Blitar SAE, Wali Kota Cup IX, Mas Ibin: Ciptakan ekosistem usaha mikro

IDPOST.CO.ID – Kemeriahan menyelimuti Kota Blitar saat ratusan penggemar burung kicau dari berbagai penjuru Jawa Timur berkumpul dalam ajang bergengsi Wali Kota Blitar Cup IX.

Acara ini menjadi salah satu momen istimewa dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Jadi ke-119 Kota Blitar, yang tahun ini terasa lebih semarak dengan antusiasme peserta dan penonton.

Lebih dari sekadar kompetisi antarburung, lomba ini telah berkembang menjadi ruang pertemuan lintas komunitas sekaligus penggerak roda ekonomi lokal. Ajang ini menjadi medium yang mempertemukan hobi, budaya, dan potensi ekonomi dalam satu kemasan.

Meskipun Wali Kota Blitar, H. Syauqul Muhibbin (Mas Ibin), tidak dapat hadir langsung, apresiasinya tersampaikan melalui Dewi Masitoh, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.

Dalam sambutan yang dibacakan, Mas Ibin menyampaikan penghargaan tinggi kepada para panitia, sponsor, dan seluruh peserta yang telah menjadikan lomba ini sukses terselenggara.

“Event ini menciptakan ruang yang positif, mendorong geliat ekonomi, dan memperkuat hubungan antarkomunitas. Ini bukti bahwa Kota Blitar terus bergerak dengan semangat kolaborasi,” ujar Dewi saat menyampaikan sambutan Wali Kota.

Tahun ini, kompetisi terbagi dalam dua kategori besar—G24 dan G36—dengan total 40 kelas yang dipertandingkan. Ratusan peserta berlomba memperdengarkan keunggulan burung peliharaan mereka, mulai dari Anis Kembang, Kenari, hingga jenis favorit seperti Murai Batu dan Cucak Hijau. Hadiah yang diperebutkan pun bervariasi, dengan nominal tertinggi mencapai Rp3 juta.

Tak hanya menjadi wadah penyaluran hobi, gelaran ini juga memberikan dampak langsung bagi aktivitas ekonomi di sekitar lokasi lomba, yakni kawasan Pasar Dimoro. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar, Hakim Sisworo, mencatat adanya peningkatan transaksi sejak pagi hari.

“Event seperti ini menghidupkan ekosistem usaha mikro. Penjual pakan, pernak-pernik burung, sampai pedagang kuliner ikut kecipratan berkah,” jelas Hakim.

Keikutsertaan komunitas burung dari daerah luar seperti Surabaya, Tulungagung, Kediri, dan Pasuruan menunjukkan bahwa Kota Blitar memiliki magnet tersendiri dalam dunia perburungan.

Para peserta tak hanya datang untuk berlomba, tetapi juga menjalin relasi, bertukar pengalaman, dan menikmati atmosfer kebersamaan yang khas.

Lomba ini dinilai secara objektif oleh tim juri profesional dengan parameter ketat, seperti variasi suara, irama kicauan, hingga gaya burung di atas tenggeran. Transparansi penilaian menjadi komitmen utama panitia agar ajang ini selalu dihormati oleh komunitas kicau mania.

Di akhir acara, Dewi Masitoh menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan burung kicauan dan menjadikan kegiatan serupa sebagai bagian dari gaya hidup yang mencintai lingkungan.

“Mari kita terus rawat budaya ini dengan bijak. Bukan hanya untuk lomba, tapi sebagai wujud kecintaan terhadap satwa dan lingkungan,” pesannya.

Blitar SAE, Terima Informasi dari Medsos, Mas Ibin Langsung Gercep Temui Lansia Sakit di Turi

IDPOST.CO.ID – Wali Kota Blitar, H. Syauqul Muhibbin yang akrab dikenal sebagai Mas Ibin—menyempatkan diri datang langsung ke rumah seorang warga lanjut usia bernama Mbah Kasmidi.

Di usia senjanya yang telah mencapai 85 tahun, Mbah Kasmidi tengah berjuang melawan sakit dengan kondisi hidup yang serba terbatas.

Kedatangan Mas Ibin bukan sekadar agenda seremonial. Langkahnya ke rumah Mbah Kasmidi berawal dari sebuah pesan publik yang disampaikan melalui media sosial Pemerintah Kota Blitar.

