Wali Kota Blitar Mas Ibin Ajak Ormas Jadi Mitra Strategis Pembangunan

IDPOST.ID – Pemerintah Kota Blitar melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) mengadakan sosialisasi bertemakan “Peran Kinerja Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dalam Pembangunan Daerah” pada Selasa (29/07/2025) di Balai Kota Koesoemo Wicitro.

Acara ini diikuti oleh puluhan perwakilan ormas dari Kota Blitar maupun Kabupaten Blitar dengan dukungan narasumber dari Universitas Merdeka Malang dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, dalam sambutannya mengajak seluruh ormas untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah demi mencapai Kota Blitar yang semakin maju dan terbuka.

Ia menegaskan bahwa arah pembangunan telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan rencana jangka panjang yang mengedepankan keberagaman adat istiadat dan budaya.

“Kita sudah menyusun arah pembangunan dalam RPJMD maupun rencana jangka panjang. Tujuannya jelas, bagaimana menjadikan Kota Blitar sebagai kota yang maju, bisa mengayomi dan memfasilitasi semua pihak, termasuk dalam menerima keberagaman adat istiadat dan budaya,” tutur Syauqul.

Wali Kota juga menekankan pentingnya penyelenggaraan berbagai kegiatan dan event sebagai upaya menggerakkan perekonomian daerah sekaligus memberikan ruang partisipasi bagi masyarakat. “Semua yang kita lakukan harus bisa memberi manfaat langsung bagi warga. Karena itu kami akan pacu agar Kota Blitar bergerak lebih cepat,” ucapnya.

Selain itu, Syauqul mengajak ormas agar berperan sebagai mitra pemerintah dalam membentuk cara pandang masyarakat yang terbuka, rukun, dan saling menghargai.

Ia meyakini para pengurus ormas adalah tokoh pembimbing dalam menciptakan masyarakat yang saling menerima perbedaan dan mengedepankan semangat kebersamaan.

Tak kalah penting, Wali Kota juga menyoroti peran besar generasi muda sebagai aktor perubahan di masa depan. Kota Blitar harus memberi ruang kreatif bagi anak muda agar mampu berkontribusi membentuk wajah kota yang lebih dinamis dan progresif.

“Kita harus bergerak mengikuti zaman. Perencanaan kota harus bisa membaca potensi anak-anak muda. Dari situ, kita kembangkan Blitar sebagai kota kreatif yang siap menghadapi masa depan,” kata Syauqul.

Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Kota Blitar, Toto Robandiyo, menyatakan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya mendorong ormas tidak hanya aktif secara administratif, tetapi juga memiliki program kerja yang jelas dan berdampak nyata.

“Kami ingin ormas mampu menyusun program dengan arah yang jelas, dan bisa mengukur sejauh mana manfaatnya. Jadi bukan sekadar aktif, tapi benar-benar memberi kontribusi ke masyarakat,” jelas Toto.

Ia juga menambahkan bahwa sistem pengukuran kinerja ormas akan menjadi bagian penting dalam pembinaan organisasi ini, baik di tingkat kota maupun nasional.

“Kita akan dorong internalisasi sistem ini, agar ormas tahu standar kinerja seperti apa yang bisa digunakan sebagai acuan dalam menjalankan peran mereka,” tambahnya.

Berdasarkan data Bakesbangpol, terdapat 158 ormas yang tercatat di wilayah Blitar Raya, dengan berbagai legitimasi mulai dari legalitas Kementerian Hukum dan HAM hingga Surat Keterangan Terdaftar (SKT).

Mas Ibin Tegaskan Pentingnya Penyesuaian Anggaran untuk Prioritaskan Kesejahteraan Masyarakat Blitar

IDPOST.ID – Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, yang akrab disapa Mas Ibin, menegaskan bahwa penyesuaian Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2025 merupakan langkah penting untuk menyesuaikan program dan kegiatan dengan arahan pemerintah pusat serta kebutuhan riil masyarakat Kota Blitar. Hal ini disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kota Blitar, Senin (28/07/2025).

