semangat kebangsaan. Pembentukan koperasi dilakukan secara partisipatif melalui musyawarah warga, sehingga benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing kelurahan,” jelas Juyanto.

Lebih jauh, koperasi yang terbentuk tidak hanya akan bergerak di bidang simpan pinjam, tetapi juga fokus pada penguatan sektor riil, terutama pangan. Hal ini sejalan dengan misi Kota Blitar dalam membangun ketahanan pangan masyarakat secara mandiri.

“Kami ingin koperasi ini menjadi motor penggerak ekonomi lokal, seperti pengelolaan urban farming, distribusi hasil pertanian, dan pengolahan produk pangan. Dengan demikian, ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada pasar besar, tetapi juga didukung oleh kekuatan ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan,” tambah Juyanto.

Kolaborasi dengan Unisba mencakup pendampingan manajerial, aspek hukum, dan pelatihan sumber daya manusia. Dosen dan mahasiswa dari berbagai program studi akan aktif terlibat dalam riset dan praktik lapangan.

“Dengan sinergi bersama perguruan tinggi, kami yakin koperasi-koperasi ini akan memiliki tata kelola yang sehat dan berkelanjutan. Ini bukan program jangka pendek, melainkan gerakan jangka panjang untuk membangun ekonomi rakyat dari akar rumput,” tegasnya.

Pembentukan 21 Koperasi Merah Putih ini akan dimulai secara bertahap pada pertengahan tahun 2025, dengan target seluruh koperasi sudah beroperasi penuh sebelum akhir tahun.

Optimisme serupa juga disampaikan oleh Dr. Soebiantoro. Ia percaya bahwa dengan pendampingan intensif dan pengawasan ketat, koperasi-koperasi ini dapat tumbuh menjadi entitas ekonomi yang kuat dan kompetitif.

Bahkan, Koperasi Merah Putih di kelurahan-kelurahan Blitar berpotensi menjadi prototipe nasional dalam pengembangan koperasi berbasis komunitas.

Pemkot Berdayakan Perempuan Kota Blitar Melalui Pelatihan Literasi Digital

IDPOST.CO.ID – Pemerintah Kota Blitar kembali menegaskan komitmennya dalam memberdayakan perempuan melalui peningkatan literasi digital. Pada hari Selasa, 22 April 2025, Wali Kota Blitar, Syauqqul Muhibbin atau yang biasa dipanggil Mas Ibin, secara resmi membuka pelatihan teknologi informasi (IT).

Pelatian IT diikuti oleh 100 peserta dari Sekolah Perempuan (Sekoper) dan Program Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (Pekka) di Gedung Kusuma Wicitro.

Pelatihan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Jawa Timur dan ditujukan khusus untuk perempuan kepala keluarga, yang sebagian besar adalah janda atau ditinggal suami, yang selama ini mengalami kesulitan dalam memasarkan produk usahanya.

Program ini menggabungkan berbagai materi keterampilan digital, mulai dari pengelolaan usaha, pemasaran digital, hingga teknik fotografi produk, guna meningkatkan daya saing di era ekonomi digital saat ini.

Wali Kota Blitar menegaskan bahwa pelatihan ini bukan hanya sekadar acara formalitas, melainkan wujud nyata dukungan pemerintah terhadap kelompok rentan, khususnya perempuan kepala keluarga.

Menurut Mas Ibin, ketahanan ekonomi keluarga di masa kini sangat bergantung pada kemampuan mengakses dan memanfaatkan teknologi.

“Perempuan harus mendapatkan kesempatan dan ruang yang setara untuk berkembang. Pelatihan ini merupakan langkah konkret untuk membangun kemandirian ekonomi melalui penguasaan teknologi,” ujar Mas Ibin dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa kemampuan digital kini bukan lagi sekadar keahlian tambahan, melainkan kebutuhan utama di tengah perkembangan zaman yang pesat.

Menurut Mas Ibin, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Blitar untuk mengurangi kesenjangan digital antar gender dan mendorong peran aktif perempuan dalam pembangunan daerah.

Ia berharap dengan meningkatnya literasi digital, para peserta dapat mengelola usaha secara profesional, memperluas jangkauan pasar, dan mandiri secara ekonomi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Blitar, Parminto, menjelaskan bahwa banyak peserta pelatihan sebelumnya belum pernah menggunakan teknologi digital dalam menjalankan usahanya.