Aduan itu singkat namun sarat makna: ada seorang lansia sakit yang membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah.

Respons Mas Ibin pun cepat—jadwal resmi disesuaikan, protokol dipangkas. Ia memilih untuk hadir langsung tanpa banyak basa-basi.

“Kalau ada warga sepuh yang butuh perhatian, ya kami harus hadir. Tidak boleh menunggu terlalu lama,” kata Mas Ibin sambil menyerahkan bantuan dengan penuh empati.

Tak hanya datang sendiri, Mas Ibin turut menggandeng jajaran terkait: Kepala Dinas Sosial Sad Sasminarti, Camat Sukorejo Jito Baskoro, Lurah Turi, serta tim Baznas Kota Blitar.

Bersama mereka, dibawa pula paket bantuan dari program Berkat SAE, yang merupakan inisiatif Pemerintah Kota Blitar untuk menjangkau para lansia dalam situasi rentan. Untuk Mbah Kasmidi, bantuan tersebut mencakup kebutuhan khusus seperti susu dan popok dewasa.

Mas Ibin menekankan bahwa kehadiran pemerintah tak cukup dengan distribusi bantuan saja. Lebih dari itu, yang utama adalah menunjukkan bahwa warga tidak dibiarkan sendirian menghadapi keterbatasan.

“Yang penting bukan hanya apa yang dibawa, tapi bagaimana kita hadir untuk mereka,” ungkapnya.

Kota Blitar sendiri telah mengembangkan program “lansia prioritas” sebagai bagian dari strategi sosial berbasis kerentanan.

Lansia yang tergolong dalam program ini dipilih melalui berbagai indikator seperti kondisi kesehatan, keterbatasan ekonomi, dan faktor sosial lainnya.

Pemantauan berkala pun dilakukan oleh Dinas Sosial dan relawan di tingkat kelurahan, memastikan intervensi berjalan konsisten.

Perhatian pemerintah terhadap kelompok lansia bukan hanya respons jangka pendek, tetapi bagian dari desain kebijakan jangka panjang.

Dengan jumlah lansia yang terus bertambah, orientasi pembangunan pun diarahkan untuk lebih inklusif, merangkul kelompok usia lanjut dalam kebijakan kesehatan, perlindungan sosial, dan pelayanan dasar.

Wajah Mbah Kasmidi yang semula tampak letih berubah cerah ketika ia menerima kunjungan itu. Ada secercah rasa aman yang hadir bersama perhatian yang nyata.

Di balik kesederhanaan momen tersebut, tersirat pesan kuat bahwa sentuhan kemanusiaan jauh lebih bermakna daripada sekadar angka-angka di meja birokrasi.

Di balik peristiwa ini juga tersimpan cerita tentang perubahan paradigma dalam pelayanan publik Kota Blitar. Lewat media sosial, warga kini punya akses langsung menyuarakan kebutuhan dan kondisi mereka. Tidak perlu menunggu surat resmi atau laporan berjenjang. Pemerintah merespons dengan cepat.

“Platform digital sekarang menjadi ruang dialog yang penting antara masyarakat dan pemerintah,” ujar Mas Ibin, menegaskan bahwa keterbukaan pada aspirasi publik adalah kunci efektivitas pelayanan.

Reaksi warga Kelurahan Turi pun hangat. Mereka menyambut langkah ini dengan antusias, merasa bahwa perhatian kepada lansia bukan lagi sebatas janji, tapi sudah hadir dalam bentuk tindakan.

Menurut Mas Ibin, program yang menyasar kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas akan terus diperkuat.

“Mbah Kasmidi sudah tercakup dalam program kami, tapi sentuhan langsung itu tidak tergantikan. Kadang yang paling dibutuhkan bukan bantuan materi, tapi rasa diperhatikan,” katanya.

Blitar SAE, Mas Ibin Serahkan BLT DBHCHT, Bentuk Kepedulian pada Pekerja Industri Rokok

IDPOST.CO.ID – Pemerintah Kota Blitar menunjukkan komitmennya terhadap kesejahteraan tenaga kerja di sektor industri rokok dengan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Blitar, H. Syauqul Muhibbin, yang akrab dikenal sebagai Mas Ibin. Jumat, 11 April 2025.