Menurut Mas Ibin, perubahan anggaran dilakukan agar arah kebijakan pembangunan daerah bisa selaras dengan dinamika nasional, sekaligus menegaskan fokus pada program-program prioritas yang berdampak langsung kepada warga.

“Sehingga kami lakukan perubahan anggaran, pergeseran baik antar kegiatan, antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tentunya juga karena asumsi pendapatan daerah dan asumsi-asumsi lain juga mengalami perubahan. Sehingga diperlukan penyesuaian perubahan anggaran,” jelas Mas Ibin.

Nilai perubahan anggaran yang diajukan dalam KUA-PPAS 2025 ini sekitar lima persen dari total APBD Kota Blitar yang mencapai Rp940 miliar. Meski relatif kecil secara persentase, Mas Ibin menekankan kualitas peruntukan anggaran lebih menjadi perhatian, dengan prioritas pada program kesejahteraan masyarakat, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan penanganan infrastruktur wilayah yang mengalami permasalahan, seperti genangan air.

Komitmen Mas Ibin ini mendapatkan perhatian dari Ketua DPRD Kota Blitar, Syahrul Alim, yang menyatakan bahwa penyesuaian anggaran ini bukan sebuah keharusan, tetapi kebutuhan penting agar visi dan misi kepala daerah dapat berjalan optimal.

“Program seperti Sekolah Rakyat serta pembenahan layanan kesehatan perlu segera dipersiapkan dengan matang oleh pemerintah daerah, agar pelaksanaan ke depan lebih optimal,” kata Syahrul menanggapi.

Dengan langkah ini, Mas Ibin berharap pemerintah daerah dapat lebih gesit dan responsif dalam menghadapi perubahan situasi dan kebutuhan masyarakat. Penyesuaian anggaran yang diusung diharapkan membawa dampak positif nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Blitar.

Mas Ibin Tegaskan Pentingnya Suara Anak dalam Kebijakan Kota Blitar

IDPOST.ID – Ratusan anak dari berbagai sekolah di Kota Blitar, termasuk anak berkebutuhan khusus, memenuhi ruang Balai Kota Koesoema Wicitra, Senin pagi (28/7/2025).

Ratusan siswa tersebut bukan hanya menikmati kudapan kecil, tapi juga menyampaikan aspirasi untuk mewujudkan kota yang lebih ramah dan aman bagi anak.

Acara Sarapan NASTAR, singkatan dari Saran dan Harapan Anak Kota Blitar, digagas oleh Pemerintah Kota Blitar sebagai bagian dari inisiatif mewujudkan Kota Layak Anak. Dalam forum ini, anak-anak diberikan kesempatan berbicara langsung dengan Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin, yang akrab disapa Mas Ibin.

“Kami ingin membangun kota bukan hanya untuk anak-anak, tetapi bersama mereka,” ujar Mas Ibin dalam sambutannya.

Mas Ibin menegaskan, pemerintah saat ini fokus pada empat hak utama anak: hak hidup, tumbuh kembang, perlindungan, dan partisipasi. Suara anak-anak menjadi dasar dalam menyusun kebijakan yang berpihak pada mereka.

Di forum tersebut, Mas Ibin menyampaikan kekhawatiran atas masih adanya isu yang membayangi dunia anak, seperti putus sekolah, bullying, dan kurangnya ruang aman untuk tumbuh berkembang.

“Kami memastikan tidak ada anak di Blitar yang putus sekolah, terutama karena alasan ekonomi,” katanya, disambut tepuk tangan peserta.

Mas Ibin juga menjelaskan pentingnya menjadikan sekolah sebagai lingkungan yang nyaman dan bebas dari intimidasi. “Sekolah harus menjadi rumah kedua bagi anak-anak, tempat aman yang memungkinkan mereka berkembang, bukan tempat menakutkan.”

Pemerintah juga tengah menyiapkan tim pemantau remaja yang akan melakukan pengawasan di ruang publik dan tempat nongkrong anak muda, bukan untuk membatasi kebebasan, tetapi agar anak-anak terhindar dari kebiasaan yang merugikan seperti keluyuran malam yang mengganggu waktu belajar.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Blitar, Parminto, mengatakan Sarapan NASTAR bukan sekadar acara formal rutin. Forum ini menjadi wadah konkret bagi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi yang nantinya menjadi rekomendasi kebijakan pembangunan kota.