“Sebagian besar masih memasarkan produk secara tradisional, seperti dari mulut ke mulut atau menitipkan di warung. Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali mereka dengan keterampilan digital dasar agar dapat memasarkan produk secara online,” jelas Parminto.

Ia juga menambahkan bahwa pelatihan ini menjadi wadah bagi perempuan untuk membangun jejaring sosial dan komunitas yang saling mendukung.

Diharapkan para peserta nantinya bisa menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, menyebarkan pengetahuan dan semangat pemberdayaan kepada perempuan lain.

Selain materi teknis, pelatihan ini juga menyisipkan nilai-nilai motivasi dan penguatan karakter agar peserta lebih percaya diri dalam menghadapi berbagai tantangan.

Pemerintah Kota Blitar berencana menjadikan program ini sebagai agenda tahunan dengan cakupan yang lebih luas, mengingat potensi dampaknya terhadap kesejahteraan keluarga dan pengembangan ekonomi mikro di tingkat kota.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk komunitas UMKM perempuan yang melihat pelatihan ini sebagai angin segar di tengah tantangan ekonomi pasca-pandemi.

Langkah strategis yang diambil Pemerintah Kota Blitar melalui pelatihan IT ini menunjukkan arah kebijakan yang inklusif dan progresif.

Memberikan ruang bagi perempuan untuk berkembang tidak hanya memperkuat fondasi keluarga, tetapi juga memperkaya warna pembangunan kota.

Dengan semangat kolaborasi dan pembekalan keterampilan yang nyata, Mas Ibin dan timnya menanam benih kemandirian yang diharapkan kelak menjadi sumber kesejahteraan bagi banyak keluarga di Kota Blitar.

Tak Sekadar Janji: Wali Kota Blitar Mas Ibin Salurkan Bantuan ATENSI Bagi Warga Rentan

IDPOST.CO.ID – Puluhan warga Kota Blitar dari kelompok rentan anak-anak dan penyandang disabilita berkumpul dengan harapan dan rasa syukur. Mereka menerima sentuhan nyata dari negara.

Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) disalurkan langsung oleh Wali Kota Blitar, Syauqul Mukhibbin, yang akrab disapa Mas Ibin di Kantor Dinas Sosial, Senin 21 April 2025

Bantuan ini bukan sekadar formalitas birokrasi. Ia lahir dari kerja sama antara Pemerintah Kota Blitar dengan UPT Sentra Terpadu “Prof. Dr. Soeharso” Surakarta, di bawah naungan Kementerian Sosial Republik Indonesia. Dalam sambutannya, Mas Ibin menegaskan bahwa pemerintah hadir bukan hanya dalam janji, melainkan dalam aksi.

“Pemerintah tidak boleh abai terhadap kelompok yang secara sosial paling membutuhkan perhatian. Hari ini kita bersama-sama menunjukkan bahwa mereka tak sendiri,” ujar Mas Ibin. 

Sebanyak 110 paket bantuan diserahkan kepada para penerima manfaat. Paket tersebut mencakup kebutuhan pokok seperti satu liter minyak goreng, kacang hijau, kecap, peralatan mandi, kipas angin, dan barang-barang penunjang kehidupan sehari-hari lainnya. Selain itu, ada pula sembilan paket khusus untuk anak-anak sekolah yang dilengkapi dengan perlengkapan pendidikan.

Menurut Kepala Dinas Sosial Kota Blitar, Sad Sasminarti, bantuan tersebut merupakan hasil dari pengajuan yang telah disampaikan sebelumnya kepada Kementerian Sosial.

Ia menjelaskan, pihaknya terlebih dahulu mengidentifikasi kelompok rentan yang benar-benar membutuhkan, lalu mengajukan usulan ke pemerintah pusat. “Setelah melalui proses verifikasi, usulan kami mendapat respons positif,” ujarnya.

Lebih dari sekadar distribusi barang, bantuan ini menjadi simbol dari keberpihakan negara terhadap kelompok marjinal.