Penyaluran BLT DBHCHT tidak hanya dimaknai sebagai bantuan tunai biasa. Bagi Mas Ibin, inisiatif ini mencerminkan penghormatan atas kontribusi besar para buruh linting rokok terutama di perusahaan seperti PT HM Sampoerna yang selama ini menjadi pilar sektor padat karya di Kota Blitar.

Menurutnya, industri rokok memainkan peran penting dalam menyerap tenaga kerja lokal dan menjaga dinamika perekonomian kota tetap stabil.

“Keberadaan para pekerja ini sangat vital. Dengan BLT ini, pemerintah menunjukkan kehadirannya dalam memperhatikan kesejahteraan mereka,” ujar Mas Ibin dengan suara penuh empati saat menyampaikan sambutannya.

Pada tahun 2025, sebanyak 915 buruh pabrik rokok terdata sebagai penerima bantuan. Masing-masing akan menerima Rp200.000 setiap bulan selama sepuluh bulan, mulai dari Februari hingga November.

Meski jumlahnya relatif kecil, bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan beban ekonomi para pekerja, terutama di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Sad Sasminarti, Kepala Dinas Sosial Kota Blitar, menegaskan bahwa proses pendataan dilakukan secara teliti dan terbuka.

Calon penerima harus memenuhi kriteria tertentu, antara lain berdomisili di Kota Blitar dan bekerja di pabrik rokok, baik yang beroperasi di dalam maupun di luar wilayah kota.

Selain itu, mereka harus memiliki rekening bank penyalur yang ditunjuk dan namanya tercantum dalam usulan resmi dari perusahaan tempat mereka bekerja.

“Kami sangat menekankan validitas data agar distribusi bantuan benar-benar tepat sasaran,” jelasnya, sambil menyampaikan bahwa koordinasi dengan pihak industri berjalan tanpa hambatan berarti.

PT HM Sampoerna, sebagai salah satu perusahaan mitra, menyambut positif langkah ini. Mereka melihat BLT DBHCHT sebagai wujud keberpihakan pemerintah terhadap pekerja yang turut mendukung kontribusi negara melalui cukai hasil tembakau.

Kolaborasi ini dinilai sebagai bentuk sinergi yang sehat antara dunia usaha dan pemerintah untuk menciptakan iklim kerja yang lebih adil dan berkelanjutan.

Lebih dari sekadar angka di atas kertas, BLT DBHCHT mencerminkan arah kebijakan Pemerintah Kota Blitar yang mengedepankan sisi kemanusiaan.

Di tengah tantangan ekonomi yang kompleks, keberpihakan kepada kelompok pekerja menjadi nilai utama yang terus dijaga.

Mas Ibin pun mengajak seluruh penerima manfaat untuk menggunakan bantuan secara bijak. Ia juga menegaskan bahwa Pemkot Blitar berkomitmen memperkuat perlindungan sosial bagi kelompok rentan, termasuk para pekerja industri.

“Ini bukan titik akhir, melainkan langkah awal menuju Blitar yang lebih inklusif dan berkeadilan,” tutupnya.

Blitar SAE, Wali Kota Mas Ibin Dorong Ketahanan Pangan Melalui Gerakan Tanam Serentak

IDPOST.CO.ID – Wali Kota Blitar, H. Syauqul Muhibbin, atau akrab disapa Mas Ibin, memimpin langsung kegiatan penanaman bibit sayuran di pekarangan milik Kelompok Wanita Tani (KWT) Subur Makmur.

MaS Ibin menunjukkan teladan nyata bahwa ketahanan pangan bukan hanya wacana, melainkan aksi nyata yang harus diwujudkan bersama.

Didampingi Forkopimda, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar drh Dewi Masitoh, serta Ketua TP PKK Kota Blitar Kharisa Rizqi Umami Muhibbin, Mas Ibin membuka agenda Gerakan Tanam Serentak Pekarangan Pangan Bergizi (Gertam P2B) pada Kamis (10/4/2025).

Kegiatan ini melibatkan sembilan KWT dari tiga kecamatan di Kota Blitar yang bersatu dalam semangat memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Menurut Mas Ibin, pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam sayuran dan buah-buahan merupakan langkah strategis dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Selain menyediakan pangan sehat dan bergizi, upaya ini juga menjadi wujud kemandirian keluarga dalam menghadapi tantangan ekonomi.