“Anak-anak berbicara langsung ke pemerintah, dan gagasan mereka akan dipertimbangkan untuk pembangunan,” ujar Parminto.

DP3AP2KB juga tengah menjalankan program Sinergi Berlian, singkatan dari Aksi dan Kolaborasi Satukan Energi Bersama Lindungi Anak Kota Blitar. Program ini fokus mencegah kekerasan di lingkungan sekolah dengan melibatkan guru dan tenaga pendidik sebagai pelopor deteksi dini.

Hingga pertengahan 2025, program ini sudah menyasar delapan sekolah, termasuk SD Klampok dan SMP Yos Sudarso. “Guru-guru menjadi garda terdepan mencegah kekerasan di sekolah,” jelas Parminto.

Dalam sesi dialog, anak-anak menyampaikan berbagai keluhan dan harapan, mulai dari kondisi kamar mandi sekolah hingga kebutuhan ruang terbuka hijau dan literasi digital yang sehat. Semua aspirasi dicatat dan akan dibawa ke forum perencanaan daerah.

Rembug Bolo Tani: Upaya Wali Kota Blitar Msa Ibin Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Dialog dengan Petani

IDPOST.ID – Pemerintah Kota Blitar kembali menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan sektor pertanian dengan menyelenggarakan kegiatan Rembug Bolo Tani pada Sabtu (26/7/2025). Bertempat

Kegiatan ersebut digelar di Gubug Tani milik dua kelompok tani (Poktan) di Kelurahan Gedog dan Ngadirejo, Sabtu (26/7/2025).

Walikota Blitar, Syauqul Muhibbin, yang memimpin langsung acara tersebut, mengatakan bahwa forum ini menjadi kesempatan penting untuk mendengar secara langsung aspirasi petani serta tantangan yang mereka hadapi dalam mengelola lahan pertanian di Kota Blitar.

“Hari ini kami turun ke lapangan, bercengkerama langsung dengan petani, melihat kondisi di sawah, sekaligus mengetahui apa yang mereka perlukan,” ujar Mas Ibbin, sapaan akrabnya.

Menurut Mas Ibbin, Kota Blitar memiliki lebih dari 2.500 keluarga petani dari berbagai wilayah kelurahan, sehingga peran petani sangat vital dalam menjaga ketahanan pangan kota.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai topik seperti pengelolaan irigasi, pengadaan pupuk bersubsidi, hingga rencana ekspor hasil panen menjadi pembahasan utama.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah kota sedang berupaya keras menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendukung modernisasi pertanian, termasuk rencana pengadaan mesin traktor bagi kelompok tani setempat.

“Kami terus berusaha memenuhi kebutuhan petani agar mereka sejahtera. Tanpa mereka, ketahanan pangan di kota ini tidak akan kuat,” ujarnya penuh harap.

Kegiatan rutin seperti Rembug Bolo Tani, menurut Mas Ibbin, akan terus digelar sebagai bagian dari strategi pemda dalam membangun ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas pertanian di Kota Blitar.

Kehadiran para penyuluh pertanian serta perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar semakin memperkuat sinergi dalam mendukung para petani.

Dengan pendekatan yang mengedepankan komunikasi dan pemberdayaan langsung ini, Pemerintah Kota Blitar berkomitmen menjadikan pertanian sebagai sektor unggulan dengan basis para petani yang kuat dan sejahtera.

Mas Ibin Buka Pusdiklat Paskibraka Kota Blitar, Tekankan Jiwa Nasionalisme Muda

IDPOST.ID – Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin atau yang akrab disapa Mas Ibin, secara resmi membuka kegiatan Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Blitar Tahun 2025 pada Sabtu pagi (26/07/2025) di Gedung Balaikota Kusumawicitro.

Dalam kesempatan ini, Mas Ibin memberikan dorongan semangat kepada para calon paskibraka yang akan bertugas dalam upacara peringatan HUT RI ke-80.

Mas Ibin menegaskan bahwa pelatihan yang dijalani peserta bukan hanya soal latihan fisik dan teknis pengibaran bendera, tetapi juga pembentukan karakter sebagai kader kepemimpinan muda yang tangguh dan berjiwa nasionalis.