Kehadiran Mas Ibin di tengah-tengah penerima bantuan mempertegas semangat inklusivitas yang coba dibangun Pemerintah Kota Blitar. Ia tampak berbincang akrab dengan beberapa anak dan penyandang disabilitas, tanpa sekat.

Tak hanya soal bantuan fisik, kegiatan ini juga mengirimkan pesan moral: bahwa setiap warga, betapa pun terbatas secara fisik atau ekonomi, tetap memiliki ruang dan perhatian dalam kebijakan publik.

“Blitar adalah rumah bagi semua. Tidak boleh ada yang tertinggal dalam pembangunan,” kata Mas Ibin. 

Dalam visi kepemimpinan Mas Ibin, pembangunan kota tak hanya diukur dari jumlah proyek infrastruktur atau indikator ekonomi makro.

Melainkan dari seberapa dalam kebijakan menyentuh mereka yang hidup di pinggiran sistem sosial. Termasuk para penyandang disabilitas yang kerap terpinggirkan dari sorotan kebijakan arus utama.

Program ATENSI ini menjadi bagian dari agenda besar Pemkot Blitar untuk menciptakan kota yang sehat, sejahtera, aman, dan bahagia. Pendekatannya bukan hanya top-down, melainkan responsif terhadap kebutuhan nyata masyarakat bawah.

Kehangatan yang tercipta dalam acara itu bukan karena gemerlap seremonial, melainkan karena hadirnya empati yang dirasakan langsung oleh warga.

Mas Ibin menutup kunjungannya dengan menyampaikan harapan agar bantuan ini menjadi penyemangat bagi para penerima untuk terus berdaya dan tidak menyerah pada keterbatasan.

Kota Blitar Menuju Kota Antikorupsi, Pemkot dan KPK Gelar Bimtek, Mas Ibin: Keluarga pondasi utama

IDPOST.CO.ID – Pemkot Blitar menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk Keluarga Berintegritas ini menjadi langkah awal penting bagi Kota Blitar untuk menapaki status sebagai Kota Antikorupsi 2025, di Balai Kota Kusumo Wicitro, Rabu 16 April 2025.

Kegiatan ini digelar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI sebagai bagian dari pendekatan berbasis masyarakat. Alih-alih hanya menekankan pengawasan birokrasi, KPK memilih pendekatan personal: menumbuhkan nilai integritas dari lingkup yang paling mendasar keluarga.

Wali Kota Blitar, H. Syauqul Muhibbin (Mas Ibin), yang membuka secara resmi kegiatan tersebut, menekankan bahwa budaya antikorupsi tidak akan berhasil jika tidak dibentuk dari dalam rumah.

Ia menggambarkan keluarga sebagai tempat pertama di mana nilai-nilai moral seharusnya ditanamkan.

“Teladan itu tumbuh dari ruang makan, dari percakapan di rumah, dari sikap sederhana orang tua,” ungkap Mas Ibin dalam sambutannya yang sarat refleksi.

Mas Ibin memandang kepercayaan KPK kepada Kota Blitar sebagai kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Baginya, proses ini adalah pengakuan atas usaha kolektif yang telah dijalankan untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan terbuka.

Friesmount Wongso, Pelaksana Harian Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK, juga menekankan pentingnya peran pasangan dan keluarga pejabat publik sebagai “pengawas pertama.” Ia mengingatkan bahwa banyak kasus korupsi bermula dari lemahnya pengendalian dalam lingkungan keluarga.

“Bukan soal jabatan, tapi bagaimana lingkungan rumah tangga ikut serta membentuk sikap antikorupsi. Pasangan yang peka dan berani mengingatkan bisa menjadi benteng awal,” tutur Friesmount.

Tak hanya ditujukan untuk ASN dan keluarganya, bimtek hari itu juga mencakup pelaku usaha. KPK menegaskan bahwa upaya membentuk kota antikorupsi harus mencakup seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha yang kerap bersinggungan langsung dengan proses pengadaan dan proyek-proyek pemerintah.

Dalam kesempatan itu, Mas Ibin juga menyerukan pentingnya hidup sederhana bagi aparatur sipil negara dan keluarganya. Ia menegaskan bahwa gaya hidup berlebihan sering kali menjadi pintu masuk bagi perilaku menyimpang.