“Menanam di pekarangan rumah bukan hanya soal memenuhi kebutuhan dapur, tapi juga langkah strategis dalam membangun ketahanan pangan keluarga,” ujar Mas Ibin melalui pernyataannya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Blitar memberikan dukungan berupa benih tanaman, bibit buah, pupuk, hingga media tanam kepada sembilan KWT yang aktif.

Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pekarangan masyarakat dan menginspirasi kelompok lainnya untuk bergerak bersama.

Kepala DKPP Kota Blitar, drh Dewi Masitoh, menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan kebijakan nasional yang menekankan kemandirian pangan berbasis komunitas.

Menurutnya, KWT adalah garda terdepan dalam memastikan ketersediaan pangan lokal, terutama di masa-masa sulit seperti pandemi atau saat harga bahan pokok melonjak.

“Kami terus mendukung KWT melalui pelatihan, pendampingan teknis, dan distribusi benih. Ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi bagian dari komitmen jangka panjang pemerintah daerah,” jelas Dewi.

Ketua TP PKK Kota Blitar, Kharisa Rizqi Umami Muhibbin, juga mengapresiasi kontribusi besar kaum perempuan dalam gerakan ini.

Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan keluarga sekaligus membangun budaya gotong royong dari skala rumah tangga.

“Gerakan ini bukan hanya soal dapur atau kebutuhan rumah tangga, tetapi bagian dari laku gotong royong yang dimulai dari bawah. Jika dijaga konsistensinya, gerakan kecil ini bisa memperkuat ketahanan pangan hingga skala kota,” ungkap Kharisa.

Mas Ibin berharap, gerakan seperti ini dapat menginspirasi KWT lainnya di Kota Blitar untuk terus berinovasi. Ia meyakini bahwa ketahanan pangan dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama-sama dengan penuh semangat.

“Yang kita tanam hari ini bukan sekadar benih sayur, tetapi juga semangat dan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan yang dimulai dari rumah,” ujar Mas Ibin.

Blitar SAE, Mas Ibin Resmikan Gedung Baru KB-TK Islam Al Azhar

IDPOST.CO.ID – Wali Kota Blitar, H. Syauqul Muhibbin, yang akrab dipanggil Mas Ibin, hadir di acara Halal Bihalal sekaligus meresmikan gedung baru KB-TK Islam Al Azhar 67 Blitar, Kamis 10 April 2025.

Acara tersebut dihadiri pula oleh Djarot Syaiful Hidayat, anggota DPR RI sekaligus mantan Wali Kota Blitar pada periode 2000–2010, serta Ketua DPRD Kota Blitar, dr. Syahrul Alim.

Acara ini bukan hanya sekadar seremoni peresmian. Di balik pita dan plakat bertuliskan “Gedung Baru KB-TK Islam Al Azhar 67 Blitar”, terdapat semangat kolektif untuk membangun masa depan generasi muda melalui pendidikan yang berkarakter.

Dalam sambutannya, Mas Ibin mengungkapkan kebanggaannya atas kehadiran lembaga pendidikan ini, yang dikenal tidak hanya unggul dalam aspek akademis tetapi juga dalam menanamkan nilai-nilai moral dan akhlak sejak usia dini.

Ia menekankan bahwa pendidikan anak usia dini adalah fondasi yang sangat penting dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.

“Al Azhar merupakan salah satu sekolah yang memiliki reputasi pendidikan yang sangat baik. Kami, dari pemerintah daerah, merasa bangga akan hal ini. Dengan adanya gedung baru, saya yakin bahwa semangat belajar peserta didik dan para pengajarnya akan semakin meningkat,” ungkap Mas Ibin.

Gedung yang baru diresmikan tidak hanya berdiri dengan kokoh, tetapi juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern yang mendukung kebutuhan perkembangan anak-anak.

Ruang kelas dirancang agar nyaman dan ramah bagi anak, sementara taman bermain edukatif di halaman sekolah dirancang untuk menyokong pembelajaran yang aktif dan menyenangkan.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah, pengurus Yayasan Al Azhar, tokoh masyarakat, serta para orang tua murid, menciptakan suasana yang perpaduan antara nuansa religius dan semangat pembaruan dalam pendidikan.