“Hari ini kami turut memberikan semangat kepada teman-teman Paskibraka Kota Blitar. Yang nantinya tidak hanya bertugas mengibarkan bendera semata, namun kita harapkan bisa menjadi generasi muda penerus yang memiliki jiwa nasionalisme yang kuat,” ujar Mas Ibin.

Ia menambahkan bahwa sebagai generasi muda dari Kota Proklamator, para calon paskibraka diharapkan meneladani semangat dan tekad yang diwariskan Bung Karno agar terus menjunjung tinggi jiwa patriotisme dan nasionalisme dalam setiap langkah mereka.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Baskesbangpol) Kota Blitar, Toto Rubandiyo, menuturkan setelah pembukaan ini, para calon paskibraka akan menjalani latihan intensif di halaman PIPP dan Alun-Alun selama dua minggu.

Latihan mencakup baris-berbaris, penyesuaian formasi, hingga simulasi pengibaran bendera. Selanjutnya, mereka akan menjalani karantina penuh di Gedung PGSD satu minggu sebelum puncak tugas pada 17 Agustus mendatang.

Selain itu, Toto memastikan bahwa seluruh proses latihan didampingi oleh tim medis dari Dinas Kesehatan Kota Blitar, yang juga bertugas memberikan vitamin dan memastikan asupan gizi para anggota paskibraka terpenuhi agar kondisi fisik tetap prima selama pelatihan.

“Kami akan seimbangkan ritmenya, dimana sembari menempa latihan intens, pendampingan medis dan pemenuhan kebutuhan nutrisi mereka dapat terpenuhi,” jelasnya.

Toto berharap seluruh rangkaian kegiatan Pusdiklat Calon Paskibraka 2025 ini berjalan lancar dan sukses, sehingga para paskibraka mampu mengemban tugas mereka dengan penuh kebanggaan dan semangat nasionalisme yang tinggi.

HUT Koperasi Ke-78, Wali Kota Blitar Mas Ibin Tegaskan Peran Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Inklusif

IDPOST.ID – Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin hadiri puncak penutupan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Koperasi Ke-78 yang digelar di Gedung Balaikota Kusumawicitra, Jumat malam (25/07/2025).

Dalam kesempatan tersebut Mas ibin menyampaikan pesan kuat terkait peran strategis koperasi dalam pembangunan ekonomi nasional berlandaskan prinsip keadilan sosial.

Dengan mengusung tema “Koperasi Maju, Indonesia Adil dan Makmur,” Mas Ibin menegaskan bahwa tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan cerminan cita-cita dan harapan demi terwujudnya tata kelola ekonomi yang adil dan merata bagi seluruh rakyat.

“Tagline peringatan HUT Koperasi bukan hanya slogan, tapi menunjukan sebuah cita harapan, dimana dengan semangat kebersamaan dan keadilan, tata kelola Indonesia yang adil bagi semua serta sejahtera dapat dibangun,” ujarnya.

Mas Ibin menegaskan koperasi sebagai wadah ekonomi yang inklusif dan partisipatif, di mana setiap anggota memahami peran, hak, dan tanggung jawabnya masing-masing.

Semangat gotong royong dan kolaborasi inilah yang menjadi kekuatan utama dalam mempererat persaudaraan antar anggota sekaligus menjadi penggerak roda perekonomian secara merata di tingkat lokal.

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kota Blitar, Juyanto, menambahkan bahwa kegiatan tasyakuran yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan ini juga diwarnai dengan pemberian santunan kepada 50 anak yatim sebagai bentuk empati sosial dan rasa syukur atas soliditas koperasi di Kota Blitar.

“Tasyakuran ini menjadi penutup setelah seluruh rangkaian peringatan HUT Koperasi di Kota Blitar tahun ini terselenggara mulai dari jalan sehat, upacara, hingga peresmian Kopdeskel Merah Putih. Semoga setelah ini koperasi semakin solid dan dapat berkontribusi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat,” jelas Juyanto.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan koperasi di Kota Blitar terus berkembang menjadi kekuatan ekonomi lokal yang berkontribusi dalam kemajuan nasional menuju Indonesia yang lebih adil, makmur, dan bermartabat.