“Integritas dimulai dari pilihan-pilihan kecil dalam keseharian: tidak memamerkan kekayaan, tidak tergoda pada cara instan, dan tidak mentolerir gratifikasi dalam bentuk apa pun,” tegasnya.

Bimtek ini memperkenalkan nilai-nilai fundamental seperti kejujuran, disiplin, dan rasa tanggung jawab nilai yang diharapkan tumbuh sebagai budaya bersama, bukan hanya slogan.

Pemerintah Kota Blitar sendiri telah menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh proses transformasi menuju kota antikorupsi dengan melibatkan seluruh OPD.

Meski evaluasi resmi terhadap status Blitar baru akan dilakukan pada akhir tahun 2025, KPK mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya terletak pada konsistensi.

Predikat kota antikorupsi bukan akhir, melainkan awal dari pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap aspek kehidupan publik.

“Ketika gelar itu disematkan, sorotan akan lebih tajam. Maka yang dibutuhkan bukan hanya pencapaian, tapi keteladanan berkelanjutan,” ujar Friesmount.

Menutup kegiatan, Mas Ibin menyampaikan ajakan yang kuat kepada seluruh masyarakat Blitar: menjadikan keluarga sebagai pondasi utama peradaban antikorupsi. Ia percaya bahwa gerakan ini, bila dimulai dari rumah, akan meresap ke seluruh sendi kehidupan kota.

Semangat Kebangsaan Menggema dari Blitar, Mas Ibin Berangkatkan GP Ansor dan Banser ke Surabaya

IDPOST.CO.ID – Ratusan kader GP Ansor dan Banser Blitar Raya berkumpul dalam barisan tertib, siap mengikuti pelantikan tingkat Jawa Timur di Surabaya, Minggu, 13 April 2025.

Momen ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi menjadi simbol kuat komitmen kebangsaan dan semangat perjuangan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Wali Kota Blitar, H. Syauqul Muhibbin yang dikenal akrab sebagai Mas Ibin berperan langsung dalam apel pemberangkatan tersebut.

Tak hanya hadir sebagai kepala daerah, Mas Ibin juga mewakili posisinya di jajaran pusat GP Ansor sebagai Wakil Sekretaris Jenderal.

Dalam amanatnya, ia berbicara lantang mengenai pentingnya menjaga semangat persatuan, merawat warisan ideologi, serta meneguhkan posisi Ansor dan Banser sebagai garda terdepan dalam membela keutuhan bangsa.

“Perjalanan ini bukan sekadar fisik menuju Surabaya, tetapi perjalanan jiwa yang menguatkan kembali nilai-nilai dasar kita sebagai anak bangsa,” ujar Mas Ibin dengan penuh keyakinan.

Di hadapan para peserta, ia menegaskan bahwa GP Ansor dan Banser bukan hanya organisasi sosial keagamaan, melainkan wadah pembentukan karakter bangsa yang berakar kuat pada nilai keislaman yang inklusif dan cinta tanah air.

Dengan menjunjung tinggi Pancasila dan UUD 1945, para kader diharapkan menjadi perekat harmoni sosial, bukan pemantik konflik.

Dukungan penuh dari Pemerintah Kota Blitar terhadap peran aktif organisasi pemuda keagamaan ini tercermin dari kehadiran berbagai unsur Forkopimda, pengurus NU, hingga sejumlah kepala OPD.

Kebersamaan ini memperlihatkan bahwa isu kebangsaan bukan milik satu kelompok, tapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.

Mas Ibin pun tak luput menyampaikan apresiasinya kepada seluruh kader GP Ansor Blitar Raya yang selama ini telah konsisten menunjukkan aksi nyata dalam menjaga kerukunan dan nilai-nilai moderat di tengah dinamika masyarakat.

“Kita butuh lebih banyak pemuda yang bukan hanya aktif di lapangan, tapi juga kuat secara ideologi. Kader-kader Ansor menunjukkan itu,” imbuhnya.

Acara ditutup dengan doa bersama, sebagai bentuk permohonan keselamatan bagi rombongan yang akan bertolak ke Surabaya.

Momen pelepasan berlangsung khidmat namun penuh semangat. Panji-panji organisasi dikibarkan dengan bangga, seruan takbir menggema, disusul dengan lantang pekikan “NKRI Harga Mati” dari para peserta apel.