Ketua DPRD Kota Blitar, dr. Syahrul Alim, menggarisbawahi bahwa pembangunan gedung pendidikan seperti ini adalah investasi jangka panjang yang sangat berharga. Ia berpendapat bahwa pembentukan karakter tidak dapat ditunda, dan KB-TK merupakan titik awal yang sangat strategis.

“Pembangunan gedung baru KB-TK Islam Al Azhar 67 Blitar adalah komitmen nyata untuk memperkuat pendidikan anak usia dini. Kami percaya bahwa menanamkan karakter sejak dini adalah investasi yang vital, dan institusi seperti Al Azhar memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai moral serta mendidik kecerdasan secara menyeluruh,” tegas Syahrul.

Kehadiran Djarot Syaiful Hidayat menambah nilai historis bagi acara tersebut. Mantan wali kota ini memberikan apresiasinya terhadap Yayasan Al Azhar yang terus mengembangkan pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman di tengah kemajuan zaman. Ia menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan dan pemerintah daerah untuk memastikan kualitas generasi masa depan.

“Peresmian gedung baru Al Azhar 67 ini adalah langkah positif yang menunjukkan komitmen kuat dalam membangun pendidikan berbasis nilai keislaman di Kota Blitar,” jelas Djarot.

Mas Ibin juga menambahkan bahwa Pemerintah Kota Blitar akan terus mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan, terutama di tingkat usia dini.

Ia menekankan bahwa langkah yang diambil oleh Al Azhar sejalan dengan visi pendidikan Kota Blitar, yang bertujuan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang cerdas, berdaya saing, dan berakhlak mulia.

“Keberhasilan pendidikan bukan hanya ditentukan oleh kurikulum dan metode pengajaran, tetapi juga oleh lingkungan yang mendukung. Gedung ini adalah bukti nyata bahwa kita peduli terhadap hal itu,” tandasnya.

Jadikan Jawa Timur Maju dan Kota Blitar SAE, Mas Ibin Hadiri Halalbihalal Pemprov Jatim

IDPOST.CO.ID – Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak memimpin agenda halalbihalal yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Rabu, 9 April 2025.

Kegiatan ini lebih dari sekadar seremoni pasca-Idulfitri 1446 H; ini adalah kesempatan untuk memperkuat silaturahmi dan menciptakan sinergi demi menjadikan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara.

Di antara yang hadir adalah Wali Kota Blitar, H. Syauqul Muhibbin, yang dikenal sebagai Mas Ibin, beserta Ketua TP PKK Kota Blitar, Hj. Kharisa Rizgi U. Muhibbin.

Mereka bergabung dengan sejumlah kepala daerah lainnya, jajaran Forkopimda, dan tokoh publik dalam suasana yang akrab dan egaliter.

Dari Kota Blitar, hadir pula Ketua DPRD dr. Syahrul Alim, Kapolres AKBP Titus Yudho Uly, dan Dandim 0808/Blitar Letkol Inf. Hendra Sukmana.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menekankan bahwa acara ini merupakan agenda tahunan yang dirancang untuk mempertemukan para kepala daerah setelah mereka menyelesaikan silaturahmi di wilayah masing-masing.

Menurutnya, kehadiran seluruh bupati dan wali kota menunjukkan kuatnya hubungan antarwilayah di Jawa Timur.

“Silaturahmi yang terjalin sangat hangat dan dekat. Ini memberikan energi baru untuk merancang pembangunan ke depan secara lebih terintegrasi,” ungkap Khofifah.

Sebagai Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur, Khofifah menegaskan bahwa pembangunan kawasan memerlukan kolaborasi yang kuat.

Ia percaya bahwa kerjasama adalah kunci untuk mewujudkan visi besar Jawa Timur sebagai pusat kemajuan nasional.

Momen menjadi semakin meriah ketika Ahmad Dhani dan Mulan Jameela, anggota DPR RI, turut hadir. Dhani, yang dikenal sebagai pentolan grup musik Dewa 19, membawakan lagu

“Hidup Adalah Perjuangan.” Khofifah menilai kehadiran Dhani bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai pengingat akan arti perjuangan dalam hidup dan kepemimpinan.

Wali Kota Blitar, Mas Ibin, melihat momen ini sebagai kesempatan penting untuk memperkuat komunikasi antar pemimpin daerah.

“Alhamdulillah bisa hadir dalam halalbihalal bersama Gubernur Khofifah dan Wakil Gubernur Emil. Semoga momen ini menguatkan semangat membangun Jawa Timur yang lebih maju dan sejahtera,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen Kota Blitar untuk berkontribusi dalam gerakan kolaboratif ini. Dengan semangat “Kota Blitar SAE: Santun, Amanah, Excellent,” Mas Ibin menekankan bahwa daerahnya siap melangkah bersama daerah lain menuju pembangunan yang lebih berkualitas dan inklusif.

“InsyaAllah, melalui silaturahmi ini, semangat kolaborasi antarwilayah di Jawa Timur akan semakin kuat. Kami siap bersinergi dan berinovasi,” tutupnya.

Mas Ibin menambahkan bahwa pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang membangun hubungan emosional antar pemimpin dan menjaga harmoni antarwilayah.

“Jawa Timur yang maju akan lahir dari daerah-daerah yang bergerak bersama,” tegasnya.

Dari Kota Blitar To Mekkah, Wali Kota Mas Ibin Buka Pembekalan Manasik Haji

IDPOST.CO.ID – Wali Kota Blitar, H. Syauqul Muhibbin, atau akrab disapa Mas Ibin buka pembekalan manasik haji, Rabu (9/4/2025) pagi.

Dalam sambutannya, Mas Ibin menekankan bahwa ibadah haji bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan perjalanan spiritual yang memerlukan kesiapan menyeluruh—baik fisik, mental, maupun finansial.

Ia mengingatkan bahwa tanpa persiapan matang, ibadah haji bisa menjadi beban alih-alih membawa keberkahan.

“Jangan dianggap enteng. Di sana, suhu sangat ekstrem dan aktivitas padat. Maka kekuatan fisik harus dijaga,” ungkap Wali Kota Blitar di hadapan 114 calon jemaah yang mengikuti bimbingan.

Mas Ibin juga berbagi pengalaman saat menunaikan ibadah haji beberapa tahun lalu. Ia menekankan pentingnya menjaga koneksi dengan pendamping haji agar tidak terpisah dari rombongan, terutama di tengah keramaian jutaan umat dari seluruh dunia.

Komunikasi yang intensif dengan pendamping, menurutnya, adalah kunci keamanan dan kenyamanan.

“Melalui manasik ini, jemaah akan dibantu agar siap secara menyeluruh. Jangan sampai kurang informasi membuat ibadah jadi terganggu,” tegas Mas Ibin.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Blitar, Khanzul Faton, menegaskan bahwa seluruh jemaah yang mengikuti bimbingan manasik kali ini telah memenuhi syarat istitoah mampu secara fisik dan finansial—serta telah melunasi biaya perjalanan haji.

Ia memastikan bahwa Kemenag akan terus mendampingi para jemaah hingga hari keberangkatan.

“Bimbingan ini meliputi penguatan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman tata cara ibadah haji. Semoga semuanya bisa berangkat dalam keadaan sehat dan kembali dengan haji yang mabrur,” ujar Khanzul dalam sesi pembukaan.

Khanzul juga menambahkan bahwa para jemaah diharapkan menjaga pola makan dan berolahraga ringan menjelang keberangkatan.

Ibadah haji memerlukan stamina prima, terlebih saat harus berjalan kaki jarak jauh di tengah cuaca panas Jazirah Arab.

Dengan tekad kuat dan persiapan matang, Kota Blitar berharap seluruh jemaahnya bisa menjadi duta-duta ibadah yang kembali membawa nilai kebaikan, kedamaian, dan semangat toleransi ke tanah air.

Sebab, haji bukan hanya perjalanan ke Makkah, tetapi juga perjalanan menata jiwa.

Peringatan Hari Jadi Kota Blitar ke-119, Mas Ibin: Siap Wujudkan Visi-Misinya

IDPOST.CO.ID – Peringati Hari Jadi ke-119 dengan suasana yang penuh khidmat dan simbolisme mendalam, pada Selasa, 8 April 2025.

Barisan Aparatur Sipil Negara (ASN) tampak rapi mengenakan batik Puspa Dahana, wastra khas Kota Blitar yang mencerminkan semangat lokalitas sekaligus identitas kultural kota proklamator ini.

Wali Kota Blitar, H. Syauqul Muhibbin, yang akrab disapa Mas Ibin, bertindak sebagai inspektur upacara.

Dalam pidatonya, ia mengajak semua pihak untuk menjadikan peringatan ini sebagai momentum menuju transformasi Kota Blitar yang lebih progresif.

Dengan mengusung tema “Kota Blitar Baru, Kota Blitar Maju, Menuju Kota Masa Depan”, peringatan tahun ini diharapkan menjadi pijakan penting untuk memperkuat pelayanan publik dan membangun fondasi yang kokoh bagi masa depan.

“Usia 119 bukan sekadar angka,” tutur Mas Ibin dalam sambutannya.

“Ini adalah cerminan perjalanan panjang perjuangan, dedikasi, dan keberanian. Sekarang saatnya kita menjadikan kualitas pelayanan sebagai pilar utama untuk mewujudkan Kota Blitar yang lebih maju.”

Pidato Mas Ibin tidak hanya berisi semangat kemajuan, tetapi juga refleksi mendalam tentang perjalanan sejarah Blitar.

Ia mengingatkan bahwa akar Kota Blitar bermula dari kepemimpinan Adipati Aryo Blitar III (Joko Kandung) pada tahun 1723, yang dikenal atas keberaniannya melawan penjajahan Belanda.

Kemudian, pada 1 April 1906, pemerintah kolonial membentuk Gemeente Blitar, menandai cikal bakal Blitar sebagai kota administratif modern.

Tak lupa, peristiwa heroik Pemberontakan PETA yang dipimpin Soeprijadi pada Februari 1945 disebut sebagai warisan keberanian yang tak lekang oleh waktu.

Namun, peringatan ini bukan semata-mata untuk bernostalgia. Dalam nada optimistis, Mas Ibin menekankan pentingnya komitmen ASN dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia menyebutkan sejumlah program unggulan yang telah dijalankan sebagai wujud nyata dari visi-misi pemerintahannya.

  • Sarapan Bareng Wali Kota: Sebuah forum partisipasi langsung antara warga dan pemerintah.
  • Sae Program: Program edukasi pranikah untuk mendukung keluarga yang harmonis.
  • Mobil Nikah Gratis dan Ambulans Gratis: Layanan yang mempermudah kebutuhan masyarakat.
  • Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana: Strategi untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

“Pelayanan 24 jam, digitalisasi layanan, dan pengembangan Blitar Trade Center sebagai pusat ekonomi baru adalah langkah nyata kami untuk menghadirkan wajah baru Kota Blitar,” ujar Mas Ibin kepada awak media usai upacara.

Ia menekankan bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik seperti beton dan aspal, tetapi juga dari pelayanan yang ramah, cepat, dan merata.

Bagi Mas Ibin, konsep smart city adalah bagaimana teknologi menjadi alat untuk mempercepat pelayanan publik dan mendekatkan pemerintah kepada rakyatnya.

Di hari yang sama, Mas Ibin melanjutkan rangkaian acara dengan mengunjungi kediaman dua mantan wali kota: H. Santoso dan H. Samanhudi Anwar.

Kunjungan ini bukan sekadar formalitas, tetapi pesan simbolis yang kuat bahwa pembangunan adalah estafet panjang yang membutuhkan kesinambungan dan kolaborasi lintas generasi.

Kota Blitar Menuju Babak Baru

Dengan usia yang telah melampaui satu abad, Kota Blitar tidak ingin sekadar bertahan. Kota ini ingin berkembang, melompat, dan berinovasi untuk mewujudkan masa depan yang lebih cerah. Seperti yang disampaikan Mas Ibin, kunci dari semua itu terletak pada satu hal: pelayanan dari hati.

“Ketika ASN bekerja dengan hati, maka kota ini akan terus bergerak maju menuju masa depan yang kita cita-citakan bersama,” tandas Mas Ibin dengan penuh optimisme.

Kota Blitar kini tengah menulis babak baru dalam sejarahnya—babak yang dirajut dari harmoni masa lalu, semangat masa kini, dan harapan besar untuk masa depan.

Di tangan para abdi negara yang berdedikasi, harapan itu menemukan sandarannya. Blitar tidak hanya bergerak maju; Blitar bersiap untuk melompat lebih tinggi.