Wali Kota Blitar Optimistis Koperasi Merah Putih Jadi Solusi Ekonomi Rakyat

IDPOST.ID – Pemerintah Kota Blitar mendukung penuh peluncuran kelembagaan 80.000 Koperasi Merah Putih yang diinisiasi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Senin (21/7/2025). Sebanyak 21 koperasi telah terbentuk di masing-masing kelurahan di Kota Blitar dan siap menjadi motor penggerak ekonomi rakyat dari tingkat bawah.

Peluncuran secara nasional dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo dari Klaten, Jawa Tengah, dan diikuti secara daring oleh jajaran pemerintah daerah, termasuk Wali Kota Blitar, H. Syauqul Muhibbin, bersama Forkopimda, OPD, serta pengurus koperasi, dari eks Kantor Kelurahan Gedog. Tempat yang sebelumnya mangkrak kini disulap menjadi pusat aktivitas koperasi, sebagai simbol gerakan ekonomi kerakyatan berbasis gotong royong.

Wali Kota Blitar, yang akrab disapa Mas Ibin, menyatakan bahwa seluruh kelurahan di wilayahnya kini telah memiliki kelembagaan koperasi dan siap beroperasi. Ia menegaskan, koperasi Merah Putih merupakan instrumen nyata untuk memperkuat perekonomian warga, khususnya pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal.

“Ini bukan sekadar mendirikan koperasi di atas kertas, melainkan bagaimana koperasi dapat menjadi sarana perekonomian masyarakat. Kami memfasilitasi operasionalnya secara penuh, mulai dari kelembagaan, kemitraan usaha, hingga pemetaan bisnis di tiap kelurahan,” kata Mas Ibin.

Koperasi Merah Putih diarahkan menjadi pusat aktivitas ekonomi produktif, seperti perdagangan dan jasa. Pemerintah Kota Blitar juga tengah memetakan potensi bisnis koperasi serta menjalin kemitraan strategis dengan Bulog, PT Pupuk Indonesia, dan pelaku distribusi lainnya untuk menciptakan rantai pasok yang stabil.

Langkah ini selaras dengan visi nasional yang disampaikan Presiden Prabowo dalam pidatonya. Presiden menggambarkan koperasi sebagai seikat lidi, yang secara individual tidak berarti, namun bersama-sama menjadi kekuatan besar. Konsep koperasi menurutnya mengandung filosofi gotong royong yang mengubah kelemahan menjadi kekuatan kolektif.

Lebih jauh, Mas Ibin mengungkapkan bahwa peran koperasi Merah Putih tidak sebatas skala lokal. Pemerintah Kota Blitar tengah mengembangkan skema perdagangan antar daerah melalui Blitar Trade Center (BTC), yang menjadi pusat distribusi komoditas dari Blitar ke berbagai kota seperti Depok dan Bekasi.

“Contohnya, ketika Depok membutuhkan pasokan telur, koperasi Merah Putih Gedog akan menjadi pemasoknya. Begitu pula jika Bekasi membutuhkan ayam, koperasi yang relevan akan langsung terhubung. Sehingga koperasi bukan hanya berperan lokal tetapi juga masuk dalam jejaring ekonomi antar kota,” jelasnya.

Selain penguatan jaringan perdagangan, koperasi Merah Putih juga akan diberdayakan sebagai pengelola UMKM binaan. Pemerintah Kota Blitar akan menyediakan ruang, promosi, dan jaringan pasar bagi pelaku usaha mikro. Tiap kelurahan akan memiliki area khusus bagi UMKM yang dikelola koperasi untuk mendukung pembinaan yang terstruktur dan berdampak nyata.

“Kami ingin koperasi menjadi tulang punggung ekonomi rakyat. Fokus di Blitar adalah sektor perdagangan dan jasa. Namun yang lebih penting, koperasi diharapkan menjadi pintu masuk ekspor sekaligus menghubungkan Blitar dengan pasar antar pulau,” kata Mas Ibin.

Mas Ibin optimistis koperasi Merah Putih di Blitar akan berkembang sebagai model kelembagaan yang sehat, transparan, dan berkelanjutan. Dengan pengawasan ketat dari pemerintah pusat, koperasi ini diharap berbeda dari koperasi biasa yang hanya berjalan formalitas tanpa dampak ekonomi nyata.

“Program pemerintah pusat ini tentu akan dikawal aspek keberlanjutan dan kelembagaannya secara serius. Pemerintah hadir sebagai fasilitator, mitra, dan pengawas yang aktif,” tegasnya.

Langkah progresif ini menegaskan komitmen Kota Blitar dalam membangun ekonomi rakyat yang kuat dari bawah melalui koperasi Merah Putih. Blitar tidak hanya berpartisipasi dalam program nasional, tetapi juga membangun fondasi kemandirian ekonomi yang tangguh, inklusif, dan siap bersaing.

Harkopnas ke-78, Wali Kota Blitar Mas Ibin: Koperasi Harus Adaptif dan Inovatif Hadapi Tantangan Zaman

IDPOST.ID – Pemerintah Kota Blitar menggelar upacara Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-78 di halaman Kantor Walikota Blitar, Senin (21/07/2025).

Upacara di bawah pimpinan Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin atau yang akrab disapa Mas Ibin, dihadiri oleh jajaran Forkopimda, ASN, pelaku UMKM, pengurus koperasi, pelajar, dan masyarakat umum.

Dalam sambutannya, Mas Ibin menyampaikan apresiasi tinggi atas peran dan kontribusi semua pihak dalam membangun koperasi yang sehat dan mandiri di Kota Blitar.

Ia menyoroti keberhasilan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih yang tersebar di seluruh kelurahan di Kota Blitar, sebagai bukti nyata kekuatan kolaborasi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Peringatan Harkopnas tahun ini sangat penting sebagai momentum untuk merefleksikan koperasi sebagai pilar pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkeadilan di tengah tantangan zaman. Semoga koperasi di Kota Blitar semakin maju, adaptif, dan mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat,” ujar Mas Ibin.

Wali Kota Mas Ibin menegaskan bahwa koperasi harus menjadi entitas yang agile, yakni mampu beradaptasi dengan cepat, inovatif, dan akuntabel agar manfaat koperasi dirasakan secara luas oleh seluruh anggota dan masyarakat sekitar.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kota Blitar, Juyanto, menambahkan bahwa tema nasional Harkopnas tahun ini adalah “Koperasi Maju, Indonesia Adil Makmur.”

Tema ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meneguhkan kembali semangat keadilan sosial dan pemerataan ekonomi melalui gerakan koperasi berbasis nilai kekeluargaan dan gotong royong.

“Melalui koperasi, kami mengajak masyarakat berpartisipasi mengelola potensi lokal. Koperasi adalah instrumen keadilan ekonomi yang berprinsip gotong royong,” jelas Juyanto.

Pemerintah Kota Blitar berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan koperasi melalui pendampingan berkelanjutan agar koperasi dapat tumbuh, bertransformasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sebagai bentuk penghargaan, dalam upacara tersebut diberikan apresiasi kepada sejumlah koperasi berprestasi, seperti Koperasi Wanita Gelora Kelurahan Sananwetan, KPRI SMKN 1 Blitar, KSU Cipta Karya Kelurahan Sentul, dan KSP Bina Usaha Mandiri Kelurahan Bendogerit.

Selain itu, Pemerintah Kota Blitar secara simbolis menyerahkan santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris mantan Ketua RT, Satuan Pengamanan, dan Guru TPQ yang telah berpulang sebagai bentuk perhatian terhadap perlindungan sosial bagi pekerja informal.

Rangkaian peringatan Harkopnas ke-78 juga akan dilanjutkan dengan berbagai kegiatan seperti jalan sehat bersama, pameran produk koperasi dan UMKM, serta pembagian doorprize untuk membangkitkan semangat berkoperasi, terutama di kalangan generasi muda.

Melalui momentum ini, Pemkot Blitar menegaskan komitmen menjadikan koperasi sebagai motor penggerak ekonomi lokal yang maju, inklusif, dan berkelanjutan demi mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur.